Categoryevent

Melek Digital Kunci Keberhasilan Startup Business

StartUp menjadi kosakata yang belakangan begitu familiar disebut di media. Istilah StartUp berawal dan berkembang di ranah teknologi informasi untuk menyebut perusahaan rintisan (baru). Sebut saja Apple, Microsoft, atau Facebook, tiga dari ribuan perusahaan IT terkemuka di dunia itu awalnya adalah StartUp di bidang IT. Mereka memulai bisnis dari skala garasi, rumahan, bahkan kampus. Dengan segala inovasinya, kini mereka meraksasa tak hanya di negeri tempatnya bermula, namun melintas batas dunia.

Istilah StartUp kini juga menyentuh dunia bisnis secara umum. Istilah perusahaan rintisan digunakan bagi usaha kecil menengah yang baru mengawali usahanya. Uniknya, meski bukan bergerak di bidang IT, namun para pelaku bisnis ini (juga) menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu alat penggerak bisnisnya. Rupanya era teknologi informasi tak disia-siakan para StartUpper untuk memaksimalkan IT ke dalam bisnisnya yang baru dibangun. Tujuannya tak lain untuk memasarkan bisnis baru mereka ke pasar yang lebih luas, mempromosikan usaha mereka lebih massif dan tentunya efisiensi, memangkas banyak biaya.

Lihat saja yang dilakukan 3 pengusaha berikut dengan bisnis yang mereka mulai dari bawah dan skala kecil di awalnya. Pertama, keripik pedas yang dikelola oleh anak muda bernama Reza Nurhilman. Pemuda asal Bandung berusia 25 tahun ini menjadi buah bibir perbincangan banyak orang berkat aksi ‘nekadnya’ berjualan cemilan kripik pedas dengan merk dagang Maicih.

Awalnya banyak yang melecehkan karena ia menjual produk ‘biasa’, tradisional dan sudah ada di pasaran. Suka tak suka keripik singkong adalah produk tradisional yang pasarnya cenderung ‘sempit’, karena di pasaran cemilan harus bertarung dengan serbuan penganan kecil dari manca negara sejenis seperti keripik kentang (potato chips) yang memiliki kemasan dan tampilan jauh lebih menarik.

Namun ia ngotot dan menciptakan cara berjualan serta produk tak biasa. Keripiknya tak dibuat biasa, ia buat pilihan rasa dengan tingkatan pedas yang berbeda. Ia gunakan twitter sebagai alat jualannya. Ia sangat percaya dengan kekuatan social media. Produknya ia pasarkan mobile, secara berpindah-pindah. Informasi lokasi dan tenaga penjualnya dimention melalui twitter.

Apakah selesai dengan proses jual beli keripik? Tidak. Karena para pembeli kemudian menjadi buzzer secara tak langsung dengan membuat testimoni melalui twitter. Mereka yang mengikuti (mem-foloow) akun Maicih akan dibuat penasaran untuk merasakan level kepedasan keripik tersebut.

Demam keripik pedas kemudian terjadi. Reza yang menggabungkan kegiatan offline dengan online secara sinergis terbukti berhasil. Dan kini, konon Maicih beromset 4 Milyar rupiah per bulan! Sebuah pencapaian yang tak biasa. Itu bisa dicapai berkat melek digital, mengoptimalkan jejaring sosial twitter kedalam bisnis keripiknya. Secara umum, Reza memang jeli melihat peluang, paham ceruk pasar, dan bisa mengendus pasar yang sedang berubah.

***

Kisah kedua datang dari presenter Lucy Wiryono dengan kedai steak Hollycowsteak-nya. Sebagai pengguna twitter, Lucy dikenal sangat aktif. Dan saat memutuskan berbisnis kedai steak bersama suami dan partnernya, ia memanfaatkan kegemarannya ngetweet untuk memajukan bisnisnya. Lucy tak hanya sibuk berpromosi di twitter tentang lahan bisnisnya. Tapi ia juga mengedukasi mengenai apa itu steak, mengapa ia menjual steak wagyu yang dikenal sebagai varian steak mahal di warungnya.

Aktivitas online Lucy tak hanya berhenti di ngetweet saja, ia kerap berkolaborasi dengan sejumlah penggiat media sosial. Misalnya ia mensupport kegiatan Indonesia Berkebun dan memanfaatkan hasil panen bayam komunitas ini di kedainya. Sederhana dan juga mengena.

Kali lain, Lucy pun secara aktif melakukan promosi usahanya dengan menggaet produk-produk UKM baru. Misalnya dengan menggratiskan produk tertentu jika pengunjung kedainya bisa menunjukkan tweet keberadaannya di salah satu gerainya. Ia juga memberikan gratis steak wagyu bagi mereka yang kebetulan berulang tahun di gerainya.

Saat Jakarta dilanda demam pilkada yang menghasilkan Jokowi sebagai gubernur baru, Lucy tak mau kalah memanfaatkan eforia tersebut. Ia membuat event Pemilgo, pemilihan logo baru warungnya dengan mengikutsertakan pelanggan dan follower twitternya. Menurut saya ini ide jenial, melibatkan warga dunia maya untuk kepentingan bisnis. Jika bisnis ini berkelanjutan, jelas cara semacam ini akan dikenang.

Semua yang dilakukan Lucy dan timnya tetap menggunakan dunia online sebagai medianya. Lucy benar-benar sosok pebisnis yang melek digital, karena ia mampu mengadopsi kekuatan media sosial kedalam strategi bisnisnya. Kini Lucy dan suaminya memiliki dua camp (gerai) steak Hollycow di Jakarta yang selalu ramai pengunjung.

***

Kisah ketiga datang dari sobat saya mas Eko Eshape, Pegawai sebuah BUMN yang juga blogger handal. Saya mengenalnya sejak awal menulis di Kompasiana. Selain rajin menulis, mas Eko termasuk sosok yang gemar berbagi. Ketika memutuskan untuk terjun berbisnis pun rupanya kegemaran berbaginya tak juga surut.

Ia bersama sang istri mengembangkan usaha mie hijau yang diberinya nama Mie Sehati di Cikarang Bekasi. Kemudian ia pindahkan usahanya itu ke Yogyakarta, kota kelahiran sekaligus kota yang akan dijadikan sebagai hometown jika ia pensiun kelak.

Apa yang menarik dari usaha Mie Sehati mas Eko? Selain memiliki kedai kecil-kecilan, ia juga membuat pelatihan pembuatan mie hijau yang disebutnya sebagai mie sehat. Secara berkala ia membuat kursus yang diikuti mulai dari komunitas blogger, pemula bisnis hingga teman-teman dalam komunitas pergaulannya yang cukup lebar itu.

Semua informasi mengenai apa itu mie hijau, jadwal kursus dan kegiatannya mengelola Mie Sehati ia posting ke dalam blog. Para peserta kursus bisa mengupdate informasi dari blog tersebut. Dan yang unik, semua peserta kursus bebas menggunakan brand sendiri selepas kursus tanpa terikat kewajiban memakai brand Mie Sehati. Ia senang jika peserta kursusnya bisa mandiri dan sukses menjalankan usaha berkat pelatihan yang ia gelar.

Tahun lalu ia bersama blog mie sehati berhasil menyabet penghargaan Apresiasi blog kategori bisnis di ajang OnOffID 2011. Sebuah penghargaan akan konsistensinya menyebarkan virus wirausaha melalui kursus pembuatan mie hijau. Penghargaan itu sekaligus menjadi bukti mas Eko adalah pengusaha yang melek digital, berani memanfaatkan media baru di ranah digital untuk menjangkau sebanyak mungkin peminat usahanya.

***

Dari ketiga kisah kecil tadi, saya dapat menarik kesimpulan sebagai berikut, pertama, sebuah usaha baru sekarang ini membutuhkan kolaborasi apik dari dunia nyata (offline) dan dunia maya (online). Kolaborasi ini tak bisa dinafikan karena tuntutan jaman yang sedang berubah. Bagi para pemula bisnis melakukan usaha berbasis offline saja akan menemukan kesulitan, utamanya dalam hal pemasaran dan promosi ke pasar lebih luas.

Kedua, para penggiat bisnis rintisan (StartUp) tak bisa hanya mengandalkan produk semata. Produk yang unik jauh lebih baik, tapi produk biasa pun akan menjadi menarik dan dicari orang jika bisa memasarkannya dengan cara unik. Artinya, pebisnis pemula butuh kejelian melihat peluang, kejelian memilah pasar, dan kejelian menggunakan platform media baru yang paling cocok dengan target khalayaknya.

Ketiga, melek digital bukanlah kemampuan yang melekat pada penggiat IT (teknologi informasi) saja. Kemampuan ini dapat diasah oleh siapapun, bahkan oleh orang yang tak ada hubungannya sama sekali dengan IT pun bisa menjadi melek digital. Kuncinya adalah mau belajar, melihat dan beradaptasi dengan perubahan di dunia digital yang berlangsung dinamis.

So, sudah melek digitalkah anda?

Dengan Midazz Transaksi Online Makin Mudah dan Aman

Saya tergolong konservatif dalam soal transaksi online. Meski beberapa kali membeli buku, baju atau produk lainnya, namun saya harus memutar otak berkali-kali jika hendak memutuskan membeli barang secara online. Cerita buruk kawan-kawan lebih sering mampir saya terima. Entah itu barang tak sampai di tangan, penjualnya yang raib ditelan bumi meski uang sudah ditransfer, dan sederet kasus kriminal dibalik penjualan online yang kerap saya baca maupun saya lihat di berita kriminal televisi.

Oleh karenanya saya akan teliti dengan jelas siapa merchant yang menawarkan barang, apakah cukup bonafid, punya rekam jejak yang bagus, berada dibawah grup usaha yang bisa dipercaya? Syarat itu masih panjang lebar lagi ketika bicara soal sistem pembayaran. Saya tak mau terjebak seperti seorang kawan yang kadung transer uang jutaan rupiah ke rekening penjual barang online. Apa yang terjadi? Tak tahunya uang raib, sementara barang tak ia dapat. Si penjual bodong itupun tak bisa dihubungi lagi begitu uang ditransfer.

Selama ini saya lumayan cerewet untuk urusan pembayaran transaksi online. Saya tak akan mentransfer uang sebelum yakin siapa penjual/ pedagang yang berurusan jual-beli secara online dengan saya. Biasanya saya pilih penyedia jasa layanan belanja online yang sudah terkenal, atau setidaknya sudah dipercaya oleh banyak orang meski belum kondang.

Selain transfer, moda pembayaran yang saya pilih saat bertransaksi online adalah cash on delivery (COD), dimana uang saya berikan begitu barang ditangan. Cara terakhir ini merupakan upaya meminimalkan resiko, karena kita tak akan kehilangan uang sebelum tansaksi.

Saat mendengar ada Midazz e-payment, saya termasuk yang gembira. Sebab berarti ada solusi pembayaran transaksi online yang lebih cerdas dan aman. Karena Midazz menawarkan cara baru dalam pembayaran transaksi online. Tak perlu menggunakan uang secara langsung, atau bayar di tempat saat barang datang atau transfer antar bank. Cukup menggunakan “kartu pintar” Midazz, maka transaksi online pun beres! Menghemat waktu, aman dan mudah!

Kok bisa? Dalam situsnya dijelaskan, Midazz akan memberikan pengalaman belanja online anda jadi lebih menyenangkan. Transaksinya juga aman karena menggunakan password yang sekali pakai, sehingga tak perlu khawatir password kita dibobol. Dan uniknya, bukti pembelian tiap transaksi akan dilaporkan ke email pengguna dan catatan transaksi bisa dilihat di website Midazz.

Midazz adalah sistem pembayaran online dari PT MIDAZZ CYBER ASIA. Layanan transaksi ini dapat digunakan disitus-situs yang berafiliasi dengan Midazz. Dapat melakukan transaksi dengan melakukan top up di account midazz atau dengan menggunakan kartu kredit yang anda miliki secara real-time. Keamanan transaksi selalu dipastikan dengan memberikan OTP (One Time Password) setiap kali melakukan transaksi. Setiap transaksi dikirimkan bukti pembelian ke email dan catatan transaksi tersebut dapat dilihat juga di website. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan pembayaran online yang mudah, aman dan terpercaya bagi masyarakat digital di Indonesia.

Bagaimana caranya melakukan transaksi dengan menggunakan kartu Midazz? Mudah kok. Gambar di bawah ini cukup menjelaskan bagaimana alur kerja kartu Midazz dalam proses transaksi online.

20121024-075424.jpg

Satu lagi yang membuat rasa aman saat bertransaksi online menggunakan Midazz adalah jaminan nama besar kelompok Kompas Gramedia yang berada di belakang layanan ini. Jelas ini merupakan poin utama yang memperkuat rasa aman selain dari sisi teknologi.

Saat ini sudah ada 4 merchant ternama yang terhubung dalam layanan Midazz, yakni Gramedia.com, santikadeals.com, pasangiklan.com, serta kompas epaper. Dengan menggunakan Midazz e-payment kita bisa beli buku, pesan kamar hotel, pasang iklan dan membeli produk digital kompas grup dengan berbekal jari kita.

Kabar baiknya lagi, ada potongan harga khusus yang bisa didapat jika bertransaksi online menggunakan Midazz. Misalnya di Gramedia.com, selain potongan harga yang diberikan Gramedia, saat bertransaksi kita juga diberikan tambahan diskon jika membayar menggunakan Midazz. Dengan kata lain, kita dapat dobel diskon bila menggunakan cara pembayaran memakai Midazz.

20121024-080702.jpg

Buat saya yang kerap beli buku, tawaran Midazz sangat menggoda dan sulit dilewatkan. Tak perlu jauh-jauh datang ke toko buku yang tentunya tak dibuat pusing oleh macetnya kota, tinggal klik dari Smartphone, tablet, atau PC di rumah. Transaksinya lebih cepat, aman, dan nyaman.

Dengan semua keunggulan ini, saya prediksi Midazz akan jadi tren gaya hidup bertransaksi online di masa datang. Gak punya Midazz gak gaul!! Hehe…..

Proteksi Dini Dari Kanker, Lebih Cepat Lebih Baik

Kanker dan saya, dua entitas yang sangat dekat. Memang bukan saya yang terkena penyakit mematikan ini. Namun sejumlah kawan masa kecil maupun teman sekolah beberapa diantaranya sudah lebih dulu menghadap Ilahi karena penyakit kanker. Dalam catatan saya, selama kurun 2 tahun terakhir setidaknya lebih dari 5 orang kawan saya wafat karena penyakit kanker.

Tidak hanya satu jenis kanker. Seorang kawan saya ada yang “pergi” setelah berjuang dengan kanker payudara selama bertahun-tahun. Adapula kawan kuliah yang berpulang dalam waktu cepat lantaran kanker usus yang dideritanya. Terakhir, saya dapat kabar seorang kawan SMA meninggal di Amerika beberapa pekan lalu setelah menderita kanker otak.

Sebagai kawan saya cukup sedih mendengar kabar duka ini. Tapi yang paling terpukul tentu keluarga dekatnya. Saya masih ingat saat pemakaman seorang kawan SMP saya di TPU Tanah Kusir. Kami yang hadir di pemakaman tak kuasa menahan haru, saat melihat 2 anak almarhumah yang masih kecil-kecil melihat jasad ibunya dimasukkan ke liang lahat. Keduanya karena usia, saya yakin tak begitu paham konsep kematian. Namun yang jelas mereka sudah kehilangan orang yang dicintainya akibat kanker.

Yang cukup membuat prihatin adalah kenyataan beberapa kawan tak sempat tertangani secara medis dengan maksimal lantaran ketiadaan biaya. Kanker tak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman. Ini memang problem klasik, namun senantiasa berulang.

Penderita Kanker Meningkat

Menurut Badan Kesehatan PBB WHO, jumlah penderita kanker setiap tahun bertambah sekitar 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan diperkirakan mulai tahun 2010, setiap tahun sekitar 9 juta orang meninggal dunia akibat kanker. Wow, angka yang cukup membuat bergidik!

Di Indonesia sendiri, kanker menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahun. Angka kematian akibat kanker dari tahun ke tahun pun meningkat. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, sekitar 5,7 % kematian semua umur disebabkan oleh kanker ganas.

Kalaulah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker cukup baik, saya rasa jumlah korban meninggal akibat kanker bisa diminimalkan. Apalagi secara medis, sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker sesungguhnya dapat dicegah, sepertiga dapat disembuhkan bila ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat, dan sisanya dapat diringankan penderitaannya.

Oleh karena itu upaya mencegah dan menemukan kanker pada stadium dini sangat penting karena disamping mengurangi penderitaan akibat kanker juga menekan biaya pengobatan yang relatif sangat mahal. Inilah yang dilakukan oleh Asuransi Cigna dengan produk Cigna Complete Cancer Protection. Produk asuransi ini mencoba membantu masyarakat untuk sembuh dari kanker mulai dari tahap yang paling dini hingga stadium akhir.

Reginald Hamdani, selaku Associate Director Head of Strategic Marketing PT Asuransi Cigna, mengatakan Cigna Complete Cancer Protection berbeda dengan produk asuransi kesehatan lainnya. Karena biasanya produk dread disease yang ada hanya memberikan santunan untuk diagnosa penyakit di tahap lanjut. Sementara Cigna memberikan proteksi sejak kanker terdeteksi secara dini.

Yang membedakan lagi, Cigna juga memberikan perlindungan secara khusus bagi penderita kanker serviks dan kanker payudara yang banyak diderita kaum hawa. Di Indonesia, kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak, dan di nomor kedua ada kanker payudara.

Diperkirakan, setiap 1 jam 1 orang perempuan di Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Dan, sebanyak 40 kasus baru kanker serviks didiagnosa setiap hari dan 20 perempuan meninggal karena kanker serviks setiap hari. Yang memprihatinkan, separoh dari wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks umumnya berusia antara 35 – 55 tahun, usia yang cukup produktif.

Dengan cakupan perlindungan yang menyeluruh seperti ini, premi yang ditawarkan menurut saya cukup terjangkau. Premi mulai sekitar Rp 38 ribu-an, dengan uang pertanggungan yang bisa dipilih, mulai dari Rp 50 juta (plan I), Rp 75 juta (plan II), dan Rp 100 juta (plan III). Pemegang polis berkesempatan untuk mendapatkan beragam pelayanan berupa santunan diagnosa penyakit kanker stadium awal hingga stadium lanjut, santunan perawatan rumah sakit, santunan penyembuhan apabila terdiagnosa penyakit kanker stadium lanjut, santunan meninggal dunia baik karena penyakit atau karena kecelakaan.

Sekedar informasi, PT Asuransi CIGNA merupakan bagian dari CIGNA Corporation, yang berpusat di Philadelphia, Amerika Serikat. CIGNA dan anak perusahaannya menawarkan program yang melayani 46 juta orang di dunia. Di Indonesia, Asuransi CIGNA berdiri sejak tahun 1990. Pada akhir tahun 2009, pemegang polis Asuransi CIGNA berjumlah lebih dari 1,6 juta orang.

Menjaga kesehatan itu jauh lebih penting dari mengobati penyakit. Namun jauh lebih penting jika kita sadar perlunya proteksi diri terhadap penyakit yang bisa diwujudkan dengan memilih produk asuransi yang cerdas dan melindungi. Dengan demikian, tak ada lagi cerita seperti dialami kawan saya, yang berjuang sendirian dengan kankernya tanpa proteksi memadai.

“Summer Spectacular” di Hongkong, Keriaan Tiada Akhir

Tinggal di negeri tropis tentunya membuat warga Indonesia punya mimpi menjelajahi negeri empat musim. Bicara negeri empat musim tak terlalu jauh mesti mengunjungi benua Amerika atau Eropa, karena di Asia ada Hong Kong, negeri empat musim yang letaknya hanya sepelemparan batu dari Indonesia.

Saya ingat Hong Kong karena beberapa hal. Pertama tentu karena film-filmnya yang mendunia, yang meracuni saya sejak kecil, mulai dari era Bruce Lee, Andy Lau, Simon Yam, hingga sekarang Jet Li. Film-film Mandarin ala Hong Kong memang tak ada duanya, ceritanya menawan, aksi laganya pun dikemas secara bertanggung jawab, tidak asal-asalan. Makanya tak heran, film mandarin menjadi genre tersendiri yang mampu bersaing menandingi genre film Hollywood.

Kedua, saat Hong Kong beralih dari jajahan Inggris dan dikembalikan ke pemerintah China 1 Juli 1997. Kenapa ini penting bagi saya? Karena peristiwa itu yang dikemas dalam tagline Hong Kong Hand Over dan sempat disiarkan secara khusus oleh stasiun tv Anteve, membuat penasaran dan mengubah hidup saya. Saya terpesona keindahan Hong Kong yang saat itu tiap hari diberitakan secara langsung. Saya terbius dengan ‘cara’ Hong Kong menjual dirinya dan menjadi desinasi bisnis dan wisata yang sangat penting di dunia.

Singkat cerita, saya kemudian bergabung menjadi jurnalis di stasiun tv yang saya sebutkan tadi. Meski penasaran dengan Hong Kong, sialnya saya belum pernah ke Hong Kong sekalipun. Nasib! Tapi saya masih memendam keinginan suatu saat saya harus menjejakkan kaki di surga wisata kuliner dan belanja ini.

***

Bagi orang Indonesia, Hong Kong juga bukan nama yang asing. Negeri pulau ini memiliki magnet yang luar biasa. Tidak hanya sebagai destinasi bisnis, namun juga sebagai tujuan wisata. Selain itu, negeri ini juga menjadi tumpuan hidup bagi ribuan Tenaga Kerja Migran yang meraup dollar.

Saat yang tepat mengunjungi Hong Kong adalah pada musim panas yang berlangsung antara Juni hingga Agustus. Di saat seperti ini, warga lokal menggelar keramaian dengan berbagai atraksi seni-budaya. Atraksi ini sesungguhnya tidak hanya diperuntukkan bagi warga lokal saja, namun juga para turis yang tiap musim panas jumlahnya melonjak tajam.

Apa saja yang ditawarkan Hong Kong di musim panas?

Simon Wong, Direktur Regional Hong Kong Tourism Board, dalam sebuah kesempatan mengatakan, Hong Kong menawarkan berbagai acara yang bisa dinikmati pengunjung sepanjang musim panas. Mereka menamakannya Hong Kong Summer Spectacular. Program ini berlangsung sejak Juni hingga akhir Agustus.

Saya sudah melisting sejumlah acara dan tempat yang wajib dikunjungi di musim panas ini, diantaranya:
- Museum Madame Tussauds
Ini destinasi yang mesti, kudu, wajib didatangi jika mengunjungi Hong Kong. Museum yang berisi patung lilin tokoh terkenal dunia, mulai dari politisi hingga seniman ini adalah tempat yang bisa melepas dahaga kaum narsis. Karena disini pengunjung bisa berfoto dengan sejumlah seleb dunia, meski hanya dalam bentuk patung lilin.
- Disneyland
Siapa sih yang tak ingin pergi ke theme park seperti Disneyland ? Apalagi yang masa kecilnya pernah ngefans tokoh kartun Disney seperti Mickey Mouse atau Donald Duck, pasti bakal penasaran dengan taman Disney yang satu ini. Di sini pengunjung bisa menikmati atraksi Disney karakter, pertunjukan 3 Dimensi, hingga pesta kembang api.
- Ocean Park
Hong kong Ocean park konon merupakan water theme park terbaik di dunia. Anda bisa menyaksikan atraksi lumba-lumba, penguin hingga beruang kutub. Selain itu bagi yang hendak menikah atau merayakan ultah pernikahan, Ocean Park juga siap membuat paket wisata yang tak terlupakan.

Tujuan wisata di Hong Kong memang bukan hanya itu. Masih banyak lagi yang bisa dijelajahi, seperti Victoria Harbour, The Peak atau bagi yang menyenangi kegiatan luar ruang juga ada tempat menarik seperti Hong Kong Global Geopark of China.

Selama musim panas Hong Kong juga penuh dengan beragam atraksi menarik, diantaranya:
1. Visa go Hong Kong Super Shopper
Acara ini merupakan kerjasama Hong Kong Tourism Board dengan Visa menyambut event musim panas. Tahun ini kontestan dari berbagai negara akan diminta merancang dan menyelesaikan suatu jadwal wisata di Hong Kong, mulai dari wisata budaya, kuliner hingga kehidupan malam. Sebelum event ini digelar, diadakan pula Hong Kong Summer Showreels yang dilakukan secara online.
2. Dragon Boat Carnival
Sebuah event lomba balap perahu naga yang khas China akan menjadi suguhan menarik selama musim panas. Perahu naga yang ikut berlomba dihias ornamen khas China dan selama lomba akan diiringi aneka tetabuhan dari masing-masing tim. Seru!

Dengan beragam tawaran destinasi wisata dan acara yang seru, musim panas di Hong Kong memang memberikan keriaan tiada akhir.

Rumah123 Langkah Mudah Cari Rumah

Masih jelas terekam dalam benak ketika saya dan istri mengalami kerepotan saat dulu mencari rumah. Sebagai warga ibukota kami punya mimpi punya rumah yang sesuai kocek dan keinginan. Tidak perlu mewah tapi nyaman ditinggali.

Saat itu kami berburu hunian idaman dengan mendatangi berbagai pameran rumah. Puluhan lembar brosur kami kumpulkan untuk disortir. Ada yang sesuai budget tapi belum jelas bentuk rumahnya. Ada pula yang bentuknya cantik, sayang harganya selangit. Bingung pastinya, karena harus menyortir banyak brosur dengan banyak penawaran yang semuanya tampak menarik perhatian.

Mendatangi pameran rumah memang solusi jitu bagi mereka yang tak cukup punya waktu ke lokasi perumahan. Tapi jangan salah, seorang kawan terpaksa menelan pil pahit kekecewaan lantaran tergiur janji manis pengembang di lokasi pameran. Tapi apa yang didapat? Uang amblas karena proyek perumahan yang ia incar mandeg tertimpa badai krisis moneter. Hingga kini proyek perumahan itu tak pernah dibangun dan kawan saya kehilangan uang tabungan jutaan rupiah yang dibenamkan sebagai uang down payment (uang muka) rumah idamannya. Ia kemudian harus berburu rumah impiannya dari awal kembali.

Tinggalkan Cara Lama

Tapi itu cerita dulu, cara jadul cari rumah. Sekarang ada solusi cerdas mencari info rumah idaman. Tak perlu butuh waktu khusus mendatangi pameran rumah atau survey lokasi berkali-kali. Karena sekarang adalah eranya internet, yang anda butuhkan adalah koneksi internet dari PC, smart phone atau komputer tablet, untuk mendapatkan ribuan informasi rumah idaman secara online dari situs rumah123.com. Tidak perlu terjebak kemacetan ke areal pameran, cukup duduk manis sambil ngopi atau sambil hangout dengan teman-teman. Dan semua informasi itu tersaji secara gratis. Pokoknya, situs rumah123 itu menjadikan kita mudah cari rumah.

Situs yang beralamat di http://www.rumah123.com merupakan situs properti nomer satu di Indonesia dan tergabung dalam grup iproperty. Tiap bulannya situs ini dikunjungi lebih dari 1,4 juta pengunjung. Dengan jumlah visitor yang terus meningkat, anda tak perlu was-was karena sebagai situs informasi properti online, rumah123 sudah pasti terjaga kredibilitasnya. Informasi yang tersaji di situs ini dijamin baru, akurat dan terpercaya. Tidak hanya mengenai jual atau beli, bahkan sewa propertipun ada. Dan yang paling penting, informasinya pun menyeluruh, bukan hanya rumah, tapi juga apartemen, ruko, penginapan, tanah hingga bangunan komersial lainnya.

Mudah dan Lengkap

Mungkin anda bertanya selengkap apa informasi properti yang akan didapat dengan membuka situs rumah123? Saya bisa jamin sangat lengkap informasinya. Di sini kita tak hanya disuguhi gambar rumah, namun juga sejumlah informasi penting yang biasa ditanyakan oleh pencari rumah. Misalnya, luas bangunan, luas tanah, kondisi properti, jumlah kamar, garasi, jalur telepon, daya listrik hingga jenis sertifikat.

Yang menyenangkan, rumah123 juga memberi informasi tambahan yang sama pentingnya mengenai posisi rumah dikaitkan dengan fasilitas perumahan seperti rumah sakit, sekolah, pasar atau minimarket. Bahkan dalam listing rumah yang ditawarkan di rumah123, pengunjung juga bisa mencari rumah dengan tambahan fasilitas premium seperti layanan internet ataupun layanan televisi berbayar.

Dan bagi anda yang buta jalan, tak perlu cemas karena situs ini juga dilengkapi panduan peta area yang memudahkan anda mendatangi lokasi. Pendek kata, semua kemudahan sengaja diberikan pada anda untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat.

Oya, Rumah123 saat ini tengah menggelar event rebutan rumah gratis 500 juta rupiah. Siapapun anda bisa ikut diajang bergengsi yang baru pertama kali digelar di Indonesia. Hadiahnya tak tanggung-tanggung, satu unit rumah seharga 500 juta rupiah di kawasan BSD City.

Event Rebutan Rumah Gratis ini berakhir 31 Juli 2012. Siapapun anda punya kesempatan yang sama untuk memperoleh rumah gratis senilai setengah milyar rupiah itu. Caranya sangat mudah. Pertama, anda cukup follow akun Twitter @rumah123 dan atau like fanpage Facebooknya yakni rumah123com. Kedua, daftarkan nama anda disitu dengan melengkapi form isian. Ketiga, cari dan buat listing rumah yang tertera di portal rumah123.com. Mudah bukan!

Dengan event Rebutan Rumah Gratis ini, Rumah123 memang ingin memberikan kesempatan kepada siapa saja, masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah, “a place to call home”.

Infiniti dan Vettel Menginspirasi Dunia

Sebastian Vettel, juara dunia Formula One asal Jerman adalah inspirasi. Dalam usia yang relatif muda sudah berhasil menancapkan kukunya sebagai yang terbaik di ajang balapan bergengsi Formula One.

Lahir di Heppenheim, Jerman, 3 Juli 1987, Vettel sedari kecil memang sudah gandrung pada olahraga pacu adrenalin. Kesenangan akan olahraga balap tak lepas dari peran ayahnya, yang memberinya mobil gokar saat ia berusia 3 tahun, yang saya yakin ia belum mengerti seratus persen apa makna hadiah yang diterimanya.

Rupanya kenangan masa kecil itu begitu membekas hingga ia beranjak remaja. Dari Gokar, ia merambah ke ajang Formula 3 dan kemudian menjadi pembalap termuda yang masuk ajang bergengsi F1.

Saya masih ingat saat-saat mendebarkan yang terjadi di GP Abu Dhabi. Saat itu publik dan media banyak menjagokan Fernando Alonso yang akan bertengger di singgasana kampiun GP F1. Ini masuk akal, mengingat sebelum GP terakhir 2010 di Abu Dhabi, Alonso memimpin klasemen perolehan poin. Alonso hanya perlu finish di posisi keempat untuk menggapai mahkota juara dunia F1 saat itu.

Apa yang terjadi? Seorang anak muda, Sebastian Vettel yang semula berada di posisi ketiga klasemen perolehan nilai F1 membuyarkan impian Alonso. Ia finish di posisi terdepan, sekaligus mengukir rekor sebagai juara baru F1 termuda sepanjang sejarah. Saat itu usia Vettel baru 23 tahun 134 hari. Vettel lebih muda dari pembalap Inggris Lewis Hamilton, yang berusia 23 tahun 300 hari saat menjuarai F1 di tahun 2008.

Keberhasilan Vettel di 2010 meraih juara dunia F1 di usianya yang masih muda memang mengejutkan publik. Setahun kemudian Vettel membungkam suara-suara minor yang meragukan kompetensi sebagai pembalap tangguh di seri F1 dengan kembali menggondol juara dunia F1 tahun 2011.

Dengan 2 gelar juara dunia, bagi tim Red Bull Racing, jelas Vettel adalah asset berharga. Ia tak hanya melambungkan nama tim Red Bull sebagai konstruktor nomor wahid di dunia, namun juga mengukuhkan keberadaan Infiniti yang mensponsori tim Red Bull di jagat dunia otomotif.

Seperti diketahui, Infiniti adalah brand otomotif premium dari Nissan Motor Corp, Jepang. Sejak 2011 Infiniti mensupport tim Red Bull Racing. Selain mensupport tim, Infiniti juga menunjuk Sebastian Vettel sebagai Global Brand Ambassador atau duta produk Infiniti. Penunjukan ini tentunya dengan pertimbangan prestasi mentereng yang disandang Vettel sejak tahun 2010. Dengan posisinya sebagai duta Infiniti, Vettel dilibatkan dalam sejumlah kampanye produk Infiniti secara global.

Salah satu yang menarik dari kerjasama dua pihak ini adalah dibuatnya mobil SUV Infiniti seri FX edisi terbatas Sebastian Vettel. Tentu ini menarik, karena berarti Infiniti memberi apresiasi tinggi dan pengakuan atas prestasi Vettel. Melalui mobil ini Infiniti juga berharap lebih banyak orang yang terinspirasi perjuangan keras seorang Sebastian Vettel mewujudkan ambisinya sebagai yang terbaik di ajang F1. Dengan kata lain, Infiniti ingin memberikan pengalaman setara naik mobil F1 jika anda mengendarai mobil SUV Infiniti seri FX edisi Sebastian Vettel.

Lalu apa artinya semua capaian Sebastian Vettel bagi saya pribadi? Menurut saya, apa yang dicapai Sebastian Vettel adalah bukti, sebuah kerja keras akan membuahkan prestasi besar. Prestasi yang dicapai Vettel juga akan membuat jutaan anak muda di seluruh dunia terinspirasi. Untuk menggapai mimpi-mimpi butuh usaha keras, terus-menerus, dan tak pernah ada kata menyerah.

Dan kerja keras yang ditunjukkan Vettel adalah hasil kolaborasi manis semua anggota tim Red Bull Racing. Siapa sangka anak seorang tukang kayu dari golongan menengah bawah yang tinggal dan besar di sebuah kota kecil di Jerman itu, kini menjadi juara dunia balapan Formula 1 dua kali berturut-turut. Sebuah posisi tertinggi yang hanya bisa dicapai seorang pembalap yang memiliki kemauan kuat, disiplin tinggi dan sikap pantang menyerah. Karena seperti kita tahu F1 memiliki standar tinggi, tidak hanya pada mesin yang digunakan dalam balapan F1, namun juga kemampuan skill berkendara tingkat tinggi para pembalapnya.

Sebastian Vettel punya itu semua. Dua gelar juara dunia F1 berturut-turut adalah fakta tak terbantahkan. Pada musim balapan tahun 2012 ini, Vettel yang baru saja berulang tahun ke-25 awal Juli lalu, masih mungkin membuat sejarah baru dengan membuat hattrick sebagai Juara Dunia F1 tiga kali berturut-turut.

Mau Rumah Setengah Milyar Gratis?

Rumah gratis? Siapa mau..? Adalah portal properti rumah123.com yang memberi mimpi itu. Tak cuma saya, namun juga siapapun yang kebelet punya rumah dengan cara super mudah.

Rumah gratis yang ditawarkan rumah123.com tak sembarangan. Berlokasi di kota satelit Jakarta Bumi Serong Damai atau yang kini lebih dikenal sebagai BSD City. Harganya pun tak tanggung-tanggung, 500 juta alias setengah Milyar.

Hari gini diberi gratis rumah setengah Milyar siapa coba yang berkenan menolak? Apalagi lokasi rumah di sebuah kota yang sudah jadi, dengan sarana komplit dan akses jalan ke berbagai penjuru yang cukup baik.

Untuk bisa ikutan kontes ini mudah kok. Ada tiga langkah panduan. Pertama, Follow akun Twitter @rumah123 dan atau like fanpage Facebooknya yakni rumah123com. Kedua, daftarkan nama anda disitu dengan melengkapi form isian. Ketiga, cari rumah yang tertera di portal rumah123.com.

Shaun D.Gregorio dari rumah123 siang tadi menjamin kontes ini akan berlangsung Fair dan transparan. Untuk tahap pertama yang berlangsung 1 Mei hingga 31 Juli 2012, penyelenggara akan mencari 123 orang finalis. Para finalis ini akan diadu dalam sebuah voting terbuka melalui social media yang akan digelar 6-24 Agustus 2012. Dan peserta dengan dukungan voting terbanyak dari masyarakatlah yang akan diganjar hadiah sebuah rumah senilai 500 juta rupiah di BSD City.

Menurut penyelenggara, kontes ini digelar untuk memperlihatkan kepada masyarakat betapa mudahnya memiliki rumah saat ini. Semudah jika kita mencari informasi properti melalui rumah123.com.

Ujung-ujungnya memang pada pembentukn awareness masyarakat terhadap Brand rumah123.com sebagai portal properti nomor satu di Indonesia. Saat ini portal properti ini dikunjungi lebih dari 1,4 juta visitor tiap bulannya. Diharapkan dengan ajang kontes rebutan rumah gratis ini, pengunjung portal rumah123 akan meningkat setidaknya dua kali lipat dari sekarang, atau sekitar 2,8 juta pengunjung.

Penyelenggara yakin jumlah pengunjung yang mereka targetkan dapat dicapai selama periode kontes rebutan rumah gratis hingga Agustus mendatang.

Jadi bagi yang belum punya rumah atau sudah punya tapi ingin punya rumah kedua atau ketiga, kenapa tak ikutan ajang kontes rebutan rumah gratis ini.

Menurut saya, ini adalah event kontes blogger dengan hadiah terbesar yang pernah ada di negeri ini.

Earth Hour, Gelap-gelapan Selamatkan Bumi

Akhirnya kesampaian juga ikut partisipasi dalam Earth Hour, gerakan mematikan listrik selama satu jam yang jatuh pada Sabtu malam (31 Maret 2012).

Ini adalah kesertaan kami sekeluarga yang pertama kali sejak gerakan ini diluncurkan pada tahun 2007 di Sydney Australia. Dulu, mungkin karena baru, saya sendiri belum begitu peduli. Namun setelah mengetahui kegunaannya yang mampu menurunkan tingkat pemakaian listrik dunia, jauh-jauh hari saya sudah ancang-ancang bakal ikut ambil bagian tahun ini.

Tahun lalu saya abai ikut gerakan ini karena sedang bepergian. Namun tahun ini tak ada alas an apapun untuk tak ikut serta. Apalagi anak-anak juga mulai mengerti mengenai gerakan global ini. Mereka justru yang paling ramai berkoar-koar mengenai event tahunan yang menarik hati mereka itu.

Hampir saja tahun ini saya lewatkan moment istimewa ini karena keasyikan nonton film di tv. Akhirnya saya mulai mematikan saluran listrik di rumah pada pukul 21.35 WIB. Tak apalah telat lima menit, yang penting niatnya.

Lalu apa yang terjadi selama event Earth Hour? Karena istri dan 3 anak saya sudah tidur akibat kelelahan seharian beraktivitas, saya lewatkan 60 menit event Earth Hour sendirian. Lalu apa yang saya lakukan? Di menit-menit awal saya sengaja masuk kamar tidur dan berkontemplasi. Sambil berbaring saya merasakan kesenyapan yang dalam. Tak ada suara tv, dengung lemari es, atau temaram lampu yang masuk ke kamar tidur. Sesekali suara jangkrik dari belakang rumah terdengar. Nikmat sekali. Saya seperti terlempar di sebuah desa antah berantah. Sunyi, sendiri.

Sayangnya baru beberapa menit saya matikan semua aliran listrik, istri saya complain. Ia minta lampu emergensi yang menggunakan battery dinyalakan karena ia tak bisa tidur dalam kondisi gelap gulita. Saya mengalah dan malas berdebat.

Akhirnya saya memilih keluar rumah. Duduk-duduk di beranda rumah dalam suasana gelap asyik juga. Malam minggu pula. Coba masih jaman ngapel dulu, earth hour pasti disambut suka cita pasangan muda-mudi yang ngapel pacarnya. Hehe…

Di luar suasana ternyata sangat berbeda dengan di dalam kamar, saya lihat hanya ada satu rumah yang mencoba ikut serta memadamkan listrik, tetangga tepat di depan rumah. Sementara yang lain tak hirau ajakan Earth Hour. Tak apa, toh ini hanya ajakan bukan paksaan. Sejatinya sebuah ajakan memerlukan kesadaran personal bukan komunal.

Bicara kesadaran komunal, ada yang menarik dari pelaksanaan Earth Hour tahun ini. Di komplek tempat ayah saya tinggal di kawasan Joglo, warga diberi surat edaran bahwa akan ada pemadaman listrik bersama pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dalam rangka mendukung kampanye Earth Hour. Wow sebuah kreativitas rupanya. Meski kalau ditelusuri kebijakan ini pastinya mengalir dari atas, pemerintah daerah DKI Jakarta.

Tak apalah, mungkin Foke ingin dikenang sebagai gubernur yang peduli pada lingkungan sehingga ‘mewajibkan’ pemadaman listrik saat Earth Hour. Padahal saya yakin bukan itu maksud gerakan ini. Sebuah gerakan sosial akan sangat bermakna jika tumbuh dari kesadaran personal. Tapi tak apalah, yang penting kita sudah berbuat untuk bumi tercinta ini, soal “cara” berbuat bisa berbeda asalkan punya kesamaan demi kelestarian bumi, tempat kita semua berpijak.

Untuk yang belum ikutan gerakan ini, saya pikir tak perlu menunggu tahun depan. Coba saja satu jam tanpa listrik kita agendakan dalam salah satu hari kita. Siapa tahu 60 menit itu jadi sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Mulailah dari diri, dan tularkan pada orang lain.

Oya berikut fakta-fakta seputar Earth Hour yang saya himpun dari berbagai sumber. Dalam pelaksanaan tahun lalu, Earth hour di Jakarta mampu menghemat listrik hingga 170 megawatt. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku program Earth Hour di lingkungan perusahaan dan rumah karyawannya mampu menekan pemakaian listrik hingga 2.158.527 Watt.

Nah, bayangkan jika masing-masing penduduk bumi bersama-sama mematikan listrik di rumah masing-masing, entah berapa juta watt yang berhasil kita hemat dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita.

Yihaa…. Menang Kontes Ngeblog VOA!

@coffeecream waa congratz @syai_fuddin yg menang kontes blog @voaindonesia periode Januari!! *traktir traktiiir :D

Sepenggal twit dari teman saya, Desi pagi tadi membuat saya terperanjat. Saya nyaris lupa kalau ikut ajang Kontes Ngeblog VOA. Karena banyaknya peserta, saya pikir kans saya untuk memenangkan salah satu hadiah bulanan bakal sirna.

Postingan yang memenangkan gelar juara pertama kontes bulan Januari 2012 saya beri judul “Bahasa Daerah Terancam Punah Salah Kita Juga”. Tulisan yang saya posting 7 Januari 2012 ini berdasarkan berita di situs VOA Indonesia dengan judul “Jarang Digunakan, Ratusan Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah”. Hadiahnya? gadget idaman Ipad 2!

Tulisan ini muncul dari kegelisahan saya mengamati kondisi bahasa daerah yang makin terpinggirkan di berbagai daerah. Salah satunya adalah akibat ‘ekspor’ bahasa kota ke desa. Kalau keberadaan bahasa daerah dan bahasa ‘kota’ tadi berjalan seiring no problem, tapi yang terjadi bahasa daerah seperti dirusak dan dipinggirkan. Memang ini tidak terjadi di semua daerah, namun apa yang saya temukan menjadi keprihatinan tersendiri.

Salah satu penanggap di tulisan saya mengatakan, mungkin yang saya temukan itu hanya khas di daerah saya. Benar, bisa saja begitu. Tapi itu adalah sebuah gejala sosial yang merambat seiring dengan penetrasi pengaruh kota ke desa-desa.

Kok jadi serius? hehe… baca saja sendiri di blog ini. Linknya ada di sini.

Oya, yang saya tak duga, kemenangan ini ternyata dipantau sebuah situs citizen journalism Koki (Kolom Kita) di Detik.com yang tertarik mempublish postingan saya di Koki. Saya cuma bisa bilang monggo… Ini link postingan di Koki.

Juke Video Contest

Setelah sukses menggelar event 7 Days With March, Nissan Motor Indonesia kembali menggelar event keren. Ajang kali ini agak berbeda. 7 Days March merupakan ajang review city car Nissan March berbasis pengalaman langsung penggunanya yang semuanya adalah blogger. Sementara Juke Creative Video Contest adalah kontes video dengan fokus utama kendaraan SUV Nissan Juke.

Perbedaan lainnya, saat “7Days” blogger diberi kesempatan merasakan pengalaman langsung berkendara Nissan March selama 7 hari. Sedangkan dalam event kali ini hanya 5 hari.

Karena namanya Juke Video Contest, ajang ini memang mensyaratkan para pesertanya membuat video bertema “Urban Energy”. Tak perlu panjang-panjang, karena durasi yang diinginkan panitia hanya 4 menit.

Beruntung saya dan Dyah Kusumawati yang tergabung dalam tim “Urban Sensation” termasuk dalam 12 tim yang lolos mengikuti event ini.

Oya, masing-masing tim yang terdiri dari 1 hingga 3 orang nantinya diminta mengupload video melalui akun youtube milik Nissan Motor Indonesia. Nantinya peserta diminta berkampanye seputar hasil karya video mereka melalui media sosial seperti twitter dan Facebook.

Saat briefing (kamis 23 Feb’12) panitia dari NMI menyatakan, karya yang menang dinilai dari kesesuaian tema, isi, tampilan/ kemasan, serta pemanfaatan social media sebagai media promo karya para peserta.

Saat ini tim yang masuk dalam Batch 1 sudah mulai masuk arena kompetisi. Sementara Tim saya, Urban Sensation akan menjajal ketangguhan Nissan Juke mulai tanggal 1 Maret mendatang. Do’akan dan dukung kami ya!