Rumah Tapak. Berinvestasi di bidang properti tampaknya masih jadi pilihan paling menarik di negeri ini kendati situasi ekonomi sedang kurang menguntungkan. Selain hunian vertikal, rumah tapak tetap menjadi pilihan investasi yang menguntungkan. Apalagi jika investasinya dilakukan di kota yang tepat di tanah air.

Bank Indonesia sudah merilis hasil survei harga properti residensial triwulan 1/ 2019. Dan dari data serta fakta yang dipaparkan, terlihat jelas kenaikan banderol hunian tapak dijual tetap terjadi di Indonesia. Tapi tidak seperti prediksi kebanyakan orang bahwa kenaikan harga jual beli rumah bakal terjadi dalam lingkup areal Jabodetabek. Faktanya, kenaikan banderol rumah dijual justru berada di kota lain yang bahkan jaraknya cukup jauh dari Jabodetabek.

Kondisi ini tentu bisa jadi sangat menguntungkan bagi Anda yang sedang berencana berinvestasi properti khususnya rumah di area selain Jabodetabek. Itu berarti potensi balik modal dan potensi keuntungan bisa terlihat dengan sangat nyata. Meskipun perlahan, peningkatan tersebut setidaknya menjadi sinyal positif bagi para investor yang selama ini mungkin menunda sambil membaca kondisi pasar.

Mau tahu daerah mana saja yang termasuk memiliki kenaikan harga? Inilah tiga kota yang paling menguntungkan di luar kawasan Jabodetabek untuk destinasi investasi rumah tapak.

Bisnis Rumah Tapak di Bandung Makin Benderang

Ibukota Provinsi Jawa Barat ini memang semakin di depan. Setelah mencuri perhatian sejak dibawah pemerintahan Ridwan Kamil, pesonanya seakan tak pernah pudar lagi malah semakin terang. Apalagi sekarang sedang tren mengenai rumah tapak (landed house) berkonsep serta memiliki pemandangan alam, Bandung kian diserbu.

Itu juga yang jadi salah satu faktor jumlah jual rumah di Bandung terus bertambah. Pertambahannya bukan hanya terjadi pada hunian tipe tertentu saja, melainkan di semua tipe. Tetapi, tentu saja kenaikan harga jual rumah Bandung yang tertinggi berada pada tipe kecil yakni 1,79% sementara hunian tapak menengah 1,19%.

Bisnis Rumah Tapak di Palembang Kian Berkembang

Mulai mendapat perhatian semenjak menjadi tuan rumah Asian Games, Palembang kian berkembang. Apalagi sekarang Palembang sudah menjadi lebih modern dengan hadirnya moda transportasi kereta ringan LRT (Light Rail Transit) yang pengoperasiannya bahkan lebih cepat daripada Ibukota. Tak kalah saing dengan harga jual rumah di Bandung, kenaikan banderol jual beli rumah bahkan lebih besar daripada di Kota Kembang.

Kereta ringan LRT Palembang (foto dokpri)

Jika harga jual rumah Bandung hanya mencapai 1,79% pada tipe hunian tapak kecil maka di Palembang kenaikan banderol jual beli rumah kecil Palembang menyentuh 3,53%. Angka ini sangat fantastis sekaligus menjadi pertanda baik bagi investor yang bakal memutuskan jual beli rumah Palembang.

Manado Kota Prospektif di Indonesia Timur

Berkebalikan dengan dua rekomendasi kota sebelumnya, di Manado justru kenaikan harga hunian tapak tertinggi berada pada tipe jual rumah besar. Kenaikannya mencapai 3,27% sementara landed house kecil hanya mencapai 0.28% saja. Terlepas dari fakta berseberangan dengan dua kota sebelumnya, Manado tetap menjadi destinasi yang patut dipertimbangkan bagi para penanam modal.

Selain itu, Manado juga unggul dalam hal pariwisata sehingga pertumbuhannya bakal didukung oleh banyak sektor tidak hanya industri saja. Apalagi memang pemerintah kotanya pun sedang serius menggarap pengintegrasian moda transportasi. Nantinya bakal ada shuttle bus serta bus air untuk mengangkut penumpang bepergian dari satu titik ke titik lainnya di kota Manado.