Mendadak Narsum di Metro TV (foto dokpri)

Jadi narasumber sebuah program berita di televisi tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Selain karena merasa belum pantas menyandang kepakaran dalam bidang apapun itu, saya merasa di depan layar bukan dunia saya.

Meski sebelumnya sangat dekat dengan dunia broadcasting lantaran pernah 16 tahun berkecimpung sebagai jurnalis tv, namun tampil sebagai narsum dalam program berita adalah problem tersendiri. Sebab tak pernah membayangkan sebelumnya.

Selama ini saya justru pernah berada di posisi yang mencari nara sumber untuk program berita yang saya asuh. Saya masih ingat bagaimana sulitnya mencari narsum untuk dialog pagi di Program Halo Indonesia di Anteve. Mencari tokoh yang tepat, meyakinkan tokoh tersebut untuk hadir di program kita adalah sebuah pekerjaan yang menantang.

Duet Presenter MetroPlus dari Metro TV (foto dokpri)

Saat pindah stasiun tv, mencari narsum dialog pagi menjadi tantangan baru bagi saya. Bedanya, di TPI saya tak mencari sendiri tokoh yang akan dijadikan tamu dialog. Kami memiliki tim yang salah satu diantaranya adalah seorang guest booker (pencari tamu). Teman saya itulah yang banyak berperan sebagai pencari narsum.

Sebagai produser saya hanya mengusulkan, memberi nomer kontak jika tim saya tak memilikinya. Pekerjaan utama saya tetap di belakang layar, menyiapkan show yang berlangsung selama 1 jam.

Karenanya saya agak terperanjat saat mendapat tawaran sebagai narsum di tv. Saya direferensikan seorang kawan untuk hadir di program Metro Plus yang tayang Metro Tv, 7 Februari 2017. Ini adalah program berita ringan yang tayang saban Senin-Jumat pada pukul 10.00-11.00. Isi program berita ringan yang lebih ke arah feature promo.

Keren ya saya di Metro TV (foto dokpri)

Saat saya live, program ini hanya tayang setengah jam lantaran waktunya kepotong Breaking News sidang Ahok. Alhasil siaran live-nya baru dimulai pukul 10.30.

Karena tampil di depan layar sebagai narsum baru pertama kali, grogi, salah tingkah jadi sesuatu yang masuk akal saya hadapi. Sebelumnya saya sudah di brief oleh sang asisten produser yang menjelaskan pertanyaan apa saja yang bakal mereka tanyakan.

Garis besar daftar pertanyaan pun sudah saya terima dan pelajari. Menurut saya pertanyaannya masuk kategori mudah. Tapi persiapan untuk tampil malah yang membuat senewen.

http://video.metrotvnews.com/metro-plus/0KvmQE1k-cara-mudah-menambah-followers-di-media-sosial

1,811 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Belajar ilmu alam atau yang dikenal sebagai sains menurut sebagian orang susah-susah gampang. Banyak istilah asing yang mesti diingat dan umumnya istilah tersebut rumit untuk dicerna. Dan sebagian besar orang beranggapan belajar itu ya di bangku sekolahan, duduk manis di ruang kelas, dengarkan semua petuah bapak-ibu guru.

Tapi itu paradigma lama mengenai belajar. Ingin tahu bagaimana “cara” belajar yang lain? Coba luangkan waktu anda untuk menonton tayangan AKB48 Ne Mousu TV di channel WAKUWAKU Japan. Jangan berasumsi terlebih dulu. Ah, apa menariknya melihat anggota girls band Jepang dalam sebuah reality show? Paling-paling kita akan disuguhkan adegan-adegan konyol, tangisan ataupun lelucon yang garing.

Salah, jika anda beranggapan demikian. Pekan lalu (21/5) saya sempat menyaksikan satu episode tayangan ini dan anggapan saya tentang girls band ini tidak selamanya benar. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menarik, yang tidak sekedar menjual keartisannya dalam tayangan ini. Mereka tidak tampil sok kece atau sok bisa menyanyi agar cap sebagai anggota girls band top tetap melekat pada nama mereka.

Episode ini menceritakan dua kelompok girls band AKB48 yang diberi tantangan untuk mengikuti ujian serangga. Ini adalah semacam tantangan bagi kedua kelompok untuk melakukan pengamatan beragam serangga. Tidak hanya di kelas atau laboratorium, namun juga ke habitat asli serangga di sawah atau ladang.

Tim Kasai misalnya, diberikan daftar tugas untuk mengamati serangga tertentu. Mereka harus bisa mengidentifikasi di mana tempat serangga tersebut berkumpul.

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)


Tim ini diberi tugas menangkap kumbang dengan menjebaknya menggunakan buah-buahan. Setelah itu mereka harus mengidentifikasi jenis kelamin serangga. Sulit? Tentunya. Namun tim ini didampingi seorang guru yang menjelaskan secara gamblang mengenai serangga dari sisi ilmu. Dijamin mereka tak akan tersesat.

Di tempat terpisah, Tim lainnya yakni Kashiwagi dapat tugas berbeda. Mereka mesti mencari capung di persawahan. Sebuah tugas yang cukup sulit bagi personil AKB48 yang terbiasa tinggal di perkotaan. Namun berkat pendampingan dari guru, mereka yang semula takut terhadap capung, lama kelamaan berani memegang dan mengambil fotonya. Di sini mereka juga diminta mengamati proses tumbuh kembang larva capung.

Tim yang sama juga diajak ke danau untuk diajari mendeteksi serangga dari baunya. Sebelum terjun langsung ke danau, mereka dibekali teori singkat dari para pendamping.

Teater dan Ujian Serangga

Setelah tantangan masing-masing kelompok selesai, kedua kelompok pun dipertemukan. Kali ini mereka diminta mendeskripsikan seperti apa serangga yang mereka dapatkan melalui peragaan olah tubuh. Segmen ini diberi nama pertunjukan teater serangga. Di sini aneka gaya personel AKB48 membuat penonton tersenyum.

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)


Dengan segala cara mereka berperan seolah sebagai serangga. Ada yang memonyongkan mulutnya demi terlihat mirip dengan wajah kumbang. Ada pula yang sampai jungkir balik menirukan gaya capung. Mereka tak terlihat jaga image alias jaim. Mereka melakukan semua tantangan dengan natural.

Dan yang paling menarik dari tayangan ini ada di bagian ending. Kedua kelompok kemudian masuk kelas lagi dan menghadapi ujian serangga. Mereka diuji dengan pertanyaan tentang serangga yang mereka pelajari langsung di habitat hidupnya. Pertanyaannya tak sulit, mereka hanya diminta mengidentifikasi kelamin serangga, menggambar larva dan tubuh serangga.

Dari hasil tes menunjukkan 3 dari 6 orang personil AKB48 dinyatakan lulus karena memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi dibandingkan yang lain.

Good Concept, Good Presentation

Secara keseluruhan tayangan ini merupakan program acara yang mendidik. Saya acungkan jempol bagi konseptor acaranya. Mereka tidak membuat personil AKB48 sebagai pribadi yang istimewa dalam tayangan ini. Mereka hanya mewakili anak muda Jepang yang memiliki rasa ingin tahu untuk belajar mengenai serangga.

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)


Inilah bedanya tayangan reality show di negeri kita dengan di Jepang. Di sini kita kerap mengekploitir kengerian, kejijikan orang terhadap hewan dengan mengatasnamakan pada raihan rating/share. Sebaliknya, tayangan ini mencoba menampilkan sisi lain dari selebriti yang juga mempunyai hasrat besar untuk tetap belajar kehidupan.

Para personil AKB48 berakting seperti apa adanya, natural dan tidak dilebih-lebihkan. Tayangan ini menurut saya sarat akan edukasi dan memberikan pengetahuan populer bagi penonton yang awam. Lewat tayangan ini bolehlah saya katakan jika personil AKB48 memang aduhai…otaknya.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[7]

1,029 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Ini adalah review program TV WAKUWAKU JAPAN “Discover the Life” yang menurut saya paling emosional. Dalam program yang ditayangkan 11 Mei 2014 tergambar pertemuan budaya yang sarat makna, di mana budaya maju yang diwakili Jepang bersentuhan dengan budaya tradisional yang masih dilakoni oleh warga pulau Tsis dari kepulauan Micronesia di Pasifik. Keluarga James dari Pulau Read More →

852 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Bagi mereka yang senang dengan tayangan bernilai budaya, WAKUWAKU JAPAN memang tempat paling cocok dijadikan rujukan. Acara-acaranya memang berbeda dari sajian stasiun TV lokal maupun tv kabel dari negara barat. Selalu menghadirkan topik terpilih, memberikan inspirasi dan perenungan. Salah satu acara yang sempat saya saksikan yaitu Life yang tayang tiap Senin malam pukul 21.30 WIB. Read More →

707 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Apa ekspektasi orang manakala menyaksikan program reality show di televisi? Saya rasa para pecinta hiburan di televisi umumnya punya ekspektasi masing-masing saat melihat program bergenre reality show. Ada program menginap bareng dalam sebuah rumah seperti Penghuni Terakhir di anteve, atau Big Brothers di Trans Tv. Ada pula program reality tv show mengenai renovasi rumah warga Read More →

1,278 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Sejak 22 Februari 2014 silam pemirsa TV Indonesia bisa menikmati tayangan televisi asal Jepang WAKUWAKU JAPAN tv. Dan sejak on air di channel 168 Indovision saya dan keluarga pun langsung jatuh cinta. Channel ini menyajikan segala hal tentang Jepang dengan budayanya yang cantik. Saya yang menyenangi tayangan tv berbalut budaya berkali-kali dibuat takjub dengan cara Read More →

1,017 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Post Navigation