Traveling ke destinasi digital? Kenapa enggak. Ini beberapa tempat yang saya datangi dan kemudian menjadi destinasi digital di tanah air yang viral dan membuat banyak orang berdatangan ke tempat tersebut. Ibadah Selfie di Tebing Karaton Suatu pagi selepas subuh di kawasan Dago, Bandung.  Kendati mentari belum memperlihatkan wajahnya, namun suasana hiruk mulai terasa di sini. Read More →

2,745 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Ada yang baru di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Di bandara kebanggaan Indonesia ini kini ada fasilitas hotel kapsul pertama yang beroperasi di airport tanah air. Namanya Digital Airport Hotel. Buat para traveler yang wira wiri dari satu bandara ke bandara lain jelas fasilitas ini lumayan memudahkan. Setidaknya jika kita butuh terbang pagi-pagi Read More →

1,913 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Traveling. Liburan sekolah baru saja berakhir, tapi anak-anak di rumah sudah  ngajak liburan lagi. Ah paling bisa deh anak-anak itu, padahal kita orang tuanya lagi cari nafas dulu setelah perjalanan panjang liburan Lebaran kemarin dulu. Liburan Lebaran kemarin kami sekeluarga traveling dengan cara roadtrip ke beberapa kota di pulau Jawa. Agenda utamanya silaturahmi dengan keluarga besar dari pihak saya dan istri. Selain itu kami sempat mampir ke beberapa destinasi wisata yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Untuk liburan pendek mendatang kami sepakat berlibur ke kota yang dekat dengan Jakarta. Ada beberapa pilihan sebenarnya, tapi kami sepakat menjadikan Bandung sebagai destinasi liburan pendek kami.

Berburu Informasi Wisata

Saat paling menyenangkan menjelang traveling itu adalah ketika mulai berburu informasi destinasi wisata, akomodasi maupun atraksi wisata yang bisa kami saksikan nantinya.

Nah, khusus untuk akomodasi tempat menginap kami ingin yang berbeda dari biasanya. Tempat menginap menjadi masalah penting bagi kami sekeluarga. Pernah kami menginap di dua kamar yang terpisah, yang membuat kami asyik dengan kegiatan masing-masing di dalam kamar. Interaksi jadi agak berkurang.

Lain waktu pernah juga memesan kamar berukuran family yang lapang sehingga 5 anggota keluarga bisa terakomodasi dalam satu kamar.

Kami Saat Menginap di Apartemen (foto dokpri)

Nah, kali ini kami mencoba menginap di apartemen. Sebenarnya ini bukan yang pertama kami mencoba apartemen sebagai pilihan menginap. Sebelum ini kami pernah gunakan pula apartemen untuk menginap.

Ada beberapa alasan mengapa apartemen menjadi pilihan. Pertama, menyewa apartemen prosedur sewanya jauh lebih simpel. Kita tak diminta bermacam data saat pemesanan unit apartemen. Sebab untuk menginap di apartemen biasanya berhubungan dengan pemiliknya langsung.

Kedua, luas unitnya macam-macam sehingga bisa menyesuaikan dengan bujet yang kami miliki. Karena 3 anak kami beranjak remaja, maka syarat minimal kami menyewa apartemen dengan dua kamar tidur tak bisa ditawar.

Ketiga, lokasi yang strategis. Jarang banget lokasi apartemen berada di lokasi yang sulit terjangkau, oleh karena pilihan menggunakan apartemen sebagai tempat menginap adalah pilihan tepat. Jarak lokasi wisata tak begitu jauh dari apartemen, sehingga mempermudah mobilitas kami sekeluarga.

Banyak Pilihan Apartemen (sumber Web traveloka)

Keempat, apartemen menawarkan suasana yang layaknya rumah sendiri. Bisa memasak atau sekedar menghangatkan makanan sendiri, tak perlu layanan kamar untuk bebersih. Pokoknya liburan dengan rasa rumahan.

Berbekal gadget akhirnya saya telusuri satu persatu para penyedia jasa wisata. Umumnya tawaran yang mereka berikan keren-keren semua. Saya mesti ekstra hati-hati melihat satu persatu yang paling ‘masuk’ di kantong.

Pencarian saya berhenti di online travel agency Traveloka yang ternyata menawarkan paket-paket penyewaan apartemen harian dengan harga yang kompetitif. Coba aja lihat di Hotel Traveloka. Saya sengaja memilih lokasi apartemen di tengah kota yang aksesnya dekat ke mana-mana.

Kawasan Cihampelas jadi pilihan karena dekat tempat wisata belanja, wisata alam Lembang, tempat kulineran dan juga dekat dengan sejumlah ikon kota Bandung. Cukup strategis lokasi ini.

Pilihan Apartemen di App traveloka (sumber app traveloka)

Kenapa saya memilih Traveloka. Ada beberapa alasan juga. Aplikasinya mudah digunakan, user friendly banget. Untuk mencari hotel atau apartemen yang kita dambakan cukup geser dan sentuh layar gadget, semua informasi tersaji di hadapan  kita. Pilihan apartemennya banyak banget, harganyapun bervariasi.

Yang paling menarik menggunakan traveloka itu karena metode pembayarannya banyak pilihan. Mulai dari bayar melalui transfer lewat ATM, bayar di chain store, atau menggunakan moda bayar di hotel saat datang. Selama ini saya lebih senang langsung bayar lewat online payment. Simpel dan gak mikir lagi soal pembayaran begitu tiba di lokasi penginapan.

Beragam Pilihan Moda Pembayaran Traveloka (sumber app Traveloka)

Namun dari semua kemudahan menggunakan traveloka adalah soal harganya yang jujur. Yang kita bayar tuh harga sebenarnya, bukan harga plus ini itu. Tanpa ada biaya transaksi atau biaya tersembunyi.

Kuy ah traveling pake traveloka. Dijamin mudah dan cepat proses transaksinya.

760 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BCA Expoversary Gate (foto dokpri)

Awal bulan Februari, tepatnya tanggal 10 Februari, saya sempat berkunjung ke sebuah perhelatan yang digelar di ICE BSD City, bernama BCA Expoversary. Dari namanya saja bisa ditebak ini merupakan gelaran acara pameran yang dikaitkan dengan ulang tahun Bank Swasta paling luas jaringannya di Indonesia ini.

Yup, tahun ini adalah tahun ke-61 Bank BCA hadir di Indonesia.

Saya ke Expoversary ini karena sedang berburu informasi seputar Kredit Kendaraan Bermotor. Selama ini saat beli kendaraan saya dan istri belum pernah sekalipun memanfaatkan fasilitas kredit bank. Banyak ketakutan dan keraguan saat berencana mengambil kredit.

Senyuman Maskot KKB BCA (foto dokpri)

Kebetulan tahun ini kami memang berencana mengganti mobil dengan yang baru. Dan sepertinya kredit adalah salah satu opsi yang bisa kami pilih. Kepikiran untuk kredit karena sebelumnya kami berhasil melunasi kredit rumah beberapa tahun silam.

Wah kebetulan nih ada BCA Expoversary. Karena di acara yang digelar selama 3 hari tanggal 9-11 Februari 2018 memberikan bunga spesial. Petugas di booth KKB BCA menjelaskan, bunga spesial 3.61% berlaku bagi tenor kredit 2 dan 3 tahun. Kabar baiknya, bunga spesail tak hanya berlaku selama Expoversary saja. Karena bunga khusus ulang tahun BCA ini berlaku hingga 30 Maret 2018.

Firdaus, seorang pengunjung yang saya temui di ICE BSD mengaku sengaja jauh-jauh datang ke BCA Expoversary karena ingin mendapatkan bunga spesial tersebut. “Saya tinggal di Bekasi, dan menempuh jarak yang lumayan jauh karena ingin memperoleh bunga khusus tersebut,” ujar Firdaus yang datang ke arena pameran bersama keluarganya.

Digital Banking Solution (foto dokpri)

Tak hanya Firdaus yang hadir di expoversary di booth KKB BCA di hari kedua pameran. Saya lihat makin siang jumlah pengunjung makin menyemut di booth ini. Memang selintas booth KKB paling ramai dikunjungi, setidaknya jika dibandingkan dengan booth properti atau yang lainnya.

Selain booth KKB BCA, antusiasme pengunjung juga menyebar di sejumlah booth otomotif, yang kebetulan melingkar di sekitar booth KKB BCA. Stand Daihatsu dan Mitsubishi misalnya, diserbu pengunjung yang penasaran dengan produk-produk otomotif terbarunya.

Salah satu stand otomotif di BCA Expoversary (foto dokpri)

Jika pengunjung akhirnya sepakat membeli kendaraan, sejumlah petugas KKB BCA sudah berada tak jauh berdiri dari calon pelanggan. Mereka lalu menawarkan  pembiayaan kredit menggunakan KKB BCA yang sedang memberikan bunga spesial.

Serba 61  

Selain Booth KKB BCA, Expoversary juga diisi dengan lembaga pembiayaan lainnya seperti KPR atau kredit pemilikan rumah,  kredit sepeda motor (KSM) hingga BCA Digital Banking.

Selain itu, Expoversary juga diisi pameran aneka produk terbaru di bidang properti, otomotif, fashion, gadget, travel, ecommerce, hingga food and beverages dari berbagai brand.

Yang unik dari ajang ini adalah adanya diskon atau potongan harga dari sejumlah brand dengan nilai diskon mencapai 61%. Angka 61 merupakan jumlah tahun kelahiran Bank BCA.

Dalam siaran persnya, Mira Wibowo, Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA mengaku senang dengan gelaran BCA Expoversary tahun ini. “Gelaran BCA Expoversary ini kami harapkan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi nasabah setia, tetapi juga masyarakat luas yang berpartisipasi. Memasuki usia ke-61 tahun ini, kami berharap BCA dapat semakin mantap meningkatkan kualitas layanan demi kenyamanan dan keamanan nasabah.”

Secara keseluruhan gelaran BCA Expoversary 2018 menurut saya sukses. Ini bisa dilihat dari jumlah peserta pameran yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Misalnya di bidang properti, sebelumnya hanya diikuti satu pengembang. Tahun ini selain SinarMas Land , hadir juga sejumlah pengembang kakap seperti Ciputra, Sumarecon, Jaya Property serta Alam Sutera.

Sementara catatan pengunjung menurut panitia, hingga hari kedua pameran dikunjungi lebih dari 24 ribu pengunjung.

Dari nilai transaksi yang tercatat pun tahun ini mengalami kenaikan. Misalnya KKB BCA tercatat menghasilkan lebih dari 1.700 unit yang terjual dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp700 miliar. Jumlah unit kendaraan bermotor yang berhasil dijual naik dari 1.200 unit di gelaran yang sama tahun lalu. KPR BCA malah mencatatkan nilai transaksi yang fantastis, tembus Rp.1 Trilyun lewat traksaksi penjualan 400 unit properti.

4,776 kali dilihat, 34 kali dilihat hari ini

Traveling. Ini kisah liburan seorang kawan dan keluarga kecilnya ke sebuah negara di Eropa. Momen yang harusnya menjadi penuh kesan berubah jadi penuh ketegangan. Sang suami terjatuh saat bermain ski yang membuat kakinya patah. Liburan indah akhirnya berubah menjadi drama.

Sang teman pun berhadapan dengan sejumlah persoalan saat mengurus pengobatan suaminya. Bahkan persoalan makin pelik setelah sang suami akhirnya meninggal dunia. Mengurus keluarga yang meninggal dan jauh dari kerabat membuat teman saya stress. Jasad sang suami baru bisa diurus kepulangannya ke tanah air setelah 3 pekan berada di rumah sakit.

Apa yang dialami teman saya tadi mestinya tidak terjadi bila sebelum bepergian (traveling) ke luar negeri kita menyiapkan asuransi perjalanan (travel insurance) terlebih dulu. Memang tak ada seorang pun di dunia ini yang ingin tertimpa musibah, bahkan kalau perlu kita dihindarkan sejauh-jauhnya dari musibah.

Tapi, bersiaga dari kemungkinan terburuk adalah langkah bijak.

Saat traveling tempo hari kesadaran teman saya akan travel insurance belum begitu baik. Padahal jika ia menggunakan travel insurance semua kerepotan yang ia alami pasti tak akan terjadi.

Talkshow Klaim Asuransi Perjalanan Yang Efektif (foto dokpri)

Setidaknya informasi itu yang saya tangkap dari hasil talk show mengenai klaim asuransi perjalanan yang digelar oleh Mobil123, Rabu lalu (11 Oktober 2017).

Bernardus dari MSIGOnline mengatakan, bagi mereka yang kerap traveling, apalagi ke luar negeri harus memiliki proteksi dari asuransi perjalanan (travel insurance). “Bahkan negara di kawasan Schengen mengharuskan semua pelancong memiliki travel insurance,” jelas Bernard.

Ada beberapa alasan mengapa traveler harus punya travel insurance. Pertama, travel insurance akan melindungi dari peristiwa tak terduga yang menimpa kita selama perjalanan. Misalnya, tiba-tiba sakit, kehilangan uang, jadwal penerbangan delay, hingga meninggal dunia.

Kedua, travel insurance akan membuat perjalanan liburan kita nyaman tanpa gangguan. Saat kita sakit dan butuh penanganan segera, travel insurance membantu menangani penyakit dengan jaringan rumah sakit yang tersebar di seluruh dunia.

Ketiga, saat ada yang meninggal dunia, travel insurance membantu mempercepat penanganan repatriasi jenazah ke negara asal.

Asuransi Online Nan Praktis

Dengan melihat manfaatnya, lalu bagaimana memilih perusahaan asuransi yang bisa memberikan benefit (keuntungan) bagi pemegang polisnya?

Menurut Hendry Kurniawan dari MSIGonline, para pencari asuransi harus memahami layanan yang diberikan oleh penyedia jasa asuransi. Karena di luaran banyak produk asuransi yang menawarkan aneka layanan, harus pula dilihat bagaimana dengan proses klaimnya? Apakah proses klaimnya rumit dan ribet ?

“Kami memberikan layanan berbeda dari kebanyakan perusahaan asuransi. Kalau ada yang praktis, mengapa harus dibuat rumit,” jelas Hendry Kurniawan.

MSIGonline menjanjikan semua proses berasuransi dilakukan secara online. Semua proses bisa dilakukan semudah menjentikkan jari. Mulai dari pembelian, penerbitan polis melalui email, hingga proses klaim pun dilakukan secara online. Bahkan pembayaran premi tiap bulannya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit, online banking serta transfer melalui ATM.

MSIG online memang sengaja memberikan pengalaman berasuransi yang cepat dan nyaman, namun dengan layanan optimal, serta jaminan kerahasiaaan data nasabah.

MSIG online adalah produk asuransi dari MSIG (Mitsui Sumitomo Insurance Group) dari Jepang. Di Indonesia MSIG sendiri sudah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Dengan rekam jejak yang cukup lama di negeri ini, you know lah kinerja perusahaan ini.

Buat kamu yang penasaran ingin beli asuransi perjalanan secara online, kunjungi ini –> www.msigonline.co.id

atau melalui 021-252-3852

travel-insurance@id.msig-asia.com

www.msigonline.co.id

Dan buat yang mau klaim asuransinya, MSIG punya call center 24 jam

+6221 2927 9631

Whatsapp +62812 9464 4004

1,577 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

GO! Wet Water Park Bekasi (foto dokpri)

Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi. Kapan terakhir kali anda bermain air? Saya dan keluarga termasuk penggemar air. Bermain di kolam renang atau water park jadi rekreasi yang menyehatkan bagi kami sekeluarga.

Tak puas dengan water park yang lokasinya dekat dengan rumah, berburu dan menjajal water park baru di seputaran Jabodetabek jadi kegiatan yang menyenangkan. Meski tinggal di Cibubur yang berada di belahan timur ibukota, penjelajahan bahkan kami lakukan ke Bogor hingga ke  BSD City.

Bagi kami jarak adalah masalah cara pandang. Untuk sebuah rekreasi sehat tak ada yang jauh bagi kami sekeluarga.

Maka berangkatlah  kami di hari Minggu (12/3) bersama ‘rombongan sirkus’ dari Cibubur beranggotakan 6 orang.

GO! Wet Water Park Tampak Dari Atas (foto dokpri)

Hari yang cerah, perjalanan kami dari rumah menuju Go! Wet Grand Wisata tak mengalami kendala berarti. Hanya butuh waktu sekitar setengah jam untuk tiba di lokasi. Tak perlu takut kesasar, karena sebelum mencapai perumahan Grand Wisata ada penanda yang sangat ikonik yakni sebuah jembatan berwarna kuning yang terlihat jelas membelah jalan Tol Bekasi Exit Tambun.

Tube atau Ban Tersedia Gratis (foto dokpri)

Sampai Grand Wisata pun ternyata tak sulit mencari lokasi kolam renang terbesar dan terluas di Bekasi ini. Keluar Gate Grand Wisata tinggal belok kiri dan ikuti penunjuk arah.

Area Go!Wet Water Park sendiri berdiri di tanah seluas 7.5 ha . Wow lumayan luas ya.

Wahana Pemacu Adrenalin

Asyiknya bermain air di Go Wet itu karena semua tingkatan usia terwadahi dengan beragam wahana bermain air.

Dua Wahana Pemacu Adrenalin (foto dokpri)

Misalnya bagi anak-anak balita, ada kolam dengan aneka permainan air, mulai dari perosotan, jembatan gantung, hingga sensasi diguyur air dari menara tiap beberapa menit. Dijamin kalau sudah di area ini anak-anak bakal betah dan enggan beranjak.

Meski lebih diperuntukkan bagi anak-anak, namun banyak pengunjung  dewasa yang juga berebutan bermain air di sini. Apalagi saat menara air menumpahkan airnya dengan deras, di bawah menara langsung penuh dengan jajaran pengunjung.

Bagi mereka yang abege dan dewasa ada wahana wajib coba, namanya Go Twist. Ini adalah wahana water slide yang dibuat White Water Canada, yang merupakan jenis slide pertama di dunia dan hanya ada di Go Wet.

Karena wahana ini tidak disarankan bagi anak-anak balita, ketiga anak saya yang remaja amat bersemangat saat mencoba Go Twist. Permainan ini memang disarankan dilakukan bertiga sehingga pengunjung bisa berbagi keriangan dan ketegangan sekaligus.

Tempat Santai Di Pinggir Kolam (foto dokpri)

Di sini pengunjung wajib menggunakan ban (tube) yang didesain bagi 3 orang. Mereka meluncur dan terhempas dari ketinggian 16 meter dengan salah satu bagian mendebarkan adalah saat pengunjung dihempaskan dengan sudut kemiringan hingga 90 derajat. Ini memang wahana yang paling menantang adrenalin namun tetap seru dan menyenangkan. Kendati menegangkan namun dijamin bakalan nagih usai menyelesaikan tantangan di wahana ini.

Bonding time with Kids (foto dokpri)

Di sebelah Go Twist ada wahana seru lainnya bernama Go Spin. Berbeda dengan Go Twist, kalau yang ini maksimal hanya untuk 2 orang pengunjung. Dengan mengenakan ban pengunjung diajak meluncur dari ketinggian 16 meter dalam liukan spiral nan mendebarkan. Ban akan menghempas ke kanan kiri dalam sebuah spiral dan kemudian masuk dalam corong gelap sebelum terhempas ke kolam.

Wow!

Santai Di Pantai Buatan

Wahana lain yang jadi favorit anak-anak saya adalah Go Wave atau kolam ombak. Kolam ini berkedalaman 120 sentimeter, memiliki 8 jenis ombak yang berbeda tiap jamnya. Konon kolam ombak Go Wet ini adalah yang terbesar di Indonesia.

Sensasi berenang di kolam ombak ini ada pada saat ombak mulai menggulung dan pengunjung yang menaiki ban terguncang-guncang mengikuti alur ombak. Berenang di sini berasa sedang berada di tengah laut.

Kolam Arus Go! Wave (foto dokpri)

Kawasan Go Wave memang didesain menyerupai kondisi pantai sebenarnya. Di pinggir pantai disediakan kursi-kursi malas yang bisa digunakan pengunjung menunggu datangnya ombak. Di sini kamu juga bisa gunakan untuk membunuh waktu sambil membaca atau berbincang dengan teman dan kerabat.

Agar nyaman saya sarankan bermalas-malas di tepian pantai buatan ini saat matahari belum tinggi atau di sore hari. Suasananya romantis.

Food Court Nyaman dan Beragam

Oiya bagi kalian kelaparan usai berenang jangan cemas karena ada Food Court dengan beragam sajian makanan. Mulai dari makanan cepat saji ala American Food, Japanese, hingga Indonesia lengkap tersaji di sini.

Jajaran tenan di area food court menyediakan makanan seperti ayam goreng, soto, beragam sajian khas Jepang, hingga masakan Padang. Pengunjung bisa menyantap makanan di area food court yang nyaman atau membawanya ke area Gazebo seperti yang kami lakukan kemarin.

Jajaran Tenan Kuliner di Food Court (foto dokpri)

Sebelum pulang jangan lupa mampir ke toko souvenir Proshop yang menyajikan banyak pilihan merchandise Go Wet dan alat kebutuhan berenang.

Gazebo, Tempat Berteduh nan Nyaman (foto dokpri)

Toko Souvenir dan Peralatan Renang (foto dokpri)

Ini Dia Ekspresi Puas Setelah Bermain Air Seharian (foto dokpri)

Kunjungan pertama kami ke Go Wet meninggalkan kesan menyenangkan. Anak-anak senang karena bisa lagi bareng-bareng melakukan aktivitas luar ruang setelah selama beberapa bulan terakhir sibuk dengan sekolah dan kuliah.

Saya sendiri akan kembali lagi kemari suatu saat. Mungkin juga bakal mengajak teman kantor untuk rekreasi berjamaah kemari.

 

Go! Wet Water Park

 

2,265 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Proses Cek In di Aston Rasuna Hotel (foto dokpri)

Aston Rasuna Hotel. Pekan silam saya bersama beberapa kawan blogger mendapat undangan mas Teguh Sudarisman mengikuti workshop setengah hari mengenai Travel Videografi  2.0 di Aston Rasuna Jakarta. Ini adalah lanjutan workshop serupa yang pernah saya ikuti. Jika di 1.0 pematerinya adalah mas Teguh Sudarisman langsung, maka di  workshop kali ini pematerinya adalah Dudi Iskandar, seorang street fotografer yang belakangan juga asyik menekuni pembuatan video.

Muhammad Isa Ismail, GM Aston Rasuna Hotel yang membuka workshop ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan kreatif yang dilakukan Teguh Sudarisman dan kawan-kawan yang tergabung dalam Rasuna Creative Center. Menurutnya, kegiatan semacam ini membawa dampak positif bagi banyak kalangan yang meminati kegiatan kreatif. Bagi Aston Rasuna sendiri kegiatan yang mengambil tempat di hotel tersebut memberi sumbangan konten yang signifikan.

M.Isa Ismail, GM Aston Rasuna Hotel (foto dokpri)

Ada beberapa poin yang saya catat dari paparan kang Dudi. Menurut kang Dudi, membuat video pada dasarnya mirip dengan kegiatan memotret. Butuh pengetahuan dasar mengenai pengambilan gambar seperti memahami pencahayaan, komposisi serta memelihara insting terhadap obyek.

Terkait teknis, Kang Dudi berpesan agar membedakan pembuatan video menggunakan smartphone dibandingkan dengan menggunakan kamera DSLR atau mirrorless. Untuk smartphone usahakan tiap shoot hanya berdurasi 5-10 detik saja. Ini akan memudahkan dalam pengeditan.

Kang Dudi in action (foto dokpri)

Fitur dari kamera di smartphone juga wajib dikenali dan dalami, karena masing-masing smartphone memiliki karakteristik kamera dengan fitur-fitur yang berbeda.

Soal pencahayaan, kang Dudi memberi sejumlah tips. Kenali arah datangnya cahaya, karena ini akan berpengaruh pada hasil pengambilan gambar. Yang paling mudah adalah memanfaatkan cahaya alami matahari. Matahari memiliki efek berbeda dalam hal hasil pengambilan gambar. Cahaya pagi hingga pukul 10 tentunya berbeda dengan cahaya di siang hari atau sore hari.

Jika harus mengambil gambar di dalam ruangan perhatikan cahaya bantuan yang bisa berupa lampu ruangan atau lampu (lighting) pelengkap. Untuk lighting artifisial bisa dikreasikan dari berbagai macam jenis lampu. Yang murah meriah adalah gunakan senter untuk membantu pencahayaan atau menggunakan lampu khusus fotografi yang beragam jenis dan harganya.

Merekam Proses Cek In di Hotel

Bagian paling chalenging dalam workshop ini adalah saat kami dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat video bagaimana “hotel bekerja”. Terus terang ini kali pertama saya membuat travel video di hotel. Selama ini saya lebih sering mendokumentasikan persinggahan saya di hotel melalui foto. Dan lebih ‘menegangkan’ lagi di kelompok ini saya mendapat arahan langsung dari sang suhu, mas Teguh Sudarisman. Wow.

Lobby Aston Rasuna bernuansa Imlek (foto dokpri)

Kebetulan kelompok saya cuma beranggotakan 3 orang Vlogger dengan ketua rombongan mas Teguh dan satu model Marcelina Sutanto sang @pejalankece. Ini adalah satu-satunya kelompok yang menggunakan model ‘profesional’ untuk pengambilan gambar.

Kami melakukan pengambilan gambar untuk proses check in di Hotel Aston Rasuna, mulai dari kedatangan tamu, check in hingga diantar ke kamar. Untuk pengambilan gambar memang tak bisa sembarangan, kami sepakat mengambil gambar dari satu sisi yang sama. Jika ada yang ingin mengambil gambar dari sisi berbeda harus dikomunikasikan terlebih dulu dengan sesama Vlogger dan model.

Foto ‘keluarga’ bareng model dan tim (foto dokpri)

Namanya juga shooting dengan model kami semua harus sama-sama sabar. Sabar jika adegan yang diambil kurang sehingga harus  diulang. Sabar bergantian mengambil posisi karena posisi model berada di sudut yang sempit.

Meski kerap mengulang adegan, sebagai model Marcel sangat menghayati perannya. Ia selalu memasang wajah ceria agar para vlogger di kelompok ini terpenuhi stok gambarnya. Pengulangan adegan bahkan bukan hanya permintaan Vlogger namun juga kadang dari Marcel sendiri yang merasa blocking-nya kurang pas.

Meski terhitung sebagai kelompok dengan durasi pengambilan gambar terlama, namun proses pengambilan gambarnya sendiri sangat menyenangkan. Penuh tawa, sesekali saling meledek menjadi bumbu yang menyegarkan suasana.

Oiya, kelompok kami mengambil gambar di sejumlah spot Aston Rasuna Hotel, seperti di halaman pintu masuk depan hotel, lobby, sekitar Lift, hingga kamar dan balkon di lantai 32. Selama proses pengambilan gambar kami juga dibantu kru Aston Rasuna yang berperan sejak proses check in selesai hingga mengantarkan tamu ke kamar di lantai 32. Keramahan layanan Aston Rasuna sangat terasa dari bantuan kru di kelompok kami. Si mas Aston (sorry namanya lupa) amat telaten, sabar dan selalu mengumbar senyum selama proses pengambilan gambar yang cukup melelahkan. Ia begitu senang dan tulus membantu proses pengambilan gambar hingga selesai.

Proses shooting diakhir dengan sesi foto bareng di balkon kamar di lantai 32 serta ‘beradegan ranjang’ all of crew.

Beradegan ranjang usai shooting (foto Teguh Sudarisman)

Oiya, usai pengambilan gambar kami langsung diarahkan untuk mengedit gambar di tkp menggunakan aplikasi Power Director (PD). Beruntungnya saya sudah menguprade PD di smartphone saya menjadi premium, sehingga lebih oke karena tak ada lagi watermark di hasilnya. Sayangnya saya gagal mentransfer video saya ke laptop Kang Dudi untuk dilihat bersama. Video baru saya share lewat Youtube setiba di rumah.

Terima kasih mas Teguh, kang Dudi, Marcel sebagai model dan pak Isa serta semua kru Aston Rasuna Hotel yang telah mengemas workshop videography 2.0 kali ini menjadi menarik dan menyenangkan.

Dan inilah hasil workshop Check in di Aston Rasuna Hotel dari sisi saya. Meski belum sempurna, saya merasa ada progress dibandingkan workshop sesi pertama sebelumnya.

https://youtu.be/6QC32DzgOZ0

1,689 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Post Navigation