Archive for syaifuddin sayuti

Jangan Gamang Menuju Asean Community 2015

Hermawan Kertajaya in action/ foto: SS

Hermawan Kertajaya in action/ foto: SS


Komunitas Asean atau lebih dikenal sebagai Asean Community kurang dari 2 tahun lagi bakal diresmikan. Apa dan mengapa mengenai rumah bersama warga di kawasan Asia Tenggara ini sudah kerap didengungkan, namun sosialisasinya tampaknya perlu terus digenjot. Setidaknya ini yang menjadi concern sejumlah pembicara dalam pre event Asian Blogger Festival Indonesia, sabtu lalu di Jakarta (20 April 2013).

Suhu marketing Hermawan Kertajaya yang menjadi salah satu pembicara misalnya, menengarai masih ada kegamangan banyak pihak mengenai gagasan Asean Community yang bakal diterapkan di tahun 2015. Kegamangan itu terlihat dari suara sumbang yang mengkhawatirkan dimana posisi Indonesia pada saat pemberlakuan rumah bersama Asean itu. Apakah benar kita akan bisa memainkan peran strategis, ataukah kita hanya (lagi-lagi) menjadi penonton di pojokan?

Padahal menurut Hermawan tak ada yang perlu ditakutkan dengan Asean Community, karena sesungguhnya Indonesia memiliki ‘modal’ yang cukup kokoh untuk bisa ‘bermain’. Sembari memaparkan sejumlah hasil riset yang dilakukan MarkPlus, Hermawan mengatakan Indonesia harus optimis dengan era baru Asean tersebut. Karena di negeri ini punya modal besar generasi baru yang bisa memainkan peran cukup signifikan di dunia yang tengah berubah ini.

Hermawan menyebut Youth, women, and netizen sebagai 3 pilar perubahan di masa depan, khususnya di era baru Asean Community nantinya. Saat ini bertumbuhnya kalangan kelas menengah banyak disokong oleh mereka yang berusia muda, perempuan dan yang sangat peduli pada dunia maya. Perubahan cepat yang terjadi secara sosial ekonomi juga banyak disokong ketiga pilar tersebut. Seperti di bidang Usaha Kecil Menengah, perempuan termasuk kalangan yang tangguh dalam wirausaha.

Sehingga jika sebelumnya youth, women, dan netizen menjadi minoritas, kini seiring berkembangnya media sosial, ketiga pilar itu menjadi mayoritas.
Mereka membawa dampak positif bagi perkembangan demokrasi secara keseluruhan.

Ia juga meminta blogger dan para penggiat dunia maya untuk lebih aktif lagi mensosialisasikan keberadaan Asean Community. Karena Hermawan melihat posisi blogger lah yang paling memungkinkan masuk ke segala kalangan tanpa birokrasi. Blogger bisa masuk dengan pesan-pesan membangun yang positif agar Indonesia bisa memainkan peran strategisnya.

Blogger Indonesia menurut Hermawan adalah blogger yang jauh lebih beruntung dibandinkan blogger dari negara Asean lainnya. Karena iklim demokrasi yang ada di Indonesia memberinya kesempatan jauh lebih luas dan bebas menyuarakan pendapat. Ini berbeda dari negeri tetangga yang masih memagari kegiatan dunia maya.

Oleh karena itu Hermawan meminta tak perlu gamang menghadapi Asean Community karena bakal banyak keuntungan yang bakal didapat Indonesia. Lebih baik mengeliminir energi negatif dan memaksimalkan energi positif menuju era 2015 mendatang.

Pra event Asean Blogger Festival ini diikuti para blogger yang datang dari berbagai komunitas dan kota. Sementara menurut rencana ABFI akan digelar medio Mei di kota Solo, Jawa Tengah, yang akan diikuti oleh blogger dari sejumlah negara Asean.

[Harmoni Indonesiaku-tokoOn.com] From Taman Mini Menembus Dunia

banner

Rasanya di Indonesia tak ada yang tak mengenal nama Taman Mini Indonesia Indah, minimal pernah mendengar namanya lah. Sebagai wahana rekreasi, Taman Mini memang tak ada duanya. Selama 38 tahun keberadaannya, Taman Mini membuktikan makin mengukuhkan kehadirannya sebagai museum terbesar di negeri ini.

Tak ada satupun tempat rekreasi yang mampu menandingi keberagaman koleksi Taman Mini. Disini selain anjungan semua propinsi di tanah air, kita juga bisa temukan keong Emas yang merupakan teater Imax pertama di Indonesia, danau archipelago yang berisi replika pulau-pulau di indonesia, hingga aneka museum yang tersebar di seantero taman mini.

Beruntung saya bisa kembali mengunjungi Taman Mini hari ini. Kalau dulu hanya untuk berekreasi bersama keluarga, kali ini datang untuk merasakan langsung koneksi internet Indosat super wifi. Seperti diketahui Taman Mini adalah salah satu fasilitas publik yang dijadikan spot super wifi oleh Indosat. Dan ini sejalan dengan mimpi Taman Mini ke depan yang akan mengembangkan diri sebagai cyber park terbesar di Indonesia.

Namun rupanya selain kekayaan budaya yang tersimpan di anjungan-anjungan propinsi, Taman mini sesungguhnya menyimpan pula kekayaan potensi usaha kecil menengah (UKM) yang merupakan kebanggaan negeri ini. Kerajinan rakyat hasil produksi perusahaan level UKM itu bisa dijumpai hampir di semua anjungan propinsi.

Kerajinan Yogyakarta

Beragam Kerajinan Yogyakarta/Foto:SS

Di anjungan Yogyakarta misalnya, saya menemukan aneka kerajinan yang bisa digunakan sebagai buah tangan seperti miniatur kendaraan dari kayu, sandal lucu, bingkai foto, wayang, hingga boneka ‘barbie’ jawa.

Selain yang saya sebutkan, Yogyakarta sebenarnya juga memiliki banyak kerajinan khas lainnya, meski tak semua bisa ditampilkan di anjungannya. Seperti kerajinan perak Kotagede atau keramik Kasongan yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Belum lagi kekayaan warisan kulinernya seperti Gudeg, bakpia, hingga oleh-oleh seperti kembang gula.

Kerajinan Jawa Timur

Aneka Kerajinan Jawa Timur/ Foto:SS

Sementara di anjungan Jawa Timur, sejumlah kabupaten juga memamerkan aneka kerajinan khas yang jadi andalan. Seperti tas dari Gresik, sepatu dari Jombang, kerajinan keramik dari Malang. Di sini juga ada batik-batik keren dari Madura. Corak batiknya tak kalah bagus dari batik Solo, Yogya maupun Pekalongan.

Kerajinan Jawa Tengah

Kerajinan-kerajinan Jawa Tengah/foto: SS

Sedangkan di anjungan Jawa Tengah, selain replika candi Prambanan dan Borobudur, saya juga menemukan aneka kerajinan seperti miniatur perkusi, tas yang terbuat dari eceng gondok, batik-batik menawan dari Solo, Batang maupun Pekalongan, serta kerajinan berbahan dasar kayu. Keren-keren dan pastinya punya pasar tersendiri.

Apa yang ditampilkan di semua anjungan tadi adalah kekayaan Budaya yang mestinya bisa dinikmati lebih banyak kalangan. Sayangnya dari hasil penelusuran singkat tadi, saya mendapati adanya persoalan pemasaran yang dihadapi para pengrajin. Mereka mengaku sulit memasarkan hasil karyanya jika hanya mengandalkan penjualan lewat display di anjungan taman mini.

Karena sebagai tempat rekreasi Taman Mini memiliki keterbatasan dalam persoalan tempat usaha serta interaksi optimal antar penjaja dengan calon pembeli. Pembeli hanya bisa melakukan transaksi di saat-saat tertentu saja. Ada “gab” waktu dan tempat yang tak bisa mereka elakkan.

Para pelaku UKM di bidang kerajinan mestinya bisa melakukan terobosan marketing dengan mengoptimalkan teknologi informasi. Mereka harus meninggalkan cara berjualan gaya lama yang hanya memajang produk di toko, konvergensi menjadi kunci. Perpaduan online dan offline adalah cara berjualan yang jitu. Sebab berjualan itu butuh taktik.

Selain menjual di toko fisik, sudah seharusnya kalangan pelaku UKM juga memasarkan produknya lebih massal melalui internet. Karena penjualan online bisa menjangkau pasar lebih luas dan tidak membutuhkan biaya promosi yang besar. Asal kreatif, mereka dapat meningkatkan penjualan dengan low budget demi mendapat hasil maksimal.

Portal E-commerce TokoOn.com

Portal E-commerce TokoOn.com

Disinilah letak pentingnya keberadaan portal e-commerce seperti tokoOn.com. Di tokoOn, merchant bisa melakukan transaksi setiap saat, 24 jam sehari. Bahkan display barang-barangnya pun bisa dibuat lebih menarik dan tidak membosankan.

TokoOn menawarkan cara berbelanja yang nyaman dan aman. Nyaman karena merchant yang berjualan memberikan informasi yang detil mengenai produk yang dijual kepada calon pembeli. Sistem pembayaran transaksi beragam yang dijamin keamanannya. Dan yang lebih penting TokoOn memberi jaminan proses pengiriman barang terpantau dari awal hingga sampai ke tangan pembeli.

Karena menggunakan internet, daya jelajah tokoOn pastinya melebihi toko yang ada di anjungan Taman Mini. Produk kerajinan di anjungan Taman Mini yang semula hanya bisa dinikmati pengunjung saja, nantinya dengan bantuan TokoOn bakal mendunia dengan cepatnya.

Go Global, menjangkau dunia pastinya bukan lagi impian. Karena TokoOn, sesuai mottonya adalah Toko Online yang memberi kenyamanan serta keamanan bertransaksi.

Akun Twitter SBY Jadi Isu Nasional

Dua akun berbeda tapi senafas, akun twitter SBY dan Obama

Dua akun berbeda tapi senafas, akun twitter SBY dan Obama


Timeline twitter dan wall Facebook beberapa hari terakhir ini riuh dengan ‘ulah’ presiden SBY yang mengumumkan akun twitternya. Hingga malam ini, lebih dari 640 ribu follower SBY di twitter. Tidak ada yang salah memang dengan masuknya orang nomer satu di Indonesia itu ke ranah socmed berlambang burung berkicau twitter. Adalah hak SBY sebagai pribadi maupun sebagai kepala negara menggunakan saluran komunikasi apapun, mainstream media maupun social media.

SBY jelas bukan yang pertama di jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang bertwitter. Sebelumnya tercatat sejumlah nama menteri di bawah SBY sudah eksis lebih dulu di twitter, seperti @tifsembiring yang merupakan akun milik Menkominfo Tiffatul Sembiring. Bahkan pak Tif kerap jadi becandaan di twitterland karena sempat samgat aktif di ranah twitter.

SBY juga bukan kepala negara pertama yang bertwitter. Sebelumnya sudah ada Barack Obama, presiden Amerika Serikat. Obama bahkan punya 29.8 juta follower di twitter dengan jumlah 9 ribuan kicauan. Akun milik Obama dimaintain oleh staf kepresidenan di gedung putih sana. Dalam bio akun Obama dinyatakan, twit memang tidak semua datang dari Obama secara langsung. Namun kalau Obama langsung ‘berkicau’ akan ada tanda -bo yang merupakan kependekan nama Barack Obama.

Di Indonesia, SBY tampaknya sangat mengidolakan Obama. Lihat saja halaman profil akun @SBYudhoyono yang mirip dengan halaman profil Obama. Foto latar belakang pic profile SBY suka tidak suka adalah sama dan sebangun dengan angle foto di akun Obama yang sedang salaman dengan warga pendukungnya. Kesamaan lain ada pada Bio akun SBY. Di situ juga tertulis bahwa akun twitter itu dijalankan oleh staf kepresidenan, sementara twit yang berasalah dari RI-1 ditulis dengan kode ‘SBY’ diujung kicauan. Bukan hastag tapi kode yang mirip dengan -bo milik Obama.

Saya tak hendak membahas lebih dalam soal kemiripan akun twitter SBY dengan Obama. Toh kemiripan itu hanya sebatas tampilan yang tentunya berujuang pada pencitraan.

Saya hanya peduli pada apakah SBY akan konsisten bersocial media? Apakah ini bukan hanya gaya-gayaan semata. Atau bahasa kerennya biar dianggap gaul? Karena social media sangat berbeda habitatnya dengan media konvensional yang searah.

Di social media, sekalinya kita salah memposting kicauan, jangan kaget jika bakal menuai kecaman, cercaan, bahkan hinaan. Pendek kata bersiaplah dibully berjamaah oleh warga twitter. Kejam? Bukan. Tapi itulah sifat dari interaksi sekejap yang ada di social media. Tak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat reaksi.

Saya juga sempat berfikir apakah twitter akan digunakan oleh SBY untuk ‘memasarkan’ jagoannya dalam Pilpres mendatang. Ini menarik, karena selama ini twitter terlanjur dianggap sebagai sarana efektif yang murah dan cepat untuk berpromosi. Apakah SBY akan mempromosikan tokoh-tokoh terbaik di negeri ini sebagai penggantinya? Ataukah hanya ‘menjajakan’ besan, anak, atau anggota keluarganya yang lain? Semoga bukan yang terakhir.

Satu lagi, apakah SBY atau stafnya akan meladeni banyak berita miring yang dialamatkan kepadanya melalui twitter? Ini yang menarik. Jika hanya menampung kritik tanpa pernah menjawab kritik, publik twitter pasti akan kecewa karena akun ini tak dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana berkomunikasi dua arah. Sepahit apapun serangan (kalau ada) dari lawan politik atau siapapin mesti disikapi dengan bijak. Jangan mudah terbawa arus untuk ‘nyampah’ di twitterland, tapi juga jangan diam seribu bahasa seolah tak menganggap penting twit dari follower.

Terakhir, kira-kira presiden ikutan galau juga gak ya di twitter? Hehehe…. Tapi apapun itu, sugeng rawuh pak Beye ning Twitter.

@syai_fuddin

*postingan ini jadi HL di Kompasiana dan dimuat di Kompasiana Freez, Kompas cetak edisi 17 April 2013

Drive Test Super Wifi

poster
Berinternet dengan kecepatan super memang belum bisa dinikmati semua kalangan di negeri ini. Bagi mereka yang berduit, sejumlah penyedia jasa layanan internet tinggal dipilih. Kita bisa memilih mau secepat apa speednya. Browsing secepat lari sprint, mengunduh file atau video pun bisa dilakukan dalam hitungan detik.

Celakanya sebagian besar dari penikmat layanan internet itu datang dari mereka yang masih hitung-hitungan. Kalau ada yang free kenapa harus bayar…begitu yang sering saya dengar dari para pengguna internet. Layanan free wifi di sejumlah fasilitas publik belakangan jadi magnet baru penarik minat masyarakat. Sejumlah operator telekomunikasi pun sepertinya sadar akan hal itu. Termasuk yang dilakukan Indosat yang bekerja sama dengan sejumlah pengelola fasilitas publik dengan menyediakan layanan wifi super cepat.

Kamis (11 April 2013) lalu untuk pertama kalinya saya mengikuti even drive test yang digelar Indosat. Event ini sengaja difasilitasi Indosat bagi jurnalis dan blogger untuk merasakan langsung sensasi berinternet di sejumlah spot publik secara gratis. Buat saya ini menantang, karena dalam sejumlah iklannya, Indosat mengklaim kecepatan super wifinya sampai 20 mbps.

Alexander Rusli selaku Presiden Direktur Indosat saat membuka event ini mengatakan, jurnalis dan blogger sengaja diundang khusus merasakan sensasi super wifi Indosat bersama-sama. “Saya mengharapkan pengalaman ini bisa disebarluaskan ke masyarakat, dan agar masyarakat tahu di sejumlah area publik ada wifi berkecepatan tinggi yang bisa diakses.”

Event semacam ini sebenarnya menguntungkan bagi pengguna internet seperti saya, karena bisa mengetes sejauh mana kecepatan super wifi ini, apakah sesuai dengan iklannya di media? Untungnya lagi drive test tidak mensyaratkan harus menggunakan peralatan milik operator. Kita dibebaskan menggunakan perangkat gadget milik pribadi, apapun platformnya, berbasis android, Apple iOs, Black Berry atau Windows phone.

Drive test ini dilakukan di 4 spot di kawasan Jakarta, yakni mulai dari Kantor Pusat PT.Indosat, stasiun kereta api Gambir, 7 eleven Menteng, serta halte busway Sumantri Brojonegoro. Spot ini dipilih berdasarkan pertimbangan tingkat keramaian dan aktivitas warga, seperti sarana transportasi publik serta tempat nongkrong anak muda.

Pramugari Cyber Bus Menemani Perjalanan

Pramugari Cyber Bus Menemani Perjalanan

Yang unik dari event ini adalah digunakannya cyber bus untuk mengangkut rombongan besar jurnalis dan blogger. Bus sengaja dikonsep menyerupai pesawat dengan pilot dan pramugari cantik di dalamnya. Sayangnya meski dilabeli cyber bus, fasilitas wifi di dalam bus tidak tersedia. Mestinya penyelenggara memasang fasilitas ini terlebih dulu sebelum memberinya nama cyber bus.

Dari keempat spot drive test, saya menemukan perbedaan yang sangat signifikan terkait kecepatan internet yang saya akses. Dengan gadget sekelas Ipad 2 dan iOS tercanggih, ternyata kecepatan akses inetnya belum stabil. Hanya di kantor pusat Indosat saja saya mendapatkan akses yang begitu kencang. Untuk donlod bisa mencapai 34.41 mbps, upload 21.55 mbps. Wow!

Sementara di stasiun Gambir, dari 3 kali percobaan saya hanya mendapatkan kisaran 5.15 hingga 8.41 mbps untuk donlod. Sementara untuk upload di kisaran 1.00 hingga 4.69 mbps.

Suasana Drive test di Stasiun Gambir

Suasana Drive test di Stasiun Gambir

Yang parah saat berada di Seven Eleven Menteng. Entah mengapa Saya sempat mengalami kesulitan mendeteksi jaringan super wifi di tempat nongkrong anak muda ini. Saat berhasil mendeteksi jaringan super wifi, kecepatannya tak sesuai harapan. Di tempat ini pihak Indosat sempat memperagakan penggunaan video percakapan melalui Skype. Keren. Sayangnya saya tak sempat mencobanya karena waktu yang tak memungkinkan.

Srondol ngerayu pramugari

Srondol ngerayu pramugari

GM Marketing & Humas Seven Eleven Neneng Sri Mulyati mengatakan, jaringan convenience store 7-11 sangat terbantu dengan kerjasama ini, karena sebagian pengunjung gerainya adalah mereka yang membawa gadget. “Mereka kini jadi makin betah nongkrong di Sevel karena akses super wifi cukup kencang.”

Dari 121 outlet Sevel di Jakarta, saat ini sudah 90 cabang yang dipasang super wifi indosat. Nantinya semua cabang akan dipasangi alat ini untuk membantu pengunjung berselancar di dunia maya.

Di halte Busway Sumantri Kuningan

Di halte Busway Sumantri Kuningan

Spot ketiga yang kami kunjungi adalah halte busway Sumantri Brodjoneoro, Kuningan. Di halte yang letaknya persis di depan Pasar Festival ini, pihak Indosat memperagakan tv streaming siaran langsung dari Metro Tv. Kualitas gambarnya gak kalah dari tv di rumah, jernih dan yang paling penting tidak putus-putus.

Acara ini diakhiri dengan makan siang dan ramah tamah yang diikuti juga oleh Director & Chief Commercial Officer Indosat Erick Meijer.

Pebandingan Speed test di Indosat dan Gambir

Pebandingan Speed test di Indosat dan Gambir

Kesan saya, hasil drive test ini belum seperti harapan, butuh speed test berulang kali untuk menguji kecepatan super wifi. Bagi saya, dan juga bagi blogger yang kerap mengupload foto, video, ataupun tulisan, kecepatan upload jadi pertimbangan utama. Selama drive test berlangsung kecepatan upload masih jadi pe-er yang belum selesai.

Kedepannya saya berharap makin banyak spot publik yang dipasangi akses internet sejenis super wifi ini, karena sangat membantu sekali, terutama bagi para fakir bandwidth.

Menang Panasonic Gobel Awards

BOD MNCTV Bu Nana w/ kru DAK

BOD MNCTV Bu Nana w/ kru DAK


Ajang penghargaan bagi insan televisi di Indonesia, Panasonic Gobel Award 2013 baru saja usai digelar. Para pemenang pun sudah membawa pulang piala yang sekilas mirip dengan Oscar itu. Dan tahun ini secara mengejutkan tim Diantara Kita MNCTV berhasil menggondol award untuk kategori program majalah berita tv favorit.

Dirut Sang Nyoman Suwisma memotong tumpeng

Dirut Sang Nyoman Suwisma memotong tumpeng

Bagi kami di Kebon Sirih kemenangan ini benar-benar surprise, kejutan. Ada harapan, tapi tak pernah menyangka. Sikap ini wajar, sebab tiap tahun ajang ini didominasi stasiun tv tertentu saja. Banyak hal yang menjadi sebab, karena program mereka lebih terkenal atau lebih dikenal masyarakat. Meski soal kualitas konten masih bisa diadu.

Sebagian kru DAK

Sebagian kru DAK

Dan siang tadi kami merayakan kemenangan itu dengan cara sederhana. Bertumpeng bersama. Tidak hanya kru DAK saja yang hadir, tapi juga teman satu divisi, teman redaksi tetangga, dan juga jajaran BOD.

Reporter, Presenter, Produser dan Eksprod DAK

Reporter, Presenter, Produser dan Eksprod DAK

Apapun awardnya, kemenangan ini patut diapresiasi. Ini merupakan pencapaian tersendiri. Tak ada kata berhenti bagi mereka yang tergabung dalam tim DAK. Selamat kawan, tetap kreatif!

April Mop Penyiar yang Tertukar

RADIO
Apa lelucon April Mop paling gokil yang terjadi hari ini?

Tidak banyak yang saya pantau. Tapi ada satu yang sukses menipu pendengar radio dengan lelucon di awal April ini. Itu dilakukan dua stasiun radio FM terkenal di Jakarta, Jak FM dan Gen FM. Keduanya melakukan pertukaran penyiar secara radikal.

Gen FM yang lebih teen (remaja) menukar dua penyiar kondangnya, Kemal dan Tije untuk siaran di Jak FM yang dikonsep lebih dewasa pendengarnya. Sejak pagi Kemal-Tije membawakan acara Sarapan Seru yang biasa dibawakan Ronal-Tike. Begitu juga sebaliknya, Ronal-Tike membawakan program andalan yang biasa dibawakan Kemal-Tije di Gen FM.

Masing-masing pasangan penyiar mencoba blend dengan audiens yang relatif baru. Di awal mereka sempat kagok dengan segala hal baru, mulai dari sulit mengucapkan tagline, salah menyapa pendengar hingga salah mengucapkan segmen acara.

Secara keseluruhan tak ada yang menyangka kalau pertukaran penyiar yang mereka lakukan adalah bagian dari skenario besar April Mop. Namun sejak mengudara pukul 6 pagi, siaran ke-4 penyiar mulai menuai protes dari pendengar setianya. Ego para penyiar yang sudah punya karakter kuat itu rupanya tak bisa menutupi rencana “busuk” yang mereka tutupi.

Timeline di twitter milik keempat penyiar dan juga radio tempat mereka siaran dibanjiri protes pendengar. Meski dipaksakan, masing-masing pasangan tak bisa masuk ke karakter radio barunya. “Roh” mereka sudah terlanjur menyatu dengan program acara yang mereka asuh sebelumnya. Sulit bagi pendengar memisahkan karakter program yang cukup kuat itu dengan karakter penyiarnya.

Intinya, siaran bukan hanya melulu persoalan kesiapan dari penyiarnya belaka. Ada faktor lain yang lebih menentukan yakni kesesuaian karakter penyiar dengan karakter program serta audiens yang dituju. Ini jauh lebih penting. Dan ini tak bisa dibangun dalam sekejap. Butuh proses yang bisa menyebabkan masing-masing pihak cocok dan memiliki chemistry.

Sebenarnya kalau jeli pendengar tak perlu merasa tertipu dengan aksi April Mop kedua radio ini. Karena apa yang mereka sampaikan sebelumnya penuh hal mencurigakan. Kebetulan saya mendengarkan siaran terakhir keempat penyiar kamis pekan lalu. Hanya sehari menjelang long weekend keempat penyiar di dua radio terpisah ini mengumumkan pengunduran diri dari radio yang telah membesarkan namanya.

Banyak yang kecewa, banyak juga yang terbengong-bengong tak percaya. Kalau saya justru curiga dengan perpisahan yang tak biasa itu. Karena menurut saya tak ada sebab musabab yang harus membuat keempatnya mundur dari radio masing-masing. Secara popularitas, keempatnya punya tempat tersendiri di ruang dengar masyarakat. Program yang diasuhnya pun tergolong cukup terkenal. Kemal-Tije punya segmen acara salah sambung yang kerap mengerjai korbannya, sedangkan Ronal-Tike punya Tawco yang setali tiga uang.

Waktu itu keempatnya hanya mengatakan mereka tak lagi siaran di radio masing-masing dan pindah ke radio baru. Namun ada beberapa hal yang mencurigakan. Pertama, pengumuman mundur bareng dari dua radio satu grup itu tak lazim. Kedua, semua penyiar hanya mengatakan pindah radio tapi tak mau menyebutkan kemana pindahnya. Ketiga, untuk memperkuat ‘drama’ ini, pihak radio meminta penyiar lain bersikap seolah merasa kehilangan sosok-sosok penyiar yang mundur.

Dan semua skenario itu terbongkar atau tepatnya disudahi oleh para penyiar sekitar jam 9 pagi, dengan kembalinya mereka ke radio asal. Secara isu mereka lumayan sukses bikin penasaran pendengar dengan announcer exchange yang mereka lakukan.

Namun, April mop kali ini masih kalah seru dengan apa yang pernah terjadi di New Jersey, Amerika Serikat tahun 1938. Warga New Jersey dan New York sempat panik dengan kabar penyerangan makhluk angkasa luar (alien) yang disiarkan radio di New Jersey. Kepanikan itu memicu histeria massal, hingga menyebabkan warga di New York mengungsi secara mendadak.

Apa yang pernah terjadi di New York memang tak terjadi di Jakarta, karena skala dan eranya jauh berbeda. Pendengar radio saat ini mungkin tak lagi sebanyak jaman dulu. Penikmat radio di kota-kota besar makin menciut, pesaingnya pun makin banyak, mulai dari tv hingga internet. Buat mereka yang mobile seperti saya, mendengar radio hanya saya lakukan di saat berkendara. Selebihnya saya lebih senang mengakses youtube atau dengar lagu dari MP3. Bagaimana dengan anda?

*sumber gbr diambil dari sini

My Halal Kitchen

My Halal Kitchen bukanlah sebuah nama resto atau nama program televisi. Ini adalah grup diskusi di Facebook mengenai makanan halal. Sebuah gerakan dunia maya yang tak memiliki afiliasi pada apapun, pada kelompok manapun. Grup ini tidak menginduk pada LPPOM MUI atau lembaga sejenis, meski lembaga semacam itu kerap dijadikan rujukan dalam tiap diskusinya.

Terus terang saya belum terlalu lama masuk dan terlibat dalam diskusi-diskusi menarik di grup ini. Saya masuk ke dalam grup ini berkat ajakan Meili Amalia, teman satu kampus yang kebetulan menggagas sekaligus menjadi admin grup ini.

Awalnya saya hanya menjadi pemerhati saja, mengikuti setiap diskusi yang selalu ramai ditanggapi membernya. Lama-lama saya pun tertarik melibatkan diri dalam gerakan ini. Karena informasi yang saya dapatkan disini memenuhi dahaga saya akan persoalan halal haram yang selama ini tak saya ketahui.

Ide gerakan ini sebenarnya cukup sederhana, memastikan apa yang menjadi konsumsi kita sehari-hari itu dikategorikan halal sesuai kepercayaan yang kita anut. Sudah bukan rahasia lagi jika persoalan halal-haram makanan di negeri ini masih jauh panggang dari api. Masyarakat boleh mayoritas muslim, namun pengetahuan kita umumnya minim terhadap produk-produk pangan, peralatan dan sejenisnya yang dikategorikan halal.

Umumnya kita hanya tahu bahwa persoalan halal-haram hanya bila kita tak mengonsumsi makanan yang jelas-jelas haram seperti daging babi atau anjing. Padahal ternyata secara syar’i banyak juga problema pangan yang juga bisa dikategorikan tidak halal, mulai dari cara mengolah yang tak higienis, menyembelih hewan tidak sesuai aturan agama, hingga penggunaan peralatan masak yang terkontaminasi produk tak halal yang menyebabkan makanan yang semula halal jadi tak halal.

Diskusi yang terjadi di grup ini lumayan cair. Mereka yang tak mengerti diberi pencerahan. Sementara yang duluan tahu punya semangat berbagi yang luar biasa kepada anggota yang lain. Enaknya diskusi di dunia maya itu seperti berdiskusi di sebuah perpustakaan. Saat anggota tak mengetahui secara pasti sebuah persoalan, anggota lainnya langsung mencarikan informasi tersebut dari internet. Bahan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi kembali yang menarik.

Ada hal yang menarik di grup ini. Salah satu cara menggali pemahaman mengenai halal-haram yakni dengan menggelar latbar (latihan bareng). Karena mayoritas anggotanya perempuan, latbarnya pun tak jauh dari dapur. Hari Minggu, 24 Maret 2013 digelar latbar Dimsum halal di rumah salah satu anggotanya, Yanti Saleh di kawasan Tebet.

Kenapa Dimsum tentu ada alasannya. Makanan ini tengah hits dan banyak diburu, terutama saat resepsi kawinan. Hidangan dimsum jadi primadona pesta. Namun hidangan ini masih punya ganjalan, karena asalnya dari China, kesan tidak halalnya sangat kuat. Nah, my halal kitchen mencoba mencari jalan keluar dengan menggelar latbar Dimsum versi halal.

Halal dalam pembuatan dimsum ini bukan saja mengganti beberapa hal yang di asalnya China sana berkategori haram bagi warga muslim seperti penggunaan daging, minyak maupun lemak babi. Namun semua produk yang tak halal dicoba dicari padanannya yang sudah bersertifikasi halal.

Butuh effort yang lumayan karena beberapa produk masih susah dicari versi halalnya di pasaran. Namun itu bukan berarti langkah kami surut. Dengan kreativitas semua bisa diatasi.

Saya yang bersama Hagi si juragan Siomay Perintis jadi peserta paling ganteng, terus terang dapat banyak pencerahan dari event seharian ini. Latbar bukan cuma cooking class namun juga tempat yang bagus untuk belajar bisnis dan belajar memahami produk halal dan haram. Apalagi Latbar dipandu bu Yuyun Anwar yang expert di bidang kuliner halal beserta seluk beluk bisnisnya.

Event latbar tadi setidaknya membuka cakrawala saya mengenai persoalan halalan thoyiban produk-produk pangan. Pelan-pelan akan mengubah mindset dan kebiasaan, sehingga hanya menggunakan cara-cara halal dalam mengolah dan mengonsumsi makanan. Karena apa yang kita makan sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar kita dalam bertindak sehari-hari.

Mari jadikan “halal” menjadi lifestyle kita, kaum muslim.

Swarelokasi Setelah 15 tahun Kebanjiran

Tinggal di sisi sungai dan merasakan kebanjiran selama 15 tahun bukanlah mimpi bagi saya sekeluarga. Saya pernah mengalaminya di kawasan Cidodol Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Rumah kami yang berada di sisi anak sungai Pesanggrahan selalu terkena luapan air di kala hujan deras turun di Jakarta maupun kiriman dari kawasan puncak Bogor.

Sedih, pastinya. Tapi tak ada waktu untuk menyesali banjir, karena menangis pastinya tak akan menyelesaikan keadaan. Saat kecil, banjir bagi saya adalah bersenang-senang main air. Tak ada kamus sedih, karena banyak rumah teman dan tetangga yang juga kena banjir.

Namun kesedihan sebenarnya saya dan adik-adik rasakan, karena di lingkungan terdekat hanya rumah kami yang kebanjiran. Posisi rumah yang di bawah cekungan sungai membuat rumah kami berada di lokasi terbawah dari rumah-rumah lainnya. Alhasil rumah kami jadi langganan banjir tiap hujan besar, bukan hanya sekali tiap tahun, bahkan berkali-kali saat musim penghujan tiba.

Tak ada bantuan pangan, obat-obatan atau apapun karena (mungkin) tak ada yang peduli pada kami yang tinggal di bantaran kali. Siapa suruh tinggal di pinggir kali, begitu mungkin pemerintah kota saat itu berfikir.

Apa yang kami lakukan saat hujan dan banjir datang adalah melakukan segalanya sendiri. Karena banjir kerap hadir, kami jadi punya insting lebih dalam mengendus mana hujan yang bisa menyebabkan banjir, mana yang hanya menumpahkan air saja.

Jika banjir kemudian menggenang, kami refleks bekerja sama mengangkat barang-barang ke tempat lebih tinggi. Kasur diangkat ke atas lemari, kulkas, tv di atas meja. Yang paling utama biasanya saya ungsikan dulu adik-adik yang masih kecil-kecil di rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi. Setelah itu kembali ke rumah beberes bersama orang tua.

Seingat saya selama tinggal di sisi sungai Pesanggrahan, banjir terhebat yang pernah menimpa rumah kami tingginya mencapai 1,5 meter. Rumah bapak nyaris tenggelam dan menyisakan dinding dan atap saja. Dan pasca banjir adalah saat yang paling berat bagi kami sekeluarga karena harus membersihkan perabotan dari lumpur yang menempel, mengepel lantai hingga menghilangkan lembab akibat banjir. Sungguh menguras fisik dan psikis.

Setelah 15 tahun kebanjiran akhirnya awal tahun 90-an bapak kepikiran untuk merelokasi rumah kami ke lokasi yang lebih beradab. Jangan bayangkan relokasi ini adalah tawaran Pemda atau lurah setempat ya. Ini murni usaha kedua orangtua saya sendiri. Mungkin relokasi ini bisa kami namakan swa relokasi, relokasi atas kemauan dan usaha sendiri.

Alhamdulillah setelah pindah ke kawasan lain rumah orang tua kami tak pernah lagi kebanjiran hingga kini. Meski kenangan akan banjir di masa lalu begitu membekas, namun saya tak ingin membaginya pada anak-anak. Biarlah itu jadi sejarah hidup saya, adik-adik dan ortu.

Hentikan Persidangan Kasus IM2

HLKU
Persidangan kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT.Indosat dengan anak usahanya Indosat Mega Media (IM2) Senin besok kembali digelar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Esok sidang akan mengagendakan jawaban jaksa atas eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Dalam sidang sebelumnya, kuasa hukum terdakwa mengajukan nota keberatan (eksepsi) kepada majelis hakim. Intinya kuasa hukum minta kasus ini dihentikan karena secara hukum tidak ada yang dilanggar, karena kerjasama IM2 dan Indosat diatur Undang-undang Telekomunikasi nomor 36/99. Bahkan Kementrian Kominfo selaku regulator teknis pertelekomunikasian sudah mengeluarkan dua surat sekaligus yang menegaskan tidak ada pelanggaran dalam kerjasama antara IM2 dengan Indosat.

Di luar persidangan selama sepekan kemarin juga bergulir tuntutan agar sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi IM2 dihentikan. Dalam sebuah diskusi yang digelar Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG), Rabu pekan ini di Jakarta misalnya, mengemuka tuntutan agar persidangan kasus Indosat-IM2 dihentikan karena berjalan dengan fakta yang sumir, cacat hukum dan cenderung membohongi publik.

Nonot Harsono dari BRTI mengatakan, ada salah pengertian dari jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang didakwakan pada PT.Indosat Mega Media (IM2). Jaksa mendakwa IM2 melakukan tindak pidana korupsi dengan menggunakan jaringan pita frekwensi radio 2,1 Ghz atau generasi ketiga (3G). Padahal secara aturan menurut Nonot, itu bukanlah pelanggaran. Dalam Undang-undang telekomunikasi nomor 36 tahun 199, penyelenggara jasa internet dalam operasionalisasi kerjanya memang harus melalui jaringan telekomunikasi.

Menurut Nonot, apa yang disidangkan bukanlah kasus, namun hanya salah pengertian memahami jaringan radio dan frekuensi. Jika persidangan dilanjutkan dikhawatirkan akan terjadi kesalahpahaman lebih besar di masyarakat. Dan ini berbahaya jika dibiarkan.

Nonot memaparkan sejumlah bukti, jika kasus kerjasama IM2-Indosat ini sampai diputus oleh pengadilan Tipikor, maka akan berdampak ekonomi sangat luas. Bukan hanya menimpa perusahaan penyedia jasa internet, namun juga perusahaan content provider, penjual aplikasi jaringan seluler, dunia perbankan yang menggunakan mesin ATM yang memakai VSAT, hingga 200 juta pelanggan telepon seluler.

Kamilof Sagala dari Komisi Kejaksaan mengakui, pemahaman jaksa soal dunia Teknologi Informasi sangat terbatas dalam kasus IM2. Mereka menanyakan hal yang sama seperti sudah mengetahui banyak hal. Menurut Kamilof, sebagai komisioner komisi kejaksaan ia menilai kasus ini bukan hanya keliru, tapi juga menunjukkan kemampuan mereka para jaksa diatas kebodohan mereka sendiri.

Kamilof berharap hakim nantinya berfikir hal yang sama saat memutuskan perkara. Ia berharap kasus ini harus diuji untuk mengetahui ketidak benarannya. Nantinya komisi kejaksaan bisa minta eksaminasi atas putusan pengadilan Tipikor. Kamilof menilai dalam kasus ini kejaksaan seperti hanya mengejar kuantitas bukan kualitas kasus.

Sedangkan Nurul Setyabudi dari IDTUG menilai, kasus dugaan korupsi Indosat dan IM2 ini menunjukkan hukum sudah tidak dihormati, karena logika dijungkirbalikkan. Industri dan masyarakat sama-sama terancam. Karena dampak ikutan kasus IM2 ini akan membuat posisi ratusan penyedia jasa internet (ISP) di tanah air gulung tikar. Aparat hukum mestinya tidak memberikan teror pada masyarakat dengan ketidakmengertiannya terhadap industri telekomunikasi. IDTUG mendesak komisi kejaksaan memeriksa jaksa yang salah membuat dakwaan.

Kita lihat saja apakah kasus ini akan berlanjut dengan segala kejanggalan yang menyertainya. Sehingga kita akan kesepian karena tak ada lagi jaringan internet yang beroperasi di tanah air? Jika ini terjadi maka Kiamat Internet akan menimpa kita, dan ini bukan lagi isapan jempol seperti kiamat dunia yang bangsa Maya prediksikan di 20 Desember 2012 lalu. Jika Kiamat Internet benar-benar terjadi, bisa jadi ini adalah postingan blog terakhir yang bisa saya buat. Kita pun tak akan bisa lagi BBM-an, sms-an atau berselancar di dunia maya melalui smartphone. Hanya gara-gara kesalahan jaksa yang gaptek, kita akan kembali jadi bangsa gaptek berjamaah.

*Jadi HL Kompasiana (28 jan 2013)

Rasyid dan Afriyani

Kasus kecelakaan dengan pengemudi mabuk atau mengantuk bukan cerita baru. Dan di Jakarta sejumlah kejadian kecelakaan yang menyebabkan nyawa manusia melayang pun hampir tiap hari terjadi. Namun ada 2 kejadian dalam kurun waktu dan tempat berbeda yang menarik perhatian publik. Pertama, kecelakaan di dekat tugu tani, Jakarta Pusat yang lebih dikenal dengan kasus Xenia maut menjadi peristiwa kecelakaan dengan korban tewas terbanyak yang sulit dilupakan. 9 nyawa melayang akibat kesembronoan Afriyani Susanti, perempuan pengemudi yang konon mabuk saat berkendara.

Peristiwa kedua yang yang saat ini ramai diperbincangkan adalah tabrakan BMW maut dengan Luxio di awal tahun 2013 yang menewaskan 2 orang. Kasus ini jadi kontroversi karena melibatkan anak petinggi negeri ini, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pelaku penabrakan. Kasus kedua ini kabarnya menurut hasil penyeldidikan sementara polisi akibat pelaku mengantuk.

Kasus ini memang belum lagi usai. Saya mencatat sejumlah kejanggalan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 6 pagi ini nyaris “menguap” dari media. Pelaku menghilang tak tentu rimbanya. Barang bukti tak sempat terlacak, ‘disimpan’ entah dimana. Polisi pun tiba-tiba ‘sakit gigi’, tak mau berkomentar sedikitpun.

Kasus ini sedikit ‘benderang’ manakala ada konferensi pers dari Hatta Rajasa dan keluarga. Hatta yang juga besan presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui anak bungsunya, Rasyid Amrullah Rajasa, terlibat kecelakaan maut yang menewaskan dua orang. Publik dibuat lega ada pernyataan ini.

Setelah itu Hatta yang akan maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014, dengan timnya melayat dan ikut menshalatkan salah satu korban tewas. Lewat media, publik dibuat trenyuh dengan langkah politisi yang tak biasa ini. Berani muncul ke publik, meminta maaf, menanggung semua biaya pengobatan, penguburan dan biaya sekolah anak korban.

Setelah pertemuan itu keluarga korban menyatakan tak akan menuntut balik atas kematian anggota keluarganya. Jalan damai ternyata ditempuh Hatta demi si bungsu.

Saya menilai langkah-langkah yang diambil Hatta Rajasa sebagai komunikasi politik yang cukup baik. Ia memposisikan diri sebagai pribadi yang bertanggung jawab, tidak lari dari masalah. Berani menanggung resiko atas perbuatan yang dilakukan anaknya.

Tapi tunggu dulu… Kemana Rasyid, yang sudah ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kini berada? Rupanya Rasyid sengaja ‘disembunyikan’ karena trauma dan sakit maag yang akut. Rasyid dirawat di RS Pertamaina untuk menyembuhkan trauma dan maag akutnya.

Poin terakhir inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya. Mengapa Rasyid harus ‘disembunyikan’? Bukankah ia sudah menyebabkan hilangnya nyawa 2 orang warga tak berdosa? Apakah alasan sakit pelaku penabrakan itu ada dalam undang-undang? Saya kok tak yakin.

Apa bedanya antara Rasyid Rajasa dan Afriyani Susanti ? Apa karena Afriyani adalah orang ‘biasa’ sehingga langsung ditahan? Apakah karena menyandang nama belakang seorang ‘Rajasa’ sehingga Rasyid kebal dari hukuman? Ada diskriminasi perlakuan yang terjadi dalam kasus Rasyid.

Hari ini (Kamis, 3 januari 2013) pihak RS Pusat Pertamina menggelar konpers mengenai kondisi kesehatan Rasyid. Publik memang berhak tahu kondisi Rasyid, tapi saya curiga pemaparan kondisi kesehatan ini hanya akan digunakan sebagai pembenaran bahwa Rasyid sakit, rapuh, tak bisa menjalani proses hukum.

Nyali aparat penegak hukum kita sekali lagi diuji dalam kasus ini. Apakah mereka akan terpana dengan penjelasan Hatta Rajasa bahwa kasus ini selesai karena keluarga korban tidak menuntut secara hukum? Ataukah bakal menegakkan keadilan setegak-tegaknya?

Kasus ini akan jadi batu ujian bagi polisi dan bakal jadi preseden buruk jika alasan sakit maag akut yang membuat tersangka tidak ditahan dibiarkan begitu saja. Jika ada kejadian serupa jangan kaget bakal ada sejuta alasan sakit demi menghindari hukum. Kita sudah lelah diberi tontonan kebohongan demi kebohongan dari aparat maupun politisi.

Buat pak Hatta Rajasa, saya setuju dengan anda bahwa kejadian itu adalah musibah. Keluarga korban pun sama pahamnya dengan saya warga biasa. Tapi alasan mengantuk atau mabuk saat berkendara sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain tetap tidak dibenarkan. Ini harus tetap diproses di jalur hukum.

Yang pasti, publik akan mencatat dan mengawal kasus ini. Kita tak akan pernah lupa dan berusaha untuk tidak melupakan semua proses yang berlangsung. Apakah Hatta Rajasa akan menjadi politisi yang taat dan hormat pada hukum? Ataukah sama dan sebangun dengan pejabat lainnya yang kerap menyepelekan hukum? Waktu yang akan membuktikannya.

You might also likeclose