Category Archives: Layanan Publik

Lebaran tahun ini mudik gak guys? Saya sih mudik. Kendati jarang mudik pas Lebaran tapi yakin aja perjalanan mudik kali ini bakal lancar dan aman. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Seperti service mobil, belanja keperluan Lebaran dan sejumlah printilan yang biasa dibawa saat mudik juga sudah didata.

Oiya tahun ini perjalanan mudik juga menghadapi banyak hal baru. Seperti jalur jalan tol menuju Jawa Timur yang makin banyak hingga penggunaan e-money sebagai satu-satunya alat transaksi di pintu tol. Memudahkan sekaligus bikin cemas jika persiapan kita kurang baik. Kebayang kan jika sedang macet-macetnya di jalur tol baru kita kebingungan saat bensin mobil kian menipis. Atau ada anggota keluarga yang sakit dan butuh penanganan segera ke klinik terdekat. Berasa banget kalau kita butuh informasi akurat mengenai hal-hal tersebut.

Untungnya tahun ini XL Axiata memiliki informasi mudik digital yang dibuat bekerjasama dengan Kementrian Perhubungan dan sejumlah instansi terkait. Jika dulu untuk pulang kampung  mengandalkan peta mudik kali ini untuk searching informasi mudik gawai a.k.a gadget yang akan bicara.

Ide kerjasama ini berangkat dari kenyataan bahwa saat ini masyarakat lebih banyak mencari dan mendapatkan informasi seputar perjalanan mudik melalui perangkat digital atau internet. Masyarakat lebih senang mengakses perangkat gadget mereka, setelah harga gadget makin murah dan jaringan internet pun makin terjangkau layanannya.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan, “Kami di XL Axiata menyambut baik upaya pemerintah mulai memanfaatkan teknologi digital guna menyampaikan pesan atau informasi kepada publik mengenai barbagai hal, salah satunya informasi seputar mudik ini oleh Kementerian Perhubungan.”

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, “Di tahun-tahun sebelumnya, informasi seputar mudik masih dituangkan dalam bentuk hardcopy atau dalam kertas tercetak. Format seperti itu kurang lagi efektif karena rentan hilang atau rusak, serta butuh biaya tidak sedikit untuk mencetaknya. Kami menilai, dalam hal ini XL Axiata memiliki kelebihan dan kemampuan untuk menyediakan dukungan berupa informasi digital sesuai dengan yang kami harapkan.”

Pelanggan XL Axiata bisa mengakses informasi seputar mudik melalui sejumlah layanan digital diantaranya:

  • SMS LBA (location based advertising) yang disebarkan di titik-titik mudik sesuai dengan informasi yang disampaikan. Dengan demikian informasinya akan menjadi lebih efektif.
  • website www.sisternet.co.id yang menjadi saluran komunitas perempuan binaan program Sisternet XL Axiata.
  • saluran MyXL, yang merupakan akses layanan digital XL Axiata bagi semua pelanggan.
  • Informasi seputar mudik bisa diakses antara H-10 hingga H+10 lebaran.

Khusus di MYXL ada informasi apa saja yang bisa kita akses?

  • Informasi RTTMC (Road Transport And Traffic Management Center) berisi Link ke LIVE CCTV dari sejumlah jalur mudik baik jalan tol maupun jalur non tol.
  • Informasi Lalin di sejumlah ruas jalan yang dilalui pemudik
  • info jalur alternatif, info jalur rawan kecelakaan, jalur rawan longsor, jalur rawan macet
  • Nomer telepon penting Rumah Sakit dan Kantor polisi terdekat
  • Link berita terkini seputar mudik

So, buat yang mudik jangan worry ya di musim mudik Lebaran kali ini. Informasi digital bisa kamu akses dan akan membantu dan menuntun perjalanan mudikmu hingga ke kampung halaman.

Happy mudik guys…

2,638 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tilang. Sebulan silam saya kena tilang polisi saat berada di jalan tol JORR arah Bekasi. Karena macet saya dan sejumlah pengendara mobil mengambil bahu jalan untuk mendahului mobil di jalur biasa.

Awalnya lancar, hingga akhirnya jalur di bahu jalan berhenti total. Jalur tersebut dicegat polisi di ujung jalan. Saya dan juga sejumlah pengendara tak bisa berkutik. Saya tercyduk.

Singkat kata saya ditilang. Fine saya tak punya argumen apapun, karena saya memang salah. Saya pasrah diberikan surat tilang berwarna biru. Sang polisi hanya bilang ikut sidang di PN Jaktim tanggal sekian. Tapi sebelumnya sempat menawari solusi pendek, ambil SIM di Polda keesokan hari dengan membayar denda IDR 500K. Saya tolak. Saya pantang memberi uang petugas di jalanan, lebih baik uang masuk ke kas negara.

Hari Sidang SIM

Di hari yang ditentukan untuk sidang SIM, saya datangi PN Jaktim di kawasan Penggilingan. Sepi. Yang banyak malah calo-calo sejak di pintu gerbang gedung Pengadilan. Rupanya sejak akhir Januari 2017 tak ada lagi kegiatan sidang tilang SIM seperti yang biasa digelar tiap hari Jumat di sini. Sial.

Saya kemudian diarahkan petugas pengadilan ke Kejaksaan Negeri Jaktim di kawasan Cipinang.

“Tinggal bayar saja, gak perlu sidang lagi,” ujar si petugas ringan. Oh, oke. sayapun dengan riang menuju Kejaksaan Negeri Jaktim.

Sampai di Kejaksaan apa yang terjadi? Ribuan orang antri di tempat pengambilan dokumen bukti tilang. Diantara panjangnya antrian warga, saya mendapat aneka info. Mulai ada yang menyarankan bayar dulu ke BRI denda kita, ada pula yang menyarankan bayar cash di depan petugas.

Saya abaikan. Saya memilih bayar denda melalui transfer di ATM.

Berapa denda yang harus saya bayar, ternyata sekarang bisa dicek di website pengadilan negeri yang bernama http://www.tilang.pn-jakartatimur.go.id . Hanya dengan memasukkan kode resi surat tilang yang ada di kanan atas. Nanti akan muncul berapa rupiah denda yang harus kita bayar berikut uang administrasinya.

Dan saya hanya cukup membayar IDR 71K saja. Jumlah yang jauh dari yang diminta petugas di lapangan. Dan jauh pula dari iming-iming tawaran calon di PN Jaktim yang meminta IDR 300K untuk membantu mengambilkan SIM/ STNK yang ditilang petugas.

Urus Sendiri Lebih Aman

Jika anda kena tilang, sebaiknya urus sendiri pengambilan di Kejaksaan, karena lebih murah. Datang lebih pagi sebelum jam 7 pagi akan memungkinkan kita dapat nomer antrian yang lebih kecil. Jika kesiangan seperti saya yang datang sekitar jam 10 pagi, saya dapat nomer antrian 909.

Karena giliran saya masih lama, saya tinggal ngantor dulu. Sekitar Magrib saya datang lagi dan mendapati nomer saya sudah kelewat. Seusai magrib baru saya bisa menebus SIM yang ditahan petugas.

Oiya, untuk bayar denda lebih baik kita bayar sendiri melalui ATM. Jangan tergiur mendatangi kantor BRI yang ada tak jauh dari Kejaksaan. Karena anda akan dikenai kutipan uang untuk mendapat informasi jumlah denda yang harus dibayar dari calo-calo yang bergentayangan di  sekitar situ.

4,632 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Mal Pelayanan Publik di Kuningan, Jakarta (foto dokpri)

Paspor. “Bro, perpanjang paspor sekarang beda lho. Gak perlu antrian panjang dan makan waktu.” Begitu kata seorang kawan.

Saya abaikan omongan kawan tadi yang menjelaskan soal full online nya layanan perpanjangan paspor. Kenapa saya abaikan, karena baru beberapa bulan silam saya ikut mengurus perpanjangan paspor istri dengan cara lama.

Saya lantas menyambangi Mal Pelayanan Publik yang ada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan karena terprovokasi postingan teman yang bilang mengurus dokumen di Mal ini enak, simpel dan tak bertele-tele.

Saya datang sekitar pukul 7. Masih pagi dan Mal ini belum beroperasi. Hanya ada beberapa warga yang juga punya urusan sejenis. Ada bangku-bangku di halaman terbuka Mal yang dijadikan tempat nongkrong sebelum masuk ke dalam. Lumayan sebagai tempat jeda. Udara pagi masih segar dan duduk di ruang terbuka seperti ini sungguh sebuah kesempatan langka. Sebab tiap hari saya berada di ruang berpendingin udara terus-menerus.

Layanan Mal dimulai pukul 8 pagi. Dan pengunjung bakal disambut mas-mas ramah di pintu masuk yang langsung mengarahkan untuk mengambil nomer antrian. Untuk urusan perpanjangan paspor langsung ke lantai 3.

Di lantai 3 ternyata petugas belum satupun yang standby di lapak mereka.

Untuk mengurus perpanjangan paspor di sini anda hanya perlu mendaftarkan diri sebelumnya melalui situs resmi Ditjen imigrasi secara online. Jika dulu perpanjangan paspor bisa langsung dilakukan di kantor Imigrasi dengan mengantri sejak subuh, kini hal tersebut tak bisa lagi. Anda harus registrasi secara online baru dilayani.

Problem terbesar ada pada saat registrasi online. Registrasi online ini tidak mudah. Padahal salah satu tujuan membuat semua urusan perpanjangan paspor ini full online adalah memudahkan bagi semua. Tapi nyatanya itu tak semudah bayangan kita.

Saya berulang kali mendaftar online dan mencoba memilih hari yang sesuai pilihan saya sulit sekali. Bahkan untuk bulan November sudah tak ada lagi kuota. Konon kabarnya tiap Kanim punya kuota layanan dan itu tak bisa ditambah.

Akhirnya saya geser pilihan tempat perpanjangan paspor dari Mal Layanan Publik ke Kanim Jakarta Pusat. Sayapun dapat gliran setelah melakukan pemesanan tanggal layanan melalui Whatsapp. Yap, ini adalah layanan alternatif bagi anda yang kesulitan mengakses situs Imigrasi secara online.

Namun layanan pemesanan tanggal baru bisa dinikmati di sejumlah Kanim yang terbatas. Yakni Kanim Jakarta Pusat, Bogor, Tangerang dan Batam.

Anda tinggal mengikuti format pesan sesuai Kanim dan nantinya akan mendapatkan balasan melalui WA. Jika tanggal yang anda inginkan tidak tersedia, akan diberikan tawaran alternatif tanggal. Jika anda setuju, nantinya akan ada kode verifikasi yang harus dikirimkan balik.

Meski sudah mendapat kepastian layanan melalui WA, tapi saya baru dapat giliran di pertengahan bulan Desember 2017. Lama ya… Tapi sudahlah, yang penting masih dapat tanggalnya. Karena teman lain kabarnya dapat giliran baru Januari 2018.

Oiya, sekarang untuk perpanjangan paspor anda tak perlu bawa banyak dokumen. Anda hanya perlu membawa paspor lama dan KTP asli serta fotocopy-annya saja. Semoga nanti di hari yang ditentukan tak ada lagi perubahan aturan yang membuat waktu saya habis.

2,003 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Balik Nama Motor. Siapa bilang perkara balik nama kendaraan bermotor khususnya sepeda motor sulit dan membuat ribet? Itu anggapan salah yang juga sempat saya amini. Saya sempat maju mundur mengurus balik nama motor, antara mengurus sendiri di kantor Samsat atau menggunakan jasa biro pengurusan perpanjangan SIM/STNK yang banyak bertebaran. Maju mundur karena membayangkan bakal ribet Read More →

5,356 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Menambah daya listrik melalui PT.PLN ternyata mudah. Mengurus perubahan daya listrik rumah dari semula 1300 Volt menjadi 2200 Volt ternyata tidak seribet yang dibayangakan banyak orang.
Sejak kami beli di tahun 2017, rumah kami memang masih menggunakan daya listrik yang disediakan pengembang. Padahal sejak awal setelah dihitung konsumsi listrik rumah tangga kami mengalami peningkatan daripada di rumah sebelumnya.
Anak-anak yang beranjak besar membuat kebutuhan akan tenaga listrik yang lebih besar pula. Awalnya kami hanya membutuhkan aliran listrik untuk hal-hal primer seperti lampu penerangan, pompa air, setrika dan kulkas saja. Namun seiring bertumbuhnya kebutuhan, penggunaan peralatan listrik di rumah kami meningkat.
Nah, pekan silam saya mengurus perubahan daya listrik tersebut dengan cara yang amat mudah. Cukup mendaftarkan permohonan perubahan daya melalui situs resmi PT.PLN semua dijamin beres.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurus perubahan daya listrik untuk perumahan.
2. Pilih Fitur pelanggan di bagian atas situs.
3. Klik Perubahan Daya, kemudian akan muncul Ketentuan umum perubahan daya listrik PLN. Baca dan cermati baik-baik tiap poin yang tertulis. Setelah itu klik Setuju di bagian bawahnya.
4. Akan muncul laman formulir yang harus diisi. Form ini terdiri dari data pelanggan, daya listrik yang sekarang, kebutuhan listrik rumah tangga, lembaga atau industri.
5. Setelah kelar mengisi form, akan ada daftar biaya sesuai permohonan.
6. Biaya penambahan daya mesti ditransfer melalui ATM dan belum bisa menggunakan layanan online banking.
7. Setelah membayar nantinya kita harus kembali membuka situs PLN dan mengkonfirmasi pembayaran. Hingga titik ini berarti pelanggan tinggal menunggu kapan petugas datang. Dalam form ditegaskan bahwa petugas akan datang dalam kurun waktu paling lama 5 hari sejak permohonan diajukan. Saya sendiri malah lebih cepat dari itu. Hanya 3 hari berselang sejak permohonan petugas pun datang.
Pemasangan alat meteran baru dan penambahan daya akan berlangsung sekitar 1 jam saja. Karena saya sebelumnya menggunakan listrik pasca bayar, maka saat mengajukan permohonan ditawarkan untuk menggantinya menjadi listrik pintar, yang sistemnya isi ulang (pra bayar).
Oh ya, saat proses permohonan hingga pembayaran petugas customer care PLN Pusat selalu mewanti-wanti agar pelanggan tidak memberikan biaya tambahan atau tips kepada petugas lapangan. Pesan ini untuk mengingatkan pelanggan dan juga petugas agar tidak terjadi gratifikasi yang bisa mengarah pada tindak korupsi.
Dan itu bukan basa-basi saja. Karena saya tidak dimintai sepeserpun uang atau biaya ini itu selama proses penambahan daya.
Wah ternyata PLN sudah berubah banget. Sebuah transparansi yang harus didukung semua pihak.
*Tulisan ini sebelumnya sudah saya posting di Kumparan.

5,162 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Ruang Tunggu Lapang dan Mewah (foto dokpri)

Ruang Tunggu Lapang dan Mewah (foto dokpri)

Sabtu (28/5) saya dan beberapa teman dari berbagai komunitas fotografi dan blogger diajak hunting ke terminal 3 ultimate bandara Soekarno Hatta oleh Angkasa Pura 2. Kesempatan emas menjadi blogger pertama yang tahu seluk beluk bandara baru yang ‘konon’ bakal jadi paling cakepp di negeri ini.

Sejak dari rumah saya memiliki ekspektasi cukup tinggi terhadap pembangunan terminal ini. Paling tidak sudah 80 persen kelar, karena konon direncanakan bakal soft opening 15 Juni 2016 ini. Apalagi kali ini kami diajak melihat progress pembangunannya, pastilah sudah kelihatan ‘jadi’.

Sisi Lain Ruang Tunggu (foto dokpri)

Sisi Lain Ruang Tunggu (foto dokpri)

Rupanya di terminal 3 Ultimate ini masih berlangsung banyak pengerjaan di sana-sini. Saya melihat banyak pekerja hilir mudik, menylesaikan bagian pekerjaannya masing-masing. Ada yang berkutat menyelesaikan beberapa bagian di check in counter, ada pula yang memasang dinding pembatas di lantai dua. Kabel-kabel masih bersliweran di sana sini. Keriuhan terasa di lantai dasar. Saya melihat masih ada alat berat yang bekerja di bagian depan lantai dasar.

Yang sudah ‘kelihatan’ jadi adalah ruang tunggu dan check in counter di lantai dua. Ruang tunggu sedang dipercantik di sana sini. Yang membedakan dengan ruang tunggu di terminal 1, 2 maupun 3 adalah dalam luasnya. Raung tunggu di terminal Ultimate lebih lega, dilengkapi sofa berwarna-warni.

Sepertinya pihak Angkasa Pura 2 sengaja membuat ruang tunggu yang nyaman, cozy agar membuat calon penumpang betah berlama-lama sebelum terbang dengan pesawat.

 

Dilarang Melintas (foto dokpri)

Dilarang Melintas (foto dokpri)

Sementara itu kesibukan tak kalah serunya terjadi di area check in. Sejumlah pekerja masih terus melakukan pemasangan panel-panel di counter check in. Pemasangan sign board Garuda Indonesia di masing-masing counter sudah hampir selesai dilakukan. Untuk pembukaan perdana terminal  3 ultimate memang baru direncanakan hanya melibatkan maskapai Garuda Indonesia. Garuda akan melayani penerbangan domestik maupun internasional dari terminal ini.

Pekerja Ngebut Jelang Soft Opening (foto dokpri)

Pekerja Ngebut Jelang Soft Opening (foto dokpri)

Terminal 3 Ultimate ini nantinya akan menyatu dengan terminal 3 yang selama ini ada. Jika nanti terminal 3 ultimate resmi beroperasi, maka terminal 3 akan direnovasi dan disesuaikan dengan bentuk bangunan dan desain yang digunakan terminal 3 Ultimate. Dan jika proyek pembangunan dan perluasan terminal 3 ultimate bandara ini selesai hanya ada sebutan terminal 3 tanpa embel-embel ultimate lagi.

Ruang Check in nan Mewah (foto dokpri)

Ruang Check in nan Mewah (foto dokpri)

Terminal 3 Ultimate ini akan menjadi terminal terbesar yang ada di Bandara Soetta. Terminal ini memiliki panjang 2,4 kilometer dengan luas 43.000 m2. Dengan luas lebih dari 2 kali terminal 1 dan 2, pihak Angkasa Pura manargetkan terminal ini bisa melayani 25 juta orang pengguna dalam setahun.

Ruang Tunggu Lega dan Nyaman (foto dokpri)

Ruang Tunggu Lega dan Nyaman (foto dokpri)

Satu yang bakal membedakan keberadaan terminal 3 Ultimate dengan terminal lainnya di bandara Soetta adalah adanya akses transportasi yang terintegrasi dengan sejumlah moda. Nantinya bakal ada akses transportasi kereta api langsung dari Jakarta ke bandara. Jelas, selain memudahkan bagi para calon penumpang, keberadaan kereta api bandara bakal sedikit mengurai kemacetan yang biasa terjadi di jalan tol akses menuju bandara.

 

Jalur ke Garbarata (foto dokpri)

Jalur ke Garbarata (foto dokpri)

Pembukaan perdana (soft opening) yang bakal dilakukan 15 Juni mendatang adalah uji coba yang bakal melibatkan 1000 orang dalam simulasi penerbangan nyata dari terminal 3 Ultimate. Pihak Angkasa Pura 2 menargetkan bakal menggelar uji coba ini selama 15 hari.

Terminal 3 Ultimate hanya akan melayani penerbangan internasional. Namun khusus Garuda Indonesia bakal melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Selamat Datang (foto dokpri)

Selamat Datang (foto dokpri)

 

4,991 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Post Navigation