XL Signal Girls (foto dokpri)

Sinyal jadi kebutuhan pokok orang mobile seperti saya. Jika dulu cuma butuh koin recehan untuk bertelepon di boks telepon umum, semenjak ada telepon genggam kebutuhan pun bergeser. Tak perlu lagi recehan untuk bertelepon karena memang tak dibutuhkan lagi.

Sejak telepon genggam benar-benar jadi bagian gaya hidup orang modern problema pun bergeser. Dulu mana pernah orang peduli pada sinyal karena bertelepon hanya jadi kegiatan sesekali, temporer, dan bisa dihitung dengan jari tangan berapa kali seseorang bertelepon.

Era memang sudah berubah, karena kini kita bisa tiap saat bertelepon atau setelah era smartphone kita tidak hanya menggunakan fitur percakapan sebagai satu-satunya kegiatan bertelepon. Kosa kata bertelepon bisa berkembang menjadi kegiatan berinternet, berjejaring hingga entertaining. Sebab dengan satu smartphone dan operator telco kita bisa maksimalkanĀ  beragam layanan itu.

Dulu saya gonta-ganti nomer hp karena merasa tak cocok dengan layanan sebuah operator. Bahkan dalam suatu masa pernah juga memiliki lebih dari 2 nomor operator karena merasa harus terus terhubung dengan ‘dunia’.

Kadang saya harus pisahkan urusan pekerjaan dengan kegiatan di luar kerja termasuk urusan rumah. Tapi itu dulu. Sekarang saya merasa kerepotan jika memiliki lebih dari 2 nomor hp. Selain bingung memisahkan kegiatan-kegiatan di luar, saya kok merasa tidak praktis.

Cukup satu nomor dan optimalkan penggunaannya.

5 tahun terakhir saya gunakan layanan XL. Alasan awalnya karena banyak paket telepon yang murah. Saya tidak terlalu peduli dengan sinyal dan sebagainya. Bagi saya paketnya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dan cukup mendukung kegiatan saya yang lumayan beragam.

sinyal xl

Setelah era 4G di tanah air layanan XL makin baik. Salah satu buktinya, saat berwisata bersama sejumlah kawan ke Pulau Derawan, Kalimantan Timur saya mendapat kejutan karena hanya saya yang sinyalnya “on” dan bisa berjejaring meski sedang berada di pulau terpencil.

Kondisi sebaliknya dialami teman-teman yang menggunakan operator merah. Sinyalnya timbul tenggelam. Padahal awalnya mereka dengan bangganya mengatakan bahwa sinyal selain merah tak akan tembus di pulau Derawan. Buktinya…

Dua pekan lalu saya juga jadi saksi yang merasakan langsung kehandalan koneksi XL. Saat baru tiba di parkiran basement kantor, seorang kawan menelepon. Biasanya saat berada di basement gedung kantor sinyal langsung menghilang dan saya tak pernah mendengar dering telepon sama sekali. Saat itu berbeda, makanya langsung saya angkat. Baru tahu ternyata banyak yang berubah dari XL, tak perlu saya diprovokasi untuk mengetahuinya, tapi saya merasakan langsung kehandalan koneksinya.

3,082 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini