Pernahkah memegang uang dalam wujud fisik sebanyak milyaran rupiah? Kalau saya sih belum pernah. Dulu cuma pernah lihat rekening sebuah kepanitiaan, tapi memegangnya di tangan sendiri saya pastikan belum pernah.

Masih lekat dalam ingatan, beberapa tahun silam saat seorang motivator menyebar duit satu milyar rupiah lewat helikopter, saya cuma ternganga. Uedan tuh orang.

Makin gak habis pikir setelah tau penyebaran duit itu ternyata adalah gimmick peluncuran bukunya yang baru. Waduh, kasih saya napah!

Dan awal 2018 kemarin giliran ada aksi lempar duit bu Dendy pada temannya sendiri bikin banyak warganet baper berkepanjangan.

Tapi yang paling fenomenal adalah aksi sebar duit di kawasan bisnis Kuningan, Jakarta. Duit dari berbagai satuan rupiah disebar di tengah kepadatan lalu lintas di siang hari.

Karena sering kepo sama duit, bahkan pernah mimpi punya duit sekarung, eh ternyata ada games hujan duit. Waini…langsung donlod lah saya.

Di playstore games ini mudah dicari kok. Meski ada beberapa games soal hujan duit. Namun pastikan itu yang dimaksud adalah games Hujan Duit yang asli dari alkemis game. Karena yang asli ada gambar badaknya. Lho, kok ngiklan.

Diutak atik sedikit muncul  lah uang virtual yang bisa kita hgeser kita atur seberapa banyak uang itu kita berikan, bebas dilemparkan, hamburkan pada kawan, lawan, keluarga, atau siapapun yang jadi partner main game ini.

Sebenarnya tak ada yang spesial dari game ini selain memanfaatkan momen hujan duit di Kuningan dan mimpi orang untuk dapat rejeki dadakan. Buat selingan dari kesumpekan hidup bolehlah merasakan (seolah-olah) jadi milyuner. Asal jangan jadi mimpi yang keterusan, mengharapkan duit namun tak tahunya bener-bener cuma dalam mimpi saja.

 

 

 

1,092 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

All Peserta, panitia dan tuan rumah KB 20 (foto dokpri)

Akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu 24 Februari 2018, Kelas Blogger kembali mengadakan workshop bagi blogger bertema Street Photography dengan pembicara Kang Dudi Iskandar, seorang street photographer yang juga Kepala Sekolah Kelas Blogger.

Gelaran KB ke 20 ini digelar di sebuah coworking space keren JSC Hive di kawasan Kuningan, Jakarta. Ini dimungkinkan lantaran dalam Kelas kali ini penyelenggara menggandeng @C2Live , @EVhive dan juga @BerryKitchen.

Acara yang diikuti 30 orang peserta dari berbagai latar belakang ini makin seru karena dipandu MC @Agiljolie .

MC @Agiljolie dan COO C2Live @enrickoman (foto @adhealbian)

COO C2Live, Enricko Lukman yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan pihaknya mendukung acara ini karena ingin menjadi bagian dari perkembangan blogger di Indonesia. C2Live sejauh ini baru melakukan dua kerjasama dengan komunitas blogger. Ke depan pihaknya akan memberikan kesempatan yang makin terbuka bagi komunitas lain untuk bekerja sama.

Mengenai C2Live sendiri, menurut Enricko C2Live adalah sebuah platform yang dibuat untuk mewadahi blogger memasarkan isi blognya secara lebih luas. C2Live itu semacam content agregator yang memungkinkan blogger menitipkan link postingannya agar makin luas tingkat keterbacaannya.

Jadi buat kamu para blogger jangan ragu untuk register blogmu di C2Live . Karena dengan bantuan C2Live maka postinganmu berpotensi dibaca lebih luas lagi.

Street Photography Itu Mudah

Masuk ke sesi utama, @kangdudi_ Dudi Iskandar membawakan materi menarik mengenai street photography atau fotografi jalanan. Ini adalah sebuah aliran fotografi yang terus berkembang, di mana obyek fotonya diambil di ruang-ruang publik.

@Kangdudi_ di depan peserta KB 20 (foto dokpri)

Karena mengambil obyek foto di ruang publik bukan berarti semua benda mati yang dijadikan obyek foto. Justru sebaliknya, street photography memotret aktivitas manusia di ruang publik. Jadi street photography ini lebih dekat dengan persoalan human interest.

Kang Dudi sendiri yang tinggal tak jauh dari stasiun kereta api, kerap menjadikan aktivitas di stasiun kereta api sebagai obyek fotonya. “Aktivitas di stasiun kereta api kerap menjadi inspirasi saya. Karena di sini saya bertemu dengan ragam manusia dengan beragam aktivitasnya. Ini berlangsung sepanjang hari,” begitu kang Dudi beralasan saat ditanya mengapa banyak karya fotonya bertema aktivitas di stasiun kereta api.

Foto yang bagus itu foto yang dipublish bukan disimpan (foto dokpri)

Menurut Kang Dudi membuat foto jalanan itu mudah. Ia menyarankan, saat hunting untuk membawa kamera yang mudah dibawa.  Membawa kamera berukuran besar tidak disarankan, karena akan mengganggu mobilitas saat hunting obyek.

Yang kedua, pertajam semua indera yang kita miliki. MIsalnya menajamkan mata melihat obyek menarik dan tak biasa sepanjang perjalanan. Ambil berbagai angle agar foto yang dihasilkan punya variasi angle atau sudut pengambilan.

Ketiga, membaur dengan obyek foto. Ini akan memudahkan saat mengcapture momen. Jika diperlukan ajak obyek foto berkomunikasi untuk menghasilkan foto yang natural. Di beberapa kasus kulo nuwun atau minta ijin pada obyek foto juga diperlukan agar obyek tak merasa di’curi’.

Kelar memberikan materi, Kang Dudi menantang peserta untuk membuat foto jalanan dengan obyek di sekitar jalan dokter Satrio Kuningan. Waktu yang diberikan hanya 30 menit. Namun terbatasnya waktu tak menghalangi kreasi para peserta untuk menghasilkan foto-foto jalanan yang menarik

Makan siang dari Berry Kitchen (foto @chahakim)

Selepas hunting dan istirahat peserta mendapat kejutan dari @Berrykitchen berupa satu paket makan siang. hmmm…lezatnya. Terima kasih @Berrykitchen , makan siangnya enak.

Ajang KB 20 ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kepala Sekolah Kelas Blogger yang baru, yakni @Mhkholis , menggantikan @kangdudi_. Kholis selama setahun ke depan akan menjadi nakoda KB dibantu @coretanmasdede . Selamat…

Kepala Sekolah Kelas Blogger yang baru MH Kholis (foto @puntow78)

Di penghujung acara diumumkan nama-nama peserta yang memenangkan tantangan twitter dan Instagram. Mereka mendapatkan hadiah berupa merchandise dari C2Live.

1,476 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini