Perhimpunan Bangsa-bangsa se-Asia Tenggara atau ASEAN memiliki posisi terhormat bagi Indonesia dan juga rakyatnya. Sebagai salah satu pendiri ASEAN, Indonesia paling berkepentingan terhadap kemajuan organisasi yang tahun ini berulang tahun ke-46.

Mengapa Indonesia sangat berkepentingan dengan Asean? Salah satu alasannya adalah karena letak geografis Indonesia yang berada diantara dua benua, Asia dan Australia.Indonesia bisa dijadikan penyeimbang kekuatan barat (Australia) dengan kekuatan politik China yang bersebelahan dengan Asean.

Karenanya, bagi Indonesia stabilitas keamanan dan politik di kawasan Asia Tenggara akan menguntungkan kondisi dalam negeri. Begitu pula sebaliknya. Jika Indonesia dalam kondisi stabil secara politik dan keamanan, maka negara di semenanjung Asia Tenggara akan terkena dampak positif stabilitas pula. Inilah yang dinamakan hubungan simbiosis mutualisma.

Begitu juga sebaliknya, jika kawasan Asia Tenggara ‘membara’, otomatis akan berdampak secara langsung pada situasi keamanan dan suhu politik dalam negeri Indonesia. Sementara bagi negara lain di kawasan Asean, Indonesia bak bodyguard, yang bisa melindungi mereka dari kemungkinan negatif adanya serangan militer dari kawasan selatan Asia Tenggara.

Sebagai negara yang memiliki luas area terbesar dibandingkan negara-negara anggota Asean lainnya, tak mengherankan jika Indonesia dipilih sebagai homebase ASEAN. Kantor sekretariat ASEAN berdiri megah di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta. Keberadaan Sekretariat Asean ini bukan sekedar gagah-gagahan, karena ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia dipandang mampu bertindak sebagai leader (pemimpin) negara-negara anggota Asean.

Kabarnya komplek sekretariat Asean nantinya bakal diperluas, mirip konsep sekretariat PBB di New York. Lahan bekas kantor walikota Jakarta Selatan yang berdampingan dengan gedung sekretariat Asean sedang disiapkan sebagai lokasi perluasan. Konon, gedung markas Asean itu nantinya akan menampilkan wajah keberagaman Asean.

Beragam acara bernuansa politik maupun seni budaya bisa ditampilkan di sekretariat ASEAN untuk menggugah warga manca negara agar makin mengenal sosok Asean.

Jika gedung sekretariat Asean nantinya usai direnovasi, maka hal itu makin menguatkan posisi Indonesia sebagai negara yang paling pas sebagai leader Asean. Dan Jakarta bisa menjelma sebagai ibukota Asean.

Apa yang harus disiapkan Indonesia sebagai Kota Diplomasi Asean? Selain bangunan fisik berupa perluasan sekretariat Asean, secara diplomasi Indonesia pun mesti bebenah. Kemampuan berdiplomasi para diplomat kita mesti terus ditingkatkan. Diplomat kita mesti berada di garis terdepan, mengambil banyak inisiatif jika terjadi sebuah krisis yang berpotensi merugikan Asean sebagai komunitas bersama.

Misalnya, jika muncul kasus penyiksaan TKI di negara Asean, para diplomat kita mesti cepat mendeteksi dan melakukan upaya diplomatik yang diperlukan bagi perlindungan TKI di luar negeri. Jangan sampai para TKI merasa berjalan sendirian, tanpa adanya perlindungan dan pendampingan yang memadai.

Para diplomat juga diharapkan melakukan kegiatan diplomatik yang efektif sehingga sebuah kasus tidak melebar dan keburu dipolitisir kalangan tertentu.

Tidak mudah memang jadi penghubung negara-negara anggota Asean yang memiliki kemauan dan kepentingan masing-masing. Justru disitulah tugas Indonesia menjembatani aneka ragam kepentingan menjadi kepentingan bersama, kepentingan Asean. Spirit kebersamaan sebagai anggota Asean mesti bisa ditumbuhkan oleh Indonesia dan dibagikan kepada semua anggota Asean.

One Community, One Asean….

@syai_fuddin
#10daysforAsean

493 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini