Digital Airport Hotel

By | 27 Agustus, 2018

Ada yang baru di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Di bandara kebanggaan Indonesia ini kini ada fasilitas hotel kapsul pertama yang beroperasi di airport tanah air.

Namanya Digital Airport Hotel. Buat para traveler yang wira wiri dari satu bandara ke bandara lain jelas fasilitas ini lumayan memudahkan. Setidaknya jika kita butuh terbang pagi-pagi sekali tak perlu berangkat tengah malam dan bermalam di selasar bandara yang dingin dan apa adanya itu.

Lorong Digital Airport Hotel (foto dokpri)

Atau jika harus transfer atau pindah pesawat ke tujuan lain yang memaksa kita bermalam atau beristirahat 3-4 jam, lumayanlah keberadaan hotel ini untuk menghilangkan penat. Karena di sini kita bisa istirahat dengan dua pilihan, nginap hanya 6 jam atau menginap semalaman. Tinggal pilih sesuai keperluan dan tentunya sesuai budget kita.

Hotel Kapsul Futuristik

Kabin kapsul di lantai atas  (foto dokpri)

Digital Airport Hotel adalah hotel berkonsep kapsul. Bentuk kamarnya tidak seperti kamar hotel pada umumnya. Kamarnya berbentuk kapsul berukuran 1×2 meter. Kapsulnya dibuat bertumpuk. Ada yang di bawah dan ada pula kamar yang ada di atas.

Ada 120 ruang kamar yang ada di Digital Airport Hotel. Keseluruhan kamarnya berdesain futuristik, layaknya kabin pesawat masa depan. Soal futuristik, pengelola hotel mengaku sengaja menciptakan kesan tersebut agar pengunjung tidak merasa berada dalam ruang kecil yang sumpek.

Panel di kabin yang futiristik (foto dokpri)

Awalnya saya sendiri mengira wah bakalan sumpek nih kalau masuk ke dalam ruang kapsulnya. Saya juga sempat membatin, wah kekecilan ruangnya untuk ukuran badan seperti saya. 

Setelah saya mencoba masuk ke dalam ruangnya, ternyata anggapan saya salah. Ruang tidurnya lumayan lega untuk satu orang. Jika kita duduk masih tersisa ruang sisa untuk kepala yang lumayan ukurannya. Jadi gak perlu takut bakal nyundul kepala kita.

Interior Lega (foto dokpri)

Nah, saat rebahan saya juga masih merasa ada ruang sisa yang bisa saya gunakan untuk bergelimpangan. Ukuran kasurnya cukuplah buat saya yang punya tinggi tubuh 167-an sentimeter. 

Lalu bagaimana fitur dalam ruangan kamarnya? 

Untuk masuk ke kabin ruang kamarnya pengunjung butuh kartu akses. Tidak sembarangan orang bisa mengakses kamar karena kartu akan terus diperbaharui secara digital, sehingga kalian gak usah cemas kamarnya bakalan disabot orang lain.

Cozy Place (foto dokpri)

Masuk ke dalam kapsul kita berasa masuk ke dalam kabin pesawat masa depan. Kesan futuristik bisa dilihat dari panel-panel yang ada di kamar, yang disediakan untuk mengatur pencahayaan ruangan ataupun acara tv.

Pilihan warna interior yang dominan putih tampaknya sudah dipikirkan matang-matang, karena jadi berkesan solid dan mewah, serta memberi kesan futuristik. Untuk menonon TV pengunjung tak bisa menonton dan mendengarkan suaranya secara langsung. Ada head set yang disediakan bagi pengunjung yang ingin menonton televisi.

Oiya gimana kalau kita bawa barang-barang karena ingin traveling ke negara atau kota lain ? Ternyata di sini disediakan loker bagi barang bawaan kita. Jadi, kalau mau istirahat ya sudah gak perlu mikirin barang bawaan. Langsung masukin ke loker, enak kan..

Selain kabin tempat beristirahat, Digital Airport Hotel menyediakan fasilitas ruang menyusui yang cozy, toilet, ruang bilas terpisah bagi pria dan wanita.

Untuk sementara menginap di hotel kapsul ini pengunjung harus datang langsung ke Digital Airport Hotel yang ada di Terminal 3 Ultimate di terminal kedatangan domestik di area komersial.  Namun pengelola menjanjikan di masa depan reservasi bisa dilakukan secara online.

274 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.