syaifuddin.com

Information

This article was written on 23 Sep 2011, and is filled under Event.

Current post is tagged

, ,

Menjadikan Lebaran Sebagai Festival Wirausaha

Hari Raya Iedul Fitri atau Lebaran merupakan peristiwa tahunan yang sangat unik di Indonesia, bahkan di dunia. Bandingkan perayaan Iedul Fitri di negeri ini dengan negara manapun yang memiliki penduduk mayoritas umat muslim. Sangat berbeda.

Iedul Fitri tidak hanya menyentuh persoalan religiusitas para penganutnya, namun juga menjadi sebuah ritual sosial ekonomi bagi jutaan orang. Lihat saja, ribuan orang rela antri dan menembus kemacetan demi sebuah ritual mudik ke kampung halaman. Mereka harus berjibaku mulai dari mendapatkan tiket kereta api, bis, kapal laut hingga pesawat terbang. Ini belum lagi ditambah mereka yang menggunakan moda angkutan pribadi seperti mobil atau motor.

Ribuan bahkan jutaan rupiah mereka belanjakan untuk selembar tiket perjalanan, yang bisa memastikan mereka berada di kampung halaman tepat di hari nan Fitri. Bagi saya, ini adalah sebuah fakta yang menarik. Sebuah peristiwa religi namun sarat dengan nuansa kesalehan sosial yang tampak dari tradisi silaturahim. Tak hanya antar keluarga, namun juga handai taulan yang bisa saja hanya bersua setahun bahkan bertahun-tahun sekali.

Lebaran juga berarti kembalinya raga masyarakat modern ke “selera” asal bernama kampung halaman. Bisa saja seseorang mengaku sebagai manusia global, namun ketika datang hari raya ada keterikatan pada kampung tempat lahir atau dibesarkan, yang tak mampu ditahan.

Geliat Ekonomi Masyarakat

Selain sebagai keriaan perayaan, hari Lebaran tak bisa disangkal memiliki dimensi sosial ekonomi. Perputaran uangnya luar biasa. Situs berita Inilah.com mencatat, dalam Lebaran tahun 2011 diprediksi sekitar 15 juta orang pulang ke kampung halaman (22/8/11). Jika disasumsikan dari jumlah itu sekitar 5 juta diantaranya membawa uang minimal Rp. 500 ribu, berapa jumlah uang yang beredar di daerah di saat Lebaran sudah cukup untuk membuat sebuah perusahaan skala menengah.

Gurihnya ‘kue’ saat Lebaran sesungguhnya bisa ditata. Pertama, Pemda masing-masing daerah dapat bekerja sama membuat sentra-sentra bisnis Usaha Kecil Menengah di sepanjang jalur mudik. Bisa saja kerjasama itu antara Pemprov Jawa Barat dengan Jawa Tengah, daerah yang menjadi perlintasan mudik Lebaran baik di jalur utara, jalur tengah maupun selatan.

Kerja sama bisa berupa penyiapan tempat berusaha yang menarik, bersih dan mudah dijangkau pemudik. Ketiga hal di atas merupakan prasyarat minimal agar para usahawan kecil menengah bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan ada jaminan berusaha yang diberikan pemerintah.

Sekali lagi, stimulus ini hanya digunakan bagi kalangan pengusaha kecil-menengah saja, bukan kelas atas yang secara permodalan tak mengalami hambatan.

Kedua, karena merupakan jalur mudik, batasi barang dan jasa yang dijual hanya berupa barang kerajinan dan kuliner khas daerah. Selain menarik minat pemudik atau pelintas jalan, cara ini juga diharapkan mampu menggenjot kunjungan wisman lokal ke sejumlah lokasi wisata setempat. Dan jika mereka terkesan, diharapkan pemudik bakal balik lagi ke tempat wisata atau daerah yang menjual sajian kuliner menarik atau menjajakan souvenir khas daerah.

Ketiga, jadikan even Lebaran sebagai peristiwa budaya dan wirausaha dengan dukungan penuh pemerintah daerah dalam pengorganisasian, izin, serta promosi. Kemudahan izin usaha akan memicu gairah pengusaha lokal dan itu yang sebenarnya menjadi target dari Festival Lebaran ini.

Jika ekonomi masyarakat di daerah bisa dikembangkan dan bergeliat dengan mengambil momentum Lebaran, bukan tak mungkin pengusaha kecil-menengah di daerah bakal makin percaya diri dalam menjalankan usahanya. Dan dengan pembinaan menyeluruh, saya percaya akan makin tumbuh pengusaha-pengusaha tangguh dari daerah.

Mereka tak perlu takut dengan serbuan para pengusaha besar, karena mereka memiliki kekhasan dan menguasai pasar lokal. Keunikan daerah itulah yang bakal menjadi selling point yang tidak dimiliki pengusaha besar.

916 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: