Mercusuar Tanjung Kalian, Bangka (foto kang Arul)

Mercusuar Tanjung Kalian, Bangka (foto kang Arul)

Sudah sampai ke Gunung Menumbing, Muntok, Bangka Barat sayang rasanya jika tak sekalian ke Tanjung Kalian. Begitu ujar seorang kawan yang tahu saya mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di bukit Menumbing.Ya, untuk ke Tanjung Kalian tidak butuh waktu lama dari bukit Menumbing. Dengan berkendara mobil cuma butuh waktu kurang dari satu jam. Sementara jika dari kota Pangkalpinang mungkin sekitar 3-4 jam perjalanan darat.

Tanjung Kalian ini merupakan kawasan pantai, lebih tepatnya semenanjung karena letaknya yang menjorok ke dalam. Tanjung Kalian berada di kabupaten Bangka Barat, menghadap langsung ke daratan provinsi Sumatera Selatan.

Pintu masuk mercusuar Tanjung Kalian (foto dokpri)

Pintu masuk mercusuar Tanjung Kalian (foto dokpri)

Sebenarnya pantainya sendiri tidak sebagus pantai lain di pulau Bangka, namun pantai ini sangat terkenal. Banyak wisatawan yang mengunjungi Bangka pasti mampir kemari. Biasanya kunjungannya menjadi satu rangkaian dengan perjalanan ke rumah pengasingan Bung Karno di Bukit Menumbing.

Di kawasan ini juga terdapat pelabuhan laut tempat bersandarnya kapal fery yang mengangkut penumpang ke kawasan Sumatera Selatan.

Di Tanjung Kalian ada satu obyek wisata yang sangat terkenal dan membuat saya kepincut untuk mendakinya yaitu mercusuar. Buat yang belum tahu, mercusuar adalah bangunan menara tinggi yang menjadi pemandu kapal-kapal di laut. Lampu mercusuar akan menyala di malam hari dan sinar lampunya berfungsi memandu kapal agar tidak terjadi tabrakan di laut. Sinar lampu mercusuar ini konon bisa dilihat hingga radius jarak 5 kilometer di laut.

Mendaki Mercusuar Tanjung Kalian (foto dokpri)

Mendaki Mercusuar Tanjung Kalian (foto dokpri)

Dari pantai, bangunan mercusuar terlihat berdiri gagah, menyambut dan merayu setiap pengunjung pantai untuk mampir menjelajahi ketinggian bangunan mercusuar. Karena sudah lama penasaran ingin mengetahui ada apa di balik sebuah bangunan  mercusuar, sayapun langsung ikut rombongan teman-teman mendaki ke atas. Beberapa kawan lainnya tak ikut, entah karena takut ketinggian atau masih lelah sisa perjalanan dari Pangkalpinang ke Muntok.

Mercusuar Tanjung Kalian dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda tahun 1862. Meski usianya sudah melebihi satu abad, namun secara konstruksi masih terlihat kokoh. Mercusuar Tanjung Kalian ini tingginya sekitar 65 meter, dengan 18 lantai dan memiliki ratusan anak tangga.

Untuk mendaki ke atap mercusuar pengunjung diminta membayar IDR 5K oleh petugas jaga. Dan kita tidak akan didampingi petugas alias dibiarkan mendaki sendirian ke atas. Karena medannya sulit sebaiknya jangan mendaki sendirian, lebih asyik jika bergerombol dengan beberapa teman.

Mendaki mercusuar tidak ada trik khusus. Tapi saya punya sedikit cara agar kita tidak mudah lelah sebelum sampai di puncak. Naiklah tiap lantai dengan santai, tak perlu ngoyo seperti yang saya dan beberapa kawan lakukan. Di tiap lantai sebaiknya berhenti sejenak untuk sedikit meluruskan kaki dan beristirahat sambil melihat ke jendela pemandangan kawasan pantai. Jendela tiap lantai ini menyimpan pemandangan berbeda, tergantung di sebelah mana kita berhenti.

Narsis di puncak mercusuar

Narsis di puncak mercusuar (foto dokpri)

Ruang dalam mercusuar sendiri sebenarnya tak terlalu lega. Meski terkesan sesak, namun aliran udara di bagian dalam mercusuar tetap lancar. Bahkan semilir angin tetap dapat kita nikmati dari jendela tunggal di tiap lantai.

Nah, tiba di lantai teratas, masih ada satu step lagi yang harus kita lalui sebelum sampai di puncak tertinggi mercusuar. Kali ini sebuah tangga besi harus didaki orang satu persatu. Sempitnya tangga besi membuat pendakian harus dilakukan ekstra hati-hati.

Meski melelahkan dan membuat kaki cukup pegal, namun begitu tiba di puncak mercusuar kita akan disuguhi pemandangan memesona. Kelelahan kaki pun terbayarkan. Sejauh mata memandang panorama sebagian kota Muntok bisa dilihat dari ketinggian. Sementara di sisi berbeda keindahan pantai, dermaga laut dan deburan ombak menjadi perpaduan menarik yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Beruntungnya saya dan beberapa kawan bisa menjejak puncak sebuah mercusuar. Sebuah pengalaman unik nan langka.


1,911 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini