About syaifuddin sayuti

Lelaki pemimpi, 1 istri 3 anak, minat pada jurnalistik tv, social media, blogging, writing. #winnerKontesNgeblogVOA #7DaysMarch #JukeVideoContest . UI, Unpad

Mengapa Saya Harus Ikut My Selangor Story 2013

Gallery

This gallery contains 2 photos.

Yihaa… My Selangor Story (MSS) kembali digelar! Dua kali penyelenggaraan MSS saya hanya bisa menelan ludah, karena telat informasinya dan saya terus terang saat itu tak siap bepergian lantaran kuliah master saya sedang deadline. Namun untuk MSS2013 kali ini saya … Continue reading

Menanti Akting Summa Cumlaude Reza Rahadian di Habibie & Ainun

Gallery

This gallery contains 19 photos.

Berakting bagi saya yang bukan seniman pastinya bikin pening. Tapi bagi aktor sekelas Reza Rahadian ternyata memerankan sosok mantan Presiden BJ.Habibie dalam film Habibie dan Ainun sempat bikin pening juga. Reza yang meraih 2 piala citra dalam Festival Film Indonesia … Continue reading

Blogger Berperan Dorong Sosialisasi Potensi Budaya dan Wisata Asean

Gallery

This gallery contains 3 photos.

Bagaimana peran blogger dalam memajukan wisata dan budaya di ASEAN? Pertanyaan ini cukup simpel namun membutuhkan jawaban komprehensif. Kawasan ASEAN saat ini menjadi kawasan penting dalam percaturan pertumbuhan kawasan di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 600 juta jiwa dari … Continue reading

GetUrbanized VIII : Belajar Masak Sekaligus Wirausaha di CookingPlus

Selina Limman Membuka Kursus (foto: Syaifuddin)

Selina Limman Membuka Kursus (foto: Syaifuddin)


Sabtu pekan lalu, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan, saya dan sejumlah Kompasianer mengikuti kegiatan GetUrbanized November yang digelar Kompasiana bekerja sama dengan Urbanesia dan Cooking Plus Vineth Bakery. Event semacam ini sudah saya incar sejak Urbanesia menggelar hajatan kerja bareng dengan Kompasiana.

Kali ini saya mengajak putri bungsu saya, Ninis yang penasaran ingin tahu secara langsung cara membuat Cupcakes, kue yang lagi hits itu. Kami sekeluarga memang senang belajar apapun. Di saat senggang kalau tak ada acara ke luar rumah, kami terbiasa melakukan banyak hal bersama-sama. Dan memasak termasuk salah satu kegiatan favorit anak-anak kami. Tujuannya selain memberi pengetahuan kuliner, juga memberi bekal agar nantinya mereka mandiri dan bisa mencukupi kebutuhan masing-masing.

Olivia Berbagi Tips (foto: Syaifuddin)

Olivia Berbagi Tips (foto: Syaifuddin)


Alasan ikut kelas ini juga karena nama Vineth Bakery-nya. Bagi warga Jakarta penggemar roti, Vineth Bakery adalah jaminan cita rasa roti khas Eropa terbaik. Malah tak berlebihan jika saya katakan toko roti yang dimiliki William Wongso ini merupakan landmark kuliner ibukota. Bayangkan saja toko ini mampu eksis lebih dari 30 tahun di tengah banyaknya muka-muka baru toko roti sejenis yang bermunculan. Jika tak mempunyai kekuatan rasa, pastilah toko roti ini sudah gulung tikar sejak dulu.

***

Pagi itu saya tiba tepat waktu di Vineth Bakery Panglima Polim, Jakarta Selatan yang menjadi lokasi pelatihan. Tempat kursus sendiri berada di lantai dua, di atas toko roti dan Resto. Tampak beberapa kompasianer yang lebih dulu hadir sudah memilih tempat terbaik yang disediakan. Pihak penyelenggara menyediakan meja besar dan kecil bagi kompasianer yang mengikuti cooking class ini. Sayangnya beberapa meja akhirnya kosong karena ketidak hadiran Kompasianer.

Dari 20 nama peserta cooking class, sebenarnya ada 4 pria termasuk saya. Namun hingga acara berakhir saya dan pak Erwin Ronuz jadi “lelaki di sarang penyamun”. Hehehe… Tak apa, justru kami jadi menonjol lantaran paling guanteng. :)

Cupcakes Dalam Proses (Foto: Syaifuddin)

Cupcakes Dalam Proses (Foto: Syaifuddin)


Oya ruang kelas yang digunakan Cooking Plus Vineth Bakery ini sangat nyaman. Ukurannya tak seberapa besar, namun cukup untuk menampung hingga maksimal 20 orang. Sengaja dibatasi 20 orang agar tak terlalu ramai dan peserta bisa berinteraksi lebih intens dengan pengajar. Ruang kelasnya sendiri didesain simpel, bersih dan homy. Karena nyamannya, kita berasa seperti di dapur rumah sendiri.

Tiap meja disediakan peralatan lengkap mulai dari mangkuk, baskom, hingga mixer untuk mencampur adonan. Bahan-bahan cupcakes pun sudah tersedia sesuai takaran di masing-masing meja. Selain untuk peserta, di ruang kelas ini juga tersedia peralatan yang digunakan pengajar seperti mixer berukuran besar (biasa digunakan toko-toko roti besar), alat pemanggang dan aneka cetakan kue.

***

Kelas memasak kali ini dibuka Selina Limman, sang owner Urbanesia.com. Ia menjelaskan apa itu Urbanesia, dan apa saja kegiatannya selama ini. “Urbanesia mewadahi para blogger yang mempunyai passion pada banyak hal. Kali ini memberi kesempatan Kompasianer pecinta kuliner untuk belajar membuat Red Velvet Cupcakes dari pakarnya secara langsung,” ujar Selina.

Selina hanya bicara sedikit karena tahu peserta kursus sudah menunggu sang pengajar, Olivia Wongso. Menilik namanya, benar sekali Olivia adalah putri bungsu dari maestro kuliner William Wongso. Oliv sebenarnya tak memiliki latar pendidikan dibidang boga, bahkan ia justru kuliah Komunikasi Massa di Australia. Namun kecintaan pada kuliner yang ditanamkan sang ayah sejak kecil, secara tak langsung membuat Olivia total menceburkan diri di bidang kuliner. Kini selain ikut terjun meneruskan bisnis keluarga, ia mengembangkan CookingPlus, tempat kursus memasak yang reputasinya kerap disebut sebagai tempat kursus masak jempolan di Jakarta.

Saya merasa beruntung bisa menjadi murid Olivia hari itu. Meski namanya cukup terkenal di jagat kuliner, namun Oliv sangat membumi. Ia ramah dan mau melayani semua pertanyaan kompasianer. Padahal tak semua peserta memiliki basic ilmu memasak sebelumnya, kesenangan akan masakan yang menyatukan para peserta. Jadi kebayanglah seperti apa kecerewetan peserta yang menanyakan hal-hal yang mendasar sampai yang njelimet. Dan Olivia menanggapi semua pertanyaan dengan antusias dan sabar.

Last Step, memberi topping (foto: Syaifuddin)

Last Step, memberi topping (foto: Syaifuddin)

Olivia sengaja menciptakan suasana kelas yang cair dan bersahabat, sehingga para peserta tidak seperti berada di kelas kursus. Ia layaknya seorang teman yang sedang berbagi pada sahabatnya. Ia selalu memberi kesempatan peserta bertanya atau membiarkan peserta menyela penjelasannya jika ada yang tak dimengerti. Ia tak pernah menghakimi peserta yang salah mempraktekkan perintahnya. Ia sabar menjelaskan dan membantu peserta. Semua peserta ia datangi satu persatu saat praktek berlangsung. Ia ingin memastikan semua peserta mengikuti arahannya, sehingga hasil kursus nantinya sesuai harapan.

***

Kalau ada yang bertanya sulitkah membuat red velvet cupcakes? Kalau itu ditanyakan sebelum mengikuti kegiatan Geturbanized mungkin jawabannya ya, karena saya tak terampil membuat kue. Namun setelah ikut CookingPlus, saya bisa pastikan membuat Red Velvet itu mudah.

Untuk membuat Red velvet Cupcakes 12 item, bahan-bahannya cukup simpel. ……..

Setelah cupcakes peserta masuk ke oven, Olivia menjelaskan cara membuat Frosting yang digunakan menghias red velvet. Frosting yang diajarkan cukup simpel…….

Terus terang saya agak kesulitan dibagian poles-memoles cupcakes. Apa yang saya bayangkan ternyata tak sesuai kenyataan. Ternyata cukup sulit juga menghias cupcakes. Disinilah saya kelihatan sangat amatir! Hihi…. Tak apalah, namanya juga pemula, batin saya mengibur diri.

***

This is My Cupcakes (Foto: Syaifuddin)

This is My Cupcakes (Foto: Syaifuddin)


Yang unik dari kelas memasak kemarin, meski bahan yang diberikan sama, cara memasak pun diberi arahan yang sama, namun hasilnya ternyata tak sama. Ada peserta yang bentuk kuenya terlalu tinggi, melampaui ‘cup’ yang sudah diinstruksikan. Tapi ada pula yang kurang pas. Para peserta pun senyam-senyum sendiri melihat hasil karyanya.””””””

Oya, selama kursus berlangsung, saya libatkan Ninis putri saya membantu membuat cupcakes maupun menghiasnya. Ia cukup senang karena di sekolahnya pun ia kerap diajarkan memasak yang diberi label Fun Cooking.

“Ternyata bikin cupcakes itu gampang ya, Yah!” begitu komentarnya usai ikut kelas memasak kali ini. Berarti tujuan saya tercapai memberikan rekreasi edukasi bagi putri saya. Ketimbang jalan-jalan ke mall, kegiatan semacam ini jelas lebih berguna.

Beberapa peserta malah sudah membayangkan bisa mulai wirausaha setelah mengikuti kursus ini. Ternyata kegiatan yang sederhana seperti cooking class ini bisa memotivasi orang untuk be creative, berpikir ke depan. Saya kira Olivia pastinya akan senang jika ada lulusan kursusnya yang maju dan berhasil mengikuti jejaknya berbisnis kuliner.

Terimakasih Urbanesia, Kompasiana, dan juga CookingPlus Vineth Bakery yang telah menggelar acara yang fun namun penuh manfaat. Ditunggu event selanjutnya yang semoga tak kalah serunya.

Melek Digital Kunci Keberhasilan Startup Business

Gallery

This gallery contains 1 photo.

StartUp menjadi kosakata yang belakangan begitu familiar disebut di media. Istilah StartUp berawal dan berkembang di ranah teknologi informasi untuk menyebut perusahaan rintisan (baru). Sebut saja Apple, Microsoft, atau Facebook, tiga dari ribuan perusahaan IT terkemuka di dunia itu awalnya … Continue reading

Dengan Midazz Transaksi Online Makin Mudah dan Aman

Gallery

This gallery contains 6 photos.

Saya tergolong konservatif dalam soal transaksi online. Meski beberapa kali membeli buku, baju atau produk lainnya, namun saya harus memutar otak berkali-kali jika hendak memutuskan membeli barang secara online. Cerita buruk kawan-kawan lebih sering mampir saya terima. Entah itu barang … Continue reading

Korban Berjatuhan, Stop Tawuran!!

Gallery

Kabar itu datang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dua mahasiswa Fakultas Tehnik Universitas Negeri Makassar kemarin (kamis petang) tewas akibat tawuran. Parahnya, keduanya tewas dalam tawuran lanjutan di Rumah Sakit Haji! Saat itu keduanya bermaksud menjenguk rekannya yang terluka akibat tawuran … Continue reading

Air Galon Menghilang, Aqua Tidak Tanggap!

Gallery

This gallery contains 2 photos.

@sehatAQUA tanya dong, knp aqua galon menghilang dr pasaran? Kalaupun ada harganya melangit (via @syai_fuddin) Sepotong tweet berisi pertanyaan sederhana itu saya kirimkan 19 September silam ke official twitter account @sehatAQUA. Ini saya lakukan setelah kesal karena sulit menemukan air … Continue reading