Hermawan Kertajaya in action/ foto: SS

Hermawan Kertajaya in action/ foto: SS


Komunitas Asean atau lebih dikenal sebagai Asean Community kurang dari 2 tahun lagi bakal diresmikan. Apa dan mengapa mengenai rumah bersama warga di kawasan Asia Tenggara ini sudah kerap didengungkan, namun sosialisasinya tampaknya perlu terus digenjot. Setidaknya ini yang menjadi concern sejumlah pembicara dalam pre event Asian Blogger Festival Indonesia, sabtu lalu di Jakarta (20 April 2013).

Suhu marketing Hermawan Kertajaya yang menjadi salah satu pembicara misalnya, menengarai masih ada kegamangan banyak pihak mengenai gagasan Asean Community yang bakal diterapkan di tahun 2015. Kegamangan itu terlihat dari suara sumbang yang mengkhawatirkan dimana posisi Indonesia pada saat pemberlakuan rumah bersama Asean itu. Apakah benar kita akan bisa memainkan peran strategis, ataukah kita hanya (lagi-lagi) menjadi penonton di pojokan?

Padahal menurut Hermawan tak ada yang perlu ditakutkan dengan Asean Community, karena sesungguhnya Indonesia memiliki ‘modal’ yang cukup kokoh untuk bisa ‘bermain’. Sembari memaparkan sejumlah hasil riset yang dilakukan MarkPlus, Hermawan mengatakan Indonesia harus optimis dengan era baru Asean tersebut. Karena di negeri ini punya modal besar generasi baru yang bisa memainkan peran cukup signifikan di dunia yang tengah berubah ini.

Hermawan menyebut Youth, women, and netizen sebagai 3 pilar perubahan di masa depan, khususnya di era baru Asean Community nantinya. Saat ini bertumbuhnya kalangan kelas menengah banyak disokong oleh mereka yang berusia muda, perempuan dan yang sangat peduli pada dunia maya. Perubahan cepat yang terjadi secara sosial ekonomi juga banyak disokong ketiga pilar tersebut. Seperti di bidang Usaha Kecil Menengah, perempuan termasuk kalangan yang tangguh dalam wirausaha.

Sehingga jika sebelumnya youth, women, dan netizen menjadi minoritas, kini seiring berkembangnya media sosial, ketiga pilar itu menjadi mayoritas.
Mereka membawa dampak positif bagi perkembangan demokrasi secara keseluruhan.

Ia juga meminta blogger dan para penggiat dunia maya untuk lebih aktif lagi mensosialisasikan keberadaan Asean Community. Karena Hermawan melihat posisi blogger lah yang paling memungkinkan masuk ke segala kalangan tanpa birokrasi. Blogger bisa masuk dengan pesan-pesan membangun yang positif agar Indonesia bisa memainkan peran strategisnya.

Blogger Indonesia menurut Hermawan adalah blogger yang jauh lebih beruntung dibandinkan blogger dari negara Asean lainnya. Karena iklim demokrasi yang ada di Indonesia memberinya kesempatan jauh lebih luas dan bebas menyuarakan pendapat. Ini berbeda dari negeri tetangga yang masih memagari kegiatan dunia maya.

Oleh karena itu Hermawan meminta tak perlu gamang menghadapi Asean Community karena bakal banyak keuntungan yang bakal didapat Indonesia. Lebih baik mengeliminir energi negatif dan memaksimalkan energi positif menuju era 2015 mendatang.

Pra event Asean Blogger Festival ini diikuti para blogger yang datang dari berbagai komunitas dan kota. Sementara menurut rencana ABFI akan digelar medio Mei di kota Solo, Jawa Tengah, yang akan diikuti oleh blogger dari sejumlah negara Asean.

1,895 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini