syaifuddin.com

Information

This article was written on 19 Feb 2009, and is filled under opini.

Current post is tagged

,

Hillary Memang Selebriti

Hillary

Hillary

Black In News, siapa ‘selebriti of the week’ pekan ini? Yang jelas dia bukan Katherin Wilson yang lagi seru berseteru di infotainment dengan artis Andi Soraya. Dia juga bukan Luna Maya yang kinyis-kinyis itu.

Buat saya yang pantas jadi seleb of the week adalah Hillary Clinton. Menlu Amrik yang baru saja meninggalkan Jakarta, memang seleb kawakan. Pintar membawa diri dan menjadi perhatian publik dan media.

Lihat saja saat datang, senyum senantiasa mengembang dari bibirnya saat menginjakkan kaki di Halim. Gayanya yang charming membuat semua mata tak lepas memandangnya.

Yang menarik, Hillary kerap menerobos batas-batas protokoler. Semula tak ada dalam rencana ia mendatangi anak-anak SDN Menteng 01 yang menyambutnya. Tapi ia lakukan karena ia sadar bagaimana harus tampil di media.

Gambar ia bersalaman dengan Dubes AS pasti jadi basi. Akan lebih menarik dan menyentuh jika ia berfoto bareng anak-anak SD Menteng itu. Mungkin ia berpikir, pastinya redaktur foto dan tivi akan memilih gambar semacam ini dalam beritanya. Bukan apa-apa, ini adik kelas Obama! Jelas, ini pilihan cerdas.

Bisa jadi fotonya bersama anak-anak Menteng sudah dipandangi Obama dari kejauhan.

Sekali lagi, tak semua selebriti bisa mengambil sikap seperti ini. Hanya mereka yang punya insting ‘sadar publikasi’ lah yang bisa dengan cepat bergerak.

Dan yang lebih bikin saya kagum saat dia tampil di acara musik RCTI Dahsyat, hari ini. Kepintarannya mengambil hati publik benar-benar dia praktekkan. Bincang-bincang yang dipandu Isyana Bagoes Oka dan Luna Maya yang semula hanya dijadwal 10 menit, molor hingga 20 menit. Ini semua gara-gara ia begitu larut dengan topik perbincangannya. Apalagi saat disinggung soal musik, ternyata Hillary adalah fans berat Rolling Stone!

Konon tampilnya Hillary di Dahsyat adalah pilihan dari tim Hillary sendiri. Ia sendiri sejak awal memang dijadwalkan wawancara dengan RCTI. Tapi soal di program apa ia bakal tampil itu yang jadi masalah. Ketatnya jadwal Hillary di Indonesia menjadi alasan utama. Biasanya stasiun Tv pasti menempatkan wawancara dengan tokoh politik seperti Hillary di program prime time alias malam hari. Apalagi ia adalah tokoh politik bukan seniman. Bagi stasiun tv lain mungkin riskan menaruh wawancara semacam itu di siang hari.

Tim Hillary waktu itu tanya, apa program RCTI paling tinggi ratingnya. Dijawab Dahsyat dan Idola Cilik. Idola cilik tak mungkin karena terlalu siang, sementara ia harus berada di Petojo menengok MCK Plus-plus sumbangan USAID. Pilihan jatuh pada program musik Dahsyat.

Mengapa di program musik? Itulah bedanya dengan politisi kita. Ia sadar program ini pastinya ditonton jutaan orang di Indonesia, makanya ia ada disitu.

Hillary di Dahsyat benar-benar membuat atmosfer suasana Dahsyat berbeda. Ia menyapa banyak pemirsa tv melalui program yang sebenarnya cuma hiburan layaknya request lagu di radio. Karena ada Hillary, Dahsyat yang biasa live dari studio RCTI pun sengaja diboyong ke hotel Four Seasons tempat Hillary menginap. Luar biasa! Untuk seorang Menlu negeri adidaya, semua bisa diatur!

Pesona Hillary tak selesai di Dahsyat. Saat ia menengok MCK Plus-plus pun lagi-lagi ia menunjukkan bagaimana seorang politisi harus bersikap pada warga biasa. Ia menyapa warga dengan melambaikan tangan ke semua arah. Ia juga mencoba ngobrol dengan ibu-ibu setempat, meski banyak yang tak bisa berbahasa Inggris. Ia tetap enjoy melihat MCK dan hadir di kawasan kumuh, tak ada rona bete atau suntuk.

Black Community, Hillary memang berbeda dengan pendahulunya. Madeline Allbright meski jago diplomasi terlihat terlalu jadul. Begitu pula Condoleeza Rice, meski kecerdasannya dipuji banyak kalangan, ia masih terlalu kaku untuk seorang selebriti politik. Bahkan kedatangannya ke Jakarta tempo hari, membuat repot banyak kalangan.

1,469 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

4 Comments

  1. syaifuddin
    20 Februari, 2009

    Nadiah,
    aku belajar banyak dari cara dia berkomunikasi dengan publik. sepertinya mudah tampil seperti hillary, tapi kubayangkan tanpa kecerdasan tak mungkin hal itu bisa dilakukan. hillary bisa melakukannya karena sudah terlatih bertahun-tahun. jangan lupa, selain politisi, dia juga pengacara handal dan mantan ibu negara.

  2. Nadiah Alwi
    20 Februari, 2009

    Walau terasa agak berlebihan sambutan terhadap Hillary (baik yang menyambut dengan tangan terbuka ataupun dengan demo), ulasan Mas di atas ada benarnya juga.

    Hillary bisa dibilang ‘smart’ dalam membangun image-nya saat datang kemarin. Aku juga kaget saat menyalakan TV di pagi hari dan melihat wajahnya di acara itu :D.

  3. syaifuddin
    20 Februari, 2009

    mas eko,
    untuk kunjungan perkenalan kemarin saya nilai sukses lah hillary. dia mampu menebar pesonanya. mungkin ini juga salah satu grand desiagn dari amerika untuk mengubah wajah diplomasi luar negerinya yang selama ini carut marut. setidaknya dengan sosok hillary dan obama yang lebih friendly, amerika ingin menyampaikan pesan bahwa tidak selamanya mereka ‘sejahat’ bush dulu. apa benar? kita tunggu saja.

    soal gambar, nyatut dari mbah google. hehehe….

  4. eshape
    20 Februari, 2009

    Mas,
    dapet gambar Hillary darimana tuh…

    He..he..he.. bener tuh Hillary memang luar biasa,
    dia terlihat sangat yakin akan penampilannya
    aku nonton pidatonya aja

    Mantap euyw…

    Sayangnya, kata para analis, dia ini adalah contoh kemunduran politik pro Islam yang di gembar gemborkan Obama

    Saat Obama ingin mendekati Islam,
    justru muncul Hillary sebagai menlu,
    yang ditengarai sebagai seorang politikus yang sangat kuat dukungannya terhadap Israel

    Benarkah demikian?

    He..he..he.. aku juga gak dong mas,

    kita tunggu berita dari pakarnya saja ya…

    Salam Kompak Selalu
    [sampai jumpa di kompasiana]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: