Judul Buku : Panduan Praktis Mengurus Pajak Secara Online : Daftar, Bayar, Lapor

Pengarang : Dr.Nufransa Wira Sakti, S.Kom, M.Ec

Penerbit : Visimedia, Jakarta

Tebal Buku : X + 214 hal

“Saya paling males kalau disuruh lapor pajak”

“Kenapa bro”

“Itu dia males antri di kantor pajaknya, ngabisin waktu..”

Itu adalah sepenggal percakapan saya dengan seorang kawan beberapa waktu lalu. Selama ini ia mengaku tak pernah melaporkan diri pajak yang telah ia bayarkan ke kantor pajak. Menurutnya, karena tak ada sangsi apapun yang ia terima, ia memilih abai.

Teman saya tadi mungkin belum tahu jika sejak 2 tahun terakhir pelaporan pajak bisa menggunakan media online. Tak perlu antri berpanjang-panjang di kantor pajak. Cukup duduk manis di pojok kafe kita bisa kirimkan pelaporan pajak tahunan kita. Waktu tak habis tersita, dan wajib pajak pun happy sebab mengisi laporan secara online sangat mudah, bahkan teramat mudah.

Tidak percaya? Coba baca buku “Panduan Praktis Mengurus Pajak Secara Online : Daftar, Bayar, Lapor” karya Kompasianer Dr.Nufransa Wira Sakti, S.Kom, M.Ec ini. Di buku ini wajib pajak yang awam pengisian SPT sekalipun pasti setuju dengan saya, amat sangat terbantu.

Penulis yang ‘orang dalam’ Kementrian Keuangan ini bukan hanya paham soal perpajakan, tapi juga paham bahwa edukasi mengenai perpajakan mesti disampaikan dalam bahasa yang mudah dicerna, dengan contoh-contoh pengisian atau tutorial langkah demi langkah. Frans, begitu penulis biasa dipanggil, sejak halaman awal menuturkan seluk beluk pelaporan pajak secara online mulai dari pendaftaran (e-registrasi), pembuatan akun pembayaran online, hingga cara pengisian SPT secara online dengan bahasa membumi, mudah dicerna.

Persoalan pajak yang pelik dijelaskan dengan sederhana, sehingga pembaca tak perlu berkernyit dahi untuk sekedar mengerti apa itu EFIN atau jenis SPT yang mesti diisi oleh wajib pajak. Penjelasan penulis diperkuat adanya contoh, seperti lembaran SPT manual dengan langkah demi langkah cara pengisian, contoh form yang sudah diisi, hingga proses pendaftaran e-filling melalui situs http://djponline.pajak.go.id/.

Buku Penting yang Ter-la-lu

Membaca buku ini saya seperti berhadapan dengan seorang petugas pajak yang sering saya temui. Saat mengikuti pelatihan pengisian SPT online di kantor saya merasa petugas pajak yang menjadi instruktur sangat membantu menjelaskan, menuntun hingga cara mengisi form elektronik.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu awam dengan cara pengisian pelaporan pajak secara online inin. Sebab sebelumnya saya sudah pernah melakukannya. Namun karena hanya digunakan satu kali setahun proses pengisian form online ini butuh pemandu juga.

Dan buku ini bisa dijadikan panduan bagi siapapun yang ingin mengisi pelaporan SPT secara online. Saya membayangkan dengan hanya membaca buku ini para wajib pajak tak perlu lagi melangkahkan kaki ke kantor pajak terdekat hanya untuk melaporkan SPT tahunan. Cukup ikuti step by step yang diuraikan penulis maka pelaporan pajak kita pasti berhasil.

Tahun 2015 adalah tahun yang cukup berat bagi jajaran Direktorat Pajak karena ‘dibebani’ target penerimaan pajak di luar pendapatan Bea dan Cukai sebesar Rp. 1.295.642,8 miliar atau sekitar Rp. 1.296 triliun. Jumlah yang menurut sebagian kalangan sangat optimis karena angkanya yang fantastis. Tapi jauh-jauh hari Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito cukup optimis jajarannya bisa mewujudkan penerimaan pajak sesuai target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan atau APBN-P 2015.

Buku ini menurut saya muncul pada saat yang tepat, di tengah upaya Ditjen Pajak menggenjot penerimaan pajak serta di ujung batas waktu pelaporan pajak tahunan di akhir bulan Maret. Buku ini menjadi alat bantu (tools) yang penting dalam mensosialisasikan cara baru mengurus pajak secara online. Dengan satu buku ini Ditjen Pajak bisa meraih para wajib pajak potensial yang (mungkin) selama ini enggan menjadi bagian “orang bijak taat pajak” karena harus antri dan berdesakan di kantor pajak. Ini adalah pintu masuk yang cerdas melayani sebagian generasi masyarakat yang menyandarkan urusannya melalui cara online.

Secara umum buku ini cukup lengkap, menjawab semua pertanyaan seorang wajib pajak yang hendak mengurus pajak secara online. Tapi ada satu hal yang saya sayangkan dari penulis yang mungkin kelewatan, Frans sang penulis rupanya lupa mengakui jika ia adalah seorang Kompasianer. Di biodata penulis tak secuilpun dituliskan bahwa Frans adalah Kompasianer yang bergabung sejak awal Kompasiana berdiri. Untuk yang satu ini saya harus katakan TER-LA-LU.

*Postingan ini juga dimuat di Kompasiana

20141221_233344

Judul Buku : The Art of Communication : Menjadi Pribadi yang Hebat dengan Kemampuan Komunikasi

Pengarang : Muchlis Anwar

Penerbut : Bestari, Jakarta 2014

Bicara di depan publik sepintas menjadi kegiatan yang mudah. Tinggal bicara bla..bla..bla.. selesai. Tapi siapa sangka kegiatan cuap-cuap di depan umum kerap menimbulkan persoalan bagi mereka yang tidak terbiasa. Seorang rekan harus mules-mules saat diminta bicara dalam sebuah perhelatan kantornya. Padahal audiens di kantornya semua ia kenal secara pribadi.

Kawan saya yang lain pun demikian. Keringat segede jagung mengucur deras dari wajahnya saat didaulat menjadi keynote speaker sebuah seminar menggantikan atasannya yang berhalangan.

Berbicara memang kegiatan alamiah manusia. Sepanjang ia bisa dan melatihnya sejak kecil mestinya kegiatan berkomunikasi menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi manusia. Namun praktiknya tidaklah demikian.

Dalam buku “The Art of Communication” karya Muchlis Anwar, disebutkan bahwa komunikasi merupakan sebagian besar kegiatan yang dilakukan umat manusia dalam hidupnya. Namun tidak semua manusia diberi kemampuan yang sama untuk bisa berkomunikasi secara efektif.

Tidak semua manusia mesti jadi pembicara handal atau jadi orator ulung, namun menurut Ulis, begitu penulis buku ini biasa disapa, setidaknya manusia mesti mencapai derajat minimum sebagai komunikator yang efektif. Mengapa efektivitas menjadi penting dan digaris bawahi? Karena dengan menjalankan komunikasi yang efektif, maka pesan yang dibawa seseorang akan mudah dipahami oleh orang lain.  Sebab pada dasarnya berkomunikasi adalah mencari pemahaman yang sejajar diantara komunikator dan komunikan.

Apa jadinya jika yang dibicarakan seseorang komunikator tidak bisa dipahami oleh semua hadirin dalam sebuah forum? Komunikan bingung mencerna isi pesan komunikator. Pastinya tidak akan terjadi proses komunikasi yang efektif dalam forum tersebut. Padahal salah satu hal yang harus diperhatikan agar komunikasi bersifat efektif adalah adanya keselarasan antara elemen komunikasi, seperti komunikator, komunikan maupun elemen lain seperti encoding, decoding, maupun saluran.

Praktis dan Mudah

Membaca buku “The Art of Communication” karya Muchlis Anwar ini pembaca seperti diajak mengurai persoalan hambatan berkomunikasi yang biasanya dihadapi banyak orang. Dengan gaya bahasa yang renyah, ngepop, Ulis memberikan banyak tips praktis yang mudah diikuti siapapun yang ingin menjadi pribadi hebat dalam berkomunikasi.

Pada bagian awal bukunya, Ulish mengungkap pentingnya komunikasi bagi kehidupan. Kehidupan dan karier seseorang bisa menanjak lantaran kemampuannya dalam berkomunikasi. Adanya anjuran untuk bersilaturahmi juga merupakan sebuah ajakan untuk membangun komunikasi antar manusia.

Namun di sisi lain munculnya pertikaian atau konflik adalah bukti nyata betapa komunikasi yang tidak dilakukan dalam tataran yang semestinya, akan menyebabkan terjadinya gesekan yang ditimbulkan akibat ketidaksepahaman diantara pelaku komunikasi.

Saling pengertian, kerjasama hanya bisa dicapai melalui proses komunikasi yang baik. Di mana setiap individu memiliki pemahaman dan pengertian yang sama tentang pesan yang disampaikan.

Pada bagian lain bukunya, Ulis membuat catatan menarik mengenai sosok pembicara yang baik. Bahwa untuk menjadi pembicara yang baik, seseorang mesti memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan fisik dan non fisik. Hal yang sifatnya fisik seperti penampilan yang menarik tetap penting, meski kita berpandangan bahwa ‘kulit’ seseorang tidak bisa dijadikan patokan ‘isi kepalanya’. Ini lebih dikarenakan dalam masyarakat masih ada yang berpandangan demikian, maka sebaiknya pembicara tetap berpenampilan yang baik, wajar dan menarik. Penampilan yang baik juga berkait erat dengan unsur non fisik yang juga penting dimiliki seorang pembicara.

Soal non fisik, penulis menyoroti pentingnya rasa percaya diri (pede) dimiliki oleh seorang pembicara. Dengan sikap pede, seseorang akan mampu menyalurkan pesannya sedemikian rupa sehingga bisa mempengaruhi orang lain. Jika ia sendiri kelihatan tidak pede, maka jangan heran jika pembicaraan kita akan sulit dimengerti orang lain. Bahkan presentasi kita bakal ditinggalkan audiens karena membosankan.

Menurut Ulis, rasa pede bisa dibangun melalui berbagai latihan, misalnya melatih ekspresi wajah berbeda-beda saat bicara, berbicara penuh optimisme, atau menggenggam tangan lawan bicara saat berjabat tangan. Latihan-latihan kecil dan sederhana ini bisa dilakukan sendiri maupun dengan orang lain. Jika ini dilatih terus-menerus akan meningkatkan rasa percaya diri untuk tampil di muka publik.

Buku ini saya rekomendasikan bagi semua orang, khususnya mereka yang mencintai seni berbicara, bagi mereka yang ingin berkarier di bidang komunikasi, atau bagi para politisi yang ingin membangun karier politiknya. Apa yang dipaparkan penulis sangat mudah dimengerti, mudah dicoba, dan mudah diikuti. Buku ini juga dicetak dalam desain yang menarik, dinamis sehingga tak membosankan membacanya dari awal hingga akhir. Apalagi di bagian akhir ada tips praktis dari penulis yang diberikan dalam ilustrasi grafis yang menawan. Seperti apa tipsnya? Baca saja buku ini….

  Kopi ku kental..Musikku mantap… Itu adalah sepenggal syair jingle iklan sebuah produk kopi yang pernah dibawakan oleh penyanyi Gito Rollies (alm), belasan tahun silam hingga kini masih menempel di benak saya. Belakangan syair ini kerap dijadikan gimmick di tayangan Ini Talkshow di NET tv. Mang Saswi selalu menyanyikan ini tiap kali hendak menyeruput kopi Read More →

Public Speaking itu penting. Seni berbicara di depan publik tidak bisa dianggap remeh. Apa yang kita bicarakan di depan umum merupakan gambaran siapa diri kita sesungguhnya. Karenanya, bicara di depan umum tidak bisa ‘asal’, ada trik dan caranya tersendiri. Setidaknya itu yang coba ditularkan oleh Muchlish Anwar dan Rulli Nasrullah dalam BRIDiscuss sesi pertama, yang Read More →

Memilih tempat menginap bagi keluarga tak mudah. Sejumlah persyaratan mesti dipenuhi. Mulai dari kenyamanan, hingga mudahnya akses menuju tempat wisata. Hal itu pula yang terjadi saat membawa keluarga menginap di hotel Le Grandeur, Mangga Dua Jakarta. Anak-anak mengira hotel yang kami kunjungi hotel budjet, yang kamarnya sempit dan minimalis. Kesan itu pupus begitu tiba di hotel. Lobbynya Read More →

Para pebisnis, mahasiswa maupun traveller yang biasa wara wiri Jakarta Bandung kini makin dimanjakan pilihan armada kendaraan. Cititrans, salah satu pelaku usaha yang sudah berpengalaman 9 tahun di bidangnya baru-baru ini meluncurkan layanan terbarunya Cititrans Premium Shuttle. Sesuai namanya, ini adalah layanan premium pertama yang menggunakan Mercedes-Benz (biasa disebut Mercy) Sprinter  yang diimpor Built Up langsung Read More →

Menjadi lelaki modern ternyata susah-susah mudah. Terkadang tuntutan pekerjaan mengharuskan seorang lelaki modern untuk selalu tampil rapi, klimis, dan stylish. Pakaian mesti mengikuti mode terbaru, sepatu disemir biar kinclong. Sementara tubuh mesti dirawat dan diberi wewangian. Penampilan memang bukan satu-satunya hal, namun kadang menjadi faktor yang harus diperhatikan. Saya memang bukan lelaki yang terlalu memperhatikan penampilan dalam Read More →

Festival Kuliner Serpong 2014 baru saja usai digelar. Kalender tahunan yang dihelat Sumarecon Mal Serpong ini sepertinya bakal jadi agenda yang wajib dikunjungi para penggemar kuliner nusantara. Saya sempat hadir di sebuah Sabtu, saat mentari mulai menyingkir, suasananya berasa nyaman. Festival sengaja digelar di area terbuka (outdoor) di lapangan parkir Sumarecon Mal Serpong. Pilihan lokasi Read More →

Membelah alam pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur menggunakan jalan darat bukanlah pekerjaan mudah. Kontur jalan yang tidak rata, bergelombang di sana sini, bahkan di beberapa kawasan jalanan rusak membuat perjalanan laksana sebuah petualangan tersendiri. Tahun lalu Daihatsu Terios melakukan perjalanan ‘gila’ menaklukkan sejumlah destinasi menarik mulai dari ujung pulau Jawa di Sawarna Banten hingga Read More →

Apa itu JKN? Apa itu BPJS? Kalau itu adalah pertanyaan yang muncul di benak anda, rasanya anda perlu membaca postingan ini. Pekan lalu saya bersama netizen dari berbagai daerah mengikuti workshop mengenai Jaminan Kesehatan Nasional yang diadakan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Selama dua hari (13-14 Agustus 2014) para netizen dibekali informasi mengenai seluk beluk Jaminan Read More →

Post Navigation