[WAKUWAKUJAPAN] Menonton Keluguan Personil AKB48

Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Atraksi Mendudukkan Domba (capture foto: Syaifuddin)

Apa ekspektasi orang manakala menyaksikan program reality show di televisi?

Saya rasa para pecinta hiburan di televisi umumnya punya ekspektasi masing-masing saat melihat program bergenre reality show. Ada program menginap bareng dalam sebuah rumah seperti Penghuni Terakhir di anteve, atau Big Brothers di Trans Tv. Ada pula program reality tv show mengenai renovasi rumah warga miskin di RCTI.

Penonton mempunyai harapan ingin melihat akting natural pengisi acara, kekonyolan-kekonyolan para kontestan hingga melihat konflik yang terkadang jelas settingan.

Jika tokoh dalam sebuah reality show adalah orang biasa mungkin penonton tak akan terlalu terhanyut dalam skenario tayangan tersebut. Beda misalnya jika tokoh yang bermain dalam tayangan tersebut adalah selebriti. Penonton tv akan membanding-bandingkan penampilan di tayangan dengan aktivitasnya sebagai figur publik.

Reality Show AKB48 Ne-Mousu TV

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Personil AKB48 Melatih Anjing Untuk Pertunjukan (Capture foto: Syaifuddin)

Begitu pula ekspektasi saya saat menyaksikan program reality show AKB 48 Ne-Mousu TV di kanal WAKUWAKU JAPAN. Sesuai dengan nama acaranya, program ini bisa ditebak adalah reality show yang diperankan oleh personil girl band terkenal Jepang, AKB48.

Popularitas AKB48 yang menjulang, menjadi satu jaminan tayangan ini akan menampilkan hal-hal yang jarang kita lihat seperti di panggung nyanyian.

Semula saya malas menonton tayangan ini karena saya bukan penggemar mereka. Bahkan lagu-lagunya saya cuma tahu karena dinyanyikan kembali dalam bahasa Indonesia oleh girl band Indonesia yang menjadi ‘saudara jauh’nya yakni JKT48.

No Japanese, Please

Namun 2 pekan lalu saya mencoba tak berprasangka dahulu terhadap AKB48 dan mencoba menonton salah satu episodenya. Saat itu adalah episode satu hari tanpa bahasa Jepang.

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Takut Saat Berhadapan Dengan Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Kalau tak salah 4 gadis anggota AKB48 berkunjung ke sebuah sekolah TK internasional di Jepang yang siswanya campuan latar belakangnya, ada yang berasal dari Jepang, namun ada pula yang berasal dari berbagai negara. Karena sekolah internasional, sekolah ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Di sinilah kelucuannya. Personil AKB48 yang ikut berkunjung ke sekolah ini umumnya memiliki ketrampilan berbahasa Inggris yang kacau. Mereka harus berkomunikasi dengan siswa TK namun dilarang menggunakan bahasa Jepang.

Alhasil sempat terjadi ketegangan dan kelucuan manakala komunikasi yang coba dijalin para personil AKB48 ternyata tidak sampai di telingan para siswa. Bahasa tarzan dan asal tebak mewarnai cara berkomunikasi mereka pada akhirnya. Lucu.

Saat personil AKB48 mentok komunikasinya dan sesekali menggunakan bahasa Jepang, anak-anak satu kelas langsung berteriak, “No Japanese…No Japanese..”

Dan pekan ini (16/4) saya menyaksikan lagi program AKB48 di TV. Ini adalah tayangan lanjutan dari episode sebelumnya yang menceritakan kunjungan personil AKB48 ke sebuah kebon binatang. Tema besarnya pun masih sama, menaklukkan “hati” binatang yang ada kemudian diakhiri dengan jabat tangan.

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)

Hasil Gunting Rambut Kambing Peru (capture foto: Syaifuddin)


Bukan perkara mudah menjinakkan hewan-hewan seperti Onta, domba, anjing hingga kambing Peru. Penonton disuguhi tontonan menarik saat personil AKB48 belajar memberikan makan Onta, mendudukkan domba, memeriksa kotoran domba, melatih anjing dalam pertunjukan, hingga memotong rambut kambing Peru.

Untuk tantangan di kebon binatang kali ini memang tak semua personil dilibatkan. Hanya ada Ono bersama Akimoto di satu kelompok. Serta kelompok Miyazawa beserta Matsubara di kelompok berbeda.

Tayangan ini memperlihatkan betapa hewan merupakan sahabat manusia. Untuk menaklukkan hati hewan butuh trik khusus dan usaha keras hingga akhirnya sang binatang bisa memahami perintah dan ajakan dari para personil AKB48.

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)

Bersalaman dengan hewan tanda Misi Berhasil (capture foto: Syaifuddin)


Uniknya tayangan ini adalah penampilan para personil AKB48 yang merupakan super star di Jepang tidak dibuat-buat. Mereka berakting natural, menanggalkan atribut keartisan mereka, serta bersikap apa adanya. Kekuatan acara ini adalah dari keluguan dan ‘apa adanya’ yang ditunjukkan para personil AKB48.

Sesungguhnya cap sebagai selebriti dunia hiburan hanya merupakan stempel yang diberikan masyarakat. Namun sejatinya mereka sama dengan remaja lain di Jepang yang takut berhadapan dengan binatang, hingga ‘terpaksa’ menangis di depan kamera saat ketakutan.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[4]

Wahana Ice Age Dufan, Pertama di Asia

konpers Direksi Pembangunan Jaya Mengenai Ice Age (foto: Syaifuddin)

konpers Direksi Pembangunan Jaya Mengenai Ice Age (foto: Syaifuddin)

Sejuta pertanyaan memenuhi benak saya membayangkan masuk wahana Ice Age di Dunia Fantasi, Ancol Taman Impian. Keren kah? Menegangkankah? Atau biasa-biasa saja? Saya punya ekspektasi besar saat membayangkan sebuah wahana baru di themed park terbesar di Indonesia seperti Dufan. Entah kenapa wahana-wahana permainan yang baru di Dufan selalu menarik minat saya untuk mencobanya.

Dan hari Kamis (10/4) bersama sejumlah blogger anggota Blogger Reporter Indonesia serta kawan-kawan media saya diundang PT.Pembangunan Jaya Ancol untuk hadir dalam peresmian wahana terbaru mereka Ice Age, Sids Arctic Tours. Sesuai dengan temanya, ini adalah wahana petualangan bersetting jaman es pertama di Indonesia.

Acara launching diawali dengan konferensi pers yang diberikan oleh Direktur PT.Pembangunan Jaya Winarto, Komisaris ibu Katherine serta Harley Boston dari White Water West Canada yang membangun wahana ini. Acara dipandu duo presenter kocak Fitri Tropika dan Deryansah.

Patung Karakter Ice Age (foto: Syaifuddin)

Patung Karakter Ice Age (foto: Syaifuddin)

Ice Age sendiri adalah film animasi Hollywood yang sangat terkenal dalam kurun waktu 2002-2012. Hingga kini sudah 4 film Ice Age yang dibuat dan sempat merajai box office saat ditayangkan di bioskop seluruh dunia.

Menurut Winarto, pihaknya membangun wahana Ice Age sejak tahun 2012 dengan menginvestasikan dana hingga 200 Milyar rupiah. Wahana Ice Age memiliki panjang lintasan 365 meter. Di dalam wahana baru ini pengunjung diajak melakukan Sid’s Arctic Tour. Ini merupakan petualangan berbentuk dark ride yang berdurasi 8 menit. Selama 8 menit tersebut pengunjung berpetualang ditemani oleh karakter dalam film Ice Age seperti Manny, Sid, Diego, dan Scrat yang dikemas dalam animasi menarik.

Melalui dark ride pengunjung diajak melintasi hutan belantara, gunung berapi, dan merasakan bagaimana gunung es mencair seperti dalam film Ice Age.

Sementara itu Harley Boston dari White Water West menegaskan, wahana Ice Age di Dufan adalah yang pertama di Asia dan merupakan yang kedua di dunia. Dia memastikan wahana yang ada di Dufan ini lebih seru, lebih bagus dan lebih menegangkan dibanding yang ada di Movie Park, Jerman. Wow…

Harley Boston juga menjamin unsur keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian terbesar saat membangun wahana ini. Dia memastikan wahana ini aman bagi seluruh anggota keluarga. Material yang digunakan untuk membangun wahana ini juga merupakan material kelas dunia, sama dengan yang digunakan themed park kelas dunia lain seperti Disneyland, Universal Studios maupun Legoland.

Parade Karakter Ice Age

Usai konferensi pers, kami diajak langsung ke wahana Ice Age untuk seremoni launching. Sebelum seremoni, sempat dibagi-bagikan door prize dari manajemen Ancol serta hiburan dari artis-artis Dufan.

Flashmob artis Dufan yang keren (foto: Syaifuddin)

Flashmob artis Dufan yang keren (foto: Syaifuddin)


Yang paling menarik adalah tampilnya Manny, Sid, Diego, dan Scrat, empat karakter film Ice Age ke tengah-tengah pengunjung. 4 karakter yang bentuknya imut dan lucu itu menjadi magnet paling ditunggu oleh para undangan. Bahkan patung ke-4 karakter yang letaknya persis di tengah pintu masuk Ice Age menjadi spot paling menarik untuk dijadikan latar foto para blogger dan wartawan.

Gatot Setyowaluyo, Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol, dalam sambutannya mengatakan, tema Ice Age dipilih karena sesuai dengan konsep kawasan baru yang dibangun di Dunia Fantasi Ancol yaitu Dufan Indoor, sebuah kawasan wahana permainan dalam ruangan yang hadir untuk menambah pilihan permainan di Dufan, yang selama ini terkenal dengan wahana permainan luar ruangannya. Ice age juga dipilih terutama karena mengandung pesan moral mengenai persahabatan dan keluarga, sekaligus mengenalkan isu pemanasan global secara menyenangkan.

Dirut Pembangunan Jaya Speech (foto: Syaifuddin)

Dirut Pembangunan Jaya Speech (foto: Syaifuddin)


Peresmian sendiri kemudian dilakukan tepat di depan pintu masuk wahana Ice Age. Direksi dan komisaris PT.Pembangunan Jaya secara bersama menekan tombol sirene tanda launching wahana Ice Age Sid’s Arctic Tours. Dan saya secara kebetulan menjadi pengunjung pertama yang masuk ke wahana Ice Age.

Seru dan Menegangkan

Petualangan pun Dimulai (foto: Syaifuddin)

Petualangan pun Dimulai (foto: Syaifuddin)


Untuk masuk ke wahana Ice Age ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi. Pengunjung disarankan memiliki tinggi badan minimal 120 sentimeter, tidak memiliki gangguan jantung dan tidak sedang hamil. Sejak mau masuk ke wahana ini petugas berkali-kali bertanya soal ini, sebab bagi mereka yang punya gangguan jantung dan ibu hamil sangat beresiko jika bermain di wahana Ice Age. Oya ada tambahan, pengunjung dilarang memegang atau memasukkan tangan ke air di dalam wahana karena dikhawatirkan akan membeku! O-o..
Sids, si tokoh utama memandu petualangan (foto: Syaifuddin)

Sids, si tokoh utama memandu petualangan (foto: Syaifuddin)


Permainan di wahana Ice Age mengingatkan saya pada wahana istana boneka. Bedanya, istana boneka adalah wahana yang berisikan boneka dari berbagai daerah dan negara. Sementara Ice Age adalah wahana bersetting jaman es yang ada di film Ice Age.

Persamaannya, pengunjung juga diminta naik ke perahu yang berjalan mengikuti aliran air ke sebuah tempat di jaman es yang gelap. Di Wahana ini tergambarkan keempat film Ice Age yang menceritakan mulai awal kisah petualangan persahabatan Manny, Sid, dan Diego pada jaman es, mencairnya gunung-gunung es sehingga mereka harus bermigrasi ke tempat yang lebih aman. Mereka harus menghadapi kawanan dinosaurus dan Manny harus terpisah dari putrinya, Peaches, karena terjadinya pergeseran benua.

Boneka-boneka karakter nan lucu menemani petualangan di negeri es (foto: Syaifuddin)

Boneka-boneka karakter nan lucu menemani petualangan di negeri es (foto: Syaifuddin)


Dan yang paling membedakan dari istana boneka adalah, suasana yang dibangun mirip penggambaran jaman es yang pernah kita saksikan di film Ice Age. Wahana Ice Age juga dilengkapi teknologi canggih seperti animatronic, media screen, dan berbagai efek spesial yang akan membuat pengunjung merasakan suasana petualangan film animasi Ice Age.

Jangan kaget jika tiba-tiba ada percikan air, udara yang berubah drastis sangat dingin, perahu yang jalannya menanjak terjal, atau secara tiba-tiba terjun bebas seolah menembus riam air terjun. Saat perahu tiba-tiba menanjak dan terjun bebas, saran saya siapkan keberanian ekstra agar tidak terkaget-kaget.

Meski menegangkan namun wahana ini lumayan seru. Permainan tata cahayanya tertata rapi, animatronic yang cantik penempatan karakter 4 karakter tokoh Ice Age di posisi yang pas. Sebagai wahana hiburan keluarga saya merekomendasikan tempat ini, sebab bisa menghilangkan stress dan penat dari pekerjaan maupun penat selepas sekolah. Wahana ini juga bisa dijadikan wahana edukasi mengenai jaman es yang pernah terjadi ribuan tahun lalu.

Oya, selain petualangan 4 sekawan Ice Age, di wahana ini juga terdapat wahana Kontiki serta kapal Captain Gutts beserta kawanannya di film Ice Age.

Melihat Jepang dari WAKUWAKU JAPAN

WAKUWAKU JAPAN, channel inspiratif

WAKUWAKU JAPAN, channel inspiratif

Sejak 22 Februari 2014 silam pemirsa TV Indonesia bisa menikmati tayangan televisi asal Jepang WAKUWAKU JAPAN. Dan sejak on air di channel 168 Indovision saya dan keluarga pun langsung jatuh cinta.

Channel ini menyajikan segala hal tentang Jepang dengan budayanya yang cantik. Saya yang menyenangi tayangan tv berbalut budaya berkali-kali dibuat takjub dengan cara bangsa Jepang memelihara tradisi turun temurun.

Seperti yang saya saksikan dalam Laid Back Onsen Stroll, Selasa 1 April. Ini adalah program travelling yang mengupas tempat mandi air panas ala Jepang. Kali ini Onsen yang jadi sorotan liputan ada di Beppu. Beppu, adalah sebuah kota di prefektur Oita, Kyushu Jepang.

Mandi Lumpur di sumber air panas

Mandi Lumpur di sumber air panas


Di kawasan Beppu pengunjung bisa melakukan banyak aktivitas dengan air panas bumi sebagai medianya. Di kawasan ini terdapat 2.800 mata air yang menyemburkan air panas setiap harinya. Wow… Jangan heran juga jika di Beppu terdapat kolam yang dijuluki kolam neraka lantaran dari kolam tersebut menyemburkan air panas bak di neraka. Hmm…siapa juga yang pernah ke neraka.

Bagi kita di Indonesia tempat mandi air panas mungkin bukan hal yang terlalu asing. Saya sendiri pernah mencobanya di Ciater dan Sentul Jawa Barat. Yang membedakan hanya cara bangsa Jepang merawat tempat mandi tersebut yang umumnya berusia puluhan tahun. Tempat mandi air panas Onsen dirawat sedemikian rupa, dijadikan obyek wisata berbasis kesehatan.

Mereka yang mengunjungi Beppu akan bisa melihat dalam satu kawasan hampir semua sisi dijadikan tempat mandi air panas. Mulai dari yang hanya merendam kaki, merendam sekujur tubuh, hingga menggunakan lumpur.

Program ini menarik karena mampu menampilkan Beppu dengan sisi wisata air panasnya secara komprehensif. Pemirsa diajak jalan-jalan menyusuri tiap sudut Beppu, masuk ke tempat Onsen, hingga mengintip apa yang terjadi di bilik Onsen. Pemirsa juga diajak melihat aktivitas warga yang menggunakan air panas bumi untuk kepentingan lain seperti mengukus makanan untuk hidangan makan malam. Wow.

37e87042-6956-4fd3-80bd-301a4d9086f9_zps475cb0f6
Meski gaya bertutur TV Jepang sangat berbeda dengan Indonesia, saya justru dapat menikmatinya lebih nyaman. Perpindahan adegannya tidak terlampau cepat sehingga pemirsa bisa melihat gambar-gambar indah yang tersaji di layar lebih lama. Menariknya lagi, di program ini juga selalu ditampilkan peta tempat yang sedang menjadi ulasan. Sehingga bagi turis akan membantu menunjukkan spot-spot menarik yang wajib dikunjungi.

Buat saya, WAKUWAKU JAPAN bukan sekedar siaran hiburan di televisi, namun Wakuwaku Japan adalah jembatan untuk memahami bangsa Jepang dengan segala kekhasan budayanya. Melihat WAKUWAKU JAPAN seperti melihat seorang teman yang bercerita tentang rumahnya. Kita seperti bertamu ke sebuah rumah dengan pemiliknya yang bersahabat.

Selain program sejenis Laid Back Onsen Stroll, masih banyak program acara menarik lainnya di WAKUWAKU JAPAN. Seperti beragam film kartun atau anime, program travelling, drama, reality show, musik, film, hingga dokumenter. Bagi penggemar girls band nikmati kisah keseharian personil AKB48 dalam AKB48 Ne-Mousu TV.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN MONITORING?

)

Rekening Ponsel Buat Mereka yang Mobile

Dunia kini dalam jangkauan jari. Jika dulu memesan tiket pesawat, kereta api ataupun bioskop penuh perjuangan. Karena mesti antri berjam-jam, menghabiskan waktu dan tenaga.

Kini dengan kemajuan teknologi, semua bisa dijangkau melalui jari-jemari kita. Ini berkat kemajuan teknologi informasi yang kini makin murah dan makin luas daya jelajahnya.

Bahkan untuk bertransaksi perbankan sekalipun, mengantri bakal menjadi metode kuno yang sudah ketinggalan jaman. Dengan gadget atau personal komputer, nyaris semua transaksi bisa dilakukan secara personal, tanpa kehadiran fisik nasabah di bank.

Semua karena revolusi jemari yang berkolaborasi dengan teknologi.

Sadar akan tuntutan jaman yang makin canggih, Bank CIMB Niaga membuat terobosan cerdas dengan meluncurkan rekening ponsel. Berbeda dengan produk perbankan milik CIMB Niaga ataupun bank lainnya, produk ini sesuai namanya menggunakan teknologi telepon seluler sebagai basis datanya dalam bertransaksi perbankan. Untuk melakukan transfer uang, tiap orang tak perlu memiliki rekening bank terlebih dahulu. Oleh karenanya ia juga tak membutuhkan buku tabungan ataupun kartu ATM sekalipun.

Semua transaksi dilakukan menggunakan ponsel (telepon seluler) yang kita miliki.

Mengingat pentingnya produk rekening bank tanpa buku tabungan ini, sabtu pekan lalu (22/3) portal DariPerempuan menggelar DPTalk bertema “Transaksi Praktis dalam Satu Gadget untuk Netizen yang Aktif”. Acara ini adalah hasil kerja bareng Dari Perempuan dengan CIMB Niaga.

Acara yang digelar di Graha Niaga Jakarta ini dihadiri sekitar 100 orang blogger yang umumnya cantik-cantik. Mereka datang dari berbagai komunitas seperti Blogger Reporter, Komunitas Emak-Emak Blogger, Dblogger, dan beberapa dari luar Jakarta.

Ada beberapa pembicara dalam DPTalk yakni Egard dari CIMB Niaga, Frenavit Putra dan Dana (blogger). Acara dimoderatori Mataharitimoer.

Dalam kesempatan itu Egard menjelaskan bahwa produk mereka, rekening ponsel merupakan temuan pertama di Asia yang menggabungkan layanan finansial perbankan dengan teknologi telepon seluler. Produk ini memberi kemudahan semua orang, terutama mereka yang tidak memiliki rekening tabungan untuk mudah bertransaksi tanpa memikirkan buku tabungan, rekening, ataupun kartu ATM.

Lalu, bagaimana cara kerja rekening ponsel itu sendiri? Rekening ponsel mudah digunakan siapapun. Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mendaftarkan nomor ponsel anda ke bank CIMB Niaga terdekat. Segala jenis ponsel dari beragam operator bisa digunakan. Setelah itu anda bisa melakukan transaksi seperti transfer antar rekening ponsel tanpa perlu melewati petugas teller bank.

Karena menggunaan ponsel, setelah kita mentransfer nantinya penerima transfer akan diberikan passcode atau pin. Nomer ini berbeda untuk tiap transaksi. Soal keamanannya dijamin, sebab security code diberikan dua kali untuk tiap transaksi. Jadi akan sulit dibobol.

Selain bisa melakukan proses transfer dana antar ponsel, rekening ponsel juga dapat melakukan tarik tunai di semua ATM CIMB Niaga.

Cuma segitu kehandalan rekening ponsel? Tentu tidak. Karena rekening ponsel juga bisa sebagai alat pembayaran di sejumlah merchant yang bekerja sama dengan CIMB Niaga. Misalnya mau nonton, beli slurpee, beli sepatu, berenang atau beli obat di apotik bisa juga menggunakan rekening ponsel. Cukup tunjukkan rekening ponsel anda saat membayar dan transaksi selesai dalam hitungan menit. Dan semua itu hanya menggunakan jari. Simpel kan.

Menurut saya, rekening ponsel adalah produk perbankan yang cerdas. Apalagi bagi netizen seperti saya yang tak bisa lepas dari ponsel dalam aktivitas sehari-hari. Ke depan, saya bayangkan rekening ponsel bakal jadi trend menggantikan produk perbankan konvensional yang kita kenal saat ini.

Selain penjelasan soal rekening ponsel dari CIMB Niaga, DPTalk juga menyuguhkan presentasi dari Frenavit Putra mengenai Online Payment. Frenavit mengatakan, adanya rekening ponsel makin memanjakan netizen yang bergaya hidup digital. Rekening ponsel melengkapi pilihan moda pembayaran transaksi digital yang sudah ada selama ini.

Acara DPTalk ditutup dengan bagi-bagi hadiah dan makan siang bersama. Thx Dari Perempuan dan CIMB Niaga, ditunggu event seru selanjutnya.

Hidup Kacau Karena Narkoba!

Ini adalah kisah nyata. Deni, sebut saja demikian, adalah pria berusia 30 tahunan. Dia adalah teman sekantor saya. Kami jarang bicara satu sama lain karena entah mengapa aura penampilan maupun wajahnya tak bersahabat. Kami hanya bicara seperlunya saja saat berpapasan di lorong kantor.

Dari penampilannya sehari-hari Deni terlihat sangat berbeda dari umumnya pekerja di kantor. Jika yang lainnya berpakaian rapi, Deni sebaliknya. Tak pernah sekalipun saya melihat dia berpenampilan yang pantas di kantor. Rambut awut-awutan, kadang hanya mengenakan t-shirt atau kaos oblong. Beda dengan teman satu divisi lainnya.

Pembeda lainnya yang amat mencolok dari Deni adalah ia selalu kelihatan loyo, tak bergairah, dengan matanya yang cekung dan sayu. Secara fisik ia terlihat jauh lebih tua dibandingkan usianya. Padahal saya dan dia hanya terpaut 3 tahunan.

Dari ciri-cirinya tersebut saya menduga ia adalah seorang pemakai narkoba. Sorry bukannya saya sok tahu, namun informasi ini saya ketahui dari sejumlah media dan buku yang pernah saya baca. Saya sendiri memang tak pernah memergoki Deni sedang teler menggunakan barang-barang haram tersebut. Namun informasi teman-teman lain yang pernah diajak atau yang sudah insyaf meyakinkan saya.

Anehnya, meski mengetahui (atau tahu sama tahu?), tak ada satupun rekan kerja atau atasan yang mencoba menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Deni jarang pulang ke rumah, ia kerap kali tinggal di kantor. Padahal ia memiliki anak dan istri. Sesekali saya tanya mengapa ia betah di kantor, ia hanya menjawab jika di rumah ia tak bisa bebas. Sementara di kantor ia bebas berkeliaran selepas kerja tanpa ada yang melarang. Hidupnya memang awut-awutan seperti rambutnya. Ia tak lagi bisa mengatur kegiatan pribadi dan keluarga. Ia seolah merasa keluarga di rumah adalah beban bagi dirinya.

Belakangan saya tahu mengapa ia jarang pulang karena ia ikut ‘menjajakan’ barang-barang haram.
Deni tak seorang diri, ada lagi tetangga rumah saya, sebut saja Agus. Bapak 3 anak yang tergolong sebagai bapak muda ini dikenal ramah dan pandai bergaul. Pergaulannya lumayan luas, dari beragam kalangan. Saat masih bertetangga saya melihat dia sebagai warga biasa yang ramah. Tak pernah sedikitpun menyangka jika pada akhirnya mengetahui pak Agus kerap keluar masuk penjara lantaran narkoba.

Saya kurang tahu pasti sejak kapan Agus berkenalan dengan narkoba. Namun sejak pindah dari perumahan kami, Agus dan keluarganya kemudian tinggal di kediaman orang tuanya, di pemukiman padat penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Agus pindah setelah ia terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.

Dalam kondisi tak punya pekerjaan tetap, Agus gelap mata dengan mencoba-coba menjual narkoba berupa ganja ke sejumlah kenalannya. Sekali-dua kali ia aman. Namun kali lain ia apes. Dalam sebuah operasi yang dilancarkan polisi ia terjaring aparat sedang bertransaksi narkoba dengan pelanggannya. Tak ada ampun ia kemudian menghuni jeruji besi. Kehidupannya pun berubah seratus delapan puluh derajat. Anak-istrinya tak dinafkahi, keluarganya hancur berantakan.

Deni dan Agus adalah dua dari banyak contoh pengguna dan pengedar narkoba yang kehidupannya kacau balau setelah masuk dalam lorong gelap narkoba. Mereka masuk ke dalam lingkarang narkoba dengan beragam alasan. Deni mengawali perkenalannya dengan narkoba dari rasa ingin tahunya yang berlebihan. Awalnya hanya sekedar iseng mencoba, iapun kemudian ketagihan. Tak ada satupun hari tanpa konsumsi narkoba. Deni merasa narkoba sudah seperti temannya, yang mengerti kondisinya tanpa pernah mengatur hidupnya.

Sementara Agus masuk ranah peredaran narkoba lantaran terdesak masalah ekonomi. Ia yang tak punya pekerjaan tetap pasca di PHK kemudian mengambil jalan salah, jalan pintas mendapat uang cepat tanpa kerja keras Logika berpikirnya ia singkrirkan manakala dihadapkan pada masalah biaya rumah tangga, termasuk biaya sekolah dua anaknya.

Narkoba Sebabkan Kerusakan Otak

Narkoba suka tak suka adalah bahan berbahaya yang tidak saja bisa menyebabkan kecanduan, namun juga menyebabkan rusaknya berbagai organ tubuh manusia penggunanya. Dalam kasus Deni kecanduannya pada narkoba membuat kinerja dan fungsi otaknya tak lagi bakerja optimal. Hari-harinya dipenuhi rangsangan candu yang membuatnya malas berpikir, malas beraktivitas dan yang lebih parah ia lupa jika punya anak dan istri. Uang cepat dan ‘panas’ membuatnya menjadi budak narkoba tanpa bisa ‘move on’. Konon kecanduan mengubah proses patologis biologis manusia. Pola pikir mereka yang kecanduan hanya terfokus pada kesenangan diri dan hanya berfokus pada narkoba tersebut.

Dewasa ini angka pengguna narkoba di dunia mencapai 210 juta jiwa. Jumlah yang luar biasa, setara dengan jumlah penduduk Indonesia. Angka tersebut entah mengapa tak pernah mengecil, bahkan tiap tahun cenderung meningkat. Bahaya penyalahgunaan narkoba saya kira hampir tiap hari disebarluaskan melalui berbagai media. Harusnya siapapun yang mengetahui informasi ini sejatinya tidak menjadi kalangan yang terpapar narkoba. Harus ada gerakan terus-menerus berupa kampanye anti narkoba yang intens, yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang didukung semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Dengan gerakan yang massif, menyentuh semua kalangan, saya yakin bukan perkara sulit menciptakan sebuah Indonesia bebas narkoba.

BNN Gandeng Blogger Reporter ID Kampanyekan Anti Narkoba

Blogger BRID dan BNN, sinergi anti narkoba (foto: Hazmi Srondol)

Blogger BRID dan BNN, sinergi anti narkoba (foto: Hazmi Srondol)

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam hari tak menyurutkan langkah saya dan para blogger anggota Blogger Reporter Indonesia (BR_ID) menghadiri undangan kopdar yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sabtu (22/2) pagi. Karena hujan pula beberapa diantara blogger terpaksa datang terlambat sambil berbasah-basah. Semangat para blogger patut diapresiasi dan diacungi dua jempol. Bukan perkara kopdarnya yang membuat para blogger sengaja menyisihkan waktunya untuk hadir, namun ajakan BNN agar blogger ikut aktif menjadi bagian dalam aksi anti narkoba yang menggelitik kehadiran blogger di sini.

Dari pihak BNN hadir Gun Gun Siswadi selaku Direktur Diseminasi Informasi BNN beserta tim. Sementara dari BRID hadir super admin Hazmi Srondol, sejumlah admin beserta anggota sekitar 40-an orang. Yang menarik, meski acara digelar di ujung timur Jakarta, blogger yang hadir dari berbagai penjuru, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, hingga Cipanas dan Bandung.

Acara yang dikonsep santai diisi paparan pak Gungun mengenai highlight persoalan narkoba yang menjadi musuh bersama semua bangsa di dunia. Menurut Gungun, narkoba tergolong extra ordinary crime (kejahatan luar biasa) yang terdiri dari terorisme, korupsi dan narkoba. Meski sama digolongkan sebagai kejahatan luar biasa, Ketiganya memiliki dampak berbeda. Terorisme hanya menyebabkan hilangnya nyawa, korupsi menyebabkan hilangnya uang. Sementara narkoba paling dahsyat karena bisa menghilangkan satu generasi bangsa.

Gungun kemudian memaparkan sejumlah data yang cukup membuat miris. Badan PBB untuk Kejahatan dan Narkoba (UNODC) tahun 2012 mencatat jumlah pengguna narkoba di seluruh dunia mencapai 210 juta jiwa. Dari jumlah tersebut sekitar 200 ribu orang tewas tiap tahunnya. Sebuah angka yang ‘wow’ dan membuat anda semua yang peduli masa depan bangsa pasti bergidik ngeri.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sebagai Negara yang terus bertumuh secara ekonomi, Indonesia merupakan negeri dengan pesona luar biasa bagi para pengedar narkoba. Indonesia menjadi daerah tujuan peredaran narkoba dunia dan masuk ke dalam jalur peredaran utama narkoba dunia, entah itu dari Afrika, Iran, ataupun Negara Asia lainnya.

Kenyataan itulah yang memperkuat data BNN selama ini. Angka pengguna narkoba di Indonesia tiap tahun cenderung mengalami peningkatan. Tahun 2008 pengguna narkoba berada di kisaran 3.3 juta orang. Di tahun 2011 angka itu menjadi 4 juta pengguna. Dan di tahun 2015 diprediksi angka itu bisa menjadi 5.1 juta pengguna. Mengapa angka pengguna narkoba cenderung mengalami kenaikan? Salah satu sebabnya adalah belum bersatunya seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Sebab upaya tersebut sejatinya bukan hanya milik BNN saja, namun butuh keterlibatan aktif semua elemen masyarakat.

Data BNN mencatat, semua propinsi tidak satupun yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Angka pengguna narkoba tertinggi diduduki oleh Propinsi DKI Jakarta yang memiliki 500 ribu orang pengguna atau sekitar 7 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka ini jelas bukan sebuah prestasi yang membanggakan, namun merupakan persoalan pelik yang mesti dipecahkan bersama. Untuk hal satu ini tak perlu kita berepuk dada, karena fakta-fakta itu merupakan kenyataan yang pahit.

Mengingat tugas memberantas penyalahgunaan narkoba bukan hanya berada di pundak BNN sebagai lembaga resmi pemerintah, BNN mengajak para blogger ikut mendukung kampanye anti narkoba melalui gerakan 10 ribu halaman tulisan anti narkoba. Para blogger diminta menulis sebanyak mungkin mengenai bahaya narkoba, dampak yang ditimbulkan hingga sanksi hukum yang bisa diterima seseorang jika menjadi pengguna, penjual maupun pengedar narkoba. Tulisan ini nantinya akan disebar melalui media sosial dan akan dipublikasikan di situs Indonesia Bergegas milik BNN. Tulisan-tulisan ini nantinya bisa menjadi sebuah inspirasi bagi siapapun agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Atau bisa juga menjadi penguat bagi mereka mantan pemakai untuk melangkah di tengah masyarakat.

Sebuah ajakan yang menarik, mengingat saya selama ini termasuk yang resah pada persoalan penyalahgunaan narkoba. Narkoba bukan saja menjerat para penggunanya ke dalam persoalan kesehatan, mental, psikologis hingga masalah hukum. Namun narkoba juga bisa menyebabkan hilangnya masa depan, harapan hingga nyawa penggunanya. Akankah kita hanya berdiam diri, mengingat bahaya narkoba mengintai di semua lini kehidupan.

Yuk peduli pada nasib anak bangsa. Mari kita mulai dari menuliskan ajakan untuk menjauhi narkoba, pengalaman pahit para pengguna narkoba semoga menjadi cermin bagi yang lain untuk tidak menggunakan barang haram ini. Mendukung gerakan ini berarti ikut berperan aktif menciptakan Indonesia Bebas Narkoba di tahun 2015 mendatang. Mungkin di tahun tersebut angka penyalahgunaan narkoba tidak akan langsung berada dalam posisi zero, tapi setidaknya upaya meminimalisir peredaran narkoba bisa dilakukan bersama. Seperti jargon kampanye politik, “Bersama Kita Bisa memberantas narkoba”. Karena dengan upaya ini berarti kita turut serta menyelamatkan generasi muda, generasi harapan bangsa Kita pastinya tak ingin kehilangan generasi emas yang bisa mengantarkan Negara ini menjadi bangsa terdepan di dunia.


Ibu Ani Yudhoyono Anti Pencitraan

Jagat media sosial kembali ramai dengan perbincangan tentang akun ibu negara, Ani Yudhoyono. Melalui akun instagramnya, bu Ani kembali mengeluarkan pernyataan bernada ‘marah’ saat ada yang mempertanyakan kamera yang digunakan ibu negara mengambil gambar apakah milik pribadi atau milik negara.

Akun Instagram adhityaanp bertanya ketika Ibu Ani mengunggah foto berjudul ‘Semut di tongkol bunga Kuping Gajah (Anthurium crystallinum).

Ini kamera yg ibu pake buat foto di instagram, punya pribadi atau puny negara bu? @aniyudhoyono.komentar adhityaanp menanggapi foto Ibu Ani.

Pertanyaan ini menurut saya bukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab dan ini adalah pertanyaan awam yang menurut anak sekarang saya kategorikan sebagai kepo atau ingin tahu. Tapi apa reaksi bu Ani menanggapi pertanyaan bernada ‘pancingan’ ini?

“@adhityaanp Pertanyaan anda agak keterlaluan, tapi akan saya jawab biar gamblang. Yang dipakai oleh biro pers, kemungkinan punya negara. Kalau yang dipakai saya tentu milik pribadi. Ingat jauh sebelum jadi Ibu negara, pada tahun 1976 saya mendapat hadiah perkawinan sebuah tustel dari ortu. Paham?”, begitu jawab bu Ani.

Ini bukan ‘kemarahan’ pertama bu Ani di media sosial Instagram. Publik tentu belum lupa dengan foto Almira dengan background upacara 17-an di istana kepresidenan, foto Ibas berbaju lengan panjang, foto keluarga berbaju batik di pantai Pacitan, hingga foto ‘penampakan’ keluarga SBY saat tahun baru. Tidak ada yang salah dengan foto-foto hasil jepretan bu Ani maupun juru foto istana yang diunggah melalui akun instagram bu Ani. Yang membuat saya heran adalah komentar bu Ani menanggapi pemberi komen foto-fotonya.

Apa sebenarnya yang terjadi dengan ibu negara kita, Ani Yudhoyono? Begitu mudahnya seorang pendamping Presiden ‘tersulut’ amarahnya hanya gara-gara komen atau pertanyaan sederhana di media sosial? Sadarkah ia bahwa media sosial bagi sebagian kalangan merupakan media pencitraan, yang membentuk ‘diri’ penggunanya sedemikian rupa, bahkan terkadang ‘lebih indah’ dari aslinya?

Jikalau kita dengan sengaja mencitrakan diri sedemikian negatifnya bukankah itu berarti ia anti pencitraan, yang berarti pula berseberangan pandangan dengan sang suami yang setengah mati menjaga citranya? Atau mungkinkah seorang Ani Yudhoyono meniru laku Farhat Abbas yang menciptakan ‘musuh bersama’ di twitter demi popularitas? Saya kok tak yakin bu Ani dengan sadar melakukan itu. Beda dengan Farhat Abbas yang ‘menikmati’ popularitasnya dari cara ia berkomentar negatif. Makin aneh makin populer ia.

Dalam pandangan saya apa yang dilakukan bu Ani (sadar atau tidak) di media sosial tak bagus bagi pencitraan keluarga Cikeas, karena masih ada klan Cikeas yang akan meneruskan jalan politik setelah pak Beye harus turun di tahun 2014 ini.

Saya tak tahu apakah ada lembaga survey yang sengaja mensurvey kondisi demikian untuk melihat ‘bu Ani Factor’ berpotensi menggerogoti popularitas Pak Beye. Atau adakah korelasinya antara ‘bu Ani Factor’ dengan konvensi partai Demokrat yang tak diminati ‘pasar’? Semuanya masih dugaan, saya yang rakyat biasa hanya bisa menduga-duga semua itu bisa berkorelasi.

Jika itu korelatif, bersiaplah keluarga Cikeas menuai badai dari aktivitas negatif sang ibu di media sosial. Ini bukan menakut-nakuti tapi kecenderungan banyak media dan banyak pihak ‘menggoreng’ isu kemarahan ibu negara secara besar-besaran, dengan tujuan yang sangat transparan: politisasi 2014. Tak perlu susah payah mengungkap Century atau membidik anak bungsu dalam kasus Hambalang, cukup menunggu momen “ibu” berkicau di media sosial.

Kena…deh!! Paham!!

Jelajah Rasa Kuliner Sunda di Tepian Laut

Talaga Sampireun, Ancol (foto: koleksi pribadi)

Talaga Sampireun, Ancol (foto: koleksi pribadi)


Menikmati kuliner bercita rasa Sunda di Jakarta pastilah tidak sulit. Namun menikmati kuliner Sunda di Restoran Sunda terbesar di Jakarta? Jawabannya cuma satu, di sebuah resto yang terletak di kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.

Bersama sejumlah blogger saya diundang mencicipi sajian Sunda khas Talaga Sampireun Ancol yang baru soft opening akhir tahun lalu. Resto ini letaknya mudah dicapai, tak jauh dari Dunia Fantasi Ancol. Keberadaan resto ini cukup mencolok. Menempati areal seluas 1.8 hektar bisa jadi ini adalah resto sunda terbesar di Jakarta.

Saung diatas danau (foto: koleksi pribadi)

Saung diatas danau (foto: koleksi pribadi)


Di lantai bawah, selain di ruangan, juga disediakan saung sebanyak 23 unit yang beberapa diantaranya ber-AC. Kemudian di tengah telaga terdapat floating deck yang menjadi tempat favorit pengunjung di sore hingga malam hari.

Sementara di lantai atas tersedia sejumlah ruangan yang bisa digunakan untuk pertemuan, ulang tahun, maupun gathering dalam bentuk kecil. Selain itu juga disediakan ruang wedding hall yang diperuntukkan bagi pesta pernikahan berkapasitas 700 tamu berdiri.

Sudut lain Sampireun (foto: koleksi pribadi)

Sudut lain Sampireun (foto: koleksi pribadi)


Atmosfer Danau

Seperti di Bintaro, Talaga Sampireun Ancol masih menawarkan atmosfer danau sebagai tema restorannya. Nama Talaga Sampireun sendiri dalam bahasa Sunda berarti tempat singgah di tepi danau. Pengunjung bisa makan di saung tepat di atas danau dengan iringan gemericik air dari air mancur yang menyebar di sekitar danau. Meski sama-sama mengusung tema danau, disini ada yang berbeda. Pengunjung bisa berkuliner sambil memberi makan ikan yang banyak bersliweran di danau buatan. Sensasinya serasa makan di atas balong (kolam ikan dalam bahasa sunda).

View Saung Sampireun (foto: koleksi pribadi)

View Saung Sampireun (foto: koleksi pribadi)


Jumlah saung yang disediakan di Ancol memang tak sebanyak Bintaro. Namun jumlah meja di area floating deck (area yang menjorok ke tengah danau) lebih banyatak karena menjadi spot favorit para pengunjung. Area floating deck disukai pengunjung yang datang berpasangan, yang ingin menikmati suasana romantis di sore dan malam bertabur bintang maupun kerlip lampion yang menggantung di sekitar deck.

Deck Area (foto: koleksi pribadi)

Deck Area (foto: koleksi pribadi)

Bagaimana dengan sajian makanannya?

Soal makanan, di sini hanya ada dua level sajian makanan, enak dan enak banget. Pindang Patin Bakar Bambu misalnya adalah salah satu sajian unik yang harus dicoba. Ikan patin diberi rempah-rempah dan dibungkus daun pisang, kemudian dibakar dalam bambu berukuran besar selama 4 jam. Rasanya mirip dengan pepes, namun memiliki rasa rempah-rempah yang lebih kaya. Dan sensasi rasa dari bambu yang dibakar menambah eksotis sajian ini.

Patin Bakar Bambu (foto: koleksi pribadi)

Patin Bakar Bambu (foto: koleksi pribadi)

Jangan lewatkan pula udang bakar madu yang juara. Udang windu besar dibakar di atas bara api dan dibalur saus madu. Penyajiannya, udang setelah dibakar ditaruh di atas hotplate untuk menjaga udang tetap panas saat disajikan. Rasanya? Manis-manis creamy.

hmm...yummy..udang bakar madu (foto: koleksi pribadi)

hmm…yummy..udang bakar madu (foto: koleksi pribadi)


Ada pula sejumlah jenis sup yang ditawarkan seperti sup gurame, sup buntut dan sup iga garang asam. Saya mencoba Sup Iga yang terlihat menggoda. Iga dimasak dengan aneka sayuran segar, diantaranya tomat hijau serta belimbing wuluh yang menerbitkan sensasi rasa asam yang segar.

Narsis berjamaah (foto: koleksi pribadi)

Narsis berjamaah (foto: koleksi pribadi)

Ada pula ikan dori yang dimasak dengan bumbu rahasia ala Sampireun. Tekstur ikan yang lembut berpadu dengan bumbu yang kuat dan pedas sempat membuat Indra salah satu blogger kalap. Rupanya ia ketagihan. Satu porsi ikan dori yang berhasil dikuasainya tak cukup membuatnya puas, sehingga terpaksa mengakuisisi piring sebelah.

Bahan Segar dan Berkualitas

Salah satu komitmen Sampireun yang dipegang teguh adalah memberikan sajian berbahan baku terbaik dan segar. Untuk membuktikan kesegaran olahan bahan pangan yang digunakan, Mbak Ati humas Sampireun mengajak kami tur de kitchen untuk menyaksikan secara langsung bagaimana kru dapur meracik makanan sejak awal hingga terhidang di meja pengunjung.

Bakar!! (foto: koleksi pribadi)

Bakar!! (foto: koleksi pribadi)


Kami diajak melihat kolam-kolam tempat beragam ikan ‘parkir’ sebelum menjadi hidangan lezat. Di kolam yang tak seberapa besar saya lihat ada beberapa jenis ikan seperti gurame, lele, mas, hingga patin. Khusus untuk gurame ada dua jenis yang dipisahkan habitatnya, satu kolam khusus untuk gurame terbang, dan satu lagi untuk sup gurame yang berukuran lebih kecil. Menurut chef Sampireun, Pepen Pendi, dalam sehari mereka bisa menghabiskan 100 kilogram ikan berbagai jenis untuk disajikan.

Kami juga ditunjukkan ke gudang tempat penyimpanan ikan, daging, maupun sayuran. Kesemuanya menggunakan alat pendingin untuk menjaga kesegaran bahan sebelum diolah.

Hot Sambals (foto: koleksi pribadi)

Hot Sambals (foto: koleksi pribadi)


Dan yang paling menarik adalah kunjungan ke dapur, tempat para juru masak berjibaku menyiapkan pesanan. Panasnya… Karena dapur tetap running saat kami berkunjung. Juru masak tak terpengaruh kehadiran kami yang kadang sibuk bertanya ini itu sambil sesekali memotret proses memasaknya.

Ready to serve (foto: koleksi pribadi)

Ready to serve (foto: koleksi pribadi)


Kunjungan ke dapur juga saya manfaatkan untuk melihat-lihat bahan masakan serta bumbu dapur yang digunakan apakah halal atau tidak. Ternyata dari pengamatan sekilas semua bahan yang digunakan menggunakan bahan bersertifikasi halal. Buat saya yang muslim ini penting karena menimbulkan rasa aman dan nyaman saat bersantap.

Usai tur de kitchen, rombongan diberi penjelasan mengenai sejarah berdirinya Talaga Sampireun serta rencana pengembangan usaha dalam jangka panjang. Setelah Ancol, Sampireun bakal membuka cabang baru di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Konon cabang baru tersebut bakal lebih ‘wah’ konsepnya. Penasaran. Seperti apa, tunggu bulan Mei mendatang.


seventeen

photo(1) 14 Desember 1996. Saya menikahi Siti Komsiah di desa Cengkok, Nganjuk Jawa Timur pada sebuah petang yang dingin selepas hujan lebat. Waktu itu saya hanyalah lelaki nekat yang menikah tanpa modal materi. Dengan gaji hanya 500 ribu sebulan dari sebuah perusahaan agency kecil, saya beranikan diri menikahinya.

Sebuah keputusan yang dinilai nekat oleh sebagian orang. Tapi kami bergeming. Saya meyakinkan diri dan istri bahwa Allah adalah sutradara kehidupan tercanggih yang pasti memberikan jalan rejeki tanpa kita pernah tahu dari mana dan dengan cara apa. Beruntungnya saya karena memiliki istri yang mau diajak melarat, membangun semuanya dari level paling dasar. Soal materi bukanlah satu-satunya alasan mengapa ada pernikahan ini. Landasan kasih sayang yang kami upayakan sejak bertemu di bangku kuliah rupanya menyemai begitu rupa. Saling memiliki jauh lebih penting dibandingkan apapun.

17 tahun kami menapak usia kebersamaan. Banyak aral karena kami tak pernah menghindarinya. Justru kerikil dalam perkawinan adalah penguat bangunan rumah tangga. Pertengkaran bukanlah persoalan besar, karena hingga kinipun kami masih diberi kesempatan untuk bertengkar. Bukan mencari perbedaan, tapi justru untuk mencari titik temu. Benar kata orang pertengkaran adalah bumbu. Meski bukan keharusan, tapi bagi saya bertengkar dalam memecahkan persoalan menjadi penting demi menjadikan kami dewasa dalam melihat sebuah soal.

17 tidak hanya kami isi dengan bertengkar. Justru dalam rentang demikian teramat banyak hal indah yang kami torehkan. Dan itu jauh lebih banyak porsinya. Keberadaan kami dan ketiga buah cinta kami dalam setiap episode kehidupan senantiasa menimbulkan semangat kami untuk saling berbagi, memberi support, mencurahkan cinta diantara kita.

Sungguh beruntungnya saya memiliki pasangan hidup yang penuh cinta, memiliki anak-anak soleh yang menentramkan jiwa. Kalau boleh memohon ya Allah, berikan saya waktu selama mungkin bersama mereka. Ingin kami bisa melihat anak-anak dewasa dan bertumbuh. Ingin kami melihat mereka berhasil melanjutkan hidup dengan cara mereka, tentunya dengan restu Illahi.

Terima kasih istriku, terima kasih anak-anakku. Kalian adalah alasan mengapa hingga detik ini ayah masih ada di samping kalian.


Solo, Kota yang Ngangeni

Iedul Fitri di Laweyan, Solo 2012 (foto: koleksi pribadi)

Iedul Fitri di Laweyan, Solo 2012 (foto: koleksi pribadi)


Jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitulah kesan saya terhadap kota Solo di Jawa Tengah. Kerap singgah sejenak di kota ini saat perjalanan mudik ke Jawa Timur. Namun baru beberapa tahun terakhir mencoba dengan sengaja mengeksplor keindahan dan pesona kota ini.

Tatkala mudik lebaran tahun lalu saya dan keluarga ‘terpaksa’ menginap di kota Solo. Saya katakan terpaksa karena memang tidak direncanakan sebelumnya. Setelah terjebak macet di tol Cikampek dan Pantura, pilihan paling rasional adalah menginap di kota terdekat. Entah mengapa kami sepakat singgah dan menginap di Solo.

Meski waktu itu belum pernah dengan sengaja ke Solo, namun bagi kami Solo bukanlah kota yang asing. Selat Solo, serabi Notosuman, nasi liwet adalah beberapa jenis kuliner khas Solo yang sudah saya kenal jauh sebelum kami mengeksplor kota ini.

Dalam persinggahan tak sengaja tersebut kami sempat menjalankan sholat Iedul Fitri di kampung batik Laweyan. Sebuah pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak karena pertama kali kami berlebaran jauh dari rumah dan jauh dari orang-orang tercinta.

Solo Kota yang Nyaman

Festival Mangkunegaran, Solo 2013 (foto: koleksi pribadi)

Festival Mangkunegaran, Solo 2013 (foto: koleksi pribadi)


Festival Mangkunegaran, Solo 2013 (foto: koleksi pribadi)[/caption]Kesan lebih lengkap mengenai Solo saya dapatkan saat mengikuti Festival Asean Blogger, Mei lalu. Selama 4 hari banyak yang saya lihat, ikuti dan rasakan. Mulai dari menonton pertunjukan tari, berwisata dengan kereta uap Jaladara, menikmati keriuhan Car Free Day, berburu kuliner khas hingga mengunjungi Keraton Solo.

Di keraton Mangkunegaran saya dan teman-teman blogger dari sejumlah negara Asean menonton pertunjukan tari yang sebagian besar dilakukan oleh anak-anak. Melalui pertunjukan tari yang ditampilkan di pendopo Keraton itu, saya bisa melihat betapa masyarakat Solo bangga akan budayanya yang adiluhung. Mereka juga sangat menghargai seni tradisi. Bagi warga Solo seni adalah darah hidup mereka.

Saat menikmati hari bebas berkendara (Car free Day) di jalan utama Slamet Riyadi, saya bisa melihat sebuah Solo yang bergairah. Tidak hanya melihat warga berolahraga, namun juga berolahrasa. Karena di tepi jalanan yang tertutup untuk kendaraan tersebut, saya bisa menyaksikan pertunjukan ensembel musik yang dimainkan anak sekolah yang memukau, hingga jamin session sejumlah gitaris. Wow..

Momen Asean Blogger, Solo 2013 (foto: koleksi pribadi)

Momen Asean Blogger, Solo 2013 (foto: koleksi pribadi)


Di lokasi itu pula saya bisa menikmati aneka kuliner khas Solo dalam berbagai bentuk. Meski mendapat banyak hal di sini, namun kesan kuat yang saya dapat dari area Car Free Day adalah keramahan alami warga lokal. Mereka sangat peduli pada pendatang, suka menolong, dan yang lebih penting saat bertransaksi jual beli tidak ‘ngerjain’ pendatang. Ini penting karena di beberapa daerah pedagang-pedagang souvenir ataupun makanan menerapkan harga fantastis bagi
pendatang.

Satu yang tak bisa saya lupakan dari kunjungan terakhir ke Solo adalah mendapat kesempatan city tour dengan menumpang kereta uap Jaladara. Karena hanya sebagai kereta wisata, Jaladara tergolong jarang keluar kandang. Jika tak dipesan oleh rombongan dalam jumlah tertentu, kereta ini tak akan dijalankan. Dan saya cukup beruntung bisa merasakan city tour dengan sensasi berbeda.

Saat Jaladara membelah pusat kota Solo, kami jadi pusat perhatian bak selebriti. Warga juga berfoto-foto dengan latar Jaladara yang kami tumpangi. Rupanya tidak semua warga Solo pernah menumpang kereta Jaladara, sehingga keluarnya Jaladara menjadi istimewa bagi mereka.

Sebuah pengalaman yang menarik, yang membuat saya ingin lebih mengeksplor kota Solo jika sempat suatu saat. Uniknya, ketiga anak saya pun langsung jatuh cinta dengan atmosfer Solo yang unik, santai, dan tak terlalu bising. Berita baiknya, saya beserta keluarga akan kembali menjelajahi Solo akhir bulan ini. Yeeehay… Solo bener-bener kota yang ‘ngangeni’.