Terios 7 Wonders si Penjelajah Nusantara

7 Menguak Surga yang Tersembunyi (foto: Harrismaul)

7 Menguak Surga yang Tersembunyi (foto: Harrismaul)

Membelah alam pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur menggunakan jalan darat bukanlah pekerjaan mudah. Kontur jalan yang tidak rata, bergelombang di sana sini, bahkan di beberapa kawasan jalanan rusak membuat perjalanan laksana sebuah petualangan tersendiri.

Tahun lalu Daihatsu Terios melakukan perjalanan ‘gila’ menaklukkan sejumlah destinasi menarik mulai dari ujung pulau Jawa di Sawarna Banten hingga pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur. Perjalanan ini memang bukan perjalanan biasa, karena mengikutsertakan 7 orang blogger sebagai pengelana (traveller). Mereka diminta merasakan ketangguhan Daihatsu Terios dibawa bertualang, merekamnya dalam benak dan kamera foto maupun gadget serta menuliskan pertualangan mereka selama 14 hari penuh.

Apa yang terjadi setahun silam bukanlah yang pertama, sebab sebelum itu yakni di tahun 2012 petualangan serupa juga pernah dilakukan Terios dengan awak media. Waktu itu perjalanan menyusuri pulau Sumatera diberi tajuk 7 Wonders Sumatera Coffe Paradise.

Jika tahun 2012 perjalanan hanya melibatkan awak media, maka di tahun 2013 petualangan yang bertajuk Terios 7 Wonders Hidden Paradise, mengajak para blogger sebagai partisipan aktif.

7 Blogger Terios 7 Wonders 2013 (foto: koleksi Daihatsu)

7 Blogger Terios 7 Wonders 2013 (foto: koleksi Daihatsu)


7 orang blogger yang beruntung itu masing-masing adalah Harris Maulana, Wira Nurmansyah, Puput Aryanto, Bambang Priyadi, Giri Satrio, Mumun dan Lucia Nancy. Mereka diajak merasakan sensasi 7 surga yang tersembunyi, yang terhampar mulai dari ujung Banten hingga pulau Komodo.

Dalam Terios 7 Wonders Hidden Paradise tahun lalu, alam sepertinya memberikan banyak kisah petualangan menarik yang layak diketahui banyak orang. Selama ini mungkin sebagian orang Indonesia hanya mendengar nama-nama destinasi menarik seperti Sawarna di Banten, kawasan Merapi yang menyimpang keelokan pasca letusan, atau kecantikan malam penuh bintang di Tengger, hingga kearifan lokal suku Sasak di Sumbawa.

Sebuah perjalanan yang membuat iri blogger se-Indonesia, karena semua kegiatan travelling berjamaah tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Daihatsu Motor Indonesia alias gratis!

Tahun ini menurut rencana Daihatsu Terios juga akan menggelar event serupa yakni Terios 7 Wonders yang kali ini bertema Amazing Celebes Heritage. Nantinya para blogger yang beruntung akan diajak menjelajahi sejumlah destinasi unik di pulau Sulawesi yang kaya akan keragaman budaya. Perjalanan akan dimulai dari Menado, Gorontalo, Majene, Toraja, Bulukumba, Bone dan Kendari. Partisipan juga bakal diajak menyelam di taman nasional Wakatobi yang terkenal itu.

Hmm… andai saya jadi salah satu yang beruntung di sana..

Sahabat Petualang Sejati

Mencermati program besar PT.Astra Daihatsu Motor Indonesia yang digelar sejak tahun 2012 hanya ada satu kata yang bisa melukiskannya yakni “Konsistensi”. Ya, konsisten adalah kata yang paling tepat menggambarkan pencapaian yang dilakukan PT.Astra Daihatsu Motor dengan menggelar ajang Terios 7 Wonders.

Tangguh di Segala Medan (foto: koleksi Daihatsu)

Tangguh di Segala Medan (foto: koleksi Daihatsu)


Konsisten di sini maksudnya Astra Daihatsu tetap konsisten dan menjadikan Terios sebagai kendaraan yang diperuntukkan bagi para petualang, sahabat petualang sejati. Di tengah persaingan dari beragam merk mobil yang menjadi kompetitor dan memiliki positioning sejenis Terios tetap berada pada posisinya, setia membranding sebagai kendaraan sahabat petualang sejati.

Coba kita tengok. Saat menggelar Terios 7 Wonders yang pertama di tahun 2012 Daihatsu mengusung tema Sumatera Coffee Paradise. Membaca Coffe Sumatera kita laksana diajak bertualang menguak harta karun sebagian produk kopi Indonesia yang ternyata amat kaya. Petualangan ini bukan saja berhasil memotret tiap daerah dengan cerita uniknya mengenai kopi, namun juga mengungkap filosofi yang terkandung di dalam sebiji kopi di tiap daerah.

Saat itu ada 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT yang digunakan dalam petualangan menjelajahi alam Sumatera nan eksotis. Mereka melakukan perjalanan menembus jalur Sumatera yang kontur jalannya di beberapa bagian rusak, berbatu, penuh tanjakan dan turunan serta berkelok-kelok.

Dibalut Pesona Baluran (foto: koleksi Daihatsu)

Dibalut Pesona Baluran (foto: koleksi Daihatsu)


Perjalanan yang dilakukan selama 14 hari tersebut berhasil memberi gambaran bahwa Terios adalah mobil yang tangguh dan menjadi Sahabat Petualang sejati. Dalam perjalanan tersebut SUV 7-Seater Terios, teruji ketangguhannya di medan yang menyuguhkan karakter jalan yang bervariasi. Namun berkat ground clearence yang tinggi disertai dengan performa mesin 1.500 cc, kenyamanan berkendara tetap terjaga. Begitu pula dengan kenyamanan di dalam kabin. Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendara.

Rute yang datar maupun sulit dengan mudah ditaklukkan para jurnalis. Saat itu peserta selain mencicipi kehandalan Terios juga menjadi saksi keindahan alam Sumatera nan elok yang ternyata menyimpan potensi hasil bumi yang menakjubkan dunia. Selama perjalanan, tim Terios 7-Wonders mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera, mulai dari Lampung hingga kopi Gayo yang legendaris itu.

Konsisten Pada Positioning

Dari 2 event besar yang sudah digelar Daihatsu Terios 2 tahun terakhir menurut saya yang paling perlu digarisbawahi adalah konsistensi dalam membranding. Sebuah positioning produk, apalagi itu otomotif jika tidak dibarengi dengan sikap konsisten akan sia-sia. Tak akan ada gunanya positioning yang sudah ditetapkan sejak awal.

Jika sejak awal sudah menancapkan positioning sebagai kendaraan sahabat petualang, sebuah kendaraan mesti menjaganya dengan pembuktian-pembuktian. Misalnya kendaraan ini memiliki fitur yang pas sebagai kendaraan petualang, sudah digunakan dan teruji oleh para petualang dengan mengunjungi banyak daerah, memiliki fitur kenyamanan yang setara dengan mobil-mobil urban dan tentunya aman digunakan di segala medan.

Peserta Terios 7 Wonders Beriringan (foto: koleksi Daihatsu)

Peserta Terios 7 Wonders Beriringan (foto: koleksi Daihatsu)


Saya melihat apa yang dilakukan Daihatsu Motor Indonesia terhadap kampanye komunikasi Terios sudah pas. Daihatsu berusaha teguh pada positioning awal menjadikan Terios sebagai kendaraan sahabat petualang yang memiliki performa mengagumkan saat dibawa berpetualang maupun untuk kebutuhan sehari-hari. Karena menyasar sebagai mobil sahabat petualang, kampanye komunikasi yang dilakukan pun selalu dekat dengan mereka yang berjiwa muda dan senang pada unsur petualangan. Dan event Terios 7 Wonders menjadi buktinya.

Konsistensi lain yang saya catat adalah concern Astra Daihatsu Motor pada pengembangan wisata dan budaya Indonesia. Sejak kampanye Terios 7 Wonders Sumatera Coffee Paradise (2012) hingga Hidden Paradise (2013) perjalanan peserta Terios 7 wonders tidak melulu menguji keunggulan mesin ataupun daya tahan mobil semata. Aspek teknis mobil memang penting, namun Daihatsu membingkai kegiatan Terios 7 Wonders ke dalam kegiatan budaya dan pariwisata. Misalnya dengan melibatkan penduduk lokal di tiap lokasi pemberhentian, mendekatkan partisipan pada kebudayaan daerah setempat, serta memperkenalkan kearifan lokal tiap daerah.

Secara tak langsung apa yang dilakukan Daihatsu Motor Indonesia adalah sebuah kampanye komunikasi yang komplit. Melakukan kerja marketing, sekaligus kampanye kecintaan pada budaya lokal dan menularkan kecintaan pada keindahan budaya nasional. Menurut saya, kampanye komunikasi Daihatsu Terios perlu terus dikembangkan, sehingga Terios tidak hanya handal di medan-medan seperti Sumatera, Jawa, Bali, atau Nusa Tenggara saja. Tapi Terios bisa menjadi si penjelajah Nusantara.

FB-Dai
viva
twitdairsz

JKN Bukan Sekedar Kartu Sehat

Peserta Workshop JKN berpose bareng Ira Koesno (foto: Fitri Rosdiani)

Peserta Workshop JKN berpose bareng Ira Koesno (foto: Fitri Rosdiani)

Apa itu JKN? Apa itu BPJS? Kalau itu adalah pertanyaan yang muncul di benak anda, rasanya anda perlu membaca postingan ini.

Pekan lalu saya bersama netizen dari berbagai daerah mengikuti workshop mengenai Jaminan Kesehatan Nasional yang diadakan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Selama dua hari (13-14 Agustus 2014) para netizen dibekali informasi mengenai seluk beluk Jaminan Kesehatan Nasional yang merupakan ‘barang baru’ bagi sebagian besar masyarakat di tanah air.

Acara ini penting, sebab informasi mengenai JKN ataupun BPJS sebagai operatornya masih sangat sedikit. Kalaupun ada informasi mengalir tanpa penjelasan yang clear. Itu saya rasakan sendiri. Meski sudah resmi digunakan sejak 1 Januari 2014, JKN yang dikendalikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan belum banyak diketahui dengan jelas oleh publik.

Sebagai pengguna social media, netizen yang menjadi peserta workshop ini diharapkan bisa menjadi agen pencerah informasi pada publik. Netizen yang terlibat dalam kegiatan ini pun didaulat sebagai ambassador (duta) JKN dengan sebutan Sahabat JKN.

Workshop hari pertama diisi dengan paparan menarik mengenai sistem JKN yang dibawakan staf Kemenkes. Kemudian dari BPJS Pusat ikut menjelaskan perihal penyelenggaraan JKN.

Sebelum terlalu jauh, saya akan jelaskan apa sebenarnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

JKN merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Jaminan sosial sendiri pada dasarnya ada beberapa macam, yakni Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Khusus untuk jaminan kesehatan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS Kesehatan ini semula dikenal sebagai Asuransi Kesehatan (Askes).

JKN Untuk Semua Warga
Bedanya dengan sistem yang dianut Askes sebelumnya, JKN bukan hanya diperuntukkan bagi pegawai kantoran saja. Dan bedanya lagi dengan Kartu Jakarta Sehat ala Jokowi, JKN ini bukan hanya diperuntukkan bagi warga miskin. Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

Pada dasarnya peserta JKN BPJS Kesehatan ada 2 kelompok besar, yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan Bukan PBI Jaminan Kesehatan. PBI adalah peserta Jaminan Kesehatan yang ditujukan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.

Sedangkan mereka yang digolongkan bukan PBI jaminan kesehatan terdiri dari Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, serta bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Siapa yang digolongkan sebagai pekerja penerima upah ? Mereka bisa saja berasal dari latar Pegawai Negeri Sipil,
Anggota TNI/ POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah.

Di sini jelas, orang seperti saya yang pekerja swasta masuk golongan non PBI. Sementara bagi mereka yang tergolong miskin/ kurang mampu masuk ke golongan PBI. Itu artinya mereka mendapat subsidi pemerintah sehingga tak perlu membayar iuran per bulan.

Untuk informasi pendaftaran bisa cek di video tutorial berikut ini.

Iuran JKN Seharga Secangkir Kopi

Bagi anda yang kerap menyeruput kopi di gerai waralaba pasti tak menyangka jika iuran kepesertaan JKN per bulannya beda tipis dengan harga secangkir kopi yang anda nikmati.

Ada tiga jenis iuran yang besarnya bisa dipilih sesuai kemampuan finansial anda. Pilihan besar iuran mengacu pada kelas perawatan RS yang bisa didapatkan, yakni :

Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 3 : Rp. 25.000,- per orang/ bulan
Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 2 : Rp. 42.500,- per orang/ bulan
Pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas 1 : Rp. 59.500,- per orang/ bulan

Dengan tarif yang ringan seperti ini apa yang bisa didapat oleh peserta JKN BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan menjamin semua penyakit dijamin mendapat penanganan menyeluruh yang komprehensif. Sepanjang peserta mengikuti prosedur yang ditetapkan maka benefit jaminan kesehatan akan didapat oleh peserta.

Ada dua prosedur dalam pemanfaatan JKN BPJS Kesehatan. Pertama, peserta dilayani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika memerlukan pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas/ klinik swasta/ klinik TNI/Polri atau dokter perorangan yang ditunjuk. Di sini peserta mendapatkan layanan pemeriksaan dokter, obat-obatan, tindakan medis, dan laboratorium.

Kedua, fasilitas kesehatan tingkat lanjut bisa diakses bila penyakitnya serius. Di sini peserta bisa meminta rujukan ke Rumah Sakit. Kecuali jika kondisi darurat peserta bisa langsung ke RS tanpa melalui Faskes tingkat pertama.

Untuk informasi lengkap mengenai JKN BPJS Kesehatan hubungi Pusat Layanan Informasi di No Telp (021) 500400 atau (021) 500567 atau bisa mengakses informasi online di http://www.jkn.kemkes.go.id/ atau http://depkes.go.id/

https://www.youtube.com/watch?v=XwBX-VHX2Y8

Ibu 70 Tahun

Ibu 70 Tahun (foto: koleksi pribadi)

Ibu 70 Tahun (foto: koleksi pribadi)

Mencapai usia 70 tahun bagi seorang muslim atau muslimah adalah usia bonus. Sebab Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan umat muslim wafat di usia 63 tahun.

Ibunda kami, Sopiyah mencapainya 8 Agustus 2014 kemarin. Alhamdulillah di usia ini ibunda masih diberi kesehatan, mampu berpuasa full saat Ramadhan lalu dan masih bisa mendampingi kami anak-cucunya hingga detik ini.

Tak ada perayaan mewah atau pesta pora. Kami semua anak, menantu, cucu berkumpul bersama mengucap do’a terbaik untuk ibu atau buti (panggilan sayang para cucu). Tumpengan yang sederhana kami persembahkan untuk ibu sebagai tanda sayang.

Ibu adalah pribadi yang luar biasa. Seumur hidupnya mengabdi pada suami dan anak-anak. Semua pekerjaan domestik dihandle sendiri tanpa bantuan pembantu. Bahkan di senja usianya ibu masih beraktivitas seperti biasa. Jika diingatkan untuk istirahat, ia selalu beralasan beraktivitas membuatnya tetap bugas, beraktivitas juga bisa melawan kepikunan.

Semoga di sisa usianya berkah Allah selalu bersama ibu.

Selamat ulang tahun ibu, terima kasih sudah melahirkan, membimbing, membesarkan dan mendidik kami.

Doa dan cinta kami untukmu ibu.

Belanja Zonder Antri di Elevenia

eleveniaLebaran sudah dekat, THR pun sudah ditangan. Apa yang biasa anda lakukan jika berhadapan dengan situasi semacam ini? Ada banyak cara. Kalau yang old fashioned pastilah jalan ke pusat belanja, menuh-menuhin Mal, belanja dari pagi sampai malam. Bahkan tengah malam yang mestinya dipakai untuk tidur dibela-belain digunakan untuk shopping. MidNight Sale memang sedang jadi gaya. Kabarnya di situ banyak diskon gila yang bisa kita dapat.

Kalau saya seumur-umur gak tertarik dengan iming-iming shopping di luar kewajaran kayak gitu. Coba saja dikaji dari berbagai sisi, apa kelebihan Midnight Sale dibandingkan belanja cara lainnya? Dempet-dempetan untuk hanya mendapatkan selembar celana jeans, atau malah ada yang sampai rebutan bantal kursi dengan pembeli lain. Gak masuk akal. Harganya murah? Gak juga kok. Konon, harga di midnight sale sudah dinaikkan terlebih dulu sebelum diberikan diskon. Atau ada pusat belanja yang sengaja menggelar midnight sale karena mau menghabiskan stok di gudang.

Zaman sudah berubah bro. Era teknologi informasi sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari, tapi cara berbelanja kita masih seperti jaman dulu. Kalau saya terlalu sayang melewatkan malam-malam shalat tarawih hanya demi antrian di pusat belanja. Mengapa gak coba cara belanja yang lebih cerdas menggunakan teknologi informasi.

Di dunia maya situs belanja online banyak bertebaran. Jika waktu adalah masalah anda mengapa tidak mencoba salah satu online shopping sebagai tempat belanja keperluan Lebaran anda. Salah satu yang bisa jadi referensi adalah Elevenia. Elevenia adalah produk dari PT XL Planet yang merupakan kerjasama antara PT XL Axiata, Tbk. dengan SK Planet Co dari Korea Selatan. SK Planet adalah salah satu perusahaan layanan digital dan pemilik dari
brand e-commerce terbesar di Korea Selatan, 11st.co.kr. Jadi soal rekam jejak, Elevenia bisa diadu karena dikelola secara profesional.

Mengapa harus di Elevenia? Apa benefit yang kita dapat jika belanja di sini?

Situs online shopping Elevenia memberikan penawaran beragam produk menarik mulai dari fashion, gadget, beauty, babies, garden, electronika, hingga otomotif. Bagi kamu yang membutuhkan gadget baru, Elevenia memberikan pilihan beragam dari semua merk terkenal. Bila belanja hingga diatas satu juta rupiah akan bisa mencicipi fasilitas cicilan nol persen.

Untuk keperluan asesories mobil pun ada di sini sehingga mobil anda bisa tampil cling di saat Lebaran nanti. Sementara bagi yang butuh helm untuk mudik dengan motor, jangan lewatkan penawaran helm dengan harga istimewa, diskon hingga 50%.

Buat yang ingin mempercantik rumah di hari Raya dan butuh lampu dinding solar power, nikmati harga khusus dengan diskon 15%.

Bagaimana dengan metode pembayarannyanya? Metode pembayaran di Elevenia ada beragam cara. Anda bisa memilih yang paling tepat, mulai dari transfer bank, ATM, pembayaran instan, XL tunai, ataupun kartu kredit.

Untuk pengiriman barang, selama lebaran ada gratis ongkos kirim dari dan kemana saja.

Soal belanja memang pilihan ada di tangan anda. Mau berdesak-desakan di pasar atau mal yang menghabiskan semua waktu anda? Kalau saya lebih memilih menghabiskan waktu berharga saya untuk hal lain yang lebih produktif. Dan belanja online seperti ini adalah cara cerdas menghargai waktu. Hanya butuh waktu beberapa menit, dan semua anggota keluarga mendapat pilihan kebutuhannya yang sesuai.

Benar kata slogannya, Elevenia memang surga belanja online. Karena hanya sekali klik semua kebutuhan Lebaran anda sekeluarga bisa terpenuhi.

Mudik Lebih Asyik Dengan EFO

20140703_191653Mudik bagi orang Indonesia bak sebuah ibadah wajib yang menyertai perayaan Lebaran Iedul Fitri. Kurang afdol rasanya merayakan Lebaran di tanah rantau. Sebab bagi sebagian kita Lebaran adalah saat berkumpulnya sanak saudara di kampung halaman. Mereka yang sekian tahun tak pernah jumpa biasanya menyempatkan diri bersilaturahmi Lebaran, bukan hanya bermaafan, namun juga saling berbagi kabar.

Ibarat kata, selama masih ada umur, mudik menjadi kegiatan budaya yang hukumnya wajib bagi yang mampu secara ekonomi. Kita akan rela mengumpulkan uang seperak dua perak selama setahun demi menjejak tanah kelahiran.

Dan saya termasuk yang kerap merasakan kerepotan menyiapkan mudik ke kampung halaman di Kediri dan Nganjuk, Jawa Timur. Tapi kerepotan yang ini mengasyikkan. Bagi saya sekeluarga mudik harus dijadikan perjalanan liburan yang menyenangkan.

Karena kampung saya dan istri, letaknya jauh dari bandara, mudik bagi kami adalah sebuah perjalanan yang harus dilalui lewat jalan darat. Dengan berkendara mobil saya dan anak istri bisa mendapatkan banyak hal baru selama perjalanan. Mulai dari pertemuan denganb budaya yang berbeda, wisata kuliner, hingga pengalaman unik nan lucu yang selalu kami dapatkan sepanjang perjalanan.

Melakukan perjalanan darat lebih dari 12 jam sehari (bahkan kami pernah mudik hingga 24 jam lantaran macet total) tentu membutuhkan persiapan tak mudah. Apa saja yang mesti disiapkan agar sepanjang perjalanan kita semua happy? Saya akan bagikan tips mudik yang asyik ke dalam dua bagian besar teknis dan non teknis.

Cek Kesiapan Kendaraan

Menyiapkan kendaraan artinya melakukan pengecekan secara seksama mulai dari kondisi ban beserta tekanan anginnya hingga performa mesin. Cek juga bagaimana kondisi Oli, saringan udara, katup mesin, hingga sistem pendingin.

Pengecekan ini penting sebab berkendara jarak jauh tanpa memperhitungkan performa kendaraan akan menyebabkan gangguan jika ada persoalan dengan mobil di perjalanan. Gangguan di perjalanan menyebabkan perjalanan mudik anda tidak nyaman. Alih-alih senang-senang sepanjang perjalanan, gangguan pada mobil akan membuat perjalanan menjadi menyebalkan bagi semua anggota keluarga.

Ini penampakan EFO sebelum dipasang

Ini dia EFO sebelum dipasang (foto: koleksi pribadi)

Ini dia EFO sebelum dipasang (foto: koleksi pribadi)

Saran saya, sebelum melakukan perjalanan jauh, bawalah kendaraan anda terlebih dahulu untuk dilakukan pengecekan dan servis di bengkel terpercaya. Mengapa saya tekankan bengkel terpercaya? Karena mereka melakukan pengecekan secara menyeluruh dan biasanya menggunakan komputer yang bisa mendeteksi masalah kendaraan secara presisi.

Jika persoalan kendaraan anda ada pada ‘power’nya, mungkin sudah saatnya anda menggunakan alat tambahan peningkat power kendaraan. Dipasaran kini bisa ditemui sebuah alat yang bisa meningkatkan kekuatan pacu kendaraan. Namanya EFO alias Engine Fuel Air Optimizer. EFO adalah sebuah alat untuk meningkatkan kualitas udara yang dibutuhkan oleh mesin kendaraan, dapat menghasilkan udara yang membuat mesin bekerja lebih sempurna/efisien karena pembakaran lebih baik.

EFO, produk andalan ramah lingkungan (foto: koleksi pribadi)

EFO, produk andalan ramah lingkungan (foto: koleksi pribadi)


EFO hanya diisi AIR BERSIH yang akan menjadi reaktan dalam reaksi pembakaran sehingga akan menghasilkan tenaga yang lebih besar, serasa memakai bensin beroktan lebih tinggi.

Pekan lalu saya memenuhi undangan seorang kawan yang merupakan perkenalan pertama saya pada EFO. Oo.. seperti itu tho penampakan aslinya. Alat ini sepintas terlihat seperti botol minuman yang biasa saya bawa ngantor. ternyata pemasangannya cukup mudah. Hanya butuh waktu belasan menit bagi teknisi memasang EFO di mobil Xenia 1300 cc saya. EFO sangat mudah dipasang pada semua jenis kendaraan berbahan bakar bensin mobil maupun motor. EFO dipasang tanpa mengubah setting apapun maupun konstruksi mesin.

Prinsip dasarnya, EFO bekerja mengoptimalkan kualitas dan nutrisi udara masuk dengan air mineral yang diolah dalam tabung reaktor mini. Sehingga pembakaran bisa disempurnakan. Efek dari pembakaran yang lebih optimal langsung terasa.

Proses pemasangan EFO mudah, bahkan untuk mobil tertentu hanya butuh waktu 4 menit saja.

Proses pemasangan EFO di mobil saya (foto: koleksi pribadi)

Proses pemasangan EFO di mobil saya (foto: koleksi pribadi)

Apa yang terjadi dan saya rasakan setelah mobil dipasangi EFO? Karena saya tak terlalu paham persoalan teknis kendaraan, yang paling berasa setelah dipasangi EFO mobil saya bisa lari lebih kencang. Usai dipasangi EFO, mobil saya bawa membelah malam melalui tol JORR dan Jagorawi. Kondisi tol yang ramai lancar membuat saya bisa melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.

Entah kenapa, mobil saya berasa lebih ‘ngacir’. Saya merasakan mobil jadi lebih enteng tarikannya. Suara mesin mobilpun terdengar lebih halus.

EFO, Memberi Jaminan Uang Kembali

Menurut GM EFO Indonesia, Lewi Bernat, EFO adalah produk yang dikembangkan pihaknya sejak tahun 2009. “Selama kurun waktu itu kami terus melakukan berbagai percobaan dan penyempurnaan produk. Hingga kini lebih dari 2 ribu kendaraan sudah dipasangi EFO,” ujarnya.

Lewi Bernat (GM Efo Indonesia) dan produk andalannya (Foto: koleksi pribadi)

Lewi Bernat (GM Efo Indonesia) dan produk andalannya (Foto: koleksi pribadi)


Bahkan kini EFO sudah dipatenkan, artinya produk ini sudah dijamin kelayakan dan kegunaannya. “Butuh waktu cukup lama sebelum EFO mendapatkan nomer paten,” tambah Lewi.

Menurut Lewi, produk ini selain meningkatkan performa kendaraan juga membantu mengurangi Emisi Gas Buang hingga 20 persen dari penyempurnaan pembakaran. Buntutnya, akan memperpanjang umur mesin dan membuat busi lebih bersih. Bonusnya, EFO akan membantu menghemat BBM sekitar 10%-35% untuk mobil dan motor hingga 40%. Wow!

Saat ini ada beberapa jenis EFO yang telah diproduksi, yakni untuk kendaraan beroktan hingga 2000 cc, di atas 2000 CC, serta untuk sepeda motor. Untuk semua produk tersebut, pihak EFO Indonesia menjamin jika setelah dipasang konsumen merasa tidak puas, maka pihak EFO Indonesia menggaransi dengan mengembalikan uang yang telah anda keluarkan.

Nah bagi anda yang hendak mudik jarak jauh, coba gunakan EFO di mobil yang anda kendarai. Rasakan bedanya sebelum dan setelah menggunakan alat ini. Dengan menggunakan EFO berarti anda juga telah menyumbang kebersihan lingkungan dan penghematan BBM. Laguipula memasang EFO tidak ada ruginya kok, karena EFO menjamin garansi uang kembali. Nah!

Lomba Blog Daihatsu Terios 7 wonders

a1Daihatsu dan Vivalog kembali bikin hajatan menarik, lomba Blog terios 7 wonders Amazing Celebes Heritage. Blogger cukup membuat review 2 event 7 wonders yang pernah digelar Daihatsu yakni 7 Wonders Coffee Suamtera atau 7 wonders Hidden Paradise.

Review bisa dibuat dari salah satu event tersebut. Misalnya review event Coffee Sumatera dengan mengambil satu term perjalanan, atau mereview semua perjalanannya. Atau bisa pula mereview 7 wonders Hidden Paradise.

Yang menarik hadiahnya, jalan-jalan ke Sulawesi bareng Daihatsu Terios di bulan Oktober. Lebih lengkap baca di sini –> http://log.viva.co.id/landing/daihatsu_amazing

Personel AKB48 Memang Aduhai!

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Personel AKB48 Berhasil Memegang Capung (screenshoot by Syaifuddin)

Belajar ilmu alam atau yang dikenal sebagai sains menurut sebagian orang susah-susah gampang. Banyak istilah asing yang mesti diingat dan umumnya istilah tersebut rumit untuk dicerna. Dan sebagian besar orang beranggapan belajar itu ya di bangku sekolahan, duduk manis di ruang kelas, dengarkan semua petuah bapak-ibu guru.

Tapi itu paradigma lama mengenai belajar. Ingin tahu bagaimana “cara” belajar yang lain? Coba luangkan waktu anda untuk menonton tayangan AKB48 Ne Mousu TV di channel WAKUWAKU Japan. Jangan berasumsi terlebih dulu. Ah, apa menariknya melihat anggota girls band Jepang dalam sebuah reality show? Paling-paling kita akan disuguhkan adegan-adegan konyol, tangisan ataupun lelucon yang garing.

Salah, jika anda beranggapan demikian. Pekan lalu (21/5) saya sempat menyaksikan satu episode tayangan ini dan anggapan saya tentang girls band ini tidak selamanya benar. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menarik, yang tidak sekedar menjual keartisannya dalam tayangan ini. Mereka tidak tampil sok kece atau sok bisa menyanyi agar cap sebagai anggota girls band top tetap melekat pada nama mereka.

Episode ini menceritakan dua kelompok girls band AKB48 yang diberi tantangan untuk mengikuti ujian serangga. Ini adalah semacam tantangan bagi kedua kelompok untuk melakukan pengamatan beragam serangga. Tidak hanya di kelas atau laboratorium, namun juga ke habitat asli serangga di sawah atau ladang.

Tim Kasai misalnya, diberikan daftar tugas untuk mengamati serangga tertentu. Mereka harus bisa mengidentifikasi di mana tempat serangga tersebut berkumpul.

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)

AKB48 Finding Insect (screenshoot by Syaifuddin)


Tim ini diberi tugas menangkap kumbang dengan menjebaknya menggunakan buah-buahan. Setelah itu mereka harus mengidentifikasi jenis kelamin serangga. Sulit? Tentunya. Namun tim ini didampingi seorang guru yang menjelaskan secara gamblang mengenai serangga dari sisi ilmu. Dijamin mereka tak akan tersesat.

Di tempat terpisah, Tim lainnya yakni Kashiwagi dapat tugas berbeda. Mereka mesti mencari capung di persawahan. Sebuah tugas yang cukup sulit bagi personil AKB48 yang terbiasa tinggal di perkotaan. Namun berkat pendampingan dari guru, mereka yang semula takut terhadap capung, lama kelamaan berani memegang dan mengambil fotonya. Di sini mereka juga diminta mengamati proses tumbuh kembang larva capung.

Tim yang sama juga diajak ke danau untuk diajari mendeteksi serangga dari baunya. Sebelum terjun langsung ke danau, mereka dibekali teori singkat dari para pendamping.

Teater dan Ujian Serangga

Setelah tantangan masing-masing kelompok selesai, kedua kelompok pun dipertemukan. Kali ini mereka diminta mendeskripsikan seperti apa serangga yang mereka dapatkan melalui peragaan olah tubuh. Segmen ini diberi nama pertunjukan teater serangga. Di sini aneka gaya personel AKB48 membuat penonton tersenyum.

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)

Memperagakan Gerakan Serangga (screenshoot by Syaifuddin)


Dengan segala cara mereka berperan seolah sebagai serangga. Ada yang memonyongkan mulutnya demi terlihat mirip dengan wajah kumbang. Ada pula yang sampai jungkir balik menirukan gaya capung. Mereka tak terlihat jaga image alias jaim. Mereka melakukan semua tantangan dengan natural.

Dan yang paling menarik dari tayangan ini ada di bagian ending. Kedua kelompok kemudian masuk kelas lagi dan menghadapi ujian serangga. Mereka diuji dengan pertanyaan tentang serangga yang mereka pelajari langsung di habitat hidupnya. Pertanyaannya tak sulit, mereka hanya diminta mengidentifikasi kelamin serangga, menggambar larva dan tubuh serangga.

Dari hasil tes menunjukkan 3 dari 6 orang personil AKB48 dinyatakan lulus karena memiliki nilai rata-rata yang cukup tinggi dibandingkan yang lain.

Good Concept, Good Presentation

Secara keseluruhan tayangan ini merupakan program acara yang mendidik. Saya acungkan jempol bagi konseptor acaranya. Mereka tidak membuat personil AKB48 sebagai pribadi yang istimewa dalam tayangan ini. Mereka hanya mewakili anak muda Jepang yang memiliki rasa ingin tahu untuk belajar mengenai serangga.

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)

Ujian Serangga nan Mendebarkan (screenshoot by Syaifuddin)


Inilah bedanya tayangan reality show di negeri kita dengan di Jepang. Di sini kita kerap mengekploitir kengerian, kejijikan orang terhadap hewan dengan mengatasnamakan pada raihan rating/share. Sebaliknya, tayangan ini mencoba menampilkan sisi lain dari selebriti yang juga mempunyai hasrat besar untuk tetap belajar kehidupan.

Para personil AKB48 berakting seperti apa adanya, natural dan tidak dilebih-lebihkan. Tayangan ini menurut saya sarat akan edukasi dan memberikan pengetahuan populer bagi penonton yang awam. Lewat tayangan ini bolehlah saya katakan jika personil AKB48 memang aduhai…otaknya.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[7]

Mengunjungi Google Indonesia

Google Indonesia (foto: koleksi pribadi)

Google Indonesia (foto: koleksi pribadi)

Google adalah perusahaan IT ternama di dunia. Meski baru didirikan tahun 1998 namun pengaruh Google bagi dunia memesona banyak kalangan. Tidak terkecuali kami blogger anggota Blogger Reporter Indonesia (BRID) yang sabtu lalu (24/5) diundang Google Indonesia untuk berkunjung ke markas mereka di kawasan Senayan Jakarta Selatan.

Sejumlah blogger mengaku antusias mengunjungi kantor Google. Bayangan kantor seperti GooglePlex di MountainView, California, Amerika Serikat yang tersohor itu menari-nari di benak kami.

Untuk masuk dan berkunjung ke Google tidak bisa sembarangan. Mereka hanya memberi kesempatan di hari-hari tertentu saat aktivitas kantor tidak terlalu padat. Dan BRID termasuk beruntung karena bisa berkunjung saat akhir pekan, di saat sebagian besar kami libur dari aktivitas kantor. Sebelum ini sejumlah komunitas diundang di malam hari selepas jam kantor.

Di Google, kami disambut Eunike Kartini, seorang pegawai Google yang bertanggung jawab mengurusi komunitas. Kebetulan Keke –panggilan Eunike– sudah dikenal beberapa dari kami.

Suasana nyaman sudah terasa sejak masuk di area resepsionis. Ruang ini langsung menjadi spot paling populer bagi pengunjung, karena ini area terbuka yang boleh digunakan untuk berfoto-foto.

Presentasi dari Google

Paparan selamat datang disampaikan Keke dari Google di ruang bernama Alun-alun. Oya sekedar informasi saja, ruangan di kantor Google sengaja dinamai dengan istilah yang sangat Indonesia. Seperti ruang Merdeka, Gudang Rejeki, Bung Karno, Gelora Asmara hingga Pangkalan Ojek. Semua ruangan itu adalah ruang meeting dengan berbagai ukuran dan peruntukan. Rada gak nyambung nama ruangnya, tapi Unik.

Inside Google disampaikan Keke (foto: koleksi pribadi)

Inside Google disampaikan Keke (foto: koleksi pribadi)


Di sesi awal, Keke memaparkan mengenai Google dengan filosofi dan pencapaiannya di dunia IT. Keke menjelaskan sejarah panjang Google yang didirikan duo Larry Page dan Sergey Brin di sebuah garasi. Keke juga menjelaskan apa saja yang sudah dibuat oleh Google hingga meraksasa seperti sekarang. Dari penjelasan Keke saya baru tahu dibalik kesuksesan banyak produk Google, ternyata ada juga produk-produk Google yang gagal di pasaran. Produk tersebut kemudian ditarik dari peredaran dan dikembangkan lagi.

Ke depan menurut Keke, Google masih akan membuat terobosan-terobosan di dunia Search Engine dan turunannya di bidang IT. Namun yang pasti semua produk yang dibuat Google selalu didasarkan pada filosofi memudahkan hidup manusia.

Paparan 2 tahun BRID

Sejak awal ditawari untuk berkunjung, pihak Google sudah mewanti-wanti kunjungan kami bukan sekedar ‘main’ tapi mesti ada aktivitas yang dilakukan di sini. Dan kami memilih memperkenalkan diri apa itu BRID kepada Google dan juga belajar SEO (Search Engine Optimation).

Saya didaulat teman-teman admin untuk mewakili memberikan presentasi singkat mengenai BRID. Paparan mengenai apa dan bagaimana organisasi BRID sejak didirikan hingga usianya 2 tahun. Agak aneh juga presentasi mengenai BRID di depan anggota sendiri. hihi…

Akhirnya saya batasi paparan lebih banyak pada pencapaian BRID membantu sejumlah pihak mengkomunikasikan ide, acara maupun kerja sama lainnya yang membuat BRID kini diakui keberadaannya. Saya juga paparkan bahwa di masa datang akan makin banyak kerja sama yang dilakukan oleh BRID dan bermanfaat bagi semua anggotanya.

Tidak lupa saya juga menyemangati anggota BRID untuk menunjukkan kinerja terbaiknya, karena BRID juga kerap memberi kesempatan anggotanya untuk membuat reportase ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Mulai dari Padang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Bali hingga ke Qatar.

Kuliah SEO yang “Mahal”

Paparan kedua mengenai Search Engine Optimation (SEO) dari admin BRID, Chandra Iman. Presentasi yang dilakukan Chandra dilakukan dengan cara unik. Dia minta akun blog kawan-kawan untuk dibedah secara langsung apakah blog mereka SEO friendly.

Chandra Iman in action (foto: koleksi pribadi)

Chandra Iman in action (foto: koleksi pribadi)


Paparan yang menarik karena Chandra tidak banyak mengungkap SEO dari sisi teknisnya yang lumayan rumit bagi saya. Chandra sengaja menjelaskan dengan mendekati apa kebutuhan para blogger.

‘Kuliah’ SEO dari Chandra mestinya dibuat dengan waktu khusus bagi anggota BRID. Paparan yang dilakukan di markas Google ID menurut saya kurang panjang lebar lantaran waktunya yang terbatas. Chandra sendiri menyatakan siap memberikan lanjutan kelas SEO nya di waktu mendatang.

“Tour de Google”

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah tur de Google, menjelajahi kantor Google. Kantor ini memang berbeda dari kantor yang saya kenal selama ini. Sebuah kantor yang biasanya penuh dengan meja kursi dengan kubikel yang membatasi gerak para pekerjanya.

Cozy spot @Google (foto: koleksi pribadi)

Cozy spot @Google (foto: koleksi pribadi)


Sementara di Google unsur kenyamanan pekerja jadi acuan utama. Sejak masuk di ruang reception kesan santai sangat terasa. Kantor ini menawarkan ruang-ruang berbeda yang bisa menstimuli daya kreasi. Misalnya soal penamaan ruang yang tak biasa. Kemudian juga penyusunan sofa tempat menerima tamu yang disetting sangat cozy.
Mari glosoran sambil bekerja (foto: koleksi pribadi)

Mari glosoran sambil bekerja (foto: koleksi pribadi)


Untuk ruang kerja memang tak jauh berbeda dari ruang kerja perusahaan pada umumnya, kubikel masih ada. Tapi tidak ada pemisahan tegas antar meja kerja sehingga kesan terbuka dan membaur sangat terasa. Oya di ruangan ini pengunjung juga diberikan kebebasan mencorat-coret tiang-tiang tembok dengan spidol. Kalau tak salah ada sekitar 5 tiang yang jadi korban aksi coret di sini. Sayangnya ruangan ini steril dari pengambilan foto. Google memang membatasi ruang-ruang yang boleh dan terlarang untuk diambil gambarnya. Alasannya? Hanya Google dan Tuhan yang tahu… hehehe….
Ada becak dan si Cepot di warung mbah Google (foto: koleksi pribadi)

Ada becak dan si Cepot di warung mbah Google (foto: koleksi pribadi)


Bergeser ke warung mbah Google, ini adalah pantry sekaligus cafe bagi karyawan. Di sini adalah tempat karyawan makan siang atau makan malam. Di ruangan ini di hari kerja karayawan bisa meminta makanan pada juru masak yang ada. Di sini pula karyawan bisa melepas lelah sambil merasakan aneka cemilan yang disediakan. Kebetulan kami sempat merasakan cemilan dan minuman yang tersaji di sini.

Meski bebas makan minum, namun ada satu ketentuan yang tak boleh dilanggar oleh karyawan Google yakni mereka mesti meletakkan semua piranti makan dan minum setelah digunakan di sebuah pojok. Haram hukumnya menggeletakkan piring maupun gelas sembarangan.

all BRID crew plus keke Google (foto: koleksi Maria Sitinjak)

all BRID crew plus keke Google (foto: koleksi Maria Sitinjak)


Oiya ada yang menarik di warung mbah Google, selain berisi makanan lokal dan internasional, ternyata di sini juga disediakan pula kerupuk yang biasa kita temukan di warung-warung kaki lima. Dua kaleng kerupuk dari jenis berbeda kabarnya selalu terisi penuh. Maklum bosnya Google konon penggemar makanan Indonesia..

Wakuwaku Japan : Indahnya Persaudaraan Jepang – Pulau Tsis

Keluarga James dan Hitoshi Berbelanja (Capturing image from WakuwakuJapan by Syaifuddin)

Keluarga James dan Hitoshi Berbelanja (Capturing image from WakuwakuJapan by Syaifuddin)

Ini adalah review program TV WAKUWAKU JAPAN “Discover the Life” yang menurut saya paling emosional. Dalam program yang ditayangkan 11 Mei 2014 tergambar pertemuan budaya yang sarat makna, di mana budaya maju yang diwakili Jepang bersentuhan dengan budaya tradisional yang masih dilakoni oleh warga pulau Tsis dari kepulauan Micronesia di Pasifik.

Keluarga James dari Pulau Tsis di Pasifik berkunjung ke Jepang. Mereka menginap di keluarga Hiroshi dan Chiemi.
Pasangan Hiroshi – Chiemi tinggal bersama 2 anak perempuan dan ibunya di Okonomiyaki. Sementara James membawa Felicia istrinya, serta 2 anak Jenny dan Jake.

Ini adalah kunjungan James sekeluarga yang pertama ke negeri Jepang, sebuah negara yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka di kepulauan Micronesia. Karenanya banyak sekali kelucuan dan benturan budaya yang mereka alami selama tinggal sepekan di Jepang.

Berkegiatan di Alam Bebas Bersama (Capturing by Syaifuddin)

Berkegiatan di Alam Bebas Bersama (Capturing image from Wakuwaku Japan by Syaifuddin)


Dalam program ini diceritakan tentang kecanggungan keluarga James saat berhadapan dengan budaya Jepang yang jauh lebih maju dari budaya tempat James berasal. Kepulauan tempat tinggal James sekeluarga sangat sederhana dan bersahaja. Hari-hari mereka dilalui dengan aktivitas di pantai. Jake putra James punya kegemaran memanjat pohon kelapa. Dan ini merupakan ketrampilan standar yang lazim dimiliki anak laki-laki di Pulau Tsis.

Berasal dari pulau yang sederhana juga ditunjukkan oleh James sekeluarga. Penampilan mereka sangat bersahaja. Felicia hanya mengenakan daster, sementara James mengenakan celana pendek dan bersandal jepit. Mereka memang berlibur tanpa membawa banyak bekal pakaian. Alhasil sempat terekam adegan lucu saat mereka diajak ke departemen store untuk membeli pakaian.

Mandi Bersama di Onsen (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

Mandi Bersama di Onsen (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Kelucuan lain adalah saat mereka naik kereta api. Bagi James sekeluarga, naik kereta api adalah pengalaman penting yang selama ini belum pernah mereka lakukan. Maklum di pulau tempat mereka tinggal tak ada fasilitas Kereta Api.

Meski memperlihatkan ‘kenorakan’ keluarga James, namun yang saya salut keuarga Hiroshi tak sekalipun menjadikannya lelucon. Bahkan mereka tetap respek pada tamunya. Mereka saling belajar budaya. James memperkenalkan beberapa kebiasaan di Pulau Tsis yang warganya umumnya ceria. Sebaliknya Hiroshi juga memperkenalkan berbagai kemajuan Jepang di bidang teknologi dan kehidupan dengan mengajak keluarga James travelling ke sejumlah tempat. Seperti ke Tokyo Skytree yang terkenal, menginap di Izu, melihat Mito Sea Paradise hingga mandi bareng di onsen. Pengalaman pertama yang mengesankan bagi James sekeluarga.

Dinner Meneguhkan Kebersamaan (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

Dinner Meneguhkan Kebersamaan (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Menurut saya moral tayangan ini ada pada sikap saling menghargai yang ditunjukkan kedua keluarga. Keluguan dan kelucuan keluarga James yang mewarnai tayangan ini bukanlah sebuah hal yang mesti ditertawakan apalagi dicemooh.

Sebaliknya, modernitas yang lebih dulu dinikmati keluarga Hitoshi bukan pula sebuah kesombongan yang mesti ditonjolkan secara berlebihan. Mereka saling memahami, saling mengisi dan menyayangi. Sebuah nilai-nilai luhur manusia yang mungkin sudah makin jarang didapati di era modern sekarang ini.

James - Felicia Memasak Makanan Tsis (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)

James – Felicia Memasak Makanan Tsis (Capturing image from Wakuwakujapan by Syaifuddin)


Bagian terbaik dari tayangan ini ada pada hari terakhir kunjungan keluarga James di Jepang. Saat itu kedua keluarga sudah melebur menjadi keluarga baru. Keluarga Hitoshi memberika cindera mata berupa foto aktivitas kedua keluarga selama di Jepang. Dan perpisahan adalah hal yang sangat berat mereka lalui. Kedua keluarga menunjukkan sikap emosional yang kental.

James tenggelam Dalam Tangis haru (capturing image from Wakuwakujapan by syaifuddin)

James tenggelam Dalam Tangis haru (capturing image from Wakuwakujapan by syaifuddin)


Anak-anak keluarga Hoitoshi menangis tersedu-sedu, yang kemudian diikuti oleh sang ibu, Chiemi. Begitu pula seluruh anggota keluarga James larut dalam irama tangis yang senada. Semua anggota keluarga menangis, enggan dipisahkan satu sama lain. Namun perpisahan harus terjadi dan keluarga James mesti kembali ke tempat tinggalnya di Pulau Tsis.

Saat momen perpisahan ini berlangsung, ada satu hal yang mengejutkan tatkala keluarga James menyanyikan lagu “Nona Manis” dengan iringan ukulele. Rupanya lagu Nona Manis yang terkenal di Indonesia juga dikenal di negeri kepulauan Tsis. Betapa sempitnya dunia. Jangan-jangan James punya leluhur yang sama dengan kita di Indonesia.

Who knows???

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[6]

WAKUWAKU JAPAN : Mengenal Manusia dan Kehidupan Lewat Life

Kenzuka, dokter hewan akuarium (screenshot by Syaifuddin)

Kenzuka, dokter hewan akuarium (screenshot by Syaifuddin)

Bagi mereka yang senang dengan tayangan bernilai budaya, WAKUWAKU JAPAN memang tempat paling cocok dijadikan rujukan. Acara-acaranya memang berbeda dari sajian stasiun TV lokal maupun tv kabel dari negara barat. Selalu menghadirkan topik terpilih, memberikan inspirasi dan perenungan.

Salah satu acara yang sempat saya saksikan yaitu Life yang tayang tiap Senin malam pukul 21.30 WIB. Program bergenre Feature News ini menampilkan hal-hal unik, dengan gagasan sederhana dan cara bertutur yang natural. Biasanya program ini menampilkan kisah kehidupan di sejumlah kota bahkan sering juga di pedesaan di Jepang. Jepang yang dikenal maju secara ekonomi, maju secara teknologi, ternyata masih memiliki sisi lain yang manusiawi.

Kenzuka dan teman seprofesi (screenshoot by Syaifuddin)

Kenzuka dan teman seprofesi (screenshoot by Syaifuddin)


Di episode Life Senin (28/4) lalu misalnya, ditampilkan profil seorang dokter hewan. Bukan sembarang dokter hewan yang dibahas di sini. Dia adalah Kezuka, seorang dokter hewan muda yang memilih berkarier di akuarium taman laut. Selintas profesi ini sama dan sebangun dengan dokter-dokter lainnya. Namun jika dicermati profesi ini sangat berbeda.

Dokter Kenzuka dan Hewan Kesayangan (screenshoot by syaifuddin)

Dokter Kenzuka dan Hewan Kesayangan (screenshoot by syaifuddin)


Kezuka adalah dokter muda yang dengan sadar menancapkan cita-citanya sedari kecil sebagai dokter hewan di taman laut. Setelah menyelesaikan kuliah kedokteran hewan selama 6 tahun, akhirnya Kezuka berhasil menjadi salah satu dokter di Taman Laut Suma di kota Kobe.

Meski berstatus sebagai dokter, namun bukan perkara mudah bagi Kezuka beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya tersebut. Ia tak hanya harus berhadapan dengan aneka persoalan pengelolaan hewan laut di tempat kerjanya, namun juga mesti belajar banyak hal yang selama ini hanya ditemukan di bangku kuliah.

Memantau lumba-lumba hamil (screenshoot by Syaifuddin)

Memantau lumba-lumba hamil (screenshoot by Syaifuddin)


Beruntungnya Kezuka, lingkungan Taman Laut Suma berisi orang-orang yang suportif, yang siap membantu jika Kezuka mengalami kesulitan saat bertugas. Misalnya saat harus memantau kondisi hewan lumba-lumba yang tengah hamil. Dari tayangan ini saya baru mengetahui ternyata proses pengecekan dan pemeriksaan hewan laut yang hamil sama dengan tindakan para dokter kandungan yang memeriksa wanita hamil. Selain memeriksa organ-organ tubuhnya, kondisi kandungan juga diperiksa menggunakan alat ultra sonografi (USG). Waw keren..

Lumba-lumba yang hamil usai diperiksa (screenshot by Syaifuddin)

Lumba-lumba yang hamil usai diperiksa (screenshot by Syaifuddin)


Kali lain diceritakan pula saat Kezuka menyambangi taman laut lain di luar kota Kobe. Kali ini Kezuka akan ikut melakukan operasi terhadap seekor kura-kura. Tim dokter yang bertugas mesti menyingkirkan 60 benjolan yang merupakan pembengkakan di sekujur tubuh kura-kura tersebut.

Pemeriksaan kondisi kura-kura pra operasi (screenshoot by Syaifuddin)

Pemeriksaan kondisi kura-kura pra operasi (screenshoot by Syaifuddin)


Bagi dokter senior operasi sejenis bukan perkara sulit. Lain bagi Kezuka yang belum sekalipun pernah melakukan operasi. Ia sempat cemas dan takut karena tak pernah berhadapan dengan kasus seperti itu. Namun lagi-lagi dukungan yang kuat diterima oleh Kezuka. Ia bisa menjadi salah satu anggota tim dokter yang melakukan operasi. Dan operasi pertama Kezuka pun berhasil, ia dan tim dokter berhasil menyingkirkan benjolan di tubuh kura-kura dengan sukses.

Tayangan Life di WAKUWAKU JAPAN ini memberikan pemahaman saya mengenai profesi yang tak biasa, yang selama ini jauh dari sorotan masyarakat. Profesi dokter hewan yang bertugas di sebuah taman laut mungkin tak banyak diketahui oleh masyarakat. Namun profesi ini jelas memberi kontribusi yang besar terhadap kelangsungan hidup koleksi hewan dan biota laut yang dimiliki sebuah taman laut. Tanpa kontribusinya, saya tak tahu apakah kehidupan di akuarium taman laut masih bisa dinikmati oleh pengunjung hingga hari ini.

berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN[5]


You might also likeclose