syaifuddin.com

Information

This article was written on 05 Mei 2012, and is filled under kuliner.

Current post is tagged

, , ,

Mencicipi Gurihnya Tutut

Nabila dan semangkuk Tutut

Siang tadi akhirnya saya genapi rasa penasaran putri saya Nabila pada Tutut. Ini bukan ngomongin anaknya mantan presiden Suharto, tapi penganan yang lagi jadi tren. Tutut itu sejenis keong sawah yang biasa didapati di desa-desa.

Meski tengah jadi tren, saya sendiri tak asing dengan keberadaan Tutut. Karena semasa kecil dan tinggal di rumah nenek di Nganjuk Jawa Timur, keong sawah yang disana disebut Kreco ini jadi jajanan sehari-hari saya. Namun entah mengapa kini jajanan itu lenyap tak ada lagi yang menjualnya.

Kalau tak salah, sejak sekitar 6 bulan silam Tutut yang populer di kota Bogor mulai merambah ibukota. Dan kawasan sekitar taman mini menjadi kelinci percobaan. Di kawasan ini tepatnya di pinggir jalan dekat masjid At Tin, semula hanya ada satu penjual Tutut yang menjajakan jualannya dengan mobil. Karena sambutan masyarakat cukup bagus, kini tak kurang ada 4 penjual Tutut di situ.

Dan sejak sepekan silam Tutut juga merambah kawasan tempat tinggal saya di Kranggan Cibubur (coret). Belum terlalu ramai memang, karena baru dan hanya orang-orang tertentu saja yang tahu penganan ini. Saat saya beli penjualnya sedang membungkusi Tutut dalam wadah plastik-plastik kecil seharga 3000 perak.

Soal rasa, jangan tanya. Pedas, asin dan segar. Sensasi makan Tutut itu bisa dilakukan dengan cara menyedot dagingnya yang bersembunyi di dalam cangkang mungilnya. Butuh kesabaran tersendiri karena tak semua daging Tutut bisa diseruput seperti itu. Kadang kita juga butuh tusuk gigi untuk mendorong keluar daging itu.

Nabila yang baru pertama kali mencicipi Tutut terlihat antusias. Bahkan sempat berebutan menghabiskan 3 porsi yang dibeli. Diantara 3 anak saya, Nabila memang tergolong berani mencoba hal-hal baru. Sebelumnya dia juga pernah merasakan sate bekicot saat kami sekeluarga mudik ke Kediri sekian tahun silam.

Oya, konon Tutut itu juga punya khasiat. Karena kaya akan protein, Tutut juga dipercaya bisa menjaga kebugaran, menambah nafsu makan, dan baik untuk hati (liver). Benar tidaknya soal khasiat tutut, rasakan sendiri. Dijamin ketagihan.

2,999 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

5 Comments

  1. Jual keong sawah
    15 September, 2013

    Benar gan. Di tempat sy bnyak para pedagang yang habis 12 termos nasi sehari

  2. lango
    28 Mei, 2012

    Benar mas,yg pertama kali tutut di dpn mesjid At-Tin tutut Kang Asep mobil kijang kapsul biru,setelah itu other’s can only follow….

    • syaifuddin sayuti
      1 Juni, 2012

      hukum dagang memang selalu begitu. ada yg sukses dengan produk tertentu pasti diikuti pemain lainnya. yg diuntungkan adalah konsumen karena ada pilihan. yg penting mutu dan rasa tetap dijaga

  3. Junanto Herdiawan
    6 Mei, 2012

    Waaah, saya juga doyan nih mas sama tutut … ini l’escargot van tanah jawa. Salam tutut.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: