Oppo F11 PRO, Jagoan Low light photo (foto dokpri)

Sebagai pengelana, saya sering menghadapi saat-saat tidak menyenangkan ketika harus mengambil gambar dengan camera phone untuk momen perjalanan di malam hari. Keterbatasan fitur kamera di smartphone membuat hasilnya lebih sering mengecewakan.

Memotret di malam hari memang jadi persoalan tersendiri bagi penggemar fotografi HP. Keterbatasan cahaya di malam hari membuat hasilnya tidak sekeren jika kita mengambil gambar di siang hari. Kadang hasil fotonya terlalu gelap karena kurang cahaya. Di lain waktu hasilnya over karena pengaruh pendaran lampu jalanan.

OPPO F11 PRO (foto: dokpri)

Makanya saat OPPO meluncurkan F11 PRO saya termasuk yang antusias menyambut camera phone yang mampu menghasilkan potret di obyek yang minim cahaya (low light). Hmm.. apa iya…

Dan akhirnya kesempatan menjajal (user experience) F11 PRO saya dapatkan bareng kawan-kawan Kelas Blogger beberapa pekan lalu. Kami hunting bareng di sepanjang jalan Sudirman Jakarta Sealatan hingga Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Hunting sengaja dilakukan di malam hari untuk melihat seberapa kece hasil jepretan F11 PRO ini.

JPO Senayan terlihat makin kece dicapture dengan F11 PRO (foto dokpri)

Kamera Belakang 48MP

Apa yang membedakan camera phone F11 PRO dengan pendahulunya? Secara di pasaran lagi banyak produk baru dari banyak merk. Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, perbedaan paling mendasar F11 PRO dibandingkan seri F lainnya adalah terkait optimalisasi kamera belakang. Kalau dulu OPPO dikenal sebagai jagonya selfie, untuk sekarang dan ke depannya OPPO gak mau lagi diidentikkan dengan gelar itu.

“Kami sudah meninggalkan selfie expert setelah selama 3 tahun ini diidentikkan dengan photo selfie. Ini mispersepsi yang merugikan bagi kami saat mengeluarkan ponsel high end, karena persepsi masyarakat kalau cuma buat selfie mengapa harus mahal?” jelas Aryo Meidianto.

Menanggalkan ciri khas sebagai jagonya selfie tentu sudah diperhitungkan dengan matang oleh OPPO. Karenanya di F11 PRO keberadaan kamera belakang dioptimalkan menjadi photo yang brilian atau mereka sebut Brilliant Portrait. F11 PRO memiliki dual kamera belakang dengan kombinasi 48MP dan 5MP sebagai sensor kedalaman.

Disebut Brilliant Portrait karena kemampuannya yang menangkap obyek pada cahaya yang minim (low light) setara mirrorles atau DSLR. Kamera belakang F11 PRO dilengkapi sensor 48 Megapiksel dengan bukaan diafragma F1.79. F11 PRO juga memiliki kemampuan menangkap cahaya yang lebih baik sehingga menghasilkan photo portrait yang tajam dan lebih natural.

Eh, apa iya.. Nggak percaya? Ini buktinya…

Foto dengan mode portrait (foto dokpri)
Photo dengan Ultra Night Mode (foto dokpri)
Photo dengan night mode (foto: dokpri)

Ketiga gambar diambil dari sisi (angle) yang sama, dari pelataran sebuah resto di Mal FX Senayan. Dengan menggunakan 3 moda berbeda, hasil fotonya berbeda. Semua tajam, namun jauh lebih tajam saat menggunakan Ultra Night Mode. Pancaran cahaya lampu gedung maupun jalanan diserap sedemikian rupa oleh moda Ultra Night, sehingga pendaran cahayanya tidak pecah.

Dengan ultra night mode, OPPO F11 PRO bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (Artifisial Interligent/ AI) dan pengurangan noise pada banyak frame. Sehingga hasil fotonya lebih detil dengan pengurangan gangguan (reduksi noise) yang maksimal. Gambar jadi lebih tajam, detil lebih muncul.

Saya juga sempat mengabadikan kerlap lampu gedung pencakar langit di seputaran jalan Sudirman. Keindahan lampu-lampu serta keriuhan jalanan ibukota terekam dengan sempurna. Bahkan untuk penggunaan moda 48MP hasilnya luar biasa cakep. Foto tidak pecah saat saya crop, detilnya masih cukup bagus, meski sudah dipotong dari ukuran aslinya.

Foto ukuran asli dengan ultra night mode (foto dokpri)
Foto hasil cropping bangunan gedung di sebelah kiri (foto : dokpri)

Foto pertama suasana malam di jalan Sudirman. Gedung pencakar langit terlihat warna-warni. Foto ini diambil dengan moda ultra night mode, tanpa adanya alat bantu apapun termasuk lensa tambahan. Hasilnya … objek foto tetap tajam. Bahkan tulisan nama gedung dari lampu terlihat sangat jelas meski sudah dicrop (dipotong) dari ukuran aslinya.

Tulisan Halte Gelora Bung Karno pada moda ini terlihat dan terbaca sangat jelas. Padahal diambil dari jarak lebih dari 100 meter. Ini berbeda jika obyek yang sama diambil dengan moda protrait biasa. Pendaran cahaya lampunya menyebar sehingga tulisan nama gedungnya tak terlihat jelas.

Rising Camera nan Unik

Ada yang unik dari kamera depan F11 PRO yakni keberadaan kamera tengahnya yang dinamaka rising camera. Kenapa rising camera? Karena kamera depan ini letaknya tersembunyi dan baru naik atau keluar saat dipergunakan. Itu kenapa disebut rising camera, seolah bak mentari yang bersinar dan muncul dari peraduan.

Rising camera OPPO F11 PRO

Keberadaan letak kamera di tengah kamera itu bukan tanpa alasan. Karena kamera ada di tengah obyek maka hasil foto jauh lebih natural, tidak akan keliatan tuh size si obyek foto yang lebih besar atau bentuk wajah lebih ndut jika pakai kamera ini. Kamu adalah hasil fotomu. Ini kamera kagak nipu-nipu, aselik sesuai obyeknya.

“Kenapa kameranya naik gini? Itu dari akibat kita maunya semua layarnya penuh. nggak ada Note sama sekali kan. Layarnya jadi penuh semua. Kalau layar penuh kan kita gak mungkin naruh kamera di mana kan. Kalau dulu solusinya pakai ini PONI. Sekarang kita mau tak mau pake yang namanya rising camera,” tambah Aryo. Rising camera sendiri sebenarnya bukan barang baru bagi OPPO. Saat meluncurkan Find X OPPO menggunakan kamera yang mirip seperti ini.

Ke depan, nantinya camera phone rilisan OPPO akan menggunakan jenis kamera seperti ini karena menjadi solusi layar penuh. Layar penuh digunakan oleh OPPO untuk mengejar body rasio paling besar. Jadi screen body ratio ini kurang lebih 91,18%. Gunanya adalah memberi kenyamanan bagi mereka yang menggunakannya untuk bermain game.

Oh iya, saat digunakan untuk pemotretan di malam hari OPPO F11 PRO dengan AI-nya bisa membedakan secara tegas sosok orang yang menjadi latar depan dengan latar belakangnya yang berupa view sebuah tempat/ pemandangan. Detil tiap objek tertangkap sama, melebihi batas kemampuan mata manusia.

Dan hasil gambarnya pun tetap sama kekuatan dan fokusnya. Sosok wajah manusia dalam bentuk portrait sama kuat dan tajamnya dengan view di belakangnya.

Foto dengan model menggunakan Ultra Night Mode (foto Dokpri)
Foto model dengan latar bokeh (foto dokpri)

Fast Charging Super VOOC 3.0

Ada satu keunggulan lagi yang dimiliki F11 PRO yakni fasilitas pengisian daya super cepat/ fast charging VOOC 3.0. Jika smartphone biasa mengisi daya membutuhkan waktu lebih dari 100 menit, maka F11 PRO bisa ngecas hanya dalam waktu 80 menit saja.

Jika dibandingkan dengan OPPO F9 yang juga memiliki fitur VOOC dalam waktu 110 menit, maka F11 PRo lebih cepat 20% saat pengisian daya.

“Sebenarnya sama dengan F9,  itu kan punya VOOC. VOOC itu akan selesai dalam waktu 110 menit. Sementara F11 Pro ini pake VOOC 3.0 yang 20 persen lebih cepat daripada sebelumnya. Jadi 80 menit penuh. Bandingkan F9 dengan batt 3.700 penuh 110 menit. F11 pro penuh 80 menit dengan baterai 4.000 MAH, malah lebih besar,” ujar Aryo Meidianto.

Cocok Buat Traveler

Dengan segala keunggulannya, menurut saya OPPO F11 PRO ini cocok bagi mereka yang mobile, yang cuma punya waktu sedikit untuk ngotak ngatik camera phonenya saat mengoperasikannya. Bagi traveler seperti saya, sepertinya cucok nih. Karena biasanya saat jalan ke suatu destinasi sudah kebanyakan bawaan, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang penyimpanan bagi barang personal.

Dengan kamera segini canggihnya rasanya sudah waktunya bye sama mirrorless. Jadi makin males nenteng yang berat, cukup F11 PRO dikantong, semua persoalan capture momen selesai.

Fitur fast charging-nya juga amat sangat membantu bagi pejalan yang waktunya mepet. Gak perlu tunggu lama untuk ngecas batterenya. Cukup 80 menit bisa disambi beberes atau ditinggal mandi sebentar kelar deh urusan isi daya.

Yang jelas, dengan F11 PRO, kini gak ada alasan untuk bisa bikin foto keren di malam hari. Selain mudah dioperasikan, kemampuan menangkap cahaya rendah (low light)nya juara banget. Gak perlu kamera mahal lagi untuk bisa menghasilkan foto sekelas fotografer profesional.