syaifuddin.com

Information

This article was written on 23 Jan 2016, and is filled under kuliner.

Current post is tagged

, , ,

Ketagihan Kepiting Chef Epi

Butter Crab Sensasional (foto dokpri)

Kepting “Butter Crab” nan Sensasional (foto dokpri)

Chef Epi Seafood. Saya bukanlah penggemar fanatik makanan laut kepiting. Entah mengapa bagi saya kepiting itu jenis makanan yang merepotkan. Untuk makannya butuh perjuangan yang tak mudah. Penyebabnya adalah cangkang atau rumah kepiting yang membuat repot saat hendak disantap. Kalau harus makan kepiting saya lebih memilih yang sudah dijadikan sup. Lebih praktis dan siap santap.

Pandangan mengenai kepiting dan segala kerepotannya ternyata terkoreksi setelah saya mencoba sajian kepiting dari Chef Epi. Resto sea food Chef Epi berlokasi di hotel Sheo, Jalan Ciumbuleuit 152, Bandung. Mudah sekali menemukan resto ini, berada di bagian depan hotel Sheo (dahulu bernama hotel Arjuna). Restonya simpel, ditata laksana warung dengan meja kursi kayu sederhana.

Singapore Chili Crab nan Menggoda (foto dokpri)

Kepiting “Singapore Chili Crab” nan Menggoda (foto dokpri)

Ada logo kepiting bertuliskan Chef Epi di bagian depan. Ini cukup menjadi penanda bahwa resto ini memang khusus menyajikan menu kepiting sebagai sajian khasnya. Tapi bukan berarti tak ada menu lain, karena Chef Epi menyajikan pula hidangan seafood lain seperti ikan, udang dan cumi.

Menu andalan kepiting dari Chef Epi adalah Butter Crab, Singapore Chili Crab dan Black Pepper Crab. Kebetulan tiga menu ini saya coba semua. Untuk makan kepiting di sini Chef Epi menyarankan untuk memakannya dengan roti mantau goreng.  Mereka tidak menawarkan untuk makan kepiting dengan nasi, karena sensasinya berbeda.

Roti Mantau dan Black Pepper Crab (foto dokpri)

Roti Mantau dan Kepiting “Black Pepper Crab” (foto dokpri)

Butter Crab yang merupakan menu andalan terbaru Chef Epi rasanya memang berbeda dari menu kepiting manapun yang pernah saya coba. Aroma menteganya begitu menggoda sejak piring berisi Butter Crab tersaji di hadapan kami. Rasa mentega terasa hingga ke dalam daging kepiting, menjadi perpaduan rasa yang unik saat serpihan daging kepiting menyentuh tiap sudut mulut. Rasanya juara.

Untuk Singapore Chili Crab, varian menu ini didedikasikan bagi para penggemar pedas. Rasa cabainya membuat lidah menari-nari. Jika kepedesan, jangan lupa menambahkan sepotong roti mantau goreng untuk mengimbangi rasa pedasnya.

Bagaimana dengan Black Pepper Crab? Nyaris sama dengan Singapore tadi, tapi yang ini kental dengan pedas dari lada hitamnya. Kalau yang ini rasa pedasnya baru terasa setelah beberapa saat kita memakan kepitingnya. Jika kita memesan ketiga jenis menu ini, disarankan untuk memulainya dengan urutan Butter Crab,  Singapore Chili Crab, dan Black Pepper Crab. Ini sesuai dengan tingkat kepedasan rasanya.

Halal dan No MSG

Satu yang membedakan resto ini dengan resto seafood lain di seantero negeri adalah komitmennya yang tidak menggunakan bahan pengawet, penyedap rasa (MSG) serta kandungan minyak babi. “Saya jamin resto kami no MSG dan halal. Itu komitmen yang sudah saya pegang sejak lama,” jelas kang Zefri si pemilik Chef Epi yang menemani saya dan teman-teman santap sore itu.

Zefri sang Owner Chef Epi (foto dokpri)

Zefri sang Owner Chef Epi (foto dokpri)

Pilihan untuk tak menggunakan MSG bukan untuk gagah-gagahan. “Ini adalah pilihan saya agar konsumen tetap mendapatkan rasa original dari olahan kepiting kami,” ujar Zefri yang sebelumnya pernah terkenal dengan resto seafoodnya di Papaya’s Fresh Gallery, Sukajadi Bandung.

Pengunjung resto Chef Epi biasanya adalah keluarga atau rombongan kantor. Mereka biasanya datang untuk makan siang atau malam. Sebagian pengunjung adalah muka lama yang sudah menjadi pelanggan tetap Chef Epi sejak di tempat lama.

Para Perusuh di Chef Epi (foto dokpri)

Para Perusuh di Chef Epi (foto dokpri)

Menurut saya, saat yang paling asyik mencicipi kepiting di sini adalah saat sore hingga malam hari. Udara Bandung yang sejuk sangat pas untuk dinikmati sambil makan kepiting.

Chef Epi

Jl. Ciumbuleuit no. 152

Sheo Hotel (d/h Hotel Arjuna)

Bandung


2,184 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

4 Comments

  1. D Sukmana Adi
    24 Januari, 2016

    Lucunya mkn kepiting itu memang ribet dan harus pakai tank kadang.pengalaman wktu di dcost

    • syaifuddin sayuti
      24 Januari, 2016

      kebetulan kemarin minim pake tang, kecuali di capitnya yang keras banget

  2. cumilebay maztoro
    24 Januari, 2016

    Awas kolesterol & asam urat, ayo inget umur hahahahaha. Btw harga gimana bang ????

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: