syaifuddin.com

Information

This article was written on 28 Mei 2009, and is filled under Ocehan.

Current post is tagged

,

Pembunuh Jurnalis Itu Caleg PDIP

PRABA

Mendiang Prabangsa

Masih ingat kasus pembunuhan jurnalis radar Bali, AA Narendra Prabangsa? Korban diduga dibunuh karena tulisannya yang mengungkap penyimpangan proyek dinas pendidikan Bangli. Ternyata otak pelakunya adalah Nyoman Susrama, adik sang bupati Bangli. Tragisnya dia adalah anggota DPRD Bangli terpilih!

Korban yang dikenal kritis itu, dibunuh di rumah Nyoman Susrama, 11 Februari 2009. Jasad korban dibuang ke laut dan ditemukan 16 februari 2009 lalu di teluk Bungsil, antara Nusa Penida dan Pelabuhan Padang Bai.

Kasus ini mengingatkan saya pada terbunuhnya Fuad Muhamad Syafrudin atau Udin dari harian Bernas Yogyakarta, Agustus 1996, di era Orde Baru dulu. Sama dengan Prabangsa, Udin Bernas juga dibunuh lantaran mengungkap kasus penyimpangan dana Inpres Desa Tertinggal (IDT). Udin kerap memberitakan ada penyunatan dana oleh aparat pemda. Namun kerap dibantah oleh Bupati. Tudingan langsung mengarah pada Bupati Bantul, yang saat itu dijabat Sri Roso Sudarmo yang kebetulan masih kerabat pemimpin Orde Baru, Suharto.

Kasus ini memang masuk ke pengadilan, namun dibelokkan polisi dengan mengkambing hitamkan Dwi Sumaji alias Iwik, seorang warga biasa sebagai pelaku pembunuhan. Namun skenario busuk aparat pun gagal. Iwik ternyata tak terbukti membunuh. Pengadilan membebaskannya dari dakwaan karena tak cukup bukti. Lalu siapa pembunuhnya? Gelap! Orde Baru terlalu kuat saat itu, dan kasus ini tak menjamah aktor intelektualnya hingga kini.

Bagaimana dengan  kasus pembunuhan terhadap Prabangsa? Saya salut pada kecepatan  aparat mengungkap kasus pembunuhan ini. Semoga kasus ini tidak seruwet kasus pembunuhan politik lainnya. Kita berharap ranah hukum lebih dikedepankan, meski tak bisa dipungkiri karena faktor caleg PDIP itu, kasus ini kuat aura politisnya.

Polisi harus tegas, tuntaskan, lanjutkan!! Lho, kok seperti slogan capres!

Ada di Politikana.

1,126 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Comment

  1. David Pangemanan
    10 Juni, 2009

    PT. TUNAS FINANCE MENYENGSARAKAN KONSUMEN

    Singkat kronologisnya, saya kredit truk dengan 36 X cicilan @ Rp. 3,5 jt-an. Setelah 14 X nyicil, truk hilang. Ternyata penggantian dari perusahaan asuransi (PT. Asuransi Wahana Tata) hanya cukup untuk menutup 22 X pelunasan (cicilan + bunga) yang belum jatuh tempo. Akhirnya saya yang telah mengeluarkan biaya lk. 115 juta (uang muka + cicilan + perlengkapan truk), dipaksa untuk menerima pengembalian yang jumlahnya lk Rp. 3,4 jt.
    Menurut petugas PT. Tunas Finance (Sdr. Ali Imron), klaim asuransi yang cair dari PT. Asuransi Wahana Tata, sebagian digunakan untuk membayar pengurusan Surat Laporan Kemajuan Penyelidikan di Polda Jawa Tengah di Semarang. (atau dengan kata lain, konsumen telah dipaksa melakukan suap di Polda Jateng). Jelas dalam hal ini PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana) telah memaksa konsumen taat pada perjanjian susulan yang sebelumnya tidak diperjanjikan. Tentu saja kondisi perjanjian susulan itu sangatlah memberikan keuntungan
    maksimal bagi pelaku usaha, tidak perduli berapapun kerugian yang diderita konsumen. Sebagai catatan, perjajian yang dibuat tidak didaftarkan di kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia di tempat domisili debitur/konsumen.

    Dan melalui surat terbuka ini saya ingin mengajak segenap komponen bangsa yang perduli terhadap masalah Perlindungan Konsumen, untuk menuntut PT. Tunas Finance secara pidana maupun perdata. Setidaknya hal ini untuk mencegah jatuhnya korban lainnya oleh PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana).
    Saya nantikan bantuan/partisipasi Anda sekalian. Terima kasih.

    David
    HP. 0274-9345675.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: