0 0
Read Time:4 Minute, 0 Second
Bulan Ayu Dyslexia

Bulan Ayu Dyslexia penggerak Dyslexia Genius Malaysia

Bulan Ayu. Saya mendengar kosa kata Dyslexia atau disleksia selama ini secara samar-samar. Tidak terlalu paham malah. Namun yang kerap saya temukan adalah adanya stigma atau cap negatif yang kerap diberikan pada anak-anak yang memiliki persoalan dalam pembelajaran mengenai banyak hal.
Ada yang menganggap anak seperti itu dengan sebutan sebagai anak goblok, anak bodoh, atau dengan beragam sebutan yang membuat pendengarnya sendiri mengurut dada.
Sampai akhirnya saya mendapat penjelasan yang gamblang dari seorang teman dari Malaysia. Dia sebenarnya adalah warga Indonesia, namun mukim di Malaysia lantaran menikah dengan warga setempat.
Yang juga saya tak sangka ia ternyata seorang dyslexic atau seorang penderita dyslexia sejak kecil.  Namun anda pasti sepakat dengan saya jika bertemu dengannya dan ngobrol bareng dengnnya mengenai dyslexia tak akan tampak sedikitpun seorang Bulan Ayu yang memiliki kesulitan belajar di masa lalunya.
Pekan lalu saya berkesempatan bertemu secara daring dengan Bulan Ayu dalam sebuah momen perkenalan aktivitas Bulan Ayu bersama yayasan Dyslexia Genius Malaysia. Sebuah perjumpaan menyenangkan dari seorang yang mencintai dunia pendidikan, khususnya edukasi anak khusus dyslexia.
Apa Itu Dyslexia?
Dalam sejumlah literatur yang saya dapatkan ternyata dyslexia atau disleksia adalah salah satu jenis gangguan belajar spesifik yang membuat anak-anak kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, dan berbicara dengan jelas.  Penyebab dyslexia hingga kini belum diketahui secara pasti.
Sumber lain mengatakan dislexia adalah suatu gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca. Disleksia terjadi pada anak-anak dengan penglihatan dan intelektual normal. Gejala termasuk terlambat bicara, lambat dalam belajar kata-kata baru dan membaca. Sebagian besar anak yang mengidap disleksia dapat berhasil di sekolah dengan bimbingan atau program pendidikan khusus.
Apa itu Dyslexia

Apa itu Dyslexia

Menurut Asosiasi Dyslexia Internasional, dyslexia adalah salah satu gangguan saraf pada anak. Ini ditandai dengan kesulitan mengenali huruf, kata hingga kemampuan mengeja yang buruk.
Jika mengeja saja menjadi persoalan, maka akan beruntun mempengaruhi pola kebisaannya dalam membaca. Oleh karenanya seorang dyslexic biasanya memiliki kesulitan dalam membaca.
Tentang Bulan Ayu 
Seperti dijelaskan di awal, Bulan Ayu adalah perempuan Indonesia yang kini tinggal di Malaysia. Di sana ia dikenal menjadi pengajar anak-anak dyslexia. Keterlibatan Bulan Ayu pada pendidikan anak dyslexia seperti mengalir begitu saja.
Ia bertemu dengan suaminya, Jaldeen bin Mohamad Ali yang kemudian menikahinya di tahun 2008 di Jakarta. Setelah itu kehidupannya berubah, ia banyak terlibat dalam pendidikan dyslexia karena secara kebetulan sang suami adalah pakar dyslexia. Bahkan sang ibu mertuanya, Puan Sairah Amirin adalah tokoh pendidikan dyskexia Malaysia yang memperoleh julukan sebagai Ibu Dyslexia Malaysia.
Bulan Ayu Dyslexia

Bulan Ayu Dyslexia

Jaldeen Ali bersama sang ibu membuat assessment tools bagi anak dyslexia bernama SPTBiD  atau Sariah Program & Teknik Bimbingan Intensif Dyslexia. SPTBiD sudah diakui sebagai program yang dianggap tepat digunakan dalam program terapi bagi dyslexic.
Tak sampai di situ sejak 2016 Bulan Ayu diberi kepercayaan mengelola sebuah pusat terapi bagi anak dyslexia di Kuala Lumpur yang diberi nama Dyslexia Genius. Ini adalah titik balik keterlibatan Bulan Ayu secara penuh dan sebuah pembuktian bahwa seorang dyslexic seperti dirinya bisa mengembangkan program terapi dyslexia dan menolong banyak anak dengan dyslexia menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berprestasi.
Mengidap Dyslexia Namun Berprestasi Akademis
Merunut ke belakang, Bulan Ayu  mengaku dirinya mulai sadar memiliki kelainan pada saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 3. Sejak itu Bulan mulai disisihkan oleh kawan-kawan karena selalu tertinggal dalam pelajaran di sekolah. Hampir tak ada satupun mata pelajaran di sekolah yang Bulan kuasai. Nilanya dalam pelajaran Bahasa, matematika selalu jelek. Yang bagus hanya pelajaran kesenian.
“Nilai 6 sudah cukup buat saya, karena umumnya nilai pelajaran saya 3, 4, dan 5. Saya tak mengerti kenapa, padahal sudah cukup belajar dengan keras, namun tak tahu apa yang dipelajari,” ujar Bulan Ayu.
Saat itu tak ada terapi personal yang ia dapatkan. Bahkan kedua orang tuanya pun tidak mengerti mengenai dyslexia yang dia derita. Namun pelan-pelan dengan segala keterbatasannya Bulan kemudian  bisa sukses di dunia pendidikan. Ia bukan hanya meraih satu gelar sarjana, namun sudah punya tiga gelar di bidang hukum, ekonomi dan magister.
Bulan Ayu Dyslexia

Bulan Ayu Dyslexia

Kini dengan posisinya sebagai seorang Director di Dyslexia Genius Malaysia, Bulan Ayu Poerbo akan terus berbagi perhatian pada masalah dyslexia. Ia ingin menolong sebanyak mungkin anak-anak yang memilki persoalan dengan dyslexia. Bahkan pengetahuan ini akan ia tularkan pula pada tanah airnya Indonesia. Ia ingin orang Indonesia lebih melek dyslexia dan tidak lagi menganggap dyslexia sebagai penyakit.
Bulan Ayu juga sekaligus jadi bukti bahwa dyslexia bisa disembuhkan. Bahkan ia sudah membuktikan bahwa kekurangannya di hal tertentu menjadikannya ia pandai di bidang lainnya.
Untuk lebih mengenal profil Bulan Ayu, kunjungi website bulanayu-dyslexia.com dan juga Instagramnya bulan ayuhttps://www.instagram.com/bulanayu_dyslexia/

About Post Author

syaifuddin sayuti

Ex jurnalistik tv yang gemar makan dan travelling. social media addict, ex Kepsek Kelas Blogger, admin BRID.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %