Blogger BRID dan BNN, sinergi anti narkoba (foto: Hazmi Srondol)

Blogger BRID dan BNN, sinergi anti narkoba (foto: Hazmi Srondol)

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam hari tak menyurutkan langkah saya dan para blogger anggota Blogger Reporter Indonesia (BR_ID) menghadiri undangan kopdar yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (22/2) pagi. Karena hujan pula beberapa diantara blogger terpaksa datang terlambat sambil berbasah-basah. Semangat para blogger patut diapresiasi dan diacungi dua jempol. Bukan perkara kopdarnya yang membuat para blogger sengaja menyisihkan waktunya untuk hadir, namun ajakan BNN agar blogger ikut aktif menjadi bagian dalam aksi anti narkoba yang menggelitik kehadiran blogger di sini.

Dari pihak BNN hadir Gun Gun Siswadi selaku Direktur Diseminasi Informasi BNN beserta tim. Sementara dari BRID hadir super admin Hazmi Srondol, sejumlah admin beserta anggota sekitar 40-an orang. Yang menarik, meski acara digelar di ujung timur Jakarta, blogger yang hadir dari berbagai penjuru, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, hingga Cipanas dan Bandung.

Acara yang dikonsep santai diisi paparan pak Gungun mengenai highlight persoalan narkoba yang menjadi musuh bersama semua bangsa di dunia. Menurut Gungun, narkoba tergolong extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) yang terdiri dari terorisme, korupsi dan narkoba. Meski sama digolongkan sebagai kejahatan luar biasa, Ketiganya memiliki dampak berbeda. Terorisme hanya menyebabkan hilangnya nyawa, korupsi menyebabkan hilangnya uang. Sementara narkoba paling dahsyat karena bisa menghilangkan satu generasi bangsa.

Gungun kemudian memaparkan sejumlah data yang cukup membuat miris. Badan PBB untuk Kejahatan dan Narkoba (UNODC) tahun 2012 mencatat jumlah pengguna narkoba di seluruh dunia mencapai 210 juta jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 200 ribu orang tewas tiap tahunnya. Sebuah angka yang ‘wow’ dan membuat anda semua yang peduli masa depan bangsa pasti bergidik ngeri.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sebagai Negara yang terus bertumuh secara ekonomi, Indonesia merupakan negeri dengan pesona luar biasa bagi para pengedar narkoba. Indonesia menjadi daerah tujuan peredaran narkoba dunia dan masuk ke dalam jalur peredaran utama narkoba dunia, entah itu dari Afrika, Iran, ataupun Negara Asia lainnya.

Kenyataan itulah yang memperkuat data BNN selama ini. Angka pengguna narkoba di Indonesia tiap tahun cenderung mengalami peningkatan. Tahun 2008 pengguna narkoba berada di kisaran 3.3 juta orang. Di tahun 2011 angka itu menjadi 4 juta pengguna. Dan di tahun 2015 diprediksi angka itu bisa menjadi 5.1 juta pengguna. Mengapa angka pengguna narkoba cenderung mengalami kenaikan? Salah satu sebabnya adalah belum bersatunya seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Sebab upaya tersebut sejatinya bukan hanya milik BNN saja, namun butuh keterlibatan aktif semua elemen masyarakat.

Data BNN mencatat, semua propinsi tidak satupun yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Angka pengguna narkoba tertinggi diduduki oleh Propinsi DKI Jakarta yang memiliki 500 ribu orang pengguna atau sekitar 7 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka ini jelas bukan sebuah prestasi yang membanggakan, namun merupakan persoalan pelik yang mesti dipecahkan bersama. Untuk hal satu ini tak perlu kita berepuk dada, karena fakta-fakta itu merupakan kenyataan yang pahit.

Mengingat tugas memberantas penyalahgunaan narkoba bukan hanya berada di pundak BNN sebagai lembaga resmi pemerintah, BNN mengajak para blogger ikut mendukung kampanye anti narkoba melalui gerakan 10 ribu halaman tulisan anti narkoba. Para blogger diminta menulis sebanyak mungkin mengenai bahaya narkoba, dampak yang ditimbulkan hingga sanksi hukum yang bisa diterima seseorang jika menjadi pengguna, penjual maupun pengedar narkoba. Tulisan ini nantinya akan disebar melalui media sosial dan akan dipublikasikan di situs Indonesia Bergegas milik BNN. Tulisan-tulisan ini nantinya bisa menjadi sebuah inspirasi bagi siapapun agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Atau bisa juga menjadi penguat bagi mereka mantan pemakai untuk melangkah di tengah masyarakat.

Sebuah ajakan yang menarik, mengingat saya selama ini termasuk yang resah pada persoalan penyalahgunaan narkoba. Narkoba bukan saja menjerat para penggunanya ke dalam persoalan kesehatan, mental, psikologis hingga masalah hukum. Namun narkoba juga bisa menyebabkan hilangnya masa depan, harapan hingga nyawa penggunanya. Akankah kita hanya berdiam diri, mengingat bahaya narkoba mengintai di semua lini kehidupan.

Yuk peduli pada nasib anak bangsa. Mari kita mulai dari menuliskan ajakan untuk menjauhi narkoba, pengalaman pahit para pengguna narkoba semoga menjadi cermin bagi yang lain untuk tidak menggunakan barang haram ini. Mendukung gerakan ini berarti ikut berperan aktif menciptakan Indonesia Bebas Narkoba di tahun 2015 mendatang. Mungkin di tahun tersebut angka penyalahgunaan narkoba tidak akan langsung berada dalam posisi zero, tapi setidaknya upaya meminimalisir peredaran narkoba bisa dilakukan bersama. Seperti jargon kampanye politik, “Bersama Kita Bisa memberantas narkoba”. Karena dengan upaya ini berarti kita turut serta menyelamatkan generasi muda, generasi harapan bangsa Kita pastinya tak ingin kehilangan generasi emas yang bisa mengantarkan Negara ini menjadi bangsa terdepan di dunia.


611 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini