syaifuddin.com

Information

This article was written on 27 Des 2015, and is filled under Bisnis.

Current post is tagged

,

Pengalaman Jadi Agent Kudo

 

Gadget Kudo (sumber: techinasia)

Gadget Kudo (sumber: techinasia)

Terjun ke bisnis tanpa punya pengalaman? Berjualan tanpa punya trik dalam berdagang?

Itulah saya. Saya memang tak punya bekal ilmu berdagang sama sekali. Selama ini saya jauh dari aktivitas perdagangan karena selalu berpikir tidak bisa, tidak bakat, dan sejumlah “tidak” lainnya yang ternyata di kemudian hari menjadi “mental blocked” saya.

Oleh karena itu ketika sekitar 3 bulan silam ditawari terjun ke bisnis menjadi agent online shopping Kudo agak sedikit sangsi. Bisa gak ya? Secara saya tak punya pengalaman apapun terkait dunia e-commerce. Selama ini saya selalu jadi konsumen dan bukan penjual.

Bagi saya e-commerce adalah belanja, belanja dan belanja. Tak pernah kepikiran membalik peran dari tukang belanja menjadi tukang jualan.

Tapi, bukan saya jika tak bisa menerima tantangan. Saya iyakan walaupun dengan berjuta keraguan, berjuta pertanyaan menggayuti benak.

Saat menerima seperangkat gadget dari Kudo sebagai ‘alat’ berjualan saya masih juga tak yakin. Beneran mau jualan?

Ya sudahlah, gadget sudah di tangan dan nama pun sudah tercatat. Konsekuensi sebagai pedagang mesti ditanggung. Ayo jualan….

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menjelaskan apa itu Kudo pada kalangan paling dekat yakni keluarga. Saya jelaskan kenapa dan bagaimana skema bisnisnya, cara kerjanya, apa benefit bagi agent dan banyak hal yang saya dapatkan pada saat pengiriman gadget.

Setelah itu, penjelasan serupa saya berikan pada teman sekantor, tetangga, hingga teman anak-anak saya. Ada yang bertanya balik, antusias, namun ada pula yang tak peduli. Sakit hati? Enggak, biasa saja.

Sehari dua hari di awal jadi agent memang saya belum dapat apa-apa, tak (belum) ada respon dari kawan-kawan. Pulsa kemudian jadi peyelamat saya, beberapa kawan yang tahu kemudian belanja pulsa pada saya. Tidak banyak memang, tapi lumayan lah. Setiap pesanan berapapun itu bagi saya adalah rejeki, rejeki anak soleh.

Setelah itu tanpa bekal ilmu berdagang sama sekali, kemudian transaksi demi transaksi pun saya dapatkan. Ada teman-teman anak saya yang membeli voucher berenang, saudara yang membayar tagihan atau pesan ini itu melalui Kudo.

Saya memang belum berjualan dengan kekuatan penuh. Berjualan masih menjadi ‘penyela’ dari aktivitas keseharian saya. Tapi perlahan saya jadi makin mengerti apa dan bagaimana bisnis ini mesti dijalankan. Bukankah sejak lama saya ingin punya kios berdagang, dan kini kios itu ada di tangan saya.

Postingan soal Kudo yang lain:

Kelas blogger di Bandung yang seru

Mudahnya transaksi di Kudo

Yuk Berburu Diskon di Harbolnas

Kudo minimarket segede tablet

 

4,260 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

6 Comments

  1. Reza
    17 Juli, 2017

    selamat malam,

    Saya ingin bertanya, hari ini saya ditawari oleh seseorang untuk menjadi agen kudo, setelah mendengar penjelasan darinya akhirnya saya iseng iseng daftar (dia yg mendaftarkan) tapi setelah itu saya merasa hawatir, karena orang itu meminta foto KTP dan foto saya sembari memegang KTP di dada.

    apakah memang seperti itu prosedurnya?

    karena saya hawatir foto ktp dan foto saya di salah gunakan. mohon pencerahannya terimakasih

    • syaifuddin sayuti
      18 Juli, 2017

      apakah anda tidak kenal secara pribadi dengan agen Kudo yang bersangkutan? saya kok baru tau soal ini ya. coba sy tanyakan ke orang dalem Kudo.

  2. Hasriyani
    20 Juli, 2016

    terus sekarang bagaimana perkembangan penjualannya ?

    • Risna
      25 Januari, 2017

      Hallo. Gimna skrg kak? Sukses gak yah jualannya. Miga sukses yah.
      Aku Masih pemula nih. Bagaimna yah caranya bisa dptkan komisi yang bnyak stiap hri? Trik2nya gmna nih? Trima kasih..

  3. Choirul Huda
    19 Januari, 2016

    “Ada yang bertanya balik, antusias, namun ada pula yang tak peduli. Sakit hati? Enggak, biasa saja.”

    iya pak, kalo gini mah berasa ngenes jadi penjual (agen)
    tapi, banyak yang sukses juga euy, jadi pengen 🙂

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: