Category renungan

Ngapain 64 Hari Di rumah Aja?

64 hari di rumah saja, apakah membosankan? Apalagi hanya melakukan aktivitas dalam rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain.

100

ada yang tersudut mati-matian menyanggah mati-matian bersumpah ada yang menuding ada yang ingin kursi panas itu diperebutkan diimpikan politik bagai syahwat menanti pelampiasan cukup 100? tidakkah terpikir kami kelaparan dahaga pada kebenaran? cukup 100 tidak kurang tidak lebih

Angka 13 Pernikahan Kami

Hari ini saya dan istri merayakan 13 tahun usia pernikahan kami. Sebuah usia yang belum ada “apa-apanya” jika dibandingkan mereka yang sudah berhasil mengukir angka perkawinan perak apalagi emas. Kami masih jauh dari itu. Apalagi dari hal pencapaian pengalaman hidup…. Continue Reading →

Optimis

Selamat pagi kawan. Sudahkah anda bersikap optimis pagi ini? Bagi saya optimisme mesti dipelihara. Pun di saat kita berada pada suasana yang sangat pesimis sekalipun. Tetap optimis yuk.

Indonesia dan Salah Kaprah Berbahasa

Apa yang paling memprihatinkan dari sebuah negeri bernama Indonesia? Kalau harus membuat urutan jawabannya adalah soal berbahasa. Harusnya kita bangga karena kita punya bahasa sendiri, yang membedakan kita dengan bangsa Amerika sekalipun. Meski disebut negara adidaya tapi bahasa yang mereka… Continue Reading →

Surat Buat Pembunuh Munir

Dear pembunuh Munir, Apa kabar bung? Tentunya anda masih sehat wal afiat kan? Pastinya anda tengah tersenyum melihat reaksi publik pasca bebasnya pak Muhdi sebagai aktor pembunuh cak Munir. Bung, anda yakin lolos dari jerat hukum? Saya kok melihatnya tidak…. Continue Reading →

Revolusi Sebuah Jari

Apa yang anda ingat dari jari-jemari? Bagian tubuh yang terletak di ujung tangan ini, meski bentuknya kecil, memiliki fungsi cukup penting. Setidaknya saat ini, di era teknologi informasi yang pesat sekali perkembangannya, jari mempunyai fungsi cukup sentral. Anda pun pasti… Continue Reading →

© 2020 syaifuddin.com — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑