Ada yang baru di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Di bandara kebanggaan Indonesia ini kini ada fasilitas hotel kapsul pertama yang beroperasi di airport tanah air. Namanya Digital Airport Hotel. Buat para traveler yang wira wiri dari satu bandara ke bandara lain jelas fasilitas ini lumayan memudahkan. Setidaknya jika kita butuh terbang pagi-pagi Read More →

1,709 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Traveling. Liburan sekolah baru saja berakhir, tapi anak-anak di rumah sudah  ngajak liburan lagi. Ah paling bisa deh anak-anak itu, padahal kita orang tuanya lagi cari nafas dulu setelah perjalanan panjang liburan Lebaran kemarin dulu. Liburan Lebaran kemarin kami sekeluarga traveling dengan cara roadtrip ke beberapa kota di pulau Jawa. Agenda utamanya silaturahmi dengan keluarga besar dari pihak saya dan istri. Selain itu kami sempat mampir ke beberapa destinasi wisata yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Untuk liburan pendek mendatang kami sepakat berlibur ke kota yang dekat dengan Jakarta. Ada beberapa pilihan sebenarnya, tapi kami sepakat menjadikan Bandung sebagai destinasi liburan pendek kami.

Berburu Informasi Wisata

Saat paling menyenangkan menjelang traveling itu adalah ketika mulai berburu informasi destinasi wisata, akomodasi maupun atraksi wisata yang bisa kami saksikan nantinya.

Nah, khusus untuk akomodasi tempat menginap kami ingin yang berbeda dari biasanya. Tempat menginap menjadi masalah penting bagi kami sekeluarga. Pernah kami menginap di dua kamar yang terpisah, yang membuat kami asyik dengan kegiatan masing-masing di dalam kamar. Interaksi jadi agak berkurang.

Lain waktu pernah juga memesan kamar berukuran family yang lapang sehingga 5 anggota keluarga bisa terakomodasi dalam satu kamar.

Kami Saat Menginap di Apartemen (foto dokpri)

Nah, kali ini kami mencoba menginap di apartemen. Sebenarnya ini bukan yang pertama kami mencoba apartemen sebagai pilihan menginap. Sebelum ini kami pernah gunakan pula apartemen untuk menginap.

Ada beberapa alasan mengapa apartemen menjadi pilihan. Pertama, menyewa apartemen prosedur sewanya jauh lebih simpel. Kita tak diminta bermacam data saat pemesanan unit apartemen. Sebab untuk menginap di apartemen biasanya berhubungan dengan pemiliknya langsung.

Kedua, luas unitnya macam-macam sehingga bisa menyesuaikan dengan bujet yang kami miliki. Karena 3 anak kami beranjak remaja, maka syarat minimal kami menyewa apartemen dengan dua kamar tidur tak bisa ditawar.

Ketiga, lokasi yang strategis. Jarang banget lokasi apartemen berada di lokasi yang sulit terjangkau, oleh karena pilihan menggunakan apartemen sebagai tempat menginap adalah pilihan tepat. Jarak lokasi wisata tak begitu jauh dari apartemen, sehingga mempermudah mobilitas kami sekeluarga.

Banyak Pilihan Apartemen (sumber Web traveloka)

Keempat, apartemen menawarkan suasana yang layaknya rumah sendiri. Bisa memasak atau sekedar menghangatkan makanan sendiri, tak perlu layanan kamar untuk bebersih. Pokoknya liburan dengan rasa rumahan.

Berbekal gadget akhirnya saya telusuri satu persatu para penyedia jasa wisata. Umumnya tawaran yang mereka berikan keren-keren semua. Saya mesti ekstra hati-hati melihat satu persatu yang paling ‘masuk’ di kantong.

Pencarian saya berhenti di online travel agency Traveloka yang ternyata menawarkan paket-paket penyewaan apartemen harian dengan harga yang kompetitif. Coba aja lihat di Hotel Traveloka. Saya sengaja memilih lokasi apartemen di tengah kota yang aksesnya dekat ke mana-mana.

Kawasan Cihampelas jadi pilihan karena dekat tempat wisata belanja, wisata alam Lembang, tempat kulineran dan juga dekat dengan sejumlah ikon kota Bandung. Cukup strategis lokasi ini.

Pilihan Apartemen di App traveloka (sumber app traveloka)

Kenapa saya memilih Traveloka. Ada beberapa alasan juga. Aplikasinya mudah digunakan, user friendly banget. Untuk mencari hotel atau apartemen yang kita dambakan cukup geser dan sentuh layar gadget, semua informasi tersaji di hadapan  kita. Pilihan apartemennya banyak banget, harganyapun bervariasi.

Yang paling menarik menggunakan traveloka itu karena metode pembayarannya banyak pilihan. Mulai dari bayar melalui transfer lewat ATM, bayar di chain store, atau menggunakan moda bayar di hotel saat datang. Selama ini saya lebih senang langsung bayar lewat online payment. Simpel dan gak mikir lagi soal pembayaran begitu tiba di lokasi penginapan.

Beragam Pilihan Moda Pembayaran Traveloka (sumber app Traveloka)

Namun dari semua kemudahan menggunakan traveloka adalah soal harganya yang jujur. Yang kita bayar tuh harga sebenarnya, bukan harga plus ini itu. Tanpa ada biaya transaksi atau biaya tersembunyi.

Kuy ah traveling pake traveloka. Dijamin mudah dan cepat proses transaksinya.

708 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Proses Cek In di Aston Rasuna Hotel (foto dokpri)

Aston Rasuna Hotel. Pekan silam saya bersama beberapa kawan blogger mendapat undangan mas Teguh Sudarisman mengikuti workshop setengah hari mengenai Travel Videografi  2.0 di Aston Rasuna Jakarta. Ini adalah lanjutan workshop serupa yang pernah saya ikuti. Jika di 1.0 pematerinya adalah mas Teguh Sudarisman langsung, maka di  workshop kali ini pematerinya adalah Dudi Iskandar, seorang street fotografer yang belakangan juga asyik menekuni pembuatan video.

Muhammad Isa Ismail, GM Aston Rasuna Hotel yang membuka workshop ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan kreatif yang dilakukan Teguh Sudarisman dan kawan-kawan yang tergabung dalam Rasuna Creative Center. Menurutnya, kegiatan semacam ini membawa dampak positif bagi banyak kalangan yang meminati kegiatan kreatif. Bagi Aston Rasuna sendiri kegiatan yang mengambil tempat di hotel tersebut memberi sumbangan konten yang signifikan.

M.Isa Ismail, GM Aston Rasuna Hotel (foto dokpri)

Ada beberapa poin yang saya catat dari paparan kang Dudi. Menurut kang Dudi, membuat video pada dasarnya mirip dengan kegiatan memotret. Butuh pengetahuan dasar mengenai pengambilan gambar seperti memahami pencahayaan, komposisi serta memelihara insting terhadap obyek.

Terkait teknis, Kang Dudi berpesan agar membedakan pembuatan video menggunakan smartphone dibandingkan dengan menggunakan kamera DSLR atau mirrorless. Untuk smartphone usahakan tiap shoot hanya berdurasi 5-10 detik saja. Ini akan memudahkan dalam pengeditan.

Kang Dudi in action (foto dokpri)

Fitur dari kamera di smartphone juga wajib dikenali dan dalami, karena masing-masing smartphone memiliki karakteristik kamera dengan fitur-fitur yang berbeda.

Soal pencahayaan, kang Dudi memberi sejumlah tips. Kenali arah datangnya cahaya, karena ini akan berpengaruh pada hasil pengambilan gambar. Yang paling mudah adalah memanfaatkan cahaya alami matahari. Matahari memiliki efek berbeda dalam hal hasil pengambilan gambar. Cahaya pagi hingga pukul 10 tentunya berbeda dengan cahaya di siang hari atau sore hari.

Jika harus mengambil gambar di dalam ruangan perhatikan cahaya bantuan yang bisa berupa lampu ruangan atau lampu (lighting) pelengkap. Untuk lighting artifisial bisa dikreasikan dari berbagai macam jenis lampu. Yang murah meriah adalah gunakan senter untuk membantu pencahayaan atau menggunakan lampu khusus fotografi yang beragam jenis dan harganya.

Merekam Proses Cek In di Hotel

Bagian paling chalenging dalam workshop ini adalah saat kami dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat video bagaimana “hotel bekerja”. Terus terang ini kali pertama saya membuat travel video di hotel. Selama ini saya lebih sering mendokumentasikan persinggahan saya di hotel melalui foto. Dan lebih ‘menegangkan’ lagi di kelompok ini saya mendapat arahan langsung dari sang suhu, mas Teguh Sudarisman. Wow.

Lobby Aston Rasuna bernuansa Imlek (foto dokpri)

Kebetulan kelompok saya cuma beranggotakan 3 orang Vlogger dengan ketua rombongan mas Teguh dan satu model Marcelina Sutanto sang @pejalankece. Ini adalah satu-satunya kelompok yang menggunakan model ‘profesional’ untuk pengambilan gambar.

Kami melakukan pengambilan gambar untuk proses check in di Hotel Aston Rasuna, mulai dari kedatangan tamu, check in hingga diantar ke kamar. Untuk pengambilan gambar memang tak bisa sembarangan, kami sepakat mengambil gambar dari satu sisi yang sama. Jika ada yang ingin mengambil gambar dari sisi berbeda harus dikomunikasikan terlebih dulu dengan sesama Vlogger dan model.

Foto ‘keluarga’ bareng model dan tim (foto dokpri)

Namanya juga shooting dengan model kami semua harus sama-sama sabar. Sabar jika adegan yang diambil kurang sehingga harus  diulang. Sabar bergantian mengambil posisi karena posisi model berada di sudut yang sempit.

Meski kerap mengulang adegan, sebagai model Marcel sangat menghayati perannya. Ia selalu memasang wajah ceria agar para vlogger di kelompok ini terpenuhi stok gambarnya. Pengulangan adegan bahkan bukan hanya permintaan Vlogger namun juga kadang dari Marcel sendiri yang merasa blocking-nya kurang pas.

Meski terhitung sebagai kelompok dengan durasi pengambilan gambar terlama, namun proses pengambilan gambarnya sendiri sangat menyenangkan. Penuh tawa, sesekali saling meledek menjadi bumbu yang menyegarkan suasana.

Oiya, kelompok kami mengambil gambar di sejumlah spot Aston Rasuna Hotel, seperti di halaman pintu masuk depan hotel, lobby, sekitar Lift, hingga kamar dan balkon di lantai 32. Selama proses pengambilan gambar kami juga dibantu kru Aston Rasuna yang berperan sejak proses check in selesai hingga mengantarkan tamu ke kamar di lantai 32. Keramahan layanan Aston Rasuna sangat terasa dari bantuan kru di kelompok kami. Si mas Aston (sorry namanya lupa) amat telaten, sabar dan selalu mengumbar senyum selama proses pengambilan gambar yang cukup melelahkan. Ia begitu senang dan tulus membantu proses pengambilan gambar hingga selesai.

Proses shooting diakhir dengan sesi foto bareng di balkon kamar di lantai 32 serta ‘beradegan ranjang’ all of crew.

Beradegan ranjang usai shooting (foto Teguh Sudarisman)

Oiya, usai pengambilan gambar kami langsung diarahkan untuk mengedit gambar di tkp menggunakan aplikasi Power Director (PD). Beruntungnya saya sudah menguprade PD di smartphone saya menjadi premium, sehingga lebih oke karena tak ada lagi watermark di hasilnya. Sayangnya saya gagal mentransfer video saya ke laptop Kang Dudi untuk dilihat bersama. Video baru saya share lewat Youtube setiba di rumah.

Terima kasih mas Teguh, kang Dudi, Marcel sebagai model dan pak Isa serta semua kru Aston Rasuna Hotel yang telah mengemas workshop videography 2.0 kali ini menjadi menarik dan menyenangkan.

Dan inilah hasil workshop Check in di Aston Rasuna Hotel dari sisi saya. Meski belum sempurna, saya merasa ada progress dibandingkan workshop sesi pertama sebelumnya.

https://youtu.be/6QC32DzgOZ0

1,650 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sudut cantik di Morrissey Hotel (foto syaifuddin)

Morrissey Hotel Residence. Mau tetap awet muda? Coba deh menginap di Morrissey Hotel Residence, yang terletak di jalan Wahid Hasyim 70, Jakarta Pusat.  Atmosfer hotel ini membuat pengunjungnya muda terus dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Kesan itu sudah terasa sejak di bagian depan hotel. Desain pintu masuk yang setengah terbuka memberi kesan akrab. Homey. Saya berasa bukan mau ke hotel tapi seperti masuk ke sebuah rumah. Kesan itu makin kuat ditambah sapaan hangat petugas di pintu masuk. Seragam mereka yang casual seolah memberi sinyal ini memang bukan hotel yang formil.

Konsep casual ternyata memang diterapkan di semua bagian hotel. Tengok saja sudut kerja guest relation yang berada di bawah tangga lobby. Meja kerja berwarna putih yang simpel menjadi aksen menarik dan membuat siapapun yang masuk ke lobby menengoknya.

Sudut ruang kerja Guest Relation di bawah tangga (foto syaifuddin)

Saat saya berkunjung hotel ini tengah menyiapkan sebuah keriaan akhir tahun. Kali ini temanya Rock n’Roll. Tema ini diwujudkan dengan memajang pohon natal yang terbuat dari tumpukan gitar. Idenya keren, segar dan tidak biasa. Konon tema ini diambil karena sang owner hotel punya kegemaran bermusik. Hobby yang pas diterapkan dengan konsep hotel ini.

Berkonsep Awal Apartemen

Morrissey awalnya dikenal sebagai service apartment yang menjadi pilihan para pekerja asing yang tinggal lama di Jakarta. Tamu yang menginap berasal dari berbagai bangsa, yang bekerja di sejumlah perusahaan di pusat kota. Mereka memilih tinggal di sini umumnya karena jatuh cinta pada letaknya yang strategis.

(foto : syaifuddin)

Menurut General Manager Morrissey, Wisnu Reza, pihaknya sudah lebih dari setahun mengubah konsep dari apartemen menjadi hotel. “Pertimbangannya kami ingin meluaskan pasar Morrissey. Jika selama ini publik hanya mengenal layanan kami untuk tamu yang menginap long stay, kini kami juga melayani tamu yang menginap semalam-dua malam. Namun pengalaman dan kualitas layanan ala Morrissey tidak kami ubah,” jelas Wisnu saat memaparkan konsep Morrissey hotel di depan peserta workshop videografi dengan pembicara Teguh Sudarisman baru-baru ini.

Pohon Natal dari Tumpukan Gitar (foto Syaifuddin)

Ada 4 tipe kamar yang ditawarkan Morrissey bagi pengunjung. Tipe apartemen dengan 2 ruang tidur dan 2 kamar mandi. Tipe ini cocok bagi tamu keluarga atau grup pertemanan. Layanan ala apartemen masih dipertahankan, seperti pantry dengan peralatan masak lengkap ada di tipe ini.

Tipe lainnya adalah City Luxe, Loft, Studio dan Studio Luxe. Kendati berbeda luasnya namun semua tipe kamar mengusung tema yang sama, modern minimalis. Kamar didesain fungsional, diisi furnitur yang simpel dan mengutamakan kegunaan. Menurut saya konsep semacam ini menjadi tren hotel kekinian, di mana hanya perkakas yang fungsional lah yang digunakan. Beda dengan konsep hotel dahulu yang kerap mengisi penuh perkakas meski tak semuanya dibutuhkan oleh tamu.

Yang unik dari kamar-kamar di Morrissey dindingnya sengaja dibuat unfinished, tidak diplester atau didtutup dengan wallpaper. Ini membuat kesan lebih hangat dan friendly. Secara tak sadar kita seperti menginap di rumah teman.

Bajaj Pasti Berlalu

Oh ya ada satu jenis layanan unik yang diberikan Morrissey dan tak diberikan hotel manapun di Jakarta, yakni layanan antar Bajaj. Ya, Bajaj adalah kendaraan angkutan umum khas Jakarta yang makin langka itu bisa dinikmati pengunjung yang ingin jalan-jalan di sekitaran lokasi hotel. Rute antaran memang masih terbatas sekitar kawasan jalan Jaksa hingga jalan Sabang, tapi lumayan lah bagi turis yang kepo ingin numpang di kendaraan yang didesain khusus tersebut.

Layanan Bajaj Wisata (foto syaifuddin)

Selain itu adapula layanan sepeda yang bisa digunakan tamu hotel menyusuri ruas-ruas jalan di Menteng dan sekitarnya. Menurut saya jika dikelola dengan baik layanan sepeda ini bisa jadi kekuatan Morrissey yang bisa dijadikan pembeda dengan layanan hotel lain. Layanan yang ramah lingkungan.

Bagi penyuka olahraga, hotel ini juga menyediakan fasilitas lumayan. Sebuah kolam renang berukuran sedang tersedia di bagian atap (rooftop). Sambil berenang atau berendam pengunjung bisa melihat lansekap sebagian Jakarta dari ketinggian.

Bersebelahan dengan kolam renang ada pula fitness corner bagi mereka yang ingin membakar lemak.

Sarapan di resto yang rindang (foto : syaifuddin)

Jalan-jalan dan olahraga sudah, bagaimana dengan masalah perut? Tenang di Morrissey ada sebuah resto kece bernama Ocha & Bella. Resto yang spesialitynya di makanan western Italia ini bakal memanjakan lidahmu dengan beragam sajian aneka pasta.

Interior restonya yang cantik membuat pengunjung bakal betah berlama-lama di sini. Ditambah dapur terbukanya yang menjadikan kegiatan pengolahan makanan menjadi atraksi sendiri yang menyenangkan mata.

Lokasi Premium

Oiya, yang paling menggiurkan dari hotel ini adalah lokasinya. Letak hotel ini memang cakep jika dilihat dari mana-mana. Tak jauh dari jalan Jaksa, kawasan perkampungan wisata internasional yang banyak dikunjungi wisatawan asing.

Dari hotel pengunjung tinggal ‘ngesot’ ke jalan Jaksa untuk mencicipi aneka ragam kuliner lokal dan mancanegara dari kafe yang berderet di jalan ini.

Hotel ini juga tak jauh diakses dari jalan Thamrin, jalan utama di ibukota.

Bagi pengunjung yang hendak menggunakan transportasi umum, halte busway cuma berjarak sekitar 1 kilometer. Begitupula dengan stasiun kereta api Gondangdia, jaraknya tak lebih jauh dari halte busway.

Selain lokasinya yang premium, desain interior Morrissey Hotel Apartment ini sangat instagramable. Tiap sudutnya menggoda pengunjung untuk berfoto-foto atau selfi ala-ala. Jadi, jika anda ingin tetap muda dan kekinian, menginaplah di sini dan rasakan atmosfer mudanya.

Morrissey Hotel Residences

Jl.Wahid Hasyim 70, Jakarta

http://iammorrissey.co/

 

https://www.youtube.com/watch?v=f7cp_IsIj6U

 

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

1,982 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Simple Inn Hotel. Hotel bujet ini letaknya lumayan strategis, di jalan Ahmad Yani 280, Solo. Letaknya cukup dekat dari stasiun kereta api Solo Balapan, dan tidak jauh dari terminal bus Tirtonadi. Naik taxi berargo dari stasiun KA kurang dari 25K. Jika hendak ke pusat keramaian, seperti keraton Solo atau pasar Klewer tarifnya pun sama. Saya Read More →

3,562 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini