Seorang kawan pernah menerima parsel atau bingkisan dalam jumlah yang cukup banyak saat hari Raya Iedul Fitri. Wah enak banget, bisa gak perlu beli kue lebaran deh, pikir saya waktu itu. Ternyata setelah dibongkar, jumlahnya menyusut. Hanya setengah dari totak keseluruhan bingkisan itu yang bisa dinikmati. Sisanya? Ada yang rusak, kadaluarsa, dan meragukan soal halal/haramnya.

Duh, sayang banget jika itu sampai terjadi pada kita. Uang sudah dibelanjakan namun karena ketidakcermatan kita berdampak pada kemubaziran.

Padahal kalau saja si pengirim parsel mengerti cara memilih pangan olahan yang aman, kejadian seperti itu bisa kita hindari.

Beruntunglah saya kemarin (Selasa, 5/6) sempat mengikuti talk show yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pejaten Village, Jakarta. Di acara ini dipaparkan tips memilih makanan kemasan yang aman saat Lebaran. Hadir sebagai narasumber yakni Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Suratmono MP, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S.Lukman, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy N.Mandey.

Menurut Suratmono, talk show yang digelar Badan POM di tempat umum seperti pusat belanja adalah merupakan cara Badan POM mendekatkan diri dengan masyarakat konsumen. Masyarakat perlu diedukasi mengenai pentingnya keamanan pangan yang akan dikonsumsi. Apalagi menjelang hari raya Lebaran kebutuhan pangan olahan atau pangan dalam kemasan meningkat sehingga membutuhkan pengetahuan yang cukup agar bisa memastikan produk yang kita makan adalah produk yang aman.

Ketua GAPMMI, Adhi S.Lukman (foto dokpri)

Sementara itu Ketua GAPMMI Adhi S.Lukman mengatakan, edukasi konsumen memang perlu dilakukan. GAPMMI sejak awal memang mempunyai perhatian pada persoalan bagaimana membuat konsumen cerdas. Cerdas dalam artian memahami apa yang akan dan apa yang dikonsumsi sudah aman. Ia menyambut baik upaya Badan POM yang mensosialisasikan CEKKLIK kepada konsumen.

Yuk CEKKLIK

Ternyata memilih makanan kemasan yang aman itu mudah lho. Cukup ingat kata CEKKLIK. CEKKLIK ini adalah sebuah upaya preventif agar konsumen tidak menderita kerugian saat berbelanja dan mengonsumsi makanan kemasan. Kerugian di sini selain masalah ekonomi juga terkait dengan kesehatan. Maksudnya adalah, saat membeli makanan kemasan, entah itu produk dalam negeri ataupun impor dari luar negeri, konsumen mesti cermat dan jeli melihat apa dan bagaimana produknya.

Contoh Parsel Bermasalah (foto dokpri)

Langkah pertama, Cek Kemasan yang membungkus produk. Lihat baik-baik apakah kemasannya tidak rusak, misalnya kalengnya tidak penyok, kertas pembungkusnya tidak sobek, atau botolnya tidak retak atau pecah. Sebab jika itu terdapat dalam produk makanan yang kita beli, ada kemungkinan produk tersebut berpotensi terkena unsur dari luar yang membahayakan kandungan makanan.

Kedua, Cek Label produk. Label makanan berguna untuk memandu kita melihat apa saja kandungan gizi, komposisi bahan pangannya, hingga tanggal produksinya. Jika sebuah produk tidak menjelaskan kandungan atau komposisi bahannya konsumen mesti waspada sebelum membelinya. Bila barang yang kita beli adalah barang impor, pastikan juga di label produk ada penjelasan dalam bahasa Indonesia. Jika masih menggunakan bahasa negara asal lebih baik tidak kita beli.

Produk makanan impor tak mencamtumkan petunjuk dalam bahasa Indonesia (foto dokpri)

Ini contoh produk bumbu masak yang sudah kadaluarsa (foto dokpri)

Ini contoh produk bumbu masak yang sudah kadaluarsa (foto dokpri)

Ini contoh produk bumbu masak yang sudah kadaluarsa (foto dokpri)

Buah kalengan ini tak layak konsumsi karena kalengnya penyok (foto dokpri)

Pengecekan Label juga berguna bagi konsumen yang sensitif dengan isu halal/haram produk pangannya. Jika makanan non halal, harus dicantumkan simbol binatang yang dimaksud, misalnya Babi berwarna merah.

Ketiga, Cek juga masalah Izin Edar sebuah produk. Ini bisa dilihat pada label di kemasan produk. Izin edar biaanya dikeluarkan otoritas pangan sebuah negara untuk melindungi konsumen dari produk buruk yang dikeluarkan produsen. Keberadaan izin edar dalam kemasan juga sekaligus berfungsi menandai siapa produsen sebuah produk, sehingga jika terjadi pelanggaran mudah ditelusuri keberadaan sang produsen.

Keempat, Cek juga Kadaluarsa sebuah produk. Biasanya tanggal kadaluarsa produk dipasang di bagian bawah, atas atau di badan kemasan produk. Di situ tertera tanggal, bulan, dan tahun sebuah produk dinyatakan sebagai produk yang tidak layak konsumsi. Tanggal kadaluarsa sendiri sebenarnya merujuk pada batas akhir sebuah produk bisa dikonsumsi manusia. Biasanya tanggal yang tercantum diberikan kelonggaran beberapa hari hingga produk tidak layak.

CEKKLIK Ke Lapangan
Selain menggelar talkshow, acara Badan POM kemarin juga diisi dengan edukasi CEKKLIK bagi blogger yang hadir dengan cara praktek langsung mengenali parsel Lebaran yang bermasalah. 5 orang blogger diminta mendeteksi makanan dalam kemasan yang bermasalah. Cara deteksinya dilakukan sesuai dengan prinsip CEKKLIK.

Sesi ini berlangsung seru, secara umum blogger yang hadir sudah cukup memahami apa itu CEKKLIK. Meski ada beberapa hal yang perlu penegasan dari petugas Badan POM yang hadir. Menurut saya ini bentuk edukasi yang fun, bermain yang menyenangkan.

Kepala BPOM Penny K.Lukito melakukan sidak makanan kemasan (foto dokpri)

Selain itu, juga dilakukan peninjauan lapangan ke salah satu tenant yang menjual produk makanan berkemasan. Peninjauan ini dipimpin langsung Kepala Badan POM ibu Penny K.Lukito. dalam peninjauan Kepala BPOM sempat memeriksa kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluarsa di  sejumlah produk yang didisplay oleh sebuah tenan besar.

Umumnya, tak ada yang sangat menonjol ditemukan dari hasil Sidak yang dilakukan oleh Badan POM ke gerai belanja tersebut. Namun Kepala BPOM sempat menemukan kemasan kaleng susu yang sudah penyok masih ditampilkan di area display.

Ohya, ada info menarik Badan POM akan menggelar lomba Blog lho. Seperti apa lombanya, pantengin terus channel media sosial Badan POM berikut ini :

Call Center Badan POM 1500 533

Website BPOM http://www.po,.go.id

Twitter : @bpom_ri

Facebook : bpom.official

Instagram : @bpom_ri


564 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini