syaifuddin.com

Information

This article was written on 24 Agu 2011, and is filled under Event.

Current post is tagged

, ,

7 Days with March : Menyusuri Malam


#Day 4

Hari keempat bersama March. Agenda saya hari ini dimulai dari Kantor.

Malam ke-23 Ramadhan saya ikut ittikaf dengan menginap di mesjid Bimantara. Puluhan bahkan mungkin seratusan orang saya lihat ada di mesjid ini. Saya bergabung dengan jemaah ittikaf sejak tengah malam. Shalat malam diantara puluhan jemaah yang tertidur lelap. Dilanjutkan dengan tadarus Al Qur’an.

Sebenarnya kemarin menjadi hari yang lumayan melelahkan. Namun semalaman saya tak bisa sedikitpun memejamkan mata. Sepertinya sudah lewat waktu mengantuk saya sehingga mata sulit terpejam, meski dipaksakan sekalipun.

Siap-siap kencan dengan March

Saya paksakan rebahan di karpet mesjid tapi hasilnya nihil. Mata tetap terjaga.

Sekitar setengah tiga dinihari semua jemaah dibangunkan untuk melakukan shalat malam berjamaah. Harusnya momen seperti ini menjadi saat mengasyikkan untuk beribadah. Sayang ada beberapa jemaah yang tak taat aturan, membiarkan alat komunikasi seperti HP berdering saat shalat. Jeda seperti ini sangat mengganggu kekhusyukan shalat.

Tapi biarlah, itu bukan urusan saya.

Kelar ritual ibadah, sayapun turun ke bawah untuk menyantap hidangan sahur. Selama ramadhan hidangan sahur di kantor kerap berlebih, meski tak banyak. Saya yang sebenarnya tak masuk hitungan masih kecipratan. Alhamdulillah.

Setelah itu saya bergegas pulang. March sudah menanti saya di parkiran. Mumpung belum subuh, pastinya jalanan masih lengang, sehingga bisa tiba di rumah lebih cepat.

Jelang Lebaran, Cibubur mulai lengang

Benar saja, jalanan masih cukup lengang. March saya pacu dalam kecepatan sedang. Enak bener kalau jalanan seperti ini tiap hari, lancar jaya tanpa hambatan. Saya hanya butuh kurang dari sejam untuk sampai di rumah.

Usai subuhan saya pun tepar dengan suksesnya hingga jam 11 siang.

Siang tak ada aktivitas menonjol dengan March. Saya hanya mengajak anak-anak membeli beras untuk membayar zakat fitrah. Seperti biasa menuju minimarket banyak mata memandang March yang ditempeli sticker segede gaban ini. Entah apa yang ada dalam benak orang melihat mobil ini. Semoga saja kekaguman melihat tongkrongan March.

Sore saya kembali ngantor seperti biasa hingga tengah malam. Berhubung malam ini bukan malam ganjil ramadhan, saya memilih tak ikut ittikaf. Simpan tenaga untuk malam ke-25.

Pulang ke rumah sengaja saya ambil rute yang tak biasa. Rute motor. Saya ingin melihat kehidupan di malam hari Jakarta menjelang Lebaran.

Saya ambil rute Kramat, Salemba, Matraman, Kampung Melayu. Meski tengah malam sepanjang jalan suasana masih terasa ramai. Sejumlah anak muda seperti biasa nongkrong di Seven Eleven Salemba. Aneh, kok gak bosen-bosennya ya mereka nongkrong di situ. hehe… 🙂

Saya susuri ruas jalan Dewi Sartika yang terlihat lebih lengang. Sempat kaget juga saat dua pesepeda motor yang melaju kencang memepet March dalam jarak yang sangat rapat. Waduh, nyaris saja nyerempet. Kalau sampai nyerempet saya sudah siap-siap tarik urat leher. Sayangnya gak kejadian dan mereka begitu cepat berlalu ditelan masa.

Saya paling senang berkendara melalui jalur ini, terutama saat melintasi kawasan pasar Kramat Jati. Ada nuansa yang berbeda dibandingkan bila melewati jalan tol yang monoton dan memaksa kita menginjak pedal gas dalam-dalam.

Di sini kehidupan bergulir begitu rupa. Masih ada tawa riang atau canda antara pedagang dengan pembeli. Tawar-menawar pun tak diharamkan. Sangat berbeda dengan sensasi belanja di hipermarket yang minim transaksi sosial, bahkan karena antrian yang panjang, seringkali tak ada percakapan yang terjadi. Semuanya mekanis.

Si mungil March menemani saya menyusuri ruas-ruas jalan yang ‘dijajah’ para pedagang sayur-mayur, bumbu dapur serta ikan dan sea food. Jika tak macet seperti kali ini pengguna jalan seperti saya rela-rela saja jalanan diokupasi pedagang. Lain cerita jika malam takbiran nanti, dimana jalan hanya menyisakan ruang bagi pejalan kaki saja, karena pedagang menjajah hampir semua ruas jalan.

1,670 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

2 Comments

  1. syaifuddin sayuti
    26 Agustus, 2011

    program ini dalam rangka memberi Nissan experience kepada blogger. kita dikasih 7 hari bawa pulang dan nyicipin Nissan March.

  2. Ardian Syubidupapap
    25 Agustus, 2011

    ini dalam rangka apaan bang…pencerahan donk…hihihihihi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: