Marketplace yang Menjual Pakaian Pria Berkualitas (sumber qlapa.com)

Kalau kamu pikir industri pakaian masih gitu-gitu saja, kamu salah besar! Ternyata, sekarang produsen pakaian menciptakan banyak inovasi buat produk mereka. Salah satunya Uniqlo, brand asal Jepang yang bikin banyak inovasi baru buat produknya. Berikut ini beberapa teknologi yang dipakai oleh Brand ini:

  • Heattech. Teknologi ini bisa bikin baju yang menghangatkan penggunanya. Kemeja pria dapat mengunci udara panas yang keluar dari tubuh kita. Makanya, penggunanya bisa tetep hangat meski temperatur udara di luar dingin.
  • The AIRism Line. Nah, ini kebalikan dari Heattech. Penggunaan serat canggih Cupro membuat kulit tetap bernafas dan menyerap kelembaban. Jadi, kamu bisa merasa dingin meski temperature ruangan panas.
  • Dry Stretch Pants. Teknologi biasa diterapkan pada celana, dimana celana memiliki kemampuan menyerap keringat yang bagus. Kalau kamu gunakan, rasanya akan selalu kering.
  • Ultra Light Down. Dengan teknologi ini kamu bisa merasa hangat dan tak khawatir sama cipratan hangat. Meskipun tebal, ternyata produk ini ringan banget loh!

Sayangnya, meskipun teknologi semakin maju, barang tiruan tetap saja bermunculan di pasaran dan banyak diburu karena harganya yang murah.

Perjanjian CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) membuat produk Cina lebih gampang masuk Indonesia. Mereka tak lagi dibebani tarif masuk barang. Ini jadi kerugian buat industri kerajianan lokal. Mereka belum siap berkompetisi dengan barang Cina yang murah dan tahan lama. Buktinya, pedagang Tanah Abang mengaku bahwa mereka lebih memilih menjual kemeja pria Cina daripada lokal.

Produk Kemeja Pria Lokal Siap Bersaing di Internasional

Sebenarnya, banyak produk kemeja pria lokal yang berstandar internasional. Misalnya, ada kemeja pria bermotif batik sogan colet di marketplace online. Motif ini asalnya dari sentra batik nasional Pekalongan. Sogan colet berupa pola parang diagonal pada umumnya. Namun, ada tambahan pola bunga dan daun mengikuti garis diagonalnya.

Batik Sogan Colet (sumber qlapa.com)

Kemeja pria batik ini dipasarkan dengan label Batik Mikayla asal Solo. Kualitasnya tergolong premium, dengan jahitan rapi. Bahannya berupa batik tulis. Pokoknya, kalau pakai ini, dijamin kamu bakal jadi yang paling hits deh.

Dengan kualitas premium, Batik Mikayla mematok harga kemeja pria sogan colet cukup terjangkau, yakni sebesar 500 ribu rupiah. Produk ini mewakili jutaan produk kerajinan lain yang menawarkan kualitas serupa. Makanya, minat dunia internasional terhadap kerajinan lokal cukup tinggi.

Pasar Internasional Sambut Positif Produk Lokal Indonesia

Dari segi ekspor, permintaan produk kerajinan tangan Indonesia terus meningkat. Dari 15,5 triliun rupiah pada 2010 menjadi 21,7 triliun rupiah pada 2013. Nilai ekspor tahun 2013 itu berkontribusi sebanyak 18,26 persen terhadap ekspor sektor ekonomi kreatif.

Eksis di luar bukan berarti gak populer di dalam negeri. Nyatanya, konsumsi kerajinan lokal dalam negeri juga mengalami peningkatan. Awalnya 110,4 triliun rupiah pada 2010 menjadi 145,2 triliun rupiah pada 2013.

Selain itu, popularitas kerajinan di dalam negeri juga bisa kita lihat dari data Inacraft. Inacraft adalah pameran produk kerajinan tangan terbesar di Indonesia. Pada tahun 2014, pameran ini berhasil menghasilkan 115,7 miliar rupiah dari penjualan

Pada 2015, Inacraft berhasil menarik 166.635 pengunjung dan menghasilkan penjualan 121,6 miliar rupiah. Jadi, selama lima hari pameran, Inacraft 2015 berhasil menarik 33.000 pengunjung tiap harinya.

Pertumbuhan Ekonomi Naik Seiring Membaiknya Ekosistem Kerajinan Indonesia

Ternyata dengan berkembangnya industri kerajinan kemeja pria, tak hanya pengrajin yang diuntungkan. Kepala Badan Ekonomi Kreatif bilang kalau ada tiga produk ekonomi kreatif yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Fashion, kerajinan, dan kuliner. Ketiganya menyumbang 50% kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Namun, ada beberapa hambatan nih dalam perkembangannya. Salah satunya adalah ketersediaan data dan informasi untuk pengembangan usaha. Selain itu, bisa dibilang kualitas desain dan kemasan masih rendah, begitu juga dengan infrastruktur usaha fisik. Ditambah lagi, ada pemasalahan hak kekayaan intelektual dan akses permodalan. Makanya, pemerintah sedang berupaya meningkatkan produktifitas ekonomi kreatif.

Upaya Swasta Meningkatkan Kemampuan Bersaing Pengrajin Lokal

Pemerintag telah melakukan survey kebutuhan pasar dan training buat pelaku usaha. Dalam hal desain dan kemasan, pemerintah juga mengirimkan desainer ke daerah-daerah penghasil kerajinan.

Di samping peran pemerintah, sebenarnya ada juga inovasi pihak swasta yang bisa dimanfaatkan pengrajin. Ambil contoh marketplace di internet. Nah, ada satu bernama Qlapa.com , mereka menyediakan tempat khusus pengrajin untuk berjualan. Ingat, hanya pengrajin saja, sementara reseller  tak bisa masuk. Jadi, harganya lebih kepangkas karena mata rantai pemasaran pendek.

Situs ini sudah diminati banyak pengrajin sukses. Para pengrajin mengaku omzetnya naik setelah menambah jalur jualan di Qlapa. Ada juga yang memang baru memasarkan di situs ini dan ketagihan untuk melanjutkan jualan.

Buat konsumen, situs ini juga memberikan banyak fasilitas. Misalnya, seleksi produk berkualitas. Kamu bisa nemu kemeja pria berkualitas di qlapa.com. Selain itu, ada juga fitur kustomisasi, jadi pembeli bisa pesan barang sesuai keinginan.

335 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini