Laman Fanpage SBY di Facebook

Laman Fanpage SBY di Facebook


Jum’at malam (5/7) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melaunching akun social medianya yang baru. Jika sebelumnya SBY menjadi warga twitterland, kini dia merambah menjadi jemaah Al-Facebookiyah, Google plus dan Youtube. Berbeda dengan twitter, akun SBY di FB bukan akun pribadi melainkan fanpage.

Sama dengan saat merilis akun twitternya, semalam juga digelar acara khusus di istana Bogor yang dihadiri sejumlah jurnalis peliput di lingkungan istana kepresidenan.

Beberapa saat setelah diluncurkannya akun fanpage Facebooknya, saya lihat jumlah yang me-like 63.606 orang. Pagi ini saat saya jenguk sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah itu sudah berlipat ganda mencapai 109.580 orang. Jumlah yang cukup ‘wow’ untuk sebuah akun baru.

Lalu, apa isi laman Fanpage FB SBY? Apakah sama dengan Fesbuker lainnya yang kerap update status, mulai dari urusan personal, kerjaan, makanan maupun aktivitas lainnya?

Dalam postingan perdananya, SBY sempat curhat. Meski kerap jadi bulan-bulanan di akun twitternya, SBY mengaku senang ia bisa berkomunikasi dengan masyarakat melalui twitter. Dan kini ia meluaskan komunikasinya melalui Facebook, Youtube dan Google+.

Postingan Perdana SBY di FB

Postingan Perdana SBY di FB

Sejauh ini di akun yang baru dua hari umurnya itu, saya lihat tak beda jauh isinya dengan laman akun FB warga biasa. ada foto narsis dengan seluruh anak-menantu-cucu, ada juga foto kegiatan bertemu bu Een Sukaesih, pendidik dari Sumedang serta pak Suyadi, pejuang lingkungan dari Rembang. Sayangnya tidak ada keterangan waktu kapan kedua pertemuan itu berlangsung. Namun setau saya itu kejadian lampau. Mestinya di kedua foto diberi keterangan waktu sehingga ‘penggemar’ SBY tahu rekam jejak kegiatannya.

Satu-satunya foto kegiatan SBY yang baru adalah saat launching akun FB dan Youtube di istana Bogor semalam.

Apa sebenarnya tujuan SBY memiliki akun social media? Apa karena tren? Ingin nambah atau meluaskan follower? Atau sekedar ingin eksis dan juga narsis? Adalah haknya orang untuk membuka akun social media, entah itu warga biasa maupun warga VVIP negeri ini seperti SBY.

Pertanyaannya kemudian, apakah pak Presiden sudah kehabisan cara menyapa rakyatnya secara langsung sehingga mesti menggunakan social media, dimana interaksi yang terjadi dianggap sebagian kalangan bukan interaksi yang nyata. Lazimnya sesuatu yang tidak nyata akan menimbulkan distorsi, ketidak jujuran, atau setting-an.

Saya pribadi tidak berharap banyak dari Fanpage SBY di Fb akan memunculkan interaksi dua arah yang hangat antara SBY dengan jejaringnya. Mengapa? Karena ada admin dibalik akun socmed milik SBY, maka sisi personalnya akun SBY di FB menurut saya tidak ada lagi. Semua info tentunya sudah disaring terlebih dulu oleh para admin dan mendapat persetujuan pemiliknya.

Namun setidaknya saya tahu apa saja kegiatan dibalik pemberitaan mengenai SBY yang bisa dibaca di media mainstream. Mungkin informasi yang termuat di social media akan jadi counter atau penyeimbang, sehingga warga punya banyak sumber.

Sebenarnya akun-akun pesohor di social media akan menjadi menarik jika mereka mampu mengupload hal-hal yang jarang dilakukan warga biasa. Mungkin sekitar hobby, kebiasaan sehari-hari ataupun bagaimana seorang Presiden mengisi waktu istirahat atau waktu liburnya. Dengan ditambahi foto-foto yang humanis, pastinya jemaah Al-facebookiyah yang me-Like fanpage SBY akan dapat sesuatu.

Tapi satu hal yang tak bisa saya bayangkan jika di laman seorang presiden diposting banyak spam, atau tawaran jualan online sebagaimana biasa ditemui di akun warga biasa. Apa ya reaksi SBY jika di lamannya ada tawaran seperti itu?

*Tulisan ini jadi HL di Kompasiana

1,276 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini