Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Apa ekspektasi orang manakala menyaksikan program reality show di televisi?

Saya rasa para pecinta hiburan di televisi umumnya punya ekspektasi masing-masing saat melihat program bergenre reality show. Ada program menginap bareng dalam sebuah rumah seperti Penghuni Terakhir di anteve, atau Big Brothers di Trans Tv. Ada pula program reality tv show mengenai renovasi rumah warga miskin di RCTI.

Penonton mempunyai harapan ingin melihat akting natural pengisi acara, kekonyolan-kekonyolan para kontestan hingga melihat konflik yang terkadang jelas settingan.

Jika tokoh dalam sebuah reality show adalah orang biasa mungkin penonton tak akan terlalu terhanyut dalam skenario tayangan tersebut. Beda misalnya jika tokoh yang bermain dalam tayangan tersebut adalah selebriti. Penonton tv akan membanding-bandingkan penampilan di tayangan dengan aktivitasnya sebagai figur publik.

Reality Show AKB48 Ne-Mousu TV

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Begitu pula ekspektasi saya saat menyaksikan program reality show AKB 48 Ne-Mousu TV di kanal WAKUWAKU JAPAN. Sesuai dengan nama acaranya, program ini bisa ditebak adalah reality show yang diperankan oleh personil girl band terkenal Jepang, AKB48.

Popularitas AKB48 yang menjulang, menjadi satu jaminan tayangan ini akan menampilkan hal-hal yang jarang kita lihat seperti di panggung nyanyian.

Semula saya malas menonton tayangan ini karena saya bukan penggemar mereka. Bahkan lagu-lagunya saya cuma tahu karena dinyanyikan kembali dalam bahasa Indonesia oleh girl band Indonesia yang menjadi ‘saudara jauh’nya yakni JKT48.

No Japanese, Please

Namun 2 pekan lalu saya mencoba tak berprasangka dahulu terhadap AKB48 dan mencoba menonton salah satu episodenya. Saat itu adalah episode satu hari tanpa bahasa Jepang.

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Kalau tak salah 4 gadis anggota AKB48 berkunjung ke sebuah sekolah TK internasional di Jepang yang siswanya campuan latar belakangnya, ada yang berasal dari Jepang, namun ada pula yang berasal dari berbagai negara. Karena sekolah internasional, sekolah ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Di sinilah kelucuannya. Personil AKB48 yang ikut berkunjung ke sekolah ini umumnya memiliki ketrampilan berbahasa Inggris yang kacau. Mereka harus berkomunikasi dengan siswa TK namun dilarang menggunakan bahasa Jepang.

Alhasil sempat terjadi ketegangan dan kelucuan manakala komunikasi yang coba dijalin para personil AKB48 ternyata tidak sampai di telingan para siswa. Bahasa tarzan dan asal tebak mewarnai cara berkomunikasi mereka pada akhirnya. Lucu.

Saat personil AKB48 mentok komunikasinya dan sesekali menggunakan bahasa Jepang, anak-anak satu kelas langsung berteriak, “No Japanese…No Japanese..”

Dan pekan ini (16/4) saya menyaksikan lagi program AKB48 di TV. Ini adalah tayangan lanjutan dari episode sebelumnya yang menceritakan kunjungan personil AKB48 ke sebuah kebon binatang. Tema besarnya pun masih sama, menaklukkan “hati” binatang yang ada kemudian diakhiri dengan jabat tangan.

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)


Bukan perkara mudah menjinakkan hewan-hewan seperti Onta, domba, anjing hingga kambing Peru. Penonton disuguhi tontonan menarik saat personil AKB48 belajar memberikan makan Onta, mendudukkan domba, memeriksa kotoran domba, melatih anjing dalam pertunjukan, hingga memotong rambut kambing Peru.

Untuk tantangan di kebon binatang kali ini memang tak semua personil dilibatkan. Hanya ada Ono bersama Akimoto di satu kelompok. Serta kelompok Miyazawa beserta Matsubara di kelompok berbeda.

Tayangan ini memperlihatkan betapa hewan merupakan sahabat manusia. Untuk menaklukkan hati hewan butuh trik khusus dan usaha keras hingga akhirnya sang binatang bisa memahami perintah dan ajakan dari para personil AKB48.

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)


Uniknya tayangan ini adalah penampilan para personil AKB48 yang merupakan super star di Jepang tidak dibuat-buat. Mereka berakting natural, menanggalkan atribut keartisan mereka, serta bersikap apa adanya. Kekuatan acara ini adalah dari keluguan dan ‘apa adanya’ yang ditunjukkan para personil AKB48.

Sesungguhnya cap sebagai selebriti dunia hiburan hanya merupakan stempel yang diberikan masyarakat. Namun sejatinya mereka sama dengan remaja lain di Jepang yang takut berhadapan dengan binatang, hingga ‘terpaksa’ menangis di depan kamera saat ketakutan.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[4]

728 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini