Dari Postingan inilah semuanya berawal (sumber IG @syaifuddin1969)

Program Umroh #BerlipatnyaBerkah dari Allianz Indonesia baru saja berakhir di tahun 2019. Saya adalah salah satu netizen yang beruntung bisa masuk dalam 25 besar yang tokoh inspiratifnya bisa diberangkatkan ke tanah suci untuk umroh gratis. Adalah ibu Siti Romlah, tokoh inspiratif yang saya berangkatkan sebenarnya bukan tokoh asing bagi saya. Beliau adalah bu Lek atau tante saya. Beliau adalah adik kandung ibu saya yang tinggal di kota Mojokerto, Jawa Timur.

Cerita kenapa saya nominasikan beliau ada di sini.

Bagi saya ini adalah project yang emosional. Bisa memberangkatkan ibadah umroh saat saya sendiri belum pernah umroh jelas bukan perkara mudah. Apalagi sebelumnya saya sekeluarga jadi korban penipuan sebuah biro umroh, yang menyebabkan uang sekitar 50 jutaan raib tak berbekas.

Dari sisi Lek Siti Romlah juga bukan tanpa kendala. Saat saya kabari bahwa bu Lek Siti Romlah masuk dalam deretan jemaah yang akan pergi umroh gratis, pihak keluarga beliau di Mojokerto sempat sangsi pada program ini dan menengarai sebagai modus penipuan. Hmm.. masuk akal sih jika mereka sangsi atau meragukan, apalagi banyak aksi penipuan sejenis di media internet.

Pihak keluarga memang tak pernah tahu prosesnya. Bagaimana saya menghimpun suara agar posisi saya masuk dalam 50 besar, dan kemudian menjadi 25 besar. Cukup banyak cara yang saya gunakan, mulai dari mengirim japri teman-teman sesama netizen, mengirim email, bahkan menyebar link melalui grup WA ke berbagai grup.

Perjuangan belum selesai di situ, pengumpulan dokumen menjadi stress lanjutan. Saya berpikir keras bagaimana dokumen yang dibutuhkan mulai dari SKTM, akte kelahiran. KTP, dan semua surat yang dibutuhkan untuk pengurusan paspor bisa selesai tepat waktu. Tektokan komunikasi saya lakukan dengan kerabat di kota Nganjuk, mengingat keluarga di Mojokerto sulit dihubungi. Bu Siti Romlah pun harus pontang-panting mengurus dokumen di Mojokerto.

Untungnya, kondisi kesehatan bu Siti Romlah tergolong baik. Sehingga beliau tetap bugar meski harus bolak-balik Mojokerto-Nganjuk dan Madiun untuk mengurus dokumen.

Umroh yang Berkesan

Akhirnya, saat yang ditunggu pun tiba. Bu Siti Romlah sengaja saya minta datang ke ibukota lebih cepat dari hari yang ditetapkan. Tujuannya agar beliau sempat istirahat dan menyiapkan perlengkapan yang belum sempat disiapkan. Dan hari Jum’at tanggal 6 Desember 2019 semua peserta masuk hotel untuk melakukan persiapan sebelum diterbangkan ke tanah suci.

Jemaah Perempuan #Berlipatnyaberkah (foto : dok Allianz)

Setelah melakukan manasik umroh, peserta akhirnya berangkat ke tanah suci pada hari Sabtu sore (7 Desember 2019).

Setelah di tanah suci ibadah umroh dilakukan sesuai rukunnya dengan dibimbing ustad berpengalaman. Soal ibadahnya saya skip ceritanya ya. Yang lebih menarik adalah bagaimana kisah dibalik ibadah umrohnya. Namun saya tak akan ceritakan kisah tersebut karena tak mengalaminya secara langsung. Saya hanya berbagi kisah melalui foto yang dibagikan melalui grup WA.

Tapi intinya para peserta, dari paparan ibu Siti Romlah merasa puas dengan layanan Allianz dan Azkia Travel selaku operator umrohnya. Adanya insiden selama di tanah suci, seperti insiden koper nyasar, jemaah yang sakit, jemaah terlepas dari rombongan adalah kisah manis yang menjadi bumbu perjalanan ibadah umroh ini.

Terima kasih untuk Allianz, Insight Indonesia dan juga Azkia Travel yang memfasilitasi perjalanan ibadah umroh bagi tamu-tamu Allah yang secara ekonomi tak mampu ini. Semoga menjadi amalan dan berkah bagi semuanya.

Setelah tahun 2019 berhasil memberangkatkan umroh orang lain, saya berharap tahun ini bisa berangkat umroh bersama keluarga. Semoga niat baik ini diijabah. Amin.

By syaifuddin sayuti

Ex jurnalistik tv yang gemar makan dan travelling. social media addict, ex Kepsek Kelas Blogger, admin BRID.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *