syaifuddin.com

Information

This article was written on 18 Mei 2016, and is filled under Blog.

Pengalaman Ikut Tes Kemampuan Bahasa Indonesia

Papan Bahasa Isyarat di Badan Bahasa (foto dokpri)Kamu orang Indonesia? Suka berbahasa Indonesia?

Pertanyaan yang menohok jika ada yang mempertanyakan ke-Indonesiaan kita.

Meski agak marah jika dipertanyakan ke-Indonesiaan kita, namun jujur soal berbahasa Indonesia sesuai kaidah saya mungkin masih jauh panggang dari api.

Makanya saat diajak mengikuti tes Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia (UKBI) pekan lalu saya langsung setuju. Karena kemampuan bahasa Indonesia saya jauh dari baik makanya saya sambut ajakan tersebut.

Dua puluhan orang berbagai profesi yang dikoordinir oleh Kelas Blogger, 10 Mei lalu mengikuti tes UKBI di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Rawamangun Jakarta. Pemberitahuan untuk mengikuti tes ini agak mendadak dari Badan Bahasa. Hanya sehari Kelas Blogger diberi waktu mengumpulkan 20-an orang untuk ikut UKBI.

Agak pesimis awalnya, namun ternyata kecintaaan pada bahasanya sendiri membuat beberapa blogger mesti menunda sejumlah acara, atau ijin setengah hari kerja pada atasan. Bahkan pasangan Fauzi Nurhasan dan Rani rela berangkat menjelang subuh dari Bandung untuk mengikuti tes ini. Luar biasa atensi para peserta. Padahal untuk mengikuti tes ini tidak gratis. Penyelenggara menetapkan biaya sebesar Rp.20K. Cukup murah, setidaknya jika dibandingkan biaya tes kemampuan bahasa asing.

Sebelum tes, pihak Badan Bahasa memberikan sosialisasi mengapa tes ini digelar bagi orang Indonesia. Menurut Badan Bahasa tes ini sama dengan tes TOEFL atau TOEIC dalam bahasa Inggris. Hasil tes digunakan untuk mengetahui kemampuan berbahasa dari seorang peserta.  Jika TOEFL digunakan untuk keperluan pekerjaan atau sekolah di dalam dan luar negeri, ke depan tes UKBI bakal diwajibkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang hendak mendapat promosi atau pejabat yang akan mengemban amanah di posisi barunya.

Secara umum tes UKBUI mirip dengan tes sejenis di bahasa asing. Ada 5 seksi (bagian) tes yang 3 diantaranya menggunakan format pilihan ganda. Seksi pertama, uji pendengaran. Kedua, merespon kaidah. Ketiga, membaca. Di seksi keempat, tes dilakukan dengan menulis. Sementara di seksi kelima ada tes bicara.

Saya dan teman-teman peserta UKBI kemarin hanya sampai pada seksi keempat, menulis atau menguraikan sebuah gambar dengan kata-kata.

Secara umum, bagi saya UKBI merupakan tes yang menarik. Bagi pecinta literasi atau dunia tulis-menulis tes semacam ini jelas sangat membantu mengukur kemampuan berbahasa. Tidak hanya bahasa percakapan namun juga bahasa tulis.

Kesimpulan dari tes UKBI kemarin, ternyata kemampuan berbahasa Indonesia saya masih harus terus diasah. Tidak ada kata terlambat untuk membenahi kemampuan berbahasa Indonesia kita. Karena kita orang Indonesia, mesti bangga dan peduli pada kemampuan berbahasa kita.

2,233 kali dilihat, 16 kali dilihat hari ini

18 Comments

  1. Wildan Adlianto
    14 Juni, 2017

    Selamat siang pak syaifudin.
    Perkenalkan saya wildan. Saya akan mengikuti tes ukbi. setelah menghubungi pihak penyelenggara dan biaya ujiannya adalah 300.000, bukan 20.000 . kenapa sangat berbeda ya?
    Terima kasih

    • syaifuddin sayuti
      14 Juni, 2017

      waktu itu saya dan kawan-kawan blogger mendapat undangan dari Pusat Bahasa jadi bukan mengajukan diri. jadi itu semacam tes awal sebelum diterapkan secara resmi. mereka juga bilang biaya tesnya jauh lebih murah karena belum resmi diterapkan.

    • Afrizal
      22 Juni, 2017

      Maaf sayaa mohon info nya, bagaimana cara mengikuti UKBI ? saya berasal dr Ssumut. Trims..

      • syaifuddin sayuti
        24 Juni, 2017

        Untuk mengikuti Uji Kemampuan Bahasa Indonesia bisa datangi 4 tempat terdekat dari domisili.
        1. Balai Bahasa Aceh: Jalan Panglima Nyak Makam 21, Lampineung, Banda Aceh.
        2. PPSDK 1: Kompleks IPSC Desa Tangkil, Sentul, Bogor
        3. Pusat Pembinaan Bahasa Indonesia: Jln. Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur.
        4. Balai Bahasa Sumatera Selatan: Jalan Seniman Amri Yahya, Palembang, Sumatera Selatan.

        Informasi selanjutnya buka link berikut http://ukbi.kemdikbud.go.id/index.php

  2. Zasqia Damai
    14 Juni, 2017

    Butuh waktu berapa lama sampai hasil tes keluar?

    Thanks.

    • syaifuddin sayuti
      14 Juni, 2017

      kemarin saya lumayan lama keluar hasilnya. sekitar 3 bulanan

      • Zasqia Damai
        14 Juni, 2017

        Wah, cukup lama ya. TOELF hanya sekitar 2 minggu, dan IELTS paling lama satu bulan.

        Terima kasih infonya.

        • syaifuddin sayuti
          14 Juni, 2017

          sistem mereka memang belum bagus soal itu. mereka masih melakukan banyak pembenahan internal

  3. nah ini,

    saya suka nulis, tapi pas diperiksa sama teman yang jago bahasa Indonesia, ternyata tulisan saya masih jauh dari kaidah yang benar.

    Jadi nyesel dulu pas sekolah kurang serius belajar bahasanya.

  4. madura bersatu
    28 November, 2016

    sebagai seorang penulis, saya juga masih belajar terus mengenai bahasa Indonesia.

    banyak hal yang salah kaprah di masyarakat tentang penggunaan dan tata letak kata, benar begitu kan?

  5. resep kue nastar
    5 November, 2016

    jarang – jarang nih kan ? biasanya tes kemampuan bahasa inggris hehe.

  6. Kang Santri
    5 November, 2016

    Kayaknya saya tidak bakalan lulus kalau dites bhs indonesia, perlu belajar lagi

  7. Green Turtle
    11 Oktober, 2016

    weh… ane baru tau ada tes bahasa indonesia juga, kira tuh cuma bahasa inggris aja 😀 ah norak bgt gua :v

  8. Chandra Iman Winata
    15 Juni, 2016

    wah mau dong, perlu banget nih, masih banyak yang perlu dipelajari dengan waktu yang terbatas

    • syaifuddin sayuti
      15 Juni, 2016

      nanti ada sesi keduanya kok buat blogger. nanti dikabarin Chan. Btw, ente udah gak ngajar di Kalbis?

  9. syaifuddin sayuti
    19 Mei, 2016

    yap, bener. itu masuk bahan kajian dan tugas Badan Bahasa juga

  10. Gensetto Olamanro
    19 Mei, 2016

    Juga ada program bahasa isyarat ya min? makasih infonya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: