The Harvest Gold Chocolate Series (foto dokpri)

The Harvest Gold Chocolate Series (foto dokpri)

The Harvest. Sambut bulan suci ramadhan dan hari raya Iedul Fitri The Harvest Indonesia memperkenalkan serangkaian menu baru yang bertajuk Harvest Gold Chocolate series. Sesuai namanya, ini adalah seri cake berbahan dasar cokelat emas yang merupakan perpaduan cocoa solid premium dengan karamel dan susu yang membuat produk cokelat emas ini istimewa.

Seri cake ini sengaja diluncurkan menjelang Ramadhan guna memberikan pilihan bagi kaum muslim untuk memberikan sajian berbeda di bulan Ramadhan. Bagi kaum muslim di Indonesia bulan puasa memang identik dengan makanan atau penganan manis, utamanya saat berbuka puasa. Hidangan serba manis diperlukan untuk menggantikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa.

Peluncuran menu baru seri cokelat emas ini dilakukan pekan lalu di The Harvest Senopati, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dikemas dalam nuansa gold (emas) di hampir semua bagian store. Mulai dari mannequin (patung hidup) yang tubuhnya dibaluri warna emas, balon-balon, hingga hiasan yang terbuat dari cokelat berwarna emas.

Pemilihan gold chocolate (cokelat emas) sebagai sajian baru The Harvest karena emas identik dengan warna premium, yang memiliki citra eksklusif. Gold chocolate memiliki rasa karamel yang lebih kaya daripada rasa cokelat karamel yang biasa kita temukan di pasaran. Ini karena penggunaan bahan terbaik cokelat Belgia (Finest Belgian Chocolate) yang menghasilkan perpaduan rasa luar biasa.

Sanjeeva Gunawardena, President Director The Harvest Group (Foto dokpri)

Sanjeeva Gunawardena, President Director The Harvest Group (Foto dokpri)

Menurut Sanjeeva Gunawardena, President Director The Harvest Group , Gold series ini merupakan bagian dari upaya pihaknya menghadirkan lebih dari 30 cake dan pastry baru pada tahun 2018. “Gold Chocolate series merupakan salah satu kebanggaan yang dipersembahkan oleh para master chef The Harvest. Dan ini merupakan produk gold chocolate pertama eksklusif di Indonesia,” tambah Sanjeeva.

Sementara itu Robin Stanley, Head of Marketing The Harvest Group menambahkan, produk cake gold series ini merupakan kerjasama The Harvest dengan Callebaut, produsen cokelat ternama dari Belgia. “Produk Gold Chocolate series ini memang dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan. Dan ini pasti memberikan pengalaman spesial penuh kejutan yang bisa menambah semarak hari raya Lebaran,” tambah Robin.

6 Jenis Produk Gold Chocolate

Seri Gold Chocolate yang diperkenalkan kepada media, blogger dan undangan VIP terdiri dari enam jenis cake. Rangkaian produk tersebut terdiri dari The Harvest Gold Opera, Magnifique (Gold Dates Cake), Gold Chocolate Bar, Gold Chocolate Macaroon, Gold Chocolate Praline dan Gold Chocolate Dates.

Masing-masing seri didesain dengan bentuk yang cantik dan unik di bawah supervisi chef Marike Van Beurden yang juga merupakan chef dari Callebaut.

Beberapa menu sempat saya coba, seperti Magnifique yang menurut saya rasanya unik karena memadukan cokelat emas, karamel, susu dan juga kurma. Perpaduan rasanya luar biasa, begitu menyentuh mulut terasa meleleh cokelatnya.

Atau jika suka dengan macaroon sepertinya anda mesti mencoba gold chocolate macaroon yang manisnya pas, dengan sensasi renyah di luar serta lembut di bagian dalam. Kejutan rasa akan anda dapatkan sejak gigitan pertama.

Oiya bagi teman-teman pembaca blog ini ada giveaway nih.

Caranya gampang kok :

  • Posting foto di Instagram kalian yang memperlihatkan ekspresimu bersama cokelat koin emas apapun tanpa nyebutin merek. 
  • Beri caption semenarik mungkin dengan menyertakan kata wajib gold chocolate dan The Harvest 
  • Jangan lupa follow dan mention IG @harvestcakes  serta @syaifuddin1969
  • Gunakan hastag wajib: #HereComesTheGold #TheHarvestCakes #AlwaysSurprising 
  • Deadline lomba sampai 30 Mei 2018, pengumuman pemenang awal Juni 2018.

Bagi pemenang yang beruntung akan mendapatkan voucher dari The Harvest Cake senilai 250 ribu rupiah untuk 1 pemenang yang berlaku hingga Januari 2019. Lumayan bisa untuk buka puasa atau jadi hantaran saat lebaran dengan produk Gold Chocolate dari The Harvest

1,825 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Go Food Festival 2018 (foto dokpri)

Go Food Festival 2018 (foto dokpri)

Go Food festival. Libur-libur seperti ini enaknya kulineran. Banyak tempat yang bisa dijadikan rujukan mencari kuliner pilihan di ibukota. Tapi jika ingin menikmati pengalaman berbeda kulineran di tempat terbuka, saya rekomendasikan tempat keren untuk kulineran bareng teman atau keluarga. Namanya Go Food Festival di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Lokasi tepatnya di seberang hotel Atlet Century, bersebelahan dengan mesjid besar di sekitar situ.

Tempatnya cozy, berada di bawah rerimbunan pohon, dengan tempat makan yang ditata sangat instragamable. Cocok bagi mereka yang ingin makan sambil membuat konten foto-foto keren.

Saya kemari saat pembukaan di hari Minggu (6 Mei 2018) dan masuk melalui pintu di depan hotel Century. Dari sisi ini kita akan bertemu dengan arena bermain anak, meja kursi tempat makan dan juga logo Gofood Festival berukuran besar.

Kabar baiknya festival ini bakal berlangsung setahun penuh!

Agak masuk ke dalam, aroma festival mulai terasa. Sebuah ruang dari tenda berukuran besar berdiri megah di tengah area. Tempat ini digunakan untuk konpers, hiburan musik dan tentunya tempat makan. Berbeda dengan yang di luar, tempat ini full AC.

No Cash, Gopay Only

Yang membedakan Go Food Festival dengan festival kuliner lainnya adalah semua transaksi pembelian makanan atau minuman di sini tidak menggunakan uang. Lho? Eits..jangan bingung. Maksudnya, semua transaksi pembelian makanan dan minuman di sini menggunakan uang elektronik Gopay.

Belum punya Gopay? Gampang, donlod aja di lokasi aplikasi Gojeknya. So kalau mau mengisi dompet Gopay mudah kok, ada beberapa booth yang bisa membantu pengunjung top up Gopay nya. Simpel kan.

Bagaimana cara belanjanya? Lagi-lagi semudah menjentikkan jari jemari. Pertama, datangi booth makanan favoritmu. Pilih makanan yang ingin disantap. Lihat daftar harga dan scan QR Code booth makanan tersebut. Ikuti saja petunjuk yang ada setelah itu. Kelar proses pembelian, tunjukkan notifikasi dari gawai kamu pada penjaga booth. Pesanan tinggal digarap. Mudah kan?

Makan Enak Dapat Hadiah 

Dan pesanan saya kemarin adalah Bebek hitam khas Bengkulu dari Bebek BKB alias Bebek Kepahiang Babase.

Berbeda dari bebek Madura yang selama ini sering saya konsumsi, bebek Bengkulu ini bumbunya tidak sepekat bebek Madura dalam hal kekuatan bumbunya. Bebek BKB ini lebih light. Kabar baiknya, bagi mereka yang tak suka pedas bebek BKB ini cocok jadi pilihan.

Daging bebeknya sendiri lembut di mulut, empuk sekali. Karena dimasak cukup lama membuat dagingnya mudah digigit. Rekomended lah. Lumayan jadi nambah referensi kuliner bebek di Jakarta.

Oiya, kulineran di Gofood Festival ini beda dari festival sejenis. Karena semua proses pembayaran tidak dilakukan dengan uang cash, namun menggunakan uang elektronika melalui Gopay.

Kamu tinggal datangi booth kuliner dan pilih menu favoritmu. Untuk membayar pesanan cukup tap barcode booth dengan gopay yang terdapat di aplikasi gojek. Cukup sekali sentuh dan pesanan bisa diproses. Oiya jangan lupa tunjukkan notifikasi pembayaran ke mas/ mbak petugas boothnya.

#segampangitu prosesnya. Gak butuh waktu lama.

Bagi pengunjung yang ingin mengisi dompet gopaynya penyelenggara juga menyediakan fasilitas top up gopay di sejumlah booth yang tersebar di area GBK.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan hadiah berupa saldo gopay 55 ribu rupiah seperti saya caranya gampang kok. Setelah belanja, tunjukkan history penggunaan gopaymu ke petugas Gojek. Ambil kupon undian dan jika beruntung saldo gopaymu akan bertambah di akhir periode promo Hari Kuliner Nasional nantinya.

4,449 kali dilihat, 30 kali dilihat hari ini

Kaitomi Maru. Saya bukanlah penggila makanan Jepang, namun suka mencoba-coba hal baru, termasuk makanannya. Beberapa jenis makanan Jepang yang saya suka biasanya jenis mie-mie-an, seperti udon atau ramen.

Yang lain seperti sushi saya lebih senang melihatnya daripada memakannya. Unik bentuk dan warnanya. Kurang suka sushi karena belakangan sedang mengurangi asupan karbo.

Lalu kenapa senang dengan udon dan ramen? Jawabannya karena saya penyuka mie. Beragam jenis hidangan berbahan mie saya suka. Terutama yang berkuah. Meski udon dan ramen sama-sama ada karbo-nya saya tak peduli. Kalau sudah ketemu hidangan berbentuk mie jadi suka lupa diri.

Nah, kemarin saat bertandang ke resto Jepang Kaitomi Maru langsung dibikin galau dengan Oden Noodle yang ada di display di pintu masuk resto. Saya seperti menemukan apa yang saya cari. Ini harus saya coba, kata saya dalam hati!

Oden Noodle yang bikin kabita (foto dokpri)

Karena datang dengan beberapa kawan dan sepakat untuk tidak memesan makanan sejenis, akhirnya saya mengalah untuk tidak memasukkan Oden Noodle dalam pesanan. Dan saya cukup dibuat kabita melihat teman lahap menyantap Oden Noodle-nya. Hmm…

Akhirnya saya ganti pilihan dengan Salmon Aburiyaki. Sementara pesanan dikerjakan, saya bisa melihat langsung aksi chef menyiapkan sajian dari salmon. Sang chef memperagakan proses memotong ikan salmon dari ukuran panjang sekitar 100 sentimeter menjadi potongan kecil-kecil sesuai kebutuhan. Ada yang dipotong kecil untuk sushi, ada pula yang potongannya agak besar untuk pesanan saya, Salmon Aburiyaki.

Atmosfernya Bersahabat

Menunggu pesanan dikerjakan saya dan teman-teman asyik mengeksplor resto yang baru dibuka ini. Resto Jepang Kaitomi Maru ini letaknya di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Untuk mencarinya cukup mudah, ada di lantai 1, berdekatan dengan jajaran resto lainnya.

Penanda paling mudah dari Kaitomi Maru ada sejumlah menu yang didisplay di bagian depan resto. Hmm… meski yang dipajang bukan makanan asli tapi melihat bentuknya pasti bikin ngiler. Mata sayapun langsung tertambat pada sosok Oden Noodle yang saya sebut tadi. Saya memang paling gak bisa jauh dari mie.

Masuk ke dalam resto, kita akan berasa ada di sebuah kedai makanan di Jepang sana. Atmosfernya bersahabat, bersuasana laut, sengaja dibuat Jepang banget. Interiornya ada nuansa laut, dengan jaring ikan di dinding bagian dalam. Sementara di bagian atas resto dihiasi kain dengan corak bendera Jepang.

Buat yang suka makan tanpa gangguan bisa mengambil kursi di bagian dalam resto yang lebih privat. Sementara bagi yang suka dilihat dan melihat orang lalu lalang, saya sarankan ambil meja di bagian depan resto. Dua-duanya punya keasyikan tersendiri.

Yang menarik dari resto ini tentu konsep open kitchennya yang membuat pengunjung resto bisa menyaksikan semua proses pembuatan hidangannya. Proses demi proses bisa kita lihat bersama. Bahkan sesekali kita bisa sambil ngobrol dengan chef tanpa mengganggu kerjanya.

Saya senang konsep open kitchen di sebuah  resto karena bisa melihat langsung bagaimana kru resto menjaga kebersihan restonya. Dan Kaitomi Maru sangat menjaga perihal kebersihan dapurnya. Karena dapur adalah personifikasi resto secara keseluruhan.

Menu Andalan Kaitomi Maru 

Pesanan saya Salmon Aburiyaki akhirnya tiba di meja. Ini adalah menu simpel yang pasti disuka banyak orang. Penyajiannya cukup simpel. Dalam piring besar hanya ada sepotong salmon berukuran sedang dengan aneka sayuran yang ditumis. Salmonnya di masak dengan tingkat kematangan yang pas. Teksturnya masih sangat terasa.

Salmon Aburiyaki (foto dokpri)

Buat yang tak terlalu suka dengan rasa ikan yang agak berbau amis, salmon adalah pelajaran makan ikan terbaik. Berbeda dengan ikan jenis lainnya, salmon tidak berbau tajam. Apalagi jika diolah dengan baik seperti salmon aburiyaki ini, pasti akan suka.

Tampilan Aneka Sushi nan Menggoda (foto dokpri)

Selain mempertahankan tekstur salmonnya, rupanya perpaduan ikan dengan saus aburiyaki ini membuat hidangan salmonnya enak sekali. Oiya jangan lupa memakan mixed vegienya, yang terdiri dari buncis, brokoli, tomat cery dan jagung. Sepertinya sayur-sayuran ini hanya ditumis sebentar dan dibiarkan tetap segar. Kesegarannya terasa saat dikunyah, masih berasa kres..kres..kriuk..

Kalamansi Juice-nya seger bener (foto dokpri)

Untuk minuman, Kaitomi Maru menyediakan banyak pilihan. Tapi saya langsung mencari minuman buah-buahan agar matching dengan makanan yang saya pesan. Pilihan saya jatuh pada Jus Kalamansi. Jus jeruk Pontianak ini berasa manis dan segar, sangat cocok disandingkan dengan makanan laut yang jadi pilihan.

Dan penjelajahan rasa saya hari itu diakhiri dengan dessertnya yang sangat mengundang selera. Namanya Moriyawase dessert. Dessert ini terdiri dari abegawa mochi, matcha siratama senzai, gelato dan kinako banana. Agak keriting yak namanya. Jangan pedulikan namanya, nikmati saja sajian penutup ini. Ada perpaduan rasa yang susah dilupakan, mulai dari mochinya yang kenyal-kenyal enak, gelatonya yang lezat, hingga kinako banananya yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Beberapa pengunjung resto ini sepakat bahwa dessertnya Kaitomi Maru juara. Gak percaya? Cobain aja sendiri.

Kaitomi:Maru Restaurant

Mal Artha Gading Lt.1 Blok A1 No.022,023,025

Jalan Artha Gading Selatan no.1 Jakarta Utara 14240

Telp.021-22454714

Instagram : @kaitomimaru_id

*Reverral Code : KaitomiDin

 

3,170 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Meracik Nasi Becek (foto dokpri)

Belum ke kota Nganjuk, Jawa Timur jika tidak mampir mencicipi nasi becek. Banyak penjual nasi becek di sini, tapi yang paling kondang ada di jalan Sutomo, tepatnya di perapatan Payaman.

Disebut nasi becek karena nasi ini disajikan dengan kuah gulai kambing yang segar. Penyajiannya yang basah dengan kuah itulah yang memunculkan istilah atau sebutan nasi becek. Persis seperti jalanan becek seusai hujan.

Gulai kambingnya sendiri didominasi jeroan atau ‘daleman’nya kambing, ditambah daging sate kambing yang telah dipreteli dari tusuknya. Disajikan dengan nasi putih plus irisan bawang merah segar dan kol.

Yummy… Siapapun yang berhadapan dengan sepiring nasi becek rasanya tak ada yang mampu menolak.

Ikon Kuliner nan Legendaris

Nasi becek Payaman Nganjuk ini merupakan ikon kuliner yang sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan negeri ini. Didirikan sejak tahun 1940-an oleh Kasan Jedor, dan kini operasional rumah makan ini sudah dipegang generasi ketiga atau cucu dari pendirinya.

Bagi penikmat sejati, rasa nasi becek ini konon tak berubah sejak dulu. Racikan bumbunya pas, daging kambing diolah cukup baik, empuk dan tidak berbau prengus (bau khas daging kambing).

Selain itu, saya juga merekomendasikan sate kambing mudanya yang uenak. Satu porsi nasi becek komplit harganya cuma Rp.20K saja. Sementara sate kambing seporsi isi 10 tusuk seharga Rp. 30K.

Sepiring Kenangan

Pengunjung Berfoto di depan Kedai (foto dokpri)

Nasi becek ini bagi banyak warga asli Nganjuk yang merantau adalah sepenggal kenangan. Begitu pula bagi keluarga kami. Saya kerap diajak kemari oleh bapak almarhum saat kecil. Tempat ini juga lumayan memorable untuk ibu. Dulu sering kemari bareng bapak atau bareng adik dan kakaknya.

Saat terakhir mampir kemari bulan April silam, ibu dan adik-adiknya yang anak rantau terlihat senang berada kembali di kedai tersebut.

Mereka semua melupakan sejenak pantangan makanan berkolesterol demi merasakan kembali masa silam dalam sepiring nasi becek.

Kedai ini tempatnya bersahaja, nyaris tak berubah sejak dulu. Kendati sederhana namun tempat ini enak untuk berbincang mengingat masa kecil.

Untuk kemari, saat paling asyik di sore menjelang malam. Suasananya pas. Kedai ini buka sejak jam 09 pagi hingga jam 22.00.

Uniknya meski di atap yang sama, namun kedai ini punya dua pengelola berbeda. Pagi hingga siang sang adik, sore ke malam gantian sang kakak.

Kedai Nasi becek di perapatan Payaman ini mudah sekali ditemukan. Patokannya dari alun-alun sekitar 500 meteran. Jika bingung tinggal tanya saja warga sekitar atau minta tolong antar tukang becak, dijamin sampai kemari.

Jika singgah ke kota ini jangan lupa mampir ke kedai ini, merasakan sebuah kekayaan kuliner negeri ini yang sudah berjaya puluhan tahun.

2,210 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Secangkir kopi ala Cafe dari Dolce Gusto (foto dokpri)

Ngopi di café sudah jadi gaya hidup kaum urban di banyak tempat. Tengok saja kedai kopi kini banyak bertebaran di seantero kota. Selepas jam kerja biasanya kedai kopi penuh sesak oleh para pekerja yang umumnya sengaja menghabiskan waktu sambil menunggu kemacetan jalanan reda.

Tak terkecuali dengan saya dan teman-teman. Menghabiskan waktu bersama teman-teman komunitas selepas jam kerja di kedai kopi nyaris jadi rutinitas. Suasana yang cozy, lokasi yang strategis dari kantor membuat ngopi di café jadi kesenangan tersendiri.

Namun lebih dari tempat yang nyaman, kopi memang menjadi bahasa pemersatu bagi kaum urban ibukota. Minuman yang memiliki rasa pahit ini punya daya tarik luar biasa bagi siapapun. Karenanya, ngopi itu bukan lagi kegiatan meminum segelas atau secangkir kopi, namun menjadi sebuah perayaan rasa, penggabungan gaya hidup dan aktualisasi penikmatnya.

Nescafe Dolce Gusto Piccolo Manual

Nongkrong di café adalah satu hal, padahal ada hal lain yang bisa dirayakan untuk menikmati secangkir kopi. Lebih personal, praktis dan hemat tentunya. Bayangkan saja berapa banyak rupiah yang terbuang untuk secangkir kopi di café? Atau berapa banyak waktu terbuang bagi kalangan urban ibukota hanya demi mendatangi kafe yang lokasinya di pusat kota, sementara rumah kita berada di lokasi yang jauh dari keramaian.

Me & Dolce Gusto Piccolo (foto dokpri)

Seorang kawan pernah mengeluh betapa ia kerepotan mendanai gaya hidupnya di ibukota demi sebuah gengsi. Ia mengaku ‘terpaksa’ nongkrong di café demi pergaulan, terpaksa hangout demi alasan soliditas dengan rekan sekerjanya. Justru ia merasa makin hari pengeluaran gaya hidupnya makin banyak dan mengkhawatirkan.

Kawan saya tadi mungkin belum kenal dengan sebuah terobosan gaya hidup baru terkait kopi dan nongkrong di café. Yup, ternyata ada sebuah mesin kopi personal yang bisa kita gunakan di mana saja, dengan benefit yang banyak dan tentunya mendukung gaya hidup ngopi tadi.

Nama mesin kopi itu Nescafe Dolce Gusto Piccolo. Namanya memang terdengar sangat Italia, Karena memang ngopi adalah tradisi Italia yang masih terawat hingga kini. Piccolo nama mesin kopi ini dalam bahasa Italia artinya ‘kecil’. Kecil di sini  merupakan personifikasi ukuran mesin kopi Piccolo yang mungil namun memiliki banyak kelebihan yang tak dimiliki mesin kopi lainnya.

Saya sudah mencobanya sendiri dalam sebuah event baru-baru ini di Jakarta. Di rumah pun saya sudah membuktikan, untuk membuat secangkir cappuccino yang enak tak butuh waktu banyak, hanya butuh sekitar satu menit untuk bisa menghasilkan secangkir kopi ala kafe yang sama lezatnya.

Kapsul Pintar Dolce Gusto Piccolo (foto dokpri)

Ada beberapa kelebihan mesin kopi ini jika dibandingkan dengan yang lain. Pertama, mesin Dolce Gusto Piccolo adalah mesin pembuat kopi yang easy operate alias mudah dioperasikan. Tinggal sentuh tombol power di kiri badan mesin, maka Piccolo siap digoyang.

Kedua, untuk membuat kopi enak ala cafe butuh kapsul pintar. Kapsul pintar ini berisi dua macam bahan berbeda, yakni susu dan kopi.  Tiap varian minuman butuh kapsul berbeda.

Ketiga, ukuran mesin kopi Dolce Gusto Piccolo lumayan kompak. Bisa dibawa atau dijinjing ke mana-mana. Ingin membuat suasana cafe di ruang keluarga, tinggal dipindahkan. Ukurannya yang mungil memudahkan untuk diangkat-angkat.

Keempat, Piccolo adalah jenis mesin manual yang dioperasikan menggunakan aplikasi bernama Dolce Gusto Timer. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Google Play Store dan AppStore. Aplikasi ini membantu pengguna mengatur waktu pengolahan kopi. Beda varian kopi juga beda waktu pengolahannya.

Ngopi Dengan Cerdas

Lalu, bagaimana cara pembuatan kopinya? Ribet ya? Sama sekali tidak.

Untuk membuat secangkir kopi cappucino misalnya, kita butuh 2 kapsul pintar yang berisi susu dan kopi.

  1. Siapkan mesin Piccolo dalam kondisi “On” tombol powernya.
  2. Masukkan air matang ke dalam kontainer air di belakang mesin. Air dalam kontainer bisa digunakan membuat 2 gelas kopi.
  3. Masukkan kapsul susu berwarna putih ke dalam mesin Piccolo.
  4. Taruh gelas/ cangkir di bagian bawah saluran air pada mesin
  5. Siapkan aplikasi Dolce Gusto Timer di gadget anda. Sentuh gambar kapsul berwarna putih terlebih dulu.
  6. Geser tuas di bagian atas mesin ke kondisi yang kita inginkan. Untuk minuman dingin geser ke kiri, sebaliknya jika ingin yang panas tinggal geser ke kanan
  7. Aplikasi akan memberi tanda suara alarm saat kopi sudah selesai diolah.Wow… canggih ya. Cappucino pun siap disajikan. Cool banget Piccolo.

Dengan kelebihan tersebut ngopi ala Piccolo bisa memangkas waktu pembuatan menjadi hanya berkisar satu menit saja. Bayangkan di ibukota, mana ada café yang bisa menyajikan kopi enak hanya dalam waktu satu menit? Dan kita gak perlu membayar segala kerumitan nyari parkir, jalan ke mal atau kena macet menuju cafe. Cukup duduk manis, baca buku atau nonton webseries sambil ngopi.

https://www.youtube.com/watch?v=RNVOpCQh4ZY

Untuk menciptakan me time berkualitas tak butuh waktu lama. Kita pun masih bisa menyisakan waktu untuk kegiatan produktif  yang berkualitas seperti menyiapkan bahan-bahan pekerjaan atau melakukan hobby lainnya.

Oiya, bagi kamu yang ingin memiliki mesin kopi Dolce Gusto Piccolo yang keren ini bisa dibeli di sejumlah supermarket terkenal. Atau kalau mau praktis pesan saja lewat  situs  e-commerce Lazada. Banyak penawaran dengan harga menarik.

4,860 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kincir. Bingung cari tempat nongkrong bareng kawan-kawan di tengah malam? Atau tiba-tiba kedatangan tamu di malam hari dan ingin menjamunya secara khusus? Bawa saja ke ‘Kincir’ Souvenir-Kitchen-Beer. Kelar urusan!

Sekarang memang ada Kincir, tempat makan dan hangout asyik yang tak jauh dari rumahmu. Letaknya di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Sangat strategis dan mudah dicapai dari segala penjuru. Apalagi Kincir ini buka selama 24 jam.

Jadi kalua Cuma urusan makan, di sini tempatnya. Beragam menu asli Indonesia tersedia di Kincir. Mulai dari nasi goreng, aneka sup, sea food, hingga cemilan ada di sini.

Saat berkunjung ke Kincir pekan lalu, saya mencoba beberapa menu andalannya. Pertama yang saya coba adalah ikan bawal colo-colo. Dari namanya saja sudah bikin ngiler. Ikan bawal yang disajikan digoreng, tidak terlalu kering. Di atas ikan ditaburi sambal dabu-dabu khas Menado.

Bawal Colo-colo (foto dokpri)

Ikannya lembut, dengan tingkat kematangan sempurna, di santap dengan nasi hangat dan sambal dabu-dabu yang bikin semangat makan. Sambalnya lumayan pedas, terdiri dari irisan cabe rawit, bawang dan tomat. Lupakan sejenak harga cabe yang melambung, nikmati saja pedasnya sambal dabu-dabunya.

Hidangan selanjutnya adalah iga pedas. Dilihat dari tampilannya pasti berasa pedas, karena iga yang sudah direndam dalam bumbu pedas khas Kincir. Yummy…

Sop Buntut Kincir (foto dokpri)

Nah kalau yang ini adalah menu Sop buntut. Porsinya yang cukup besar membuatnya bisa dimakan bersama. Potongan daging buntutnya berukuran cukup besar, namun tetap empuk. Saya rekomendasikan Sop Buntut Kincir untuk makan siang atau makan malam. Menu yang paling maknyus.

One Stop Hang-Out Venue

‘Kincir’ Souvenir-Kitchen-Beer merupakan spot kuliner baru yang terletak di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Spot kuliner ini berada di bawah manajemen Kaaramel Juice Grup yang sebelumnya sukses mengelola spot kuliner Batavia Market di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Ferry Dafira dari Kincir (foto dokpri)

Menurut Ferry Dafira dari Kaaramel Juice Grup, Kincir dikonsep sebagai tempat yang mewadahi para pecinta kuliner dengan konsep One Stop Hang-Out Venue. Konsep ini memadukan sajian cita rasa otentik masakan Indonesia, lokasi nyaman, interior keren, fasilitas Wifi, akses parkir yang mudah dan buka 24 jam.

Aneka Souvenir Khas Daerah (foto dokpri)

Konsep ini memberikan pengunjung keuntungan ganda, yakni makan sambil bermain di playing corner, serta membeli souvenir (kerajinan tangan). Beragam souvenir dari berbagai daerah tersedia di sini.

Selain itu bagi pecinta Beer, ‘Kincir’ juga menjadi tempat yang pas karena beragam beer dapat dinikmati dengan suasana yang cozy.

Review Kincir @ zomato

‘Kincir’ Souvenir-Kitchen-Beer

Mal Artha Gading

Lobby China Lantai Dasar

Jakarta Utara

1,533 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Ada Jokowi di Photo Wall Pempek Arane (foto dokpri)

Ada Jokowi di Photo Wall Pempek Arane (foto dokpri)

Pempek Arane. Makan pempek di kedai ? Bagi beberapa orang mungkin bukan sebuah pilihan menarik. Saya sendiri lebih senang makan pempek di rumah, bareng orang rumah dalam suasana santai.  Jauh lebih nyaman dibandingkan di kedai yang cenderung seadanya. Entah itu suasana maupun penataan kedainya.

Saya pernah makan di sebuah kedai pempek di Jakarta atas rekomendasi beberapa kawan. Karena terkenalnya tempat tersebut, pengelola kedai abai menata kedainya. Kedainya lusuh, suasananya tak nyaman untuk nongkrong. Saat itu saya menyesal memilih makan di tempat meski saya akui sajian pempeknya lumayan enak.

Gegoleran pun Ok di Kedai Pempek Arane (foto dokpri)

Gegoleran pun Ok di Kedai Pempek Arane (foto dokpri)

Kadang makan memang bukan hanya perkara rasa enak makanannya saja. Adakalanya tempat makan yang cozy atau nyaman menjadi salah satu pertimbangan dalam memutuskan mencari tempat makan.

Nah, saat berkunjung ke kota Serang, Banten saya menemukan sebuah tempat makan khusus Pempek yang asyik. Namanya Arane-126. Kedai Pempek Arane-126 ini menempati bangunan ruko 2 lantai, di jalan TB. Suwandi, Lingkar Selatan, Serang. Angka 126 yang disematkan pada nama Arane adalah nomer ruko (kedai). Karena terletak di pinggir jalan, untuk menemukan kedai pempek ini cukup mudah.

Jika datang sendirian, tempat makan di lantai satu cocok jadi pilihan. Sedangkan jika datang berombongan sebaiknya minta tempat di lantai dua. Tempatnya jauh lebih lega dari yang di lantai satu. Konsepnya lesehan atau makan sembari duduk di bawah.

Kapal Selam ala Pempek Arane (foto dokpri)

Kapal Selam ala Pempek Arane (foto dokpri)

Nurhikmah Imani sang pemilik kedai ini mengatakan, kedainya sudah berdiri sejak tahun 2010. Selama kurun waktu tersebut kedainya sudah mendapat kepercayaan dari banyak kalangan yang menggunakannya sebagai tempat pertemuan atau rapat-rapat kecil hingga pesta ulang tahun.

“Untuk bahan baku kami hanya menggunakan bahan ikan tenggiri terpilih. Kami tak mau kompromi dengan rasa, karena kami memang menjual rasa pempek khas Lampung ini,” tambah Nurhikmah.

Lenggang, Varian Pempek Arane yang Lain (foto dokpri)

Lenggang, Varian Pempek Arane yang Lain (foto dokpri)

Bagaimana dengan rasa pempeknya? Bagi penggemar pempek dengan cuko-nya, pesan saja Pempek Kapal Selam atau pempek lenggang. Rasa gurih ikan tenggirinya pas, berpadu dengan kuah cuko yang cukup pedas.

Sementara bagi anda yang tidak terlalu suka aroma cuka dan rasa pedas, sajian tekwan dengan kuahnya yang segar sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Untuk harga, sajian pempek di sini tergolong yang terjangkau. Mulai dari 15 ribu rupiah anda bisa makan pempek paling enak se kota Serang ini.

Kedai pempek Arane juga cocok dijadikan tempat berkumpul, seperti arisan, reuni atau sekedar hangout bareng keluarga sambil bernyanyi dengan iringan organ tunggal. Selain makan di tempat, pempek Arane juga menyediakan layanan delivery service dan Arane Car Adventure. Yang terakhir adalah fasilitas mobil keliling lengkap dengan mini kitchen set yang beroprasi di tempat-tempat keramaian di kota Serang.

Pempek Arane 126

Jl.TB. Suwandi Lingkar Selatan

Serang, Banten.

ph: 0254-228212

1,998 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Post Navigation