syaifuddin.com

Information

This article was written on 13 Jun 2009, and is filled under kota.

Current post is tagged

, , ,

Perlukah Jalur Busway Dipasangi Portal?

Suatu pagi di Mampang, Jakarta Selatan. Jalur jalan arah Kuningan macet total. Mobil merayap sangat perlahan. Saat itu hanya sepeda motor yang bisa agak bergegas, itupun melalui celah sempit diantara jajaran mobil.

DI sisi kanan jalan, saya mendapatkan pemandangan menarik, jalur busway dipasangi portal. Bukan hal baru memang jalur Busway dipasangi portal.

Tapi, ini lain. Portal yang dipasang mirip yang dipasang di sejumlah komplek perumahan. Ada seorang petugas yang disiagakan di samping portal. Ia akan membuka portal saat Busway lewat, dan akan menutupnya kembali saat busway berlalu. Serba manual!

Ingatan saya melayang ke kondisi setahun silam di halte Busway Kwitang yang terlebih dulu dipasangi portal. Bedanya, portal seharga 100 juta rupiah per unit itu bisa membuka tutup secara otomatis saat bis TransJakarta lewat. Sayangnya, portal itu cuma bertahan beberapa hari. Portal mahal itu rusak ditabrak mobil aparat yang nyelonong masuk jalur Busway!

Melihat fakta tersebut, perlukah portal di jalur Busway?

Karena portal di Mampang sendiri yang sudah dijaga petugas pun ternyata masih juga diterabas. Ini peristiwa nyata yang terjadi tadi pagi. Saat portal setengah tertutup, tiba-tiba pengendara sepeda motor nyelonong masuk diantara celah yang terbuka. Hmm…hampir saja sebuah insiden kecil terjadi.

Untung si pengendara cukup lihai meliukkan motornya sehingga bisa masuk pada saat yang tepat. Tak habis pikir saya. Sudah jelas portal ini dipasang untuk menghalangi kendaraan pribadi, kok masih saja diterobos.

Adegan pelanggaran belum selesai disini. Tak berapa jauh dari perempatan Kuningan, ternyata sejumlah mobil sudah nangkring dengan manisnya di jalur Busway. Lho, bukankah tadi jalur Busway diportal?

Kemacetan yang akut membuat saya disodori jawabannya secara langsung. Para pengendara mobil ternyata tak menerobos portal, tapi langsung memotong jalur pemisah Busway!

Bukan main! Coba bayangkan jika semua pengguna jalan melakukan hal serupa. Jalur Busway yang seharusnya bebas intervensi dari kendaraan lain jadi tak berguna. Makanya jangan heran jika kecelakaan kerap terjadi di jalur Busway. Dan penyebab terbesarnya adalah ketidak disiplinan para pengguna jalan di jalur Busway.

Lagi-lagi saya berpikir, masih perlukah portal di jalur Busway?

Portal di jalur Busway sebenarnya tidak perlu dipasang jika pengguna jalan mau taat azas. Berjalanlah di jalur yang sebenarnya. Jalur Busway memang bukan untuk kendaraan pribadi. Keberadaban sebuah bangsa salah satunya diukur dari adab dan sopan santunnya dalam berlalu-lintas.

1,220 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tidak ada Komentar

  1. Maria
    23 Desember, 2010

    Semua peraturan akan berjalann lancar kalau masyrakat sadar akan disiplin. Kalau bangsa disiplin pasti akan lebih teratur…..

  2. syaifuddin
    20 Juni, 2009

    @waroeng ubuntu: benar bung. sebenarnya juga termasuk pembuat aturan, apakah mereka juga bisa menegakkan aturan! kalau sekedar buat aturan gampang, tapi menegakkannya itu yang sulit.

  3. waroeng ubuntu
    13 Juni, 2009

    bangsa ini memang masih perlu belajar disiplin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: