Suasana gerai Sbux di Jiexpo (foto dokpri)

Suasana di gerai Sbux di Jiexpo (foto dokpri)

Senja belum hadir saat saya dan beberapa kawan tiba di Holiday Inn Express. Kami memang janjian dengan sejumlah teman untuk menghabiskan senja sambil ‘ngupi-ngupi ganteng’ di gerai Starbucks JI-Expo Kemayoran Jakarta Pusat. Meski biasanya akhir pekan buat keluarga, tak apalah kali ini saya gunakan untuk melepas penat setelah seminggu aktivitas.

Tak sulit mencari keberadaan store Starbucks yang baru ini. Jika membawa mobil pribadi arahkan menuju JI-Expo, tepatnya ke pintu masuk 4. Tak perlu masuk arena pameran, susuri saja di luaran hingga tiba di Jalan Rajawali Sealatan Kemayoran. Gerai Starbucks ini berada di bagian depan Hotel Holiday Inn Express.

Suasana yang agak panas di luar langsung berubah begitu masuk ke gerai Starbucks yang ke-200-an ini. Tak salah memang menjadikan gerai ini sebagai tempat ngumpul sore.  Tempatnya cozy dengan interior yang dibalut kayu di beberapa bagian. Lantainya juga didesain menyerupai kayu. Hmm… ada apa ini? Saat menoleh ke lampu di tengah store mata akan tertuju pada kap lampu berbentuk keranjang yang terbuat dari bambu. Keranjang yang biasa saya lihat di pasar induk buah Kramat Jati itu secara unik digunakan sebagai kap lampu. Kreatif.

Rupanya Starbucks memang sengaja membuat storenya seperti itu. Bukan sekedar mempercantik tapi punya alasan khusus. “Starbucks memang punya kepedulian pada lingkungan. Isu Go Green tidak dijadikan slogan saja, tapi diterapkan dalam store-storenya. Dan beginilah salah satu hasilnya,” jelas Rhesya Agustine, Digital Marketing Mananger  Starbucks Indonesia.

Di pojok depan gerai ini juga ada papan kayu bergambar peta. Ini bukan sembarang peta, namun sebuah ‘coffeebelt’ atau peta persebaran daerah atau negara-negara penghasil kopi di dunia. Dari peta itu kita bisa melihat dengan jelas negara kita tercinta Indonesia masuk dalam jajaran penghasil kopi dunia. Bahkan konon kabarnya kopi asli Indonesia merupakan salah satu kopi terbaik di dunia.

Edukasi Segelas Kopi

Saya sebenarnya belum lama senang dengan kopi, bahkan dulu saya tergolong pembenci kopi. Buat saya kopi itu gak asyik. Pahit, bikin mual, bikin jantung deg-degan. Namun pandangan saya pelan-pelan berubah sejak mendapat pencerahan dari master-master kopi Starbucks melalui coffe testing yang saya ikuti beberapa waktu lalu.

Hari ini di gerai baru Starbucks saya dapat lagi edukasi kopi dari master kopi Immanuel Souhoka yang akrab dipanggil Noel. Ia menjelaskan kopi House Blend yang merupakan kopi pertama yang digunakan Starbucks sejak mereka buka di tahun 1971.

Noel yang juga Store Manager Starbucks JI-Expo menjelaskan bahwa level roasting biji kopi berpengaruh pada tingkat keasaman kopi. “Kopi yang tingkat roastingnya tinggi maka level keasaman (acid)nya rendah. Sebaliknya, jika kopi diracik dengan level roasting rendah maka tingkat keasamannya tinggi,” ujar Noel. Itu kenapa saat minum kopi kita merasakan derajat keasaman kopi yang berbeda-beda.

Makanya, untuk menikmati secangkir kopi pahit Noel menyarankan adanya ‘teman’ berupa sepotong roti atau cake manis, seperti croissant cokelat yang sore itu disediakan.

Untuk menyeruput segelas kopi House Blend, sebaiknya dilakukan saat kopi masih panas. Jika suhu kopi turun maka tingkat keasaman kopi akan bertambah. Ini mungkin yang menyebabkan perut sakit usai meminum kopi lantaran minum kopi saat sudah dingin.

Oiya, Noel juga mengajarkan ritual minum kopi yang benar. Pertama hirup kopi dan rasakan aromanya. Setelah itu langsung nikmati kopi hingga masuk ke rongga mulut. Paduan asam, pahit, dengan tingkat kepekatan cukup tinggi akan terasa begitu cairan kopi memenuhi langit-langit mulut hingga sampai di tenggorokan.

Langkah selanjutnya masukkan croissant cokelat tadi. Pertemuan rasa pahit dan asam dari kopi berpadu sempurna dengan manisnya croissant. Sejenak hilang sudah rasa pahit dan asam tadi. Indera pengecapan kita pun merasakan keseimbangan rasa.

Sebuah pengalaman menarik dan edukatif mengenai kopi.

 

Keranjang bambu jadi Kap Lampu (foto dokpri)

Keranjang bambu jadi Kap Lampu (foto dokpri)

Menghabiskan Senja (foto dokpri)

Menghabiskan Senja (foto dokpri)

Sebagian Kru Starbucks JI-Expo (foto dokpri)

Sebagian Kru Starbucks JI-Expo (foto dokpri)

Starbucks Not Just Coffee

Acara kami menikmati senja di Starbucks makin sore semakin lengkap. Selain ngupi-ngupi ganteng, ngobrolin banyak hal soal kopi, belajar mengenal aroma sekaligus belajar menikmati kopi dengan cara yang beradab. Lengkap dan puas.

Apalagi tuan rumah kemudian mengeluarkan aneka sajian teman minum kopi mereka yang terbaik dan merupakan favorit para pengunjung. Mulai dari Croissant cokelat yang manis-manis sombong. Ada pula fruit tarlet yang penuh topping buah segar, Cinnamon Roll yang wangi kayu manisnya menggoda selera, hingga tuna bread yang gurih. Wareg.

Aneka pastry yang saya sebut di atas baru sebagian kecil dari koleksi dapur Starbucks, masih banyak lagi yang bisa dicoba. Ini menunjukkan bahwa Starbucks memang bukan hanya jualan kopi. Itu mengapa sejak beberapa tahun terakhir di logonya tidak ada lagi kata “Coffee” di belakang kata Starbucks. Karena Starbucks menjual gaya hidup bagi masyarakat urban yang menyenangi kebiasaan ngopi berjamaah di tempat publik.

Starbucks sendiri berdiri sejak 30 Maret tahun 1971 di Seattle, Amerika Serikat. Kedai kopi ini didirikan tiga sekawan yakni Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Bowker. Hingga kini jaringan Starbucks meraksasa dan bisa ditemui di lebih dari 60 negara di dunia.

Di Indonesia, Starbucks yang berada di bawah manajemen PT.Sari Coffee Indonesia membuka gerai pertamanya tahun 2002 di Plaza Indonesia Jakarta. Hingga bulan Agustus tahun 2015 Starbucks sudah membuka lebih dari 200-an gerai di sejumlah kota di Indonesia.

Bagi kamu pecinta kopi, Starbucks punya sejumlah promo menarik….

Para Peraih Penghargaan Achmad Bakrie 2015 (foto dokpri)

Para Peraih Penghargaan Achmad Bakrie 2015 (foto dokpri)

Penghargaan Achmad Bakrie 2015. Enam orang tokoh dari latar belakang keilmuan yang berbeda memperoleh anugerah Penghargaan Achmad Bakrie ketigabekas tahun 2015. Gelaran pemberian penghargaan di bidang pemikiran sosial, sastra, kedokteran, sains, teknologi dan peneliti muda ini diberikan dewan juri kepada sejumlah nama yang selama ini dikenal idealis dan konsisten menjalankan aktivitas pemikiran keilmuan, serta terus menghasilkan karya-karya terbaik bagi Indonesia.

Keenam tokoh tersebut masing-masing Azyumardi Azra yang meraih penghargaan di bidang pemikiran sosial. Azyumardi yang pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dianggap menyumbang secara istimewa khazanah pengetahuan keIslaman, khususnya tentang dunia Islam sebagai jaringan ide yang mengalir dari satu kawasan ke kawasan lain dengan dinamis dan saling mengilhami.

Sastrawan Ahmad Tohari mendapat penghargaan di bidang kesusasteraan. Tohari dikenal dengan novel-novelnya seperti Ronggeng Dukuh Paruh, Lintang Kemukus Dinihari serta Jentera Bianglala. Dewan Juri menilai Tohari memperkokoh tradisi sasta realisme di Indonesia dan piawai mengolah kampung halaman, serta peka terhadap masalah sosio-kultural masyarakat pedesaan.

Tigor Silaban mendapatkan penghargaan di bidang kedokteran/ kesehatan. Tigor, dokter yang mengabdikan hidupnya di pedalaman Papua ini, dianggap sebagai sosok yang bisa merajut persatuan Indonesia melalui pengabdian tanpa henti dan tanpa pamrih dalam membangun dan memperkaya kesehatan yang menjunjung martabat warga tertinggal.

Poster Para Peraih Penghargaan Achmad Bakrie 2015 (foto dokpri)

Poster Para Peraih Penghargaan Achmad Bakrie 2015 (foto dokpri)

Suryadi Ismadji beroleh penghargaan di bidang sains. Suryadi terpilih mendapatkan anugerah Achmad Bakrie karena dianggap memperkaya khazanah pengetahuan biokimia melalui sederet riset berbasis keanekaragaman hayati lokal, yang disertai publikasi ilmiah mengesankan meski harus bekerja dalam lingkungan yang belum optimal.

Kaharuddin Djenod di bidang teknologi. Kaharuddin terpilih karena dianggap menopang pengembangan industri maritim Indonesia melalui inovasi teknologi khususnya pengembangan sistem dan metode mutakhir desain kapal laut yang terbukti mampu bersaing di dunia internasional.

Sementara Suharyo Sumowidagdo meraih penghargaan sebagai peneliti muda berprestasi. Ia berperan aktif dalam kerjasama eksperimen global yang manandaskan keberadaan partikel Boson-Higgs di Cern, yang diramalkan oleh model standar fisika partikel. Ia bersedia kembali ke tanah air sebagai pionir untuk memulai dan memimpin grup eksperimen global pertama di tanah air.

Berdedikasi dan Konsisten

Dalam sambutannya, putra sulung keluarga Bakrie, Aburizal Bakrie mengatakan bahwa keenam tokoh ini dipilih Freedom Institute melalui penyaringan sangat ketat. “Keenamnya merupakan tokoh yang telah menunjukkan dedikasi dan pencapaian yang membanggakan pada bidang masing-masing.”

Ical berharap, semangat dan pengabdian para peraih penghargaan ini akan menjadi sumber inspirasi bagi kaum muda kita untuk meraih prestasi yang juga membanggakan di masa mendatang.

Sastrawan Ahmad Tohari (foto koleksi Yayasan Achmad Bakrie)

Sastrawan Ahmad Tohari (foto koleksi Yayasan Achmad Bakrie)

Sementara itu saat menerima award, sastrawan Ahmad Tohari sempat menyentil sejumlah kalangan yang tidak memiliki kepedulian pada tradisi literasi. Pemerintah dan masyarakat kebanyakan dianggap tak cukup punya kepedulian pada kesusasteraan. Kegiatan literasi sastra menjadi terpinggirkan, padahal masyarakat kita butuh apa yang dinamakan ‘rasa’ bukan hanya logika. Tohari juga menyentil anggota dewan yang kerap membuat kegaduhan di parlemen. Menurut Tohari, “Negeri ini tidak butuh kegaduhan politik, namun negeri ini masih butuh dengan sastera agar tak terjadi kegaduhan politik.”

Penulis bersama Suharyo  Sumowidagdo (foto dokpri)

Penulis bersama Suharyo Sumowidagdo (foto dokpri)

Pemberian penghargaan yang berlangsung meriah di gedung Djakarta Theater, Jakarta dimeriahkan penampilan penyanyi pop terkenal Ruth Sahanaya, Sandy Sondoro, serta penyanyi campur sari Endah Laras. Rencananya acara ini akan tayang di stasiun televisi antv dan tvOne pekan depan.

 

20150627_151823Mengkonsumsi buah-buahan buat saya bukanlah hal yang luar biasa. Sejak kecil saya adalah fruityholic alias penggila buah dalam arti positif. Makan buah bisa saya nikmati sama enaknya dengan makanan apapun. Saat kecil dulu, ketika teman seusia merengek minta jajan makanan ringan seperti Chik* saya justru sering merengek minta dibelikan tomat atau jeruk.

Tomat biasanya saya makan langsung atau saya makan dicampur dengan sedikit gula dan ditambakan es. Suegerr… Begitu pula dengan kegemaran makan jeruk. Sudah sampai pada taraf ‘nagih’. Bahkan kalau tak distop ibu, saya bisa menghabiskan satu kantong plastik jeruk sendirian. Ya, sendirian hehehe..

Mengkonsumsi buah-buahan bagi saya bukan sekedar menjadi pelengkap gizi bagi tubuh, tapi menjadi kebutuhan dan kewajiban. Pokoknya tidak ada hari tanpa makan buah, apapun itu jenis buahnya. Yang manis oke, lebih baik. Tapi kalau rasanya asam pun saya tetap memakannya. Matang di pohon lebih asyik, tapi setengah matang pun no problem.

Hingga dewasa, ternyata kebiasaan itu tetap melekat dan saya tularkan kesenangan saya akan buah pada keluarga terdekat, istri dan anak-anak. Awalnya cukup sulit membiasakan diri mengkonsumsi buah-buahan, terutama bagi anak-anak. Segala cara saya lakukan, mulai dari cara penyajian yang tak biasa hingga menyajikan buah dalam bentuk berbeda.

Nah, kebetulan Sunpride tengah menggelar lomba blog my 7 Days fruits dairy, berikut saya bagikan catatan mengenai kebiasaan saya mengonsumsi buah-buahan dalam kehidupan sehari-hari.

#Hari ke-1 : makan pisang

Makan Sunpride Berjamaah, Enaknya (foto dokpri)

Makan Sunpride Berjamaah, Enaknya (foto dokpri)

Pisang bagi saya adalah buah ajaib. Percaya atau tidak, buah yang mempunyai kulit berwarna hijau dan kuning ini bisa meningkatkan mood bagi saya dalam menjalani hari. Dengan rasanya yang manis, buahnya yang padat mampu memberikan asupan kalori yang luar biasa setelah mengkonsumsinya.

Biasanya saya konsumsi pisang sehabis makan. Karena makan saya tidak pernah terlalu ‘berat’ maka pisang paling pas menjadi teman terakhir menutup aktivitas makan saya. Entah mengapa setelah menyantap pisang saya jadi merasa lebih ‘bertenaga’ dan ‘gembira’. Mungkin ini hanya sugesti bagi sebagian orang, namun ini nyata.

Selain itu saya kerap menjadikan pisang sebagai cemilan sehari-hari. Sengaja saya atau istri letakkan pisang Sunpride di depan televisi di ruang keluarga, agar memudahkan siapapun mengambil dan menyantapnya. Mengganti cemilan sehari-hari dengan buah banyak khasiatnya lho, yang paling pasti mencegah obesitas. Karena buah-buahan kaya akan serat. Beda sekali dengan cookies atau cake.

Pisang Sunpride Kuning Menggoda (foto dokpri)

Pisang Sunpride Kuning Menggoda (foto dokpri)

Dan setelah saya googling ternyata banyak juga khasiat pisang bagi tubuh manusia. Empat diantaranya adalah,

Pertama pisang ternyata memiliki dua kali lipat karbohidrat dan lima kali lipat vitamin A dibandingkan apel.

Kedua, kandungan karbohidrat dalam pisang bisa mejadikan sumber energi dalam tubuh. Coba konsumsi dua buah pisang sehari dan rasakan tubuh bakal lebih bergairah dalam melakukan aktivitas keseharian.

Ketiga, pisang kaya akan potasium. Kandungan ini membantu sirkulasi oksigen ke otak menjadi lebih lancar. Ini akan mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dan stroke.

Keempat, Pisang bisa menjadi mood booster alias sumber semangat. Jika sering gelisah atau galau, dianjurkan mengonsumsi pisang karena bisa meningkatkan suasana hati dan menjaga kita tetap positif.

Oiya kalau boleh sharing, kami sekeluarga memang sudah lama jatuh hati dengan produk Sunpride. Pisang Cavendish dari Sunpride mengawali perkenalan kami sejak anak-anak berusia balita. Anak-anak yang awalnya sulit makan buah, langsung suka dengan rasa dan tekstur pisangnya yang berbeda dengan pisang lainnya.

Pisang Cavendish dari Sunpride tidak cepat lembek dan membusuk sehingga kesgarannya tetap terjaga. Untuk membuat pisang Sunpride tetap segar saya justru meletakkan di luar kulkas atau lemari pendingin. Sebab jika diletakkan di dalam lemari pendingin, kulit buah pisangnya cepat berubah warna, meskipun isi buahnya masih tetap segar.

Dan pisang Sunpride ini menjadi ‘pintu masuk’ saya untuk ‘meracuni’ anak-anak agar gemar makan buah. Dan sejauh ini lumayan berhasil.

#Hari ke-2 : Pepaya Day

Pepaya California, Label Sunpride Jaminan Mutu (foto dokpri)

Pepaya California, Label Sunpride Jaminan Mutu (foto dokpri)

Hari ini saya berangkat kerja ditemani dengan seporsi buah pepaya potong. Pepaya Sunpride yang berwarna merah menyala menjadi teman saya hari ini. Saya memang terbiasa membawa bekal buah jika pergi ke kantor. Buah ini biasanya saya konsumsi diantara jeda sarapan dan makan siang. Tapi seringkali belum sampai ke kantor, seporsi buah itu akan habis di perjalanan jika kondisi lalu lintas macet dengan ceria.

Saya memang kerap membawa bekal di mobil. Tujuannya membunuh kejenuhan saat macet. Karena tidak merokok, saya mengalihkan rasa bosan dengan ‘ngemil’. Dulu cemilan saya tak jauh dari cookies, biskuit atau permen. Belakangan saya ubah menu cemilan menjadi buah-buahan segar. Istri saya biasanya menyiapkan seporsi besar buah dalam wadah kedap udara agar buah tetap segar selama perjalanan menuju kantor.

Buah Pepaya Sebagai Bekal ke Kantor (foto dokpri)

Buah Pepaya Sebagai Bekal ke Kantor (foto dokpri)

Belum tiba di kantor biasanya cemilan saya ini sudah harus berpindah ke dalam perut. Bagaimana tak tergoda jika warna kemerahan pepaya segar menggoda dari balik wadah makan saya. Daripada bengong saya comot barang satu dua potong. Tapi karena macetnya jalanan Jakarta dari rumah saya di kawasan Cibubur tak bisa diprediksi, maka seporsi buah itu biasanya langsung tandas sebelum saya tiba di kantor di kawasan Pulomas.

Hari ketiga : rujakan (guava)

Makan buah bagi sebagian orang bisa jadi menjadi momok yang menakutkan. Ada banyak alasan orang tidak menyenangi buah. Malas harus mengupas dulu, gak enak rasanya (karena ada buah yang rasanya pahit, sepet, atau asam), atau seribu satu alasan lainnya.

Ngerujak yuukkk... (foto dokpri)

Ngerujak yuukkk… (foto dokpri)

Tapi bagi saya itu bukan kendala untuk tak menjadikan makan buah sebagai kesenangan. Selain memakan secara langsung, saya punya beberapa cara lainnya agar anak-anak mau makan buah. Misalnya, saat musim mangga saya tawarkan anak-anak untuk makan mangga yang dibentuk laksana kipas. Bentuknya yang unik dengan warna kuning dan hijau ternyata menarik perhatian mereka. Anak pun jadi tertarik memakannya.

Pepaya California dan Nanas Honi siap dirujak (foto dokpri)

Pepaya California dan Nanas Honi siap dirujak (foto dokpri)

Cara lainnya adalah menyajikannya dalam bentuk rujak. Dengan menyajikan dalam bentuk rujak, mereka yang semula enggan makan buah jadi teralihkan. Buah yang pahit atau asam sekalipun mereka coba. Karena rasa asam atau pahit tersamarkan dengan bumbu rujak yang terbuat dari gula aren.

Untuk kali ini saya buat rujak dengan isi campuran buah nanas Honi dan pepaya california. Nanas Honi dari Sunpride ini tak terkalahkan rasanya. Sejak tiga bulan silam mencicipi Nanas Honi saya langsung jatuh hati. Buahnya yang lembut, rasanya manis, tidak membuat gatal saat sepotong nanas Honi sampai di mulut.

Berpadu dengan pepaya California, rujak yang saya buat jadi sempurna. Meski keduanya mempunyai rasa manis, tapi manis pepaya dan nanas beda. Mereka saling melengkapi.

Memakan buah dengan membuatnya menjadi rujak ternyata menjadi cara sangat jitu dan diterima anak-anak dengan senang hati. Apalagi ada aroma petualangan juga di sini. Anak-anak berebutan mendapatkan buah yang manis dan ini jadi aktivitas yang selalu seru.

Hari keempat : Ketagihan Nanas Honi

Hari ini mau ke toko buah dekat rumah. Rencananya mau cari nanas Honi, yang merupakan salah satu produk unggulan Sunpride. Kalau ada yang bertanya mengapa harus nanas Honi? Sejak mengenalnya di bulan Juni silam, kami sekeluarga langsung jatuh hati dengan nanas honi. Nanas honi sesuai namanya rasanya seperti madu, manis. Rasa manisnya berbeda dengan nanas kebanyakan yang cenderung masam.

Rasa asam nanas selama ini menjadi poin terpenting mengapa anak-anak di rumah malas mengkonsumsi nanas. Bagi mereka makan nanas gak asyik. Langit-langit mulut berasa gatal sehabis memakan nanas.

Ternyata pengalaman makan nanas yang bikin gatal di rongga mulut tidak terjadi saat mengkonsumsi nanas Honi. Memang butuh meyakinkan terlebih dulu pada anak-anak. Saya katakan ini produk yang berbeda dari kebanyakan buah nanas.

Saya sampai harus memberi garansi jika rasa nanas Honi masam, anak-anak boleh tak melanjutkan penjelajahannya mencoba Nanas Honi. Dan ternyata, sepotong demi sepotong nanas Honi yang saya sajikan masuk dengan sukses ke mulut anak-anak.

Rencananya, nanas Honi yang saya beli akan dicampurkan dengan buah lainnya untuk dibuat sop buah. Tapi hanya dalam waktu kurang dari setengah jam sudah tandas tak berbekas.

 

Nanas Honi masih di rak (foto dokpri)

Nanas Honi masih di rak (foto dokpri)

Oiya saat membeli nanas Honi di toko buah jangan mudah terkecoh ya dengan produk yang lain. Meski tampilannya bisa saja sama (serupa) dari luarnya, tapi pilihlah nanas Honi produk unggulan dari Sunpride. Salah pilih bisa berakibat fatal dan gatal. Hehehe..

Lalu bagaimana cara memilih nanas Honi di toko buah? Sangat mudah. Sebagaimana buah keluaran Sunpride lainnya, ada penanda yang mudah dikenali yaitu label bertuliskan nanas Honi yang dibuat berwarna hijau kekuningan.

Label yang diikatkan ke buah nanas Honi selain menjadi penanda produk juga merupakan sumber informasi berharga. Di label tersebut diberikan informasi grafis bagaimana cara mengupas nanas Honi dengan mudah. Info grafis ini cukup membantu bagi siapapun yang semula enggan mengupas nanas, karena khawatir terkena bagian yang sedikit berduri atau tajam di beberapa bagian buahnya.

Nanas Honi sudah dikupas siap dibayar (foto dokpri)

Nanas Honi sudah dikupas siap dibayar (foto dokpri)

Apa sebenarnya khasiat buah nanas bagi tubuh? Saya kutipkan pernyataan Kepala Pusat Kajian Buah Tropis, Institut Pertanian Bogor, Sobir, PHD di situs Sunpride. Sobir menyatakan, nanas memiliki beragam manfaat untuk kebugaran dan kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat. Pengetahuan akan ragam manfaat nanas serta rasa manis khas nanas dapat mendorong permintaan nanas di pasar dunia yang saat ini menempati urutan ke tiga  untuk jenis buah tropis dan setiap tahun permintaan rata-rata buah nanas mencapai 5 juta ton per tahun.

Dari hasil kajian, nanas merupakan buah rendah kalori, sodium, lemak jenuh dan sumber yang kaya serat, sehingga dapat menjadi kudapan sempurna di kala senggang atau makanan penutup. Selain itu, Nanas HONI mengandung kadar Calcium Oksalat yang rendah sehingga tidak memicu gatal dan tidak perlu direndam dengan air garam terlebih dahulu untuk memakannya.

Kandungan pada buah nanas kaya akan khasiat serta manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti kandungan trptophan dan serotonin di Nanas yang dapat merelaksasi otak sehingga dapat mengurangi depresi, serta meningkatkan mood dan konsentrasi.

Hari kelima : Memori Jeruk baby

Jeruk Baby Siap Diperas (foto dokpri)

Jeruk Baby Siap Diperas (foto dokpri)

Salah satu produk Sunpride yang berbeda dari produsen lain adalah jeruk Baby. Dinamakan jeruk Baby karena biasanya jeruk ini dikonsumsi untuk bayi atau bocah batita. Rasanya yang manis tanpa rasa asam sangat pas untuk diberikan pada anak-anak yang umumnya belum bisa mencerna buah yang memiliki rasa ekstrim.

Bicara buah jeruk baby, saya jadi ingat dengan kisah si sulung dengan jeruk baby. Sejak bayi anak sulung saya (kini sudah SMA kelas 12) sudah saya biasakan mengkonsumsi makanan pengganti ASI berupa buah-buahan segar. Kadang ia diberi pepaya yang dihancurkan, pisang, atau perasan jeruk baby.

Ayah saya, sang kakek almarhum lah yang selalu mengingatkan untuk selalu menjaga persediaan (stok) buah jeruk baby di Lemari pendingin. Jika kami lupa menyimpan stok, biasanya sepulang kerja ayah saya sudah membawa seplastik jeruk baby bagi cucu pertamanya itu.

Oiya, jeruk ini dinamakan Jeruk Baby karena rasanya manis, sehingga mudah dikonsumsi dan aman bagi bayi. Rasanya yang manis disebabkan kandungan asamnya 50% lebih rendah dibanding jeruk pada umumnya.

Menurut situs Sunpride, ada beberapa fakta penting terkait jeruk baby.

Jeruk Baby mempunyai sari yang manis dan segar, serta kandungan air tinggi. jeruk ini mengandung fitonutrien di antaranya flavonoid dan inositol (zat yang dapat menenangkan saraf dan otot).

Khasiat mengonsumsi jeruk baby adalah mengobati demam yang disertai haus tengorokan dan lidah kering. selain itu, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengobati infeksi, dan mencegah atau mengobati sariawan.

Karena rasanya yang manis, paling enak mengkonsumsi jeruk baby adalah dengan memerasnya tanpa campuran apapun. Selain itu jeruk baby juga bisa dikonsumsi dengan memakannya secara langsung. Dijamin ketagihan.

Hari Keenam : Belanja Buah

Belanja Buah Harus Ada Sunpride di Keranjang (foto dokpri)

Belanja Buah Harus Ada Sunpride di Keranjang (foto dokpri)

Hari ini tidak ada aktivitas yang menonjol selain ke kantor seperti biasa. Tapi sepulang dari kantor anak-anak mengingatkan untuk mampir ke toko buah langganan di jalan alternatif Cibubur.  “Ayah, jangan lupa mampir ke toko Tot** Buah ya, adek mau pisang Sunprida nih,” begitu permintaan si bungsu Ninis lewat telepon.

Baiklah. Kalau untuk beli buah, siapa takut?

Saya dan istri memang selalu mencadangkan sebagian isi lemari es dengan aneka buah segar. Tujuannya agar bisa sewaktu-waktu diambil sendiri oleh anak-anak saat mereka ingin ngemil atau sekedar membuat jus buah.

Dan sudah sejak lama kesadaran membeli buah lokal yang segar dan berkualitas baik tertanam di benak kami sekeluarga. Urusan  konsumsi buah dan sayuran lokal bagi kami bukan soal nasionalisme, tapi lebih pada nilai kesegaran dan kandungan gizinya yang masih komplit. Umumnya buah lokal dikirim dari sejumlah daerah yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal kami di kawasan Cibubur. Sehingga kami selalu mendapatkan buah-buahan yang masih segar dan berkualitas.

Sejak beberapa tahun terakhir kami sengaja mengurangi konsumsi buah impor. Selain harganya yang mahal, buah impor menurut saya tidak lagi segar saat kita konsumsi di Indonesia, karena sudah menjalani proses pengiriman dari negeri asalnya. Beberapa bahkan sudah diberi pengawet agar tahan lama hingga tiba di tangan konsumen di Indonesia. Kesegarannya pastinya patut dipertanyakan.

Oleh karena itu kami sepakat akan selalu membeli dan mengkonsumsi buah lokal agar kesejahteraan petani lokal makin terjamin dan kami tetap bisa menjaga hidup sehat.

Hari Ketujuh : jus buah

Jus melon tanpa es (foto dokpri)

Jus melon tanpa es (foto dokpri)

Bikin jus buah ah. Saya memang selalu memberi chalenge buat diri sendiri atau seisi rumah untuk kreatif dalam hal apapun. Termasuk dalam hal mengkonsumsi buah-buahan. Dalam seminggu ini kami sudah mencoba berbagai cara untuk mengkonsumsi buah-buahan. Mulai dari memakannya secara langsung tanpa tambahan apapun, hingga memberinya tambahan bumbu rujak.

Hari ke-7 ini saya ingin mencoba membuat jus buah. Kebetulan di kulkas masih ada setengah buah melon Sunpride. Setengahnya sebelumnya sudah habis dimakan bareng-bareng.

Yuk Ngejus (foto dokpri)

Yuk Ngejus (foto dokpri)

Bagi yang belum pernah membuat jus buah, tidak sulit kok untuk membuat minuman sehat dan menyegarkan ini. Melon dikupas dulu kulitnya. Tapi jika malas mengupas juga tak apa, cukup memotong daging buahnya saja menjadi irisan kecil-kecil.

Masukkan irisan melon ke blender. Kebetulan melon yang ada sudah cukup manis, jika diblender dengan tambahan sedikit air rasanya tak perlu menambahkan lagi gula pasir atau pemanis lainnya. Tapi jika buah yang akan diblender asam atau hambar, tak apa memberikan tambahan sedikit gula. Biasanya saya hanya memberikan ssatu sendok makan gula untuk 3-4 gelas jus buah.

Oiya bagi yang senang dengan es, bisa menambahkan es batu saat memblender. Tapi tanpa tambahan es pun jus buah melon ini tetap enak kok.

Begitulah pengalaman saya 7 hari bersama Sunpride. Saya hanya ingin katakan, bahwa mengkonsumsi buah-buahan itu menyenangkan. Memberikan banyak manfaat, bagi kesehatan tentunya. Pencernaan menjadi lancar karena buah-buahan kaya akan serat yang dibutuhkan tubuh kita.

Dan yang terpenting, mengkonsumsi buah-buahan itu kekinian lho, sesuai tuntutan zaman, sesuai gaya hidup sehat yang kini dianut banyak orang. Mari jadikan konsumsi buah segar sebagai sebuah gerakan massal dan jadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

 

645px-Expo_2015_Logo.svg

Milano Expo 2015. Apa kabar Paviliun Indonesia di expo terbesar di dunia, World Expo 2015?

Expo kali ini memang digelar di kota Milan, Italia setelah sebelumnya di Shanghai, China. Kabar mengenai kesertaan Indonesia di Milano Expo memang minim sekali kita jumpai di media massa lokal. Saya sendiri baru ‘ngeh’ dengan kesertaan Indonesia di Milano Expo saat ketua panitianya, alm. Didi Petet sakit dan kemudian wafat. Saat itu barulah sedikit-sedikit cari tahu mengenai hajatan besar yang hanya digelar 5 tahun sekali.

Foody, maskot Milano Expo 2015 (sumber http://www.ansa.it)

Foody, maskot Milano Expo 2015 (sumber http://www.ansa.it)

 

Beberapa waktu lalu kawan-kawan dari Artha Graha Network menggelar Blogger meet up, menjelaskan kesertaan Indonesia di ajang yang merupakan perhelatan terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia Sepakbola itu. Ahmad Kusaeni, koordinator media Artha Graha Network mengatakan, “Artha Graha semula hanya sebagai sponsor paviliun Indonesia di Milano Expo. Namun kini secara penuh ikut mengorganisir kegiatan di paviliun Indonesia dalam payung Koperasi Pelestari Budaya Nusantara.”

Dalam blogger meet up itu juga dipaparkan sejumlah pencapaian dan rencana ke depan paviliun Indonesia di ajang yang digelar sekali dalam 5 tahun.

World Expo kali ini mengusung tema “Feeding The Planet, Energy for Life”. Kegiatan yang digelar sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2015, diikuti tak kurang dari 145 negara di dunia.

Paviliun Indonesia di World Expo 2015, Milan (sumber http://indonesiaworldexpo.com)

Paviliun Indonesia di World Expo 2015, Milan (sumber http://indonesiaworldexpo.com)

Paviliun Indonesia sendiri dibuat mengadopsi tema yang ditetapkan panitia. Berbentuk laksana lumbung padi dan bubu (alat penangkap ikan). Lumbung padi dikenal sebagai tempat penyimpanan hasil panen yang digunakan oleh warga pedesaan. Ini sekaligus memberi pesan bahwa kesadaran akan penyediaan pangan untuk masa depan sudah ada di masyarakat tradisional Indonesia sejak lama.

Sedangkan bubu yang merupakan alat penangkap ikan, masih digunakan para nelayan di Indonesia dan merupakan jenis alat penangkap ikan yang ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem laut. Adapun material yang digunakan paviliun Indonesia sebagian besar adalah rotan sintetis.

Badak, Maskot Paviliun Indonesia (sumber http://indonesiaworldexpo.com/)

Badak, Maskot Paviliun Indonesia (sumber http://indonesiaworldexpo.com/)

Sementara itu paviliun Indonesia juga menggunakan badak sebagai maskotnya. Hewan ini dipilih karena dikenal sebagai hewan yang langka di dunia. Sehingga penggunaan maskot badak diharapkan dapat menyebarkan pesan pelestarian satwa langka pada dunia internasional. Pesan yang menarik.

Mengapa expo ini penting? Karena perhelatan Expo ini adalah satu dari banyak diplomasi budaya yang bisa dilakukan kepada dunia. Suka tak suka masih banyak orang di dunia ini yang belum tahu tentang Indonesia. Padahal Indonesia punya banyak hal yang tak dimiliki negara lain di dunia. Mulai dari budaya, suku bangsa, kuliner, kesenian, hingga bahasanya yang beraneka ragam.

Bule Belajar Membatik (sumber @indoworldexpo)

Bule Belajar Membatik (sumber @indoworldexpo)

Saya sendiri sejak kecil bermimpi bisa hadir di World Expo seperti di Milan ini. Memori kanak-kanak saya mengenai World Expo adalah saat perhelatan ini digelar di Tsukuba, Jepang tahun 1985. Hampir tiap hari saya ikuti kegiatan-kegiatan di World Expo melalui media massa (saat itu belum ada internet). Menurut saya kegiatan ini cukup bagus sebagai jendela budaya setiap negara.

Tari Jaipong (sumber @indoworldexpo)

Bule Latihan Tari Jaipong (sumber @indoworldexpo)

Jika banyak negara menampilkan kecanggihan budaya di dalam paviliunnya, berbeda dengan paviliun Indonesia. Indonesia menampilkan keragaman dan eksotisme budaya yang dimilikinya. Di sini pengunjung diajak bersentuhan dengan berbagai hal yang tradisional maupun modern dari Indonesia. Budaya tradisional ditampilkan melalui pertunjukan beragam tarian seperti tari dari Papua, Jawa, Bali hingga Betawi.

Pengunjung juga diberikan pengalaman langsung menari bersama sejumlah penari tradisi, seperti belajar menari Jaipong dari Jawa Barat atau belajar tarian Betawi dari Jakarta.

Kuliner Rendang Padang (sumber @indoworldexpo)

Kuliner Rendang Padang (sumber @indoworldexpo)

Keragaman kuliner juga menjadi daya tarik paviliun Indonesia. Pengunjung dari berbagai negara juga diberi kesempatan mencicipi aneka kekayaan kuliner Nusantara. Mulai dari gado-gado, rendang, nasi goreng, ayam goreng cabe hijau hingga es campur disajikan di paviliun Indonesia.

Jenis masakan ini bikin penasaran lidah pengunjung World Expo yang rata-rata orang bule. Mereka penasaran dengan rasa kuliner Indonesia yang sangat berbeda dari kuliner barat yang mereka santap sehari-hari. Jika kuliner dari negeri barat cenderung minim bumbu, kuliner Indonesia dianggap lebih spicy, penuh bumbu.

Teman-teman Artha Graha Network yang baru pulang dari Milan juga bersaksi, sejumlah menu kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng, sate ayam dan rendang menjadi menu andalan yang laris manis diburu pengunjung manca negara.

Gadis-gadis Jepang antri nasi goreng (sumber @indoworldexpo)

Gadis-gadis Jepang antri nasi goreng (sumber @indoworldexpo)

 

Selain menampilkan ragam budaya dan kuliner khas, paviliun Indonesia juga memperkenalkan keindahan panorama alam Nusantara yang bisa diakses oleh pengunjung dengan menggunakan alat khusus bernama Oculus. Alat semacam kaca mata yang bisa menampilkan gambar-gambar keindahan alam Indonesia 360 derajat.

Meneropong keindahan alam Indonesia melalui Google Oculus (Sumber @indoworldexpo)

Meneropong keindahan alam Indonesia melalui Google Oculus (Sumber @indoworldexpo)

Keikutsertaan Indonesia di World Expo mestinya didukung penuh pemerintah dan dunia usaha nasional. Karena ini merupakan bagian dari diplomasi budaya yang punya dampak jangka panjang terhadap Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang bagi Indonesia yang mesti dirawat dengan baik. Kalau bukan kita yang mendukung, siapa lagi?

Bangga Brand Lokal (foto dokpri)

Bangga Brand Lokal (foto dokpri)

Advan Vandroid X7. Jangan mengaku orang Indonesia kalau tak kenal Advan. Advan adalah brand gadget lokal yang punya prestasi cukup moncer di pasar gadget akhir-akhir ini. Berdasarkan riset International Data Corporation (IDC), Advan menjadi pemimpin pasar gadget berjenis tablet di Indonesia dan nomor dua di Asia Pasifik. Mau buktinya? Baca saja ini.

Cantiknya Advan Vandroid X7 (foto dokpri)

Tablet PC Berotak Komputer (foto dokpri)

 

Tidak tanggung-tanggung, di pasaran Asia Pasifik Advan bahkan menggeser raksasa produsen gadget asal negeri paman Sam, Apple yang sebelumnya berada di posisi kedua. Sebagai brand tablet lokal Advan menduduki posisi kedua dengan market share 13,5%, tepat di bawah Samsung yang masih merajai dengan pangsa pasar 23,3%.

idc

Fakta ini agak mengejutkan lantaran banyak orang Indonesia sendiri yang ternyata belum familiar dengan merk Advan. Sejumlah blogger bahkan menyangka Advan adalah brand dari China atau Taiwan.

Tjandra Lianto on Stage (foto dokpri)

Tjandra Lianto on Stage (foto dokpri)

Tjandra Lianto, Marketing Director Advan mengatakan, “Ini kabar membanggakan bukan hanya bagi Advan sendiri tapi juga bagi orang Indonesia. Karena ini pertama kali brand lokal Indonesia menjadi pemimpin pasar tablet di Asia Pasifik, melampaui para pemain global yang lebih dulu eksis.”

Blogger Peduli Produk Lokal (foto koleksi Cahyanto)

Blogger Narsis Itu Pasti (foto koleksi Cahyanto)

Dengan fakta-fakta tersebut Advan terlihat makin percaya diri saat meluncurkan produk anyarnya tablet Advan Vandroid X7. Acara peluncuran yang dikhususkan bagi blogger, digelar di Fairmont Hotel, Jakarta (3/8). Acara ini dihadiri ratusan blogger dari sejumlah komunitas di Indonesia. Saya dan ratusan blogger dari Blogger Reporter Indonesia (BRID), Kumpulan Emak Blogger, serta Blogger Bandung menjadi saksi peluncuran perdana produk kebanggaan Indonesia ini.

Selain kalangan blogger, acara juga dihadiri sejumlah rekanan Advan seperti produsen prosesor Intel dan operator seluler ternama Indosat.

Berdiri Menyanyikan Lagu Kebangsaan (foto dokpri)

Berdiri Menyanyikan Lagu Kebangsaan (foto dokpri)

Acara launching kali ini beda dengan launching produk seluler lainnya. Dikemas dengan tagline “Bangga Produk Indonesia”. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Semua undangan tanpa terkecuali ikut menyanyikan lagu kebangsaan. Sebuah hal langka dalam peluncuran sebuah produk.

Dengan menyanyikan lagu kebangsaan diharapkan semua undangan (utamanya blogger) juga bangga pada hasil karya anak bangsa. Bahkan di penghujung acara semua undangan juga diminta menandatangani sebuah petisi sebagai dukungan dan kebanggaan terhadap produk nasional.

Tablet Berotak Komputer

Advan Vandroid X7 dilabeli sebagai tablet PC berotak Komputer. Tablet ini memiliki kemampuan mumpuni dengan dukungan prosesor Intel Atom X3 di dalamnya. Prosesor ini menjadikan kinerja tablet ini lebih cepat dan ringan. Tablet ini memiliki RAM 1GB dan ROM 8GB.

Tablet Maksimal Harga Minimal (foto dokpri)

Tablet Maksimal Harga Minimal (foto dokpri)

Dengan ‘jeroan’ yang seperti itu, jelas X7 memiliki performa multimedia yang aduhai. Lebih powerful, multitasking, visual 3D games yang keren dan yang paling penting baterainya tahan lama.

Tablet Advan Vandroid X7 juga dilengkapi fitur standar tablet PC hi-end seperti dual Camera, dual Sim Card, Bluetooth V4.0, USB OTG, dan Battery 2500 mAh. Yang dan belum ditemukan di tablet manapun adalah adanya colokan USB yang bisa memudahkan kita sharing file dengan tablet atau PC lain lebih cepat.

Blogger di Pojok Narsis (foto dokpri)

Blogger di Pojok Narsis (foto dokpri)

Dengan spesifikasi seperti itu harga Advan ternyata cukup murah dan terjangkau. Hanya dibanderol satu jutaan rupiah saja (Rp.1.099.000). Waduh #kepengen.

Tolong dicatat juga, Vandroid X7 ini juga accessable bagi para penyandang difabel dengan adanya fitur Advan Voice Text. Fitur ini memungkinkan pengguna yang tak bisa melihat bisa mengakses tablet melalui suara. Jadi bagi teman-teman difable jangan takut tak bisa merasakan kecanggihan Vandroid X7 ini ya.

Teknologi Untuk Semua (foto dokpri)

Teknologi Untuk Semua (foto dokpri)

Oiya, Advan dan Indosat juga bekerja sama dalam pemasaran paket Advan Vandroid X7. Pecinta Advan bisa mendapatkan paket bundling Indosat dengan bonus pulsa 240 ribu rupiah. Cakepp.

Dukung Brand Lokal (foto dokpri)

Dukung Brand Lokal (foto dokpri)


20150730_132339

Oceanic Seabreeze. Satu lagi resto sea food ada di Ancol Taman Impian, namanya Oceanic Seabreeze seafood restaurant. Soft Opening resto ini sebeanrnya sudah dilakukan bulan Juni silam, sehari sebelum puasa. Namun baru grand opening Kamis (30/7) lalu.

Grand Opening dilakukan manajemen Seabreeze Indonesia beserta pimpinan Ancol Taman Impian, yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.

20150730_132559

Resto ini letaknya cukup strategis, dekat dengan pantai Carnaval dan Ancol Beach Mall. Kalau yang sering ke Ancol pasti sudah familiar dengan pantai dan mall ini. Dari pintu masuk utama Ancol tinggal belok kanan, lurus aja sampai ketemu resto ini sebelum mall. Resto ini berada di sisi pantai, dengan pemandangan indah pantai Carnaval. Pengunjung bisa memanjakan lidah dengan hidangan laut pilihan, dengan ditemani deburan ombak dan angin sepoi-sepoi yang sejuk.

Soup Seafood Kelapa Muda (foto koleksi pribadi)

Soup Seafood Kelapa Muda (foto koleksi pribadi)

Resto yang punya tagline hidangan laut dengan citarasa premium ini punya 150 jenis menu. Dari sebanyak itu ada menu-menu yang jadi andalan, diantaranya Sup Seafood Kelapa Muda. Menu ini cukup unik karena disajikan di dalam buah kelapa muda. Meski sekilas seperti es kelapa muda, namun ini bukan es. Ini murni sup seafood yang disajikan dalam kemasan kelapa muda. Di dalam batok kelapa ini tersaji udang, ikan, cumi, kerang dengan bumbu yang eksotis.

Ada dua pilihan rasa, Sup seafood kelapa muda asam manis serta seafood kelapa muda rasa pedas. Sup Seafood kelapa muda asam manis kuahnya berwarna kekuningan. Rasanya cenderung lebih manis. Sedangkan Sup seafood kelapa muda rasa pedas tampilan kuahnya lebih merah karena ada cabe rawit yang disajikan utuh-utuh. Sup ini paling cocok disantap di siang hari.

Gurame goreng telur (foto koleksi pribadi)

Gurame goreng telur (foto koleksi pribadi)

Selain itu ada pula menu andalan lain Gurame goreng telur mentega. Nah ini yang cakep tampilannya. Karena kalau gak nanya dulu gak bakal tau ini apa. Guramenya sudah dipotong-potong dan ditutupi telur yang dibentuk seperti serabut. Konon masaknya dalam waktu cepat agar telurnya bisa seperti ini.

Waktu hangout paling asyik menurut saya di sore menjelang petang. Angin sepoi-sepoi ditemani lampu-lampu di kejauhan laut menambah eksotis suasana di resto ini. Ambil duduk di pinggir resto yang berada di bawah pohon kelapa menghadap laut. Wow..

 

Oceanic Seabreeze Seafood Restaurant

Pantai Carnaval Taman Impian Jaya Ancol, Ancol

(021) 647000485

 

Narsis sambil teteup update (foto koleksi pribadi)

Narsis sambil teteup update (foto koleksi pribadi)

Bukber BRID. Acara buka bersama komunitas Blogger Reporter Indonesia (BRID) digelar hari Selasa (7/7), di Warung Daun, Jakarta Pusat. Sekitar 50 orang anggota BRID hadir dalam hajatan ini. Sebenarnya tidak ada tema khusus dalam acara buka puasa bersama ini. BRID sengaja memanfaatkan ini sebagai ajang silaturahmi antar admin dengan anggotanya, karena sudah cukup lama BRID sebagai organisasi tak menggelar kumpul blogger semacam ini.

Curhat ala BRID.. (foto koleksi pribadi)

Curhat ala BRID.. (foto koleksi pribadi)

Acara ini memang sengaja ‘cuma’ mengundang 50 orang anggota BRID, bukan karena pilih-pilih tapi lebih karena keterbatasan waktu menyatukan para blogger di musim acara bukber belakangan ini. Sebab lainnya adalah sangat sulit mencari tempat yang cukup representatif dalam waktu singkat di Jakarta. Apalagi ada ketentuan mesti digelar di kawasan Pusat Jakarta, tak jauh dari kantor Indosat sebagai pendukung acara.

Masih duduk anteng karena belum buka puasa (foto koleksi pribadi)

Masih duduk anteng karena belum buka puasa (foto koleksi pribadi)

Super admin Hazmi Fitriyasa a.k.a Hazmi Srondol berterima kasih pada semua anggota BRID yang hadir karena mau bersusah payah menembus kemacetan demi sebuah silaturahmi. Apalagi BRID sendiri lama tak menggelar gathering akbar seperti ini.

Super Admin in action (foto koleksi pribadi)

Super Admin in action (foto koleksi pribadi)

Srondol mengaku kagum dengan sikap anggota yang selama ini sangat mendukung aktivitas BRID. Baik saat bekerja sama dengan pihak ketiga maupun memberikan dukungan pada isu-isu terkini terkait aktivitas perbloggingan. Seperti dukungan terhadap kasus kriminalisasi yang menimpa seorang tokoh internet Indonesia, Indar Atmanto. Dukungan semangat para blogger ditunjukkan tidak hanya melalui tulisan di blog, namun juga pada aktivitas di social media.

Sementara itu istri pak Indar, Ami Atmanto yang juga hadir dalam bukber mengucapkan terima kasih atas dukungan para blogger selama ini. Ia juga meminta para blogger tetap mengawal kasus ini karena masa depan dunia perbloggingan bisa dipengaruhi putusan hukum dalam kasus ini.

Yeni Wahid, tamu yang mengejutkan (foto koleksi pribadi)

Yeni Wahid, tamu yang mengejutkan (foto koleksi pribadi)

Saat acara berlangsung ada kejutan kecil dengan hadirnya Yenny Wahid, putri Presiden RI ketiga Abdurahman Wahid. Yenny yang juga aktivis politik ternyata hadir sebagai kawan dekat keluarga Indar Atmanto. Ia sengaja hadir untuk memberikan dukungan pada kasus tersebut sekaligus bersilaturahmi dengan para blogger.

Dosen galau mendadak ustad (foto koleksi pribadi)

Dosen galau mendadak ustad (foto koleksi pribadi)

Acara bukber sendiri diselingi tausiyah dari ‘ustad’ gaul nan galau, Kang Arul.  Selain itu juga ada sesi lomba testimoni mengenai BRID dan live tweet. Lomba testimoni dimenangkan Nunik Utami, sedangkan live tweet diraih oleh Deny Andis. Ke depan, masih ada agenda lain yang lebih seru yang bakal digelar oleh BRID, salah satunya adalah lomba reportase acara bukber berhadiah gadget keren.

Tampak depan hotel gunaya (http://www.javaloka.com/hotel/hotel-semarang/gumaya-tower-hotel-semarang/199/)

Tampak depan hotel Gumaya Tower (sumber: http://www.javaloka.com/hotel/hotel-semarang/gumaya-tower-hotel-semarang/199/)

Gumaya Tower Hotel, Semarang – Bulan lalu saya menginap di hotel Gumaya Tower, di kota Semarang. Meski cuma menginap semalam tapi cukup berkesan. Jujur, sebagai orang Jakarta sebelumnya tak pernah tau di mana dan seperti apa hotel ini. Makanya sehari sebelum berangkat saya sempatkan mengintip sedikit seperti apa jeroan hotel ini melalui website resminya.

Satu kata untuk hotel ini : kece.

Dan ternyata impresi saya dibandingkan dengan ‘intipan’ dari websites-nya sama. Artinya, gambar dan suasana asli hotel ini sama kerennya.

Karena aktivitas di luaran membuat saya check in selepas Magrib. Bukan waktu check in yang asyik sebenarnya, karena inginnya bisa eksplor hotel lebih dulu, seperti yang saya lakukan di banyak hotel saat menginap.

Lobby yang megah dan berkelas (foto http://www.javaloka.com/hotel/hotel-semarang/gumaya-tower-hotel-semarang/199/)

Lobby yang megah dan berkelas (foto http://www.javaloka.com/hotel/hotel-semarang/gumaya-tower-hotel-semarang/199/)

Dari sisi lokasi, letak hotel ini cukup bagus. Berada di jalan utama kota Semarang, jalan Gajah Mada. Berjarak hanya sekitar 1,5 kilo dari simpang lima yang terkenal itu. Di jalan ini kala malam tiba bakal ditemui banyak penjual makanan, mulai kelas kaki lima hingga resto mahal. Jadi, kalau malas makanan hotel tinggal melipir sebentar keluar dan nikmati surga makanan di sini.

Berhubung ini hotel bintang 5 jadi tak heran jika fasilitasnya pun sesuai bintangnya. Lobbynya yang lapang membuat pengunjung betah berlama-lama di sini. Entah untuk sekedar ngobrol atau janjian ketemu dengan rekan bisnis. Melihat lokasi tamu-tamunya, ini memang hotel yang dikonsep sebagai hotel bagi pebisnis.

Dari puncak hotel (foto koleksi pribadi)

Dari puncak hotel (foto koleksi pribadi)

Satu yang paling menarik dari persinggahan saya semalam ke hotel ini adalah kesempatan makan malam di rooftop hotel. Kami makan di resto SkyLine yang berada di lantai 17 atau puncak hotel. Resto ini cukup unik dan menawarkan pemandangan view kota Semarang nan memukau. Kelebihan resto ini memang ada pada tempatnya yang menawarkan view cantik kota Semarang dari berbagai sudut. Kerlap-kerlip lampu di kejauhan menjadikan suasana makan malam yang berbeda.

Jika ada kesempatan lagi ke Semarang semoga saya masih sempat menginap di sini lebih lama lagi.

*bukan review berbayar

Hotel Gumaya Tower

Jl. Gajah Mada No. 59-61 Semarang – Jawa Tengah 50134
Telp : 024 355 1 999
Fax : 024 355 1 777
Email : Reservation@gumayatowerhotel.com


Network Drive Test Indosat (foto koleksi pribadi)

Network Drive Test Indosat (foto koleksi pribadi)

Lebaran Sebentar lagi…

Kata siapa sebentar lagi? Lebaran masih lama karena puasa saja baru mulai. Tapi bersiap menyambut datangnya Lebaran tak salah kok. Setidaknya seperti ditunjukkan oleh operator telekomunikasi terpercaya Indosat.

Hari Selasa (16/6) Indosat melakukan uji kesiapan jaringan dengan menggelar network drive test di jalur mudik Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Event ini bertujuan mengecek kesiapan jaringan seluler Indosat di sejumlah kawasan yang dilalui para pemudik.

Jalur yang dipilih adalah dari kota Tegal, Pemalang hingga Pekalongan. Dipilihnya jalur ini bukan  tanpa alasan yang berarti. Alasan utamanya adalah karena jalur Tegal – Pekalongan diprediksi bakal jadi jalur paling sibuk dan ramai dalam musim mudik Lebaran tahun ini.

Penyebabnya adalah beroperasinya jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Jalan tol ini konon (karena saya belum pernah nyoba) memangkas waktu tempuh perjalanan mudik lebih cepat dari sebelumnya. Karenanya ini bakal menjadi pusat kepadatan baru di jalur Pantura. Joko Riswadi, Division Head Netwok and Optimization Indosat mengatakan,  jalur Tegal-Pekalongan akan menjadi jalur dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi di hari raya nanti. Oleh karena itu pihaknya mengantisipasi dengan bersiap lebih dini.

“Ini adalah drive test dengan rute terpanjang yang pernah digelar Indosat. Kami menempuh rute dari Tegal, Pemalang hingga Pekalongan,” ujar Joko Riswadi, Division Head Network and Optimization Indosat.

Sebagai operator seluler ternama Indosat sudah memprediksi penumpukan orang di jalur ini akan berlangsung cukup signifikan selepas exit tol. Ini akan membutuhkan ketersediaan jaringan telekomunikasi yang handal dan memadai.

Joko Riswadi Jelaskan Performa Jaringan Indosat pasca modernisasi Jaringan (foto koleksi pribadi)

Joko Riswadi Jelaskan Performa Jaringan Indosat pasca modernisasi Jaringan (foto koleksi pribadi)

Ada beberapa spot yang biasa dikunjungi para pemudik dijadikan tempat pengecekan jaringan Indosat. Diantaranya SPBU Muri di pinggiran kota Tegal. Pom bensin ini dikenal sebagai tempat bertemunya para pemudik dari berbagai kota yang ingin beristirahat atau mengisi BBM. Arus keluar masuk orang yang cukup tinggi membuat Indosat menjadikannya sebagai lokasi pengamatan jarigan telekomunikasinya.

Selain SPBU Muri kehandalan jaringan Indosat juga dilihat saat rombongan melewati kawasan padat kendaraan di Pekalongan. Jalur ini saat musim mudik di jam tertentu kerap menjadi jalur ‘neraka’ karena kendaraan nyaris berhenti. Di jalur seperti ini pun ternyata kekuatan jaringan Indosat cukup oke. Untuk donlod maupun uplod berlangsung stabil. Bahkan saat digunakan menonton video dari Youtube tidak buffering sama sekali.

Panel monitor yang menampilkan data kekuatan jaringan real time Ifoto koleksi pribadi)

Panel monitor menampilkan data kekuatan jaringan secara real time (foto koleksi pribadi)

Hasil uji jaringan di kawasan Tegal hingga Pekalongan ini menunjukkan Indosat siap menemani para pemudik Ramadhan hingga Lebaran. Jaringan Indosat dipastikan ready to serve bagi ribuan pemudik yang melalui kawasan padat seperti Pantura. Secara teknis hasil drive test menunjukkan akses downlink Indosat mencapai kecepatan maksimum hingga 27,1 Megabyte per second (Mbps), dengan rata-rata 14 Mbps. Sedangkan akses uplink berada pada level stabil di angka 3,8 Mbps, dengan kecepatan rata-rata 4,7 Mbps.

Indosat Bagi-bagi Ketupat

Selama musim mudik tahun ini Indosat berbagi keriaan dengan meluncurkan paket Ketupat IM3. Paket layanan Ketupat ini memberikan keuntungan berlipat bagi semua pelanggan setianya. Ada 4 paket yang ditawarkan Ketupat IM3.

Ketupat IM3

Paket Santan adalah paket sms-an terus-terusan. Paket seharga Rp.500 ini memberi keuntungan 100 sms untuk sms ke sesama Indosat maupun operator lainnya.

Paket Telor alias telpon saat ramadhan. Dengan tarif cuma Rp.1500 bakal dapat keuntungan 120 menit nelpon ke sesama Indosat. Paket ini berlaku pada zona waktu 00.00 – 17.00 dan 17.00 – 24.00.

Paket Opor merupakan paket online pol ramadhan. Hanya dengan Rp.1250 bisa beroleh keuntungan paket data sebesar 10 MB.

Paket Komplit adalah kombinasi ke semua paket tadi, yakni sms, nelpon dan internetan.

Untuk memperoleh benefit tadi mudah kok.

Cukup tekan  *123*888# dan ikuti langkah selanjutnya sesuai pilihanmu.

Candi Borobudur (foto TriapAdvisor)

Candi Borobudur (foto TriapAdvisor)

Trip Advisory, situs wisata terbesar di dunia menobatkan Candi Borobudur dari Indonesia sebagai salah satu dari 25 landmarks Asia. Masuknya candi Borobudur ke dalam list ini tak mengagetkan. Sebab sebelumnya Borobudur sudah mengantongi gelar sebagai situs warisan dunia dari UNESCO. Jadi penghargaan ini makin mengukuhkan posisi Borobudur sebagai mahakarya leluhur negeri ini yang diakui dunia.
Selain Borobudur, ada sejumlah destinasi wisata yang memang sudah kondang masuk dalam daftar Landmarks Asia. Uniknya sebagian besar yang masuk dalam daftar ini berjenis candi/ kuil. Bisa jadi hal itu dikarenakan bangunan candi/ kuil bagi sebagain warga dunia yang disurvey Trip Advisory sepakat melihat bangunan-bangunan tersebut sebagai keunikan yang memiliki nilai budaya tinggi.
angkor-wat
Angkor Wat, Kamboja (foto: tripAdvisor)
Saya pilihkan 3 landmarks diantaranya di sini. Di posisi teratas ada Angkor Wat dari Kamboja. Kuil Hindu ini pantas saja masuk dalam urutan teratas karena sangat populer. Kuil ini dibangun selama hampir 30 tahun oleh Raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12.
Taj Mahal, India (foto: TripAdvisor)

Taj Mahal, India (foto: TripAdvisor)

Di posisi berikutnya ada Taj Mahal, yang terletak di Agra, India. Taj Mahal adalah mouseleum yang dibangun atas inisiatif Shah Jahan untuk istrinya yang berasal dari Persia, Mumtaz Mahal. Bangunan yang dibangun selama 22 tahun ini disebut sebagai bukti cinta suami pada istri yang luar biasa.
Tembok besar, China (foto TripAdvisor)

Tembok besar, China (foto TripAdvisor)

Great Wall atau tembok besar di Beijing, China masuk juga ke dalam list top 25 landmarks Asia. Untuk alasan apapun tembok raksasa China adalah keajaiban dunia yang membuat para penikmatnya berdecak kagum. Mungkin ini satu-satunya bangunan di dunia yang konon terlihat dari bulan #lebay. Dibangun masa dinasti Qin (sekitar 722 SM), tembok ini dibangun guna menangkal serangan tentara musuh. Panjang tembok ini mencapai 8.851 km.

Pagoda Shwedagon, Myanmar (foto TripAdvisor)

Pagoda Shwedagon, Myanmar (foto TripAdvisor)

Pagoda Shwedagon terletak di Yangon, Myanmar. Biasa disebut pula sebagai Pagoda Emas. Tinggi bangunan mencapai 98 meter dengan dilapisi emas. Bentuknya yang menjulang mendominasi panorama kota Yangoon. Stupa ini dianggap sebagai bangunan suci bagi umat Budha di Myanmar.


Post Navigation