RADIO
Apa lelucon April Mop paling gokil yang terjadi hari ini?

Tidak banyak yang saya pantau. Tapi ada satu yang sukses menipu pendengar radio dengan lelucon di awal April ini. Itu dilakukan dua stasiun radio FM terkenal di Jakarta, Jak FM dan Gen FM. Keduanya melakukan pertukaran penyiar secara radikal.

Gen FM yang lebih teen (remaja) menukar dua penyiar kondangnya, Kemal dan Tije untuk siaran di Jak FM yang dikonsep lebih dewasa pendengarnya. Sejak pagi Kemal-Tije membawakan acara Sarapan Seru yang biasa dibawakan Ronal-Tike. Begitu juga sebaliknya, Ronal-Tike membawakan program andalan yang biasa dibawakan Kemal-Tije di Gen FM.

Masing-masing pasangan penyiar mencoba blend dengan audiens yang relatif baru. Di awal mereka sempat kagok dengan segala hal baru, mulai dari sulit mengucapkan tagline, salah menyapa pendengar hingga salah mengucapkan segmen acara.

Secara keseluruhan tak ada yang menyangka kalau pertukaran penyiar yang mereka lakukan adalah bagian dari skenario besar April Mop. Namun sejak mengudara pukul 6 pagi, siaran ke-4 penyiar mulai menuai protes dari pendengar setianya. Ego para penyiar yang sudah punya karakter kuat itu rupanya tak bisa menutupi rencana “busuk” yang mereka tutupi.

Timeline di twitter milik keempat penyiar dan juga radio tempat mereka siaran dibanjiri protes pendengar. Meski dipaksakan, masing-masing pasangan tak bisa masuk ke karakter radio barunya. “Roh” mereka sudah terlanjur menyatu dengan program acara yang mereka asuh sebelumnya. Sulit bagi pendengar memisahkan karakter program yang cukup kuat itu dengan karakter penyiarnya.

Intinya, siaran bukan hanya melulu persoalan kesiapan dari penyiarnya belaka. Ada faktor lain yang lebih menentukan yakni kesesuaian karakter penyiar dengan karakter program serta audiens yang dituju. Ini jauh lebih penting. Dan ini tak bisa dibangun dalam sekejap. Butuh proses yang bisa menyebabkan masing-masing pihak cocok dan memiliki chemistry.

Sebenarnya kalau jeli pendengar tak perlu merasa tertipu dengan aksi April Mop kedua radio ini. Karena apa yang mereka sampaikan sebelumnya penuh hal mencurigakan. Kebetulan saya mendengarkan siaran terakhir keempat penyiar kamis pekan lalu. Hanya sehari menjelang long weekend keempat penyiar di dua radio terpisah ini mengumumkan pengunduran diri dari radio yang telah membesarkan namanya.

Banyak yang kecewa, banyak juga yang terbengong-bengong tak percaya. Kalau saya justru curiga dengan perpisahan yang tak biasa itu. Karena menurut saya tak ada sebab musabab yang harus membuat keempatnya mundur dari radio masing-masing. Secara popularitas, keempatnya punya tempat tersendiri di ruang dengar masyarakat. Program yang diasuhnya pun tergolong cukup terkenal. Kemal-Tije punya segmen acara salah sambung yang kerap mengerjai korbannya, sedangkan Ronal-Tike punya Tawco yang setali tiga uang.

Waktu itu keempatnya hanya mengatakan mereka tak lagi siaran di radio masing-masing dan pindah ke radio baru. Namun ada beberapa hal yang mencurigakan. Pertama, pengumuman mundur bareng dari dua radio satu grup itu tak lazim. Kedua, semua penyiar hanya mengatakan pindah radio tapi tak mau menyebutkan kemana pindahnya. Ketiga, untuk memperkuat ‘drama’ ini, pihak radio meminta penyiar lain bersikap seolah merasa kehilangan sosok-sosok penyiar yang mundur.

Dan semua skenario itu terbongkar atau tepatnya disudahi oleh para penyiar sekitar jam 9 pagi, dengan kembalinya mereka ke radio asal. Secara isu mereka lumayan sukses bikin penasaran pendengar dengan announcer exchange yang mereka lakukan.

Namun, April mop kali ini masih kalah seru dengan apa yang pernah terjadi di New Jersey, Amerika Serikat tahun 1938. Warga New Jersey dan New York sempat panik dengan kabar penyerangan makhluk angkasa luar (alien) yang disiarkan radio di New Jersey. Kepanikan itu memicu histeria massal, hingga menyebabkan warga di New York mengungsi secara mendadak.

Apa yang pernah terjadi di New York memang tak terjadi di Jakarta, karena skala dan eranya jauh berbeda. Pendengar radio saat ini mungkin tak lagi sebanyak jaman dulu. Penikmat radio di kota-kota besar makin menciut, pesaingnya pun makin banyak, mulai dari tv hingga internet. Buat mereka yang mobile seperti saya, mendengar radio hanya saya lakukan di saat berkendara. Selebihnya saya lebih senang mengakses youtube atau dengar lagu dari MP3. Bagaimana dengan anda?

*sumber gbr diambil dari sini

My Halal Kitchen bukanlah sebuah nama resto atau nama program televisi. Ini adalah grup diskusi di Facebook mengenai makanan halal. Sebuah gerakan dunia maya yang tak memiliki afiliasi pada apapun, pada kelompok manapun. Grup ini tidak menginduk pada LPPOM MUI atau lembaga sejenis, meski lembaga semacam itu kerap dijadikan rujukan dalam tiap diskusinya.

Terus terang saya belum terlalu lama masuk dan terlibat dalam diskusi-diskusi menarik di grup ini. Saya masuk ke dalam grup ini berkat ajakan Meili Amalia, teman satu kampus yang kebetulan menggagas sekaligus menjadi admin grup ini.

Awalnya saya hanya menjadi pemerhati saja, mengikuti setiap diskusi yang selalu ramai ditanggapi membernya. Lama-lama saya pun tertarik melibatkan diri dalam gerakan ini. Karena informasi yang saya dapatkan disini memenuhi dahaga saya akan persoalan halal haram yang selama ini tak saya ketahui.

Ide gerakan ini sebenarnya cukup sederhana, memastikan apa yang menjadi konsumsi kita sehari-hari itu dikategorikan halal sesuai kepercayaan yang kita anut. Sudah bukan rahasia lagi jika persoalan halal-haram makanan di negeri ini masih jauh panggang dari api. Masyarakat boleh mayoritas muslim, namun pengetahuan kita umumnya minim terhadap produk-produk pangan, peralatan dan sejenisnya yang dikategorikan halal.

Umumnya kita hanya tahu bahwa persoalan halal-haram hanya bila kita tak mengonsumsi makanan yang jelas-jelas haram seperti daging babi atau anjing. Padahal ternyata secara syar’i banyak juga problema pangan yang juga bisa dikategorikan tidak halal, mulai dari cara mengolah yang tak higienis, menyembelih hewan tidak sesuai aturan agama, hingga penggunaan peralatan masak yang terkontaminasi produk tak halal yang menyebabkan makanan yang semula halal jadi tak halal.

Diskusi yang terjadi di grup ini lumayan cair. Mereka yang tak mengerti diberi pencerahan. Sementara yang duluan tahu punya semangat berbagi yang luar biasa kepada anggota yang lain. Enaknya diskusi di dunia maya itu seperti berdiskusi di sebuah perpustakaan. Saat anggota tak mengetahui secara pasti sebuah persoalan, anggota lainnya langsung mencarikan informasi tersebut dari internet. Bahan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi kembali yang menarik.

Ada hal yang menarik di grup ini. Salah satu cara menggali pemahaman mengenai halal-haram yakni dengan menggelar latbar (latihan bareng). Karena mayoritas anggotanya perempuan, latbarnya pun tak jauh dari dapur. Hari Minggu, 24 Maret 2013 digelar latbar Dimsum halal di rumah salah satu anggotanya, Yanti Saleh di kawasan Tebet.

Kenapa Dimsum tentu ada alasannya. Makanan ini tengah hits dan banyak diburu, terutama saat resepsi kawinan. Hidangan dimsum jadi primadona pesta. Namun hidangan ini masih punya ganjalan, karena asalnya dari China, kesan tidak halalnya sangat kuat. Nah, my halal kitchen mencoba mencari jalan keluar dengan menggelar latbar Dimsum versi halal.

Halal dalam pembuatan dimsum ini bukan saja mengganti beberapa hal yang di asalnya China sana berkategori haram bagi warga muslim seperti penggunaan daging, minyak maupun lemak babi. Namun semua produk yang tak halal dicoba dicari padanannya yang sudah bersertifikasi halal.

Butuh effort yang lumayan karena beberapa produk masih susah dicari versi halalnya di pasaran. Namun itu bukan berarti langkah kami surut. Dengan kreativitas semua bisa diatasi.

Saya yang bersama Hagi si juragan Siomay Perintis jadi peserta paling ganteng, terus terang dapat banyak pencerahan dari event seharian ini. Latbar bukan cuma cooking class namun juga tempat yang bagus untuk belajar bisnis dan belajar memahami produk halal dan haram. Apalagi Latbar dipandu bu Yuyun Anwar yang expert di bidang kuliner halal beserta seluk beluk bisnisnya.

Event latbar tadi setidaknya membuka cakrawala saya mengenai persoalan halalan thoyiban produk-produk pangan. Pelan-pelan akan mengubah mindset dan kebiasaan, sehingga hanya menggunakan cara-cara halal dalam mengolah dan mengonsumsi makanan. Karena apa yang kita makan sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar kita dalam bertindak sehari-hari.

Mari jadikan “halal” menjadi lifestyle kita, kaum muslim.

Berakting bagi saya yang bukan seniman pastinya bikin pening. Tapi bagi aktor sekelas Reza Rahadian ternyata memerankan sosok mantan Presiden BJ.Habibie dalam film Habibie dan Ainun sempat bikin pening juga. Reza yang meraih 2 piala citra dalam Festival Film Indonesia tahun 2009 dan 2010, mengaku butuh waktu mendalami sosok Habibie yang unik dan terkenal dengan gaya bicaranya yang spontan.

“Saya beruntung diberikan waktu khusus bertemu pak Habibie beberapa kali. Bahkan saya sempat ngobrol panjang lebar selama 6 jam di kediaman beliau, demi menyelami karakternya,” ujar Reza Rahadian kepada media dan blogger saat pra launching film Habibie & Ainun, di Jakarta (9 Des 2012).

Awalnya, Reza mendapat kritikan keras dari Habibie karena penggambaran sosoknya kurang pas. Namun berkat kritikan itu Reza belajar dan mendalami karakter itu hingga setidaknya sesuai harapan skenario.

Selain berdialog langsung dengan Habibie, akting Reza juga terbantu dengan kehadiran Habibie ditengah syuting film di Jakarta, Yogyakarta, dan Jerman. Habibie kerap memberi masukan jika pengadegan tak sesuai dengan apa yang dialami Habibie dan Ainun. “Hanya di Bandung beliau absen. Namun kehadiran beliau di lokasi syuting benar-benar membantu menghidupkan karakter Habibie,” tambah Reza.

Lalu, apakah Reza puas dengan aktingnya di film yang mengisahkan percintaan mantan Presiden Habibie dengan istrinya Ainun Besari? “Silakan tonton sendiri filmnya untuk menilai apakah saya berhasil atau gagal.”

Bagaimana reaksi Habibie sendiri terhadap akting Reza di film itu? Saat peeview film Reza sempat tak diperbolehkan menonton. Habibie bersama sutradara dan produser menonton langsung di dalam bioskop, sementara ia berada di luar ruangan. Bak ujian sidang sarjana, begitu keluar Habibie menyatakan Reza lulus summa cumlaude dengan aktingnya di film tersebut. Reza merasa plong karena berarti aktingnya diapresiasi oleh sang mantan Presiden.

Penasaran dengan akting Reza sebagai Habibie? Tunggu tanggal mainnya di bioskop mulai 20-12-2012.

***

Selain Reza, kemarin hadir juga artis Inneke Koesherawati sebagai brand ambassador produk kecantikan Wardah, yang mensupport film Habibie dan Ainun. Menurut Inneke meski tidak bermain dalam film ini, ia sebagai brand ambassador bangga dengan keterlibatan Wardah di film ini.

Karena Wardah tidak hanya mendandani semua pemain film, Namun juga turut mendonasikan sejumlah uang untuk yayasan Ainun Habibie. Mereka mengumpulkan donasi dengan cara unik, yakni tiap satu stempel mawar merah dihargai Rp.10.000 yang akan diakumulasi dan hasilnya untuk membantu membiayai pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah.

Sebuah upaya terpuji yang diinspirasi oleh perkataan mantan Presiden Habibie saat ibu Ainun berpulang. Saat itu Habibie ingin agar tak ada yang memberikan bunga duka bagi mendiang istrinya. Ia lebih senang jika bunga duka diberikan dalam bentuk donasi bagi yayasan Ainun Habibie yang bergerak dalam bidang kesehatan.

***

Sebelumnya, kegiatan menyambut peluncuran film Habibie & Ainun juga dilakukan di area car free day, di bundaran HI Jakarta Pusat. Sejumlah blogger ikut membagikan bunga mawar bagi pengunjung yang melintas di kawasan tersebut. Berikut sejumlah gambar keriaan pra launching Habibie & Ainun yang berhasil saya rekam.

20121130-234606.jpg Bagaimana peran blogger dalam memajukan wisata dan budaya di ASEAN? Pertanyaan ini cukup simpel namun membutuhkan jawaban komprehensif.

Kawasan ASEAN saat ini menjadi kawasan penting dalam percaturan pertumbuhan kawasan di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 600 juta jiwa dari total 7 milyar penduduk bumi, ASEAN kini memainkan perannya yang strategis dalam bidang perekonomian dunia. Stabilitas keamanan yang cukup kuat membuat ASEAN menjadi pemain penting di dunia.

Siapapun warga dunia pasti setuju kawasan ASEAN merupakan sebuah kawasan dengan keragaman budaya yang memesona. Meski hanya terdiri dari 10 Negara, namun disini bermukim ribuan suku bangsa dengan keragaman budaya yang aduhai. Saya bisa pastikan tak ada kawasan lain di dunia yang memiliki keragaman budaya sekaya kawasan ini.

Sayangya, meski kaya budaya dan pemandangan alamnya, pemahaman warga dunia mengenai kawasan ini masih terbilang rendah. Ini bisa dilihat dari kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah dibandingkan kawasan lain di dunia. Menurut kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tahun lalu kawasan ASEAN dikunjungi lebih dari 73 Juta wisman. Sebagai kawasan, jumlah ini terbilang masih jauh dari kawasan lain di dunia. Bahkan jumlahnya nyaris serupa dengan pencapaian jumlah wisatawan di Amerika Serikat, yang mencapai 63 jutaan per tahun. Namun ingat, ini perbandingan sebuah negara dengan kawasan yang beranggota 10 negara.

Apa yang membuat kawasan ASEAN belum menjadi destinasi favorit para pelancong internasional? Banyak sebab, dan itu menjadi pe-er bersama warga Asean.

Banyak negara anggota ASEAN yang belum sadar akan kekuatan budaya dan alamnya. Kesadaran itu belum secara sadar ‘dijajakan’ ke dunia internasional. Selama ini yang paling rajin berpromosi secara masif baru Singapura dan Malaysia. Indonesia sebagai negara yang terbesar justru belum secara kontinyu ‘menjual’ negerinya. Kita masih terbelit dengan persoalan anggaran promosi wisata yang minim serta birokrasi perijinan yang berbelit.

Padahal di era teknologi informasi seperti sekarang ini mestinya promosi wisata dan budaya bisa dimaksimalkan dengan dana yang tak sebesar jika kita menggunakan media mainstream ataupun beriklan secara konvensional.

Pada sisi ini komunitas ASEAN mestinya menggunakan cara berpromosi yang tepat, mudah dan murah. Bagaimana caranya? Maksimalkan keterlibatan blogger dalam upaya promosi budaya dan wisata. Kita tahu dunia blogging itu lintas batas negara. Dengan sekali klik, postingan kita yang menggunakan beragam platform langsung bisa dilacak mesin pencari seperti Google.

Mesti ada upaya sungguh-sungguh melibatkan para blogger dalam promosi wisata, misalnya dengan mengajak blogger ASEAN mengunjungi kawasan wisata tertentu. Mereka diwajibkan membuat postingan ihwal budaya dan wisata tempat yang mereka jelajahi. Dalam setahun dibuatkan program bagi blogger berbeda. Namun dipastikan harus ada kontinyuitas, sehingga dapat diperoleh gambaran menyeluruh mengenai keberadaan suatu kawasan berikut budayanya.

Atau bisa juga digelar sebuah kegiatan kemah blogger di suatu tempat. Misalnya, Indonesia mengajak blogger ASEAN berkemah di Kawasan Perkemahan Cibodas, Jawa Barat. Blogger yang hadir diminta sharing berbagai kegiatan budaya di situ. Ini semacam program pertukaran budaya yang kerap diadakan, seperti program kapal pemuda ASEAN atau titian muhibah yang pernah digelar TVRI dengan RTM Malaysia.

Di sini masing-masing kelompok blogger melakukan diskusi dan pementasan budaya dari negeri asalnya. Kegiatan ini bisa memupuk saling pengertian antar bangsa. Sehingga di masa datang bisa meminimalisir friksi jika mencuat kasus tertentu yang melibatkan komunitas warga di kawasan ini. Termasuk mengurangi hujatan terhadap negeri kita yang belakangan ramai di kanal youtube.

Satu hal terkait promosi wisata dan budaya secara online, blogger juga dapat dilibatkan untuk membuat video pendek mengenai wisata dan budaya sebuah kawasan. Mereka juga diwajibkan mengupload di youtube dan mempromosikannya di akun social media lainnya. Makin banyak yang mengakses tentunya bakal menjadi promosi gratisan yang bisa membuat kawasan ini makin populer.

Oh ya, apa yang dilakukan oleh Asean Blogger Community chapter Indonesia Oktober lalu dengan menggelar diskusi dan pemutaran film tentang Papua, adalah contoh nyata yang harus dilakukan para blogger. Mereka bisa menyosialisasikan budaya dan wisata Indonesia ke komunitas yang lebih luas melalui dunia blogging.

Saya yakin dengan cara sederhana seperti di atas warga di kawasan ini makin cepat saling memahami, saling mengerti. Sehingga tidak dengan mudah terprovokasi isu-isu sentimen anti ras atau antar golongan yang kerap ditiupkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, yang hanya bertujuan membuat instabilitas kawasan ASEAN.

Sabtu pekan lalu, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan, saya dan sejumlah Kompasianer mengikuti kegiatan GetUrbanized November yang digelar Kompasiana bekerja sama dengan Urbanesia dan Cooking Plus Vineth Bakery. Event semacam ini sudah saya incar sejak Urbanesia menggelar hajatan kerja bareng dengan Kompasiana. Kali ini saya mengajak putri bungsu saya, Ninis yang penasaran ingin tahu secara Read More →

StartUp menjadi kosakata yang belakangan begitu familiar disebut di media. Istilah StartUp berawal dan berkembang di ranah teknologi informasi untuk menyebut perusahaan rintisan (baru). Sebut saja Apple, Microsoft, atau Facebook, tiga dari ribuan perusahaan IT terkemuka di dunia itu awalnya adalah StartUp di bidang IT. Mereka memulai bisnis dari skala garasi, rumahan, bahkan kampus. Dengan segala inovasinya, kini mereka meraksasa tak hanya di negeri tempatnya bermula, namun melintas batas dunia.

Istilah StartUp kini juga menyentuh dunia bisnis secara umum. Istilah perusahaan rintisan digunakan bagi usaha kecil menengah yang baru mengawali usahanya. Uniknya, meski bukan bergerak di bidang IT, namun para pelaku bisnis ini (juga) menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu alat penggerak bisnisnya. Rupanya era teknologi informasi tak disia-siakan para StartUpper untuk memaksimalkan IT ke dalam bisnisnya yang baru dibangun. Tujuannya tak lain untuk memasarkan bisnis baru mereka ke pasar yang lebih luas, mempromosikan usaha mereka lebih massif dan tentunya efisiensi, memangkas banyak biaya.

Lihat saja yang dilakukan 3 pengusaha berikut dengan bisnis yang mereka mulai dari bawah dan skala kecil di awalnya. Pertama, keripik pedas yang dikelola oleh anak muda bernama Reza Nurhilman. Pemuda asal Bandung berusia 25 tahun ini menjadi buah bibir perbincangan banyak orang berkat aksi ‘nekadnya’ berjualan cemilan kripik pedas dengan merk dagang Maicih.

Awalnya banyak yang melecehkan karena ia menjual produk ‘biasa’, tradisional dan sudah ada di pasaran. Suka tak suka keripik singkong adalah produk tradisional yang pasarnya cenderung ‘sempit’, karena di pasaran cemilan harus bertarung dengan serbuan penganan kecil dari manca negara sejenis seperti keripik kentang (potato chips) yang memiliki kemasan dan tampilan jauh lebih menarik.

Namun ia ngotot dan menciptakan cara berjualan serta produk tak biasa. Keripiknya tak dibuat biasa, ia buat pilihan rasa dengan tingkatan pedas yang berbeda. Ia gunakan twitter sebagai alat jualannya. Ia sangat percaya dengan kekuatan social media. Produknya ia pasarkan mobile, secara berpindah-pindah. Informasi lokasi dan tenaga penjualnya dimention melalui twitter.

Apakah selesai dengan proses jual beli keripik? Tidak. Karena para pembeli kemudian menjadi buzzer secara tak langsung dengan membuat testimoni melalui twitter. Mereka yang mengikuti (mem-foloow) akun Maicih akan dibuat penasaran untuk merasakan level kepedasan keripik tersebut.

Demam keripik pedas kemudian terjadi. Reza yang menggabungkan kegiatan offline dengan online secara sinergis terbukti berhasil. Dan kini, konon Maicih beromset 4 Milyar rupiah per bulan! Sebuah pencapaian yang tak biasa. Itu bisa dicapai berkat melek digital, mengoptimalkan jejaring sosial twitter kedalam bisnis keripiknya. Secara umum, Reza memang jeli melihat peluang, paham ceruk pasar, dan bisa mengendus pasar yang sedang berubah.

***

Kisah kedua datang dari presenter Lucy Wiryono dengan kedai steak Hollycowsteak-nya. Sebagai pengguna twitter, Lucy dikenal sangat aktif. Dan saat memutuskan berbisnis kedai steak bersama suami dan partnernya, ia memanfaatkan kegemarannya ngetweet untuk memajukan bisnisnya. Lucy tak hanya sibuk berpromosi di twitter tentang lahan bisnisnya. Tapi ia juga mengedukasi mengenai apa itu steak, mengapa ia menjual steak wagyu yang dikenal sebagai varian steak mahal di warungnya.

Aktivitas online Lucy tak hanya berhenti di ngetweet saja, ia kerap berkolaborasi dengan sejumlah penggiat media sosial. Misalnya ia mensupport kegiatan Indonesia Berkebun dan memanfaatkan hasil panen bayam komunitas ini di kedainya. Sederhana dan juga mengena.

Kali lain, Lucy pun secara aktif melakukan promosi usahanya dengan menggaet produk-produk UKM baru. Misalnya dengan menggratiskan produk tertentu jika pengunjung kedainya bisa menunjukkan tweet keberadaannya di salah satu gerainya. Ia juga memberikan gratis steak wagyu bagi mereka yang kebetulan berulang tahun di gerainya.

Saat Jakarta dilanda demam pilkada yang menghasilkan Jokowi sebagai gubernur baru, Lucy tak mau kalah memanfaatkan eforia tersebut. Ia membuat event Pemilgo, pemilihan logo baru warungnya dengan mengikutsertakan pelanggan dan follower twitternya. Menurut saya ini ide jenial, melibatkan warga dunia maya untuk kepentingan bisnis. Jika bisnis ini berkelanjutan, jelas cara semacam ini akan dikenang.

Semua yang dilakukan Lucy dan timnya tetap menggunakan dunia online sebagai medianya. Lucy benar-benar sosok pebisnis yang melek digital, karena ia mampu mengadopsi kekuatan media sosial kedalam strategi bisnisnya. Kini Lucy dan suaminya memiliki dua camp (gerai) steak Hollycow di Jakarta yang selalu ramai pengunjung.

***

Kisah ketiga datang dari sobat saya mas Eko Eshape, Pegawai sebuah BUMN yang juga blogger handal. Saya mengenalnya sejak awal menulis di Kompasiana. Selain rajin menulis, mas Eko termasuk sosok yang gemar berbagi. Ketika memutuskan untuk terjun berbisnis pun rupanya kegemaran berbaginya tak juga surut.

Ia bersama sang istri mengembangkan usaha mie hijau yang diberinya nama Mie Sehati di Cikarang Bekasi. Kemudian ia pindahkan usahanya itu ke Yogyakarta, kota kelahiran sekaligus kota yang akan dijadikan sebagai hometown jika ia pensiun kelak.

Apa yang menarik dari usaha Mie Sehati mas Eko? Selain memiliki kedai kecil-kecilan, ia juga membuat pelatihan pembuatan mie hijau yang disebutnya sebagai mie sehat. Secara berkala ia membuat kursus yang diikuti mulai dari komunitas blogger, pemula bisnis hingga teman-teman dalam komunitas pergaulannya yang cukup lebar itu.

Semua informasi mengenai apa itu mie hijau, jadwal kursus dan kegiatannya mengelola Mie Sehati ia posting ke dalam blog. Para peserta kursus bisa mengupdate informasi dari blog tersebut. Dan yang unik, semua peserta kursus bebas menggunakan brand sendiri selepas kursus tanpa terikat kewajiban memakai brand Mie Sehati. Ia senang jika peserta kursusnya bisa mandiri dan sukses menjalankan usaha berkat pelatihan yang ia gelar.

Tahun lalu ia bersama blog mie sehati berhasil menyabet penghargaan Apresiasi blog kategori bisnis di ajang OnOffID 2011. Sebuah penghargaan akan konsistensinya menyebarkan virus wirausaha melalui kursus pembuatan mie hijau. Penghargaan itu sekaligus menjadi bukti mas Eko adalah pengusaha yang melek digital, berani memanfaatkan media baru di ranah digital untuk menjangkau sebanyak mungkin peminat usahanya.

***

Dari ketiga kisah kecil tadi, saya dapat menarik kesimpulan sebagai berikut, pertama, sebuah usaha baru sekarang ini membutuhkan kolaborasi apik dari dunia nyata (offline) dan dunia maya (online). Kolaborasi ini tak bisa dinafikan karena tuntutan jaman yang sedang berubah. Bagi para pemula bisnis melakukan usaha berbasis offline saja akan menemukan kesulitan, utamanya dalam hal pemasaran dan promosi ke pasar lebih luas.

Kedua, para penggiat bisnis rintisan (StartUp) tak bisa hanya mengandalkan produk semata. Produk yang unik jauh lebih baik, tapi produk biasa pun akan menjadi menarik dan dicari orang jika bisa memasarkannya dengan cara unik. Artinya, pebisnis pemula butuh kejelian melihat peluang, kejelian memilah pasar, dan kejelian menggunakan platform media baru yang paling cocok dengan target khalayaknya.

Ketiga, melek digital bukanlah kemampuan yang melekat pada penggiat IT (teknologi informasi) saja. Kemampuan ini dapat diasah oleh siapapun, bahkan oleh orang yang tak ada hubungannya sama sekali dengan IT pun bisa menjadi melek digital. Kuncinya adalah mau belajar, melihat dan beradaptasi dengan perubahan di dunia digital yang berlangsung dinamis.

So, sudah melek digitalkah anda?

Saya tergolong konservatif dalam soal transaksi online. Meski beberapa kali membeli buku, baju atau produk lainnya, namun saya harus memutar otak berkali-kali jika hendak memutuskan membeli barang secara online. Cerita buruk kawan-kawan lebih sering mampir saya terima. Entah itu barang tak sampai di tangan, penjualnya yang raib ditelan bumi meski uang sudah ditransfer, dan sederet kasus kriminal dibalik penjualan online yang kerap saya baca maupun saya lihat di berita kriminal televisi.

Oleh karenanya saya akan teliti dengan jelas siapa merchant yang menawarkan barang, apakah cukup bonafid, punya rekam jejak yang bagus, berada dibawah grup usaha yang bisa dipercaya? Syarat itu masih panjang lebar lagi ketika bicara soal sistem pembayaran. Saya tak mau terjebak seperti seorang kawan yang kadung transer uang jutaan rupiah ke rekening penjual barang online. Apa yang terjadi? Tak tahunya uang raib, sementara barang tak ia dapat. Si penjual bodong itupun tak bisa dihubungi lagi begitu uang ditransfer.

Selama ini saya lumayan cerewet untuk urusan pembayaran transaksi online. Saya tak akan mentransfer uang sebelum yakin siapa penjual/ pedagang yang berurusan jual-beli secara online dengan saya. Biasanya saya pilih penyedia jasa layanan belanja online yang sudah terkenal, atau setidaknya sudah dipercaya oleh banyak orang meski belum kondang.

Selain transfer, moda pembayaran yang saya pilih saat bertransaksi online adalah cash on delivery (COD), dimana uang saya berikan begitu barang ditangan. Cara terakhir ini merupakan upaya meminimalkan resiko, karena kita tak akan kehilangan uang sebelum tansaksi.

Saat mendengar ada Midazz e-payment, saya termasuk yang gembira. Sebab berarti ada solusi pembayaran transaksi online yang lebih cerdas dan aman. Karena Midazz menawarkan cara baru dalam pembayaran transaksi online. Tak perlu menggunakan uang secara langsung, atau bayar di tempat saat barang datang atau transfer antar bank. Cukup menggunakan “kartu pintar” Midazz, maka transaksi online pun beres! Menghemat waktu, aman dan mudah!

Kok bisa? Dalam situsnya dijelaskan, Midazz akan memberikan pengalaman belanja online anda jadi lebih menyenangkan. Transaksinya juga aman karena menggunakan password yang sekali pakai, sehingga tak perlu khawatir password kita dibobol. Dan uniknya, bukti pembelian tiap transaksi akan dilaporkan ke email pengguna dan catatan transaksi bisa dilihat di website Midazz.

Midazz adalah sistem pembayaran online dari PT MIDAZZ CYBER ASIA. Layanan transaksi ini dapat digunakan disitus-situs yang berafiliasi dengan Midazz. Dapat melakukan transaksi dengan melakukan top up di account midazz atau dengan menggunakan kartu kredit yang anda miliki secara real-time. Keamanan transaksi selalu dipastikan dengan memberikan OTP (One Time Password) setiap kali melakukan transaksi. Setiap transaksi dikirimkan bukti pembelian ke email dan catatan transaksi tersebut dapat dilihat juga di website. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan pembayaran online yang mudah, aman dan terpercaya bagi masyarakat digital di Indonesia.

Bagaimana caranya melakukan transaksi dengan menggunakan kartu Midazz? Mudah kok. Gambar di bawah ini cukup menjelaskan bagaimana alur kerja kartu Midazz dalam proses transaksi online.

20121024-075424.jpg

Satu lagi yang membuat rasa aman saat bertransaksi online menggunakan Midazz adalah jaminan nama besar kelompok Kompas Gramedia yang berada di belakang layanan ini. Jelas ini merupakan poin utama yang memperkuat rasa aman selain dari sisi teknologi.

Saat ini sudah ada 4 merchant ternama yang terhubung dalam layanan Midazz, yakni Gramedia.com, santikadeals.com, pasangiklan.com, serta kompas epaper. Dengan menggunakan Midazz e-payment kita bisa beli buku, pesan kamar hotel, pasang iklan dan membeli produk digital kompas grup dengan berbekal jari kita.

Kabar baiknya lagi, ada potongan harga khusus yang bisa didapat jika bertransaksi online menggunakan Midazz. Misalnya di Gramedia.com, selain potongan harga yang diberikan Gramedia, saat bertransaksi kita juga diberikan tambahan diskon jika membayar menggunakan Midazz. Dengan kata lain, kita dapat dobel diskon bila menggunakan cara pembayaran memakai Midazz.

20121024-080702.jpg

Buat saya yang kerap beli buku, tawaran Midazz sangat menggoda dan sulit dilewatkan. Tak perlu jauh-jauh datang ke toko buku yang tentunya tak dibuat pusing oleh macetnya kota, tinggal klik dari Smartphone, tablet, atau PC di rumah. Transaksinya lebih cepat, aman, dan nyaman.

Dengan semua keunggulan ini, saya prediksi Midazz akan jadi tren gaya hidup bertransaksi online di masa datang. Gak punya Midazz gak gaul!! Hehe…..

Kanker dan saya, dua entitas yang sangat dekat. Memang bukan saya yang terkena penyakit mematikan ini. Namun sejumlah kawan masa kecil maupun teman sekolah beberapa diantaranya sudah lebih dulu menghadap Ilahi karena penyakit kanker. Dalam catatan saya, selama kurun 2 tahun terakhir setidaknya lebih dari 5 orang kawan saya wafat karena penyakit kanker.

Tidak hanya satu jenis kanker. Seorang kawan saya ada yang “pergi” setelah berjuang dengan kanker payudara selama bertahun-tahun. Adapula kawan kuliah yang berpulang dalam waktu cepat lantaran kanker usus yang dideritanya. Terakhir, saya dapat kabar seorang kawan SMA meninggal di Amerika beberapa pekan lalu setelah menderita kanker otak.

Sebagai kawan saya cukup sedih mendengar kabar duka ini. Tapi yang paling terpukul tentu keluarga dekatnya. Saya masih ingat saat pemakaman seorang kawan SMP saya di TPU Tanah Kusir. Kami yang hadir di pemakaman tak kuasa menahan haru, saat melihat 2 anak almarhumah yang masih kecil-kecil melihat jasad ibunya dimasukkan ke liang lahat. Keduanya karena usia, saya yakin tak begitu paham konsep kematian. Namun yang jelas mereka sudah kehilangan orang yang dicintainya akibat kanker.

Yang cukup membuat prihatin adalah kenyataan beberapa kawan tak sempat tertangani secara medis dengan maksimal lantaran ketiadaan biaya. Kanker tak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman. Ini memang problem klasik, namun senantiasa berulang.

Penderita Kanker Meningkat

Menurut Badan Kesehatan PBB WHO, jumlah penderita kanker setiap tahun bertambah sekitar 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan diperkirakan mulai tahun 2010, setiap tahun sekitar 9 juta orang meninggal dunia akibat kanker. Wow, angka yang cukup membuat bergidik!

Di Indonesia sendiri, kanker menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahun. Angka kematian akibat kanker dari tahun ke tahun pun meningkat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, sekitar 5,7 % kematian semua umur disebabkan oleh kanker ganas.

Kalaulah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker cukup baik, saya rasa jumlah korban meninggal akibat kanker bisa diminimalkan. Apalagi secara medis, sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker sesungguhnya dapat dicegah, sepertiga dapat disembuhkan bila ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat, dan sisanya dapat diringankan penderitaannya.

Oleh karena itu upaya mencegah dan menemukan kanker pada stadium dini sangat penting karena disamping mengurangi penderitaan akibat kanker juga menekan biaya pengobatan yang relatif sangat mahal. Inilah yang dilakukan oleh Asuransi Cigna dengan produk Cigna Complete Cancer Protection. Produk asuransi ini mencoba membantu masyarakat untuk sembuh dari kanker mulai dari tahap yang paling dini hingga stadium akhir.

Reginald Hamdani, selaku Associate Director Head of Strategic Marketing PT Asuransi Cigna, mengatakan Cigna Complete Cancer Protection berbeda dengan produk asuransi kesehatan lainnya. Karena biasanya produk dread disease yang ada hanya memberikan santunan untuk diagnosa penyakit di tahap lanjut. Sementara Cigna memberikan proteksi sejak kanker terdeteksi secara dini.

Yang membedakan lagi, Cigna juga memberikan perlindungan secara khusus bagi penderita kanker serviks dan kanker payudara yang banyak diderita kaum hawa. Di Indonesia, kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak, dan di nomor kedua ada kanker payudara.

Diperkirakan, setiap 1 jam 1 orang perempuan di Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Dan, sebanyak 40 kasus baru kanker serviks didiagnosa setiap hari dan 20 perempuan meninggal karena kanker serviks setiap hari. Yang memprihatinkan, separoh dari wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks umumnya berusia antara 35 – 55 tahun, usia yang cukup produktif.

Dengan cakupan perlindungan yang menyeluruh seperti ini, premi yang ditawarkan menurut saya cukup terjangkau. Premi mulai sekitar Rp 38 ribu-an, dengan uang pertanggungan yang bisa dipilih, mulai dari Rp 50 juta (plan I), Rp 75 juta (plan II), dan Rp 100 juta (plan III). Pemegang polis berkesempatan untuk mendapatkan beragam pelayanan berupa santunan diagnosa penyakit kanker stadium awal hingga stadium lanjut, santunan perawatan rumah sakit, santunan penyembuhan apabila terdiagnosa penyakit kanker stadium lanjut, santunan meninggal dunia baik karena penyakit atau karena kecelakaan.

Sekedar informasi, PT Asuransi CIGNA merupakan bagian dari CIGNA Corporation, yang berpusat di Philadelphia, Amerika Serikat. CIGNA dan anak perusahaannya menawarkan program yang melayani 46 juta orang di dunia. Di Indonesia, Asuransi CIGNA berdiri sejak tahun 1990. Pada akhir tahun 2009, pemegang polis Asuransi CIGNA berjumlah lebih dari 1,6 juta orang.

Menjaga kesehatan itu jauh lebih penting dari mengobati penyakit. Namun jauh lebih penting jika kita sadar perlunya proteksi diri terhadap penyakit yang bisa diwujudkan dengan memilih produk asuransi yang cerdas dan melindungi. Dengan demikian, tak ada lagi cerita seperti dialami kawan saya, yang berjuang sendirian dengan kankernya tanpa proteksi memadai.

Tinggal di negeri tropis tentunya membuat warga Indonesia punya mimpi menjelajahi negeri empat musim. Bicara negeri empat musim tak terlalu jauh mesti mengunjungi benua Amerika atau Eropa, karena di Asia ada Hong Kong, negeri empat musim yang letaknya hanya sepelemparan batu dari Indonesia.

Saya ingat Hong Kong karena beberapa hal. Pertama tentu karena film-filmnya yang mendunia, yang meracuni saya sejak kecil, mulai dari era Bruce Lee, Andy Lau, Simon Yam, hingga sekarang Jet Li. Film-film Mandarin ala Hong Kong memang tak ada duanya, ceritanya menawan, aksi laganya pun dikemas secara bertanggung jawab, tidak asal-asalan. Makanya tak heran, film mandarin menjadi genre tersendiri yang mampu bersaing menandingi genre film Hollywood.

Kedua, saat Hong Kong beralih dari jajahan Inggris dan dikembalikan ke pemerintah China 1 Juli 1997. Kenapa ini penting bagi saya? Karena peristiwa itu yang dikemas dalam tagline Hong Kong Hand Over dan sempat disiarkan secara khusus oleh stasiun tv Anteve, membuat penasaran dan mengubah hidup saya. Saya terpesona keindahan Hong Kong yang saat itu tiap hari diberitakan secara langsung. Saya terbius dengan ‘cara’ Hong Kong menjual dirinya dan menjadi desinasi bisnis dan wisata yang sangat penting di dunia.

Singkat cerita, saya kemudian bergabung menjadi jurnalis di stasiun tv yang saya sebutkan tadi. Meski penasaran dengan Hong Kong, sialnya saya belum pernah ke Hong Kong sekalipun. Nasib! Tapi saya masih memendam keinginan suatu saat saya harus menjejakkan kaki di surga wisata kuliner dan belanja ini.

***

Bagi orang Indonesia, Hong Kong juga bukan nama yang asing. Negeri pulau ini memiliki magnet yang luar biasa. Tidak hanya sebagai destinasi bisnis, namun juga sebagai tujuan wisata. Selain itu, negeri ini juga menjadi tumpuan hidup bagi ribuan Tenaga Kerja Migran yang meraup dollar.

Saat yang tepat mengunjungi Hong Kong adalah pada musim panas yang berlangsung antara Juni hingga Agustus. Di saat seperti ini, warga lokal menggelar keramaian dengan berbagai atraksi seni-budaya. Atraksi ini sesungguhnya tidak hanya diperuntukkan bagi warga lokal saja, namun juga para turis yang tiap musim panas jumlahnya melonjak tajam.

Apa saja yang ditawarkan Hong Kong di musim panas?

Simon Wong, Direktur Regional Hong Kong Tourism Board, dalam sebuah kesempatan mengatakan, Hong Kong menawarkan berbagai acara yang bisa dinikmati pengunjung sepanjang musim panas. Mereka menamakannya Hong Kong Summer Spectacular. Program ini berlangsung sejak Juni hingga akhir Agustus.

Saya sudah melisting sejumlah acara dan tempat yang wajib dikunjungi di musim panas ini, diantaranya:
– Museum Madame Tussauds
Ini destinasi yang mesti, kudu, wajib didatangi jika mengunjungi Hong Kong. Museum yang berisi patung lilin tokoh terkenal dunia, mulai dari politisi hingga seniman ini adalah tempat yang bisa melepas dahaga kaum narsis. Karena disini pengunjung bisa berfoto dengan sejumlah seleb dunia, meski hanya dalam bentuk patung lilin.
– Disneyland
Siapa sih yang tak ingin pergi ke theme park seperti Disneyland ? Apalagi yang masa kecilnya pernah ngefans tokoh kartun Disney seperti Mickey Mouse atau Donald Duck, pasti bakal penasaran dengan taman Disney yang satu ini. Di sini pengunjung bisa menikmati atraksi Disney karakter, pertunjukan 3 Dimensi, hingga pesta kembang api.
– Ocean Park
Hong kong Ocean park konon merupakan water theme park terbaik di dunia. Anda bisa menyaksikan atraksi lumba-lumba, penguin hingga beruang kutub. Selain itu bagi yang hendak menikah atau merayakan ultah pernikahan, Ocean Park juga siap membuat paket wisata yang tak terlupakan.

Tujuan wisata di Hong Kong memang bukan hanya itu. Masih banyak lagi yang bisa dijelajahi, seperti Victoria Harbour, The Peak atau bagi yang menyenangi kegiatan luar ruang juga ada tempat menarik seperti Hong Kong Global Geopark of China.

Selama musim panas Hong Kong juga penuh dengan beragam atraksi menarik, diantaranya:
1. Visa go Hong Kong Super Shopper
Acara ini merupakan kerjasama Hong Kong Tourism Board dengan Visa menyambut event musim panas. Tahun ini kontestan dari berbagai negara akan diminta merancang dan menyelesaikan suatu jadwal wisata di Hong Kong, mulai dari wisata budaya, kuliner hingga kehidupan malam. Sebelum event ini digelar, diadakan pula Hong Kong Summer Showreels yang dilakukan secara online.
2. Dragon Boat Carnival
Sebuah event lomba balap perahu naga yang khas China akan menjadi suguhan menarik selama musim panas. Perahu naga yang ikut berlomba dihias ornamen khas China dan selama lomba akan diiringi aneka tetabuhan dari masing-masing tim. Seru!

Dengan beragam tawaran destinasi wisata dan acara yang seru, musim panas di Hong Kong memang memberikan keriaan tiada akhir.

Masih jelas terekam dalam benak ketika saya dan istri mengalami kerepotan saat dulu mencari rumah. Sebagai warga ibukota kami punya mimpi punya rumah yang sesuai kocek dan keinginan. Tidak perlu mewah tapi nyaman ditinggali.

Saat itu kami berburu hunian idaman dengan mendatangi berbagai pameran rumah. Puluhan lembar brosur kami kumpulkan untuk disortir. Ada yang sesuai budget tapi belum jelas bentuk rumahnya. Ada pula yang bentuknya cantik, sayang harganya selangit. Bingung pastinya, karena harus menyortir banyak brosur dengan banyak penawaran yang semuanya tampak menarik perhatian.

Mendatangi pameran rumah memang solusi jitu bagi mereka yang tak cukup punya waktu ke lokasi perumahan. Tapi jangan salah, seorang kawan terpaksa menelan pil pahit kekecewaan lantaran tergiur janji manis pengembang di lokasi pameran. Tapi apa yang didapat? Uang amblas karena proyek perumahan yang ia incar mandeg tertimpa badai krisis moneter. Hingga kini proyek perumahan itu tak pernah dibangun dan kawan saya kehilangan uang tabungan jutaan rupiah yang dibenamkan sebagai uang down payment (uang muka) rumah idamannya. Ia kemudian harus berburu rumah impiannya dari awal kembali.

Tinggalkan Cara Lama

Tapi itu cerita dulu, cara jadul cari rumah. Sekarang ada solusi cerdas mencari info rumah idaman. Tak perlu butuh waktu khusus mendatangi pameran rumah atau survey lokasi berkali-kali. Karena sekarang adalah eranya internet, yang anda butuhkan adalah koneksi internet dari PC, smart phone atau komputer tablet, untuk mendapatkan ribuan informasi rumah idaman secara online dari situs rumah123.com. Tidak perlu terjebak kemacetan ke areal pameran, cukup duduk manis sambil ngopi atau sambil hangout dengan teman-teman. Dan semua informasi itu tersaji secara gratis. Pokoknya, situs rumah123 itu menjadikan kita mudah cari rumah.

Situs yang beralamat di http://www.rumah123.com merupakan situs properti nomer satu di Indonesia dan tergabung dalam grup iproperty. Tiap bulannya situs ini dikunjungi lebih dari 1,4 juta pengunjung. Dengan jumlah visitor yang terus meningkat, anda tak perlu was-was karena sebagai situs informasi properti online, rumah123 sudah pasti terjaga kredibilitasnya. Informasi yang tersaji di situs ini dijamin baru, akurat dan terpercaya. Tidak hanya mengenai jual atau beli, bahkan sewa propertipun ada. Dan yang paling penting, informasinya pun menyeluruh, bukan hanya rumah, tapi juga apartemen, ruko, penginapan, tanah hingga bangunan komersial lainnya.

Mudah dan Lengkap

Mungkin anda bertanya selengkap apa informasi properti yang akan didapat dengan membuka situs rumah123? Saya bisa jamin sangat lengkap informasinya. Di sini kita tak hanya disuguhi gambar rumah, namun juga sejumlah informasi penting yang biasa ditanyakan oleh pencari rumah. Misalnya, luas bangunan, luas tanah, kondisi properti, jumlah kamar, garasi, jalur telepon, daya listrik hingga jenis sertifikat.

Yang menyenangkan, rumah123 juga memberi informasi tambahan yang sama pentingnya mengenai posisi rumah dikaitkan dengan fasilitas perumahan seperti rumah sakit, sekolah, pasar atau minimarket. Bahkan dalam listing rumah yang ditawarkan di rumah123, pengunjung juga bisa mencari rumah dengan tambahan fasilitas premium seperti layanan internet ataupun layanan televisi berbayar.

Dan bagi anda yang buta jalan, tak perlu cemas karena situs ini juga dilengkapi panduan peta area yang memudahkan anda mendatangi lokasi. Pendek kata, semua kemudahan sengaja diberikan pada anda untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat.

Oya, Rumah123 saat ini tengah menggelar event rebutan rumah gratis 500 juta rupiah. Siapapun anda bisa ikut diajang bergengsi yang baru pertama kali digelar di Indonesia. Hadiahnya tak tanggung-tanggung, satu unit rumah seharga 500 juta rupiah di kawasan BSD City.

Event Rebutan Rumah Gratis ini berakhir 31 Juli 2012. Siapapun anda punya kesempatan yang sama untuk memperoleh rumah gratis senilai setengah milyar rupiah itu. Caranya sangat mudah. Pertama, anda cukup follow akun Twitter @rumah123 dan atau like fanpage Facebooknya yakni rumah123com. Kedua, daftarkan nama anda disitu dengan melengkapi form isian. Ketiga, cari dan buat listing rumah yang tertera di portal rumah123.com. Mudah bukan!

Dengan event Rebutan Rumah Gratis ini, Rumah123 memang ingin memberikan kesempatan kepada siapa saja, masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah, “a place to call home”.