Karenanya, bagi Indonesia stabilitas keamanan dan politik di kawasan Asia Tenggara akan menguntungkan kondisi dalam negeri. Begitu pula sebaliknya. Jika Indonesia dalam kondisi stabil secara politik dan keamanan, maka negara di semenanjung Asia Tenggara akan terkena dampak positif stabilitas pula. Inilah yang dinamakan hubungan simbiosis mutualisma. Read More →

831 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Ada yang lupa saya tuliskan mengenai fenomena seorang Jokowi. Saya memang berjanji akan menulis sesuatu tentang tokoh ini. Tapi saya tunggu sampai proses Pilkada DKI usai. Kenapa Jokowi? Karena ia adalah seorang tokoh sederhana yang punya visi berbeda dari kebanyakan kepala daerah. Seorang yang mendekati tanpa jarak. Seorang pemimpin yang bicara dengan bahasa pasaran tanpa kehilangan wibawa. Ia juga tak ambil pusing dengan serangan SARA yang menimpanya, bahkan tak pernah membalas kampanye hitam yang dihembuskan lawan-lawan politiknya.

Banyak yang kagum karena kesantunan politik yang dimilikinya. Tak banyak politisi yang santun dan memegang teguh etika dalam berpolitik, dan Jokowi adalah satu dari yang sedikit itu. Umumnya politisi senang menyerang dengan kata-kata atau sikap kepada para lawannya. Bahkan tak jarang saling melontarkan celaan demi membentengi posisinya. Dan publik (harus) dipaksa menelan perang urat syaraf antara politisi di media, padahal belum tentu penting.

Saya tahu nama Jokowi sejak banyak media mengungkap profilnya. Konon Jokowi adalah pemimpin yang “malas” duduk-duduk di ruang kerja. Ia lebih senang turba alias turun ke bawah, menyambangi warganya di Solo sana. Bahkan dalam soal penataan pedagang kaki lima iapun terjun langsung bernegosiasi dengan PKL. Tak selalu berhasil memang, tapi ia selalu punya jurus jitu, menempatkan PKL bukan sebagai musuh. Ia ‘ngewongke’ atau ‘mengorangkan’ para pedagang, karena bagaimanapun para pedagang itu punya andil memberi pemasukan pada kas daerah.

Dalam bulan-bulan terakhir ini nama Jokowi tak hanya menghiasi media di Solo, tapi juga di Jakarta. Namanya jadi magnet baru, jadi sandaran akan mimpi sebuah Jakarta yang lebih manusiawi. Penampilannya yang ‘ndeso’ dengan baju kotak-kotak ala Tanah Abang justru menjadi trend setter. Baju itu bukan hanya menjadi ciri yang membedakan Jokowi dengan kandidat lain di ajang 5 tahunan itu. Baju kotak-kotak telah menjadi bahasa perlawanan terhadap pemimpin yang arogan, terhadap kebijakan penataan kota yang amburadul.

Sisi manusiawinya ibukota memang sudah lama menghilang. Kota ini berubah menjadi sosok yang angkuh, yang
hanya nyaman bagi segelintir kalangan. Saya merasakan itu, betapa selain kualitas udara yang buruk, rasa aman pun makin menghilang. Tawuran pelajar, antar warga, antar geng, antar ormas menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. Anehnya, tak pernah ada penyelesaian yang tuntas, selalu berulang. Dan puncak kengerian itu saya rasakan saat terjadi pembantaian di RSPAD beberapa waktu lalu. Tempat yang harusnya steril dari tindak kriminalitas, sekarang jadi tempat jagal.

Masih banyak hal lagi yang membuat kota ini makin tak nyaman ditinggali. Daftarnya bisa panjang dan tak akan selesai didiskusikan dalam 1×24 jam. 🙂

Dan seperti sudah diduga, hasil Pilkada 2012 menempatkan Jokowi-Ahok sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Jokowi unggul di 5 wilayah DKI dengan 53,82 persen suara, sementara Foke-Nara hanya memperoleh 46,18 persen. Hasil ini tak meleset dari hitung cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survey. Angkanya hanya terpaut tak lebih dari 1-2 persen.

Hari ini Jokowi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta sebagai gubernur DKI Jakarta yang baru. Ia akan dilantik 7 Oktober pekan depan. Sebagai warga biasa saya hanya bisa mengucapkan selamat bertugas Gubernur Jokowi. Di pundak anda harapan warga Jakarta tersandar. Saya tak mau menagih apapun, cuma satu saya inginkan yaitu Jakarta jadi lebih nyaman ditinggali.

Sebuah harapan sederhana, namun saya yakin tak sesederhana itu untuk mewujudkannya.

Saya juga berpesan, jangan tambah lagi Mal di Jakarta. Yang ada sepertinya sudah cukup bikin macet tiap akhir pekan. Saya berharap bangun lagi pusat-pusat kesenian, perbanyak taman-taman kota di tiap wilayah sehingga warga tak harus tersedot ke satu titik keramaian.

Buat parpol yang mendukung ataupun tidak, saya berharap tak merecoki Gubernur dan wakilnya dengan banyak permintaan. Biarkan mereka bekerja, sambil kita awasi bersama dan kita tunggu realisasi janjinya. Kalau melanggar kita jewer bareng-bareng!

2,389 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Teka-teki siapa yang menduduki jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat terjawab sudah. Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo dipastikan menjabat KSAD yang baru menggantikan Jenderal TNI George Toisutta yang pensiun. Meski istana kepresidenan sendiri belum mengumumkan secara resmi pengangkatan Pramono, namun naiknya Pramono dibenarkan sejumlah menteri. Adalah Mensekneg Sudi Silalahi yang menegaskan pengangkatan Pramono sebagai KSAD Read More →

2,112 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Sepertinya sudah jd kebiasaan SBY saat mau pergi ke luar kota atau luar negeri menggelar jumpa pers mendadak sesaat sebelum terbang. Begitu pula kemarin sebelum bertolak ke Pontianak (ini kota usianya pasti muda, kalau tua pasti ponti ibu!). Lagi-lagi ia melempar sesuatu untuk diperdebatkan. Kemarin dia menyayangkan adanya sms yang isinya bernada fitnah. Tanpa menyebut Read More →

3,081 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Publik pasti masih ingat dan tentunya tak bakalan lupa dengan lagu Udin Sedunia yang dinyanyikan anak Lombok bernama Sualudin. Hingga kini video klipnya di Youtube masih kerap didownload. Akibat lagu sederhana dan terkesan becanda itu Sualudin berubah nasibnya, dari seorang mahasiswa biasa dan penyiar radio lokal Lombok menjadi selebriti nasional. Ia kini kerap tampil di Read More →

3,090 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Luar biasa effort yang dikeluarkan semua pihak dalam mengawal kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Kasus yang juga dikenal dengan kasus cek perjalanan dan melibatkan belasan anggota dewan sebagai tersangka dan terdakwanya ini benar-benar menyita perhatian. Namun makin kesini banyak keanehan dan kejanggalan yang terungkap begitu telanjangnya. Kasus ini Read More →

3,568 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Post Navigation