Hati-hati Naik Kereta Api Eksekutif

Suasana di Kabin Penumpang KA Eksekutif Argo Lawu (foto dokpri)

Suasana di Kabin Penumpang KA Eksekutif Argo Lawu (foto dokpri)

Kereta Api Eksekutif. Traveling menggunakan moda angkutan kereta api sekarang jauh lebih asyik. Kepastian dapat tempat duduknya lebih jelas daripada era 10 tahun silam. Sistem reservasi tiket PT.KAI sudah jauh lebih bersahabat dibanding era dulu. Dulu beli tiket langsung di loket, dapat tiket tapi belum menjamin dapat kursi.

Belum lagi soal kenyamanan di dalam kereta api. Jaman dulu saya bisa naik kereta api dari Nganjuk Jawa Timur dan cuma bisa berdiri bersandar di tiang kursi. Padahal beli karcisnya resmi di loket bukan di calon. Sekarang? Tiket dijual sejumlah kursi. Tak ada tiket yang tak berkursi, semua tiket yang dijual pasti ada kursinya.

Gimana soal keamanan? Banyak yang bilang sudah banyak berubah. Memang saya sendiri juga merasakan itu sejak beberapa kali kembali naik kereta api. Tapi apa yang dialami seorang penumpang satu gerbong pagi tadi adalah buktinya, keamanan kereta api masih jauh dari harapan.

Lorong di Argo Lawu (foto dokpri)

Lorong di Argo Lawu (foto dokpri)

Saya menumpang kereta api eksekutif Argo Lawu dari Jakarta ke Solo dengan waktu keberangkatan dari Jakarta pukul 20.15. Sebelum tiba di kota Solo seorang penumpang yang terbangun di Yogyakarta tiba-tiba lapor ke Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) tas tangannya hilang saat ia tidur.

Saya tak tahu bagaimana ending laporannya, karena saat turun di Solo saya masih sempat melihat si bapak penumpang tadi kembali mendatangi kantor Polsuska, mungkin untuk membuat laporan resmi.

Kasus ini sempat saya posting di Facebook dan memperoleh respon beragam dari teman-teman maya saya. Bahkan saya mendapati beberapa fakta menarik mengenai kasus sejenis. Ini beberapa yang saya kutip:

Rosid Di kereta harus lebih hati2 lagi, Bang. Sekarang orang2 berniat jahat berani membeli tiket untuk menjalankan aksinya. Bahkan yg di eksekutif pun jangan pernah merasa aman, mereka rela modal tiket 300rb tapi bisa dpt barang yg mahal…. Secara, penumpang eksekutif bisa dipastikan golongan menengah ke atas yg bawaannya pasti lebih bernilai.

Dyan Liz Handoko Waktu saya pulkam naij kereta jg ada seorang bapak kehilangan tablet … katanya baru saja dipegang . Aneh !

Ludhi Rispriandhi Sy pernah kehilangan 1 tas ransel isi laptop dan pakaian di kreta executive, sdh lapor polsuska tp smp skrg ga jelas progressnya, sejak itu sy ga pernah menaruh tas di atas, selalu di bawah kaki

Waduh, kalau benar bukan perkara baru, rasanya PT.KAI harus berbenah terkait soal pengamanan gerbong penumpangnya. Tidak hanya untuk kelas eksekutif saja yang bayarannya lebih mahal, tapi untuk semua kelas. Saya juga mempertanyakan mengapa tidak ada CCTV di kabin penumpang? Padahal kasus ini bukan pertama kali terjadi. Harusnya ada solusi mengenai ini. Mengatasi kasus pencurian di kabin penumpang kereta harusnya jadi perhatian PT.KAI. Sia-sia mereformasi reservasi tiket, kebersihan kereta dan di stasiun tanpa mereformasi soal keamanan di gerbong penumpang.

Namun ada satu tips ringkas jika naik kereta api eksekutif agar terhindar dari aksi pencurian di kereta api. Pertama, jangan taruh barang bawaan berharga di kompartemen atas tempat duduk. Riskan sekali meletakkan barang berharga jauh dari jangkauan. Siapa yang dapat mengawasi jika barang anda digerayangi maling saat anda tidur?

Kedua, barang berupa tas tangan atau tas berukuran kecil lebih baik dibawa dalam dekapan. Jika bisa dikalungkan di tubuh atau dipasang di pinggang. Saat tidur sebaiknya gunakan selimut untuk menutupi tas dalam dekapan anda. Jika cara seperti ini masih juga gagal, sebaiknya saya sarankan tak usah bawa barang apapun saat naik kereta atau pensiun naik kereta.

Penumpang tidak hanya butuh tiket murah, kereta yang bersih atau ketepatan waktu berangkat saja. Tapi keamanan juga adalah hak penumpang yang mestinya bisa diberikan oleh manajemen PT.KAI. Saya yakin bisa dilakukan.

9,674 kali dilihat, 39 kali dilihat hari ini

4 thoughts on “Hati-hati Naik Kereta Api Eksekutif

Komen Dong