syaifuddin.com

Information

This article was written on 31 Agu 2013, and is filled under Event.

Current post is tagged

,

[10DaysforASEAN] Secangkir Kopi Indonesia Mendunia

Kopi, bisa jadi merupakan jenis minuman paling populer sejagad. Popularitas kopi mungkin hanya bisa disaingi oleh air putih. Hampir semua bangsa di dunia ini mengenal apa itu kopi. Entah itu karena menjadi negeri penghasil kopi sendiri maupun mengenal kopi dari cara menikmatinya.

Indonesia tergolong negeri surganya kopi. Bahkan Indonesia masuk kedalam 3 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia. Ini merupakan berita yang menyejukkan dan merupakan prestasi tersendiri. Di saat meningkatnya impor barang konsumsi, kopi ternyata jadi komoditas pertanian yang membanggakan. Data dari kementrian perindustrian mencatat, di tahun 2012 Indonesia menghasilkan sedikitnya 748 ribu ton kopi. Jumlah ini setara dengan 6,6 persen produksi kopi dunia.

Namun jangan salah, jumlah itu masih jauh di bawah Vietnam yang mampu memproduksi kopi lebih dari satu juta ton per tahunnya, sehingga menempatkan Vietnam di posisi kedua negara penghasil kopi terbesar di dunia, dengan menguasai lebih dari 14 persenan total produksi kopi dumia. Sedangkan Brazil yang bertengger di posisi pertama, produksi kopinya mencapai angka 1,2 juta ton per tahun.

Yang menarik dari fakta tentang hasil komoditas pertanian kopi ini adalah adanya kenyataan bahwa sebagai negara produsen kopi terbesar ketiga, ternyata Indonesia memiliki luas lahan pertanian kopi lebih luas dari Vietnam maupun Brazil. Berdasarkan data organisasi pangan dunia (FAO), tiap satu hektar tanah pertanian kopi, hanya menghasilkan 500 kilogram kopi. Bandingkan dengan capaian Vietnam, yang tiap hektar mampu menghasilkan 2 ton kopi.

Apa yang membuat produksi kopi kita jauh di bawah kompetitor ? Apakah secara kualitas kopi kita jauh di bawah mereka? Ternyata ada beberapa persoalan yang membuatnya demikian. Diantaranya, jumlah lahan pertanian kopi yang makin menyusut di tanah air. Ini terjadi lantaran tak adanya kebijakan integral dalam bidang pertanian. Industrialisasi mengubah wajah dunia pertanian kita, tidak hanya di bidang perkopian, karena hampir semua bidang pertanian pun mengalami hal serupa.

Mungkin dunia pertanian dianggap kurang ‘seksi’ dibandingkan industri manufaktur, sehingga menggusur lahan pertanian jadi pilihan. Sesat pikir semacam ini harusnya dikoreksi. Kita secara alami memiliki keunggulan komparatif di bidang pertanian dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asean. Harusnya ini dijadikan poin positif untuk meningkatkan daya saing produk-produk asli Indonesia.

Khusus mengenai kopi, potensi sebagai negara penghasil kopi terbesar dunia masih terbuka lebar. Saatnya pemerintah serius memperhatikan sektor ini, karena ternyata kita memiliki produk kopi yang secara kualitas bisa bersaing dengan kopi dari negara-negara lain. Sebagai negara agraris, kita sudah sejak lama menyimpan kekayaan akan kopi.

Belakangan dunia perkopian sepertinya sedang mengalami bulan madu setelah munculnya kopi luwak dari Indonesia. Berbeda dengan jenis kopi lainnya, kopi luwak adalah biji kopi yang didapat setelah dimakan hewan luwak, dan olahan kopi dari kotoran hewan luwak itulah yang kemudian menjadi kopi dengan rasa yang unik. Bisa jadi keunikan rasa kopi luwak terjadi akibat percampuran biji kopi dengan kotoran luwak.

Mestinya demam akan kopi luwak dijadikan Indonesia sebagai entry point mengenalkan lebih luas potensi kopi kita kepada dunia. Promo besar-besaran harusnya dilakukan pemerintah dan dunia swasta untuk mendukung keberadaan Kopi Luwak. Di tiap acara-acara penting harusnya disediakan pula kopi luwak sebagai kopi lokal berkualitas.

Promosi yang dilakukan terus-menerus secara berkelanjutan pastinya akan berbuah makin dikenalnya kopi asal Indonesia. Dan ini bisa menjadi penggerak roda perekonomian serta memicu banyak industri kecil dan menengah berbasis kopi.

Jika upaya menduniakan kopi luwak berhasil, nantinya kita bakal memiliki kopi dengan citarasa unik dan berstandar internasional. Dan bukan tak mungkin jika nantinya secangkir kopi yang diminum di gerai kopi internasional adalah kopi asal Indonesia. Dan kebanggan nasional tidak hanya datang dari bidang olahraga maupun seni saja, tapi bisa melalui secangkir kopi. Dan kopi bisa dijadikan duta diplomasi antar bangsa.

(@syai-fuddin) #5 #10DaysforASEAN

464 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: