syaifuddin.com

Information

This article was written on 26 Jan 2009, and is filled under opini.

Fatwa Haram Golput pun Keluar

GolputBlack In News, Mendung sejak pagi menggayut di ibukota. Jalanan sepi ditinggal sebagian warganya lantaran libur panjang. Sebagian lagi tengah merayakan imlek. Aku kembali berada di tengah denyut kantor setelah beberapa hari tergolek sakit.

Banyak yang baru, terutama isu media. Mulai dari bis Kramat Jati yang nyungsep ke jurang dan membuat tewas 6 penumpangnya. Persiapan rakernas PDIP yang mulai ramai, hingga soal fatwa haram rokok. Soal rokok pasti kudukung, semata-mata bukan karena tak merokok. Tapi lebih pada kesehatan.

Tapi ada satu lagi yang bikin aku risau, fatwa haram Golput! Duh, ternyata serius tho. Beberapa saat lalu kegundahan ini sudah saya buat tulisan disini. Tapi saat itu saya menyoroti pernyataan Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Saya nyatakan ketidak setujuan saya pada usulan fatwa tersebut. Pro-kontra pun bersambut. Wajar lah. Saat itu saya pikir usulan itu masih sebatas wacana. Eh di tahun baru ini ternyata mewujud.

Menurut Majelis Ulama Indonesia, menjadi golongan putih (golput) itu haram. Karenanya, umat Islam wajib memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Artinya, karena ada calonnya (presiden dan caleg tentunya), maka harus dipilih. Tak memilih berarti haram. Keputusan ini adalah hasil Ijtima’ Ulama Fatwa ketiga MUI yang digelar di Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat.

Para ulama tampaknya tak ingin ada kekosongan kekuasaan jika sampai tak ada pemimpin yang dipilih. Waduh, segitu gawatnya kah? Apa benar angka partisipasi politik kita benar-benar rendah?

Black Community, bingung juga harus menyikapi persoalan ini, karena ternyata sudah menjadi ketetapan para ulama. Tampaknya baru kali ini dalam sejarah republik, pemilu mengikut sertakan campur tangan ulama.

Begitu burukkah sosialisasi yang dilakukan KPU sehingga harus melibatkan pihak lain untuk menghimbau datang ke TPS? Lebih penting dari itu, ini merupakan upaya mewajibkan sebuah hak? Bukankah Pemilu itu adalah hak warga negara?

1,985 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

17 Comments

  1. dir88gun
    28 Maret, 2009

    assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    sudah saatnya kita ganti sistem, semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. […] Fatwa Haram Golput pun Keluar 26 January 2009 by syaifuddin on Syaifuddin Blog …  Persiapan rakernas PDIP yang mulai ramai, hingga soal fatwa haram rokok . Soal rokok pasti kudukung, semata-mata bukan karena tak merokok . Tapi … Tags: Opini […]

  3. arisrahman
    10 Februari, 2009

    Keputusan mengharamkan golput akan merugikan kredibilitas mui dan dapat merusak kepercayan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan sebelumnya. Silakan kunjungi

    usmanyatim.wordpress.com

    @arisrahman,
    saya sependapat dengan anda, mengobral fatwa justru melemahkan posisi MUI sendiri. dan ujung2nya makin tidak dihormati oleh umat.

  4. tiadevianty
    31 Januari, 2009

    Jadi deh bolak balik masuk neraka hahahaha…
    Makin lama makin lucu aja…

    @tia,
    aku juga termasuk yang bingung mencermati putusan ini. apakah salah jika kita tak memilih karena berbagai alasan? siapa lagi yang bisa jawab, jika ada fatwa haram macam ini.

  5. fietha
    28 Januari, 2009

    lha?
    Suka-suka rakyat donk mau milih apa enggak. Wah kaco neh, di alqur’an ama hadist aja ga ada fatwa kek beginian. dan tertawalah dunia melihat indonesia … 🙁

  6. eshape
    28 Januari, 2009

    Salam.

    Agak gak percaya juga bahwa fatw aini akhirnya keluar juga.

    Sama seperti tidak percayanya aku akan adanya ulama Muhammadiyah atau NU di MUI ini.

    Fatwa sudah diketuk dan tinggal hati kita yang berbicara. Kalau menurut hati kita harus golput, kenapa tidak. Hukuman haram itu [kalau memang haram beneran] hanya diadili oleh Allah swt, bukan oleh pemerintah.

    Aku sendiri tidak akan golput, meskipun sampai sekarang masih kesulitan untuk menentukan partai yang akan kucoblos, tetapi bukan berarti aku mengharamkan golput.

    Goput itu suatu hak dan aku menghormati hak itu, meskipun aku ingin supaya hak itu dipakai oleh semua warga Indonesia, tapi tidak harus menjadikan pemilih golput sebagai orang yang melakukan tindakan haram.

    Silahkan simak tulisanku disini :
    http://eshape.wordpress.com/2008/12/26/kotak-itu-namanya-partai/

    Salam

    @eshape,
    terima kasih mas eko yang sudah mampir kemari. soal fatwa haram golput itu menjadi batu ujian demokrasi di negeri kita. ternyata dalam berpolitik kita masih anak TK, yang harus disuruh-suruh. kita disuruh memilih kalau tak memilih nanti dosa. nah, lu! apa bedanya kita dengan anak TK kalau begini? saya lebih senang jika kita dibiarkan menentukan pilihannya sendiri, memilih atau tidak itu adalah hak. toh kalau sistemnya bagus, banyak juga yang datang ke TPS, seperti yang dialami warga Amerika saat berbondong-2 milih Obama.

  7. Ais
    28 Januari, 2009

    wah blognya bagus mas menarik, mas tolong direview dong blog baru saya di http://www.ais-story.co.cc/ makasih mas

  8. aanpiyut
    28 Januari, 2009

    mau haram ke.. mau halal ke.. terserah.. yg penting fatwa itu jangan pesanan..

    fatwa MUI = syunami = BENCANA NASIONAL…

    untuk ulama-ulama NU dan Muhammadyah cepat-cepatlah mengambil sikap untuk menyelamatkan ummat sebelum MUI ini menjadi alat kepentingan pribadi dan golongan..
    baca: aanpiyut.wordpress.com

    @aanpiyut:
    saya kira di MUI juga ada representasi NU dan Muhammadiyah. dan putusan itu pastinya hasil dialog antara mereka juga.

  9. dinikusmana
    27 Januari, 2009

    Wah…berarti udah bertahun2 gue ngelakuin sesuatu yg haram ya karena jadi golput?? weleh2 kebayang ngk sih masa yg gituan di bilang haram…coba deh tuh orang tunjukan di mana tertera dalam kitab yg menyatakan golput haram! busseeettt mbok ya kalo bicara mikir dulu gitu..biar ngk jadi haram omongannya…he..he…

    @dini,
    kalo aku menduga fatwa golput itu pesanan. karena sangat politis sifatnya. mungkin ada pihak tertentu yang ingin diuntungkan dari keputusan ini.

  10. ahmad
    27 Januari, 2009

    bikin banner save gaza: buat posting seperti biasa dengan cara upload gambar save gaza, buat hyperlink gambar ke situs yang dituju. kemudian ambil kode html nya. masuk ke appearance, ambil widget text, kemudian paste kode html tadi. 😀

  11. ahmad
    27 Januari, 2009

    Ikut kata hati saja, kalau memang ada pilihan ya ikut nyoblos. kalau tidak punya pilihan mending golput aja, dari pada asal milih. Asal milih bukannya malah dosa ntar…

    • syaifuddin
      27 Januari, 2009

      ahmad,
      inilah anehnya negeri kita. sesuatu yang hak diwajibkan. nantinya warga akan makin bingung karena fatwa ini.

  12. MQ Hidayat
    26 Januari, 2009

    Semakin hari semakin gak karuan aja semua isi negara ini.
    Kok bisa sampe keluar fatwa demikian sih?
    Bukankah yg harusnya dikaji itu malah sistem pemilunya? kok malah ndukung sistem pemilu yg ada kayak sekarang?
    Bagi saya, tidak memilih juga merupakan sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang juga harus dihormati.

    • syaifuddin
      27 Januari, 2009

      Mq hidayat,
      setuju, mestinya sistem pemilu yang dibenahi dan pelaksana pemilu yakni KPU yang direstrukturisasi. jangan kerja cuma beberapa bulan untuk hajatan yang demikian penting. terlihat sekali buru2nya.

  13. faridpetrucci
    26 Januari, 2009

    keterlaluan, semakin dibatasi saja hak-hak sebagai warga negara Indonesia, ini bisa memicu berkurangnya rasa nasionalis warga karena terkekang hidup di Indonesia. jangan2 fatwa yang telah deal itu sarat akan aroma politik juga, toh pada kenyataannya ULAMA indonesia berebut nyari kursi di DPR & mulai meninggalkan pesantren…

    • syaifuddin
      27 Januari, 2009

      farid petrucci, memang harus ada yang menjelaskan, apakah pemilu nantinya bukan lagi hak warga negara tapi sudah berubah menjadi kewajiban?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: