liput6Brand Liputan 6 adalah jaminan mutu untuk berita tv yang aktual, tajam dan terpercaya. Tapi itu dulu. Saat channel berita tv masih bisa dihitung dengan sebelah tangan. Kecepatan, kedalaman, dan keakuratan menjadi ciri khas berita yang dihasilkan kru Liputan 6 SCTV.

Setelah muncul channel khusus berita, pesona Liputan 6 perlahan memudar. Saya misalnya, tak lagi menjadikan Liputan 6 satu-satunya referensi karena ada pilihan lain yang lebih cepat, meski belum (tentu) terpercaya.

Lalu bagaimana dengan website berita terkini Liputan6.com, dulu saya punya ekspektasi situs ini bakal sedigdaya saudara tua program beritanya di televisi. Memang logikanya begitu, website bakal mengikuti program berita tv, sebab keberadaan website muncul belakangan setelah program Tv nya eksis terlebih dulu.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan saya mengenai keberadaan situs Liputan6.com yang kini tampil dengan wajah baru.

1. Secara tampilan, sebenarnya Liputan6.com kini jauh lebih menarik dibanding dulu. Penggunaan gambar-gambar berukuran besar pada Berita Hari Ini benar-benar memanjakan mata. Begitu situs ini diklik, pandangan pertama langsung mengarah ke bagian kiri tengah. Penggunaan flashing gambar menurut saya sesuai dengan maksud ditampilkannya gambar berukuran besar tadi. Ini dimaksudkan untuk ‘merampok’ perhatian pengunjung.

2. Penempatan navigasi rubrik di bagian atas situs lumayan memudahkan pengunjung mencari menu pilihan. 12 menu yang ditampilkan cukup mewakili konten situs Liputan6.com saat ini. Ke depan menu bisa ditambah/dikurangi seiring traffic kunjungan maupun kebutuhan konten itu sendiri. Khusus untuk menu index, mestinya isi index disesuaikan dengan jumlah menu. Sehingga masing-masing menu terwakili dalam index, karena ini akan memudahkan bagi pengunjung.

3. Ada yang mengganggu soal Judul Berita. Judul kurang catchy, terlalu formal. Padahal ciri khas konten di internet adalah simpel. Judul yang kerap saya temukan terlalu panjang, tidak straight to the point. Contoh: Berpidato Pakai Bahasa Betawi, Jokowi: Karena Belum Pernah. Ini saya kutip dari Berita Terkini hari Sabtu 22 Juni 2013. Judulnya kepanjangan. Mestinya dipecah dua menggunakan anak judul.

4. Penggunaan font dalam judul maupun isi berita kurang enak dilihat. Secara size sudah cukup, tidak kekecilan seperti website berita tv sebelah. Namun soal pilihan font-nya menurut saya kurang pas. Kalau ada jenis font yang lebih enak dilihat sebaiknya diganti. Bagi netter, secara psikologis pemakaian font berpengaruh pada kenyamanan membaca. Jika font yang dipilih tidak cukup enak dilihat, ini bisa mengalihkan mereka pada situs lain.

5. Minim interaksi. Ini yang paling saya rasakan dari situs liputan6.com. Meski ada kolom komentar di bawah berita, entah kenapa tidak ada interaksi antara pengguna maupun dengan admin. Padahal kekuatan sebuah situs dibandingkan media mainstream adalah pada interaksi itu sendiri. Jika ini dimaintain dengan baik, traffic kunjungan ke situs berita terbaru Liputan6.com akan makin tinggi. Dan ini pastinya akan menguntungkan bagi brand Liputan6 sendiri.

6. Ada hal yang hilang dari situs ini. Dulu saat membuka Liputan6.com saya senang bisa membaca blog dari para jurnalisnya. Menurut saya itu bagian paling menarik, sebab saya bisa memperoleh insight mengenai suatu isu dari perspektif jurnalis SCTV. Dan itu yang membedakan situs ini dengan situs berita lainnya. Sayangnya kini sudah tak ada lagi. Kalau diadakan lagi dengan memberi ruang interaksi dengan publik, saya kira ini akan menjadi kekuatan dari situs Liputan6.com. Bentuknya mungkin bisa dibuat lebih cair. Atau bisa juga dibuat interaksi publik dengan presenter-presenter Liputan6 di sini.

Itu saja sedikit catatan saya mengenai situs Liputan6.com.

Salam eS-Ce-Te-Ve *jeremy tety mode on* 🙂


1,356 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini