Akhir pekan bagi saya adalah saat istirahat dari rutinitas selama satu pekan. Akhir pekan juga sedapat mungkin saya gunakan untuk family time, berkegiatan bersama keluarga setelah sepekan sibuk dengan urusan kerja dan aktivitas di luar rumah lainnya.

Jika urusan dengan anak istri sudah selesai, biasanya saya gunakan untuk me time, memanjakan diri sendiri. Aih…ganjen ya gue. Ah, enggak lah. Dalam sekian persen kehidupan sosial dan profesional yang kita berikan untuk orang lain, kita tetap butuh menjadi diri sendiri. Tidak perlu menyendiri juga sih, tapi melakukan aktivitas untuk membuat diri kita relax, santai, terbebas dari rutinitas.

Tapi beda lho me time saya dengan kaum hawa atau lelaki pada umumnya. Biasanya mereka me time dengan pergi ke salon melakukan perawatan tubuh atau menekuni hobby mahal. Kalau saya punya cara memanjakan diri yang berbeda.

Kadang saya bisa melakukan olahraga ringan seperti jogging atau berjalan kaki di lapangan dekat rumah. Bagi saya itu sudah me time. Karena saya tergolong jarang bisa berolahraga di sela aktivitas rutin.

Selain olahraga, saya juga punya cara menjadi diri sendiri dengan menulis. Saya betah berlama-lama di depan laptop untuk menyalurkan hobby menulis ini.

Nah, untuk hobby yang satu itu ternyata kini makin asyik karena bisa dilakukan sambil menikmati secangkir kopi. Mau espresso, Latte atau cappuccino semuanya ada.

“Tajir ya lu sekarang nongkrong mulu di cafe,” begitu kata seorang kawan saat tahu saya sering ngopi-ngopi.

Saya cuma ketawa ngakak mendengarnya. Disyukuri aja deh soal tajir tadi. Semoga benar. Karena ucapan adalah do’a. Hehe…

Mau tahu saya ngopi-ngopi di mana? Gak kemana-mana kok, saya cuma ngopi di rumah. Dan kini saya makin betah di rumah sejak punya mesin kopi Dolce Gusto Piccolo dari Nescafe. Dengan mesin kopi ini, kegiatan ngopi bisa saya lakukan kapanpun, mau pagi, sore atau malam hari … bebas.

Itu priceless banget lho. Gak ternilai harganya. Saya bisa ngopi sendirian, bareng keluarga atau teman yang datang ke rumah. Pokoknya saat senggang bisa setiap waktu ngopi. Waktu jadi sangat menyenangkan.

Senang karena tanpa kerepotan yang berarti. Sebab mesin kopi ini mudah dioperasikan, easy to use. Siapapun bisa menggunakannya setiap saat. Sudah gitu, saya bisa ngopi ganteng di rumah tanpa gangguan macet, tak perlu bingung cari parkir, harganya pun ramah di kantong dan yang lebih penting rasanya seenak kopi di cafe waralaba.

Mudah Dibuat dan Disajikan

Oiya, dengan Nescafe Piccolo saya juga bebas menjelajah aneka rasa yang belum pernah saya coba sebelumnya. Karena untuk Dolce Gusto, Nescafe mempunyai pilihan rasa yang beragam. Dikelompokkan menjadi 4 varian rasa, yakni kopi hitam, kopi dengan susu, cokelat dan teh.

Semua kopi/teh atau cokelat tersebut dikemas dalam kapsul pintar yang bentuknya unik. Kapsul pintar inilah yang akan menjadi bahan utama pembuatan kopi.

Kali ini dua varian rasa yakni Latte Macchiato dan Americano yang saya coba. Latte Macchiato ini adalah kopi yang memiliki 3 layer berbeda dalam penyajiannya. Di sini ada lapisan susu dan espresso serta busa tebal di lapisan atas yang dihasilkan dari susu yang dipanaskan.

Berita baiknya kamu gak perlu membuat layer per layer untuk menghasilkan segelas Latte Macchiato yang nikmat. Dengan Dolce Gusto Piccolo, segelas Latte Macchiato yang panas mudah dibuatnya.

Kurang dari 10 menit segelas kopi Latte Macchiato siap dinikmati sambil leyeh-leyeh membaca sejumlah e-book atau menonton film di internet. Duh nikmatnya….

Nescafe Dolce Gusto
Kapsul Kopinya Bentuknya Unik (foto dokpri)
Pilih Sendiri Rasa Kopi Favoritmu (sumber dokpri)