Tag Archives: 365tulisan2011

Udin Yang Suka Skandal Namanya Nazarudin

Publik pasti masih ingat dan tentunya tak bakalan lupa dengan lagu Udin Sedunia yang dinyanyikan anak Lombok bernama Sualudin. Hingga kini video klipnya di Youtube masih kerap didownload. Akibat lagu sederhana dan terkesan becanda itu Sualudin berubah nasibnya, dari seorang mahasiswa biasa dan penyiar radio lokal Lombok menjadi selebriti nasional. Ia kini kerap tampil di SCTV sebagai salah satu host acara musik Inbox.

Dan lagu Udin Sedunia masih wara-wiri di benak kita, terutama sejak mencuatnya skandal suap wisma atlet yang melibatkan sejumlah kader partai Demokrat, yang salah satu diantaranya adalah tokoh yang juga bernama Udin. Tapi yang ini beda, namanya Muhammad Nazarudin, yang sempat menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, partainya SBY. Bisa jadi Nazarudin adalah Udin yang paling tenar saat ini. Namanya mengungguli pelantun Udin Sedunia. Udin yang satu ini memang fenomenal, banyak terlibat kasus namun tak pernah sekalipun tersentuh hukum.

Coba kita geser ingatan sejenak ke belakang. Ingat kasus dugaan pemerkosaan seorang sales promotion girl di hotel Aston Bandung Mei tahun 2010 silam oleh seorang kader partai? Nah, Nazarudin lah yang menjadi tertuduh. Tuduhan itu jelas disangkalnya. Akhirnya kasus ini tak pernah tuntas terungkap.

Lalu Nazarudin juga tersandung kasus penipuan dan penggelapan sebesar Rp. 7 Milyar terkait proyek perluasan bandara Sultan Hasanudin Makassar. Kasus ini pun menguap tanpa ada ujungnya.

Mungkin anda juga masih ingat dengan kasus penipuan yang membuat Daniel Sinambela, suami dari artis Joy Tobing dipenjara? Nah, Daniel adalah rekanan Nazarudin dalam bisnis batubara. Konon dalam kasus ini sebenarnya Nazar adalah pihak yang paling bertanggung jawab, namun lagi-lagi ia ‘aman’.

Kemudian yang membuat geger adalah Kasus suap wisma atlet di Palembang. Kasus ini menjadi entry point alias pintu masuk terkuaknya sepak terjang Nazarudin dalam berbagai kasus hukum. Nazar adalah pendiri dan pemilik PT.Anak Negri, broker proyek pembangunan wisma atlet. Konon Nazar mendapat fee sebagai broker senilai Rp. 25 M dari proyek dengan total anggaran mencapai Rp. 191 M ini.

Lagi-lagi, Nazar cuci tangan, ia mengaku sudah tidak berada di PT.Anak Negeri lagi. Selamatkah ia?

Nanti dulu. Terakhir adalah pernyataan mengejutkan yang datang dari Machfud MD, ketua MK. Dalam sebuah konpers bersama presiden SBY, Machfud mengungkapkan sepak terjang Nazar yang sempat memberikan uang pada Sekjen MK, Janedri dalam jumlah yang aduhai,Sin $ 120 ribu atau sekitar 800 juta rupiah. Uang tersebut kemudian dikembalikan ke Nazar tanpa alasan yang jelas mengapa Nazar memberikannya pada Janedri. Sejumlah kalangan menduga, uang tersebut untuk menghancurkan kredibilitas MK, dan ujung sasarannya adalah Machfud MD.

Kini si Udin yang suka berskandal aka Nazarudin itu sedang pelesir ke Singapura. Kepergiannya seolah tergesa-gesa. Tanpa membawa banyak perbekalan, Nazar sepertinya bisa bebas sejenak di negeri Singa. Tapi tunggu dulu, KPK tidak akan tinggal diam, waktu sepertinya akan membawa Nazar kembali ke Indonesia dan mempertangung jawabkan semua tuduhan hukum yang membelitnya.

Akankah episode Nazar akan tamat di kasus ini? Belum ada yang bisa memastikan. Kita pun tak bisa berandai-andai, apalagi kasus ini membuat jajaran partai Demokrat pening kepala. Sudah beberapa kali SBY Sang Ketua Dewan Pembina Demokrat mengumpulkan kadernya guna membicarakan tindak lanjut skandal ini.

Rumitnya skandal yang dilakukan oleh Nazarudin justru dimanfaatkan oleh para petinggi partai tersebut untuk saling serang. Rupanya kubu-kubu-an pasca kongres Bandung belum usai. Nazarudin yang dikenal sebagai ‘orangnya’ Anas Urbaningrum sang ketua umum, dijadikan bulan-bulanan oleh elit politik dari kubu Andi Mallarangeng.

Perkubuan atau faksi di tubuh demokrat jelas tidak menguntungkan bagi kinerja partai di saat semua partai politik berkonsolidasi menjelang Pemilu 2014. Keliatan sekali partai Demokrat sangat amatiran memanage konflik internalnya. Mestinya mereka satu suara ke publik dan media, sehingga tak makin memperuncing keadaan. Sebab yang terlihat di permukaan sangat mudah dibaca dan dijadikan bahan oleh para lawan politik Demokrat.

Kerapuhan manajemen partai harusnya tak diperlihatkan begitu gamblangnya, sehingga tak merugikan partai ini sendiri. Kita tinggal menunggu dimana ending kasus Nazarudin. Dan sementara ini kita cuma bisa bersenandung ……Udin yang suka skandal…namanya NAZARUDIN..

#tulisan 19 dari 365

Adang Darajatun Sayang Istri Atau Bersekongkol?

Luar biasa effort yang dikeluarkan semua pihak dalam mengawal kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Kasus yang juga dikenal dengan kasus cek perjalanan dan melibatkan belasan anggota dewan sebagai tersangka dan terdakwanya ini benar-benar menyita perhatian. Namun makin kesini banyak keanehan dan kejanggalan yang terungkap begitu telanjangnya.

Kasus ini aneh karena sejak awal yang dikejar oleh KPK baru kelas penerima cek perjalanan. Sejumlah mantan anggota dewan meski sebagian sepakat menolak menerima cek perjalanan, sebagian lagi mengaku menerima cek perjalanan tersebut.

Sementara itu siapa yang menjadi pemberi cek perjalanan hingga kini tidak pernah terungkap, siapa dia dan apa kepentingannya, serba tidak jelas. Misteri ini tampaknya bakal panjang jalan ceritanya.

Nunun Nurbaeti, istri anggota DPR yang juga mantan Wakapolri Adang Darajatun, banyak disebut sebagai pembagi uang suap hingga kini tak tersentuh. Kabar yang menyatakan Nunun sakit di Singapura diragukan banyak kalangan. Ia diduga sengaja bersembunyi di negeri singa demi melindungi diri dari kejaran hukum.

Nunun sebegitu kuasakah sehingga hukum pun tak bisa menjamahnya? Hingga akhirnya Ketua KPK Busyro Muqodas mengumumkan bahwa Nunun sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus cek perjalanan, beberapa hari silam. Lucunya, Busyro menuturkannya di DPR saat dengar pendapat dengan KPK komisi 3 DPR. Lebih lucu lagi Nunun ternyata sudah ditetapkan sebagai TSK sejak akhir Februari silam.

Berarti nyaris 3 bulan publik sengaja tak diberitahu status seorang Nunun.

Ada apa ini?

Saya menduga ada bargaining dibalik fakta-fakta dan lambannya penyelidikan kasus ini. Nunun konon melindungi ‘orang besar’ yang berada dibalik kasus ini. Makanya pihak keluarga sengaja mengarang alibi bahwa Nunun terganggu kesehatannya, mengalami amnesia hingga tak bisa dihadirkan di depan meja hijau.

Sikap KPK yang ambigu membuat publik menduga-duga, ada apa dengan KPK. Apakah KPK kini tak lagi independen. Akahkah KPK hanya menyentuh para pelaku tingkat bawah. Namun terhadap ‘orang atas’ itu tak punya taji sama sekali.

Dan kemarin saya melihat wawancara di TV dengan suami Nunun Nurbaeti, Adang Darajatun yang membuat saya iba. Kasian sekali cinta pak Adang terhadap istrinya sepertinya telah membabi buta. Ia nyatakan tak akan menyerahkan istrinya pada KPK meski sudah menjadi tersangka sekalipun.

Saya jadi berpikir, jangan-jangan ada apa-apa antara Adang, istrinya, serta ‘orang besar’ yang berupaya dilindungi namanya itu.Benarkah Nunun adalah pemain tunggal atau pemain beranak-pinak?
Ketidak relaan Adang terhadap pemeriksaan istrinya oleh KPK sedikit banyak memperlihatkan mantan Wakapolri ini sebagai orang sok kuasa, tidak mengerti hukum dan berpeluang melakukan pelecehan terhadap rakyat sebagai pemegang keadulatan.

Mengapa Adang begitu takut dan protektifnya terhadap Nunun ? Bukankah jika ia menyerahkan istrinya untuk diperika di KPK, maka kasus ini akan terang benderang. Bisa saja di persidangan Nunun tak terbukti bersalah dan ia harus dibersihkan namanya. Kenapa kemungkinan semacam ini tak dipikirkan?

Melindungi istri dan keluarga adalah kewajiban seorang suami. Namun perlindungan seperti apakah yang bakal kita berikan jika ternyata ada anggota keluarga tersangkut kasus hukum.

Pak Adang, menyerahkan pelaku kejahatan bukan berarti menjebloskan ke penjara. Justru menghadiri persidangan adalah bentuk penghormatan terhadap institusi untuk menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai persoalan tersebut.

Publik menunggu pak Adang. Akankah Adang bakal menyerahkan istrinya demi tegaknya persoalan? Ataukah membiarkan satu persatu terdakwa lain masuk penjara dan berujung pada kematian seperti dialami Poltak Sitorus dari PDIP ? Pilihan ada pada Adang Darajatun, akankah ia menjadi pecundang dengan ‘menyimpan’ seorang Nunun ataukah sebaliknya.

Kita tunggu langkah kuda KPK!

#tulisan 17 dari 365

Friday Surprise dari SittiID

Cuti dan terkejut, itulah yang saya alami hari ini. Sedang asyik berselancar di ranah maya, sebuah mention pesan twitter dari @SittiID membuat saya tersenyum girang. Saya dapat hadiah hiburan voucher dan produk #Stimuno dari kuis #UtakAtikKata.

Begini pesannya :

@SittiID SITTI
@syai_fuddin Selamat, Anda menang hadiah hiburan dari Stimuno. Silakan DM nama, alamat, tgl lhr, sekolah/kampus/kantor, email, no.telepon.

Lumayan! Ajang #UtakAtikKata adalah uji kemampuan dalam membuat sebuah ad copy dalam 90 karakter melalui twitter. Hmm… Dengan 140 karakter saja kadang merasa kurang, ini dengan jumlah karakter yang lebih ringkas. Jelas ini menantang kemampuan pecinta kata seperti saya.

Yang dinilai murni adalah ketrampilan dan keunikan kita memainkan kata kunci (keywords) yang disediakan sponsor. Pemenangnya adalah ad copy yang ringkas, catchy dan menarik. Ini memang cara baru beriklan di new media secara murah, mudah dan tepat sasaran.

Ke depan sepertinya bakal jadi trend cara beriklan seperti ini. Produsen tak perlu membayar seorang copy writer mahal-mahal untuk beriklan di internet. Cukup buat kuis seperti ini dan jadilah ad copy yang menarik dari copy writer amatir macam saya.

#tulisan 13 dari 365

Pemiliknya Almarhum, Akun FB-nya Masih Aktif!

Sebelum tidur semalam saya terhenyak saat buka Facebook. Seorang kawan lama meninggal dunia Jum’at lalu karena serangan jantung. Beberapa kawan menilai kepergiannya cukup mendadak, lantaran almarhum sebelumnya tidak ada kabar menderita sakit atau mengalami kecelakaan.

Duh, saya tercekat!

Speechless sesaat! Bingung mau ngomong apa. Mungkin sudah takdirnya usia kawan saya tadi hanya sampai sini. Allah teramat sayang pada almarhum sehingga dijemput duluan. Setidaknya lebih dulu dari yang masih hidup saat ini.

Yang membuat sedih, almarhum baru beberapa hari diterima bekerja di sebuah perusahaan BUMN besar. Ia belum sedikitpun mencicipi buah hasil kerjanya. Dan di rumah, seorang istri dan keempat anaknya pastinya jadi pihak yang paling kaget dengan kepergian suami dan ayah mereka.

Hingga si kawan berpulang, saya belum pernah berjumpa secara fisik. Terakhir bertemu (mungkin) usai lulus SD, dan itu berarti lebih dari 25 tahun silam. Kami hanya sempat bersahut-sahutan lewat media sosial Facebook. Tak ada topik khusus yang kami perbincangkan, selain kangen-kangenan karena lama tak bersua.

Di balik kepergian almarhum, kami kawan-kawannya sempat kaget karena akun Facebook almarhum masih aktif hingga hari ini. Bahkan di hari kematiannya ada sebuah pesan yang membuat siapapun yang membacanya merinding. Begini isi pesan ‘perpisahan’ itu:

Terima kasih bwat teman-teman semua atas turut berbela sungkawa dan mohon maaf segala kesalahan saya baik yang di sengaja ataupun tidak disengaja. Dan Mohon doanya ……… Selamat tinggal semua ,,,

Pesan pendek itu langsung memancing reaksi sejumlah rekan almarhum. Mereka merasa aneh, karena almarhum sudah tiada di Jum’at pagi, namun Jum’at malam pukul 10.28 masih membuat status seperti itu. Ini pasti kerjaan orang iseng yang ngehack atau kebetulan mengetahui username dan password akun FB kawan tersebut.

Serangan bernada hujatan terlontar dari sejumlah kawan. Mereka tak rela ada yang bermain-main dibalik penderitaan dan kesedihan orang lain. Apa tanggapan anak-anak almarhum yang masih kecil manakala membaca status FB ayahnya yang sudah tiada seperti itu.

Tidak cuma itu, almarhum juga sempat menyetujui akun2 yang selama ini mengundangnya jadi teman. Bahkan yang lebih konyol, kemarin (berarti hari ketiga kematiannya) di akun FB, ‘almarhum’ masih sempat bermain-main dengan aplikasi FB nyatakan cinta. Begini petikannya :

Nyatakan cinta kamu dengan cara yang berbeda pada pujaan hatimu.

Sejumlah kawan dekat almarhum minta agar lelucon ini dihentikan, karena hanya akan menyakiti hati keluarga yang ditinggalkan. Berikut sebagian reaksi keras rekan almarhum yang dibuat orang tak bertanggung jawab. Sengaja nama almarhum saya samarkan agar tak membuat keluarganya makin tertekan.

  • Tiar Yamaha Gw.minta tlng. Ame lo ni..jangan lo .. Gunakan fb atas nama almarhum…..skali lg lo hentikan..!!!!
  • Uus Kusnandar Oooiiii tlg jaga perasaan teman” yg lain dooonk..kalo sampe ada status lagi atas nama Almarhum..InsyaAllah kami atas nama sahabat Almarhum akan mencari siapa pelakunya..tolong yaaaa, makasih
  • Tiar Yamaha Taneh makam.masih .memerah..dan basah……tlng jaga jangan smpi.ati..gw. mengkelab…..
  • Aga Khan Ass.wr. wb…. siapapun diri “anda” yg menggunakan akun FB atas nama *** tolong hentikan, dan jangan mempermainkan orang yg telah meninggal…..Jika “anda” jum’at kemarin ikut melayat Alm., maka akan terharu melihat isak tangis seorang Isteri dengan ke empat anaknya yg masih belia, bahkan ada yg masih balita… krn kehilangan sosok suami dan ayah…
  • Fendy Kris Hai jagoan jgn sampe lo ketawan aja ya!!!kalau sampe gw tau dan ada info dari tmn2 gw siapa lo sebenarnya yg pake akun sohib gw lo tunggu aja dech apa yg lo terima nanti…………..
  • Aga Khan Astaghfirullah al adziim….Subhanallah kepedulian teman2 Alm. sangat kental sekali, nmn jangan terlalu emosi, malah membuat arwah Almarhum tidak tenang…..Sekali lagi saya sampaikan mohon bagi siapa aja “anda” yg menggunakan akun FB ***, hentikan perbuatan tidak baik tsb.
  • Uus Kusnandar Sabar pak Haji.. Biar W dulu yg coba selidiki, jika dah ada nanti W kasih tau..tq Jii
  • Fendy Kris kasih kabar ya uus ditgg kabarnya…
  • Uus Kusnandar InsyaAllah Ji!

Belakangan si orang yang ‘memainkan’ akun milik almarhum mengaku, ia mengetahui username dan password FB itu dari almarhum sendiri. Sehari sebelum wafat, konon almarhum berpesan kepadanya  agar menggunakan akun FB dan passwordnya untuk membalas pesan-pesan  jika ia meninggal dunia. Semula  orang tersebut menyangka almarhum hanya bergurau, karena berpikir siapa sih yang tahu bakal mati?

Ternyata keesokan harinya kawan saya itu pun berpulang saat bersiap senam pagi di kantornya. Kabar duka itu lantas dimanfaatkan oleh ‘orang tadi’ untuk memainkan akun FB tersebut.

Menurut saya, ini bernar-benar keterlaluan. Siapapun anda, saya hanya berpesan sudahi permainan ini. Kematian bukan untuk dipermainkan. Jangan membuat keluarga -istri dan keempat anak almarhum yang masih kecil-kecil- makin terpuruk dalam duka.

Apa yang anda lakukan sangat tidak etis. Jikapun benar anda diberi ‘amanah’ berupa username dan password sebaiknya menyerahkan kepada pihak keluarga. Biarkan pihak keluarga yang memutuskan, apakah akun FB tersebut dilanjutkan sebagai kenangan memorial oleh pihak keluarga atau ditutup.

#tulisan 12 dari 365

Aneh, Tengah Malam Macet di Jagorawi!

Bukan musim mudik atau liburan panjang, kok saya terjebak macet tengah malam di tol Jagorawi.

Aneh.

Padahal sudah disengaja pulang tengah malam agar tak terjebak macet di ujung Jum’at. Eh, ndak taunya dodol!

Tolong dicatet, Jasa Marga mesti baca keluhan saya ini. Sejak pelebaran ruas tol dari arah Taman Mini ke Cibubur dan sebaliknya, kemacetan luar biasa jadi langganan sehari-hari warga yang melintasi jalan tol Jagorawi.

Pulang sore hari, bisa 3 jam di jalan tol. Bayangkan betapa betenya berkendara 3 jam dalam jarak yang tak begitu jauh. Kendaraan hanya merayap, dan itu perlahan. Padahal jika tak ada pelebaran jalan, paling lama cuma sejam di jalan tol.

Sementara jika pulang tengah malam, saya biasanya hanya butuh 40 menit dari kantor di kawasan Kebon Sirih ke rumah di Cibubur. Gara-gara macet, saya butuh waktu sampai satu setengah jam! Macet membuat hidup benar-benar tak produktif.

Harusnya Jasa Marga berhitung soal kemacetan ini. Buat studi kelayakan terlebih dulu bagaimana dampak pelebaran ruas jalan tol terhadap kelancaran arus kendaraan. Jangan karena alasan penghematan waktu dan tenaga, malah mengorbankan kepentingan orang banyak.

Melakukan pelebaran dan pemeliharaan jalan tol kan bisa dilakukan tidak di dua sisi secara bersamaan. Mestinya selesaikan dulu ruas Cibubur arah Jakarta. Setelah itu baru sebaliknya.

Kalau sudah begini cuma bikin susah!

#tulisan 11 dari 365

MasterChef Indonesia Nanggung

Saya coba sedikit mereview tayangan reality show kompetisi memasak MasterChef Indonesia. Acara ini mulai tayang hari Minggu lalu di RCTI.

Sebagai penggemar acara cooking show, saya punya ekspektasi yang cukup tinggi saat mendengar kabar RCTI bakal memproduksi tayangan tersebut. Tentunya berharap bakal melihat banyak yang seru karena yang berlaga adalah ‘orang kita’ sendiri.

Kedekatan budaya dan kuliner nusantara yang kaya menjadi alasan mengapa saya menunggu tayangan ini. Saya berharap bakal mendapat ilmu kuliner dan tentunya hiburan.

Ekspektasi boleh dong. Apalagi sebelumnya saya selalu mengikuti MasterChef USA (MC USA) dan Junior MasterChef Australia (JMCA). Di MC USA, selain melihat kompetisi memasak dari peserta yang umumnya bukan berlatar belakang koki, tayangan ini menarik karena menampilkan chef handal macam Gordon Ramsay. Gordon Ramsay dikenal sebagai koki cukup lama jam terbangnya. Salah satu cooking show yang melambungkan namanya adalah Hells Kitchen. Berkat acara ini, Ramsay tidak hanya dikenal sebagai koki, tapi juga selebriti masak.

Ramsay juga dikenal sebagai si raja tega. Ia kerap melontarkan cacian jika peserta MC USA melakukan kesalahan ataupun membuat sajian yang tak sesuai standar. Meski demikian, Ramsay menjadi salah satu daya pikat MC USA. Ia menjadikan acara  ini hidup dan nikmat diikuti tiap episodenya.

Kritikan, pujian ia sampaikan dengan caranya yang to the point. Caranya kadang membuat peserta kaget, namun kemudian mengiyakan sebab bakal diikuti dengan pemberian tips n’ trik memasak yang praktis. Peserta senang, pemirsapun mendapat ilmu yang langka.

Lain halnya dengan Junior MasterChef Australia (JMCA). Tayangan ini meski mengadaptasi program sejenis untuk koki dewasa, namun sajiannya benar-benar menghibur dan penuh pesan-pesan edukasi.

Peserta tentunya anak-anak dengan rentang usia 8-13 tahun, datang dari berbagai belahan Australia. Meski anak-anak, jangan remehkan kemampuan memasak mereka. Saya sendiri terbengong-bengong dengan cara para peserta memasak dan mempresentasikan dengan cara yang jauh mendahului usianya.

Peserta bukan hanya diminta memasak mie rebus atau nasi goreng, tapi mereka juga diminta memasak hidangan utama restoran yang kadang cukup rumit.

Selain kepolosan para peserta anak-anak, JMCA cukup berhasil sebagai tayangan karena didukung para chef handal sebagai juri dan pembawa acaranya. Ada 4 juri yang masing-masing punya keunikan tersendiri yakni Gary Mehigan, George Calombaris, Matt Preston dan Anna Gare.

Kendati keempatnya adalah koki handal, namun di acara ini mereka tak pernah sekalipun menjatuhkan mental peserta jika peserta salah menterjemahkan perintah atau hasil presentasinya kurang memuaskan. Mereka selalu mengambil sisi lain yang positif dari hidangan karya para bocah ajaib ini. Pendek kata mereka adalah juri yang supportif terhadap peserta.

Poin positif acara Junior MasterChef Australia menurut saya adalah bagaimana membangun kepercayaan diri anak-anak dalam mengerjakan sesuatu. Kebetulan yang dilakukan adalah aktivitas memasak. Namun pastinya tujuan akhirnya adalah support dalam berbagai hal.

Satu lagi, acara ini tidak mengeksplore kesedihan. Tak ada air mata bercucuran jika salah satu peserta gagal ke babak selanjutnya. Kalaupun ada airmata, tak akan didramatisir hanya demi meningkatkan rating-share.

Balik ke MasterChef Indonesia. Belum banyak yang bisa dipaparkan dari tayangan ini, karena baru satu episode. Tapi dari satu episode ini sudah terlihat, ternyata mengadaptasi sebuah program tv tidak gampang. Pemilihan Vindek, Juna serta Marinka sebagai juri sepertinya perlu ditimbang lagi. Mereka bertiga meski punya segudang prestasi sebagi koki, namun sangat tidak menarik di tv. Penampilannya kaku, tidak atraktif, dan bicara sangat terpaku pada naskah.

Ekpspresi dan spontanitas seperti yang ditampilkan pada Junior MasterChef Australia ataupun MasterChef USA belum terlihat. Bisa jadi mungkin karena ini tayangan pertama, serba nervous. Karena Juna atau Vindek bukan seorang Gordon Ramsay yang familiar dengan sorot lampu dan kamera.

Satu lagi yang harus menjadi catatan tim produksi MasterChef Indonesia adalah kemasan acaranya. Kemasannya membosankan, tidak ada kejutan, tidak ada bangunan drama yang bisa memaksa pemirsa stay tune di tempat hingga acara ini selesai. Jika kemasan dan presentasi acaranya ‘hanya’ seperti ini, saya khawatir acara ini tak akan mampu memikat pemirsa. Dan pengalaman mengadaptasi tayangan manca negara yang gagal bakal terulang, setelah terjadi pada Indonesia Idol ataupun Indonesian Got Talent.

Sayang sekali jika program tv yang tentunya menghabiskan biaya mahal ini bakal ditinggalkan pemirsa. RCTI dan juga Fremantle Media harusnya belajar dari cara presentasi program tv Indonesia Mencari Bakat di Trans TV yang sukses besar itu. Bahkan program tersebut malah menenggelamkan program Indonesia Got Talent yang merupakan program adaptasi dari American Got Talent dari sisi pencapaian rating-share serta penerimaan pemirsa.

Tak ada salahnya belajar lagi pengemasan program dari mereka yang sudah ahlinya.

#Tulisan 10 dari 365

 

Ini Rumah Blog Baru Saya!

Selamat datang di rumah blog baru saya. Inilah rumah baru saya. Sejak dua hari terakhir saya pindahan dari rumah lama di http://syaifuddin.wordpress.com ke rumah ini.

Agak ribet juga ternyata pindah rumah dari yang gratisan ke blog berbayar. Jujur dengan ‘rumah lama’ yang gratisan membuat saya tak mengupdate pengetahuan mengenai teknis per-blo-an. Semua  tersedia, tinggal tulis dan publish.

Untungnya ada qwords yang mempermudah mendapatkan domain name dan hosting blog dengan harga langganan yang lumayan terjangkau.

Semoga di sini saya makin kreatif dan menghasilkan banyak postingan bermanfaat, setidaknya buat saya pribadi.

Kalau melihat tampilannya, percayalah blog ini masih jauh dari sempurna. Masih harus dibenahi di beberapa bagian, bahkan sejumlah tulisan belum diimpor kemari. Ada proses yang salah saat impor ekspor dan mengimpor disini.

Thx to daeng Amriltg (http://daengbattala.com) atas bantuan tutorial jarak jauh melalui twitter. Daeng Amril memang suhu yang hebat, mau berlelah-lelah dan direpotkan demi proses migrasi blog saya. Semoga kerepotan daeng amril berbuah berkah tiada tara.

Sila merespon dan meramaikan laman blog saya ini.

#tulisan 9 dari 365

Sales Telkom yang Ngaco

Setelah menunggu ide jatuh dari langit, akhirnya dapat juga ide buat postingan blog siang ini. Sebagai blogger yang punya mood temporer, agak susah juga mencari sela waktu untuk nulis, meski sudah bertelad melahirkan postingan #365tulisan2011. Libur membuat waktu agak luang.

Saya jadi ingin posting mengenai Telkom, ya itu tuh BUMN besar di negeri ini yang konon merupakan BUMN paling untung di jagat Indonesia. Ide terlintas gara-gara sempat ditelpon tim marketing PT.Telkom yang kerajinan. Dalam rentang kurang dari 3 jam ditawari pasang paket Speedy, layanan internet di rumah produk PT.Telkom.

Andai saja di rumah belum pasang Speedy tentunya saya pasti terbujuk oleh rayuan tim marketing Telkom. Dengan agak kesal saya katakan sudah pasang Speedy. Bahkan sudah lebih dari 2 tahun!

Penawaran yang aneh. Apa perusahaan sekaliber Telkom tidak punya data base pelanggan yang akurat, sehingga harus menghabiskan waktu kerja para salesnya dengan menawarkan promo Speedy pada masyarakat yang sudah tercatat sebagai pelanggan?

Padahal kalau mereka profesional, ingat profesional, garis bawahi itu, mereka bakal bisa mendapatkan customer baru yang yang lebih banyak. Mestinya data base pelanggan mereka berikan pada para sales sehingga tidak menghabiskan waktu menawarkan produk pada pelanggan sendiri.

Yang paling menggelikan ini adalah penawaran Speedy yang keempat kalinya saya terima melalui telepon. Artinya tak ada sistem yang memprotect data pelanggan yang sudah pernah dihubungi. Jika produk yang ditawarkan berbeda, it’s OK. Tapi ini sami mawon.

Kalau petinggi Telkom membaca, semoga mereka sadar harus kembali menatar para salesnya agar bekerja lebih terarah dan punya target yang jelas.

Oya, di telepon yang terakhir saya sempat tertawa mendengar tawaran sales Telkom yang meminta saya putuskan paket yang sekarang dan menggantinya dengan yang lebih murah. Ini lebih aneh lagi. Pakai ilmu marketing apapun ini gak sinkron. Mestinya mereka merayu customer agar mengambil paket yang lebih tinggi atau lebih komplet dong. Bukan malah merayu agar kita menurunkan paket langganan.

Cara jualan seperti ini bakalan diketawain sama pakar marketing seperti Hermawan Kertajaya. Trust me!

#tulisan 7 dari 365

Norman dan Kekuatan Media Sosial

Jangan remehkan media sosial. Bagi mereka yang masih beranggapan media sosial adalah kegiatan main-main, sepertinya harus meralat dan membuang jauh-jauh anggapan itu.

Briptu Norman Kamaru adalah contoh nyata betapa dahsyatnya pengaruh media sosial bagi kehidupan seseorang. Sebulan yang lalu nyaris tak ada yang mengenal keberadaan seorang aparat polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) bernama Norman Kamaru. Norman yang berasal dari kesatuan Brimob, bertugas di Gorontalo, nun  di Sulawesi sana.

Jauhnya lokasi Norman dari pusat kekuasaan dan keriuhan di Ibukota Jakarta ternyata mampu ditembus media sosial. Lewat situs Youtube, nama Norman kemudian meng-Indonesia, bahkan mendunia. Ia dikenal berkat video lypsinc Bollywood-nya yang menirukan gaya bintang Bollywood Shah Ruk Khan. Dalam hitungan detik, namanya dikenal banyak orang. Bahkan di twitter, nama Norman sempat menjadi trending topic.

Kemunculan Norman kemudian menjadi luar biasa lantaran diikuti kabar bakal dikenai sanksi oleh institusi Polri karena dianggap lalai dalam tugas. Simpati pun kemudian bermunculan di dunia maya. Hastag WeLoveBriptuNorman menjadi penanda dan menjadi pemersatu warga dunia maya. Norman dicinta karena Norman menghibur, memberi kesegaran diantara kabar tak sedap soal pembobolan dana nasabah Malinda Dee, penipuan oleh si cantik Selly atau pro-kontra gedung baru DPR.

Pekan ini menjadi hari tersibuk bagi briptu Norman. Setelah ditodong wawancara berbagai media melalui saluran telepon, iapun siap menjadi selebriti. Kamis siang ia tiba di Jakarta untuk bertemu Kapolri. Secara marathon ia kemudian bakal tampil di sejumlah stasiun TV untuk tampil di sejumlah program acara hiburan, mulai dari Bukan 4 Mata di Trans7 sampai Tarung Dangdut di MNCTV.

Tinggal menunggu waktu Briptu Norman tampaknya bakal menyusul sukses Shinta-Jojo atau Udin Sedunia di dunia hiburan. Karena Briptu Norman berasal dari institusi Polri agak sulit jika ia kemudian berkarier di dunia hiburan. Namun paling tidak, aksi Briptu Norman di Youtube sudah menuai simpati jutaan orang. Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri.

#Tulisan 6 dari 365

Gedung Baru DPR Jalan Terus

Pembangunan gedung baru DPR akhirnya lanjut. Begitu kabar dari senayan sore tadi. Rapat konsultasi yang digelar pimpinan Dewan dengan pimpinan fraksi akhirnya menyepakati pembangunan gedung baru DPR terus dilanjutkan. Protes bertubi-tubi ternyata hanya makanan media saja. Bahkan Fraksi PAN yang sebelumnya ngotot tak bisa mempengaruhi hasil rapat. Sikap penolakan PAN hanya dijadikan catatan.

Makin absurd memang para wakil rakyat itu. Ngotot tapi demi fasilitas diri sendiri. Coba mereka cakar-cakaran saat memperjuangkan kenaikan dana pendidikan atau kesehatan, saya pasti ikut angkat jempol. Tapi yang ini tidak, demi sebuah fasilitas wah yang diperuntukkan bagi anggota dewan sendiri mereka seolah bersilang pendapat. Ujung-ujungnya mereka satu kata, ikut merestui pembangunan gedung baru.

Pro-kontra pembangunan gedung baru sebenarnya bisa tidak terjadi, jika komunikasi politik yang dipraktekkan anggota dewan dilakukan dengan baik. Tapi yang terjadi dan mengemuka ke publik adalah aroganisme sikap. Mereka pamerkan rencana gedung yang memiliki fasilitas luar biasa dengan biaya yang juga luar binasa, mencapai Rp.1,1 Trilyun!

Jumlah yang fantastis dan sulit dicerna dengan akal sehat. Mengapa mereka begitu ngotot dengan gedung baru, jika gedung lama masih cukup menampung aktivitas anggota dewan? Mengapa harus dengan fasilitas yang mewah, bukankah mereka sudah cukup digaji tinggi, dengan aneka fasilitas negara yang juga lebih dari cukup.

Publik selama ini digiring untuk menyetujui pembelaan yang kerap dilakukan anggota dewan, utamanya ketua DPR Marzuki Alie. Terakhir saya sebagai rakyat merasa terhina dengan pernyataan yang terhormat Marzuki Alie. Dia berujar, pembahasan gedung baru adalah urusan elit, rakyat gak perlu dilibatkan. Rakyat tahunya urusan perut. Hmm…

Sejumawa itukah seorang pimpinan dewan? Dan serendah itukah kita, rakyat dipandang oleh wakilnya sendiri? Begitukah balasan para anggota dewan setelah ‘didudukkan’ di DPR oleh rakyat?

Ada apa sebenarnya dengan anggota dewan?

Menghadapi situasi seperti ini,  kok agak menyesal telah ikut memberikan suara dalam Pemilu silam. Suara saya dan (mungkin) rakyat yang lain seperti tak ada harganya.

Saya memang rakyat biasa, yang masih berjuang menafkahi keluarga kecil saya. Saya juga bukan elit politik yang banyak mengurus persoalan pelik.

Tapi saya juga punya pandangan sendiri, mengenai politik, keadilan sosial, atau kesenjangan kaya miskin di negeri ini. Saya masih punya perhatian dalam masalah ini. Tidakkah mereka yang di Senayan juga memiliki concern serupa?

Entahlah, yang jelas dalam sekian tahun ke depan kita bakal dipersembahkan sebuah mahakarya bagi anak cucu negeri ini di Senayan. Sebuah gedung dewan dengan fasilitas fantastis di negeri yang masih miskin ini. Sebuah ironi di negeri yang dihuni banyak pencoleng.

Nanti di gedung baru, mestinya tiap hari diperdengarkan lagu Iwan Fals berjudul Surat Buat Wakil Rakyat. Agar anggota dewan makin sadar, betapa banyak harapan dan tuntutan dibebankan pada mereka. Sebuah tuntutan wajar karena mereka digaji oleh rakyat.

—————–

“Surat Buat Wakil Rakyat” (Iwan Fals)

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara

Juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha……

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju……”

#tulisan 5 dari 365