Apa ekspektasi orang manakala menyaksikan program reality show di televisi? Saya rasa para pecinta hiburan di televisi umumnya punya ekspektasi masing-masing saat melihat program bergenre reality show. Ada program menginap bareng dalam sebuah rumah seperti Penghuni Terakhir di anteve, atau Big Brothers di Trans Tv. Ada pula program reality tv show mengenai renovasi rumah warga Read More →

1,240 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Jagat media sosial kembali ramai dengan perbincangan tentang akun ibu negara, Ani Yudhoyono. Melalui akun instagramnya, bu Ani kembali mengeluarkan pernyataan bernada ‘marah’ saat ada yang mempertanyakan kamera yang digunakan ibu negara mengambil gambar apakah milik pribadi atau milik negara. Akun Instagram adhityaanp bertanya ketika Ibu Ani mengunggah foto berjudul ‘Semut di tongkol bunga Kuping Read More →

974 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Brand Liputan 6 adalah jaminan mutu untuk berita tv yang aktual, tajam dan terpercaya. Tapi itu dulu. Saat channel berita tv masih bisa dihitung dengan sebelah tangan. Kecepatan, kedalaman, dan keakuratan menjadi ciri khas berita yang dihasilkan kru Liputan 6 SCTV. Setelah muncul channel khusus berita, pesona Liputan 6 perlahan memudar. Saya misalnya, tak lagi Read More →

1,932 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

afreezAda kabar yang nyaris saya lupa tuliskan di blog ini. Postingan saya di Kompasiana yang berjudul Liburan Cerdas di era 2.0 dimuat di Kompas Cetak di rubrik Kompasiana Freez, tepat di tanggal cantik, edisi 12 Desember 2012 (12-12-12). Karena untuk edisi cetak, ada proses editing dan judulpun disesuaikan dengan tema besar soal liburan keluarga.

Bagi saya, ini sebuah mimpi lama yang saya pupuk sejak masa kuliah, dan akhirnya baru bisa mewujud sekian tahun kemudian. Bagi seorang penulis, tulisan bisa dimuat di Kompas edisi cetak adalah sesuatu. Apalagi jika tulisan kita dimuat di halaman opini Kompas, lebih dari sesuatu.

Kompas cetak memang memiliki standar khusus bagi kontributor tulisannya. Tidak sembarang orang bisa memajang karyanya di Kompas cetak. Karena sangat ketat seleksinya, sejak dulu jumlah penulis Halaman opini Kompas terbilang sedikit. Hanya berkisar dari orang itu ke itu saja. Meski belakangan Kompas berubah, dengan banyak membuka diri dengan tulisan yang lebih populer, namun tetap Kompas memiliki standar yang tak bisa diturunkan.

Mimpi memang harus dirawat dan diupayakan. Setelah ini saya akan buat mimpi-mimpi baru terkait dengan dunia kepenulisan yang saya geluti. Siapa tahu tahun depan bisa menghasilkan sebuah buku sendiri, setelah buku keroyokan dulu dengan sesama blogger Multiply.

2,038 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Gara-gara lihat postingan jalan-jalannya Ndoro Kakung ke Shanghai jadi pengen nyobain Gickr. Bukan Flickr lho, tapi Gickr. Beda dengan Flickr yang cuma majang foto, Gickr bisa menampilkan foto dalam bentuk slideshow di blog kita. Slideshow di bawah ini adalah hasil utak-atik foto lama saat jalan ke Kota Tua, Jakarta Utara, 3 tahun silam.

gif maker
gif maker at gickr.com

gif maker
gif maker

Yang menarik dari Gickr, kita juga bisa terhubung dengan koleksi foto di flickr, picasa maupun video di youtube.

Ternyata keren juga. Tampilan gambar Blog jadi gak ngebosenin. hehe…

2,454 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

“Dear indovision, kenapa sejak kemarin petang indovision di rumah kami tak tayang. Di layar tertulis This card is not authorised. CA STBID is 3873 2320 8778 4689 Smart Card is 0000 2330 3118 (6). ID Pelanggan : 401 0000 83478”

Sepotong surat keluhan itu saya kirim lewat email hari sabtu pagi. Email itu saya tujukan pada call center operator tv berbayar terbesar di Indonesia, Indovision karena layanan Indovision tidak beroperasi di rumah sejak jum’at petang. Surat elektronik itu “terpaksa” saya kirim karena hotline service 24 jam Indovision sangat sulit dihubungi.

Terpaksa, karena sejak Sabtu subuh saya terus kontak melalui 3 nomer hotline berbeda, tapi hasilnya nihil. Dan baru pada sekitar pukull 12.45 bisa bicara dengan petugas callcenter.

Setelah saya sampaikan keluhan kemudian petugas mengecek kerusakan di control room mereka, hasilnya menurut petugas, layanan Indovision saya diputus karena bermasalah dalam tagihan. Saya tak terima, karena saya sudah membayar tagihan sebelumnya yang cukup besar. sebagai akumulasi kesalahan sistem tagihan Indovision.

Tagihan itu sendiri aneh, saya langganan paket super galaxy dengan harga promo 50 persen. Tiba-tiba tagihan diakumulasi dengan jumlah yang fantastis. Saya keberatan karena tagihan tidak sesuai promo. Petugas CS Indovision malah menyalahkan saya yang mendaftar promo setengah harga namun tak memasukkan surat keterangan dari HRD tempat saya bekerja.

Saya katakan, saya ikut promo ini karena syaratnya ringan, cukup melampirkan copy ID pegawai. Sales yang menawarkan paket ini tak pernah sedikitpun menyinggung soal surat keterangan HRD. Aneh begitu ada tagihan dan jumlahnya fantastis mereka seenaknya bilang itu kesalahan saya.

Bulan lalu saya dapat tagihan 548.707. Jumlah itu berkurang jauh dari tagihan awal. Saya lunasi tagihan itu dan bulan ini saya punya tagihan hanya 129.500 saja. Mengapa tiba-tiba diputus karena dianggap bermasalah dalam tagihan? Ini baru tanggal 17 Desember, kalaupun saya belum membayar itu belum jatuh tempo.

Yang saya tak habis mengerti bagaimana tim CS Hotline Indovision melayani keluhan pelanggan? Email yang saya kirim tak satupun berbalas. Begitu juga dengan sms. Yang lebih parah adalah Hotline service susah dihubungi. Kalaupun nyambung, saya tak sekalipun bisa bicara dengan petugas. Selalu berhadapan dengan mesin penjawab otomatis dan diminta menunggu lama dan diakhiri dengan kata “maaf customer officer kami sedang sibuk”.

Karena cara konvensional tak ampuh, saya kemudian menghubungi melalui akun twitter @Indovision_TV. Lumayan cepat tanggapannya. Dan kurang dari sejam Indovision di rumah kembali normal. Namun itu hanya berlangsung sesaat, dua jam kemudian kembali “pingsan” hingga hari Minggu. Dan kembali saya harus menempuh perjalanan panjang untuk menyampaikan keluhan. Sepanjang Sabtu malam tak satupun twit saya ditanggapi, begitupun dengan telepon yang selalu gagal bicara dengan CS officernya.

Pelajaran terbesar dari kasus ini adalah membangun hotline service yang tangguh tidak selesai dari sekedar niat. Nomer CS hotline, sms, maupun alamat email yang ditempel di tiap decoder di rumah pelanggan tentunya bukan pajangan penghias decoder belaka.Harus ada sistem integral dengan petugas yang memiliki sense terhadap pelanggan. Mengapa mencantumkan nomor sms yang bisa dihubungi jika ternyata sms itu tak dijawab. Mengapa pula mempunyai alamat email kalau tak ada tanggapan keluhan pelanggan.

Di era teknologi informasi seperti sekarang customer tak bisa dianggap hanya sebagai bagian catatan jumlah pelanggan.Dia harus dimaintain, dimanusiakan. Customer, siapapun dia punya hak penuh atas layanan terbaik. Karena kepuasan customer akan menjadi iklan gratis bagi customer lainnya dari mulut ke mulut. Sementara ketidak pedulian terhadap customer akan membuat sebuah brand laksana menggali kuburnya sendiri.

12,827 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Trans corp, lini bisnis media tv dari CT Corp kemarin merayakan hari ulang tahunnya yang ke-10. Sebuah acara pagelaran musik dikemas “wah” sebagai pertanda mereka memasuki usia satu dasawarsa. Dalam rentang masa ini, trans corp (dengan 2 stasiun Tv, Trans tv serta trans7) kehadirannya lumayan memukau pemirsa tv tanah air.

Saya tak akan membahas program-program andalan kedua tv tersebut. Saya justru penasaran dengan logo baru Trans corp yang kemarin diperkenalkan kepada khalayak. Coba amati, sekilas logo ini mirip dengan logo Kompas Tv milik Kompas-Gramedia grup. Efek warna-warni dalam hurup “A” logo Trans Corp mirip dengan huruf “K” Kompas Tv.

13240053451870288834

logo Trans Corp

Nah, kalau di bawah ini adalah logo Kompas Tv yang lebih dulu hadir dan dikenal publik.Coba tarik kedua sisi huruf “K” di logo ini, akan jadi huruf “A”. Persis dengan logo Trans Corp!

13240054101726720424

Logo Kompas Tv

Pagi ini di twitter juga bermunculan timeline yang mempertanyakan “kemiripan” ini. Coba simak beberapa diantaranya:

@putra_GPV: @KompasTV memang inspirasi Indonesia yah sampe logonya aja ditiru sama tetangga sebelah… Hahaha…

@freddy_sbotipi Logo baru transcorp yang baru kok mirip Kompastv ya???

@wisnunununu Transcorp logo A nya mirip K Kompas Tv, semakin tua malah semakin payaaahhh.

Soal “kemiripan” ini pagi tadi saya tanyakan ke seorang teman yang ada di redaksi Trans7. Melalui BBM dia jawab dengan enteng kemiripan itu sebuah kebetulan saja. Karena menurutnya, logo Trans Corp sudah ada sejak Mei 2011. Atau bisa saja konsultan logonya sama, katanya.

Hmm…. Mungkinkah sebuah kelompok usaha sebesar Trans Corp dengan sadar menggunakan logo perusahaannya yang mirip dengan perusahaan lain? Apalagi sama-sama pemain di bidang tv broadcasting ? Ataukah ada udang dibalik logo ini untuk ke depannya? Entahlah.

Jadi, benarkah logo Trans Corp mencontek logo Kompas tv? Silakan nilai sendiri sodara-sodara.

5,819 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Post Navigation