syaifuddin.com

Information

This article was written on 18 Agu 2014, and is filled under kesehatan.

Current post is tagged

, , ,

JKN Bukan Sekedar Kartu Sehat

Peserta Workshop JKN berpose bareng Ira Koesno (foto: Fitri Rosdiani)

Peserta Workshop JKN berpose bareng Ira Koesno (foto: Fitri Rosdiani)

Apa itu JKN? Apa itu BPJS? Kalau itu adalah pertanyaan yang muncul di benak anda, rasanya anda perlu membaca postingan ini.

Pekan lalu saya bersama netizen dari berbagai daerah mengikuti workshop mengenai Jaminan Kesehatan Nasional yang diadakan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Selama dua hari (13-14 Agustus 2014) para netizen dibekali informasi mengenai seluk beluk Jaminan Kesehatan Nasional yang merupakan ‘barang baru’ bagi sebagian besar masyarakat di tanah air.

Acara ini penting, sebab informasi mengenai JKN ataupun BPJS sebagai operatornya masih sangat sedikit. Kalaupun ada informasi mengalir tanpa penjelasan yang clear. Itu saya rasakan sendiri. Meski sudah resmi digunakan sejak 1 Januari 2014, JKN yang dikendalikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan belum banyak diketahui dengan jelas oleh publik.

Sebagai pengguna social media, netizen yang menjadi peserta workshop ini diharapkan bisa menjadi agen pencerah informasi pada publik. Netizen yang terlibat dalam kegiatan ini pun didaulat sebagai ambassador (duta) JKN dengan sebutan Sahabat JKN.

Workshop hari pertama diisi dengan paparan menarik mengenai sistem JKN yang dibawakan staf Kemenkes. Kemudian dari BPJS Pusat ikut menjelaskan perihal penyelenggaraan JKN.

Sebelum terlalu jauh, saya akan jelaskan apa sebenarnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

JKN merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Jaminan sosial sendiri pada dasarnya ada beberapa macam, yakni Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Khusus untuk jaminan kesehatan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS Kesehatan ini semula dikenal sebagai Asuransi Kesehatan (Askes).

JKN Untuk Semua Warga
Bedanya dengan sistem yang dianut Askes sebelumnya, JKN bukan hanya diperuntukkan bagi pegawai kantoran saja. Dan bedanya lagi dengan Kartu Jakarta Sehat ala Jokowi, JKN ini bukan hanya diperuntukkan bagi warga miskin. Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

Pada dasarnya peserta JKN BPJS Kesehatan ada 2 kelompok besar, yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan Bukan PBI Jaminan Kesehatan. PBI adalah peserta Jaminan Kesehatan yang ditujukan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.

Sedangkan mereka yang digolongkan bukan PBI jaminan kesehatan terdiri dari Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, serta bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Siapa yang digolongkan sebagai pekerja penerima upah ? Mereka bisa saja berasal dari latar Pegawai Negeri Sipil,
Anggota TNI/ POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah.

Di sini jelas, orang seperti saya yang pekerja swasta masuk golongan non PBI. Sementara bagi mereka yang tergolong miskin/ kurang mampu masuk ke golongan PBI. Itu artinya mereka mendapat subsidi pemerintah sehingga tak perlu membayar iuran per bulan.

Untuk informasi pendaftaran bisa cek di video tutorial berikut ini.

Iuran JKN Seharga Secangkir Kopi

Bagi anda yang kerap menyeruput kopi di gerai waralaba pasti tak menyangka jika iuran kepesertaan JKN per bulannya beda tipis dengan harga secangkir kopi yang anda nikmati.

Ada tiga jenis iuran yang besarnya bisa dipilih sesuai kemampuan finansial anda. Pilihan besar iuran mengacu pada kelas perawatan RS yang bisa didapatkan, yakni :

Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 3 : Rp. 25.000,- per orang/ bulan
Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 2 : Rp. 42.500,- per orang/ bulan
Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 1 : Rp. 59.500,- per orang/ bulan

Dengan tarif yang ringan seperti ini apa yang bisa didapat oleh peserta JKN BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan menjamin semua penyakit dijamin mendapat penanganan menyeluruh yang komprehensif. Sepanjang peserta mengikuti prosedur yang ditetapkan maka benefit jaminan kesehatan akan didapat oleh peserta.

Ada dua prosedur dalam pemanfaatan JKN BPJS Kesehatan. Pertama, peserta dilayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika memerlukan pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas/ klinik swasta/ klinik TNI/Polri atau dokter perorangan yang ditunjuk. Di sini peserta mendapatkan layanan pemeriksaan dokter, obat-obatan, tindakan medis, dan laboratorium.

Kedua, fasilitas kesehatan tingkat lanjut bisa diakses bila penyakitnya serius. Di sini peserta bisa meminta rujukan ke Rumah Sakit. Kecuali jika kondisi darurat peserta bisa langsung ke RS tanpa melalui Faskes tingkat pertama.

Untuk informasi lengkap mengenai JKN BPJS Kesehatan hubungi Pusat Layanan Informasi di No Telp (021) 500400 atau (021) 500567 atau bisa mengakses informasi online di http://www.jkn.kemkes.go.id/ atau http://depkes.go.id/

https://www.youtube.com/watch?v=XwBX-VHX2Y8

410 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: