Dua akun berbeda tapi senafas, akun twitter SBY dan Obama

Dua akun berbeda tapi senafas, akun twitter SBY dan Obama


Timeline twitter dan wall Facebook beberapa hari terakhir ini riuh dengan ‘ulah’ presiden SBY yang mengumumkan akun twitternya. Hingga malam ini, lebih dari 640 ribu follower SBY di twitter. Tidak ada yang salah memang dengan masuknya orang nomer satu di Indonesia itu ke ranah socmed berlambang burung berkicau twitter. Adalah hak SBY sebagai pribadi maupun sebagai kepala negara menggunakan saluran komunikasi apapun, mainstream media maupun social media.

SBY jelas bukan yang pertama di jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang bertwitter. Sebelumnya tercatat sejumlah nama menteri di bawah SBY sudah eksis lebih dulu di twitter, seperti @tifsembiring yang merupakan akun milik Menkominfo Tiffatul Sembiring. Bahkan pak Tif kerap jadi becandaan di twitterland karena sempat samgat aktif di ranah twitter.

SBY juga bukan kepala negara pertama yang bertwitter. Sebelumnya sudah ada Barack Obama, presiden Amerika Serikat. Obama bahkan punya 29.8 juta follower di twitter dengan jumlah 9 ribuan kicauan. Akun milik Obama dimaintain oleh staf kepresidenan di gedung putih sana. Dalam bio akun Obama dinyatakan, twit memang tidak semua datang dari Obama secara langsung. Namun kalau Obama langsung ‘berkicau’ akan ada tanda -bo yang merupakan kependekan nama Barack Obama.

Di Indonesia, SBY tampaknya sangat mengidolakan Obama. Lihat saja halaman profil akun @SBYudhoyono yang mirip dengan halaman profil Obama. Foto latar belakang pic profile SBY suka tidak suka adalah sama dan sebangun dengan angle foto di akun Obama yang sedang salaman dengan warga pendukungnya. Kesamaan lain ada pada Bio akun SBY. Di situ juga tertulis bahwa akun twitter itu dijalankan oleh staf kepresidenan, sementara twit yang berasalah dari RI-1 ditulis dengan kode ‘SBY’ diujung kicauan. Bukan hastag tapi kode yang mirip dengan -bo milik Obama.

Saya tak hendak membahas lebih dalam soal kemiripan akun twitter SBY dengan Obama. Toh kemiripan itu hanya sebatas tampilan yang tentunya berujuang pada pencitraan.

Saya hanya peduli pada apakah SBY akan konsisten bersocial media? Apakah ini bukan hanya gaya-gayaan semata. Atau bahasa kerennya biar dianggap gaul? Karena social media sangat berbeda habitatnya dengan media konvensional yang searah.

Di social media, sekalinya kita salah memposting kicauan, jangan kaget jika bakal menuai kecaman, cercaan, bahkan hinaan. Pendek kata bersiaplah dibully berjamaah oleh warga twitter. Kejam? Bukan. Tapi itulah sifat dari interaksi sekejap yang ada di social media. Tak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat reaksi.

Saya juga sempat berfikir apakah twitter akan digunakan oleh SBY untuk ‘memasarkan’ jagoannya dalam Pilpres mendatang. Ini menarik, karena selama ini twitter terlanjur dianggap sebagai sarana efektif yang murah dan cepat untuk berpromosi. Apakah SBY akan mempromosikan tokoh-tokoh terbaik di negeri ini sebagai penggantinya? Ataukah hanya ‘menjajakan’ besan, anak, atau anggota keluarganya yang lain? Semoga bukan yang terakhir.

Satu lagi, apakah SBY atau stafnya akan meladeni banyak berita miring yang dialamatkan kepadanya melalui twitter? Ini yang menarik. Jika hanya menampung kritik tanpa pernah menjawab kritik, publik twitter pasti akan kecewa karena akun ini tak dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana berkomunikasi dua arah. Sepahit apapun serangan (kalau ada) dari lawan politik atau siapapin mesti disikapi dengan bijak. Jangan mudah terbawa arus untuk ‘nyampah’ di twitterland, tapi juga jangan diam seribu bahasa seolah tak menganggap penting twit dari follower.

Terakhir, kira-kira presiden ikutan galau juga gak ya di twitter? Hehehe…. Tapi apapun itu, sugeng rawuh pak Beye ning Twitter.

@syai_fuddin

*postingan ini jadi HL di Kompasiana dan dimuat di Kompasiana Freez, Kompas cetak edisi 17 April 2013

1,786 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini