syaifuddin.com

Information

This article was written on 21 Mei 2011, and is filled under media, TV.

Current post is tagged

, , ,

On The Spot Trans7 Program Bajakan?

Sudah lama saya geram menyaksikan program tv On The Spot yang tayang di Trans7 saban Senin-Jum’at jam 18.30 WIB. Tangan sudah gatal mau bikin postingan mengenai hal ini setelah lihat Linimasa di twitter banyak tweeps yang mengecam acara ini.

Buat yang belum pernah nonton, acara ini semula adalah kumpulan video klip yang diramu dengan sedikit informasi bombastis yang aneh tapi nyata. Dulunya program ini menghadirkan dua orang host, kalau tak salah salah satunya artis cilik Umay atau Amel.

Putar lagu mungkin sudah biasa dan banyak kita temukan di stasiun tv lain di negeri ini. Makanya Trans7 memberinya bobot lain dengan menyampurkan informasi kedalam deretan lagu-lagu populer.

Sayangnya konsep ini jadi keliatan aneh, kalau mau putar lagu ya putar lagu saja. Tapi kalau mau buat program informasi ya pisahkan dari lagu-lagu tadi.

Akhirnya seperti yang sekarang bisa kita lihat. Konsepnya jadi lebih sederhana, hanya menampilkan informasi sensasional tanpa memutar musik sama sekali. Bahkan kehadiran host pun kemudian dihilangkan.

Informasi yang tampil pasti diembel-embeli dengan yang serba 7 sesuai dengan nama stasiun tvnya. Entah itu 7 peristiwa alam teraneh, 7 pelangi terindah, atau 7 tsunami yang mengguncang dunia.

Tidak hanya yang sensasional, kadang mereka juga menampilkan tema sesuai headline berita surat kabar atau TV. Misalnya saat demam pernikahan Kate-william, mereka munculkan 7 pernikahan termahal. Pokoknya, dikait-kaitkan dengan situasi terkini.

Gambarnya? Ya dari youtube. Jika stok gambar tak memadai mereka akan ulang-ulang gambar yang minim demi durasi. Benar-benar program low budget. Tinggal bikin script, gambar sudah bercerita sendiri.

Selesai dan sesimpel itukah? Tidak.

Justru konten acara inilah yang menuai kritik banyak kalangan. Sepanjang acara Trans7 dengan sadar menggunakan footage untuk melengkapi narasi full dari Youtube, situs video sharing milik Google.

Lucu aja melihat video yang diunggah pembuatnya melalui Youtube sekedar untuk berbagi atau sharing, kemudian digunakan sebuah stasiun tv komersial. Bukan hanya satu dua video, tapi sepanjang acara selama setengah jam, video yang ditampilkan murni unduhan dari Youtube.

Apakah etis? Saya rasa tidak. Karena pastinya ada hak kekayaan intelektual yang dilecehkan. Bukan hanya Youtube atau Google, namun yang paling penting adalah para pengunggah video itu sendiri. Enak banget sumber dari Youtube digunakan untuk menjaring iklan, di program prime time pula.

Kalau saya representasi Youtube atau Google, akan saya gugat penggunaan semua bahan Youtube sebagai pengail iklan di acara tersebut. TV-nya kaya raya, sementara Youtube dan pengunggahnya tak mendapat apa-apa.

Adakah hal semacam ini bisa dikategorikan sebagai pencurian? Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mesti bicara soal ini. Ini menginjak-injak HAKI.

Memang tidak ada unsur pornografi atau konten yang meresahkan masyarakat, namun justru pengambilan sumber footage itulah yang jadi permasalahan.

Saya kira tak cukup etis rasanya mengambil milik orang lain dan hanya ditulisi “courtesy of Youtube”. Terlalu simpel. Menggampangkan.

Saya tidak begitu yakin ada perjanjian (agreement) antara Trans7 dengan Youtube dalam hal ini. Apa kata dunia jika melihat program macam ini. TV seharusnya adalah ladangnya kreativitas, bukan ladang pembajakan hasil karya orang lain.

Belakangan, kesuksesan On The Spot kemudian diikuti program sejenis bernama Hot Spot. Bedanya ini ditayangkan Global TV di siang hari. Ini biasa dalam industri tv yang sangat kejam kompetisinya. Sebuah program bakal ditiru habis oleh pesaingnya. Kadang kalau beruntung bisa mencuri rating-share. Tapi jika apes, capcai deh….

#tulisan 15 dari 365

8,713 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

47 Comments

  1. Loe
    8 Agustus, 2016

    90% yg coment msh tim/krunya yg bersangkutan di pojokin ts.

  2. Santaiaja
    3 Agustus, 2016

    Ada untung nya banyak yang berkomentar, nambah traffic..wkwkkwkwk

  3. eva
    27 Agustus, 2015

    mau di youtube mau di google mau di on the spot kan niatnya sama menggungah vidio buat dilihat banyak orang kadang malah kasih info” bagus
    kan ga semua orang bisa buka you tube, jadi menurut aku on the spot malah bagus dia kasih info menarik buat orang lain yang blm tentu liat you tube lagian yang punya vidio aja biasa malah seneng kalik vidionya diliat banyak orang kan niatnya dia unggah di you tube juga biar dilihat orang :p situ kok repot amat

  4. rian_Sevcnot
    17 Agustus, 2015

    simple

    iklan dapat untung dari masyarakat membeliproduk
    masyarakat untung dari program tv
    tv dapat untung dari iklan
    yutub dapat untung dari uploader
    uploader seharusnya dapat untung dari downloader

    #

  5. sok suci
    7 Agustus, 2015

    Iblis dgn malaikat mana bisa akur kwwkkwkw
    Konco iblis ya wajar akan bilang ya gpp lah yg penting kan ada manfaatnya hahhahaha sirik ya lu iri kan lu brukakakak bido amat lah dgn hasil jerih payah seseorang yg penting ada manfaat nya buat GW!!!!

  6. sok suci
    7 Agustus, 2015

    Hahahaahha

  7. Si Godam
    2 September, 2014

    TV siaran memakai SUMBER DAYA ALAM TERBATAS milik publik. On the spot mencuri material atas nama wawasan. Sayangnya, publik mampu mencari sendiri wawasan yang dibutuhkan masing-masing sehingga dapat segera diterapkan dalam kehidupannya. Jadi, On The Spot menjadikan frekuensi publik sia-sia.

    Tulisan yang memberi wawasan. Terima kasih.

  8. acong
    17 Juli, 2014

    Hoi anak kecil n gak punya otak!!klo gal suka ya gak usah nonton .emang itu acara kusus buat ente aja???mikir pake otak…dasar syrik++++

    • Si Godam
      2 September, 2014

      Tolong isi dulu argumenmu, siapa tahu wawasan yang kamu dapat dari On The Spot dapat mencerahkan kita semua.

  9. fs
    8 Juli, 2014

    Saya setuju dengan isi artikel ini, dan terlebih lagi informasi yg diberikan oleh acara tersebut diragukan validitasnya. Tdk semua informasi yg diberikan oleh acara ini benar, walau saya akui bahwa beberapa kontennya memang menambah wawasan. Saya rasa masyarakat indonesia harus lebih mencerna media dengan lebih cerdas, dan terus mencari kebenaran informasi yg disampaikan stasiun tv.

  10. invoker
    28 Mei, 2014

    bagus juga acara nya. nenek saya yg gaptek bisa nonton video2 yang di upload dari seluruh dunia, sendiri dr media tv.
    lagipula di daerah saya susah sekali untuk mengakses dunia maya ato browsing. :DD

  11. rhenna
    13 Mei, 2014

    Kalo menurut aku, ga smua org punya waktu buat buka yutub. On the Spot (ots) dah bekerja keras cari data dan menyusun berita (mau darimanapun sumbernya).
    Video yutub bisa dilihat hanya kl kita punya jaringan internet dan masih banyak masyarakat yg blm mengenal internet (terus terang my mommy gaptek). Sedangkan TV hampir smua Org punya dan bisa mengaksesnya.
    Di yutub kita mesti cari sendiri video nya kl kita mau cari video terAPA, sedangkan di ots mereka sdh merangkumnya menjadi 7video terAPA dan kita tinggal menikmatinya aja.
    Smua Org yg mengupload apapun di dunia maya pasti bisa menyadari bahwa upload an mereka pasti bisa di bajak Org lain (bukan cm video, tp foto di fb ataupun postingan di forum dll) jd kurasa selama si pengupload tidak komplain maka kita nikmati aja. Toh kalaupun ada hukuman krn membajak itu kan si plagiat yg akan mendapatkannya. Peace yah guys.. ( ¯?¯ )?

  12. adi
    19 Maret, 2014

    trans corp terkenal dgn program plagiatnya sudah parah

  13. Rumah Cantik Key
    17 Januari, 2014

    Maaf oot dikit pak…
    Dari dulu saya emang seneng sama acara2nya kedua stasiun tv tersebut.
    Tapi kalo di liat lebih jauh lagi, sekarang malah lebih parah pak…
    Acara hiburan yang menampilkan dalang+wayang yang lucu2an dan ada unsur pendidikannya di tendang jam tayangnya ke sore hari karena saingannya di stasiun tv tetangga yang ingin menaikan ratingnya dengan goyang gibrig2nya…
    sangat terlihat jelas, lagi-lagi semua itu di lakukan demi meraup keuntungan materi semata, karena jika di sandingkan jam tayangnya pasti bakalan kalah ratingnya.
    Kemana Team Kreatif trans yang dulu???
    Jangan nodai kreatifitas mu gara-gara ingin meraup keuntungan materi yang berlebih…. karena itu akan menjadi bumerang yang bisa menyerang balik….

  14. Pak De
    24 Desember, 2013

    Ane juga gedek tuh ama acara lama2, apa susah nya sih kasih sumber langsung walaupun cuma sekedar text, yang paling aneh kalo ada video yang ada watermark nya ehh itu watermark malah di blur emang niat gak mau kasih sumber itu udh jelas

  15. dukungts
    26 November, 2013

    yang mencaci TS hanyalah karyawan2 dari stasiun tv yang bersangkutan. Karyawan2nya ternyata punya Pikiran dangkal, gak kreatif, ud nyontek gratis, dapet untung hasil nyontek, TS sudah benar… lanjutkan TS!

  16. FIKRIE
    7 September, 2013

    Kurang kerjaan anda.. Suka yaa di tonton, nggak suka yaa tinggal ganti channel aja lah.. Gitu aja kok repot..!!! Kecuali ada karya anda yg d catut oleh onthespot, blhlaah koar2.. Sok pintar, tp keblinger anda..

  17. Sinta anti cherrybelle
    6 Agustus, 2013

    Buat yg nulis artikel smpah ini hei GOBLOK Msih mnding ada acara yg bermanfaat seperti on the spot daripada sinetron yg balas dendam. Mikir pkai ot4k. Acara ini jelas positif. Anda kbnykan nonton Sinetron ya

  18. Ida ayu pratiwi
    6 Agustus, 2013

    Eh m4z yg zka sma on the spot banyak kok. M4z sirik y. Gq ush mun4 jadi org tuh. M4ti aja.

  19. Anjasmara
    6 Agustus, 2013

    Hapus aja artikel gak berguna ini. Kalau gak suka gak usah ditonton. Rese loe.

  20. Intan purnama
    26 Juli, 2013

    Yg bwt 4rtkel gq brgun4 ini pzti pnyuka sinetron haha

  21. Lina yanti
    26 Juli, 2013

    Sirik loe sama On the spot. Loe iri kn?

  22. Lina yanti
    26 Juli, 2013

    Dasar Artikel gak berguna n4jiz. Loe ska sinetron y

  23. Ardi
    26 Juli, 2013

    Hei kalau gak suka On the spot Diam aja sirik loe…

  24. tukang molor
    12 Juli, 2013

    iya bener juga sih, karna masalah yang diangkat disini adalah “royalti” bagi pemilik informasi, jelas bisa diliat kalo ini pelanggaran hak cipta secara trans7 dapet untung dan tanpa izin 🙁 tapi apa nggak ngebantu juga? mas secara kan doi jadi punya dampak positif dua arah, sama masyarakat nambah ilmu terus bisa nambah intens masyarakat buat buka youtube? yah yang penting jangan lupa royalti buat youtubenya aja :))

  25. ive
    21 Juni, 2013

    lucu aja yg bikin postingan kayak gini ini sih sama aja ngejelek-jelekin stasiun tv itu sendiri
    coba aja bikin program acara sendiri, bikin kayak gitu juga ga gampang kali karena sang tim kreatifnya harus tau informasi apa aja yang masyarakat pada belum tau
    misalnya, rakyat miskin yang nggak memiliki jaringan internet nggak akan tau informasi-informasi yang biasa disuguhkan stasiun tv itu, justru malah menambah wawasan mereka. mereka nggak ada jaringan internet tapi bisa tau informasi itu tv tanpa membuka internet
    lagi pula udah banyak stasiun tv lain yang menampilkan acara kayak gitu toh berarti dari pihak KPI sah-sah aja selagi menmbah wawasan penontonnya
    kalopun KPI melarang program acara itu ditayangkan toh sampe saat ini seharusnya program acara itu udah nggak ada apalagi stasiun tv lain bikin program acara itu
    thing smart dude

    • syaifuddin sayuti
      21 Juni, 2013

      sy akan lebih senang jika ada yang buat postingan tandingan menjawab apa yang saya postingkan di sini. tradisi intelektual akan berjalan dengan elegan. bakal ada pertemuan pemikiran di situ. terima kasih telah mampir kemari walau dengan ID yang tersembunyi.

      • patoni236
        10 Juli, 2015

        inilah org indonesia..
        mencari kesalahan yg gak jelas..
        lanjut dah ..
        gak bkal maju2 dah ini negara kalo org.nya gni terus..

  26. aaa
    16 Juni, 2013

    Jangan bisa ngengritik segampang itu . Kayak diri lo sendiri aja gak pernah kayak gitu . Karena kerja keras yang upload kan kta jadi menikmati . Yang upload pun gak comment apa apa tuh . Dia justru seneng . Gak kayak lu yang bisa ngengritik doang . Ngaca dulu sebelum buat artikel . Artikel lo gak berguna

    • syaifuddin sayuti
      21 Juni, 2013

      thx atas caciannya. kalau tak berguna kenapa dibaca juga bung!

    • tukang molor
      12 Juli, 2013

      mas pernah duduk di bangku sekolah kan? kayanya commentnya bisa lebih baik deh 🙂 kita kan saling sharing bagi informasi, justru dengan kritik keras gini bisa nunjukin kalo ini bukan hal sepele, butuh perhatian lebih dari pemerintah 🙂

  27. Mifta
    26 April, 2013

    kalo ngomongin HAKI, apakah Anda yakin Anda tidak pernah melakukan pelanggaran HAKI, donwload lagu gratis di internet misalnya?

    Lagian itu acara kan bagus, banyak kontennya yang menambah wawasan. Saya kira kalau videonya ditayangin di TV justru malah seneng. Yang upload juga tau lah kalau videonya udah disebar ke dunia maya, ya perlu tahu kalau nantinya bisa ada orang yg mengambil videonya.

    Baguslah ada acara seperti itu di jam prime time, ketimbang maraknya sinetron di TV lain. Ambil manfaatnya saja, ilmu kalau dibagi tak akan habis.

    • syaifuddin sayuti
      27 April, 2013

      Kalo soal itu sy sepakat. Tp yg perlu digaris bawahi adalah caranya. Tetap penghargaan terhadap karya cipta harus ditegakkan. Meski domain publik tapi ada garis yang harus tetap dihormati juga. Jangan sampai terkesan mengambil konten gratisan tp mengacuhkan pembuatnya

  28. elsa
    1 Desember, 2012

    anda itu sebenarnya mengerti gak sih proses yg dilakukan acara itu sampai bisa tayang??? iya semua vidionya nya dr youtube. acara itu selalu menayangkan referensi atau sumbernya. google/ youtube aja ga marah, kenapa anda yg ribut? kalau tak suka y jangan nonton, kan g ada yg maksa anda utk nnton. bagi anda mungkin tak ada manfaatnya tapi bagi orang lain mungkin ada utk tambah wawasan dan pengetahuan. KPI lebih tau mana tontonan yg pantas untuk masyarakat. sedangkan anda mgkin sering upload/ download file dari berbagai situs dgn gratis. jadi jgn emosi ginilah. kecuali anda selalu menampilkan karya anda tanpa ada satupun file yg anda bajak, baru pantas berkoar2 spt ini… 😀

    • syaifuddin sayuti
      2 Desember, 2012

      justru karena sy mengerti soal penayangan sebuah karya broadcast makanya sy menuliskan ini. anda tahu apa yang ditampilkan di youtube adalah hasil kekayaan intelektual yang dibuat dengan skill tertentu. stasiun tv adalah lembaga bisnis yang menayangkan acara demi mengeruk rating-share yang bertujuan akhir pada iklan. bagaimana kita bisa menghargai karya orang kalau kita ambil begitu saja karya orang itu dan kita dapat keuntungan uang dari situ? ini masalah cara berfikir.

  29. pepeng
    19 September, 2012

    on the spot eemang program atau acara yg bagus utk ditonton dan untuk menambah pengetahuan.

  30. heris pelawinta
    10 September, 2012

    aneh banget masak gara2 videonya berasal semua dari youtube jadi dibilang low budget lah. Intinya ini mencari kesalahan orang lain. Ingat! Berkacalah dan lihat dirimu

  31. v322y
    31 Desember, 2011

    hemhhh,,, bukannya saya mau sok bijak…. pengen nambah komen aja…
    kita sebagai manusia memang paling bisa menunjuk dan mendoktrin orang atau pihak lain salah… kita hanya bisa bicara tanpa ada sikap.
    jangan terlalu mudah menyalahkan orang atau pihak lain.
    lihat dulu diri kita bagaimana, …….

  32. sakodel
    14 Desember, 2011

    kenapa kamu yg repot yang penting senang yang nonton, kalo pun kamu pusing, kau sendiri cari penyakit itu mengurusi yang tidak penting, urus diri sendiri saja dulu baru mengurus orang lain coy……………….

  33. fotodeka
    12 Oktober, 2011

    bah! kalau materi konten video di channel youtube-ku ini dicatut sama orang televisi Indonesia begimana?
    walaupun saya merasa pernah ada yang diambil untuk berita kerusuhan,

  34. kei
    23 September, 2011

    Ketentuan penggunaan Youtube

    4. General Use of the Service—Permissions and Restrictions

    YouTube hereby grants you permission to access and use the Service as set forth in these Terms of Service, provided that:

    C. You agree not to access Content through any technology or means other than the video playback pages of the Service itself, the Embeddable Player, or other explicitly authorized means YouTube may designate.
    D. You agree not to use the Service for any of the following commercial uses unless you obtain YouTube’s prior written approval:

    – the sale of advertising, sponsorships, or promotions on any page of an ad-enabled blog or website containing Content delivered via the Service, unless other material not obtained from YouTube appears on the same page and is of sufficient value to be the basis for such sales.
    E. Prohibited commercial uses do not include:

    – showing YouTube videos through the Embeddable Player on an ad-enabled blog or website, subject to the advertising restrictions set forth above in Section 4.D;

    kesalahan terbesar trans 7 (seandainya tidak memiliki ijin khusus tertulis dari yutub) adalah: mereka mengakses konten yutub dengan cara mendownload (bukan playback/streaming langsung atau via player embeddable) dan kemudian malah menyiarkan secara komersial.

    @plagiat: justru yutub sendiri secara eksplisit membolehkan pemutaran video mereka di blog-beriklan melalui player embeddable yang mereka sediakan, selama blog tersebut memuat konten lain (isinya tidak melulu yutub).

    sebenarnya yang paling dirugikan bukan yutub tapi pengupload original video tersebut/pemilik hak ciptanya. mereka uda susah-susah bikin video, upload ke yutub, malah dicomot jadi bahan siaran televisi kurang modal/kreativitas. nama/id mereka bahkan tidak disebut, yang dicantumkan hanyalah “courtesy of youtube”.

    • Viendy
      15 Februari, 2013

      semua orang yang telah mengunggah videonya di youtube adalah orang2 yg sudah mengerti apa konsekwensinya. youtube merupakan media video via online yang sudah pasti akan di tonton oleh masyarakat dunia.. jadi saya rasa sah2 saja jika onthe spot menampilkannya diTV.. pembuatan acara ini memang sederhanan dan tidak kreatif namun kualitas itu didapat dari penilaiaan masyarakat bukan dari bagaimana acara itu di buat.. saya sendiri merasa senang dengan acara itu karna membuat saya tertarik untuk mengkaji lebih dalam dari acara yang ditayangkan.. anda cuma orang2 yang berkomentar dibelakang dan tidak mampu berada di depan.. kalo anda masih ada di belakanng gk usah menjelek-jelekkan yang di depan..

  35. plagiat
    16 September, 2011

    iya pa enak banget ya tinggal comot sana comot sini, video gratisan, postingan orang dapat iklan, kalo saya comot sana comot sini taruh di blog koq ga dapet iklan yaaa…..

  36. ryan
    24 Mei, 2011

    oh gitu ya, saya gak sampe kepikiran gitu, hhe 😛
    sekarang malahan ada spotlite atau on the spot versi pagi di trans7,
    pagi, siang, malam ada acara kayak gini makin makmur tv indonesia

    • syaifuddin sayuti
      25 Mei, 2011

      maksudnya makmur seperti apa? kalau saya malah prihatin karena fenomena ini menunjukkan kita mandul kreativitas. tinggal ambil dan tayangin di tv, simpel tapi tak kreatif.

      padahal banyak cara lain yang lebih kreatif dengan youtube, kalau memang harus menggunakan media sharing misalnya. unsur kreativitas tetap jadi pegangan utama.

  37. syaifuddin sayuti
    23 Mei, 2011

    Kalo menurut sy selama hanya utk sharing di blog dan disebut sumbernya masih sah-sah saja. Kalo on the spot kan menggunakannya utk tujuan komersial. Beda menurut sy.

  38. Anas
    23 Mei, 2011

    Menurut mas, blog yang nyomot video youtube di Google gmn?? apa sama perlakuannya dengan yang di atas??

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: