Belanja Zonder Antri di Elevenia

eleveniaLebaran sudah dekat, THR pun sudah ditangan. Apa yang biasa anda lakukan jika berhadapan dengan situasi semacam ini? Ada banyak cara. Kalau yang old fashioned pastilah jalan ke pusat belanja, menuh-menuhin Mal, belanja dari pagi sampai malam. Bahkan tengah malam yang mestinya dipakai untuk tidur dibela-belain digunakan untuk shopping. MidNight Sale memang sedang jadi gaya. Kabarnya di situ banyak diskon gila yang bisa kita dapat.

Kalau saya seumur-umur gak tertarik dengan iming-iming shopping di luar kewajaran kayak gitu. Coba saja dikaji dari berbagai sisi, apa kelebihan Midnight Sale dibandingkan belanja cara lainnya? Dempet-dempetan untuk hanya mendapatkan selembar celana jeans, atau malah ada yang sampai rebutan bantal kursi dengan pembeli lain. Gak masuk akal. Harganya murah? Gak juga kok. Konon, harga di midnight sale sudah dinaikkan terlebih dulu sebelum diberikan diskon. Atau ada pusat belanja yang sengaja menggelar midnight sale karena mau menghabiskan stok di gudang.

Zaman sudah berubah bro. Era teknologi informasi sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari, tapi cara berbelanja kita masih seperti jaman dulu. Kalau saya terlalu sayang melewatkan malam-malam shalat tarawih hanya demi antrian di pusat belanja. Mengapa gak coba cara belanja yang lebih cerdas menggunakan teknologi informasi.

Di dunia maya situs belanja online banyak bertebaran. Jika waktu adalah masalah anda mengapa tidak mencoba salah satu online shopping sebagai tempat belanja keperluan Lebaran anda. Salah satu yang bisa jadi referensi adalah Elevenia. Elevenia adalah produk dari PT XL Planet yang merupakan kerjasama antara PT XL Axiata, Tbk. dengan SK Planet Co dari Korea Selatan. SK Planet adalah salah satu perusahaan layanan digital dan pemilik dari
brand e-commerce terbesar di Korea Selatan, 11st.co.kr. Jadi soal rekam jejak, Elevenia bisa diadu karena dikelola secara profesional.

Mengapa harus di Elevenia? Apa benefit yang kita dapat jika belanja di sini?

Situs online shopping Elevenia memberikan penawaran beragam produk menarik mulai dari fashion, gadget, beauty, babies, garden, electronika, hingga otomotif. Bagi kamu yang membutuhkan gadget baru, Elevenia memberikan pilihan beragam dari semua merk terkenal. Bila belanja hingga diatas satu juta rupiah akan bisa mencicipi fasilitas cicilan nol persen.

Untuk keperluan asesories mobil pun ada di sini sehingga mobil anda bisa tampil cling di saat Lebaran nanti. Sementara bagi yang butuh helm untuk mudik dengan motor, jangan lewatkan penawaran helm dengan harga istimewa, diskon hingga 50%.

Buat yang ingin mempercantik rumah di hari Raya dan butuh lampu dinding solar power, nikmati harga khusus dengan diskon 15%.

Bagaimana dengan metode pembayarannyanya? Metode pembayaran di Elevenia ada beragam cara. Anda bisa memilih yang paling tepat, mulai dari transfer bank, ATM, pembayaran instan, XL tunai, ataupun kartu kredit.

Untuk pengiriman barang, selama lebaran ada gratis ongkos kirim dari dan kemana saja.

Soal belanja memang pilihan ada di tangan anda. Mau berdesak-desakan di pasar atau mal yang menghabiskan semua waktu anda? Kalau saya lebih memilih menghabiskan waktu berharga saya untuk hal lain yang lebih produktif. Dan belanja online seperti ini adalah cara cerdas menghargai waktu. Hanya butuh waktu beberapa menit, dan semua anggota keluarga mendapat pilihan kebutuhannya yang sesuai.

Benar kata slogannya, Elevenia memang surga belanja online. Karena hanya sekali klik semua kebutuhan Lebaran anda sekeluarga bisa terpenuhi.

Mudik Lebih Asyik Dengan EFO

20140703_191653Mudik bagi orang Indonesia bak sebuah ibadah wajib yang menyertai perayaan Lebaran Iedul Fitri. Kurang afdol rasanya merayakan Lebaran di tanah rantau. Sebab bagi sebagian kita Lebaran adalah saat berkumpulnya sanak saudara di kampung halaman. Mereka yang sekian tahun tak pernah jumpa biasanya menyempatkan diri bersilaturahmi Lebaran, bukan hanya bermaafan, namun juga saling berbagi kabar.

Ibarat kata, selama masih ada umur, mudik menjadi kegiatan budaya yang hukumnya wajib bagi yang mampu secara ekonomi. Kita akan rela mengumpulkan uang seperak dua perak selama setahun demi menjejak tanah kelahiran.

Dan saya termasuk yang kerap merasakan kerepotan menyiapkan mudik ke kampung halaman di Kediri dan Nganjuk, Jawa Timur. Tapi kerepotan yang ini mengasyikkan. Bagi saya sekeluarga mudik harus dijadikan perjalanan liburan yang menyenangkan.

Karena kampung saya dan istri, letaknya jauh dari bandara, mudik bagi kami adalah sebuah perjalanan yang harus dilalui lewat jalan darat. Dengan berkendara mobil saya dan anak istri bisa mendapatkan banyak hal baru selama perjalanan. Mulai dari pertemuan denganb budaya yang berbeda, wisata kuliner, hingga pengalaman unik nan lucu yang selalu kami dapatkan sepanjang perjalanan.

Melakukan perjalanan darat lebih dari 12 jam sehari (bahkan kami pernah mudik hingga 24 jam lantaran macet total) tentu membutuhkan persiapan tak mudah. Apa saja yang mesti disiapkan agar sepanjang perjalanan kita semua happy? Saya akan bagikan tips mudik yang asyik ke dalam dua bagian besar teknis dan non teknis.

Cek Kesiapan Kendaraan

Menyiapkan kendaraan artinya melakukan pengecekan secara seksama mulai dari kondisi ban beserta tekanan anginnya hingga performa mesin. Cek juga bagaimana kondisi Oli, saringan udara, katup mesin, hingga sistem pendingin.

Pengecekan ini penting sebab berkendara jarak jauh tanpa memperhitungkan performa kendaraan akan menyebabkan gangguan jika ada persoalan dengan mobil di perjalanan. Gangguan di perjalanan menyebabkan perjalanan mudik anda tidak nyaman. Alih-alih senang-senang sepanjang perjalanan, gangguan pada mobil akan membuat perjalanan menjadi menyebalkan bagi semua anggota keluarga.

Ini penampakan EFO sebelum dipasang

Ini dia EFO sebelum dipasang (foto: koleksi pribadi)

Ini dia EFO sebelum dipasang (foto: koleksi pribadi)

Saran saya, sebelum melakukan perjalanan jauh, bawalah kendaraan anda terlebih dahulu untuk dilakukan pengecekan dan servis di bengkel terpercaya. Mengapa saya tekankan bengkel terpercaya? Karena mereka melakukan pengecekan secara menyeluruh dan biasanya menggunakan komputer yang bisa mendeteksi masalah kendaraan secara presisi.

Jika persoalan kendaraan anda ada pada ‘power’nya, mungkin sudah saatnya anda menggunakan alat tambahan peningkat power kendaraan. Dipasaran kini bisa ditemui sebuah alat yang bisa meningkatkan kekuatan pacu kendaraan. Namanya EFO alias Engine Fuel Air Optimizer. EFO adalah sebuah alat untuk meningkatkan kualitas udara yang dibutuhkan oleh mesin kendaraan, dapat menghasilkan udara yang membuat mesin bekerja lebih sempurna/efisien karena pembakaran lebih baik.

EFO, produk andalan ramah lingkungan (foto: koleksi pribadi)

EFO, produk andalan ramah lingkungan (foto: koleksi pribadi)


EFO hanya diisi AIR BERSIH yang akan menjadi reaktan dalam reaksi pembakaran sehingga akan menghasilkan tenaga yang lebih besar, serasa memakai bensin beroktan lebih tinggi.

Pekan lalu saya memenuhi undangan seorang kawan yang merupakan perkenalan pertama saya pada EFO. Oo.. seperti itu tho penampakan aslinya. Alat ini sepintas terlihat seperti botol minuman yang biasa saya bawa ngantor. ternyata pemasangannya cukup mudah. Hanya butuh waktu belasan menit bagi teknisi memasang EFO di mobil Xenia 1300 cc saya. EFO sangat mudah dipasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar bensin mobil maupun motor. EFO dipasang tanpa mengubah setting apapun maupun konstruksi mesin.

Prinsip dasarnya, EFO bekerja mengoptimalkan kualitas dan nutrisi udara masuk dengan air mineral yang diolah dalam tabung reaktor mini. Sehingga pembakaran bisa disempurnakan. Efek dari pembakaran yang lebih optimal langsung terasa.

Proses pemasangan EFO mudah, bahkan untuk mobil tertentu hanya butuh waktu 4 menit saja.

Proses pemasangan EFO di mobil saya (foto: koleksi pribadi)

Proses pemasangan EFO di mobil saya (foto: koleksi pribadi)

Apa yang terjadi dan saya rasakan setelah mobil dipasangi EFO? Karena saya tak terlalu paham persoalan teknis kendaraan, yang paling berasa setelah dipasangi EFO mobil saya bisa lari lebih kencang. Usai dipasangi EFO, mobil saya bawa membelah malam melalui tol JORR dan Jagorawi. Kondisi tol yang ramai lancar membuat saya bisa melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.

Entah kenapa, mobil saya berasa lebih ‘ngacir’. Saya merasakan mobil jadi lebih enteng tarikannya. Suara mesin mobilpun terdengar lebih halus.

EFO, Memberi Jaminan Uang Kembali

Menurut GM EFO Indonesia, Lewi Bernat, EFO adalah produk yang dikembangkan pihaknya sejak tahun 2009. “Selama kurun waktu itu kami terus melakukan berbagai percobaan dan penyempurnaan produk. Hingga kini lebih dari 2 ribu kendaraan sudah dipasangi EFO,” ujarnya.

Lewi Bernat (GM Efo Indonesia) dan produk andalannya (Foto: koleksi pribadi)

Lewi Bernat (GM Efo Indonesia) dan produk andalannya (Foto: koleksi pribadi)


Bahkan kini EFO sudah dipatenkan, artinya produk ini sudah dijamin kelayakan dan kegunaannya. “Butuh waktu cukup lama sebelum EFO mendapatkan nomer paten,” tambah Lewi.

Menurut Lewi, produk ini selain meningkatkan performa kendaraan juga membantu mengurangi Emisi Gas Buang hingga 20 persen dari penyempurnaan pembakaran. Buntutnya, akan memperpanjang umur mesin dan membuat busi lebih bersih. Bonusnya, EFO akan membantu menghemat BBM sekitar 10%-35% untuk mobil dan motor hingga 40%. Wow!

Saat ini ada beberapa jenis EFO yang telah diproduksi, yakni untuk kendaraan beroktan hingga 2000 cc, di atas 2000 CC, serta untuk sepeda motor. Untuk semua produk tersebut, pihak EFO Indonesia menjamin jika setelah dipasang konsumen merasa tidak puas, maka pihak EFO Indonesia menggaransi dengan mengembalikan uang yang telah anda keluarkan.

Nah bagi anda yang hendak mudik jarak jauh, coba gunakan EFO di mobil yang anda kendarai. Rasakan bedanya sebelum dan setelah menggunakan alat ini. Dengan menggunakan EFO berarti anda juga telah menyumbang kebersihan lingkungan dan penghematan BBM. Laguipula memasang EFO tidak ada ruginya kok, karena EFO menjamin garansi uang kembali. Nah!

Lomba Blog Daihatsu Terios 7 wonders

a1Daihatsu dan Vivalog kembali bikin hajatan menarik, lomba Blog terios 7 wonders Amazing Celebes Heritage. Blogger cukup membuat review 2 event 7 wonders yang pernah digelar Daihatsu yakni 7 Wonders Coffee Suamtera atau 7 wonders Hidden Paradise.

Review bisa dibuat dari salah satu event tersebut. Misalnya review event Coffee Sumatera dengan mengambil satu term perjalanan, atau mereview semua perjalanannya. Atau bisa pula mereview 7 wonders Hidden Paradise.

Yang menarik hadiahnya, jalan-jalan ke Sulawesi bareng Daihatsu Terios di bulan Oktober. Lebih lengkap baca di sini –> http://log.viva.co.id/landing/daihatsu_amazing

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Belajar ilmu alam atau yang dikenal sebagai sains menurut sebagian orang susah-susah gampang. Banyak istilah asing yang mesti diingat dan umumnya istilah tersebut rumit untuk dicerna. Dan sebagian besar orang beranggapan belajar itu ya di bangku sekolahan, duduk manis di ruang kelas, dengarkan semua petuah bapak-ibu guru.

Tapi itu paradigma lama mengenai belajar. Ingin tahu bagaimana “cara” belajar yang lain? Coba luangkan waktu anda untuk menonton tayangan AKB48 Ne Mousu TV di channel WAKUWAKU Japan. Jangan berasumsi terlebih dulu. Ah, apa menariknya melihat anggota girls band Jepang dalam sebuah reality show? Paling-paling kita akan disuguhkan adegan-adegan konyol, tangisan ataupun lelucon yang garing.

Salah, jika anda beranggapan demikian. Pekan lalu (21/5) saya sempat menyaksikan satu episode tayangan ini dan anggapan saya tentang girls band ini tidak selamanya benar. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menarik, yang tidak sekedar menjual keartisannya dalam tayangan ini. Mereka tidak tampil sok kece atau sok bisa menyanyi agar cap sebagai anggota girls band top tetap melekat pada nama mereka.

Episode ini menceritakan dua kelompok girls band AKB48 yang diberi tantangan untuk mengikuti ujian serangga. Ini adalah semacam tantangan bagi kedua kelompok untuk melakukan pengamatan beragam serangga. Tidak hanya di kelas atau laboratorium, namun juga ke habitat asli serangga di sawah atau ladang.

Tim Kasai misalnya, diberikan daftar tugas untuk mengamati serangga tertentu. Mereka harus bisa mengidentifikasi di mana tempat serangga tersebut berkumpul.

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)


Tim ini diberi tugas menangkap kumbang dengan menjebaknya menggunakan buah-buahan. Setelah itu mereka harus mengidentifikasi jenis kelamin serangga. Sulit? Tentunya. Namun tim ini didampingi seorang guru yang menjelaskan secara gamblang mengenai serangga dari sisi ilmu. Dijamin mereka tak akan tersesat.

Di tempat terpisah, Tim lainnya yakni Kashiwagi dapat tugas berbeda. Mereka mesti mencari capung di persawahan. Sebuah tugas yang cukup sulit bagi personil AKB48 yang terbiasa tinggal di perkotaan. Namun berkat pendampingan dari guru, mereka yang semula takut terhadap capung, lama kelamaan berani memegang dan mengambil fotonya. Di sini mereka juga diminta mengamati proses tumbuh kembang larva capung.

Tim yang sama juga diajak ke danau untuk diajari mendeteksi serangga dari baunya. Sebelum terjun langsung ke danau, mereka dibekali teori singkat dari para pendamping.

Teater dan Ujian Serangga

Setelah tantangan masing-masing kelompok selesai, kedua kelompok pun dipertemukan. Kali ini mereka diminta mendeskripsikan seperti apa serangga yang mereka dapatkan melalui peragaan olah tubuh. Segmen ini diberi nama pertunjukan teater serangga. Di sini aneka gaya personel AKB48 membuat penonton tersenyum.

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)


Dengan segala cara mereka berperan seolah sebagai serangga. Ada yang memonyongkan mulutnya demi terlihat mirip dengan wajah kumbang. Ada pula yang sampai jungkir balik menirukan gaya capung. Mereka tak terlihat jaga image alias jaim. Mereka melakukan semua tantangan dengan natural.

Dan yang paling menarik dari tayangan ini ada di bagian ending. Kedua kelompok kemudian masuk kelas lagi dan menghadapi ujian serangga. Mereka diuji dengan pertanyaan tentang serangga yang mereka pelajari langsung di habitat hidupnya. Pertanyaannya tak sulit, mereka hanya diminta mengidentifikasi kelamin serangga, menggambar larva dan tubuh serangga.

Dari hasil tes menunjukkan 3 dari 6 orang personil AKB48 dinyatakan lulus karena memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi dibandingkan yang lain.

Good Concept, Good Presentation

Secara keseluruhan tayangan ini merupakan program acara yang mendidik. Saya acungkan jempol bagi konseptor acaranya. Mereka tidak membuat personil AKB48 sebagai pribadi yang istimewa dalam tayangan ini. Mereka hanya mewakili anak muda Jepang yang memiliki rasa ingin tahu untuk belajar mengenai serangga.

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)


Inilah bedanya tayangan reality show di negeri kita dengan di Jepang. Di sini kita kerap mengekploitir kengerian, kejijikan orang terhadap hewan dengan mengatasnamakan pada raihan rating/share. Sebaliknya, tayangan ini mencoba menampilkan sisi lain dari selebriti yang juga mempunyai hasrat besar untuk tetap belajar kehidupan.

Para personil AKB48 berakting seperti apa adanya, natural dan tidak dilebih-lebihkan. Tayangan ini menurut saya sarat akan edukasi dan memberikan pengetahuan populer bagi penonton yang awam. Lewat tayangan ini bolehlah saya katakan jika personil AKB48 memang aduhai…otaknya.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[7]

Mengunjungi Google Indonesia

Google Indonesia (foto: koleksi pribadi)

Google Indonesia (foto: koleksi pribadi)

Google adalah perusahaan IT ternama di dunia. Meski baru didirikan tahun 1998 namun pengaruh Google bagi dunia memesona banyak kalangan. Tidak terkecuali kami blogger anggota Blogger Reporter Indonesia (BRID) yang sabtu lalu (24/5) diundang Google Indonesia untuk berkunjung ke markas mereka di kawasan Senayan Jakarta Selatan.

Sejumlah blogger mengaku antusias mengunjungi kantor Google. Bayangan kantor seperti GooglePlex di MountainView, California, Amerika Serikat yang tersohor itu menari-nari di benak kami.

Untuk masuk dan berkunjung ke Google tidak bisa sembarangan. Mereka hanya memberi kesempatan di hari-hari tertentu saat aktivitas kantor tidak terlalu padat. Dan BRID termasuk beruntung karena bisa berkunjung saat akhir pekan, di saat sebagian besar kami libur dari aktivitas kantor. Sebelum ini sejumlah komunitas diundang di malam hari selepas jam kantor.

Di Google, kami disambut Eunike Kartini, seorang pegawai Google yang bertanggung jawab mengurusi komunitas. Kebetulan Keke –panggilan Eunike– sudah dikenal beberapa dari kami.

Suasana nyaman sudah terasa sejak masuk di area resepsionis. Ruang ini langsung menjadi spot paling populer bagi pengunjung, karena ini area terbuka yang boleh digunakan untuk berfoto-foto.

Presentasi dari Google

Paparan selamat datang disampaikan Keke dari Google di ruang bernama Alun-alun. Oya sekedar informasi saja, ruangan di kantor Google sengaja dinamai dengan istilah yang sangat Indonesia. Seperti ruang Merdeka, Gudang Rejeki, Bung Karno, Gelora Asmara hingga Pangkalan Ojek. Semua ruangan itu adalah ruang meeting dengan berbagai ukuran dan peruntukan. Rada gak nyambung nama ruangnya, tapi Unik.

Inside Google disampaikan Keke (foto: koleksi pribadi)

Inside Google disampaikan Keke (foto: koleksi pribadi)


Di sesi awal, Keke memaparkan mengenai Google dengan filosofi dan pencapaiannya di dunia IT. Keke menjelaskan sejarah panjang Google yang didirikan duo Larry Page dan Sergey Brin di sebuah garasi. Keke juga menjelaskan apa saja yang sudah dibuat oleh Google hingga meraksasa seperti sekarang. Dari penjelasan Keke saya baru tahu dibalik kesuksesan banyak produk Google, ternyata ada juga produk-produk Google yang gagal di pasaran. Produk tersebut kemudian ditarik dari peredaran dan dikembangkan lagi.

Ke depan menurut Keke, Google masih akan membuat terobosan-terobosan di dunia Search Engine dan turunannya di bidang IT. Namun yang pasti semua produk yang dibuat Google selalu didasarkan pada filosofi memudahkan hidup manusia.

Paparan 2 tahun BRID

Sejak awal ditawari untuk berkunjung, pihak Google sudah mewanti-wanti kunjungan kami bukan sekedar ‘main’ tapi mesti ada aktivitas yang dilakukan di sini. Dan kami memilih memperkenalkan diri apa itu BRID kepada Google dan juga belajar SEO (Search Engine Optimation).

Saya didaulat teman-teman admin untuk mewakili memberikan presentasi singkat mengenai BRID. Paparan mengenai apa dan bagaimana organisasi BRID sejak didirikan hingga usianya 2 tahun. Agak aneh juga presentasi mengenai BRID di depan anggota sendiri. hihi…

Akhirnya saya batasi paparan lebih banyak pada pencapaian BRID membantu sejumlah pihak mengkomunikasikan ide, acara maupun kerja sama lainnya yang membuat BRID kini diakui keberadaannya. Saya juga paparkan bahwa di masa datang akan makin banyak kerja sama yang dilakukan oleh BRID dan bermanfaat bagi semua anggotanya.

Tidak lupa saya juga menyemangati anggota BRID untuk menunjukkan kinerja terbaiknya, karena BRID juga kerap memberi kesempatan anggotanya untuk membuat reportase ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Mulai dari Padang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Bali hingga ke Qatar.

Kuliah SEO yang “Mahal”

Paparan kedua mengenai Search Engine Optimation (SEO) dari admin BRID, Chandra Iman. Presentasi yang dilakukan Chandra dilakukan dengan cara unik. Dia minta akun blog kawan-kawan untuk dibedah secara langsung apakah blog mereka SEO friendly.

Chandra Iman in action (foto: koleksi pribadi)

Chandra Iman in action (foto: koleksi pribadi)


Paparan yang menarik karena Chandra tidak banyak mengungkap SEO dari sisi teknisnya yang lumayan rumit bagi saya. Chandra sengaja menjelaskan dengan mendekati apa kebutuhan para blogger.

‘Kuliah’ SEO dari Chandra mestinya dibuat dengan waktu khusus bagi anggota BRID. Paparan yang dilakukan di markas Google ID menurut saya kurang panjang lebar lantaran waktunya yang terbatas. Chandra sendiri menyatakan siap memberikan lanjutan kelas SEO nya di waktu mendatang.

“Tour de Google”

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah tur de Google, menjelajahi kantor Google. Kantor ini memang berbeda dari kantor yang saya kenal selama ini. Sebuah kantor yang biasanya penuh dengan meja kursi dengan kubikel yang membatasi gerak para pekerjanya.

Cozy spot @Google (foto: koleksi pribadi)

Cozy spot @Google (foto: koleksi pribadi)


Sementara di Google unsur kenyamanan pekerja jadi acuan utama. Sejak masuk di ruang reception kesan santai sangat terasa. Kantor ini menawarkan ruang-ruang berbeda yang bisa menstimuli daya kreasi. Misalnya soal penamaan ruang yang tak biasa. Kemudian juga penyusunan sofa tempat menerima tamu yang disetting sangat cozy.
Mari glosoran sambil bekerja (foto: koleksi pribadi)

Mari glosoran sambil bekerja (foto: koleksi pribadi)


Untuk ruang kerja memang tak jauh berbeda dari ruang kerja perusahaan pada umumnya, kubikel masih ada. Tapi tidak ada pemisahan tegas antar meja kerja sehingga kesan terbuka dan membaur sangat terasa. Oya di ruangan ini pengunjung juga diberikan kebebasan mencorat-coret tiang-tiang tembok dengan spidol. Kalau tak salah ada sekitar 5 tiang yang jadi korban aksi coret di sini. Sayangnya ruangan ini steril dari pengambilan foto. Google memang membatasi ruang-ruang yang boleh dan terlarang untuk diambil gambarnya. Alasannya? Hanya Google dan Tuhan yang tahu… hehehe….
Ada becak dan si Cepot di warung mbah Google (foto: koleksi pribadi)

Ada becak dan si Cepot di warung mbah Google (foto: koleksi pribadi)


Bergeser ke warung mbah Google, ini adalah pantry sekaligus cafe bagi karyawan. Di sini adalah tempat karyawan makan siang atau makan malam. Di ruangan ini di hari kerja karayawan bisa meminta makanan pada juru masak yang ada. Di sini pula karyawan bisa melepas lelah sambil merasakan aneka cemilan yang disediakan. Kebetulan kami sempat merasakan cemilan dan minuman yang tersaji di sini.

Meski bebas makan minum, namun ada satu ketentuan yang tak boleh dilanggar oleh karyawan Google yakni mereka mesti meletakkan semua piranti makan dan minum setelah digunakan di sebuah pojok. Haram hukumnya menggeletakkan piring maupun gelas sembarangan.

all BRID crew plus keke Google (foto: koleksi Maria Sitinjak)

all BRID crew plus keke Google (foto: koleksi Maria Sitinjak)


Oiya ada yang menarik di warung mbah Google, selain berisi makanan lokal dan internasional, ternyata di sini juga disediakan pula kerupuk yang biasa kita temukan di warung-warung kaki lima. Dua kaleng kerupuk dari jenis berbeda kabarnya selalu terisi penuh. Maklum bosnya Google konon penggemar makanan Indonesia..

Wakuwaku Japan : Indahnya Persaudaraan Jepang – Pulau Tsis

Keluarga James dan Hitoshi Berbelanja (Capturing image from WakuwakuJapan by Syaifuddin)

Keluarga James dan Hitoshi Berbelanja (Capturing image from WakuwakuJapan by Syaifuddin)

Ini adalah review program TV WAKUWAKU JAPAN “Discover the Life” yang menurut saya paling emosional. Dalam program yang ditayangkan 11 Mei 2014 tergambar pertemuan budaya yang sarat makna, di mana budaya maju yang diwakili Jepang bersentuhan dengan budaya tradisional yang masih dilakoni oleh warga pulau Tsis dari kepulauan Micronesia di Pasifik.

Keluarga James dari Pulau Tsis di Pasifik berkunjung ke Jepang. Mereka menginap di keluarga Hiroshi dan Chiemi.
Pasangan Hiroshi – Chiemi tinggal bersama 2 anak perempuan dan ibunya di Okonomiyaki. Sementara James membawa Felicia istrinya, serta 2 anak Jenny dan Jake.

Ini adalah kunjungan James sekeluarga yang pertama ke negeri Jepang, sebuah negara yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka di kepulauan Micronesia. Karenanya banyak sekali kelucuan dan benturan budaya yang mereka alami selama tinggal sepekan di Jepang.

Berkegiatan di Alam Bebas Bersama (Capturing by Syaifuddin)

Berkegiatan di Alam Bebas Bersama (Capturing image from Wakuwaku Japan by Syaifuddin)


Dalam program ini diceritakan tentang kecanggungan keluarga James saat berhadapan dengan budaya Jepang yang jauh lebih maju dari budaya tempat James berasal. Kepulauan tempat tinggal James sekeluarga sangat sederhana dan bersahaja. Hari-hari mereka dilalui dengan aktivitas di pantai. Jake putra James punya kegemaran memanjat pohon kelapa. Dan ini merupakan ketrampilan standar yang lazim dimiliki anak laki-laki di Pulau Tsis.

Berasal dari pulau yang sederhana juga ditunjukkan oleh James sekeluarga. Penampilan mereka sangat bersahaja. Felicia hanya mengenakan daster, sementara James mengenakan celana pendek dan bersandal jepit. Mereka memang berlibur tanpa membawa banyak bekal pakaian. Alhasil sempat terekam adegan lucu saat mereka diajak ke departemen store untuk membeli pakaian.

Mandi Bersama di Onsen (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

Mandi Bersama di Onsen (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Kelucuan lain adalah saat mereka naik kereta api. Bagi James sekeluarga, naik kereta api adalah pengalaman penting yang selama ini belum pernah mereka lakukan. Maklum di pulau tempat mereka tinggal tak ada fasilitas Kereta Api.

Meski memperlihatkan ‘kenorakan’ keluarga James, namun yang saya salut keuarga Hiroshi tak sekalipun menjadikannya lelucon. Bahkan mereka tetap respek pada tamunya. Mereka saling belajar budaya. James memperkenalkan beberapa kebiasaan di Pulau Tsis yang warganya umumnya ceria. Sebaliknya Hiroshi juga memperkenalkan berbagai kemajuan Jepang di bidang teknologi dan kehidupan dengan mengajak keluarga James travelling ke sejumlah tempat. Seperti ke Tokyo Skytree yang terkenal, menginap di Izu, melihat Mito Sea Paradise hingga mandi bareng di onsen. Pengalaman pertama yang mengesankan bagi James sekeluarga.

Dinner Meneguhkan Kebersamaan (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

Dinner Meneguhkan Kebersamaan (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Menurut saya moral tayangan ini ada pada sikap saling menghargai yang ditunjukkan kedua keluarga. Keluguan dan kelucuan keluarga James yang mewarnai tayangan ini bukanlah sebuah hal yang mesti ditertawakan apalagi dicemooh.

Sebaliknya, modernitas yang lebih dulu dinikmati keluarga Hitoshi bukan pula sebuah kesombongan yang mesti ditonjolkan secara berlebihan. Mereka saling memahami, saling mengisi dan menyayangi. Sebuah nilai-nilai luhur manusia yang mungkin sudah makin jarang didapati di era modern sekarang ini.

James - Felicia Memasak Makanan Tsis (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

James – Felicia Memasak Makanan Tsis (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Bagian terbaik dari tayangan ini ada pada hari terakhir kunjungan keluarga James di Jepang. Saat itu kedua keluarga sudah melebur menjadi keluarga baru. Keluarga Hitoshi memberika cindera mata berupa foto aktivitas kedua keluarga selama di Jepang. Dan perpisahan adalah hal yang sangat berat mereka lalui. Kedua keluarga menunjukkan sikap emosional yang kental.

James tenggelam Dalam Tangis haru (capturing image from Wakuwakujapan by syaifuddin)

James tenggelam Dalam Tangis haru (capturing image from Wakuwakujapan by syaifuddin)


Anak-anak keluarga Hoitoshi menangis tersedu-sedu, yang kemudian diikuti oleh sang ibu, Chiemi. Begitu pula seluruh anggota keluarga James larut dalam irama tangis yang senada. Semua anggota keluarga menangis, enggan dipisahkan satu sama lain. Namun perpisahan harus terjadi dan keluarga James mesti kembali ke tempat tinggalnya di Pulau Tsis.

Saat momen perpisahan ini berlangsung, ada satu hal yang mengejutkan tatkala keluarga James menyanyikan lagu “Nona Manis” dengan iringan ukulele. Rupanya lagu Nona Manis yang terkenal di Indonesia juga dikenal di negeri kepulauan Tsis. Betapa sempitnya dunia. Jangan-jangan James punya leluhur yang sama dengan kita di Indonesia.

Who knows???

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[6]

WAKUWAKU JAPAN : Mengenal Manusia dan Kehidupan Lewat Life

Kenzuka, dokter hewan akuarium (screenshot by Syaifuddin)

Kenzuka, dokter hewan akuarium (screenshot by Syaifuddin)

Bagi mereka yang senang dengan tayangan bernilai budaya, WAKUWAKU JAPAN memang tempat paling cocok dijadikan rujukan. Acara-acaranya memang berbeda dari sajian stasiun TV lokal maupun tv kabel dari negara barat. Selalu menghadirkan topik terpilih, memberikan inspirasi dan perenungan.

Salah satu acara yang sempat saya saksikan yaitu Life yang tayang tiap Senin malam pukul 21.30 WIB. Program bergenre Feature News ini menampilkan hal-hal unik, dengan gagasan sederhana dan cara bertutur yang natural. Biasanya program ini menampilkan kisah kehidupan di sejumlah kota bahkan sering juga di pedesaan di Jepang. Jepang yang dikenal maju secara ekonomi, maju secara teknologi, ternyata masih memiliki sisi lain yang manusiawi.

Kenzuka dan teman seprofesi (screenshoot by Syaifuddin)

Kenzuka dan teman seprofesi (screenshoot by Syaifuddin)


Di episode Life Senin (28/4) lalu misalnya, ditampilkan profil seorang dokter hewan. Bukan sembarang dokter hewan yang dibahas di sini. Dia adalah Kezuka, seorang dokter hewan muda yang memilih berkarier di akuarium taman laut. Selintas profesi ini sama dan sebangun dengan dokter-dokter lainnya. Namun jika dicermati profesi ini sangat berbeda.

Dokter Kenzuka dan Hewan Kesayangan (screenshoot by syaifuddin)

Dokter Kenzuka dan Hewan Kesayangan (screenshoot by syaifuddin)


Kezuka adalah dokter muda yang dengan sadar menancapkan cita-citanya sedari kecil sebagai dokter hewan di taman laut. Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran hewan selama 6 tahun, akhirnya Kezuka berhasil menjadi salah satu dokter di Taman Laut Suma di kota Kobe.

Meski berstatus sebagai dokter, namun bukan perkara mudah bagi Kezuka beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya tersebut. Ia tak hanya harus berhadapan dengan aneka persoalan pengelolaan hewan laut di tempat kerjanya, namun juga mesti belajar banyak hal yang selama ini hanya ditemukan di bangku kuliah.

Memantau lumba-lumba hamil (screenshoot by Syaifuddin)

Memantau lumba-lumba hamil (screenshoot by Syaifuddin)


Beruntungnya Kezuka, lingkungan Taman Laut Suma berisi orang-orang yang suportif, yang siap membantu jika Kezuka mengalami kesulitan saat bertugas. Misalnya saat harus memantau kondisi hewan lumba-lumba yang tengah hamil. Dari tayangan ini saya baru mengetahui ternyata proses pengecekan dan pemeriksaan hewan laut yang hamil sama dengan tindakan para dokter kandungan yang memeriksa wanita hamil. Selain memeriksa organ-organ tubuhnya, kondisi kandungan juga diperiksa menggunakan alat ultra sonografi (USG). Waw keren..

Lumba-lumba yang hamil usai diperiksa (screenshot by Syaifuddin)

Lumba-lumba yang hamil usai diperiksa (screenshot by Syaifuddin)


Kali lain diceritakan pula saat Kezuka menyambangi taman laut lain di luar kota Kobe. Kali ini Kezuka akan ikut melakukan operasi terhadap seekor kura-kura. Tim dokter yang bertugas mesti menyingkirkan 60 benjolan yang merupakan pembengkakan di sekujur tubuh kura-kura tersebut.

Pemeriksaan kondisi kura-kura pra operasi (screenshoot by Syaifuddin)

Pemeriksaan kondisi kura-kura pra operasi (screenshoot by Syaifuddin)


Bagi dokter senior operasi sejenis bukan perkara sulit. Lain bagi Kezuka yang belum sekalipun pernah melakukan operasi. Ia sempat cemas dan takut karena tak pernah berhadapan dengan kasus seperti itu. Namun lagi-lagi dukungan yang kuat diterima oleh Kezuka. Ia bisa menjadi salah satu anggota tim dokter yang melakukan operasi. Dan operasi pertama Kezuka pun berhasil, ia dan tim dokter berhasil menyingkirkan benjolan di tubuh kura-kura dengan sukses.

Tayangan Life di WAKUWAKU JAPAN ini memberikan pemahaman saya mengenai profesi yang tak biasa, yang selama ini jauh dari sorotan masyarakat. Profesi dokter hewan yang bertugas di sebuah taman laut mungkin tak banyak diketahui oleh masyarakat. Namun profesi ini jelas memberi kontribusi yang besar terhadap kelangsungan hidup koleksi hewan dan biota laut yang dimiliki sebuah taman laut. Tanpa kontribusinya, saya tak tahu apakah kehidupan di akuarium taman laut masih bisa dinikmati oleh pengunjung hingga hari ini.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[5]


Menggila Bola Bersama Indosat Hiperbola 888

HiperBola 888, Isi Pulsa Bisa Nonton Bola Langsung di Negerinya (sumber: website indosat.com)

HiperBola 888, Isi Pulsa Bisa Nonton Bola Langsung di Negerinya (sumber: website indosat.com)

Suka tak suka, sepakbola adalah cabang olahraga paling terkenal di seluruh jagad. Olahraga ini mempunyai penggemar fanatik jutaan orang. Karenanya, sepakbola selalu menempati posisi khusus di hati para penggemarnya. Dan penggemar olahraga yang satu ini juga menjadi kalangan yang kerap memperoleh kemudahan, bahkan terkesan dimanjakan.

Lihat saja dalam setahun sajian pertandingan liga sepakbola terbaik dari berbagai negara hadir hampir tiap hari melalui siaran tv. Liga sepakbola seperti Barclays Premier League (Liga Inggris), Liga Spanyol atau Liga seri A (Liga Italia) senantiasa dinanti pemirsa di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia. Bahkan klub-klub besar seperti Chelsea, Barcelona atau AC Milan punya penggemar yang lumayan fanatik di negeri ini.

Selain stasiun Tv yang menyajikan tayangan sepakbola, operator telekomunikasi seperti Indosat juga ikut memanjakan penggemar sepakbola dengan meluncurkan program Indosat HiperBola 888. Ini merupakan program spesial yang didedikasikan bagi penggemar olahraga sepakbola dalam meramaikan tahun 2014 sebagai tahun sepakbola.

Program Indosat Hiperbola ini bisa diikuti semua pelanggan Indosat prabayar maupun pasca bayar selama 3 bulan, sejak 15 April hingga 15 Juli 2014. Program HiperBOLA 888 adalah program yang memberikan GRATIS 8 Jam Nelpon sesama Indosat mulai 00.00 hingga pukul 08.00 WIB, GRATIS 8 Jam SMS sesama Indosat mulai 16.00 hingga pukul 24.00 WIB serta GRATIS 8 Jam Internetan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Pelanggan juga memiliki kesempatan untuk bisa menyaksikan pertandingan sepakbola langsung di ‘kandangnya’. Mereka bisa menyaksikan pertandingan tim Barcelona (Spanyol), Chelsea (Inggris), Paris St.Germain (Perancis) dan Brazil melalui mekanisme pengumpulan E-Kupon. Selain Liga sepakbola manca negara, pelanggan juga bisa menonton sepakbola Liga Indonesia secara langsung di kota Bandung dan Malang. Jadi, bagi bobotoh Persib dan Aremania bisa ikutan di program ini.

HiperBola merupakan suatu wadah layanan Bola untuk pelanggan setia Indosat, yang berisi layanan content yang bersifat infotainment, downloadable item, streaming yang kesemua ini dipersembahkan oleh INDOSAT khususnya bagi pencinta bola di seluruh INDONESIA.

Nonton Pertandingan Sepakbola dari Gadget

Satu layanan yang bakal cetar membahana dari INDOSAT adalah layanan Live streaming pertandingan Barclays Premier League (BPL). Pelanggan setia Indosat bisa menyaksikan pertandingan sepakbola langsung dari gadget pribadinya. Untuk mengakses layanan ini pelanggan cukup mengisi ulang pulsa mulai Rp.10.000 dan langsung mendapatkan keuntungan Gratis 8 Jam Nelpon, 8 Jam Internetan dan 8 Jam SMS-an setiap hari,serta mendapatkan E-Kupon. E-Kupon yang terkumpul akan diundi dalam 2 periode pengundian.

Hiperbola 888, Gratis 888 (sumber: websites www.indosat.com)

Hiperbola 888, Gratis 888 (sumber: websites www.indosat.com)

Pengundian pertama akan dilakukan 3 Juni 2014 dan periode kedua pada 22 Juli 2014. Khusus untuk mendapatkan kesempatan nonton bola langsung di Spanyol, Inggris, Perancis dan Brazil pelanggan harus mengumpulkan E-Kupon dari isi ulang mulai Rp.25.000.

Semakin banyak E-Kupon terkumpul yang berasal dari Isi Pulsa dan berlangganan paket data 10 Mb benefit konten HiperBola, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan tiket dan akomodasi nonton pertandingan Chelsea di Stamford Bridge-Inggris, Barcelona di Nou Camp – Spanyol, PSG di Paris-Perancis dan nonton bola langsung di Brazil. Tidak ketinggalan juga menyaksikan aksi pemain lokal di Liga Indonesia, yakni PERSIB di Bandung dan AREMA di Malang.



Sehari Mengajar Kelas Inspirasi Jakarta, Seumur Hidup Menginspirasi

Kelas Inspirasi SDN Pulogebang 13 Jaktim (foto: Felix)

Kelas Inspirasi SDN Pulogebang 13 Jaktim (foto: Felix)

Kamis lalu, 24 April 2014 saya kembali terlibat di Kelas Inspirasi. Jika setahun silam bergabung dengan KI Bekasi, kali ini saya ikut dengan KI Jakarta.

Meski sudah pernah mengajar di KI Bekasi namun ajakan teman-teman Kelas Inspirasi tetap menggoda saya.

Kali ini saya bergabung di kelompok 13 di SDN Pulogebang 13 Pagi Jakarta Timur. Angka 13 kelompok kami hanya sebuah kebetulan dan bukan angka sial.

Awalnya cukup ketar-ketir dengan persiapan kelompok yang terkesan ‘adem ayem’. Grup Whatsapp yang kami buat tidak ‘seramai’ dan seheboh kelompok KI saya sebelumnya. Dugaan saya ternyata salah. Setelah ikut survey ke sekolah baru keyakinan saya pun tumbuh. Kami punya satu kesamaan, peduli pada pendidikan anak-anak.

Kehebohan di Hari Inspirasi

Hari “H” dengan semangat 45 usai sholat subuh saya berangkat ke lokasi. Jalanan ternyata cukup ramah pagi itu. Meski padat namun tak terlalu macet hingga bisa tiba pukul 6 pagi.

Di sekolah ternyata sudah ada beberapa inspirator yang lebih dulu tiba. Ada yg asyik membenahi alat peraga, ada yg membuat catatan kecil lesson plan. Saya seperti biasa santai saja.

Semalaman saya sudah membuat lesson plan sederhana dan beberapa alat peraga. Kelas Inspirasi memang mengharuskan para pengajarnya membuat lesson plan. Ini berguna membantu para inspirator dalam proses mengajar agar lebih efektif. Maklum kami berlatar belakang berbeda sehingga tak semuanya memiliki pengalaman mengajar di kelas. Apalagi yang diajar adalah siswa SD, kebayang akan seperti apa keriuhan di kelas nantinya.

Sesi Pembuka di Pagi Hari (foto: Felix)

Sesi Pembuka di Pagi Hari (foto: Felix)


Masuk ke kelas SD seperti melemparkan saya ke suatu masa sekian puluh tahun silam. Melihat anak-anak di kelas seperti melihat personifikasi diri saya sendiri. Mereka begitu spontan, lugu, apa adanya. Jauh dari kepura-puraan yang biasanya ditunjukkan orang dewasa.

Mengajar bagi saya memang bukan hal yang terlampau asing. Karena sehari-hari pekerjaan utama saya adalah mengajar. Namun jelas berbeda karakter yang diajar, sebab saya mengajar mahasiswa yang usianya jauh lebih dewasa.

Tantangan terbesar mengajar anak-anak adalah bagaimana kita bisa mengalahkan ego pribadi kita di hadapan anak-anak. Janganlah lupa bahwa audiens yang kita hadapi adalah anak-anak, sehingga butuh trik khusus ‘menaklukkan’ hati mereka.

Saya sendiri sengaja tidak terlalu ‘saklek’ dengan lesson plan. Panduan mengajar tersebut hanya saya gunakan untuk patokan bahan apa saja yang ingin saya sampaikan ke anak-anak. Namun metode atau cara mengajar mesti disesuaikan dengan usia dan kelas yang kita ajar.

Misalnya, bicara dengan siswa kelas 6 tentunnya akan berbeda dengan siswa kelas 1, 3 atau lima. Di depan siswa kelas 6 saya bisa terlibat diskusi menarik mengenai profesi Jurnalis Tv yang pernah saya geluti belasan tahun. Rupanya perkembangan intelegensia mereka memancing rasa ingin tahu yang cukup banyak. Pertanyaan maupun celetukan kerap menghiasi kelas saat saya menjelaskan profesi saya.

Widi dan Alat Peraganya (foto: felix)

Widi dan Alat Peraganya (foto: felix)


Lain ceritanya dengan siswa kelas 1. Kebetulan saya dapat kelas 1 yang sesi dua, yang belajar mulai pukul 9 hingga pukul 11.30 WIB. Awalnya saya melihat anak-anak begitu nice, penuh perhatian. Dalam hati saya membatin, tumben kelas 1 bisa setertib ini.

Sepuluh menit pertama memang ‘aman’, saya berhasil ‘merampas’ perhatian mereka untuk fokus mendengarkan penjelasan saya. Tapi yang terjadi setelahnya adalah ‘ujian’ sesungguhnya. Konsentrasi anak-anak mulai terganggu dengan suasana gaduh yang datang dari kelas lain. Suara nyanyian di kelas sebelah rupanya memancing ‘iri’ anak-anak.

Sayapun banting stir! Saya gunakan senjata pamungkas yakni mengajar mereka meneriakkan yel-yel dan bernyanyi. Saya senang mereka memilih lagu sendiri yang menurut saya tidak mainstream. Setidaknya saya kurang familiar dengan lagu itu, tapi anak-anak sangat menikmati. Saya menduga itu lagu ‘kebanggsaan’ siswa kelas 1 karena mereka begitu antusias menyanyikannya.

Saya juga coba ajak mereka menyanyi lagu ‘tepuk tangan’ yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Tasya saat kecil dulu. Lumayan heboh. Apalagi saya sisipkan dengan adegan memukul meja yang membuat suasana kelas jadi ‘pecah’.

Satu dua tiga lagu sudah dinyanyikan dengan full energi. Saya mulai keteteran mengimbangi semangat anak-anak yang luar biasa itu. Di tengah kebingungan mencari stok lagu, tiba-tiba ada seorang siswa perempuan yang mengajukan diri menyanyi ke depan kelas. Virgiani siswa manis yang juga ketua kelas itu maju dan meminta diijinkan bernyanyi. Lagu yang dipilihnya tergolong tak biasa dinyanyikan anak SD seusianya. Dia menyanyikan lagu Betawi berjudul Sirih Kuning.

Suaranya jernih dan membuai telinga siapapun yang mendengarnya. Saya sempat merekamnya dan langsung mengunggahnya di youtube.

Tak Ada Kapok Mengajar

Jika sebelumnya saya hanya sempat mengajar di 3 kelas, maka di KI Jakarta saya mendapat kesempatan mengajar di 5 kelas secara maraton. Hanya diberi jeda beberapa menit untuk moving ke kelas berikutnya. Cukup melelahkan. Suarapun nyaris habis. Dan jika tubuh sudah letih ide-ide mengajar jadi tersumbat. Tapi meski lelah saya tetap semangat menyelesaikan semua tugas yang diamanatkan pada saya.

Merekalah Pemilik Masa Depan (foto: Viko)

Merekalah Pemilik Masa Depan (foto: Viko)


Selain semangat yang membara dari anak didik, hal yang membanggakan adalah kerja sama antar pengajar yang luar biasa. Kami berasal dari beragam latar belakang pendidikan, pekerjaan dan ideologi. Namun kami punya satu kesamaan, peduli pada nasib pendidikan anak negeri.

Usai mengajar di Kelas Inspirasi menjadikan saya ‘kapok mengajar’ jika hanya sampai di Pulogebang saja. Saya akan ambil kesempatan ketiga dan selanjutnya jika diberi kesempatan (lagi) di masa depan. Meski hanya sehari kami bertatap muka dengan anak-anak SD, namun saya dan juga kawan-kawan pengajar yakin anak-anak mendapatkan banyak hal yang bisa dijadikan bekal memahami sebuah cita-cita.

Di Depan spanduk Bentangan Cita-cita (foto: Felix)

Di Depan spanduk Bentangan Cita-cita (foto: Felix)


Kelas Inpsirasi, Bangun Mimpi Anak Indonesia…

Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi…

WAKUWAKU JAPAN : Menonton Keluguan Personil AKB48

Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Apa ekspektasi orang manakala menyaksikan program reality show di televisi?

Saya rasa para pecinta hiburan di televisi umumnya punya ekspektasi masing-masing saat melihat program bergenre reality show. Ada program menginap bareng dalam sebuah rumah seperti Penghuni Terakhir di anteve, atau Big Brothers di Trans Tv. Ada pula program reality tv show mengenai renovasi rumah warga miskin di RCTI.

Penonton mempunyai harapan ingin melihat akting natural pengisi acara, kekonyolan-kekonyolan para kontestan hingga melihat konflik yang terkadang jelas settingan.

Jika tokoh dalam sebuah reality show adalah orang biasa mungkin penonton tak akan terlalu terhanyut dalam skenario tayangan tersebut. Beda misalnya jika tokoh yang bermain dalam tayangan tersebut adalah selebriti. Penonton tv akan membanding-bandingkan penampilan di tayangan dengan aktivitasnya sebagai figur publik.

Reality Show AKB48 Ne-Mousu TV

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Begitu pula ekspektasi saya saat menyaksikan program reality show AKB 48 Ne-Mousu TV di kanal WAKUWAKU JAPAN. Sesuai dengan nama acaranya, program ini bisa ditebak adalah reality show yang diperankan oleh personil girl band terkenal Jepang, AKB48.

Popularitas AKB48 yang menjulang, menjadi satu jaminan tayangan ini akan menampilkan hal-hal yang jarang kita lihat seperti di panggung nyanyian.

Semula saya malas menonton tayangan ini karena saya bukan penggemar mereka. Bahkan lagu-lagunya saya cuma tahu karena dinyanyikan kembali dalam bahasa Indonesia oleh girl band Indonesia yang menjadi ‘saudara jauh’nya yakni JKT48.

No Japanese, Please

Namun 2 pekan lalu saya mencoba tak berprasangka dahulu terhadap AKB48 dan mencoba menonton salah satu episodenya. Saat itu adalah episode satu hari tanpa bahasa Jepang.

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Kalau tak salah 4 gadis anggota AKB48 berkunjung ke sebuah sekolah TK internasional di Jepang yang siswanya campuan latar belakangnya, ada yang berasal dari Jepang, namun ada pula yang berasal dari berbagai negara. Karena sekolah internasional, sekolah ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Di sinilah kelucuannya. Personil AKB48 yang ikut berkunjung ke sekolah ini umumnya memiliki ketrampilan berbahasa Inggris yang kacau. Mereka harus berkomunikasi dengan siswa TK namun dilarang menggunakan bahasa Jepang.

Alhasil sempat terjadi ketegangan dan kelucuan manakala komunikasi yang coba dijalin para personil AKB48 ternyata tidak sampai di telingan para siswa. Bahasa tarzan dan asal tebak mewarnai cara berkomunikasi mereka pada akhirnya. Lucu.

Saat personil AKB48 mentok komunikasinya dan sesekali menggunakan bahasa Jepang, anak-anak satu kelas langsung berteriak, “No Japanese…No Japanese..”

Dan pekan ini (16/4) saya menyaksikan lagi program AKB48 di TV. Ini adalah tayangan lanjutan dari episode sebelumnya yang menceritakan kunjungan personil AKB48 ke sebuah kebon binatang. Tema besarnya pun masih sama, menaklukkan “hati” binatang yang ada kemudian diakhiri dengan jabat tangan.

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)


Bukan perkara mudah menjinakkan hewan-hewan seperti Onta, domba, anjing hingga kambing Peru. Penonton disuguhi tontonan menarik saat personil AKB48 belajar memberikan makan Onta, mendudukkan domba, memeriksa kotoran domba, melatih anjing dalam pertunjukan, hingga memotong rambut kambing Peru.

Untuk tantangan di kebon binatang kali ini memang tak semua personil dilibatkan. Hanya ada Ono bersama Akimoto di satu kelompok. Serta kelompok Miyazawa beserta Matsubara di kelompok berbeda.

Tayangan ini memperlihatkan betapa hewan merupakan sahabat manusia. Untuk menaklukkan hati hewan butuh trik khusus dan usaha keras hingga akhirnya sang binatang bisa memahami perintah dan ajakan dari para personil AKB48.

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)


Uniknya tayangan ini adalah penampilan para personil AKB48 yang merupakan super star di Jepang tidak dibuat-buat. Mereka berakting natural, menanggalkan atribut keartisan mereka, serta bersikap apa adanya. Kekuatan acara ini adalah dari keluguan dan ‘apa adanya’ yang ditunjukkan para personil AKB48.

Sesungguhnya cap sebagai selebriti dunia hiburan hanya merupakan stempel yang diberikan masyarakat. Namun sejatinya mereka sama dengan remaja lain di Jepang yang takut berhadapan dengan binatang, hingga ‘terpaksa’ menangis di depan kamera saat ketakutan.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[4]