Singapore Girls (sumber: siapremiumeconomy.com)

Maskapai Singapore Airlines baru-baru ini melaunching kelas baru untuk beberapa rute penerbangannya. Kelas ini berbeda dari kelas yang pernah ada, namanya kelas Ekonomi Premium. Jika selama ini pengguna jasa penerbangan hanya disodori pilihan 2 kelas saja, yakni kelas Ekonomi dan kelas Bisnis, maka kini ada tawaran baru yang menarik.

Menurut pihak agency yang merilis fasilitas baru Singapore Airlines, para pelanggan yang melakukan perjalanan dengan kelas Ekonomi Premium Baru akan dapat menikmati berbagai penawaran dalam kabin (in-flight) termasuk Premium Economy Book the Cook service, sampanye, dan pilihan wine terbaik, edisi koleksi peralatan pribadi yang didesain khusus dan sistem hiburan dalam pesawat  tercanggih di dunia.

Menu di Kelas Premium Economy SIA (sumber: siapremiumeconomy.com)

Sebagai tambahan untuk tiga menu utama dalam penerbangan, para pelanggan dapat memilih makanan mereka sebelum terbang dengan memilih menu, seperti Seafood Thermidor, Ayam Panggang dalam Saus Krim Bawang, Rosemary Beef Brisket, hingga Ayam Panggang dengan Nasi.

Para pelanggan juga dapat mengkombinasikan makanan pilihan mereka dengan segelas sampanye Ernest Rapeneau Brut Prestige, yang tersedia pada seluruh penerbangan di semua rute yang menawarkan layanan Kelas Ekonomi Premium.

Kursi Kelas Premium Economy yang Nyaman (sumber: FB Singapore Airlines)

Kursi Kelas Premium Economy yang Nyaman (sumber: FB Singapore Airlines)

Yang menarik adalah kursinya. Kursi baru memiliki lebar 18,5 atau 19,5 inci, tergantung pada jenis pesawat, dengan 8 inci posisi direbahkan, Melihat tampilannya, sekilas lebih lega dari kursi kelas ekonomi biasa.

Untuk sajian hiburan, ditampilkan KrisWorld generasi terbaru, sistem hiburan dalam pesawat Singapore Airlines yang menggunakan perangkat keras (hardware) dari Panasonic Avionics. Konon ini merupakan sistem hiburan dalam pesawat paling canggih di dunia.

Para pelanggan yang bepergian dengan Kelas Premium Ekonomi juga akan mendapatkan satu peralatan-peralatan pribadi (amenity kit) yang eksklusif dan terbatas,  menampilkan motif SG50 dalam rangka merayakan ulang tahun Singapura yang ke-50.

Rute SIA dengan kelas Premium Economy di dalamnya

Rute SIA dengan kelas Premium Economy di dalamnya

Sayangnya untuk bisa mencicipi kelas Premium Economy ini belum ada rute penerbangan SIA yang berawal dari Jakarta. Untuk sementara hanya ada di rute tertentu.

Untuk tau lebih tentang kelas Premium Economy dari Singapore Airlines sila tengok situsnya langsung.

 

 

11351316_1062022710494000_3679250779155178830_n

Saya adalah traveller kambuhan. Sejak dulu jalan-jalan tanpa perencanaan apapun. Seringnya memang travelling sambil tugas liputan. Baru 3 tahun terakhir kegiatan travelling saya lebih terencana. Banyak sudah kota di Indonesia yang saya jejaki, tapi ada satu kota yang membuat penasaran, dan kota itu adalah Makassar. Kota di ujung selatan Pulau Sulawesi ini memang belum pernah saya jelajahi sekalipun. Padahal kota ini konon kondang akan kekayaan alam dan budaya. Apalagi meski belum pernah ke Makassar selama ini saya sudah akrab dengan produk kulinernya, seperti Sop Konro, Es Pisang Ijo, sampai kue Jalangkote. Sluurrppp…

Irwan, Orang Yang Ingin Saya Temui….

Selain soal keindahan kota, budaya dan kulinernya, ada alasan kuat mengapa saya ingin bertandang ke Makassar. Saya punya kawan lama, tepatnya kawan SD. Namanya Irwan, kami pernah satu SD di Jakarta. Sejak lulus SD di tahun 80-an, saya putus kontak dengannya. Padahal dulu saat masih kecil kami sering bermain bersama. Seringkali sepulang sekolah saya main ke rumahnya yang tak jauh dari sekolah kami di Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Setelah putus kontak sejak SD, tahun 2010-an saya kembali terhubung dengan sahabat saya itu lagi. Tapi belum kopi darat kita. Perjumpaan kami melalui perantara social network Facebook. Ya, dari FB lah saya bersilaturahmi kembali dengan kawan lama yang sudah menetap di Makassar, kota kelahirannya. Itulah mengapa saya sangat ingin sekali bertemu dengan sahabat saya ini, menyambung silaturahmi yang sempat putus puluhan tahun.

Yang Ingin Saya Lakukan Bersamanya

Ada beberapa hal yang saya bayangkan bakal saya lakukan bersama sahabat saya Irwan di Makassar. Melepas kangen dan bertukar cerita bisa kami laukan di tepian pantai Losari. Tentunya sambil mencicipi kuliner khas Makassar yang banyak ditemui di sini.

Saya juga penasaran hunting kuliner di Makassar bersama sahabat saya Irwan. Saya akan minta dia mengantar saya berkeliling kota mencicipi kelezatan Coto Makassar, sop saudara, es palu butung, pisang epe, atau es pisang hijau. Meski beberapa diantaranya sudah pernah saya coba di Jakarta, merasakan kuliner khas Makassar langsung di ‘pusat’nya tentu memiliki sensasi berbeda.

Selain itu saya juga ingin mengunjungi Taman Nasional Bantimurung di kabupaten Maros. Meski bukan di kota Makassar, taman nasional ini jadi salah satu destinasi yang wajib kunjung jika mengunjungi Sulawesi Selatan. Keindahan panorama dan koleksi kupu-kupunya membuat saya penasaran sejak lama.

Itinerary Perjalanan

Saya rencanakan kunjungan saya ke Makassar hari Jumat 12 Juni 2015 untuk menemui sahabat saya Irwan. Sengaja tanggal tersebut saya ambil karena kebetulan masa perkuliahan di kampus sudah selesai di awal bulan Juni. Untuk perjalanan dari Jakarta ke Makassar dan sebaliknya saya bakal menggunakan maskapai bertarif murah Citilink.

Mengapa Pilih Citilink?

Citilink adalah maskapai yang selama ini saya andalkan untuk menjelajah rute-rute terbaik di tanah air. Selain tarifnya terjangkau, pelayanannya pun selama ini selalu menyenangkan. Yang paling saya senang adalah waktu keberangkata dan kedatangan yang selalu On time. Bagi saya yang punya banyak aktivitas soal waktu adalah harta yang sangat berharga, kehilangan waktu berarti kehilangan banyak kesempatan.

Terakhir saya sempat berwisata bersama keluarga ke pulau Bali menggunakan Citilink. Dan kami sekeluarga merasa puas dengan layanan Citilink. Apalagi saat di pesawat kami kerap dibuat senyum-senyum gimana gitu..saat awak pesawat sebelum terbang maupun mendarat kerap melontarkan pantun yang lucu-lucu. Sungguh pengalaman menyenangkan yang tak tergantikan.

Berikut adalah screenshoot pemesanan tiket Citilink lewat mobile app Traveloka :

 

 

Screenshot_2015-05-25-20-14-40_20150525221818396

Screenshot_2015-05-25-20-13-37

 

Oiya, selain memesan tiket pesawat, melalui mobile app Traveloka saya juga memesan kamar hotel Red Planet untuk tinggal selama di Makassar.

 

Screenshot_2015-05-25-20-16-19

Screenshot_2015-05-25-20-17-39

 

Mengapa memilih hotel Red Planet? Karena ini merupakan chain hotel bintang tiga yang memiliki reputasi bagus di Makassar. Selain di sejumlah kota di Indonesia, jaringan hotel ini juga bisa dijumpai di Thailand dan Jepang. Apalagi dengan memesan melalui mobile App Traveloka, saya mendapatkan tarif terbaik yang cukup miring. Lumayan… lagi-lagi menghemat kantong.

Kesan Menggunakan App Traveloka

Memesan tiket pesawat maupun hotel menggunakan mobile app Traveloka ternyata cukup mudah. Dengan sekali sentuh semua proses bisa selesai dalam hitungan menit. Tak perlu repot membuka PC atau laptop di rumah atau kantor. Cukup menggunakan smartphone di genggaman, maka proses pemesanan pun selesai. Saran saya, segeralah install mobile app Traveloka di Smartphone-mu dan rasakan banyak kemudahan bertransaksi dan memesan tiket pesawat maupun hotel semudah membuat status di social media.

Mobile app Traveloka punya desain antarmuka yang simpel, dengan dominasi warna biru. Untuk melakukan pemesanan tiket pesawat maupun hotel sangat mudah. Semua tinggal disentuh dan ikuti petunjuk yang diberikan. Dijamin tak akan tersesat. Dan yang lebih penting, memesan tiket pesawat maupun kamar hotel melalui mobile app Traveloka dapat jaminan harga termurah. Gimana gak mengasyikkan, bisa travelling dengan tenang dan uang yang masih tersisa di kantong bisa digunakan untuk beli oleh-oleh.


20150414_061742
Judul Buku           : Meubel Preneur
Pengarang             : Manampin Girsang
Penerbit                 : Grasindo, Jakarta 2015
Jumlah Halaman : 174 hal.

Diharapkan menjadi PNS oleh orang tuanya, Pipin Girsang justru menemukan passion-nya sebagai pengusaha. Jalan berliku ia tempuh sebelum akhirnya sukses mengendalikan bisnis meubel berskala internasional.

Pipin Girsang, begitu Manampin Girsang, penulis buku Meubel Preneur ini biasa dipanggil. Ia tak pernah terpikirkan bakal bisa menjadi pengusaha besar, jauh dari cita-cita yang diharapkan sang ayah yang ingin dirinya menjadi pegawai negeri sipil di PT.PLN. Pipin yang putra asli Berastagi Sumatera Utara, sempat ingin mewujudkan mimpi sang ayah sebagai pegawai PLN dengan berkuliah di Politeknik Universitas Indonesia jurusan teknik Elektro.

Karena merasa ‘dunianya’ bukan di situ, ia hanya berkuliah selama 2 tahun dan memilih ‘kabur’ ke pulau dewata, Bali. Berkat kemampuan berbahasa Inggris di Bali Pipin sempat menjadi guide (pemandu wisata). Kaburnya Pipin ke pulau Bali justru menjadi titik balik hidupnya. Ia mencoba berbisnis bikini dan kemudian dikenalkan pada bisnis meubel oleh seorang bule.

Buku ini bukanlah sebuah buku bisnis yang njelimet. Penulis tidak menggunakan teori-teori bisnis dan manajemen yang rumit. Ia menuangkan panduan berbisnis meubel dengan caranya sendiri. Penulis menggiring pembacanya hanyut dengan teori bisnis yang didapatnya langsung di lapangan.

Buku ini juga bukan buku yang menceritakan tentang cerita keberhasilan Pipin dalam membesarkan usahanya saja. Jatuh bangunnya Pipin dalam bisnis, cara ia keluar dari krisis, bagaimana menghadapi rekanan bisnis yang nakal, hingga caranya memaintain bisnis secara online semuanya dipaparkan penulis.

Buku ini cocok dibaca bagi para pebisnis pemula, apapun bidang bisnisnya. Karena didalamnya dipaparkan tips dan trik bisnis yang dihadapi penulis secara gamblang. Dan bagi mereka yang memiliki passion di bidang furniture buku ini wajib anda baca. Sebab di buku ini penulis juga memaparkan beragam rahasia bisnisnya sehingga usaha meubel yang ditekuni mampu bertahan lebih dari 20 tahun.

Kehadiran buku ini menurut saya cukup penting, setidaknya bakal melengkapi referensi bisnis yang selama ini sudah ada. Selama ini buku mengenai bisnis furniture masih jarang didapatkan di pasaran. Padahal usaha furniture cukup prospektif dengan pasar yang masih cukup terbuka lebar. Apalagi perlu dicatat, Indonesia adalah negeri penghasil kayu cukup besar di dunia.

Meski secara konten cukup bagus, namun jika boleh mengkritik ada beberapa hal yang mengganggu di buku ini. Editor sepertinya kurang cermat memeriksa tulisan di tahap akhir. Beberapa typho penulisan cukup mengganggu kenikmatan membaca. Mungkin dalam penerbitan berikutnya bisa diperbaiki.

Berkunjung ke ibukota Jakarta tak lengkap rasanya jika tidak berwisata ke gugusan kepulauan seribu. Namun jika anda tak cukup punya banyak waktu, mengunjungi pulau Bidadari adalah tawaran yang menarik. Ada paket One Day Trip yang cocok bagi para traveller yang hanya memiliki waktu terbatas. Seperti yang saya lakukan bareng kawan-kawan Vlogger hari Kamis (16/4) lalu atas Read More →

Saat negara berada dalam kondisi chaos, di mana peran Presiden? Apakah Presiden sebagai pemegang kendali pemerintahan adalah satu-satunya pihak yang memutuskan ? Bagaimana dengan peran ‘tangan-tangan di luar pemerintahan?’ Adakah ia menentukan ‘warna’ pemerintahan? Ataukah ia adalah “Presiden” sebenarnya? Pertanyaan bernada gugatan semacam ini bisa ditemukan dalam film terbaru karya sutradara kenamaan Hanung Bramantyo dan Read More →

Judul Buku : The Art of Communication : Menjadi Pribadi yang Hebat dengan Kemampuan Komunikasi Pengarang : Muchlis Anwar Penerbut : Bestari, Jakarta 2014 Bicara di depan publik sepintas menjadi kegiatan yang mudah. Tinggal bicara bla..bla..bla.. selesai. Tapi siapa sangka kegiatan cuap-cuap di depan umum kerap menimbulkan persoalan bagi mereka yang tidak terbiasa. Seorang rekan Read More →

  Kopi ku kental..Musikku mantap… Itu adalah sepenggal syair jingle iklan sebuah produk kopi yang pernah dibawakan oleh penyanyi Gito Rollies (alm), belasan tahun silam hingga kini masih menempel di benak saya. Belakangan syair ini kerap dijadikan gimmick di tayangan Ini Talkshow di NET tv. Mang Saswi selalu menyanyikan ini tiap kali hendak menyeruput kopi Read More →

Public Speaking itu penting. Seni berbicara di depan publik tidak bisa dianggap remeh. Apa yang kita bicarakan di depan umum merupakan gambaran siapa diri kita sesungguhnya. Karenanya, bicara di depan umum tidak bisa ‘asal’, ada trik dan caranya tersendiri. Setidaknya itu yang coba ditularkan oleh Muchlish Anwar dan Rulli Nasrullah dalam BRIDiscuss sesi pertama, yang Read More →

Memilih tempat menginap bagi keluarga tak mudah. Sejumlah persyaratan mesti dipenuhi. Mulai dari kenyamanan, hingga mudahnya akses menuju tempat wisata. Hal itu pula yang terjadi saat membawa keluarga menginap di hotel Le Grandeur, Mangga Dua Jakarta. Anak-anak mengira hotel yang kami kunjungi hotel budjet, yang kamarnya sempit dan minimalis. Kesan itu pupus begitu tiba di hotel. Lobbynya Read More →

Post Navigation