Tag Archives: 7 Days With March

Dan 7 Days March pun Berakhir…

Arantan, winner 7 days March

Rabu lalu saya hadir dalam malam pengumuman event 7 Days with March yang digelar di Convivium Cafe Deli Panglima Polim Jakarta Selatan. Seharusnya pengumuman ini dilakukan akhir bulan lalu, namun juri dari Nissan Motor Indonesia rupanya harus bekerja ekstra keras karena postingan para partisipan bagus-bagus. Entah ini beneran atau hanya mencari pembenaran dari terlambatnya pengumuman.

Lebih dari 20 blogger hadir di cafe mungil bernuansa Italia ini. Beberapa tak bisa hadir lantaran bentrok dengan acara masing-masing. Seperti @harrismaul yang sedang travelling di Sumatera dalam program #ACI2011, @Chikastuf yang tugas ke Bali, dan beberapa lainnya yang gak jelas kenapa tak hadir.

Pertemuan ini sekaligus jadi ajang reunian para blogger yang sukses mengawal ajang ini di bulan September silam. Saling bertukar cerita seputar pengalaman menggunakan Nissan March jadi menu wajib. Umumnya mengaku puas dengan kendaraan mungil yang lincah, irit dan jago manuver ini. Beberapa mengatakan ingin program ini ditambah lebih lama, misalnya dua pekan, sebulan atau setahun. Halah setahun mah beli aja kalee..

Dari pihak Nissan Motor Indonesia hadir antara lain Teddy Irawan, VP marketing NMI dan Sutrisno Lesmono, Deputy Director After Sales Service Division NMI. Pak Tedy mengungkap apa dan mengapa program 7 Days with March ini digelar. Menurutnya, pihak NMI cukup puas dengan sharing pengalaman yang diberikan para blogger terhadap produk Nissan March. Katanya, tulisan-tulisan ini bakal dijadikan referensi oleh Nissan. Sebuah cara pemasaran yang unik, yang berbasis experience atau pengalaman pengguna.

Saya sendiri terus terang cukup surprise bisa ikutan di ajang ini. Saya bisa merasakan bagaimana produk city car ini langsung dengan cara mencobanya bukan lewat omongan sales, iklan cetak atau tv. Saya juga jadi lebih mengerti seluk beluk mobil, karena selama ini tak terlalu peduli.

sertifikat dari Nissan

Experience seperti ini jelas sangat mahal bagi konsumen, karena pengguna bukanlah kalangan yang pasif menerima informasi. Justru para blogger adalah kalangan yang cenderung “bawel” jika diminta mengkritisi sesuatu. Ini agak beresiko sebenarnya upaya Nissan menggandeng para blogger. Tapi justru dari masukan-masukan yang bawel inilah Nissan bisa mengukur diri jika akan meluncurkan produk yang didamba konsumen. Spesifikasi macam apa yang cocok dengan kebutuhan pengguna lokal di Indonesia, karena otomotif adalah produk yang spesifik pasarnya. Tak bisa disama ratakan antar satu negara dengan negara lain.

Keluar sebagai pemenang ajang ini adalah Arantan Saranto, blogger yang banyak menulis seputar motor. Arantan akan diajak Nissan mengunjungi event dunia Tokyo Motor Show serta Disneyland. Hadiahnya memang bergeser, semula kunjungan ke pabrik Nissan di Opama, Jepang. Sayangnya karena mereka sedang mengembangkan produk baru, kunjungan tak bisa dilakukan.

Selamat buat pemenang dan juga dua pemenang favorit juri. Lalu saya dapat apa? Topi dari Nissan sebagai satu dari 5 orang yang menang live tweet selama acara kemarin.

Lumayan! Tengkyu @NissanID , saya siap kok jika ada ajakan serupa yang jauh menantang! Hehe..

7 Days With March : Ittikaf Sekeluarga


#Day 5

Hari ini full aktivitas. Sejak pagi berkemas membawa segenap perlatan tempur. Selain berencana ke rumah ortu, kami juga berencana menjalankan ittikaf di mesjid. Semua barang bawaan kami masukkan ke bagasi. Bagasi pun penuh dengan aneka barang bawaan, mulai dari selimut, bantal, guling, hingga pakaian. Semuanya muat dalam bagasi. Melihat bawaan kami pastinya ada yang menyangka kami bakal camping atau liburan.

Persiapan Ittikaf: Bantal, guling, kue, sepatu, baju masuk bagasi

Perjalanan pertama dimulai dengan mengantar kue ke rumah ortu di joglo kebon jeruk. Seru. Anak-anak becandaan sepanjang perjalanan. Mereka sangat menikmati perjalanan, meski kita tempuh di tengah terik mentari yang menyengat.

Perjalanan siang itu juga diwarnai kemacetan parah di arteri Pondok Indah. Untungnya AC berjalan optimal sehingga kami semua yang ada di dalam kabin tetap nyaman. Enjoynya anak-anak terlihat dari tidur mereka yang tak terusik kemacetan sepanjang perjalanan.

Macet Parah, March Tetap Nyaman

Biasanya saya juga mengutuk kemacetan, namun kali ini tidak. Mungkin karena performa March yang enteng, injakan gas maupun koplingnya tak menyakitkan kaki, sehingga tak membuat kaki lekas lelah.

Di rumah ortu, ponakan rame lihat mobil March. Mereka menyangka itu mobil kami yang baru. Mereka juga minta diajak jalan keliling komplek. Okelah, kapan lagi nyenengin ponakan.

Bapak juga sempat tanya-tanya kehandalan March. Saat saya jelaskan konsumsi BBM-nya, bapak terkaget-kaget. “Wah, kalau segitu sih super irit tuh! Hemat banget dong”. Saya hanya senyum-senyum saja sambil menunjukkan panel indikator BBM yg masih cukup banyak.

Selepas Ashar dan mandi, rombongan lenong langsung meluncur ke Salemba menjemput bundanya anak-anak untuk berbuka puasa.

Buka puasa kali ini memang spesial. Karena selepas buka, kami berencana menginap di mesjid untuk beritikaf. Ini merupakan ittikaf pertama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Istri dan anak-anak sangat antusias menanti momen ini.

Bunda, Nabila, Ninis

Kami sengaja memilih lokasi ittikaf di Mesjid Bimantara kebon sirih. Lokasi yang sangat familiar karena sudah kerap kami kunjungi. Mesjid ini juga berukuran tidak terlalu besar sehingga anak-anak akan mudah mencapai toilet dari tempat menginap di mesjid.

Bagi si sulung Ihsan, menginap di di luar rumah bukan pengalaman pertama. Sebelumnya ia beberapa kali menginap di sekolah dan sempat ikut perkemahan dengan pramuka. Namun bagi Nabila dan Ninis ini adalah pengalaman pertamanya. Keduanya sempat kesulitan tidur karena tak terbiasa tidur di ruang terbuka dengan ratusan orang di sekitarnya.

Seperti biasa Ittikaf di 10 hari terakhir Ramadhan diisi dengan membaca Al Qur’an, ceramah agama serta diakhiri dengan Qiyamul Lail atau sholat malam berjamaah.

Yang menarik adalah saat makan sahur. Saya bawa anak-anak mencoba makan sahur di tempat yang tak biasa, yakni di warung tegal alias warteg. Buat saya atau bundanya warteg bukan barang baru. Sejak kuliah kami sudah akrab dengan tempat makan murah meriah ini. Tapi tidak bagi ketiga krucil.

Wow mereka makan dengan lahapnya! Tempat yang bersahaja ini ternyata tak melunturkan semangat mankan sahur mereka. Alhamdulillah.

Dan usai shalat subuh, kami sempatkan berjalan-jalan ke seputar Jakarta kota. Kapan lagi bisa putar-putar di kota yang mulai lengang ditinggalkan warganya mudik lebaran.

7 Days With March : Episode Codot


#Day 3

Hari ketiga dengan March saya dapat kejutan. Bukan sesuatu yang menyenangkan memang. Bangun pagi saat akan ngecek si mungil ini, body bagian depannya penuh kotoran dan ceceran buah -yang sepertinya jambu biji-. Ooo.. Waduh kerjaan siapa ini?

March dan Codot

Awalnya sempat suudzon mungkin ada yang tak senang saya dapat anugerah nyicipin March selama sepekan. Tapi saya tepis rasa itu, karena gak beralasan. Langsung saya berlogika. Ini pasti kerjaannya codot! Ya, binatang yang wujudnya sendiri saya tak pernah tahu itu paling mungkin jadi tertuduh utamanya.

Karena apa? Mobil March terpaksa saya parkir di depan rumah di ruang terbuka. Kenapa? Apa saya tak sayang mobil gres begitu ditaruh di tempat yang tak layak? Bukan saudara-saudara, itu semata karena carport di rumah gak muat. Soal keamanan, insya Allah aman. Saya berani karena tetangga yang lain juga melakukan hal demikian.

Kebetulan saya tinggal di sebuah perumahan sejenis townhouse yang cuma dihuni seratusan kepala keluarga dengan satu pintu akses maka saya berani menaruh March di luar. Apalagi security di sini cukup handal menjaga pintu masuk komplek. Tengkyu pak satpam!

March Sedang Mandi Pagi

Akhirnya rencana pagi itu pun berubah. Si mungil mesti dibawa ke tempat pencucian untuk mandi pagi sebelum menemani saya dan anak-anak beraktivitas. Saya memilih membawanya ke CMC, Cuci mobil cepat yang ada di jalan alternatif Cibubur. Pertimbangannya waktu. Praktis, tinggal duduk dalam mobil, maka semua pencucian mobil bisa kita ikuti dari dalam mobil.

Sampai di CMC ternyata gak terlalu ramai. Alhamdulillah dapat giliran ketiga. Selama proses pencucian, 3 kurcaci yang ikut pun haha..hihi.. di dalam March. Pagi yang meriah.

Setelah Mandi Jadi Kinclong Lagi

Sebenarnya saya tak terlalu suka mencuci mobil di tempat ini. Ini adalah pengalaman kedua. Saat pertama dulu saya merasa kok kurang bersih ya. Mungkin karena mesin yang mengerjakan pencucian, maka beberapa bagian mobil tak bersih.

Ingat pengalaman itu, saya pun ngecek bekas kreativitas si codot tadi di celah kap mobil. Benar saja, masih ada sejumlah ceceran buah busuk disitu. Saya pun minta dibersihkan secara manual.

Kelar di CMC, kamipun lanjut menuju kampus UI Depok untuk ambil toga dan undangan wisuda saya.

Perjalanan ke kampus UI bagi saya dan anak-anak selalu menyenangkan. Suasananya yang asri membuat betah berlama-lama menyusuri ruas-ruas jalan di dalam kampus.

Saat kami datang kampus tak terlalu ramai, suasana libur kuliah masih terasa, meski mahasiswa baru sudah mulai masuk masa ospek.

Di kampus UI Depok ambil Toga dan Undangan

Kelar dengan undangan dan memilih toga sesuai ukuran, anak-anak minta keliling kampus lagi. Semangat bener, padahal lagi pada puasa. Jawabannya ternyata karena nyamannya March buat jalan-jalan di siang hari. Teriknya mentari di luar nyaris tak terasa lantaran alat pendingin udaranya yahud. Cuma di setel di angka satu, semuanya kebagian dinginnya. Lagi-lagi nggak seperti “mr.T” di rumah yang ACnya lagi ngadat. Hihi….

Indikator nyaman di dalam mobil sebenarnya bisa dilihat jika anak-anak gak rewel selama perjalanan. Dan jika kelelahan mereka bakal tidur dengan senangnya tanpa bilang, “Ayah….AC nya ke belakangin…”

Nabila dan Ninis, 2 krucil di kabin March

Kelar dengan Depok, kami pulang dan mampir ke toko buku Karisma di dekat rumah. Anak-anak cuma melihat-lihat, gak ada yang menarik bukunya. Toko buku ini memang bukan pilihan buat kami kalau mencari buu. Biasanya sih ke Gramedia yang lebih lengkap dan membuat betah.

Sorenya, saya sudah bulatkan tekad bakal ikut Ittikaf di mesjid kantor. Lumayan sekali rengkuh dayung bisa dua kegiatan. Kebetulan hari ini masuk sore, jadinya setelah itu bisa ikut Ittikaf di malam ganjil Ramadhan. Kemarin saat malam ke-21 saya menyesal tak bisa ikutan karena badan drop dengan suksesnya.

Makanya dua hari terakhir saya berjuang agar tubuh kembali bugar. Propolis dan vitamin saya telan saat buka dan sahur untuk mengembalikan kondisi. Dan alhamdulillah, meski pilek masih bersarang, namun pusing sudah hilang dan suhu tubuh pun berangsur normal.

Kelar ikut ittikaf di mesjid kantor dan makan sahur, sayapun langsung mabur pulang sebelum subuh. Khawatir ngantuk makanya saya langsung bergegas. Alhamdulillah selamat sampai di rumah setengah jam. Dan usai subuh pun saya tidur dengan sukses hingga jam 11 siang!

7 Days with March: Mulai!


#Day1

Jiaaaah …..akhirnya hari yang ditunggu pun tiba.

Batch kedua dari 4 pekan petualangan dengan mobil Nissan March pun dimulai. Sejak terpilih sebagai satu dari 28 blogger dalam program #7DaysMarch, impian menunggangi Nissan March memang membayang dalam benak.

Hmm… sepertinya asyik nih mengendarai city car yang meraih penghargaan sebagai “Car of the Year 2011″ dari Otomotif Award 2011. Saya juga bangga karena dipilih dan dipercaya mencicipi mobil selama sepekan, dan mobilnya bukan sembarangan, tapi mobil dengan sejumlah kelebihan. Kalau harus membandingkan dengan “si berat” mobil di rumah, pastinya mobil ini bakal lebih ciamik.


Semula saya mendambakan dapat March oranye yang warnanya catchy itu. Namun karena harus balik lagi ke kantor secepatnya, saya langsung minta mobil yang ada tanpa sempat pilih-pilih.

Setelah pengecekan kendaraan oleh panitia, mobil diarahkan ke SPBU Shell yang letaknya berseberangan dengan kantor Nissan Motor di MT.Haryono Jakarta untuk pengisian BBM. Oya, karena bakal menemani aktivitas selama sepekan, saya beri julukan bagi March ini sebagai si mungil. Julukan yang pas, sesuai bentuknya yang kompak.

Kesan pertama dengan si mungil, mobil ini ternyata lega! Ruang kemudinya cukup nyaman dan saya masih bisa bergerak dengan bebas dan nyaman.

Saat membawanya turun ke jalan, sempat ada rasa was-was. Maklum bukan punya sendiri, takut begini, takut begitu, lantaran sebelumnya sekalipun tak pernah pakai mobil pinjaman. Kalau mobil di rumah ngadat atau sedang di bengkel, saya lebih senang ‘ngangkot’ daripada pinjam mobil teman atau kakak ipar.

Namun kecemasan pun sirna begitu si March membelah jalanan padat Pancoran. Tarikannya lumayan. Saya tak perlu menginjak gas terlalu dalam selama membawa si mungil di tengah lalin yang rame lancar itu.

No Premium, please!

Sorenya, saya tiba di rumah beberapa saat setelah Adzan Magrib. Saya batalkan puasa dulu dengan secangkir teh hangat. Segarnya….

Setelah shalat Magrib sayapun menjemput krucil-krucil dengan bundanya yang sedang bukber di sekolah. Ini sudah diwanti-wanti istri sejak siang, dan tidak boleh tidak alias “harus”.

“Jemput ya dengan mobil baru…”

Begitu rombongan lenong menaiki March, kekaguman tanpa paksaan pun keluar dari mulut mungil dua bocah kami.

“Enak ya mobilnya….”, ujar si kecil.

“Gak berisik kayak mobil kita…” :(

Saya hanya tertawa mendengarnya. Saya percaya pujian paling tulus atau kritikan jitu itu datangnya dari anak-anak. Karena dilontarkan tanpa pretensi apapun.

Malam pertama dengan March saya akhiri dengan membawanya ke rumah kakak ipar, yang tinggal bersebelahan komplek dengan kami. Rupanya mereka kepincut dengan bentuknya yang kompak, dan meminta anak sulungnya menjajal mobil. Mereka antusias karena sudah kenal dengan produk Nissan sebelumnya, yakni Grand Livina yang hingga kini masih nangkring di garasi mobil mereka.

“Wah ini sih cocok buat kuliah,” kata kakak ipar.

Baiklah kalau begitu, beliiin satu dong anaknya….hehehe…