Duh Indovision!

“Dear indovision, kenapa sejak kemarin petang indovision di rumah kami tak tayang. Di layar tertulis This card is not authorised. CA STBID is 3873 2320 8778 4689 Smart Card is 0000 2330 3118 (6). ID Pelanggan : 401 0000 83478”

Sepotong surat keluhan itu saya kirim lewat email hari sabtu pagi. Email itu saya tujukan pada call center operator tv berbayar terbesar di Indonesia, Indovision karena layanan Indovision tidak beroperasi di rumah sejak jum’at petang. Surat elektronik itu “terpaksa” saya kirim karena hotline service 24 jam Indovision sangat sulit dihubungi.

Terpaksa, karena sejak Sabtu subuh saya terus kontak melalui 3 nomer hotline berbeda, tapi hasilnya nihil. Dan baru pada sekitar pukull 12.45 bisa bicara dengan petugas callcenter.

Setelah saya sampaikan keluhan kemudian petugas mengecek kerusakan di control room mereka, hasilnya menurut petugas, layanan Indovision saya diputus karena bermasalah dalam tagihan. Saya tak terima, karena saya sudah membayar tagihan sebelumnya yang cukup besar. sebagai akumulasi kesalahan sistem tagihan Indovision.

Tagihan itu sendiri aneh, saya langganan paket super galaxy dengan harga promo 50 persen. Tiba-tiba tagihan diakumulasi dengan jumlah yang fantastis. Saya keberatan karena tagihan tidak sesuai promo. Petugas CS Indovision malah menyalahkan saya yang mendaftar promo setengah harga namun tak memasukkan surat keterangan dari HRD tempat saya bekerja.

Saya katakan, saya ikut promo ini karena syaratnya ringan, cukup melampirkan copy ID pegawai. Sales yang menawarkan paket ini tak pernah sedikitpun menyinggung soal surat keterangan HRD. Aneh begitu ada tagihan dan jumlahnya fantastis mereka seenaknya bilang itu kesalahan saya.

Bulan lalu saya dapat tagihan 548.707. Jumlah itu berkurang jauh dari tagihan awal. Saya lunasi tagihan itu dan bulan ini saya punya tagihan hanya 129.500 saja. Mengapa tiba-tiba diputus karena dianggap bermasalah dalam tagihan? Ini baru tanggal 17 Desember, kalaupun saya belum membayar itu belum jatuh tempo.

Yang saya tak habis mengerti bagaimana tim CS Hotline Indovision melayani keluhan pelanggan? Email yang saya kirim tak satupun berbalas. Begitu juga dengan sms. Yang lebih parah adalah Hotline service susah dihubungi. Kalaupun nyambung, saya tak sekalipun bisa bicara dengan petugas. Selalu berhadapan dengan mesin penjawab otomatis dan diminta menunggu lama dan diakhiri dengan kata “maaf customer officer kami sedang sibuk”.

Karena cara konvensional tak ampuh, saya kemudian menghubungi melalui akun twitter @Indovision_TV. Lumayan cepat tanggapannya. Dan kurang dari sejam Indovision di rumah kembali normal. Namun itu hanya berlangsung sesaat, dua jam kemudian kembali “pingsan” hingga hari Minggu. Dan kembali saya harus menempuh perjalanan panjang untuk menyampaikan keluhan. Sepanjang Sabtu malam tak satupun twit saya ditanggapi, begitupun dengan telepon yang selalu gagal bicara dengan CS officernya.

Pelajaran terbesar dari kasus ini adalah membangun hotline service yang tangguh tidak selesai dari sekedar niat. Nomer CS hotline, sms, maupun alamat email yang ditempel di tiap decoder di rumah pelanggan tentunya bukan pajangan penghias decoder belaka.Harus ada sistem integral dengan petugas yang memiliki sense terhadap pelanggan. Mengapa mencantumkan nomor sms yang bisa dihubungi jika ternyata sms itu tak dijawab. Mengapa pula mempunyai alamat email kalau tak ada tanggapan keluhan pelanggan.

Di era teknologi informasi seperti sekarang customer tak bisa dianggap hanya sebagai bagian catatan jumlah pelanggan.Dia harus dimaintain, dimanusiakan. Customer, siapapun dia punya hak penuh atas layanan terbaik. Karena kepuasan customer akan menjadi iklan gratis bagi customer lainnya dari mulut ke mulut. Sementara ketidak pedulian terhadap customer akan membuat sebuah brand laksana menggali kuburnya sendiri.

6,637 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

32 thoughts on “Duh Indovision!

  1. neh saya barusan dapet surat penalty, saya disuruh bayar Rp. 400.000, waktu mau pasang pada sales tidak ada penjelasan bahwa akan ada denda penalty jika berlangganan belum mencapai 1 tahun. Mendingan saya diemin aja neh surat, seperti di peras. uang 400 bagusan buat beli beras daripada harus bayar tapi buat kayain si Tanoesoedibjo
    Cuiih..

  2. Saya daftar indovision udah 8 bulan belum dateng-dateng juga teknisi nya ke rumah gara-gara pas pertama mau dateng ga ada orang di rumah..abis itu telp ke cs nya buat bikin janji lagi hasilnya sampe sekarang belum ada tanda-tanda mereka bakal dateng…

  3. aduh jadi ngeri nih, per hari ini 24 april 2014, sy aktivekan kembali tayangan indovision sy, dan sy sempat berhenti sekitar 6 bulan, tapi barusan sy bayar denda 600rb untuk 6 bulan yg di block ya Allah semoga sy tidak mengalami nasib buruk, Amien…..

  4. Saya dr pertama kali Telkomvision langganan Jelek Kualitas nya, trus ganti lagi Indovision juga gitu pas pertama pasang hari pertama hujan langsung hilang2 signal nya, trus ganti ke nexmedia aneh nya tuh nexmedia kalo kita colokin alat pijit urut pake listrik selalu hilang gambar pada saat menonton tv nexmedia, lalu saya ganti lagi menggunakan layanan Big TV dari promo nya sih bagus banyak Full HD nya.
    Jadi Set Top Box saya ada 4 biji, Set TOP BOX itu bisa di install android gak yah ? lumayan kan.

  5. Sy dari papua lbh kecewa dan sgt kecewa, blm slsai ngmg sm cs lgsg ditutup tlpnya, dgn kasar pula, sy bayar tiap bln 259 slma setaon tp hny bs nonton rcti dkk sj, itupun hlg2

  6. wah banyak banget ya komplain Indovision, jadi tepat deh saya berenti langganan, sekarang pake yang dari EMTEK group namanya NExmedia lancar banget, mana BPL mau tayang di Nexmedia lagi, so buat yang masih susah2 buruan deh langganan Nexmedia hehe jadi promosi kayak salesnya nih….

  7. Berbagi pengalaman sedikit ya teman2
    dulu saya pernah berlangganan Indovision (lupa paket apa) pokoknya langsung bayar 2 bulan.
    nah pada saat memasuki bulan ketiga. emang saya bayarnya telat (karena posisi tugas di perbatasan indonesia-malaysia) & saluran di putus. ketika pulang ke rumah saya melunasi pembayaran tsb. tapi stlh saya lunasi saluran blm jg muncul. hampir tiap 4 jam saya hubungi CS & jawabannya slalu sama “mohon di tunggu sebentar ya pak”.
    hal seperti itu trus terulang sampai 4 hari sampai akhirnya habis juga kesabaran saya.
    pada hari kelima saya langsung datang di kantor cabang & menanyakan hal tersebut tapi apa jawaban dr kantor cabang tsb? mereka mala bilang tidak tau apa2. langsung saja karena jin ifried uda masuk ke otak saya. akhirnya saya obrak abrik itu kantor cabangnya. smua pegawai hanya bengong. itu ceritaku. apa ceritamu?

  8. Saya juga bgtu, bru bbrp bulan langganan, saya bosan dgn filmnya yg diulang2, apalagi anak sy yg tdnya suka kartunnya lama2 bosan. Jadi saya kadang bayar kadang nggak, bgtu bbrp hari lalu saya sampaikan mau berhenti langganan lewat twitter indovision, dibalas dgn mereka bahwa sy hrus mbayar pinalty 400rbu.. Waduuhhh pemerasan bgt.. Rasa2nya kita pelanggan indovision harus kumpul untuk melawan indovision mengenai masalah2 kita. Atau kalo perlu harry tanoe itu kan pemilik Mnc sky, kita datangi saja pemiliknya.. Saya mnyesal bgt berlangganan. Niatnya mau menyenangkan anak tp malah tekor

  9. MNC adalah perusahaan nasional , tapi utk indovision perusahaan RT (rukun tidur) , hehe..saking kayanya nih perusahaan atau pelit ke pegawainya (gaji kecil) sehingga malas untuk bekerja.Dan merasa di butuhkan konsumen jadiya begini …gak pernah ditanggapi konsumen komplain. Sy sudah langganan 3thn karena sudah kecewa berat jadi pindah ke megavision (semua channel dari program indovision) sampai saat ini puas ..murah lagi dan ada internetnya.

  10. SHITTTTT !!!!!
    Pagi, Siang, Malam, telpon gak pernah ada orangnya… ada yang kerja gak seehhh ??? Saya berlanggan bukan gratis yah!!! Tiap bulan saya bayar! Ini lagi ada masalah harus mengadu kemana lagi? selain MNC Sky Vision ??? Kalau gak serius berbisnis, tutup aja bang***. Saya harus telp seharian habisin biaya pulsa hingga ratusan ribu untuk telpon dengerin mesin yang ngomong aja ??? Sadar dong !!!

  11. Kalau saya sih kecewa dengan film yg katanya Box office. Memang film box office tapi beberapa tahun yang lalu. Kemudian selama 3 bulan filmnya di ulang2 lagi… Hadeeh lebih bagus film Trans dan Global padahal tak bayar.

  12. Merinding saya membaca postingan diatas semua, karena ternyata saya tidak sendiri…, sebelumnya saya berlangganan telkomvision, namun karena siaran bola selalu di blok maka saya mencari alternatif lain (Indovision), saya baru berlangganan baru tgl 06 Oktober 2012, alhamdulillah lancar hingga sekitar tgl. 19 Oktober hilang semua siaran, berulang kali saya contact ke call centre sulitnya setengah mati dan saat tersambung dijawab akan di tampung dan diteruskan ke bagian teknis dan perbaikan akan memakan waktu 1 x 24 jam….rupanya 1×24 jam dikalikan sekian hari…karena hingga saya membuat postingan ini belum ada perbaikan sama sekali…menyesal saya pindah dari provider sebelumnya.

  13. ha ha ha … mantap nih komentnya… dari januari sd september 2012 masih nyambung bahasannya, artinya indovision masih belum memperbaiki kinerja untuk CS. saya sdh 1 thn lebih 3 bulan berlangganan baru bulan ini signalnya ngak bisa “ngonci” putus -nyambung terus..gara2 saya telat bayar 2 bulan sempet ke putus kemudian sy lunasi ,dan statusnya aktif kembali, tapi yg gitu masih putus-nyambung signalnya. Kebetulan lg searching d internet kali aj ada yg tau cara ngunci/setting signal d dekoder, abis klo telp CS pasti lama responnya. eh malah dapet web ini ny ngebahas masalah indovision. ok lah, sy jg berfikir untuk mengganti dng firs media…

    • mestinya postingan ini dibaca indovision. saya sudah sertakan linknya ke situs mereka. semoga jadi pelajaran buat mereka, bahwa bisnis tv berbayar bukan perkara menjaring pelanggan semata, tp bagaimana memaintain teknologi dan juga pelanggan itu sendiri.

  14. hmmm…….. soal tagihan indovision memang yahuud…
    seperti nya memaksa pelanggan untuk hitung hitungan lebih dalam ,adu argumen…klo org sibuk yaa pasti dibayar aja tuuuh….

    soal line telfon ..bila tersambung..disuruh nunggu lagi..sambil di setelin lagu …gilirin tersambung…waktu ditanya kenapa lama skali…. hmmm “maaf kami baru memperbaiki sistim…”
    sistem sistem dan sistem………….

    waktu saya konfirmasi pmbayaran biasanya 159.000 kok tiba-tiba bln berikut 383…cs bilang bapak byr 159.000 saja ke atm …ternyata di atm tidak bisa di rubah angka nominalnya tetap 383….sy jd malas membayarnya (klo sy hrs ke kantor pusatya gak ada waktu) …..1bln berikut sy coba ngecek tagihan saya ternyata keluar angka yg begitu fantastis 500an owww…..

    saya kecewa dengan indovision …. sy langganan indovision karena memenuhi selera anak sy ..ada kartu network,animax dll…
    walaupun kontrak saya paket venus msh 6 bulan lagi ….dan sy tidak tau lagi tayangan sudah diputus / tidak ..karena sy tidak mau setel lagi alias sy copot…
    sy tetap tidak mau bayar………….denda/ ataupun pinalti………….

    • kalo gak bayar tagihan indovision dalam 1 bulan apakah diputus tayangan dan 1 bulan ke depan tagihan indovision membengkak

  15. Saya ingin berbagi pengalaman untuk rekan2 semuanya, menurut saya TV berbayar Firstmedia (posisi saya di jakarta) jauh lebih baik untuk soal pelayanan, krn dr hotline telepon saja percakapan direkam oleh mesin….. kebetulan rumah di daerah saya sudah tercover jaringan Firstmedia (sekedar tahu aja bahwa Firstmedia tidak memakai parabola macam indovision hanya memakai kabel layaknya saluran telepon telkom gt), saya memakai indovision alesannya cuma 1, mereka Indovision (PT. MNC Skyvision) adalah pemegang hak siar Liga Inggris (Barclays Premiere League) & Liga Champions, dan saya hobi nonton bola. Dirumah juga berlangganan Firstmedia, boleh dikata untuk permasalahan (yg menyangkut pelayanan) Firstmedia : Indovision adalah 1 : 99 alias 1 % berbanding 99 %. tiap kali mau bayar tagihan, saya pasti selalu “kroscek” terlebih dahulu (dengan keluhan sama spt rekan2 semua hotline susah sekali dihubungi, email ga pernah dibales dll), ini saya lakukan untuk mengantisipasi jika tagihan tidak sesuai dengan kenyataan. Doa saya hanya 1, semoga hak siar Liga Inggris tahun depan di pegang TV berbayar yang lain, mengingat hak siar untuk liga champions tahun depan sudah dipegang oleh PT Elang MahkotaTeknologi Tbk (EMTEK Group) dengan Nexmedia-nya (SCTV punya). So, bagi rekan2 yang ingin berlangganan TV berbayar, memang harus jeli dalam memilih TV berbayar, tidak hanya harga atau paket yg ditawarkan, tetapi dari teknologi, kualitas dll juga wajib diketahui, dan dari semua itu yg paling penting adalah SEBAB mengapa ingin memakai TV berbayar, sbg contoh diatas saya krn hak siar liga inggris untuk Indovision. dan pilihan untuk memakai Firstmedia krn tidak memakai parabola dan ada pilihan saluran HD, akan lebih baik memakai kabel daripada parabola krn dirumah saya “kawinkan” dengan TV full HD.

    Salam,
    Najib

  16. Ternyata bukan cuma saya yang ketiban masalah ini, tayangan TV di rumah saya juga sudah mati sejak 10 hari lalu sampai sekarang, Padahal tagihan terus saya bayar. Saya call hanya Answering machine yang jawab, sms tdk pernah dibalas apalagi email. Pulsa saya sudah puluhan ribu melayang hanya untuk mendengar mesin dan mendengar musik menunggu sang cs menjawab. Perusahaan yang aneh….. Apa mereka hanya mempekerjakan satu orang CS?.
    Waktu pertama kali pasang saya sudah merasakan firasat yang nggak enak, teknisi datang berbondong-bondong jam 10 malam dengan mobil yang mau tidak mau saya terima karena saya pikir kapan lagi waktunya. Setelah itu antena akhirnya dipasang di halaman belakang saya yang pohonnya cukup rindang yang otomatis kualitas siaran tidak terlalu baik, mereka memasangnya di halaman karena alasannya mereka tidak bawa tangga dan memasang di atap rumah saya atapnya nanti bisa jebol karena tidak ada Alatnya, itupun katanya salah saya karena saya sewaktu memesan tidak request tangga kepada teknisi waktu di telepon dan katanya saya tidak bilang kalau mau dipasang di atap rumah saya…. “Hahahaha” saya tertawa dalam hati dan berpikir ini seperti alasan anak SD yang gak ngerjain PR!. Masa saya harus bilang dulu saya mau pasang di atap rumah dan saya harus minta mereka bawa tangga. Seharusnya mereka siap dengan semua Tools untuk menjaga semua kemungkinan buruk yang terjadi dilapangan.
    Saya tidak tahu harus bagaimana lagi menghubungi CS-nya karena ini sudah 2 kali saya mengalaminya. Dan saya sudah 2 tahun berlangganan yang nantinya saya bakalan capek juga seperti mas Sayuti. Saya ganti aja sama TV berlangganan yang lain. Toh bukan hanya Indovision yang menyediakan TV berlangganan.

    Salam
    Ary

  17. Saya juga mengalami hal yang sama berikut E-mail saya ke pihak Indovision :

    Saya Rika Simatupang dengan No.Id Pelanggan : 301010261050, ingin menyampaikan keluhan
    seputar seringnya hilang signal atau signal Quality yang tidak
    menunjukan indikator sama sekali semenjak diganti dengan Decoder
    samsung saya sering menerima gangguan :

    technical problem
    Set- Top Box is unable to receive signal

    tolong segera ditindak lanjuti karena permasalahan ini sudah terjadi
    kurang lebih 4 kali sepanjang satu bulan penggunaan.Terima kasih atas
    perhatiannya.

    Namun yang saya dapati justru NO Response sama sekali, Telpon tidak Bisa Sms tidak diterima, E-mail tidak direspon, Posting di Guest Book tidak ditayangkan. lalu mo kemana kita mengadukan keluhan ini..ckckckck..

  18. beberapa waktu yang lalu saya pernah menanggapi beberapa comment ketidak puasan pelanggan indovison, dan saya salah satu pelanggan yang puas waktu itu dengan pelayanan indovision, sebagai pelanggan aktive saya juga ingin membanggakan kwalitas indovision, namun setelah beberapa hari comment saya ternyata saya mengalami naas yang sama dan sangat-sangat kecewa dengan perlakuan hotline service indovision yang sebetulnya cukup ramah dengan pelayanan kepada customer tapi action ke lapangan sama sekali nggak nyambung.
    sekitar minggu pertama bulang desember 2011 saya telepon ke layanan indovision 24 jam tentang gangguan indovision dirumah saya, oleh karena waktu itu posisi antena yang bergeser dan saya juga mengalami pindah rumah yang masih satu area jarak +/- 50 meter, beberapa hari technisi datang namun decoder ternyata hilang, sehingga saya harus mengganti sebesar Rp. 748.000,– saya sudah membayar transfer bca pada tanggal 24 Desember 2011, dan pembayaran abonemen per triwulan Rp. 940.741,– dengan harapan kelluarga kami bisa menikmati tayangan indovision di liburan natal dan tahun baru. saya menunggu tehnisi indovision tidak kunjung datang, customer indovision sudah menelpon tentang pembayaran via e banking sudah diterima, tehnisi baru datang sekitang tanggal 27 desember 2011 membawa decoder, tapi tidak dipasang karena alasan decoder yang lama tidak ada, karena waktu kunjungan saya tidak ada dirumah dan hanya bertemu dengan karyawan saja, dan tehnisi itu tidak jadi pasang malah kembali lagi, kemudian besoknya saya telepon kembali ke hotline service, dengan alasan tehnisi banyak pelanggan yang harus melayani 3 hari kemudian sejak saya telepon tehnisi baru telepon saya jam 20.30 sepertinya koq kurang sopan secara logika malam-malam harus service peralatan elektoronik yang perlu waktu yg cukup, tehnisi baru datang 2 hari kemudian siang hari decoder sudah dipasang tapi tetap belum ada ijin tayang karena menurut tehnisi harus ada kartu tayang dimana saya harus bayar Rp. 200.000,–, tehnisi tanpa ba bi bu langsung pulang begitu saja. dan kembali saya telepon ke hotline service ternyata menurut petugas pengaduan tersebut katanya untuk decoder jenis samsung ada card tayang didalamnya, saya buka dan saya periksa tidak ada card tayang dan mereka bilang mungkin tehnisi lupa membawa, dan dijanjikan untuk besoknya akan datang tehnisi yang memasang card tayangnya….tetap juga saya harus menunggu lama, baru 2 hari kemudian tehnisi tidak datang tapi hanya menelpon saya menanyakan keluhannya apa ….. saya jadi kesel menjawabnya kenapa tehnisi yang dikirim tidak siap dengan tugasnya, dia nggak jadi datang karena dia nggak tahu kalau masalah card tayang, aneh nggak sih …………..
    kemudian saya telepon kembali ke pengaduan dan dijawabnya memang ada miss comunication bahwa card tayang saya wajib bayar Rp. 200.000,—
    cara kerja macam apa sih ini …………. saya benar-benar kecewa , kecewa ……
    tahu begini saya tidak transfer uang sebanyak itu, mendingan saya pasang baru hanya dikenakan 250ribu dan iuran pertama. udah beres.
    ini proses bertele-tele nggak selesai juga sampai sekarang, saya minta ke indovision ada perhatian menyelesaian perkasus dengan baik dan profesional. saya tidak mau bayar card tayang, tapi mohon pihak indovison bertanggung jawab dengan penugasan tehnisi hingga tuntas.

    • posisi konsumen memang masih lemah di negeri ini. saat dijaring sebagai pelanggan kita dirayu sedemikian rupa. begitu ada komplain mereka seolah tuli. mereka tak sadar bahwa konsumen itu ‘harta’ mereka yang paling berharga.

  19. Saya juga mengalami bahwa Customer Service System -nya tidak baik, amburadul. Sepertinya tidak dipersiapkan sistem yang baik akibat lonjakan pelanggan karena hanya gencar melakukan promosi.

      • saya juga baru jadi pelanggan top tv bulan lalu tapi sejak 9 September 2012 sudah 5 hari tidak tayang tertulis masalah teknis>>>dihubungi customer service tidak bisa>>>alias sibuk terus juga lewat sms>>

Komen Dong