Tanya Marlo. Saya sering sedih mendengar stigma negatif yang menimpa para penderita HIV/AIDS di negeri ini. Masyarakat lebih menyoroti soal perilaku yang menyebabkan orang tertular bukan mencari solusi atas penyakit yang diderita. Alhasil banyak penderita yang takut mencari tahu kemana mereka harus datang dan bagaimana cara mengobati penyakitnya.

Kalaupun ada informasi di media sifatnya hanya sekedar informasi. Sementara mereka para ODHA (Orang Dengan HIV Aids) dikucilkan dari pergaulan, dianggap sampah yang tak berguna, bahkan ada yang beranggapan penyakit ini akibat kutukan karena perilaku seks menyimpang di masa lalu.

Yang terjadi kemudian penderita HIV/AIDS harus sembunyi untuk berobat, takut ketahuan keluarga. Bahkan tak sedikit yang kemudian disingkirkan dari kehidupan sosial. Padahal penderita penyakit apapun itu, selain butuh penanganan medis juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya agar tetap bisa berguna secara sosial.   

Nah, UNAIDS Indonesia, Lembaga PBB yang menangani AIDS di Indonesia memprakarsai sebuah saluran komunikasi yang bertujuan menghapus stigma negatif penderita HIV/AIDS dengan meluncurkan platform chat mobile (chat bot) melalui aplikasi pengirim pesan instan LINE.

UNAIDS Indonesia Country Director, Tina Boonto mengakui terobosan baru ini mereka perkenalkan lantaran pihaknya prihatin dengan fakta  masih banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang hidup sendiri tanpa dukungan orang sekitar, sehingga mereka malu dan enggan berkonsultasi mengenai kondisi mereka.

Awam Soal HIV/AIDS, Tanya Marlo Saja

Menggandeng Nimbly Technologies dan Botika selaku developer, chat mobile itu dinamai Tanya Marlo. Tanya Marlo bisa diakses pengguna LINE di Indonesia dengan cara yang amat sangat mudah. Cukup donlod LINE app di App Store atau Google Playstore saja. Ikuti petunjuk penggunaan aplikasi ini yang user friendly. Search saja TanyaMarlo di chatbot LINE, kemudian add seperti nge-add chat bot lainnya. 

Mengapa aplikasi pesan Line yang digunakan UNAIDS Indonesia untuk menyebarkan kanal komunikasi ini?  Tina Boonto mengatakan, pihaknya memang menyasar generasi milenial untuk diberikan edukasi yang tepat mengenai HIV/AIDS.  “Karena itu kami dekati milenials melalui aplikasi LINE sebagai wadahnya. Sebab 80 persen pengguna LINE adalah anak muda, sesuai target kita,” ujar Tina.

Berdasarkan data yang dimiliki UNAIDS, pengguna LINE secara global mencapai 90 juta pengguna. Dan dari jumlah itu 80% diantaranya adalah remaja.

Contoh interaksi di Tanya Marlo 

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 640 ribu orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Dari jumlah itu diperkirakan baru 48% ODHA yang mengetahui status HIV mereka. Fakta ini jelas membuat miris. Apalagi jumlah orang yang terinfeksi baru HIV paling tinggi berasal dari kalangan usia remaja 15-24 tahun.

Boleh jadi penggunaan LINE adalah pilihan tepat. Lihat saja desain chatbot TanyaMarlo dibuat sangat milenial. Dengan ikon seorang pria remaja metropolis dengan penampilan kekinian. Di saat era media sosial, tampilan penting sekali untuk memberi kesan pada khalayak target.

Ada beberapa fitur yang ditawarkan TanyaMarlo untuk membantu pengguna memahami berbagai persoalan tentang HIV/AIDS. Pertama, Info HIV. Di sini kamu bisa membaca artikel mengenai HIV, melihat data dan fakta melalui infografis, mengetahui mitos dan fakta seputar HIV/AIDS, hingga menonton video informasi lainnya.

Kedua, kamu juga bisa curhat atau konsultasi bersama konselor HIV/AIDS terpercaya yang bakal menjawab semua pertanyaanmu mengenai penyakit tersebut. UNAIDS menjamin konsultasi di sini aman dan data pribadi kamu bakal terlindungi.

Ketiga, di chatbot Tanya Marlo kamu juga bisa mengikuti Kuis yang berisi pertanyaan seputar HIV/AIDS yang dikemas secara interaktif. Lumayan ini bisa mengasah pengetahuan dan pemahamanmu mengenai HIV/AIDS.

Keempat, di Tanya Marlo kamu juga bisa mengakses klinik tempat test HIV, mulai dari lokasi, harga hingga waktu operasional. Klinik yang ditampilkan di Tanya Marlo adalah klinik terpilih dan terdekat dengan kediamanmu. Klinik tersebut akan melayani test HIV dengan jaminan privasi dan kenyamanan.

So, jika kamu adalah milenials dan butuh banyak informasi seputar HIV/AIDS, segera add Tanya Marlo di LINE dan jadikan dia sahabat setiamu.


1,170 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

2 Thoughts on “Tanya Marlo, Chatbot Khusus Mengenai HIV/AIDS

  1. Keren aplikasinya.. Kayak simi <3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Post Navigation