Dermaga 17 Marina, Ancol (foto: koleksi pribadi)

Dermaga 17 Marina, Ancol (foto: koleksi pribadi)

Berkunjung ke ibukota Jakarta tak lengkap rasanya jika tidak berwisata ke gugusan kepulauan seribu. Namun jika anda tak cukup punya banyak waktu, mengunjungi pulau Bidadari adalah tawaran yang menarik. Ada paket One Day Trip yang cocok bagi para traveller yang hanya memiliki waktu terbatas.

Seperti yang saya lakukan bareng kawan-kawan Vlogger hari Kamis (16/4) lalu atas undangan Viva.co.id dan Seabreez Indonesia, pengelola wisata bahari Pulau Bidadari. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dari dermaga 17 Marina Ancol, Jakarta Utara.

 

Speedboat yang Membawa Rombongan Vlogger Viva (foto: koleksi pribadi)

Speedboat yang Membawa Rombongan Vlogger Viva (foto: koleksi pribadi)

Peserta gathering kali ini berjumlah 40 orang  berasal dari beragam latar belakang. Ada mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, penulis, sampai pengusaha. Para blogger viva ini tak hanya datang dari Jakarta saja, tapi ada juga yang jauh-jauh datang dari kota kembang Bandung. Rupanya magnet silaturahmi begitu kuat membuat kami rela menanggalkan kesibukan pribadi demi perjalanan ini.

Kali ini kapal cepat membawa kami semua dari dermaga menuju Bidadari eco Resort. Speed boat yang kami tumpangi berukuran sedang, hanya menampung sekitar 40-an orang saja. Interior kapal didominasi warna merah menyala yang disematkan pada sandaran kursi penumpang. Warna merah membuat suasana ceria dan hangat.  Oiya, kapal cepat ini biasa beroperasi tiap hari mulai pukul 09.00  WIB. Sedangkan di akhir pekan jadwal perjalanan kapal lebih banyak.

Interior Speed Boat Didominasi Warna Merah (foto: koleksi Pribadi)

Interior Speed Boat Didominasi Warna Merah (foto: koleksi Pribadi)

Lama perjalanan dari dermaga ke Pulau Bidadari ternyata cuma 20 menitan. Sangat dekat dan cepat. Beberapa kawan yang mencoba memejamkan mata sambil menikmati deburan ombak kepulauan Seribu terpaksa mengurungkan diri, karena kapal sudah merapat di dermaga.

Waktu tempuh memang menjadi keunggulan tersendiri untuk berwisata ke Pulau Bidadari. Tak ada kemacetan yang menyebalkan seperti yang sering dialami jika menuju kawasan wisata pegunungan seperti puncak atau ke Bandung dengan berkendara mobil.

 

Tiba di Dermaga Pulau Bidadari (foto: koleksi pribadi)

Tiba di Dermaga Pulau Bidadari (foto: koleksi pribadi)

Apa yang paling mencolok mata begitu tiba di dermaga Pulau Bidadari? Kesan kolonialnya sangat terasa. Ada beberapa patung manusia berpakaian ala tentara Belanda. Ini bisa kita lihat di hampir semua bagian pulau seluas 6 hektar. Selain itu ada pula meriam yang berjajar di dermaga, bak menyambut tamu-tamu yang datang berkunjung.

 

Meriam di Dermaga Menyambut Kedatangan Vlogger (foto: koleksi pribadi)

Meriam di Dermaga Menyambut Kedatangan Pengunjung (foto: koleksi pribadi)

Tiba di Pulau Bidadari pengunjung langsung disambut ikon pulau berupa patung bidadari cantik. Karena melambangkan karakter pulau, patung ini laris manis dijadikan obyek foto oleh para Vlogger. Rombongan vlogger juga disambut tarian selamat datang yang menarik dan segelas welcome drink yang menyegarkan.

Susur Pulau Mengenali Pulau Bidadari dari Dekat (foto: koleksi pribadi)

Susur Pulau Mengenali Pulau Bidadari dari Dekat (foto: koleksi pribadi)

Salah satu paket wisata yang ditawarkan pengelola Pulau Bidadari adalah susur pulau. Di sini traveler diajak menyusuri pulau bidadari bersama seorang pemandu. Rombongan diajak berjalan kaki menyusuri tiap jengkal pulau sambil mengenal apa saja yang ada di sini. Pemandu menjelaskan berbagai hal terkait sejarah tempat-tempat tertentu di sini. Misalnya mengenai pantai jodoh yang kondang bagi pasangan muda. Konon, dahulu kala ada sepasang muda-mudi yang bertemu, berlibur bersama dan kemudian berjodoh di pantai ini. Karenanya tak heran jika pulau Bidadari dikenal lantaran mitos “jodoh”.

Pohon Jodoh yang Termasyur Itu (foto: koleksi pribadi)

Pohon Jodoh yang Termasyur Itu (foto: koleksi pribadi)

Di bagian lain pantai ada sebuah pohon besar nan rindang. Karena ukurannya yang lumayan besar banyak pasangan yang sengaja berlama-lama di bawah pohon ini. Konon, mereka yang mengikat janji di bawah pohon ini jodohnya akan langgeng. Bagi yang jomblo akan segera bertemu jodoh. Sedangkan bagi yang sudah menikah akan dikekalkan ikatan hubungannya. Benar tidaknya…. wallahualam. Cerita dari mulut ke mulut inilah yang membuat banyak pengunjung Pulau Bidadari penasaran.

Salah satu sisi menara Mortello (foto: koleksi pribadi)

Salah satu sisi menara Mortello (foto: koleksi pribadi)

Dan yang paling ikonik dari pulau Bidadari adalah keberadaan Menara Mortello (beberapa pihak menyebut sebagai benteng Mortello). Bangunan yang menyerupai benteng pertahanan ini menjadi cagar budaya yang dilindungi dan menjadi salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di kepulauan Seribu. Bentuknya unik, terbuat dari batu bata yang melingkar. Bentuknya yang bulat konon disengaja saat pembangunan agar tentara VOC Belanda mudah memantau pergerakan musuh yang akan menyerang Batavia dari segala arah.

Narsis Berjamaah di Mortello (foto: koleksi pribadi)

Narsis Berjamaah di Mortello (foto: koleksi pribadi)

Sayangnya, menara Mortello yang dibangun sekitar tahun 1700-an ini sudah tak lagi utuh. Gelombang tidal yang berlangsung saat letusan gunung Krakatau merusak bangunan menara dan menyisakan sepenggal kisah mengenai keindahannya. Kini jejak Mortello kerap digunakan untuk lokasi pemotretan pre wedding pasangan yang hendak menikah. Ketenaran menara Mortello juga sempat diabadikan sebagai lokasi pengambilan gambar video klip grup musik asal Bandung  Java Jive untuk lagu Permataku.

 

Wisata Edukasi dan Sejarah

Selain susur pulau, banyak keriaan lain bisa dilakukan di Pulau Bidadari. Bagi penggemar olahraga air, anda bisa mencoba banana boat, jetski, kanoe atau memancing. Di daratan anda bisa juga mencoba menyusuri pulau dengan menyewa sepeda atau berenang dengan sikecil di kolam renang yang terletak di samping resto Bidadari.

Pantai Pasir Putih Nan Teduh (foto: koleksi pribadi)

Pantai Pasir Putih Nan Teduh (foto: koleksi pribadi)

Saat berbincang dengan Vlogger, Agus Rochiyardi, Presiden Direktur Seabreez Indonesia mengatakan, pihaknya di masa datang akan mengarahkan paket wisata ke Pulau Bidadari sebagai wisata edukasi berbasis sejarah atau wisata heritage. “Kami menawarkan satu paket wisata sejarah tidak hanya di Pulau Bidadari tapi juga sekaligus Pulau Onrust, Pulau Kayangan dan Pulau Kelor.  Keempat pulau ini memiliki jejak peninggalan sejarah yang bisa ditawarkan pada para wisatawan dalam maupun luar negeri,” ujar Agus Rochiyardi kepada para blogger.

Peta Wahana Pulau Bidadari (foto: koleksi pribadi)

Peta Wahana Pulau Bidadari (foto: koleksi pribadi)

Khusus untuk wisata edukasi sendiri, sebenarnya Seabreez Indonesia sudah membuat dan menjalankannya sejak lama. Misalnya menyediakan arena Fun With Dolphin, arena bermain bersama lumba-lumba. Sayangnya saat kemari lumba-lumbanya sedang beristirahat sehingga kami hanya sempat mengintip keberadaannya melalui pagar besi. Pengelola sengaja membuat aturan pembagian waktu bagi pengunjung yang ingin bermain bersama lumba-lumba. Mungkin untuk memberi kesempatan lumba-lumba rehat sejenak dari keriuhan.

Salah satu resor di atas  tanah (foto: koleksi pribadi)

Salah satu resor di atas tanah (foto: koleksi pribadi)

Ada pula kampung kreatif yang disediakan bagi pengunjung untuk belajar soal lingkungan. Di sini pengunjung diajari membuat kertas daur ulang dari bahan-bahan limbah kertas bekas. Selain itu pengunjung juga diajari cara membuat pupuk kompos dari dedaunan atau limbah rumah tangga. Menurut saya edukasi mengenai lingkungan ini membedakan paket wisata yang ditawarkan pulau Bidadari dari paket wisata pulau-pulau lain di gugusan pulau seribu. Jika dikemas lebih menarik lagi yang melibatkan pengunjung, bukan tidak mungkin pulau Bidadari bisa menjadi pusat belajar mengenai lingkungan.

Resor Terapung nan Romantis (foto: koleksi pribadi)

Resor Terapung nan Romantis (foto: koleksi pribadi)

Bagi traveler yang punya waktu banyak dan ingin menginap di Pulau Bidadari, pihak pengelola menyediakan beragam jenis resor yang bisa disewa. Resor yang tersedia mulai dari tipe standar hingga suite room dengan harga mulai dari Rp.500.000 per malam.  Jenis resornya pun beragam, ada land resort (resor diatas tanah), resor diatas pohon, serta resor di atas air (floating resort).

Khusus penginapan di atas air sepertinya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasangan yang ingin berbulan madu. Karena suasananya sangat berbeda dari cottage jenis lainnya. Deburan ombak menjadi suara latar yang menemani istirahat para tamu.

Tertarik merasakan sensasi menginap di atas air? Ke Pulau Bidadari saja…

2,909 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini