Network Drive Test Indosat (foto koleksi pribadi)

Network Drive Test Indosat (foto koleksi pribadi)

Lebaran Sebentar lagi…

Kata siapa sebentar lagi? Lebaran masih lama karena puasa saja baru mulai. Tapi bersiap menyambut datangnya Lebaran tak salah kok. Setidaknya seperti ditunjukkan oleh operator telekomunikasi terpercaya Indosat.

Hari Selasa (16/6) Indosat melakukan uji kesiapan jaringan dengan menggelar network drive test di jalur mudik Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Event ini bertujuan mengecek kesiapan jaringan seluler Indosat di sejumlah kawasan yang dilalui para pemudik.

Jalur yang dipilih adalah dari kota Tegal, Pemalang hingga Pekalongan. Dipilihnya jalur ini bukan  tanpa alasan yang berarti. Alasan utamanya adalah karena jalur Tegal – Pekalongan diprediksi bakal jadi jalur paling sibuk dan ramai dalam musim mudik Lebaran tahun ini.

Penyebabnya adalah beroperasinya jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali). Jalan tol ini konon (karena saya belum pernah nyoba) memangkas waktu tempuh perjalanan mudik lebih cepat dari sebelumnya. Karenanya ini bakal menjadi pusat kepadatan baru di jalur Pantura. Joko Riswadi, Division Head Netwok and Optimization Indosat mengatakan,  jalur Tegal-Pekalongan akan menjadi jalur dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi di hari raya nanti. Oleh karena itu pihaknya mengantisipasi dengan bersiap lebih dini.

“Ini adalah drive test dengan rute terpanjang yang pernah digelar Indosat. Kami menempuh rute dari Tegal, Pemalang hingga Pekalongan,” ujar Joko Riswadi, Division Head Network and Optimization Indosat.

Sebagai operator seluler ternama Indosat sudah memprediksi penumpukan orang di jalur ini akan berlangsung cukup signifikan selepas exit tol. Ini akan membutuhkan ketersediaan jaringan telekomunikasi yang handal dan memadai.

Joko Riswadi Jelaskan Performa Jaringan Indosat pasca modernisasi Jaringan (foto koleksi pribadi)

Joko Riswadi Jelaskan Performa Jaringan Indosat pasca modernisasi Jaringan (foto koleksi pribadi)

Ada beberapa spot yang biasa dikunjungi para pemudik dijadikan tempat pengecekan jaringan Indosat. Diantaranya SPBU Muri di pinggiran kota Tegal. Pom bensin ini dikenal sebagai tempat bertemunya para pemudik dari berbagai kota yang ingin beristirahat atau mengisi BBM. Arus keluar masuk orang yang cukup tinggi membuat Indosat menjadikannya sebagai lokasi pengamatan jarigan telekomunikasinya.

Selain SPBU Muri kehandalan jaringan Indosat juga dilihat saat rombongan melewati kawasan padat kendaraan di Pekalongan. Jalur ini saat musim mudik di jam tertentu kerap menjadi jalur ‘neraka’ karena kendaraan nyaris berhenti. Di jalur seperti ini pun ternyata kekuatan jaringan Indosat cukup oke. Untuk donlod maupun uplod berlangsung stabil. Bahkan saat digunakan menonton video dari Youtube tidak buffering sama sekali.

Panel monitor yang menampilkan data kekuatan jaringan real time Ifoto koleksi pribadi)

Panel monitor menampilkan data kekuatan jaringan secara real time (foto koleksi pribadi)

Hasil uji jaringan di kawasan Tegal hingga Pekalongan ini menunjukkan Indosat siap menemani para pemudik Ramadhan hingga Lebaran. Jaringan Indosat dipastikan ready to serve bagi ribuan pemudik yang melalui kawasan padat seperti Pantura. Secara teknis hasil drive test menunjukkan akses downlink Indosat mencapai kecepatan maksimum hingga 27,1 Megabyte per second (Mbps), dengan rata-rata 14 Mbps. Sedangkan akses uplink berada pada level stabil di angka 3,8 Mbps, dengan kecepatan rata-rata 4,7 Mbps.

Indosat Bagi-bagi Ketupat

Selama musim mudik tahun ini Indosat berbagi keriaan dengan meluncurkan paket Ketupat IM3. Paket layanan Ketupat ini memberikan keuntungan berlipat bagi semua pelanggan setianya. Ada 4 paket yang ditawarkan Ketupat IM3.

Ketupat IM3

Paket Santan adalah paket sms-an terus-terusan. Paket seharga Rp.500 ini memberi keuntungan 100 sms untuk sms ke sesama Indosat maupun operator lainnya.

Paket Telor alias telpon saat ramadhan. Dengan tarif cuma Rp.1500 bakal dapat keuntungan 120 menit nelpon ke sesama Indosat. Paket ini berlaku pada zona waktu 00.00 – 17.00 dan 17.00 – 24.00.

Paket Opor merupakan paket online pol ramadhan. Hanya dengan Rp.1250 bisa beroleh keuntungan paket data sebesar 10 MB.

Paket Komplit adalah kombinasi ke semua paket tadi, yakni sms, nelpon dan internetan.

Untuk memperoleh benefit tadi mudah kok.

Cukup tekan  *123*888# dan ikuti langkah selanjutnya sesuai pilihanmu.

Candi Borobudur (foto TriapAdvisor)

Candi Borobudur (foto TriapAdvisor)

Trip Advisory, situs wisata terbesar di dunia menobatkan Candi Borobudur dari Indonesia sebagai salah satu dari 25 landmarks Asia. Masuknya candi Borobudur ke dalam list ini tak mengagetkan. Sebab sebelumnya Borobudur sudah mengantongi gelar sebagai situs warisan dunia dari UNESCO. Jadi penghargaan ini makin mengukuhkan posisi Borobudur sebagai mahakarya leluhur negeri ini yang diakui dunia.
Selain Borobudur, ada sejumlah destinasi wisata yang memang sudah kondang masuk dalam daftar Landmarks Asia. Uniknya sebagian besar yang masuk dalam daftar ini berjenis candi/ kuil. Bisa jadi hal itu dikarenakan bangunan candi/ kuil bagi sebagain warga dunia yang disurvey Trip Advisory sepakat melihat bangunan-bangunan tersebut sebagai keunikan yang memiliki nilai budaya tinggi.
angkor-wat
Angkor Wat, Kamboja (foto: tripAdvisor)
Saya pilihkan 3 landmarks diantaranya di sini. Di posisi teratas ada Angkor Wat dari Kamboja. Kuil Hindu ini pantas saja masuk dalam urutan teratas karena sangat populer. Kuil ini dibangun selama hampir 30 tahun oleh Raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12.
Taj Mahal, India (foto: TripAdvisor)

Taj Mahal, India (foto: TripAdvisor)

Di posisi berikutnya ada Taj Mahal, yang terletak di Agra, India. Taj Mahal adalah mouseleum yang dibangun atas inisiatif Shah Jahan untuk istrinya yang berasal dari Persia, Mumtaz Mahal. Bangunan yang dibangun selama 22 tahun ini disebut sebagai bukti cinta suami pada istri yang luar biasa.
Tembok besar, China (foto TripAdvisor)

Tembok besar, China (foto TripAdvisor)

Great Wall atau tembok besar di Beijing, China masuk juga ke dalam list top 25 landmarks Asia. Untuk alasan apapun tembok raksasa China adalah keajaiban dunia yang membuat para penikmatnya berdecak kagum. Mungkin ini satu-satunya bangunan di dunia yang konon terlihat dari bulan #lebay. Dibangun masa dinasti Qin (sekitar 722 SM), tembok ini dibangun guna menangkal serangan tentara musuh. Panjang tembok ini mencapai 8.851 km.

Pagoda Shwedagon, Myanmar (foto TripAdvisor)

Pagoda Shwedagon, Myanmar (foto TripAdvisor)

Pagoda Shwedagon terletak di Yangon, Myanmar. Biasa disebut pula sebagai Pagoda Emas. Tinggi bangunan mencapai 98 meter dengan dilapisi emas. Bentuknya yang menjulang mendominasi panorama kota Yangoon. Stupa ini dianggap sebagai bangunan suci bagi umat Budha di Myanmar.


Batiqa Hotel Cikarang (foto koleksi pribadi)

Batiqa Hotel Cikarang (foto koleksi pribadi)

Batiqa Hotel, Cikarang. Beberapa waktu lalu saya hadir di soft opening Batiqa Hotel di Cikarang, Bekasi. Hotel ini berada dalam komplek Jababeka, kawasan industri yang fasilitasnya kian hari makin lengkap.

Melihat namanya, Batiqa memang tak jauh dari kata Batik, ikon budaya Indonesia yang sudah kondang. Mengapa jadi Batiqa, karena pemiliknya ingin menjadikan hotel ini suatu saat bakal menjadi sebuah tempat menginap kelas “A”.

(foto koleksi pribadi)

(foto koleksi pribadi)

Melihat tampak luar hotel ini mengacu pada konsep minimalis modern. Sebagian hotel ‘dibungkus’ kayu yang membuat bangunan terkesan ‘lite’ diantara kokohnya bangunan tinggi di sekitarnya. Unsur kayu rupanya menjadi penanda (ciri khas) hotel ini. Elemen ini akan kita dapatkan di hampir semua bagian hotel, mulai dari lobby, meja reception, lounge, hingga kamar. Kesannya hotel ini menjadi lebih hangat bagi pengunjung.

Kamar Standar Batiqa (foto koleksi pribadi)

Kamar Standar Batiqa (foto koleksi pribadi)

Satu lagi ciri khas hotel ini ada pada bunga Anggrek. Selain digunakan sebagai lambang hotel, bunga Anggrek juga bisa ditemukan di banyak tempat di hotel ini. Penempatan bunga anggrek berwarna putih diantara interior hotel yang dominan berwarna gelap membuat tampilannya kontras dan menyegarkan.

20150528_123411

Hotel Batiqa yang mengusung motto “Connect, Discover, Relax. You’re Welcome” ini sebelumnya sudah hadir di Karawang dan Cirebon.

Dua Jenis Kamar

Hotel Batiqa hanya menawarkan dua jenis kamar, yakni ukuran standar dan suite. Ada 122 kamar berukuran standar, sementara kamar berukuran suite hanya 5 ruangan.

Kamar Ukuran Suite (foto koleksi pribadi)

Kamar Ukuran Suite (foto koleksi pribadi)

Kamar berukuran standar didesain simpel, minimalis, dan modern. Pembagian ruangannya disesuaikan dengan kebutuhan para tamu. Meski tidak seberapa luas, kamar yang didesain untuk dua orang ini, menampilkan kenyamanan maksimal bak di rumah pribadi.

Suite Room Batiqa Hotel (foto koleksi pribadi)

Suite Room Batiqa Hotel (foto koleksi pribadi)

Berbeda dengan kamar suite yang berukuran 2 kali dari kamar standar. Di sini tamu bisa merasakan atmosfer berbeda, lebih mewah, lega, namun tidak meninggalkan tema besar hotel ini yang ditata modern. Ada seperangkat sofa untuk duduk, ada pula balkon untuk menikmati udara luar.

Hotel Batiqa menyasar para pebisnis atau traveller yang kebetulan berkunjung ke kawasan industri Jababeka, sebuah kawasan yang terus bertumbuh dan berkembang.

Dalam masa soft opening hingga bulan Agustus 2015, Batiqa Hotel menawarkan promo harga menarik. Kamar kelas standar ditawarkan Rp 350K per malam, sedangkan suite room Rp 600K per malam.

BATIQA Hotel Jababeka

Jl. Niaga Raya Kawasan Industri Jababeka II ,Blok CC 3 A

Cikarang, Bekasi West Java, Indonesia

Ph. +62 (21) 2809 9000


Suasana Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi Pribadi)

Suasana Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi Pribadi)

Hari Jum’at lalu (5/6) bersama beberapa kawan Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) saya manjakan lidah di perhelatan food festival Kampoeng Tempo Doeloe. Acara ini digelar di pelataran mal La Piazza, Kelapa Gading Jakarta Utara. Festival kuliner ini merupakan bagian dari hajatan besar manajemen Mal Kelapa Gading yang diberi tajuk Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2015.

Loket penjualan kartu masuk (foto: koleksi pribadi)

Loket penjualan kartu masuk (foto: koleksi pribadi)

Meski rutin digelar tiap tahun dalam rangka HUT Kota Jakarta, perhelatan besar ini tetap memesona. Khusus untuk gelaran food festival, saya melihat MKG makin tahu apa kebutuhan para penikmat kuliner. Tahun ini tema besar yang dibawa adalah Kampoeng Tempo Doeloe. Pelataran mal La Piazza disulap menjadi sebuah kampung di tepian Pelabuhan Sunda Kelapa.

Aroma kental kampung nelayan begitu terasa sejak pintu masuk di bagian depan. Replika perahu kayu milik nelayan. Meski berukuran mini namun lumayanlah menjadi penanda  tema besar festival kuliner ini. Bahkan beberapa pengunjung menggunakan sudut ini sebagai spot foto favorit.

Sementara itu panggung terbuka di bagian depan set panggungnya juga dibuat ala kampung pesisir. Potongan perahu di bagian kanan dan kiri panggung menjadi aksen yang memperkuat acara ini.

Makanannya Lazziiiis

Nah, sekarang saya akan bicara soal makanannya. Di kampung tempo dulu dijajakan ratusan jenis makanan nusantara dan mancanegara. Mulai dari ayam bakar, laksa, bakso, beragam jenis es, hingga cemilan ada di sini.

20150605_191019

Saya mengawalinya dengan segelas es cincau. Petang yang melelahkan setelah seharian bekerja memang paling pas diisi dengan minum-minuman menyegarkan seperti es cincau. Racikan es cincaunya persis dengan yang pernah saya cicipi di masa kecil dulu. Cincau hanya diberi sedikit kinca, santan dan es. Rasa manisnya tidak terlalu pekat. Es cincau  yang ini memang beda dengan cincau yang lagi hits saat ini seperti cappucino cincau yang sudah mendapat pencampuran rasa ‘barat’.

Mungkin ada yang menganggap agak aneh juga memulai jelajah rasa di sini dengan segelas es cincau. Tapi saya punya alasan. Bagi saya, es cincau adalah sepenggal kenangan masa kecil yang mesti dirawat selagi sempat.

Sate Lilit Ayam di gerai Nasi Ungu (foto: koleksi pribadi)

Sate Lilit Ayam di gerai Nasi Ungu (foto: koleksi pribadi)

Kelar dengan es cincau, saya kemudian mencoba tawaran nasi ungu sate lilit ayam. Ini adalah makanan yang direkomendasikan mbak Indri dari La Piazza. Saya tergoda dengan embel-embel “the healthy rice” yang disematkan di gerai nasi ungu. Karena penasaran dan memang belum pernah coba juga akhirnya sepiring nasi ungu dan 5 tusuk sate lilit dan sate ayam sampai di meja saya.

Perpaduan Unik, Nasi Ungu dan Sate Lilit Ayam (Foto: koleksi pribadi)

Perpaduan Unik, Nasi Ungu dan Sate Lilit Ayam (Foto: koleksi pribadi)

Nasi ungu sendiri mirip dengan nasi uduk yang gurih. Bedanya, nasi dicampur onje atau kecombrang sehingga berwarna ungu. Rasanya pun unik, aroma herbal kecombrang mendominasi di tiap sendokan. Lebih sempurna lagi makan nasi ungu dengan cocolan sambel onje yang pedas-pedas segar. Sate lilitnya sendiri meski cukup enak, tapi saya justru lebih suka dengan sate ayam biasa. Dagingnya lebih tebal.

Laksa Tangerang nan Menggoda (foto: kokeksi pribadi)

Laksa Tangerang nan Menggoda (foto: kokeksi pribadi)

Untuk satu piring nasi ungu saya hanya dibandrol Rp.10 ribu saja. Sementara 5 tusuk sate lilit ayam campur harganya 29 ribu rupiah. Karena saya ambil paket nasi ungu, sate lilit dan minuman teh, total belanja saya Rp.46 ribu. Cukup worthed.

Nasi Campur Bali.. (foto: koleksi pribadi)

Nasi Campur Bali.. (foto: koleksi pribadi)

Melipir ke sejumlah gerai tenant lainnya, saya cukup takjub juga dengan panjangnya antrian Serabi Notosuman dari Solo. Dari sekitar 170-an gerai peserta, sepertinya cuma  gerai ini yang antriannya paling panjang. Meski penggemar serabi Solo saya urungkan untuk ikut mengantri bersama puluhan orang di gerai ini. Untungnya rasa penasaran serabi Solo ini terobati oleh tawaran mbak Indri yang membeli cukup banyak kudapan khas Solo ini. Lumayan tak perlu antri.

La Piazza Riuh Oleh Pengunjung Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi pribadi)

La Piazza Riuh Oleh Pengunjung Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi pribadi)

Oiya, selain nasi ungu tadi, akhirnya saya pesan ayam bakar Ngebul untuk dibawa pulang. Ini saya pesan setelah melihat gerai ini selalu ramai pembeli. Biasanya keriuhan bisa menjadi indikator ‘rasa’, dan ternyata benar adanya sesampai di rumah. Ayam bakar yang saya pesan satu pedas dan satunya lagi manis. Daging ayamnya lembut, bumbu kecapnya pas, juicy.

JFFF Kukuhkan La Piazza Sebagai Pusat Kuliner

Melihat gelaran Jakarta Fashion and Food Festival tiap tahunnya, saya melihat penyelenggaraannya makin baik. Tema acara yang dipilih tahun ini lebih pas dan gerai makanan peserta festival pun lebih beragam. Ini mengapa jumlah pengunjung selalu membludak di tiap pelaksanaan food festival.

Panggung Besar di tengah Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi pribadi)

Panggung Besar di tengah Kampoeng Tempo Doeloe (foto: koleksi pribadi)

Tahun ini jumlah peserta sendiri lebih banyak dari tahun lalu. Tempat makannya pun kini lebih luas dan menyebar ke sisi depan La Piazza.

Dengan konsistensi yang penyelenggara pegang tiap tahunnya, La Piazza sudah mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata kuliner wajib kunjung di ibukota.

Oiya satu hal yang menarik dari pelaksanaan Kampoeng Tempo Doeloe adalah banyaknya tempat sampah yang disediakan oleh panitia di lokasi acara. Di sela meja-meja tempat makan kita akan mudah menemui tempat sampah besar yang bisa digunakan pengunjung. Ini penting dan saya cukup mengapresiasi hal ini, karena menunjukkan kepedulian penyelenggara terhadap lingkungan.

141511892434256010

Singapore Girls (sumber: siapremiumeconomy.com)

Maskapai Singapore Airlines baru-baru ini melaunching kelas baru untuk beberapa rute penerbangannya. Kelas ini berbeda dari kelas yang pernah ada, namanya kelas Ekonomi Premium. Jika selama ini pengguna jasa penerbangan hanya disodori pilihan 2 kelas saja, yakni kelas Ekonomi dan kelas Bisnis, maka kini ada tawaran baru yang menarik.

Menurut pihak agency yang merilis fasilitas baru Singapore Airlines, para pelanggan yang melakukan perjalanan dengan kelas Ekonomi Premium Baru akan dapat menikmati berbagai penawaran dalam kabin (in-flight) termasuk Premium Economy Book the Cook service, sampanye, dan pilihan wine terbaik, edisi koleksi peralatan pribadi yang didesain khusus dan sistem hiburan dalam pesawat  tercanggih di dunia.

Menu di Kelas Premium Economy SIA (sumber: siapremiumeconomy.com)

Sebagai tambahan untuk tiga menu utama dalam penerbangan, para pelanggan dapat memilih makanan mereka sebelum terbang dengan memilih menu, seperti Seafood Thermidor, Ayam Panggang dalam Saus Krim Bawang, Rosemary Beef Brisket, hingga Ayam Panggang dengan Nasi.

Para pelanggan juga dapat mengkombinasikan makanan pilihan mereka dengan segelas sampanye Ernest Rapeneau Brut Prestige, yang tersedia pada seluruh penerbangan di semua rute yang menawarkan layanan Kelas Ekonomi Premium.

Kursi Kelas Premium Economy yang Nyaman (sumber: FB Singapore Airlines)

Kursi Kelas Premium Economy yang Nyaman (sumber: FB Singapore Airlines)

Yang menarik adalah kursinya. Kursi baru memiliki lebar 18,5 atau 19,5 inci, tergantung pada jenis pesawat, dengan 8 inci posisi direbahkan, Melihat tampilannya, sekilas lebih lega dari kursi kelas ekonomi biasa.

Untuk sajian hiburan, ditampilkan KrisWorld generasi terbaru, sistem hiburan dalam pesawat Singapore Airlines yang menggunakan perangkat keras (hardware) dari Panasonic Avionics. Konon ini merupakan sistem hiburan dalam pesawat paling canggih di dunia.

Para pelanggan yang bepergian dengan Kelas Premium Ekonomi juga akan mendapatkan satu peralatan-peralatan pribadi (amenity kit) yang eksklusif dan terbatas,  menampilkan motif SG50 dalam rangka merayakan ulang tahun Singapura yang ke-50.

Rute SIA dengan kelas Premium Economy di dalamnya

Rute SIA dengan kelas Premium Economy di dalamnya

Sayangnya untuk bisa mencicipi kelas Premium Economy ini belum ada rute penerbangan SIA yang berawal dari Jakarta. Untuk sementara hanya ada di rute tertentu.

Untuk tau lebih tentang kelas Premium Economy dari Singapore Airlines sila tengok situsnya langsung.

 

 

11351316_1062022710494000_3679250779155178830_n

Saya adalah traveller kambuhan. Sejak dulu jalan-jalan tanpa perencanaan apapun. Seringnya memang travelling sambil tugas liputan. Baru 3 tahun terakhir kegiatan travelling saya lebih terencana. Banyak sudah kota di Indonesia yang saya jejaki, tapi ada satu kota yang membuat penasaran, dan kota itu adalah Makassar. Kota di ujung selatan Pulau Sulawesi ini memang belum pernah saya jelajahi sekalipun. Padahal kota ini konon kondang akan kekayaan alam dan budaya. Apalagi meski belum pernah ke Makassar selama ini saya sudah akrab dengan produk kulinernya, seperti Sop Konro, Es Pisang Ijo, sampai kue Jalangkote. Sluurrppp…

Irwan, Orang Yang Ingin Saya Temui….

Selain soal keindahan kota, budaya dan kulinernya, ada alasan kuat mengapa saya ingin bertandang ke Makassar. Saya punya kawan lama, tepatnya kawan SD. Namanya Irwan, kami pernah satu SD di Jakarta. Sejak lulus SD di tahun 80-an, saya putus kontak dengannya. Padahal dulu saat masih kecil kami sering bermain bersama. Seringkali sepulang sekolah saya main ke rumahnya yang tak jauh dari sekolah kami di Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Setelah putus kontak sejak SD, tahun 2010-an saya kembali terhubung dengan sahabat saya itu lagi. Tapi belum kopi darat kita. Perjumpaan kami melalui perantara social network Facebook. Ya, dari FB lah saya bersilaturahmi kembali dengan kawan lama yang sudah menetap di Makassar, kota kelahirannya. Itulah mengapa saya sangat ingin sekali bertemu dengan sahabat saya ini, menyambung silaturahmi yang sempat putus puluhan tahun.

Yang Ingin Saya Lakukan Bersamanya

Ada beberapa hal yang saya bayangkan bakal saya lakukan bersama sahabat saya Irwan di Makassar. Melepas kangen dan bertukar cerita bisa kami laukan di tepian pantai Losari. Tentunya sambil mencicipi kuliner khas Makassar yang banyak ditemui di sini.

Saya juga penasaran hunting kuliner di Makassar bersama sahabat saya Irwan. Saya akan minta dia mengantar saya berkeliling kota mencicipi kelezatan Coto Makassar, sop saudara, es palu butung, pisang epe, atau es pisang hijau. Meski beberapa diantaranya sudah pernah saya coba di Jakarta, merasakan kuliner khas Makassar langsung di ‘pusat’nya tentu memiliki sensasi berbeda.

Selain itu saya juga ingin mengunjungi Taman Nasional Bantimurung di kabupaten Maros. Meski bukan di kota Makassar, taman nasional ini jadi salah satu destinasi yang wajib kunjung jika mengunjungi Sulawesi Selatan. Keindahan panorama dan koleksi kupu-kupunya membuat saya penasaran sejak lama.

Itinerary Perjalanan

Saya rencanakan kunjungan saya ke Makassar hari Jumat 12 Juni 2015 untuk menemui sahabat saya Irwan. Sengaja tanggal tersebut saya ambil karena kebetulan masa perkuliahan di kampus sudah selesai di awal bulan Juni. Untuk perjalanan dari Jakarta ke Makassar dan sebaliknya saya bakal menggunakan maskapai bertarif murah Citilink.

Mengapa Pilih Citilink?

Citilink adalah maskapai yang selama ini saya andalkan untuk menjelajah rute-rute terbaik di tanah air. Selain tarifnya terjangkau, pelayanannya pun selama ini selalu menyenangkan. Yang paling saya senang adalah waktu keberangkata dan kedatangan yang selalu On time. Bagi saya yang punya banyak aktivitas soal waktu adalah harta yang sangat berharga, kehilangan waktu berarti kehilangan banyak kesempatan.

Terakhir saya sempat berwisata bersama keluarga ke pulau Bali menggunakan Citilink. Dan kami sekeluarga merasa puas dengan layanan Citilink. Apalagi saat di pesawat kami kerap dibuat senyum-senyum gimana gitu..saat awak pesawat sebelum terbang maupun mendarat kerap melontarkan pantun yang lucu-lucu. Sungguh pengalaman menyenangkan yang tak tergantikan.

Berikut adalah screenshoot pemesanan tiket Citilink lewat mobile app Traveloka :

 

 

Screenshot_2015-05-25-20-14-40_20150525221818396

Screenshot_2015-05-25-20-13-37

 

Oiya, selain memesan tiket pesawat, melalui mobile app Traveloka saya juga memesan kamar hotel Red Planet untuk tinggal selama di Makassar.

 

Screenshot_2015-05-25-20-16-19

Screenshot_2015-05-25-20-17-39

 

Mengapa memilih hotel Red Planet? Karena ini merupakan chain hotel bintang tiga yang memiliki reputasi bagus di Makassar. Selain di sejumlah kota di Indonesia, jaringan hotel ini juga bisa dijumpai di Thailand dan Jepang. Apalagi dengan memesan melalui mobile App Traveloka, saya mendapatkan tarif terbaik yang cukup miring. Lumayan… lagi-lagi menghemat kantong.

Kesan Menggunakan App Traveloka

Memesan tiket pesawat maupun hotel menggunakan mobile app Traveloka ternyata cukup mudah. Dengan sekali sentuh semua proses bisa selesai dalam hitungan menit. Tak perlu repot membuka PC atau laptop di rumah atau kantor. Cukup menggunakan smartphone di genggaman, maka proses pemesanan pun selesai. Saran saya, segeralah install mobile app Traveloka di Smartphone-mu dan rasakan banyak kemudahan bertransaksi dan memesan tiket pesawat maupun hotel semudah membuat status di social media.

Mobile app Traveloka punya desain antarmuka yang simpel, dengan dominasi warna biru. Untuk melakukan pemesanan tiket pesawat maupun hotel sangat mudah. Semua tinggal disentuh dan ikuti petunjuk yang diberikan. Dijamin tak akan tersesat. Dan yang lebih penting, memesan tiket pesawat maupun kamar hotel melalui mobile app Traveloka dapat jaminan harga termurah. Gimana gak mengasyikkan, bisa travelling dengan tenang dan uang yang masih tersisa di kantong bisa digunakan untuk beli oleh-oleh.


20150414_061742
Judul Buku           : Meubel Preneur
Pengarang             : Manampin Girsang
Penerbit                 : Grasindo, Jakarta 2015
Jumlah Halaman : 174 hal.

Diharapkan menjadi PNS oleh orang tuanya, Pipin Girsang justru menemukan passion-nya sebagai pengusaha. Jalan berliku ia tempuh sebelum akhirnya sukses mengendalikan bisnis meubel berskala internasional.

Pipin Girsang, begitu Manampin Girsang, penulis buku Meubel Preneur ini biasa dipanggil. Ia tak pernah terpikirkan bakal bisa menjadi pengusaha besar, jauh dari cita-cita yang diharapkan sang ayah yang ingin dirinya menjadi pegawai negeri sipil di PT.PLN. Pipin yang putra asli Berastagi Sumatera Utara, sempat ingin mewujudkan mimpi sang ayah sebagai pegawai PLN dengan berkuliah di Politeknik Universitas Indonesia jurusan teknik Elektro.

Karena merasa ‘dunianya’ bukan di situ, ia hanya berkuliah selama 2 tahun dan memilih ‘kabur’ ke pulau dewata, Bali. Berkat kemampuan berbahasa Inggris di Bali Pipin sempat menjadi guide (pemandu wisata). Kaburnya Pipin ke pulau Bali justru menjadi titik balik hidupnya. Ia mencoba berbisnis bikini dan kemudian dikenalkan pada bisnis meubel oleh seorang bule.

Buku ini bukanlah sebuah buku bisnis yang njelimet. Penulis tidak menggunakan teori-teori bisnis dan manajemen yang rumit. Ia menuangkan panduan berbisnis meubel dengan caranya sendiri. Penulis menggiring pembacanya hanyut dengan teori bisnis yang didapatnya langsung di lapangan.

Buku ini juga bukan buku yang menceritakan tentang cerita keberhasilan Pipin dalam membesarkan usahanya saja. Jatuh bangunnya Pipin dalam bisnis, cara ia keluar dari krisis, bagaimana menghadapi rekanan bisnis yang nakal, hingga caranya memaintain bisnis secara online semuanya dipaparkan penulis.

Buku ini cocok dibaca bagi para pebisnis pemula, apapun bidang bisnisnya. Karena didalamnya dipaparkan tips dan trik bisnis yang dihadapi penulis secara gamblang. Dan bagi mereka yang memiliki passion di bidang furniture buku ini wajib anda baca. Sebab di buku ini penulis juga memaparkan beragam rahasia bisnisnya sehingga usaha meubel yang ditekuni mampu bertahan lebih dari 20 tahun.

Kehadiran buku ini menurut saya cukup penting, setidaknya bakal melengkapi referensi bisnis yang selama ini sudah ada. Selama ini buku mengenai bisnis furniture masih jarang didapatkan di pasaran. Padahal usaha furniture cukup prospektif dengan pasar yang masih cukup terbuka lebar. Apalagi perlu dicatat, Indonesia adalah negeri penghasil kayu cukup besar di dunia.

Meski secara konten cukup bagus, namun jika boleh mengkritik ada beberapa hal yang mengganggu di buku ini. Editor sepertinya kurang cermat memeriksa tulisan di tahap akhir. Beberapa typho penulisan cukup mengganggu kenikmatan membaca. Mungkin dalam penerbitan berikutnya bisa diperbaiki.

Berkunjung ke ibukota Jakarta tak lengkap rasanya jika tidak berwisata ke gugusan kepulauan seribu. Namun jika anda tak cukup punya banyak waktu, mengunjungi pulau Bidadari adalah tawaran yang menarik. Ada paket One Day Trip yang cocok bagi para traveller yang hanya memiliki waktu terbatas. Seperti yang saya lakukan bareng kawan-kawan Vlogger hari Kamis (16/4) lalu atas Read More →

Saat negara berada dalam kondisi chaos, di mana peran Presiden? Apakah Presiden sebagai pemegang kendali pemerintahan adalah satu-satunya pihak yang memutuskan ? Bagaimana dengan peran ‘tangan-tangan di luar pemerintahan?’ Adakah ia menentukan ‘warna’ pemerintahan? Ataukah ia adalah “Presiden” sebenarnya? Pertanyaan bernada gugatan semacam ini bisa ditemukan dalam film terbaru karya sutradara kenamaan Hanung Bramantyo dan Read More →

Post Navigation